- Orde Baru/ Orba (Demokrasi Pancasila) Pada masa orde baru, pemerintah menjalankan kebijakan yang tidak mengalami

perubahan terlalu signifikan selama 32 tahun. Dikarenakan pada masa itu pemerintah sukses menghadirkan suatu stablilitas politik sehingga mendukung terjadinya stabilitas ekonomi. Karena hal itulah maka pemerintah jarang sekali melakukan perubahan-perubahan kebijakan terutama dalam hal anggaran negara. Pada masa pemerintahan orde baru, kebijakan ekonominya berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ekonomi tersebut didukung oleh kestabilan politik yang dijalankan oleh pemerintah. Hal tersebut dituangkan ke dalam jargon kebijakan ekonomi yang disebut dengan Trilogi Pembangungan, yaitu stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan pemerataan pembangunan. Hal ini berhasil karena selama lebih dari 30 tahun, pemerintahan mengalami stabilitas politik sehingga menunjang stabilitas ekonomi. Kebijakan-kebijakan ekonomi pada masa itu dituangkan pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), yang pada akhirnya selalu disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk disahkan menjadi APBN. APBN pada masa pemerintahan Orde Baru, disusun berdasarkan asumsi-asumsi perhitungan dasar. Yaitu laju pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, harga ekspor minyak mentah Indonesia, serta nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Asumsi-asumsi dasar tersebut dijadikan sebagai ukuran fundamental ekonomi nasional. Padahal sesungguhnya, fundamental ekonomi nasional tidak didasarkan pada perhitungan hal-hal makro. Akan tetapi, lebih kearah yang bersifat mikroekonomi. Misalnya, masalah-masalah dalam dunia usaha, tingkat resiko yang tinggi, hingga penerapan dunia swasta dan BUMN yang baik dan bersih. Oleh karena itu pemerintah selalu dihadapkan pada kritikan yang menyatakan bahwa penetapan asumsi APBN tersebut tidaklah realistis sesuai keadaan yang terjadi. Format APBN pada masa Orde baru dibedakan dalam penerimaan dan pengeluaran. Penerimaan terdiri dari penerimaan rutin dan penerimaan pembangunan serta pengeluaran terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. Sirkulasi anggaran dimulai pada 1 April dan berakhir pada 31 Maret tahun berikutnya. Kebijakan yang disebut tahun fiskal ini diterapkan seseuai dengan masa panen petani, sehingga menimbulkan kesan bahwa kebijakan ekonomi nasional memperhatikan petani. APBN pada masa itu diberlakukan atas dasar kebijakan prinsip berimbang, yaitu anggaran penerimaan yang disesuaikan dengan anggaran pengeluaran sehingga terdapat jumlah yang sama antara penerimaan dan pengeluaran. Hal perimbangan tersebut sebetulnya sangat tidak mungkin, karena pada masa itu pinjaman luar negeri selalu mengalir. Pinjaman-pinjaman luar negeri inilah yang digunakan pemerintah untuk menutup anggaran yang defisit. Ini artinya pinjaman-pinjaman luar negeri tersebut ditempatkan pada anggaran penerimaan. Padahal seharusnya pinjaman-pinjaman tersebut adalah utang yang harus dikembalikan, dan merupakan beban pengeluaran di masa yang akan datang. Oleh karena itu, pada dasarnya APBN pada masa itu selalu mengalami defisit anggaran.

dalam APBN tiap tahunnya cantuman angka pinjaman luar negeri selalu meningkat. Padahal. dan penyalahgunaan. agar dapat dijadikan tabungan pemerintah. Hal ini jelas menggambarkan betapa APBN pada masa pemerintahan Orde Baru sangat bergantung pada pinjaman luar negeri. Selain itu pinjaman luar negeri yang banyak akan menimbulkan resiko kebocoran. Dan lebih parahnya lagi ketergantungan tersebut akan menyebabkan negara menjadi malas untuk berusaha meningkatkan penerimaan dalam negeri. dinamis yang berarti peningkatan tabungan pemerintah untuk membiayai pembangunan. karena anggaran defisit negara ditutup dengan pinjaman luar negeri. Sehingga pada akhirnya berakibat tidak dapat terpenuhinya keinginan pemerintah untuk meningkatkan tabungannya. Padahal disaat yang bersamaan persentase pengeluaran rutin untuk membayar pinjaman luar negeri terus meningkat. Prinsip ini merupakan pengaturan atas fungsi anggaran pembangunan dimana pinjaman luar negeri hanya digunakan untuk membiayai anggaran belanja pembangunan. Namun prinsip berimbang ini merupakan kunci sukses pemerintah pada masa itu untuk mempertahankan stabilitas. Kebijakan pemerintah ini dilakukan dengan dua cara. Akan tetapi. khususnya di bidang ekonomi. Akibatnya. Permasalahannya. Prinsip ketiga yang diterapakan oleh pemerintahan Orde Baru dalam APBN adalah. pembangunan memerlukan dana investasi yang besar dan tidak dapat seluruhnya dibiayai oleh sumber dana dalam negeri. Diantaranya akan menyebabkan berkurangnya pertumbuhan ekonomi. Hal lain yang dapat terjadi adalah pemerataan ekonomi tidak akan terwujud. Dalam hal ini pemerintah akan berupaya untuk mendapatkan kelebihan pendapatan yang telah dikurangi dengan pengeluaran rutin. . Oleh karena itu. Sehingga pembangunanpun terus dapat berjalan. Sehingga antara penerimaan dan pengeluaran dapat berimbang. Prinsip lain yang diterapkan pemerintah Orde Baru adalah prinsip fungsional. korupsi. Sehingga yang terjadi hanya perbedaan penghasilan. pemerintah dapat memanfaatkan tabungan tersebut untuk berinvestasi dalam pembangunan. Hal ini bertentangan dengan keinginan pemerintah untuk selalu meningkatkan penerimaan dalam negeri. kebijakan demikian membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama. Akan tetapi. Pada dasarnya kebijakan ini sangat bagus. yaitu derelgulasi perbankan dan reformasi perpajakan. ketergantungan yang besar terhadap pinjaman luar negeri akan menimbulkan akibatakibat. Presiden menyatakan bahwa dana-dana pembiayaan yang bersumber dari dalam negeri harus meningkat. kebijakan untuk mengurangi bantuan luar negeri tidak dapat terjadi karena jumlah pinjaman luar negeri terus meningkat.Penerapan kebijakan tersebut menimbulkan banyak kritik. Karena pemerintah dapat menghindari terjadinya inflasi. Padahal. pada masa itu penerimaan pajak saat minim sehingga tidak dapat menutup defisit anggaran. Karena menurut pemerintah. konsep yang benar adalah pengeluaran pemerintah dapat ditutup dengan penerimaan pajak dalam negeri. karena pinjaman yang digunakan akan membuahkan hasil yang nyata. Dalam Keterangan Pemerintah tentang RAPBN tahun 1977. yang sumber pokoknya karena terjadi anggaran yang defisit.

A. Latar belakang Orde Baru berlangsung dari tahun 1968 hingga 1998. kasus pembredelan Tempo adalah yang paling menarik. Rumusan Masalah 1. Indonesia dijanjikan akan keterbukaan serta kebebasan dalam berpendapat. B. dan Editor. Ekonomi Indonesia memang berkembang pesat pada saat itu. Namun itu hanyalah merupakan gambaran kebaikan dari kesuksesan pemerintah orde baru. Bagaimana fungsi dewan pers pada masa Orde baru? BAB II PEMBAHASAN A. Masyarakat saat itu bersuka-cita menyambut pemerintahan Soeharto . Mengapa Tempo tetap melawan kekuasaan Orde Baru? 3. Padahal didalam system pemerintahannya begitu banyak terjadi kecurangan. namun ia tetap berani berjuang untuk melawan pemerintah saat itu. KB dan memerangi buta huruf pun sukses pada masa itu. Kebebasan pers sangat terbatas. Bagaimana perkembangan pers pada masa orde baru? 2. dan banyak terjadinya pembredelan media massa. Kasus Malari yang terjadi pada tanggal 15 Januari 1974 itu mencatat begitu banyak korban jiwa dan kerusakan terjadi dimana-mana. deTIK. Perkembangan Pers Pada Masa Orde Baru Pada awal kekuasaan orde baru. antara lain Majalah Tempo. Ketiganya ditutup penerbitannya karena pemberitaan yang tergolong kritis terhadap pemerintah. Dari begitu banyaknya pembedelan yang terjadi pada masa orde baru. Peristiwa Malari melibatkan pemredelan 12 media cetak. kolusi dan nepotisme (KKN). Pada saat itu terjadi peristiwa yang fenomenal yaitu peristiwa Malari. Orde baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya. Namun yang paling fenomenal sepanjang pembedelan media massa adalah pembredelan atau pencabutan SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) sejumlah media massa. Bahkan pendapatan per kapita pun melonjak naik. program transmigrasi.kecurangan. seperti merajalelanya praktek korupsi. Karena meskipun pada waktu itu tempo dalam keadaan yang sangat sulit.

sehingga pers tidak menjalankan fungsi yang sesungguhnya yaitu sebagai pendukung dan pembela masyarakat. dan psikologis rakyat. Tanggal 21 Juni 1994. Dunia pers yang seharusnya bersuka cita menyambut kebebasan pada masa orde baru. (Aliansi Jurnalis Independen. Cirinya adalah bebas dan bertanggungjawab”. karena berani melaporkan situasi pemilu saat itu yang ricuh. Pemerintah pada saat itu harus melakukan pemulihan di segala aspek. social. Meskipun pada saat itu pers benar-benar diawasi secara ketat oleh pemerintah. B. “Pada masa orde baru pers Indonesia disebut sebagai pers pancasila. dan editor dicabut surat izin penerbitannya atau dengan kata lain dibredel setelah mereka mengeluarkan laporan investigasi tentang berbagai masalah penyelewengan oleh pejabat-pejabat Negara. bahkan perkembangan ekonomi pun semakin pesat. Namun dua minggu kemudian. jika bukan badai dalam ekologi politik Indonesia secara menyeluruh. berusaha bangkit setelah pembredelan bersama para pendukungnya yang antu rezim Soeharto. Dan perlawanan itu ternyata belum berakhir. Tidak baru. deTIK. bahkan yang ada malah pembredelan. Tempo misalnya. Bila ingin tetap hidup. Pada masa orde baru. maka media massa tersebut harus memberitakan hal-hal yang baik tentang pemerintahan orde baru. Namun sangat tragis. sehingga majalah ini selalu dalam pengawasan pemerintah. 1995 : 140) Sebelum dibredel pada 21 Juni 2004. Bila ada maka media massa tersebut akan mendapatkan peringatan keras dari pemerintah yang tentunya akan mengancam penerbitannya. malah sebaliknya.yang diharapkan akan mengubah keterpurukan pemerintahan orde lama. Pemimpin Editornya adalah Gunawan Mohammad yang merupakan seorang panyair dan intelektual yang cukup terkemuka di Indonesia. Namun pada kenyataannya tidak ada kebebasan sama sekali. Tempo menjadi majalah berita mingguan yang paling penting di Indonesia. Pada 1982 majalah Tempo pernah ditutup untuk sementara waktu. antara lain aspek ekonomi. (Tebba. Tempo diizinkan kembali untuk terbit. Pembredelan Tempo serta perlawanannya terhadap pemerintah Orde Baru Pembredelan 1994 ibarat hujan. Indonesia mulai bangkit sedikit demi sedikit. tidak aneh dan tidak istimewa jika dipahami dalam ekosistemnya. Pemerintah Orde Baru memang selalu was-was terhadap Tempo. Pembredelan itu diumumkan langsung oleh Harmoko selaku menteri penerangan pada saat itu. bagi dunia pers di Indonesia. Tidak ada kebebasan dalam menerbitkan berita-berita miring seputar pemerintah. politik. 2005 : 22). budaya. Pers mendapat berbagai tekanan dari pemerintah. beberapa media massa seperti Tempo. namun ternyata banyak media massa yang menentang politik serta kebijakan-kebijakan pemerintah. Pers seakan-akan dijadikan alat pemerintah untuk mempertahankan kekuasaannya. segala penerbitan di media massa berada dalam pengawasan pemerintah yaitu melalui departemen penerangan. Majalah ini memang popular dengan independensinya yang tinggi dan juga keberaniannya dalam mengungkap fakta di .

Mendata perusahaan pers. Memfasilitasi organisasi pers dalam menyusun peraturan di bidang pers dan meningkatkan kualitas profesi wartawan. Mengembangkan komunikasi antara pers. malah .com) 1. wartawan Tempo aktif melakukan gerilya. Hingga akhirnya Tempo harus rela dibungkam dengan aksi pembredelan itu. setelah jatuhnya Orde Baru. Melakukan pengkajian untuk pengembangan kehidupan pers. Memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers. Meskipun berani melawan pemerintah. bahwa kritik adalah bagian dari kerja jurnalisme. 4.JurnalNasional. Ada tujuh fungsi dewan pers yang diamanatkan UU. dewan pers adalah lembaga independen yang dibentuk sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional. 5. Apalagi dalam hal menerbitkan sebuah berita yang menyangkut politik serta keburukan pemerintah. Namun perjuangan Tempo tidak berhenti sampai disana. Dewan Pers bukannya melindungi sesama rekan jurnalisnya. fungsi dewan pers ini tidaklah efektif. Selain itu kritikan. Pada masa Orde baru. Goenawan pernah menulis di majalah Tempo.kritikan Tempo terhadap pemerintah di tuliskan dengan kata-kata yang pedas dan bombastis. Perjuangan ini membuktikan komitmen Tempo untuk menjunjung kebebasan pers yang terbelenggu ada pada zaman Orde Baru. 2.lapangan. Semua strategi itu dilakukan Tempo untuk menjamin kelangsungannya sebagai media yang independen dan terbuka. Setelah pembredelan 21 Juni 1994. bisa pemerintah dan juga masyarakat. 7. Untuk tetap survive. Tekanan yang dating bertubi-tubi dari pemerintah tidak meluluhkan semangat Tempo untuk terus menyampaikan kebenaran kepada masyarakat. ia harus menggunakan trik dan startegi. Melindungi kemerdekaan pers dari campur tangan pihak lain. Fungsi Dewan Pers pada masa Orde Baru Dewan pers adalah lembaga yang menaungi pers di Indonesia. Menetapkan dan mengawasi pelaksanaan kode etik jurnalistik. namun tidak berarti Tempo bebas dari tekanan. Sesuai UU Pers Nomor 40 tahun 1999. 6.Salah satu trik dan strategi yang digunakan Tempo adalah yang pertama adalah mengganti kalimat aktif menjadi pasif dan yang kedua adalah stategi pinjam mulut. Kemudian Tempo terbit kembali pada tanggal 6 Oktober 1998. Dewan pers hanyalah formalitras semata. C. diantaranya : (www. 3. Tempo telah mendapatkanberkali-kali maendapatkan peringatan. masyarakat adn pemerintah. Pembredelan bukanlah akhir dari riwayat Tempo. seperti dengan mendirikan Tempo Interaktif atau mendirikan ISAI (Institut Studi Arus Informasi) pada tahun 1995. Motto Tempo yang terkenal adalah “ enak dibaca dan perlu”.

Dewan Pers seakan kehilangan fungsinya dan hanya formalitas belaka. Karena pengertian secara missal itu adalah seluruh lapisan masyarakat baik itu pemerintah maupun masyarakat. pers juga bisa mempengaruhi pemerintah. Berarti benar bahwa dewan pers hanya formalitas saja. Meskipun orde baru telah menjanjikan keterbukaan dan kebebasan di awal pemerintahannya. tampaknya. Meskipun dewan pers menolak pembredelan. Istilah pers digunakan dalam konteks historis seperti pada konteks “press freedom or law” dan “power of the press”. seperti Tempo. deTIK. Namun majalah Tempo adalah satu-satunya yang berjuang dan terus melawan pemerintah orde baru melalui tulisan-tulisannya hingga sampai akhirnya bisa kembali terbit setelah jatuhnya Orde baru. 1999 : 26)). namun pada kenyataannya dunia pers malah terbelenggu dan mendapat tekanan dari segala aspek. Sehingga banyak media massa yang memberontak melalui tulisan-tulisan yang mengkritik pemerintah. Termasuk juga Gunaman Muhammad yang selaku editor Tempo juga termasuk dalam dewan pers saat itu. Pers pun tidak mau hanya diam dan terus mengikuti permainan politik Orde baru. bukan melindungi insan pers dan masyarakat. Sehingga dalam fungsi dan kedudukannya seperti itu.menjadi anak buah dari pemerintah Orde Baru. banyak anggota dari dewan pers yang tidak menyetujui pembredelan. Hal itu terlihat jelas ketika pembredelan 1994. 1991. Pemerintah memang memegang kendali dalam semua aspek pada saat. Kesimpulan Pers dalam masa orde baru seakan-akan kehilangan jati dirinya sebagai media yang bebas berpendapat dan menyampaikan informasi. Namun di Era Orde Baru. dalam Asep Saeful. pers dipandang sebagai kekuatan yang mampu mempengaruhi masyarakat secara massal. dewan pers memang gagal meningkatkan kehidupan pers nasional. BAB III PENUTUP A. dan Monitor. bahkan banyak pula yang membeberkan keburukan pemerintah. Seharusnya pers selain mempengaruhi masyarakat. B. sehingga dunia pers hanya terbelenggu oleh kekuasaan oleh kekuasaan Orde Baru tanpa bisa memperjuangkan hak-haknya. Lalu apa fungsi dari dewan pers pada saat itu? Ternyata dewan pers hanyalah dibuat pemerintah untuk melindungi kepentingan pemerintah saja. Namun ironisnya. terutama dalam dunia pers. ( John C. Saran . Merrill. Menolak berarti melawan pemerintah. tetap saja pembredelan dilaksanakan. Itulah sebabnya pada tahun 1994 banyak media yang dibredel. pada saat itu dewan pers diminta untuk mendukung pembredelan tersebut.

sistem anti komunis dimanfaatkan oleh Negara-negara kapitalis untuk mendukung pembangunan di Indonesia. Seharusnya pers saat ini memegang prinsip kebebasan yang terbatas. Media massa kemudian terlibat dalam proses komersialisasi melalui kebijakan-kebijakan . Commercialzation (Komersialisasi) Pelaksanaan sistem pemerintahan pada zaman Orde Baru sangat berpengaruh terhadap ideologi media massa. baik itu cetak maupun elektronik berbondong-bondong mengisi era reformasi saat itu. internationalization. konsentrasi modal dan status kepemilikan dijalankan melalui tiga proses. Sehingga siapa pun bisa menjadi wartawan dan siapun bisa menulis apa saja yang mereka suka dalam media massa. Namun kebebasan dunia pers saat ini tidak terkendali. B. kebebasan pers memang diakui.Dengan jatuhnya Orde Baru. Akibatnya adalah banyak bermunculan di media massa baru. Inilah yang diinginkan oleh pers pada masa Orde Baru. Saat ini memang buakn pemerintah yang mengendalikan rakyat. maka dimulailah kebangkitan bagi pers Indonesia. Ekonomi Politik Media Massa Era Orde baru Ilustrasi C. Malah terlalu bebas dan berlebihan. Hingga saat ini. KAPITALISME ORDE BARU DAN INDUSTRI MEDIA Perkembangan industrialisasi media yang kemudian membangun spirit kapitalisme. Dalam masa perkembangan kapitalisme media di zaman Orde Baru. tetapi sebaliknya rakyat melaui pers dapat mengendalikan pemerintah. Jadi pers harus tetap memegang prinsip-prinsip jurnalis dan kote etik wartawan. Proses tersebut dalam kajian ekonomi-politik media didefinisikan sebagai perpanjangan tangan kekuasaan korporasi terhadap perusahaan media massa secara institusional (sistem kepemilikan). liberalization. yakni commercialization. dapat diketahui melalui Vincent Mosco dengan istilah Spasialisasi (spatialization). Istilah tersebut merupakan sebuah proses atau entry concept yang digunakan Mosco untuk mengamati perkembangan kapitalisme di sektor industri media. Kebebasan pers diakui.

Integrasi vertikal antara elit penguasa atau konglomerat dan pers dalam industri media semasa rezim Orde Baru merupakan fenomena yang jarang terjadi (bahkan menjadi fenomena yang unik) dalam Negara-negara kapitalis berkembang di dunia ketiga.pemerintah Orde Baru. para wartawan semakin menempatkan aspek bisnis sebagai bagian integral dari kegiatan jurnalistik mereka. Kewenangan tersebut mengakibatkan banyaknya terjadi kasus-kasus pemberian lisensi secara selektif sebagaimana halnya kasus-kasus pencabutan izin terbit yang didasarkan pertimbangan politis. pencabutan ketentuan tersebut mendorong pers untuk semakin berorientasi ke pasar dan dikelola secara komersial. Hal ini disebabkan oleh. barriers to entry ke pasar industri media tidak sepenuhnya „alamiah”. Siti Hardijanti Rukmana memiliki tabloid Wanita Indonesia. dalam konteks Indonesia dalam usaha internasionalisasi dengan Negara-negara dunia ketiga. Hal tersebut menjadi sebuah prasyarat yang berlangsung secara kultural. Kebijakan liberalisasi yang secara selektif diterapkan oleh rezim Orde Baru jelas menguntungkan kalangan ellite penguasa.1965). Peralihan dari “pers perjuangan” atau “pers politik” mejadi “pers industri” antara lain difasilitasi oleh pencabutan ketentuan produk rezim Orde Lama yang mengharuskan semua media untuk berafiliasi dengan organisasi atau partai politik dimana staf redaksi harus didominasi oleh organisasi atau partai politik tertentu (keputusan Menteri Penerangan RI No. khususnya para kroni serta anggota keluarga Soeharto. . hal tersebut dapat dilihat dari jumlah lisensi yang diberikan untuk mendirikan perusahaan pers. Kecenderungan elite penguasa untuk mengontrol dan menguasai industri media umumnya dilakukan melalui kepemilikan bersama antara pemerintah dan pihak swasta. Liberalisasi Negara memiliki peran yang dominan dalam proses liberalisasi industri media. Di sektor industri media cetak. Maka. 29. Tetapi dengan kewenangan Negara untuk memberikan lisesnsi. mereka yang terlibat dalam industri media. di samping Bob Hasan yang mendanai majalah Gatra. beberapaa keluarga Soeharto yang lain juga terlibat dalam penanaman modal industri media cetak. Fenomena tersebut muncul sebagai sebuah bagian dari karakteristik spesifik ekspansi kapitalisme era Orde Baru. Internasionalisasi Proses internasionaliasasi industri media merupakan sebuah usaha dimana sebuah Negara mengintegrasikan diri sebagai industri media kapitalis. integrasi vertikal di sektor ekonomi dimana para kroni dan keluarga Soeharto yang menanamkan modal yang biasanya memanfaatkan industri media untuk memperoleh akses ke konsumen melalui periklanan. Maka. pada masa Orde Baru. harus memperhatikan sisi politik perkembangan media dibandingkan hanya memperhatikan persaingan bisnis antar industri media semata. Masuknya kroni dan keluarga Soeharto ke sektor industri media dapat diamati sebagai sebuah proses akumulasi dan pemusatan modal dalam perkembangan kapitalisme selama masa Orde Baru. dimana media massa yang bertahan adalah mereka yang tidak meninggalkan aspek bisnis atau komersial dalam perusahaan mereka. tercatat cukup banyak.

. pemerintah tidak bisa menggunakan pers sebagai instrument persuasive secara leluasa. walaupun pemerintah dapat menentukan pemberian atau pencabutan lisensi pers. berbagai kontrol telah atau pernah diterapkan oleh pemerintah Orde Baru. dan statik. Interaksi antara pemerintah dan pelaku industri media mulai memperlihatkan kenyataan kontradiktif. kontradiksi yang terjadi di industri media massa mencakup sejumlah dimensi. Namun posisi pers yang hidup di lingkungan kapitalisme pemerintah Orde Baru pada masa itu tidak solid (struktur industri pers di Indonesia). Sebagai institusi kapitalis yang berorientasi pada keuntungan dan akumulasi modal.pemerintah rezim Orde Baru memberlakukan izin bagi agen perusahaan-perusahaan periklanan multinasional untuk beroperasi di Indonesia sekitar awal dasawarsa 1970-an. tercatat 5 diantaranyan melakukan operasi bisnisnya di Indonesia. Pertama.1994 yang dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan yang telah menetapkan sektor industri media sebagai sektor yang terbuka bagi modal (pemodal) asing serta kepemilikan mayoritas modal asing. Dari 10 perusahaan periklanan transnasionaal terbesar dunia. Untuk menjaga kelangsungan dan efektifitas pers sebagai instrument hegemoni. Hal tersebut disebabkan oleh posisi pemerintah dan pers sebagai capital venture yang beroperasi dalam sebuah struktur industri kapitalis. proses ini ditandai dengan masuknya agen-agen periklanan transnasional. dan mempersepsikan distribusi kekuasaan dalam struktur otoritarian Orde Baru. dalam realitasnya. dan penguasa akan kehilangan kredibilitas di mata khalayak bila ia hanya memuat informasi sepihak. 20. monolitik. Semua (industri) media massa dirangkul dan dijadikan partner pemerintah dalam usaha pembangunan. pers harus fokus pada pasar dan bersikap sensitif terhadap dinamika persaingan pasar. rezim pemerintahan Orde Baru juga menerbitkan peraturan pemerintah No. media kemudian menjadi instrumen hegemoni penguasa dalam pola pemerintahan Orde Baru. yang tidak selalu memfasilitasi tetapi juga mengekang. Bagaimanapun juga. KONTRADIKSI INDUSTRI PERS PADA ERA ORDE BARU Pada dasarnya. Pers akan kehilangan market bila semata-mata memuat informasi-informasi versi penguasa. Media sebagai instrumen hegemoni diharapkan mampu membuat setiap warga Negara menempatkan diri dalam “horizon” pemikiran Orde Baru. kontradiksi yang bersumber dari posisi ganda pers. Secara umum. di satu pihak sebagai instrumen hegemoni dalam struktur otoritarian Orde Baru. menerima “ideologi pembangunan”. Selain itu. di pihak lain sebagai institusi kapitalis dalam sektor industri media. atau ideological state apparatus untuk kepentingan pemeliharaan dan reproduksi struktur politik otoritarian yang telah dibangun. Pemerintah Orde Baru selalu (berusaha) menempatkan pers sebagai apparatus persuasif. dimana hubungan antara pers dan rezim penguasa dianggap timpang.

yakni antara tuntutan untuk membuka diri terhadap investasi modal asing dan kepentingan untuk melakukan proteksi terhadap kepentingan segmen kapitalis domestik tertentu yang akan terpukul oleh masuknya modal besar dari luar. Kedua. Kepentingan yang pertama menuntut mobilisasi pemilik modal sebanyak mungkin untuk melakukan investasi atau ekspansi di sektor media sejauh tidak bertentangan dengan kepentingan politik rezim penguasa. misalnya media televisi berusaha menyajikan program yang diproduksi untuk menjalankan atau menghegemoni rakyat. kontradiksi posisi pers di atas mempengaruhi perilaku industri media dalam menanggapi kebutuhan konsumen.Oleh karena itu. di sisi lain televisi mengejar keuntungan pasar dengan menampilkan program acara yang lebih berani menyampaikan informasi politik. Namun pemilik modal yang memenuhi “kriteria politik” tidaklah sedikit. benturan kepentingan untuk melakukan ekspansi kapitalisme di sektor industri media dan kepentingan kelompok pemilik modal. Kontradiksi ketiga menyangkut posisi perkembangan kapitalisme Orde Baru sebagai bagian dari sistem ekonomi kapitalis dunia. khususnya para kroni yang mulai menanamkan modalnya di industri media. Data-Data Kasus Pelanggaran HAM Semasa Orde Baru (bahan renungan ke-4 untuk memperingati 44 tahun 30 September 1965) . termasuk pemilik modal yang mampu melakukan investasi di sektor televisi. Impuls ke arah liberalisme sistem ekonomi global serta prinsip perdagangan bebas lintas batas wilayah Negara telah memunculkan kontradiksi di sektor media.

Dalam rangka ini jugalah maka dibawah berikut ini disajikan catatan pribadi seorang (yang menamakan dirinya Ithum). begitu lama dan juga begitu luas melakukan berbagai macam kejahatan kemanusiaan. dan menghacurkan kekuatan kiri pendukungnya. Umar Said Paris. Ulangtahun ke-44 peristiwa 30 September 1965 adalah kesempatan yang ideal untuk bersama-sama mengingat kembali kejahatan pimpinan militer di bawah Suharto yang mengkhianati pemimpin besar revolusi rakyat Indonesia. yang bersama-sama golongan militer di bawah Suharto sudah membikin berbagai kejahatan dan pengrusakan yang menyengsarakan begitu banyak orang dan selama puluhan tahun pula. A. termasuk golongan PKI. Kebetulan sekali. Data-data tersebut bisa membantu kita semua untuk mengingat kembali berbagai peristiwa-peristiwa tersebut. sepanjang perjalanan sejarah bangsa Indonesia di kemudian hari pun tidak akan ada lagi pemerintahan yang begitu banyak dosanya terhadap rakyat banyak. penyalahgunaan kekuasaan untuk KKN. Munas Golkar yang akan diadakan secara besar-besaran di Riau di bulan Oktober juga bisa merupakan peristiwa penting untuk memblejedi apakah itu sebenarnya Golkar. yang secara pokok-pokok atau serba singkat dan dengan baik sekali menyusun data-data tentang berbagai kejahatan dan pelanggaran HAM di Indonesia selama pemerintahan Orde Baru. 28 Februari 2008 . dan memudahkan kita untuk melengkapinya lebih lanjut dengan bahan-bahan lainnya. seperti yang dilakukan selama 32 tahun oleh rejim militer Orde Barunya Suharto ? Tidak ! Mudah-mudahan. 11 September 2009 == == == == Data-Data Kasus Pelanggaran HAM Semasa Orde Baru Oleh Ithum . yang tidak boleh terulang lagi Oleh karena itu.atau sesering mungkin -mengingatkan sebanyak mungkin orang kepada masa-masa yang telah mendatangkan kesengsaraan dan kerusakan bagi rakyat dan negara kita ini.apakah kiranya dalam sejarah bangsa Indonesia sampai kini ada pemerintahan atau kekuasaan yang sudah begitu banyak. perusakan moral.Mohon sama-sama kita renungkan. Bung Karno. adalah kewajiban kita semua untuk selalu -. Pemerintahan rejim militer Suharto adalah masa panjang kediktatoran militer yang gelap bagi kehidupan demokrasi dan kehidupan normal bagi sebagian terbesar dari rakyat kita.

berbarengan dengan demonstrasi anti Cina di Jakarta . Sukarno meninggal dalam „tahanan‟ Orde Baru.gereja diserang di Aceh. Larangan penyebaran ajaran Bung Karno.Sebuah bahan refleksi bagi diriku pribadi. gereja.peraturan yang membatasi dan mengawasi aktivitas politik. Penangkapan. Tidak menyeluruhnya proses referendum yang diadakan di Irian Barat. 1967    Koran-koran berbahasa Cina ditutup oleh pemerintah. Dr Soumokil.sebut bukan termasuk partai politik. . termasuk mengalami siksaan dan intimidasi di penjara. mantan pemimpin Republik Maluku Selatan dieksekusi pada bulan Desember. Kerusuhan anti Kristen di Ujung Pandang. 1969     Tempat Pemanfaatan Pulau Buru dibuka. Masih ada pelanggaran-pelanggaran HAM yang belum tercatat di sini. ribuan tahanan yang tidak diadili dikirim ke sana . Dikembangkannya peraturan. sehingga hasil akhir jajak pendapat yang mengatakan ingin bergabung dengan Indonesia belum mewakili suara seluruh rakyat Papua. melihat perjalanan bangsa yang penuh luka dan darah. 1970     Pelarangan demo mahasiswa. 1966    Penahanan dan pembunuhan tanpa pengadilan terhadap PKI terus berlangsung. partai politik dan organisasi kemasyarakatan. Sekolah. Golkar disebut. Operasi Trisula dilancarkan di Blitar Selatan. banyak yang tidak terurus secara layak di penjara. April. Peraturan bahwa Korpri harus loyal kepada Golkar. semoga cukup waktu untuk melengkapinya. Di sisi lain. Aparat keamanan terlibat aktif maupun pasif dalam kejadian ini. Catatan berbagai pelanggaran HAM yang terjadi pada tahun 1965 dan masa pemerintahan orde baru yang ada dalam catatanku.sekolah Cina di Indonesia ditutup pada bulan Desember. penahanan dan pembantaian massa pendukung dan mereka yang diduga sebagai pendukung Partai Komunis Indonesia . 1965   Penculikan dan pembunuhan terhadap tujuh Jendral Angkatan Darat.

1975   Invansi tentara Indonesia ke Timor. 1973  Kerusuhan anti Cina meletus di Bandung . Akhirnya Sum Kuning dibebaskan. penjual jamu di Yogyakarta oleh pemuda. membawakan barang milik seorang hakim perempuan. 1974   Penahanan sejumlah mahasiswa dan masyarakat akibat demo anti Jepang yang meluas di Jakarta yang disertai oleh pembakaran.pembakaran pada peristiwa Malari.partai. 1977     Tuduhan subversi terhadap Suwito. antara lain Heri Ahmadi. 1972  Kasus sengketa tanah di Gunung Balak dan Lampung. Kasus subversi komando Jihad. Pemerkosaan Sum Kuning. Namun ia ditahan polisi karena meminta tambahan atas bayaran yang kurang dari si hakim. seorang pengangkat barang di pasar. Pembangunan Taman Mini yang disertai penggusuran tanah tanpa ganti rugi yang layak. 1978   Pelarangan penggunaan karakter-karakter huruf Cina di setiap barang/ media cetak di Indonesia. Pembungkaman gerakan mahasiswa yang menuntut koreksi atas berjalannya pemerintahan. dimana yang kemudian diadili adalah Sum Kuning sendiri. beberapa mahasiswa ditahan. Kasus tanah Siria. .pemuda yang di duga masih ada hubungan darah dengan Sultan Paku Alam.ria.1971     Usaha peleburan partai. Intimidasi calon pemilih di Pemilu ‟71 serta kampanye berat sebelah dari Golkar.Timur. Pembredelan beberapa koran dan majalah. antara lain „Indonesia Raya‟ pimpinan Muchtar Lubis. Sebelas pendemo terbunuh. Kasus Balibo. Kasus Wasdri. terbunuhnya lima wartawan asing secara misterius.

1980   Kerusuhan anti Cina di Solo selama tiga hari. Tuduhan subversi terhadap Dharsono. 1982    Kasus Tanah Rawa Bilal. Kampanye massa Golkar diserang oleh massa PPP. Pelanggaran gencatan senjata di Tim. 1983   Orang. Pengembangan obyek wisata Borobudur di Jawa Tengah memerlukan pembebasan tanah di sekitarnya. dimana militer turun tangan sehingga jatuh korban jiwa tadi. 1986  Pembunuhan terhadap peragawati Dietje di Kalibata. Kekerasan menyebar ke Semarang . Pekalongan dan Kudus. yang memberitakan peritiwa di atas. 1984     Berlanjutnya Pembunuhan Misterius di Indonesia.orang sipil bertato yang diduga penjahat kambuhan ditemukan tertembak secara misterius di muka umum. pembajakan pesawat garuda Indonesia oleh muslim radikal di Bangkok. Namun penduduk tidak mendapat ganti rugi yang memadai.tim oleh ABRI. Tujuh orang terbunuh dalam peristiwa ini. 1981  Kasus Woyla. antara lain Kompas. Pembredelan tujuh suratkabar. Pembunuhan diduga dilakukan oleh mereka yang memiliki akses senjata api dan berbau konspirasi kalangan elit. Pengeboman beberapa gereja di Jawa Timur 1985  Pengadilan terhadap aktivis-aktivis islam terjadi di berbagai tempat di pulau Jawa. Penekanan terhadap para penandatangan Petisi 50. Majalah Tempo dibredel selama dua bulan karena memberitakan insiden terbunuhnya tujuh orang pada peristiwa kampanye pemilu di Jakarta . Kasus Tanah Borobudur . Peristiwa pembantaian di Tanjung Priuk terjadi. . dilarang ke luar negeri. Bisnis dan kehidupan mereka dipersulit.

Anggotanya terdiri beberapa dari unsur intelijen dan ABRI.   Pengusiran. 1989       Kasus tanah Kedung Ombo. diduga sehubungan dengan pemberita-an kapal perang bekas oleh Habibie. Peritiwa ini dikenal dengan dengan peristiwa Talang sari. perampasan dan pemusnahan Becak dari Jakarta. Dili terjadi oleh ABRI terhadap pemudapemuda Timor yang mengikuti prosesi pemakaman rekannya. . Kasus tanah Kemayoran. Kasus tanah Lampung. 100 orang tewas oleh ABRI. Bentrokan antara aktivis islam dan aparat di Bima. Kerusuhan di Flores. Ekskusi beberapa tahanan G30S/ PKI. Badan Sensor Nasional dibentuk terhadap publikasi dan penerbitan buku. Peristiwa ini dikenal dengan Kerusuhan Tasikmalaya. Peristiwa ini terjadi pada 26 Desember 19962. Kasus subversi terhadap Sanusi. 200 orang meninggal. 1991  Pembantaian di pemakaman Santa Cruz. Tanggal 8 Mei 1993 1994  Tempo. 1992   Keluar Keppres tentang Monopoli perdagangan cengkeh oleh perusahaan-nya Tommy Suharto. Penangkapan Xanana Gusmao. 1995   Kasus Tanah Koja. 1993  Pembunuhan terhadap seorang aktifis buruh perempuan. 1996  Kerusuhan anti Kristen diTasikmalaya. Marsinah. pembuatan lapangan golf. Kasus tanah Balongan. Kasus tanah Cimacan. Editor dan Detik dibredel.

      Sengketa antara penduduk setempat dengan pabrik kertas Muara Enim mengenai pencemaran lingkungan. Dibalik Kemakmuran Masa Orde Baru Orde baru adalah sebutan untuk masa pemerintahan Presiden Soeharto yang menggantikan Orde Lama yang merupakan pemerintahan Presiden Soekarno. Pembunuhan terhadap beberapa mahasiswa Trisakti di jakarta . Pembumi hangusan kota Dili. 1997   Kasus tanah Kemayoran. 1998   Kerusuhan Mei di beberapa kota meletus.Sengketa tanah Manis Mata. Peristiwa ini terjadi pada 13 – 14 November 1998 dan dikenal sebagai tragedi Semanggi I. 1999   Pembantaian terhadap Tengku Bantaqiyah dan muridnya di Aceh. Kasus penahanan dengan tuduhan subversi terhadap Sri Bintang Pamung-kas berkaitan dengan demo di Dresden terhadap pak Harto yang berkun-jung di sana. puluhan Gereja dibakar. Tanggal 13 – 15 Mei 1998. Ribuan jiwa meninggal. . Peritiwa ini terjadi 24 Juli 1999. Kasus pembantaian mereka yang diduga pelaku Dukun Santet di Jawa Timur. aparat keamanan bersikap pasif dan membiarkan. Kerusuhan Sambas–Sangualedo. Masa orde baru ini berlangsung selama sekitar 32 tahun dan berakhir pada tanggal 28 Mei 1998 setelah Presiden Soeharto . Kasus waduk Nipah di madura. Pembunuhan terhadap beberapa mahasiswa dalam demonstrasi menentang Sidang Istimewa 1998. Peristiwa Ini terjadi pada 23 – 24 November 1999 dan dikenal sebagai peristiwa Semanggi II. Peristiwa ini terjadi pada 24 Agustus 1999.3. Penyerangan dan pembunuhan terhadap pendukung PDI pro Megawati pada tanggal 27 Juli. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 30 Desember 1996. dimana korban jatuh karena ditembak aparat ketika mereka memprotes penggusuran tanah mereka. Kerusuhan Situbondo. puluhan perempuan diperkosa dan harta benda hilang. Timor Timur oleh Militer indonesia dan Milisi pro integrasi. dua hari sebelum kerusuhan Mei. Pembunuhan terhadap seorang mahasiswa dan beberapa warga sipil dalam demonstrasi penolakan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU PKB).

Seiring munculnya kebijakan di bidang politik. pertumbuhan juga terjadi di bidang pendapatan per kapita yang pada sebelumnya tahun 1968 hanya AS$70 menjadi lebih dari AS$1000 pada tahun 1996. Dengan ditopang kekuatan Golkar.mengundurkan diri dari jabatan beliau sebagai Presiden RI. Selama masa ini Presiden Soeharto mengoreksi atas kekurangan yang terjadi pada masa Presiden Soekarno. dan nepotisme yang sampai sekarang masih mengakar dan belum bisa 100% diberantas. Presiden Soeharto memberikan kebebasan untuk pembangunan RI. Para petani pun rela bergotong royong mengumpulkan gabah kering untuk disumbangkan kepada petani dunia yang mengalami kekurangan beras. Selain pertumbuhan di bidang pangan. munculah kebijakan lain yang di buat oleh mantan orang nomor satu di Indonesia ini. KB. Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi. Dan hal ini malah di salahgunakan oleh beberapa pihak yang kurang bertanggung jawab. Presiden Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. Selain itu pada masa orde baru peran MPR dan DPR dianggap kurang berfungsi secara efektif.??? ya dengan sistem pemerintahan yang cenderung tertutup. TNI. bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain.. Hasilnya pada tahun 1984 Indonesia berhasil mengalami swasembada.. Namun. Hasilnya terbentuklah kebijakan–kebijakan politik yang membuat kemakmuran masyarakat Indonesia. Bagaimanakah dengan keadaan Pemerintahan Indonesia. Hal ini terbukti dengan menurunnya jumlah tingkat kelaparan warga Indonesia dan terpenuhinya sekitar 160 juta penduduk (pada saat itu). apakah yang terjadi di balik kemakmuran itu. Akhirnya maraklah korupsi. Hal ini terjadi karena pada masa itu Pemerintah berhasil melaksanakan program-program seperti gerakan orang tua asuh. . kolusi. transmigrasi. Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwitujuan. Salah satunya dengan mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB pada tanggal 16 September 1966.? Ketika manjabat sebagai Presiden RI hal yang pertama Presiden Soeharto lakukan adalah mengubah kebijakan di bidang politik. dan sukses memerangi buta huruf. dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional.

Namun karena di salahgunakan oleh beberapa pihak yang kurang bertanggung jawab. komoditas ekspor menurun. . dan nepotisme. kolusi. akhirnya terjadi banyak penyimpangan seperti maraknya korupsi.J. Menurut saya untuk pemerintahan Indonesia ke depan sebaiknya memilih pemimpin yang benar-benar dapat mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. Habibie untuk menjadi Presiden RI. Di tengah semua gejolak konflik tersebut akhirnya Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan memilih wakilnya B. Rupiah jatuh. inflasi meningkat. Hal ini terjadi karena 30% APD (anggaran pendapatan daerah) diberikan kepada Jakarta sehingga terjadilah kesenjangan pertumbuhan daerah. Hasilnya terjadilah konflik disana sini diikuti dengan krisis ekonomi Asia pada Tahun 1997 dan kemarau terburuk selama 50 tahun. namun sayang pembangunan pada masa orde baru ini di nilai kurang merata. Dari tulisan saya di atas dapat disimpulkan bahwa meningkatnya kemakmuran pada masa orde baru diikuti dengan meningkatnya tingkat KKN dan hal-hal lain yang secara tidak langsung merugikan warga Indonesia.Pembangunan pada masa ini sebenarnya cukup untuk memakmurkan masyarakat Indonesia. Sebenarnya pada masa orde baru ini terdapat banyak dampak positif seperti meningkatnya kemakmuran masyarakat Indonesia. sehingga kemakmuran Indonesia tidak hanya untuk sesaat tetapi untuk seterusnya dan mungkin selamanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful