Perlunya Sikap Empati Dokter Terhadap Pasien

Disusun Oleh: ERIK SETYAWAN (H2A011021)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2011

Dalam dokter memberikan pelayan pada pasien dokter tidak hanya memeriksa pasien tetapi juga dokter harus berkomunikasi dengan sopan.Dokter juga dituntut untuk bersifat ramah dan bijak sesuai etika dalam kedokteran.bijak dan juga harus memiliki “EMPATI” kepada pasien.BAB I PENDAHULUAN A.baik. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan tentang perlunya empati kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan segenap civitas akademika UNIMUS serta masyarakat luas akan sikap professional dokter. B. Latar Belakang Dokter merupakan sebuah profesi yang berhubungan erat dengan sosial kemanusiaan. Dokter dapat menjalin rasa keakraban dengan pasien melalui sifat empati terhadap pasien. .Disamping dokter memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.ramah.Karena dokter berinteraksi langsung dengan masyarakat maka dokter harus dapat berkomunikasi efektif dengan pasien.

Empati adalah kemampuan kita dalam merespon keinginan pasien bahkan yang tak terucap sekalipun.Contoh sikap empati dalam kehidupan sehari – hari? BAB II PEMBAHASAN A.Apa yang dimaksud dengan empati? 2.bukan untuk merecokinya melainkan untuk memberikan jalan keluar bagi orang lain tersebut. DEFINISI EMPATI Empati merupakan sikap seseorang yang mau hadir dalam perasaan orang lain.Tujuan sikap empati? 3.Manfaat sikap empati? 4. Empati adalah kemampuan kita dalam mendengarkan perasaan pasien tanpa harus larut.yang berlanjut dengan sikap mau berbagi rasa dan ikut memasuki permasalahan orang lain. Empati adalah kemampuan kita dalam menyelami perasaan pasien tanpa harus tenggelam di dalamnya.C. Kemampuan .Dampak tidak adanya sikap empati 5. Rumusan Masalah 1.

Memberi. perhatian dan kepedulian dari petugas untuk kesembuhan penyakitnya. Memberikan masukan-masukan positif atau membangun pasien agar memiliki kembali semangat untuk kesembuhan (developing others). petugas yang ramah penuh senyum dan berusaha menenangkan pasien. ini berarti bahwa empati adalah produk. relationship pasien dan petugas sebagai kunci tetap diutamakan. apalagi memanipulasi. Bukhari dan Muslim). Sehingga pasien merasa yakin bahwa ia akan sembuh. bahkan juga memahami aturan main yang tertulis (SOP) atau yang tidak tertulis (norma) dalam hubungan kita dengan pasien.ini dipandang sebagai kunci menaikkan intensitas dan kedalaman hubungan kita dengan pasien (connecting with). kunci kelancaran komunikasi adalah belajar menangkap apa yang tak terucap (unspoken). Persis sebagaimana sabda Rasulullah saw. Patut diperhatikan bahwa secanggih apapun peralatan kedokteran yang dimiliki oleh rumah sakit. Alf Cattle malah mengatakan: “relationship is product”. Menurut Peter Drucker. . Memberikan pelayanan yang dibutuhkan. "Jalinan kasih sayang antara kaum muslimin ibarat satu tubuh. Sebagai suatu produk maka sepatutnya dikemas sebaik-baiknya agar dapat dijual. Dalam konteks bisnis (bussiness of selling)." (HR. Hal ini tampak dalam pelayanan yang cepat. Pasien tetap butuh informasi. Bila ada satu anggota tubuh sakit maka anggota tubuh lainnya akan merasakan hal yang sama. bukan mengambil (service orientation). Belajar menaikkan kemampuan kita dalam ber-empati ini merupakan kunci hubungan. Dalam dokter berempati harus dapat menangkap isi perasaan dan pikiran pasien (understanding others).

Terjadinya sambung rasa 4.Untuk mempermudah dalam menggali informasi dari pasien.B.Timbulnya rasa saling mempercayai 3.Terciptanya hubungan kekeluargaan . Tentu saja mereka akan memilih rumah sakit yang petugasnya peduli dengan penderitaan mereka.Meredamkan perasaan panik dan gelisah 4. baik rumah sakit swasta atau sesama rumah sakit pemerintah yang mulai memberikan pelayanan berkualitas (quality services).Memberikan kepercayaan pasien kepada dokter. Disaat seperti ini maka empati menjadi satu hal yang mahal dan dicari. C. Walaupun empati hanya sekedar melaksanakan prosedur tetap pelayanan di rumah sakit.TUJUAN Di era persaingan sekarang ini.Pasien lebih mudah menyampaikan keluhan – keluhannya 2. 3. Tujuan empati bagi pasien : 1.Pasien merasa lebih nyaman 3. maka empati menjadi sangat penting.MANFAAT 1. Pasien mendapatkan pelayanan yang memuaskan. 2. Tujuan empati bagi dokter : 1. Pasien saat ini mempunyai banyak pilihan akan pelayanan kesehatan.Menunjang dokter dalam mendiagnosis penyakit.Terjalinnya komunikasi dokter pasien dengan lancar 2.

Pasien tidak puas dengan pelayanan dokter KEHIDUPAN SEHARI – E.sehingga pasien .Contoh sikap tidak empati : Seorang pasien datang di salah satu tempat praktek.D.tapi sesampainya disana dokternya tidak memberikan respon atau memberikan rasa empatinya pada si pasien.selanjutnya dokter berusaha untuk menyakinkan dan memberikan rasa empatinya kepada pasien.bijak.kemudian dokter menyadari bahwa pasien tersebut masih ragu –ragu untuk menyampaikan keluhannya.CONTOH SIKAP EMPATI DOKTER DALAM HARI a.awalnya dia datang ke praktek berniat untuk konsultasi dengan dokter .DAMPAK TIDAK ADANYA SIKAP EMPATI 1. Akhirnya pasien tidak mau terbuka saat menyampaikan keluhan – keluhanya dan dia merasa tidak puas dengan pelayanan dokter tersebut.pertama pasien merasa ragu –ragu untuk menyampaikan keluhannya.dokter dapat mengambil diagnosa secara tepat serta merasa mendapatkan kepuasan. b.akhirnya pasien tersebut berani menyampaikan keluhan – keluhannya dengan terbuka si pasien.Pasien akan merasa canggung dalam menyampaikan keluhan – keluhan 2.Contoh sikap empati : Seorang pasien datang di salah satu praktek seorang dokter.sehingga pasien merasa tidak nyaman. melayani dengan ramah.Tidak timbul rasa percaya pasien terhadap dokter 3.dokter itu dapat mengambil informasi yang banyak serta merespon dengan baik.

Maka dari itu. dalam menjalankan tugas. dokter dituntut untuk selalu profesional.bijak. B. dokter juga harus memiliki sumbang sih perasaan empati kepada pasien agar pasien merasa lebih tenang dan terjalin rasa sosial kemanusiaan dan kekeluargaan. SARAN Sebagai dokter yang profesional kita harus dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat dan dapat berkomunikasi secara efektif dengan ramah.BAB III PENUTUP A.dan menunjukan sifat empati sesuai dengan etika kedokteran kepada pasien. . KESIMPULAN Dalam melaksanakan tugasnya.

1994.DAFTAR PUSTAKA 1.WWW.Matroni. 2.sutarmanisme.WWW.com .Wikipedia.Daldiyono.com 5.Komunikasi efektif dokter – pasien.WWW.Komunikasi Jitu.com 6.Pasien Pintar dan Dokter Bijak.Edis.chobynet.2006.Jakarta:Kelompok Gramedia. 4.Jakarta:Konsil Kedokteran Indonesia 3.wordpress.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful