1

BAB I PENDAHULUAN
A.

LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan salah satu faktor utama bagi pengembangan sumber

daya manusia karena pendidikan diyakini mampu meningkatkan sumber daya manusia sehingga dapat menciptakan manusia produktif yang mampu memajukan bangsanya, (Kunaryo, 2000). Pendidikan dalam arti luas didalamnya terkandung pengertian mendidik, membimbing, mengajar dan melatih. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok.

Sebagai mana tujuan pendidikan berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia NO.20 tahun 2003 pasal 3 (2005:7) tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyatakan bahwa:Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
1

Salah satu tujuan siswa bersekolah adalah untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal sesuai dengan kemampuannya. Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui 2 (dua) jalur yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan. Jalur pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang

2

diselenggarakan diluar sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar yang tidak harus berjenjang dan berkesinambungan.Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberi keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan (UU RI No. 20 Tahun 2003). Dan hal ini didukung oleh pasal 31 ayat 1 UUD 1945, yang menyatakan bahwa: “Tiap-Tiap Warga Negara Berhak Mendapatkan Pengajaran”.Keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga (orang tua), anggota masyarakat dan pemerintah. Pemerintah dan masyarakat menyediakan tempat untuk belajar yaitu sekolah. Sekolah menampung siswa-siswinya dari berbagai macam latar belakang atau kondisi sosial ekonomi yang berbeda. Bahar dalam Yerikho (2007), berpendapat bahwa: Pada umumnya anak yang berasal dari keluarga menengah keatas lebih banyak mendapat pengarahan dan bimbingan yang baik dari orang tua mereka. Anak-anak yang berlatar belakang ekonomi rendah, kurang dapat mendapat bimbingan dan pengarahan yang cukup dari orang tua mereka,karena orang tua lebih memusatkan perhatiannya pada bagaimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keluarga merupakan lembaga sosial pertama yang dikenal oleh anak dan dalam keluarga ini dapat ditanamkan sikap-sikap yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Keluarga bertanggung jawab menyediakan dana untuk kebutuhan pendidikan anak. Keluarga (orang tua) yang keadaan sosial ekonominya tinggi tidak akan banyak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak, berbeda dengan orang tua yang keadaan sosial ekonominya

3

rendah. Contohnya: anak dalam belajar akan sangat memerlukan sarana penunjang belajarnya, yang kadang-kadang harganya mahal. Bila kebutuhannya tidak terpenuhi maka ini akan menjadi penghambat bagi anak dalam pembelajaran. Sehubungan dengan hal tersebut keberhasilan suatu pendidikan ditunjang oleh beberapa faktor diantaranya kondisi sosial ekonomi yang meliputi sarana dan prasarana. Terbatasnya sarana bacaan,fasilitas belajar,dan kadang-kadang tidak

terpenuhinya kebutuhan pendidikan dari orang tua siswa

sehingga kurang

memperhatikan pelajaran dengan baik, akhirnya tertinggal dalam hal prestasi. Dari pengamatan dan informasi yang diperoleh di lapangan bahwa siswa yang ada di sekolah tersebut berasal dari latar belakang keadaan sosial ekonomi keluarga yang berbeda, seperti: pendapatan, kekayaan yang dimiliki dan tempat tinggal dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar. Keadaan yang demikian menjadi penghambat bagi siswa di SD Negeri 7 Gandeng Kec.Baraka Kab.Enrekang untuk meraih prestasi karena didasari dari

berbagai macam latarbelakang keadaan sosial ekonomi yang berbeda. Keragaman latar belakang keadaan sosial ekonomi tersebut dapatberpengaruh pula pada kemampuan prestasi belajar anak-anak,sehingga keadaan sosial ekonomi tersebut merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pendidikan anak.Sekolah sebagai salah satu pusat pendidikan berupaya membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan siswa. Akan tetapi keberhasilan proses belajar mengajar banyak

Enrekang? 2. 2. B. Bagaimakah gambaran tentang keadaan sosial ekonomi orang tua siswa SD Negeri 7 Gandeng Kec. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas.Baraka Kab. maka dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimanakah hubungan keadaan sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajarnya? C. Untuk mengetahui sejauh mana hubungan keadaan sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajarnya. Tujuan Penelitian Tujuan mengadakan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui gambaran keadaan sosial ekonomi orang tua siswa SD Negeri 7 Gandeng.4 dipengaruhi oleh beberapa faktor. . Salah satu faktor yang akan penulis teliti adalah faktor dari luar siswa yaitu faktor tingkat sosial ekonominya.

Manfaat Praktis a. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: 1. b. b. Sebagai bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya pada permasalahan yang sejenis atau relevan. Memperluas wawasan tentang permasalahan hubungan keadaan sosial ekonomi dalam meningkatkan prestasi belajar murid. Bagi sekolah: Dapat dipakai sebagai data dasar untuk menentukan pengembangan sekolah di masa mendatang . Siswa: diharapkan mendapat kesempatan dan pengalaman belajar tanpa terkecuali. Bagi guru: diharapkan sebagai masukan dalam usaha bagaimana cara mengatasi dan membantu kondisi keadaan ekonomi siswa. c. c.5 D. Manfaat Teoritis a.

dan hak-hak serta kewajibannya dalam hubunganya dengan sumber daya. ada yang keadaan sosial ekonominya tinggi. Berdasarkan beberapa pendapat diatas. 2. Faktor-faktor yang menentukan keadaan sosial ekonomi. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto (2001) sosial ekonomi adalah posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan orang lain dalam arti lingkungan pergaulan. KERANGKA PIKIR. dapat disimpulkan pengertian keadaan sosial ekonomi dalam penelitian ini adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan tingkat pendidikan. KAJIAN PUSTAKA Kondisi Sosial Ekonomi Keadaan sosial ekonomi setiap orang itu berbeda-beda dan bertingkat. akan tetapi sesuai dengan kenyataan setiap manusia yang menjadi warga suatu masyarakat.dan jabatan dalam organisasi. Sosial ekonomi menurut Abdulsyani (1994) adalah kedudukanatau posisi seseorang dalam kelompok manusia yang ditentukan oleh jenis aktivitas ekonomi.tingkat pendidikan. 1. senantiasa mempunyai status atau kedudukan dan peranan. . 6 Berdasarkan kodratNya manusia dilahirkan memiliki kedudukan yang sama dan sederajatnya.6 BAB II KAJIAN PUSTAKA. sedang. dan rendah. tingkat pendapatan pemilikan kekayaan atau fasilitas serta jenis tempat tinggal.jenis rumah tinggal. prestasinya.pendapatan. HIPOTESIS PENELITIAN A.

kecerdasan. Tingkat Pendidikan Menurut UU RI No. yaitu rokhani (pikir. akhlak mulia. dan hati nurani) serta jasmani (panca indera dan keterampilan-keterampilan). .”pada dasarnya jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik. masyarakat. 20 Tahun 2003 pasal 1.7 Ada beberapa faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya keadaan sosial ekonomi orang tua di masyarakat. bangsa dan negara. pengendalian diri. kepemilikan kekayaan dan jenis tempat tinggal. dan partisipasi dalam aktivitas kelompok dari komunitasnya.Dalam hal ini uraiannya dibatasi hanya 4 faktor yang menentukan yaitu tingkat pendidikan. kondisi lingkungan tempat tingal. tujuan yang akan dicapai. rasa. pemilikan kekayaan. diantaranya tingkat pendidikan. kepribadian. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. a. tingkat pendapatan. jenis pekerjaan. cipta. pendapatan. Pendidikan adalah aktivitas dan usaha untuk meningkatkan kepribadian dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya. Sistem Pendidikan Nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. dan kemampuan yang dikembangkan”.Kenyataan setiap manusia yang menjadi warga suatu masyraka senantiasa mempunyai status atau kedudukan dan peranan.

jenjang pendidikan sekolah pada dasarnya terdiri dari pendidikan prasekolah. Tujuan pendidikan dasar adalah untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupan sebagai pribadi anggota masyarakat. kepribadian yang mantap dan bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”. 27 tahun 1990 dalam Kunaryo (2000). Menurut PP No. pendidikan dasar. pendidikan menengah. pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani peserta didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar. Pendidikan dasar Menurut PP No. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. 1. memiliki pengetahuan dan ketrampilan. yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau di jalur pendidikan luar sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut.8 Pendidikan bertujuan untuk “Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. pendidikan diselenggarakan melalui jalur pendidikan sekolah (pendidikan formal) dan jalur pendidikan luar sekolah (pendidikan non formal). kesehatan jasmani dan rohani. Pendidikan prasekolah. dan pendidikan tinggi. 28 tahun 1990 dalam Kunaryo (2000) “pendidikan dasar adalah pendidikan umum yang lamanya sembilan tahun”. Jalur pendidikan sekolah (pendidikan formal) terdapat jenjang pendidikan sekolah. warga Negara dan anggota umat . Diselengarakan selama enam tahun di sekolah dasar dan tiga tahun di sekolah menengah lanjutan tingkat pertama atau satuan pendidikan yang sederajat. 2.

teknologi. 2 tahun 1989 dalam Kunaryo (2000).Semakin lama orang tua bersekolah berarti semakin tinggi jenjang pendidikannya. dan kesenian. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi disebut perguruan tinggi.Contohnya. atau menciptakan ilmu pengetahuan. Sekolah Menengah Keagamaan. Bentuk satuan pendidikan yang terdiri atas: Sekolah Menengah Umum. institut atau universitas. 4. Sekolah Menengah Kedinasan. “pendidikan menengah adalah pendidikan yang diselenggarakan bagi pendidikan dasar”. Sekolah Menengah Kejuruan. sekolah tinggi. 3. 29 tahun 1990 dalam Kunaryo (2000). yang dapat berbentuk akademi. pendidikan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik atau professional yang dapat menerapkan. mengembangkan. Dalam penelitian ini untuk mengetahui tingkat pendidikan orang tua selain dilihat dari jenjangnya juga dapat dilihat dari tahun sukses atau lamanya orang tua sekolah. Pendidikan Menegah Menurut PP No. orang tua yang hanya sekolah 6 tahun berarti hanya sekolah sampai SD berbeda dengan orang yang sekolahnya sampai 12 tahun berarti . dan Sekolah Menengah Luar Biasa.9 manusias serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah. Pendidikan Tinggi Menurut UU No. politeknik.

Pendapatan sektor formal adalah segala penghasilan baik berupa barang atau uang yang bersifat . b. Pendapatan berupa uang Menurut Swasono (1987) “berdasarkan bidang kegiatannya. Barang dan jasa yang diterima/diperoleh dinilai dengan harga pasar sekalipun tidak diimbangi ataupun disertai transaksi uang oleh yang menikmati barang dan jasa tersebut. Pendapatan berupa barang Menurut Winardi (1992 : 171) “Pendapatan berupa barang merupakan segala penghasilan yang bersifat regular dan biasa. 2.Orang tua yang memiliki pendidikan yang tinggi mempunyai dorongan atau motivasi yang besar untuk menyekolahkan anak mereka.Tingkat pendidikan yang pernah ditempuh orang tua berpengaruh pada kelanjutan sekolah anak mereka. Pendapatan . akan tetapi tidak selalu berupa balas jasa dan diterimakan dalam bentuk barang atau jasa”.Pendapatan adalah jumlah semua pendapatan kepala keluarga maupun anggota keluarga lainnya yang diwujudkan dalam bentuk uang dan barang. Berdasarkan jenisnya. Biro Pusat Statistik membedakan pendapatan menjadi dua yaitu: 1. pendapatan meliputi pendapatan sektor formal dan pendapatan sektor informal”. pembelian barang dan jasa dengan harta subsidi atau reduksi dari majikan merupakan pendapatan berupa barang.10 lulusan SMA.Demikian juga penerimaan barang secara cuma-cuma.

Pendapatan sektor informal adalah segala penghasilan baik berupa barang maupun uang yang diterima sebagai balas jasa atau kontraprestasi di sektor informal yang terdiri dari pendapatan dari hasil infestasi. Sedangkan bagi penduduk yang berpendidikan rendah akan mendapat pekerjaan dengan pendapatan yang kecil.“bahwa pendapatan yang diterima oleh penduduk akandipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang dimilikinya”. transportasi. Besar kecilnya pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk akan berbeda antara yang satu dengan yang lain. upah dan hasil infestasi dan pendapatan berupa barang-barang meliputi: beras. maupun yang berupa rekreasi. yaitu hasil bersih usaha yang dilakukan sendiri. hal ini karena dipengaruhi oleh keadaan penduduk sendiri dalam melakukan berbagai macam kegiatan sehari-hari. perumahan. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan pendapatan orang tua adalah penghasilan berupa uang yang diterima sebagai balas jasa dari kegiatan baik dari sektor formal dan informal selama satu bulan dalam satuan rupiah. Menurut Sumardi (Yerikho) (2007). pengobatan. meliputi: gaji. pendapatan yang diperoleh dari keuntungan sosial. Dengan pendidikan yang tinggi mereka akan dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik disertai pendapatan yang lebih besar. dan pendapatan dari usaha sendiri.11 regular dan diterimakan biasanya balas jasa atau kontrasepsi di sektor formal yang terdiri dari pendapatan berupa uang. . komisi dan penjualan dari hasil kerajinan rumah.

750.1. Golongan penduduk berpendapat tinggi.1. 500. yaitu penduduk yang berpendapatan <Rp. 4. Dalam penelitian ini barang-barang dapat menunjukkan keadaan sosial ekonomi seseorang. bahwa “pemilikan kekayaan yang bernilai ekonomis dalam berbagai bentuk dan ukuran seperti perhiasan.000.750. yaitu penduduk yang berpendapatan ratarata antara Rp. Golongan penduduk berpendapat cukup tinggi. Barang-barang yang berharga tersebut antara lain tanah.000-<Rp. yaitu penduduk yang berpendapatan rata-rata antara Rp. Barang-barang berharga Menurut Abdulsyani (1994). Fasilitas atau kekayaan itu antara lain: 1. c. .000.Rp.000. televisi.000 perbulan. sawah. kulkas dan lain-lain dapat menunjukkan adanya pelapisan dalam masyarakat”.000 perbulan. 2. 3.000 perbulan. Golongan penduduk berpendapatan rendah.500. Pemilikan Kekayaan atau Fasilitas.Golongan penduduk berpendapatan sangat tinggi yaitu penduduk dengan pendapatan rata-rata >Rp. Pemilikan kekayaan atau fasilitas adalah kekayaan dalam bentuk barang- barang dimana masih bermanfaat dalam menunjang kehidupan ekonominya.12 Dalam penelitian ini pendapatan yang diterima penduduk dapat digolongkan berdasarkan 4 golongan yaitu: 1.000.

dan orang tua dapat mencukupi semua fasilitas belajar anak. sehingga dapat memotivasi anak untuk berprestasi. Prestasi Belajar . menumpang pada saudara atau ikut orang lain. d. Jenis-jenis kendaraan pribadi.13 rumah dan lain-lain. 2.Semakin banyakkepemilikan harta yang bernilai ekonomi dimiliki orang tua maka akan semakin luas kesempatan orang tua untuk dapat menyekolahkan anak-anaknya. sedangkan keluarga yang keadaan sosial ekonominya menengah kebawah menggunakan semi permanen atau tidak permanen. kayu dan bambu. Jenis tempat tinggal. Misalnya: orang yang mempunyai mobil akan merasa lebih tinggi tingkat sosial ekonominya dari pada orang yang mempunyai sepeda motor. 3. Status rumah yang ditempati. bisa rumah sendiri. Keluarga yang keadaan sosial ekonominya tinggi. dapat berupa rumah permanen. Menurut Kaare Svalastoga dalam Aryana untuk mengukur tingkat sosial ekonomi seseorang dari rumahnya. menyewa.sepeda motor. rumah dinas.mobil dan sebangainya dapat digunakan sebagai alat ukur tinggi rendahnya tingkat sosial ekonomi orang tua. Barang-barang tersebut bisa digunakan untuk membiayai pendidikan anak. pada umumnya menempati rumah permanent. 2. Kondisi fisik bangunan. Kendaraan pribadi seperti sepeda. dapat dilihat dari: 1.

14 a. Hampir semua kehidupan manusia diwarnai dengan kegiatan belajar. Prinsip Belajar Menurut Thomas dan Rohwer dalam Catharina (2004) prinsip belajar yang efektif adalah strategi belajar itu hendaknya sesuai dengan tujuan belajar dan karakteristik siswa yang menggunakannya.sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam dalam interaksinya dengan lingkungan. Menurut Morgan et. Dari berbagai pendapat mengenai pengertian belajar yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Belajar merupakan suatu proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan. Menurut Slameto (1995) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang relatif permanen yang lingkungannya. dalam Catharina (2004) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan sebagai hasil pengalaman yang relatif permanen yang terjadi karena hasil dari praktek atau pengalaman.al. dapat diambil pengertian bahwa belajar pada dasarnya belajar merupakan suatu kebutuhan bagi setiap orang. b. Pengertian belajar Beberapa ahli mengemukakan pengertian belajar dalam memberikan gambaran tentang pengertian belajar. .

tersedia cukup bahan dan alat-alat yang diperlukan. Syarat belajar Menurut Hamalik (1980).Syarat-syarat belajar yang terpenuhi akan dapat memotivasi anak untuk belajar sehingga anak dapat meningkatkan prestasi belajarnya. tempat belajar yang nyaman. Selain itu guru dapat membantu siswa dengan cara menyelenggarakan ujian berdasarkan pada materi yang telah dipelajari. kemujaraban personal bahwa siswa harus memiliki kejelasan bahwa belajar akan berhasil apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh. dan membuat sesuatu menjadi baru. Syarat-syarat belajar yang perlu diperhatikan agar dapat belajar dengan baik yaitu faktor jasmani. Strategi belajar ini hendaknya melibatkan pengolahan mental tingkat tinggi pada diri seseorang. Dalam hal ini penyampaian materi harus sesuai dengan rencana pembelajaran agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Dengan adanya ujian atau evaluasi guru dapat mengetahui apakah tujuan dari pembelajaran sudah berhasil. rohani yang sehat. karena keberhasilan belajar akan ditentukan dengan hasil prestasinya. pemantauan yang efektif yaitu siswa mengetahui kapan dan bagaiman cara menerapkan strategi belajarnya dan bagaimana cara menyatakan bahwa strategi yang digunakan itu bermanfaat.15 strategi belajar yang efektif yaitu yang memungkinkan seseorang mengerjakan kembali materi yang telah dipelajari. c. lingkungan yang tenang. .

Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar. Dari penjelasan ini peneliti dapat menyimpulkan bahwa tujuan dari belajar adalah adanya perubahan dari pembelajar dari yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. kelelahan dan psikologis. pengetahuan dan untuk menyiapkan seseorang agar mampu dan trampil dalam suatu bidang pekerjaan tertentu”. secara umum faktor yang mempengaruhi belajar adalah faktor intern dan faktor ekstern. faktor jasmaniah. Tujuan belajar Menurut Hamalik (1980) “tujuan belajar yaitu untuk memperoleh pengetahuan tentang belajar. Menurut Slameto (2003:54). a. Arden N Frandsen dalam Suryabrata Sumadi (1995:253) "mengatakan bahwa hal yang dapat mendorong manusia atau seseorang untuk belajar karena sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang luas. keinginan untuk mendapatkan simpati dari temanteman. Faktor intern meliputi.16 d. orang tua dan guru. adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran dan ganjaran atau hukuman sebagai akhir daripada belajar. . keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru. menambah ketrampilan belajar. mengetahui kebiasaan dan sikap belajar yang baik”. Sedangkan menurut Darnelawati (1994) “Tujuan pendidik adalah untuk memperkaya budi pekerti. 4. sifat yang kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk selalu maju.

2. Faktor psikologis meliputi: Faktor psikologis berasal dari kondisi psikis seseorang. Proses belajar seseorang akan berpengaruh jika kesehatannya terganggu. Faktor kelelahan meliputi kelelaha jasmani dan rohani 1. Agar seseorang dapat belajar dengan baik maka sebaliknya ia mengusahakan agar kesehatan badan tetap terjaga. Cacat Tubuh Cacat tubuh adalah suatu hal yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna keadaan tubuh/badan. b. Faktor yang tergolong ke dalam faktor psikologis yang mempengaruhi belajar (Ali. Apabila hal ini terjadi hendaknya anak dimasukkan kepada lembaga pendidikan khusus. seperti: a. Faktor Kesehatan Kesehatan adalah keadaan seseorang pada keadaan fit. Faktor Jasmaniah Faktor yang bersumber pada keadaan jasmani.1992:4).17 Faktor jasmaniah meliputi faktor kesehatan dan cacat tubuh. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : a.Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhibelajarnya. Kesehatan seseorang berpengaruh terhadap belajarnya. Intelegensi .

mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat.18 Intelegensis adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis kecakapan. b. yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif. c. Minat Menurut Hilgard dalam Slameto (2003) minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Jadi bakat adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa sejak lahir diperoleh melalui proseses genetik yang akan terealisasi menjadi kecakapan sesudah belajar. sehingga hal ini dapat menggali potensi yang dimiliki agar dapat . (Slameto. Bakat Menurut Hilgard dalam Slameto (2003) bakat adalah kemampuan untuk belajar.Kegiatan yang diminati seseorang. Anak dapat menyalurkan bakat atau yang dimilikinya. 2003). diperhatikan terus menerus disertai dengan rasa senang dan dari situ diperoleh kepuasan. Jadi intelegensi adalah kesanggupan seseorang untuk beradaptasi dalam berbagai situasi dan dapat diabstraksikan pada suatu kualitas yang sama. Jadi minat adalah sesuatu yang timbul karena keinginan sendiri tanpa adanya paksan dari orang lain atau kecenderungan jiwa seseorang kepada sesuatu yang biasanya disertai dengan perasaan senang. mengetahui/ menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektir.

Faktor keluarga meliputi: a. sekolah. maka setelah anak sekolah akan menjadi siswa yang kurang bertanggung jawab dan takut menghadapi tantangan kesulitan. Motivasi Motivasi adalah motif yang sudah aktif. 1. masyarakat. Faktor ekstern meliputi faktor keluarga. yang menjamin kelangsungan dalam kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. (Darsono. Bila anak sedang belajar jangan diganggu tugas-tugas rumah. menyebabkan anak kurang semangat untuk belajar. Cara mendidik. b.19 meningkatkan potensi diri anak. saat orang melakukan suatu aktivitas. Apabila anak mengalami kesulitan di sekolah diharapkan orang tua untuk . orang tua yang memanjakkan anaknya. 2000).Suasana keluarga. Pengertian orang tua. Suasana yang menyenangkan. hubungan keluarga yang kurang harmonis. anak dalam belajar perlu dorongan dan pengertian orang tua. akrab dan penuh kasih sayang akan memberi motivasi yang mendalam. c. d. Juga orang tua yang terlalu keras mendidik anak mengakibatkan anak menjadi penakut. b.Jadi motivasi adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar.

Hubungan antar murid. tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam keluarga. Interaksi guru dengan murid. 2. b. a. Guru harus mengendalikan kelas supaya dapat bekerjasama dengan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Latar belakang kebudayaan.Guru yang kurang berinteraksi dengan murid menyebabkan proses belajar mengajar kurang lancar arena siswa merasa jauh dengan guru. Guru menggunakan beberapa metode dapat membantu meningkatkan kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan kegiatan belajar mengajar serta minat siswa untuk belajar. mempengaruhi sikap anak dalam belajar. Bila keadaan ekonomi keluarga tidak mencukupi. dapat menjadi penghambat anak dalam belajar.20 membantu memecahkan kesulitan tersebut. orang tua memberi dorongan semangat kepada anaknya. e. anak dalam belajar kadang-kadang memerlukan sarana yang kadang-kadang mahal. Standar pelajaran di atas ukuran. c. Perlu ditanamkan kepada anak kebiasaan-kebiasaan yang baik agar mendorong semangat anak dalam belajar. d. maksudnya guru berpendirian untuk mempertahankan wibawanya dengan memberikan pelajaran di atas ukuran . Keadaan sosial ekonomi keluarga. Faktor yang berasal dari sekolah meliputi. Cara penyajian. d. sehingga siswa akan segan beradaptasi secara aktif dengan guru.

Media pendidikan. Metode belajar. h. f. guru jangan terlalu banyak memberikan tugas rumah. g. Antara lain: seperti buku di perpustakaan. sehingga anak tidak mempunyai waktu untuk belajar ataupun kegiatan lain. i. Kadangkadang siswa belajar tidak teratur. banyak siswa melakukan cara belajar yang salah. anak merasa kurang mampu dan takut kepada guru. Banyaknya siswa dalam satu ruang kelas dapat mengakibatkan berlangsung. Keadaan gedung. peralatan alat laboratorium atau media lainnya. harus mempunyai perencanaan agar dapat melayani siswa secara individual.21 standar. Guru perlu mendalami materi dengan baik. Guru dalam menuntut penguasaan kepada murid harus sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing. ketidak efektifannya kegiatan belajar mengajar . Kurikulum. e. Tugas rumah. Belajar teratur setiap hari dengan pembagian waktu yang tepat dan cukup istirahat akan meningkatkan hasil belajar. Akibatnya. Jumlah alat bantu mengajar akan menentukan lancar tidaknya kegiatan belajar mengajar. Sistem intruksional sekarang menghendaki proses belajar mengajar yang mementingkan kebutuhan siswa. yang penting tujuan yang dirumuskan dapat tercapai.

proses belajar siswa perlu disiplin. c. akibatnya ada pembagian dalam kelas yaitu kelas pagi dan kelas sore. Akibat meledakanya jumlah anak yang masuk sekolah dan penambahan gedung sekolah yang kurang.22 j. karena perbuatan yang kurang baik akan mudah menular pada orang lain. khususnya tingkat sosial ekonomi keluarga. untuk mengembangkan sosialisasinya.cara hidup lingkungan sekitar besar pengaruhnya pada pertumbuhan anak. Teman bergaul. tetapi perlu diawasi agar jangan sampai mendapatkan teman bergaul yang kurang baik pengaruhnya. Menurut Catharina (2006). 3. Faktor yang datang dari masyarakat meliputi : a. k. Waktu sekolah. Seseorang yang telah melakukan suatu pekerjaan tentunya mengaharapkan untuk memperoleh suatu hasil dari kegiatanya. Untuk mengembangkan motivasi yang kuat. Media masa. 5. sehingga lupa akan tugas belajar. Pelaksaan disiplin. Maka bacaan anak perlu diawasi dan diseleksi. b. Dalam penelitian ini peneliti mengambil salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu faktor keluarga. kadang anak membaca buku selain buku pelajaran. Cara hidup lingkungan. Pengertian Prestasi Belajar. prestasi . anak perlu bergauldengan anak lain.

Lebih lanjut Mappa mengemukakan prestasi belajar adalah sebagai indikator kualitas dan pengetahuan yang dikuasai oleh anak. sikap dan keterampilan”. Hasil belajar itu merupakan usaha dari kegiatan yang disadari. sehingga suatu perolehan perubahan tingkah laku baru dapat diartikan sebagai hasil belajar. Pengertian tersebut sejalan dengan pengertian prestasi yang dikemukakan Mappa (1979 : 2) yang mengemukakan bahwa : prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai siswa dalam bidang studi tertentu dengan menggunakan tes standar sebagai pengukuran keberhasilan belajar seseorang. maka prestasi belajar pada hakikatnya merupakan hasil belajar yang dicapai murid dalam mata pelajaran tertentu atau semua mata pelajaran dengan mengunakan tes standar sebagai pengukuran keberhasilan belajar murid. Tidak semua perubahan tingkah laku dapat dikategorikan sebagai suatu hasil belajar. karena berfungsi positif bagi tingkah laku lain. belajar itu sendiri merupakan proses latihan yang berfungsi efektif untuk jangka waktu tertentu dan hasil belajar itu perlu. Ada beberapa persyaratan. dimana prestasi belajar ini merupakan indikator sedikit banyaknya .Persyaratan itu adalah bahwa hasil belajar itu merupakan pencapaian dari suatu tujuan belajar. Menurut Tirtaharja (1989 : 30) bahwa ”prestasi belajar sebagai hasil perubahan tingkah laku yang meliputi 3 domain yaitu pengetahuan.23 belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajaran setelah mengalami aktivitas belajar. Berdasarkan pendapat diatas.

dan menafsirkan data tentang proses yang berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian proses dan hasil belajar bertujuan untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pendidik dan atau tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Dari penjelasan di atas maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa suatu perubahan tingkah laku dikategorikan sebagai hasil belajar. Apabila prestasi belajar yang dicapai murid adalah baik. Sebaliknya. bahkan kegiatan konseling bagi murid yang mengalami masalah dengan belajarnya atau aspek-aspek lainnya yang mempengaruhi aktivitas belajar murid. maka dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran yang telah berlangsung antara guru.24 pengetahuan yang dikuasai murid dalam mata pelajaran atau kegiatan kurikulum tertentu. untuk mengetahui keberhasilan belajar murid. menganalisis. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Jadi. maka proses pembelajaran dapat dikatakan kurang berhasil sehingga guru maupun orang tua perlu melakukan bimbingan terhadap murid. dapat dilihat melalui prestasi belajar yang dicapainya. Untuk mengetahui prestasi belajar setiap siswa perlu dilakukan penilaian atau evaluasi. jadi hasil belajar itu harus . garis-garis besar program pengajaran atau dalam perangkat perencanaan kegiatan pembelajaran lainnya. murid dan adanya dukungan orang tua dinilai berhasil. jika prestasi belajar murid kurang atau bahkan gagal.

namun dalam penelitian ini yang dimaksud dengan “Prestasi Belajar” adalah informasi nilai yang menunjukkan tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam garis-garis program pembelajaran dalam hal ini prestasi belajar ditunjukkan dengan nilairaport mata pelajaran semester pada SD Negeri 7 Gandeng Kec. Tingkat sosial ekonomi keluarga mempunyai hubungan yang tinggi terhadap prestasi belajar siswa di sekolah. Berbeda dengan keluarga yang mempunyai penghasilan relatif rendah. Menurut Hamalik (1983) keadaan sosial ekonomi yang baik dapat yang menghambat ataupun mendorong dalam belajar. dan bentuk dari hasil belajar itu dapat berupa pengetahuan. Hubungan Keadaan Sosial Ekonomi Terhadap Prestasi Belajar Keluarga dengan pendapatan cukup atau tinggi pada umumnya akan lebih mudah memenuhi segala kebutuhan sekolah dan keperluan lain. keterampilan ataupun nilai-nilai hidup. pada umumnya mengalami kesulitan dalam pembiayaan sekolah.Enrekang. 6. Masalah biaya pendidikan juga merupakan sumber kekuatan dalam belajar karena kurangnya biaya pendidikan akan sangat mengganggu kelancaran belajar. Salah satu fakta yang mempengaruhi tingkat pendidikan anak adalah pendapatan keluarga. tetapi jika nilai raport < 65 maka belum mencapai ketuntasan. sebab segala kebutuhan anak yang .Baraka Kab. begitu juga dengan keperluan lainnya. Jika nilai raport > 65 berarti sudah mencapai ketuntasan.25 membawa perubahan dan perubahan itu terdapat dalam keadaan sadar dan disengaja.

26 berkenaan dengan pendidikan akan membutuhkan sosial ekonomi orang tua. c.Enrekang adalah masalah keadaan sosial ekonomi siswa.Baraka.Atas dasar inilah sehingga peneliti menjadikan sebagai landasan berfikir bahwa penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah adanya faktor keadaan sosial ekonominya. Kab. Kerangka Pikir Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar siswa SD Negeri 7 Gandeng Kec. Adapun kerangka pikir sebangai berikut : Bagan Kerangka Pikir: Kondisi keadaa sosial ekonomi keluarga Kondisi keadaan belajar siswa .

Hipotesis .27 Prestasi belajar Tinggi Rendah A.

28 Dari paparan teoritis sebagaimana uraian diatas maka dapat dirumuskan hipotesis bahwa “Ada hubungan keadaan sosial ekonomi terhadap prestasi belajar siswa di SD Negeri 7 Gandeng Kec.Enrekang.Baraka Kab.” BAB III .

model keterkaitan peubah-peubah penelitian digambarkan sebagai berikut: Y .tempat tinggal..29 METODE PENELITIAN A. Penelitian ini dilakukan pada siswa SD Negeri 7 Gandeng Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang tahun ajaran 2010/2011.tingkat pendapatan. sedangkan Prestasi belajar adalah Variabel Y ( variabel terikat ) yaitu rata-rata nilai raport semester ganjil (satu) siswa SD Negeri 7 Gandeng Kecamatan Baraka. 29 Secara skematik.tahun ajaran 2010/2011 .pemilikan kekayaan atau fasilitas. 1. Pendekatan penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian Ex-Post Facto atau pengukuran sesudah kejadian. Jenis penelitian Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dimana kondisi keadaan sosial ekonomi adalah Variabel X ( variabel bebas ) yaitu tingkat pendidikan.Penelitian ini bersifat Deskriptif. yaitu mengkaji tentang pengaruh keadaan sosial ekonomi terhadap prestasi belajar.Kabupaten Enrekang. Pendekatan dan jenis Penelitian 1.

2. Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam usaha atau kegiatan menguasai bahan-bahan pelajaran yang diberikan guru di sekolah atau informasi nilai yang menunjukkan tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam garis-garis program pembelajaran. tingkat pendidikan. dan jabatan dalam organisasi.serta kedudukan atau posisi aktivitas ekonomi seseorang dalam kelompok manusia yang ditentukan oleh jenis aktivitas ekonomi.30 X Dimana: X = Kondisis keadaan sosial Ekonomi Y = Prestasi belajar belajar siswa B.kedua peubah dioperasionalkan sebagai berikut: 1. Keadaan sosial ekonomi adalahkeadaan atau latar belakang dari suatu keluarga yang berkaitan dengan pendidikan. C. Peubah dan Defenisi Operasional Peubah penelitian adalah keadaan sosial ekonomi dan prestasi belajar. jenis rumah tinggal. pendapatan. pekerjaan dan pendapatan keluarga. Populasi dan Sampel .

1Rincian jumlah populasi dan sampel dalam penelitian ini No. Kelas Jumlah siswa . Jadi yang dimaksud populasi dalam penelitian ini adalah seluruh individu yang akan dijadikan responden dalam penelitian.Baraka. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa SD Negeri 7 Gandeng Kec.Enrekang. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah populasi dari penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.31 Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto.Baraka. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total population yang teknik pelaksanaanya dilakukan dengan mengambil semua sampel yang ada di dalam populasi.Dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah murid kelas IV. dan kelas VI sebanyak 56 sampel/56 orang SD Negeri 7 Gandeng Kec. karena jumlah sampel/subyek penelitian tidak mencapai 100 orang. Kab.Enrekang. kelas V. 2006 : 130).Kab.

Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi (Arikunto. Tehnik Pengumpulan Data Tehnikpengumpulandata sangatdibutuhkan dalam penelitian. Langkah-Langkah yang ditempuh dalam pengumpulan data adalah : . angket digunakan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi siswa. 1.32 1 2 3 IV V VI Jumlah 25 14 17 56 Sumber: Tata usaha SDN 7 Gandeng D. Suharsimi 2002: 128). Kualitas data ditentukan oleh kualitas alat pengumpulan data. sebab dapat menentukan keberhasilan suatu penelitian. Angket Dalam penelitian ini. metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket dan dokumentasi.

2. b. c. dengan memberikan angket tentang kondisi sosial ekonomi kepada responden untuk diisi secara lengkap dan tidak lupa dengan mengisi identitas responden tersebut seperti: nama dan kelas. Nilai raport/Prestasi siswa SD Negeri 7 Gandeng Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. SD Negeri 7 Gandeng Kecamatan Baraka Kabupaten Tehnik Analisis Data .Proses pengumpulan data dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pertama tentang kondisi sosial ekonomi siswa dan tahap kedua dengan pengumpulan data tentang prestasi belajar siswa. b. dimana pengambilan data tersebut akan dibantu oleh pihak sekolah sekolah. Keadaan murid SD Negeri 7 Gandeng Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Jumlah siswa Enrekang. c.33 a. Instrumen siap untuk diolah. tempat (place). (Arikunto. Suharsimi 2002: 135) Metode Dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data tentang: a. tulisan (paper). Dokumentasi Dokumentasi adalah cara memperoleh informasi dengan memperhatikan tiga macam sumber yaitu. Setelah pengisian angket kemudian pengumpulan data prestasi belajar dengan melihat nilai laport. dan kertas atau orang (people). 3. Persiapan mengisi angket.

Data yang telah ditabulasi kemudian dianalisis dengan menggunakan uji kolerasi untuk mengetahui seberapa besar hubungan kondisi sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar. selanjutnya hasil angket di analisis per indikator secara deskriptif dengan menggunakan rumus analisis persentase sebagaimana di ksemukakan Tiro (2002 : 242) dengan rumus : P = FNx 100% Keterangan: P F N = Tingkat presentase = Jumlah skor yang dicapai = Jumlah responden Data yang di peroleh melalui angket (sebagai metode utama) dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Membuat tabulasi data. Analisis deskriptif . 2. Mengelompokkan data sesuai dengan jenisnya.34 Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis korelasi. 1. 3.Setelah data terkumpul.

79% 55% .64% 0% .89% 65% . 3. Untuk melakukan penilaian maka dibuat pengkategorian yang dikemukakan oleh Nurkancana (1986 : 80) sebagai berikut yaitu : Tingkat dukungan 90% .35 Analisis deskriptif ini digunakan untuk melihat gambaran tentang keadaan sosial ekonomi siswa dan gambaran belajar murid SD Negeri 7 Gandeng kecamatan Baraka kabupaten Enrekang.54% Skor standar A (sangat tinggi) B (tinggi) C (sedang) D (rendah) E (sangat rendah) Untuk mempermudah analisis data. 4.100% 80% . Untuk alternatif jawaban a diberi skor 4 Untuk alternatif jawaban b diberi skor 3 Untuk alternatif jawaban c diberi skor 2 Untuk alternatif jawaban d diberi skor 1 . yang berasal dari angket bertingkat maka perlu diketahui skor yang diperoleh responden dari hasil angket yang telah diisi (Arikunto. 2. 2006). Untuk itu perlu ditentukan kriteria penskoran sebagai berikut: 1.

Dengan rumus yang digunakan : r=∑xy∑x2(y2) keterangan: r X Y X2 Y2 ∑= = Angka indeks korelasi =Nilai jawaban angket utuk vareabel latar belakang sosial ekonomi. = (Sigma) jumlah nilai dalam setiap variabel . = Nilai prestasi yang dicapai oleh siswa = Hasil pengquadratan nilai prestasi yang dicapai siswa. terlebih dahulu mendata nilai prestasi yang telah dicapai oleh para siswa pada semester pertamatahun ajaran 2010-2011.penulis menggunakan uji korelasi untuk mengetahui adakah hubungan antara kondisi ekonomi (variable bebas) dengan prestasi belajar (variabel terikat). Sebelum melakukan uji korelasi. Uji kolerasi Metode ini digunakan untuk menghitung sejauh mana hubungan antara kondisi ekonomi keluarga terhadap prestasi belajar siswa. = Hasil pengquadratan nilai perestasi yang dicapai siswa.36 2. Untuk menarik kesimpulan yang signifikan.

Hasil Penelitian .37 BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.

Dan. No Nama siswa S k o r k u Jumlah e s i o . Gambaran Subjek Penelitian a. 1. Setelah diketahui deskriptifnya dilanjutkan melalui uji korelasi untuk mengetahui ada hubungannya. Latar belakang sosial ekonomi Untuk mengetahui skor sampel kuesioner latar belakang sosial ekonomi perhatikan tabel berikut : Tabel 4.1 Skor sampel kuesioner latar belakang keadaan sosial ekonomi.38 Pada penyajian hasil analisis data ini dijelaskan data yang telah diperoleh dari kuesioner berdasarkan jumlah sampel yang telah ditentukan untuk mewakili populasi . merupakan pula jawaban atau rumusan masalah serta penguji hipotesis yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu.

39

n e r 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Abd.Rahman Arham Andi amirudduin M.Fadil Izam M.Resaldi Jaya Nurdin M.Risaldi Yunus M.Iqbal Annisari M.Awaluddin Daut Abd.Said M.Hasrul Andi Nipyandri.B M.Aslan Khalik Hasnaim Herni Nurmiati Sriwahyundani Yanafi Renni Rini Anriani Nurlaela Rusdi 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 3 1 1 3 2 1 1 2 1 1 1 1 1 3 1 1 2 1 2 1 1 1 2 2 2 2 1 1 3 2 4 2 1 1 2 1 1 4 1 1 1 1 1 2 1 1 3 1 1 3 1 1 3 2 3 3 2 3 3 1 1 2 3 4 3 1 1 2 2 3 1 1 3 1 1 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 1 4 3 2 1 2 3 2 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 2 2 2 1 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 4 2 2 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 2 2 3 3 4 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 1 3 1 3 3 3 3 1 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 17 18 19 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 4 4 2 4 4 2 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 20 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 46 48 38 49 58 44 43 46 44 58 51 48 64 45 41 43 44 40 50 48 55 52 42

2 2 3 3 2 2 1 1 2 3 3 3 2 1 1 2 3 1 2 2 1 3 2 2 3 3 2 2 4 4 4 4 3 3 3 2 2 1 3 3 2 1 3 2 2 4 3 3 2 3 2 1 3 3 2 2 3 2 3 1 3 2 1 4 4 4 4 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2 2 4 4 4 3 4 4 4 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 3 1 2 2 1 2 2 3 1 3 2 1 2 2 3 1 3 2 1 3 3 4 3 3 3 3 2 2 2 1 2 2 1 3 2 3 3 2 2 1

40

24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

Sulastri Hastati Indriani Wahyuddin Rani nirwana M.Fathan. A Saipul Nismawati Hamdayani Ratnasari Muh.Aswin Suparmin Abd.Latif Annur Hukmainna Isnayanti Muh.Anugrah Wiranto Hendrawan Hasmir Adrian Muh.Aswar Sudarman Yusri Winsda sri rahayu Muh.Jumadil Aldianto Sulaeman

3 2 3 1 3 2 1 2 2 3 1 2 2 1 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 4 3 2 1 2 3 4 3 2 2 1 3 4 4 3 4 4 4 3 2 2 2 3 2 1 2 2 3 3 3 2 2 2 2 3 1 2 2 1 2 2 3 2 2 2 1 3 2 3 2 3 2 1 3 2 2 2 3 2 1 3 2 2 2 3 2 1 1 2 3 2 3 2 1 1 2 3 4 1 2 1 3 2 3 1 3 2 1 1 2 2 3 2 2 1 2 3 4 4 3 3 3 2 2 2 1 2 2 1 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 4 2 2 3 2 2 1 2 2 3 1 3 2 2 3 2 2 2 3 2 1 2 2 2 3 3 2 1 2 2 3 1 2 2 2 2 2 2 3 1 2 1

1 2 3 2 1 3 1 1 2 4 4 2 1 1 3 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 1 3 1 1 2 1 1 3 1 1 2 1 1 3 4 4 2 1 1 2 2 3 3 2 3 2 1 1 3 1 4 2 1 2 2 1 1 3 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3

2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2

2 3 3 2 3 2 2 1 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 1 1 2

2 2 1 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2 1 2 3 1 3 2 2 3 2 1 1 2

3 2 3 3 2 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 4 2 4 3 3 3 4 3 2 3

3 3 3 4 3 3 1 3 3 3 3 1 3 1 3 2 3 4 3 3 1 3 3 3 1 1 2

4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3

4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 3 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 2 2 3 2 3 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2

2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 3 2 2 2 2 2 2 2

47 45 43 54 49 59 43 49 40 44 48 47 47 41 50 40 45 61 39 59 45 46 42 49 41 42 45

41

51 52 53 54 55 56

Wardani Milda sari Hasnia Sumarna Riska malinda Mini Lestari

2 2 2 1 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 1 3 2 1 2 3 4 3 3 3 3 2 2 2 3 3 2 1

2 4 3 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 4 2 1 1 2

3 2 2 2 2 2

1 1 2 1 2 2

1 2 2 2 3 1

1 3 3 3 4 3

1 3 3 3 4 3

3 4 4 4 4 4

4 4 4 4 2 4

2 4 2 2 2 2

3 3 2 2 4 2

2 2 2 2 2 2

43 49 47 42 55 44

Berdasarkan data responden pada tabel 4.1,menunjukkan bahwa diantara 56 orang yang menjadi sampel terdapat 1 orang (1,8%) memperoleh skor 64 (skor tertinggi), 1 orang (1,8%) memperoleh skor 61, 2 orang (3,6%) memperoleh skor 59, 2 orang (3,6%) memperoleh skor 58, 2 orang (3,6%) memperoleh skor 55, 1 orang (1,8%) memperoleh skor 54, 1 orang (1,8%) memperoleh skor 52, 1 orang (1,8%) memperoleh skor 51, 2 orang (3,6%) memperoleh skor 50, 5 orang (8,9%) memperoleh skor 49, 4 orang (7,1%) memperoleh skor 48, 4 orang (7,1%) memperoleh skor 47, 3 orang (5,4%) memperoleh skor 46, 5 orang (8,9%) memperoleh skor 45, 5 orang (8,9%) memperoleh skor 44, 5 orang (8,9%) memperoleh skor 43, 4 orang (7,1%) memperoleh skor 42, 3 orang (5,4%) memperoleh skor 41, 3 orang (5,4%) memperoleh skor 40, 1 orang (1,8%)

memperoleh skor 39, 1 orang (18%) memperoleh skor 38 (Skor terendah). Berdasarkan jumlah perolehan skor pada setiap sampel diatas,apabila diklasifikasikan menurut strata ekonomi, maka skor yang berjumlah 51 ke atas menggambarkan tingkat ekonomi tinggi, skor yang berjumlah antara 45 sampai 50

B Muh.42 menggambarkan tingkat ekonomi sedang (menegah). maka yang terdapat pada tabel 1.Resaldi Jaya Muh.Said Hendrawan Adrian Riska Malinda Nilai skor 64 58 58 55 52 51 61 59 55 .Awaluddin Daut Rini Anndriani Nurlaela Abd. Sebelum di lakukan uji kolerasi.1 diinterprestasikan kedalam skala nilai menurut peringkat ekonomi yaitu tingkat ekonomi tinggi. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel dibawah ini: a.ekonomi sedang (menegah) dan ekonomi rendah.2 nilai skor klasifikasi ekonomi tinggi NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Siswa Andi Nipyandri.dan skor yang berjumlah antara 38 sampai 44 menggambarkan tingkat ekonomi rendah. Klasifikasi Ekonomi Tinggi Untuk mengetahui klasifikasi ekonomi tinggi perhatikan tabel berikut: Tabel 4.

Rahman Arham Muh.Iqbal Muh.43 10 11 Wahyuddin Muh.2 diatas menunjukkan bahwa diantara 56 orang sebagai sampel terdapat 11 orang (19.Fathan 54 59 Sumber: Hasil Anket.3 Nilai skor Klasifikasi Ekonomi menegah No Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 Abd. b.Fadil Izam Muh. Klasifikasi Ekonomi Menegah Untuk mengetahui Nilai skor Klasifikasi ekonomi menegah perhatikan tabel beriku: Tabel 4.Hasrul Muh. Tabel 4.6%) diklasifikasikan kedalam tingkat ekonomi tinggi.Aslan Khalik Renni Nilai Skor 46 48 49 46 48 46 48 .

Aswar 18 Sudarman 19 Winda sri rahayu 20 Sulaeman 21 Mildasari 22 Hasnia 23 Yanafi Sumber: hasil angket Tabel 4.44 8 9 Sulastri Hastati 47 45 49 49 48 47 47 50 60 45 45 46 45 49 47 50 10 Rani nirwana 11 Nismawati 12 Muh.3 diatas menunjukkan bahwa diantara 56 orang sebagai sampel terdapat 23 orang (41.Latif 15 Isnayanti 16 Wiranto 17 Muh.Aswin 13 Suparmin 14 Abd.0%) diklasifikasikan kedalam tingkat ekonomi menegah (sedang.) .

Klasifikasi Ekonomi Rendah Untuk mengetahui nilai skor klasifikasi ekonomi rendah.Resaldi Yunus Annisari Hasnaim Herni Nurmiati Sriwayundasari Rusdi Indriani Saipul Hamdayani Ratnasari Annur hukmainna Nilai Skor 38 44 43 44 41 43 44 40 42 43 43 40 44 41 .45 c. perhatikan tabel berikut: Tabel 4.4 Nilai Skor Klasifikasi Ekonomi Rendah No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama Siswa Andi Amiruddin Nurdin Muh.

Jumadil Aldianto Wardani Sumarna Mini Lestari 40 39 42 41 42 43 42 44 Sumber: hasil angket Tabel 4.Anugrah Hasmir Yusri Muh.4 diatas menunjukkan bahwa diantara 56 orang sebagai sampel terdapat 22 orang (39.2%).46 15 16 17 18 19 20 21 22 Muh. Gambaran Prestasi Belajar Murid Untuk mengetahui gambaran prestasi belajar murid SD Negei 7 Gandeng Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Setelah data Kuesioner latar belakang sosial ekonomi siswa disajikan.5 distribusi dan frekuensi Prestasi Belajar murid SD Negeri 7 Gandeng Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. b.diklasifikasikan kedalam tingkat ekonomi rendah. Interval prestasi belajar siswa frekuensi persentase . maka berikut ini akan disajikan data tentang Prestasi belajar. dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.

5 32. c. hal ini berarti bahwa murid SDN 7 Gandeng Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang umumnya memiliki prestasi belajar yang tinggi.14 5.35 0 0 100 Sumber: hasil angket Sesuai dengan nilai rata-rata prestasi belajar murid (lampiran 5) sebesar 77.6 sebagai berikut : No. Gambaran Keadaan Sosial Ekonomi orang tua Siswa Untuk mengetahui gambaran tentang apakah ada hubungan keadaan sosial ekonomi dalam meningkatkan prestasi belajar murid SDN 7 Gandeng Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel 4.47 80 – 100 70 – 79 60 – 69 50 – 59 < 50 JUMLAH sangat tinggi tinggi cukup tinggi rendah sangat rendah 35 18 3 0 0 56 62. Pilih Jawaban Jumlah Nilai yang Diperoleh Total .5 berada pada interval 70 – 79 yang berarti tinggi.98 dimana nilai rata-rata tersebut setelah dikonsultasikan dengan tabel 4.

1 sampaino.48 Item A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 4 4 9 6 2 2 3 2 7 1 1 11 4 35 47 3 1 1 B 19 5 24 25 31 7 6 1 7 18 14 17 14 31 38 20 1 10 5 C 27 47 21 9 21 47 14 10 6 33 38 27 34 13 5 1 9 52 45 49 D 6 2 16 2 33 43 36 4 4 11 8 1 9 1 Responden 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 4 0 44 16 A 16 16 36 24 8 8 12 8 28 4 0 B 57 20 72 75 93 21 18 3 21 54 C 54 94 42 D 6 0 2 133 130 107 133 145 123 91 74 97 128 158 120 158 164 149 202 206 119 124 128 2689 18 16 42 94 2 0 28 33 20 43 12 36 66 4 16 11 32 1 9 0 0 0 0 1 28 114 51 28 93 114 60 0 3 30 15 54 102 26 10 2 18 104 90 108 140 188 12 4 4 Jumlah Sumber: Rekapilitasi hasil angket (no.02% . 20 ) %=268920X4X56X 100 =269004480 = 60.

7 interpretasi nilai r . Berdasarkan hasil persentase dari ke tiga indikatorkeadaan sosial ekonomi yang di kemukakan diatas .49 Berdasarkan rekapitulasi tabel 4.indikator klasifikasi ekonomi menegah dengan persentase yang dicapai sebesar 41. 2.02 persen.indikator klasifikasi ekonomi rendahdengan persentase yang dicapai sebesar 39. maka dilakukan dengan berpedoman pada interpretasi berikut: Tabel 4. Penguji Hipotesis Kriteria pengujian adalah tolak hipotesis nihil (Ho) jika nilai rhohitung lebih besar daripada nilai rhotabel maka hipotesis nihil (Ho) diterima dan hipotesis kerja (H1) ditolak selanjutnya guna memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan kedua peubah rendah atau kuat. Dengan indikator klasifikasi ekonomi tinggi dengan persentase yang dicapai sebesar 19.6 %.0 %.1 di atas melalui rumus persentase yang ditentukan maka di ketahui apakah ada hubungan keadaan sosial ekonomi dalam meningkatkan prestasi belajar murid SDN 7 Gandeng Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang sebagai berikut : Dari hasil analisis data angket yang telah di rumuskan di atas menunjukkan bahwa persentase yang dicapai sebesar 60.2%. penulis menyimpulkan bahwa masalah keadaan sosial ekonomi sedang (menengah) memiliki persentase yang lebih tinggi di bandingkan dengan indikator lainnya.

7 75.7 81 XY 5376 4448.800 – 1.600 – 0.50 Interval koefisien r 0.Resaldi Jaya Muh.Said X 64 58 58 55 52 51 Y 84 76.4 86. Untuk menguji hipotesis tersebut. Hubungan Antara Tinggkat Ekonomi Tinggi dengan Prestasi Belajar.799 0.96 7516.000 – 0.81 4408.399 0.perhatikan tabel berikut: Tabel 4. No 1 2 3 4 5 6 Nama Siswa Andi Nipyandri.000 interpretasi sangat rendah rendah sedang kuat sangat kuat Sumber: Sugiyono (2004: 216) a.200 – 0.199 0.89 5760.4 4131 X2 4096 3364 3364 3025 2704 2601 Y2 7056 5882.599 0.Awaluddin daut Rini Anndriani Nurlaela Abd.8 Perhitungan Hubungan Antara Tingkat Ekonomi Tinggi dan Prestasi Belajar siswa.89 6561 .6 4402. B Muh.400 – 0.9 66.2 3652 4508.

96 10040.6 100.96 6512.rumus yang digunakan adalah sebagai berikut dengan memperhatikan tabel : r =∑xy∑x2(y2) =52167.25) =52167.25 Dalam menguji Hipotetis diatas.2 916.8 52167.8 3721 3481 3025 2916 3481 35778 6988.Fathan Jumlah 61 59 55 54 59 626 83.6 4761.25 6988.6 80.7 97.82762893438.3 5362.04 77223.51 7 8 9 10 11 Hendrawan Adrian Riska Malinda Wahyuddin Muh.5 = 52167.5 83.23 = 0.5 4514.992 berarti sifat hubungan antara Variabel X (variabel ekonomi) dengan Variabel Y .852563.3 5099.4 5911.992 Dari perhitungan antara tingkat latar belakang sosial ekonomi tinggi terhadap prestasi belajar ternyata nilai koefisien Kolerasi (r) hitung lebih besar daripada nilai Koefisien korelasi (r) pada tabel pada derajat bebas (db) 11 dengan taraf signifikan 0.835778(77223.49 9506.

8 3404 4353.6 4121.81 6130.Rahman Arham Muh.29 7516.61 7499.7 86.Fadil Izam Muh. b. Hubungan antara Tingkat Ekonomi Sedang (Menengah) dan Prestasi belajar siswa.4 69.Iqbal Muh.Hasrul Muh.9 86.56 5476 8226.4 X2 2116 2304 2401 2116 2304 2116 2304 2209 2025 2401 2401 Y2 4956.7 87.6 XY 3238.16 4774. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama siswa Abd.7 3266 4156.8 3836.Aslan Khalik Renni Sulastri Hastati Rani nirwana Nismawati X 46 48 49 46 48 46 48 47 45 49 49 Y 70.52 (variabel prestasi) sangat kuat atau sangat tinggi.3 71 86.89 5041 7499.Berati. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat ekonomi menegah dan prestasi belajar siswa sebagai berikut: Tabel 4.6 74 90.9 Perhitungan Hubungan antara tingkat Ekonomi Menegah dan Prestasi Belajar siswa.5 4258.56 .9 3901.7 86.89 7551.HO ditolak dan HA diterima.1 78.4 3316.49 7691.1 4243.

21 9082.4 86.1 86.84 6272.41 5944.8 4046.2 231.452820(160058) .1 80.5 4094 3622.Aswin Suparmin Abd.81 7464.7 4775 4674 3469.9 77.5 95.25 9025 8500.Aswar Sudarman Winda sri rahayu Sulaeman Mildasari Hasnia Yanafi Jumlah 48 47 47 50 60 45 45 46 45 49 47 50 1100 84.09 6068.5 4655 4333.0 92.4 2304 2209 2209 2500 3600 2025 2025 2116 2025 2401 2209 2500 52820 7072.5 3613.3 89.rumus yang digunakan adalah sebagai berikut dengan memperhatikan tabel : r =∑xy∑x2(y2) = 91438.3 77.09 7921 6480.64 160058 Dalam menguji Hipotetis diatas.53 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Muh.Latif Isnayanti Wiranto Muh.4 3960 91438.96 7413.2 79.6 4036.1 95.8 4060.0 80.41 6448.

c.1 74. No 1 2 3 4 Nama Siswa Andi Amiruddin Nurdin Muh.994 Dari perhitungan antara tingkat latar belakang sosial ekonomi menegah terhadap prestasi belajar ternyata nilai koefisien Kolerasi (r) hitung lebih besar daripada nilai Koefisien korelasi (r) pada tabel pada derajat bebas (db) 25 dengan taraf signifikan 0.4 3462.48454263560 = 91438.491947.10 Perhitungan Hubungan Antara Tingkat Ekonomi Rendah dan Prestasi Belajar siswa.8 78.Resaldi Yunus Annisari X 38 44 43 44 Y 81.994 berarti sifat hubungan antara Variabel X (variabel ekonomi) dengan Variabel Y (variabel prestasi) sangat kuat atau sangat tinggi.21 5490.06 = 0.81 5446.44 6193.Berati.69 .HO ditolak dan HA diterima.54 = 91438.8 X2 1444 1936 1849 1936 Y2 6577.8 3260.1 73.7 XY 3081. Hubungan antara Tinggkat Ekonomi Rendah dengan Prestasi Belajar Siswa Untuk mengetahui hubungan antara tingkat ekonomi rendah dan prestasi belajar siswa sebagai berikut: Tabel 4.4 3173.

Anugrah Hasmir Yusri Muh.3 74.69 6609.96 7691.5 97.76 9350.89 6642.29 5898.3 92.3 3669.2 3581.55 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Hasnaim Herni Nurmiati Sriwayundasari Rusdi Indriani Saipul Hamdayani Ratnasari Annur hukmainna Muh.6 77.3 86.4 3586 75095. 7 1681 1849 1936 1600 1764 1849 1849 1600 1936 1681 1600 1521 1764 1681 1764 1849 1764 1936 38789 5670.69 8574.8 4061.7 82.4 77.09 5490.6 3981.6 2816.3 76.1 83.5 3904 3014.9 3710.25 146847.7 81.8 3382.89 7447.2 73.7 3414.3 86.81 6955.Jumadil Aldianto Wardani Sumarna Mini Lestari Jumlah 41 43 44 40 42 43 43 40 44 41 40 39 42 41 42 43 42 44 923 75.6 83.5 1790 3087.29 6806.96 6938.3 3186.84 5416.24 4719.1 .4 87.56 5959.6 96.8 68.76 5975.25 9525.7 81.7 3225.9 3456 3858.6 3088 3091.69 7464.

1) = 75095.9 = 75095.Berati. dari teori dan hasil angket penelitian yang digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara keadaan sosial ekonomi dalam meningkatkan prestasi belajar muridSDN 7 Gandeng KecamatanBaraka Kabupaten Enrekang.HO ditolak dan HA diterima.rumus yang digunakan adalah sebagai berikut dengan memperhatikan tabel : r = ∑xy∑x2(y2) = 75095.995 Dari perhitungan antara tingkat latar belakang sosial ekonomi Rendah terhadap prestasi belajar ternyata nilai koefisien Kolerasi (r) hitung lebih besar daripada nilai Koefisien korelasi (r) pada tabel pada derajat bebas (db) 22 dengan taraf signifikan 0.738789(146847.995 berarti sifat hubungan antara Variabel X (variabel ekonomi) dengan Variabel Y (variabel prestasi) sangat kuat atau sangat tinggi.56 Dalam menguji Hipotetis diatas.775452.75696052161.19 = 0. B. maka penulis dapat menarik kesimpulan . Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil analisis dari latar belakang.

Pada umumnya pendapatan yang cukup atau tinggi akan lebih mudah memenuhi segala kebutuhan sekolah dan keperluan lain.57 bahwa ada hubungan keadaan sosial ekonomi dalam meningkatkan prestasi belajar murid. begitu juga dengan keperluan lainnya. kondisi fisik tempat tinggal. Melalui uji statistik yang dilakukan pada dasarnya hasil penelitian sesuai dengan landasan teori yang digunakan pada penelitian.Tingkat pendapatan akan dikatakan cukup atau tinggi dalam penelitian ini apabila pendapatan mencapai lebih dari 1 juta perbulan. dan kondisi lingkungan tempat tinggal.Keadaan sosial ekonomi keluarga dapat ditinjau dari segi tingkat pendidikan keluarga. pemilikan kekayaan atau fasilitas orang tua. Kepemilikan kekayaan atau fasilitas orang tua berhubungan dengan fasilitas yang dapat menunjang siswa dalam belajar karena siswa akan termotivasi apabila orang tua memberikan segala sesuatunya dalam kaitanya dengan fasilitas belajar agar dapat meningkatkan hasil belajarnya. jenis pekerjaan orang tua siswa.Orang tua yang memiliki kondisi soSial ekonomi cukup dalam kategori baik dibuktikan dengan kepemilikan keadaraan berupa sepeda motor dan sepeda. pada umumnya mengalami kesulitan dalam pembiayaan sekolah. berbeda dengan keluarga yang mempunyai penghasilan relatif rendah. dengan ke dua kendaraan tersebut akan dapat mempercepat gerak dalam menyelesaikan segala sesuatunya dan berbeda dengan orang tua yang tidak memiliki kendaraan apapun berarti mereka masih tergolong .

Dengan kata lain Keadaan sosial ekonomi keluarga dapat mempengaruhi hasil belajar anak.6%) diklasifikasikan kedalam tingkat ekonomi tinggi. Analisis data dengan menggunakan rumus korelasi product moment dari Pearson. Pada tabel 4. pada umumnya mengalami kesulitan dalam pembiayaan sekolah.1 menunjukkan bahwa diantara 56 orang sebagai sampel terdapat 11 orang (19.Berbeda dengan keluarga yang mempunyai penghasilan relatif rendah. begitu juga dengan keperluan lainnya hal ini dapat menurunkan semangat anak untuk belajar. Dari hasil skala keadaan sosial ekonomi dengan pertanyaan sebanyak 20 item dan cara penilaian dengan memberikan nilai antara satu sampai empat. Tingkat sosial ekonomi keluarga mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap prestasi belajar siswa di sekolah. Berdasarkan .2 menunjukkan bahwa diantara 56 orang sebagai sampel terdapat 23 orang (41.0%) diklasifikasikan kedalam tingkat ekonomi sedang (Menegah) dan pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa diantara 56 orang sebagai sampel terdapat 22 orang (39.sedangkan pada tabel 4.2%) dikategorikan kedalam tingkat ekonomi rendah. sebab segala kebutuhan anak yang berkenaan dengan pendidikan akan membutuhkan sosial ekonomi orang tua. Keluarga yang mempunyai pendapatan cukup atau tinggi pada umumnya akan lebih mudah memenuhi segala kebutuhan sekolah dan keperluan lain sehingga anak akan termotivasi dalam belajar.58 dalam kondisi sosial ekonomi yang tidak baik.

59 Hasil penelitian dari data analisis korelasi product moment menunjukkan korelasi (r) adanya korelasi antara keadaan sosial ekonomi dengan prestasi belajar SDN 7 Gandeng Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang dengan arah hubungan positif. BAB VKESIMPULAN DAN SARAN A. Artinya. Ada hubungan yang sangat kuat antara keadaan sosSial ekonomi dengan prestasi belajar. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SDN 7 Gandeng Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang tentang hubungan keadaan sosial ekonomi terhadap prestasi belajar siswa. ditemukan data empiris yang dapat disimpulkan sebagai berikut : .

Terdapat hubungan positif yang signifikan antara keadaan sosial ekonomi dengan prestasi belajar anak di sekolah. Jika kondisi sosial ekonomi orang tua tinggi maka prestasi belajar anak akan tinggi pula. karena kurangnya dukungan sarana dan prasarana yang menunjang kebutuhan belajar anaknya. namun sebaliknya apabila kondisi sosial ekonomi orang tua rendah maka prestasi belajar anak juga rendah. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara tingkat ekonomi sosial dengan prestasi belajar dikarenanakan prestasi belajar murid berada pada kategori cukup tinggi. Saran Karena adanya hubungan antara kondisi sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar anak. 59 B. 2. maka bagi orang tua yang kondisi sosial ekonominya kurang mampu atau rendah dalam hal ini tingkat pendapatannya selalu berusaha untuk meningkatkan pendapatannya. misalnya dengan mencari pendapatan tambahan lain agar pemenuhan kebutuhan pendidikan anaknya dapat tercukupi sehingga dapat memotivasi anak untuk lebih meningkatkan prestasi belajarnya. . Bagi siswa yang berprestasi dan kondisi sosial ekonomi orang tuanya kurang mampu diharapkan sekolah bisa mempehatikannya terutama masalah pendidikan. 1. 2. hal ini dapat menghambat motivasi anak untuk belajar.60 1.

.61 memberikan beasiswa atau program orang tua asuh yang bersedia membantu memenuhi biaya pendidikan anak tersebut sehingga kebutuhan anak untuk pendidikan dapat tercukupi dan diharapkan dapat memelihara/ mempertahankan prestasi belajar yang lebih baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful