You are on page 1of 5

Sebagai penyebab dasar terjadinya epilepsi terdiri dari 3 katagori yaitu :27 1.

Non Spesifik Predispossing Factor ( NPF ) yang membedakan seseorang peka tidaknya terhadap serangan epilepsi dibanding orang lain. Setiap orang sebetulnya dapat dimunculkan bangkitan epilepsi hanya dengan dosis rangsangan berbeda-beda. 2. Specific Epileptogenic Disturbances (SED). Kelainan epileptogenik ini dapat diwariskan maupun didapat dan inilah yang bertanggung jawab atas timbulnya epileptiform activity di otak. Timbulnya bangkitan epilepsi merupakan kerja sama SED dan NPF. 3. Presipitating Factor (PF). Merupakan faktor pencetus terjadinya bangkitan epilepsy pada penderita epilepsi yang kronis. Penderita dengan nilai ambang yang rendah, PF dapat membangkitkan reactive seizure dimana SED tidak ada. Daerah yang rentan terhadap kerusakan bila ada abnormalitas otak antara lain di hipokampus. Oleh karena setiap serangan kejang selalu menyebabkan kenaikan eksitabilitas neuron, maka serangan kejang cenderung berulang dan selanjutnya menimbulkan kerusakan yang lebih luas. Pada pemeriksaan jaringan otak penderita epilepsi yang mati selalu didapatkan kerusakan di daerah hipokampus. Oleh karena itu tidak mengherankan bila lebih dari 50% epilepsi parsial, fokus asalnya berada di lobus temporalis dimana terdapat hipokampus dan merupakan tempat asal epilepsi dapatan. 2.5 Diagnosis 2. Pemeriksaan fisik umum dan neurologis Melihat adanya tanda-tanda dari gangguan yang berhubungan dengan epilepsi, seperti trauma kepala, infeksi telinga atau sinus, gangguan kongenital, gangguan neurologik fokal atau difus. Pemeriksaan fisik harus menepis sebab-sebab terjadinya serangan dengan menggunakan umur dan riwayat penyakit sebagai pegangan. Pada anakanak pemeriksa harus memperhatikan adanya keterlambatan perkembangan, organomegali, perbedaan ukuran antara anggota tubuh dapat menunjukkan awal gangguan pertumbuhan otak unilateral.34

Rekaman video EEG Rekaman EEG dan video secara simultan pada seorang penderita yang sedang mengalami serangan dapat meningkatkan ketepatan diagnosis dan lokasi sumber serangan.4 1) Asimetris irama dan voltase gelombang pada daerah yang sama di kedua hemisfer otak. 3) Adanya gelombang yang biasanya tidak terdapat pada anak normal. Meningkatkan metabolisme _ menurunkan energi 2. Penentuan lokasi fokus epilepsi parsial dengan prosedur ini sangat diperlukan pada persiapan operasi. Pemeriksaan Radiologis Pemeriksaan yang dikenal dengan istilah neuroimaging bertujuan untuk melihat struktur otak dan melengkapi data EEG. Neuron Na+ / K+ ATPase kurang Excitability neuron meningkat Demam 1. Rekaman EEG dikatakan abnormal. menurunkan glutamin 4. Pemeriksaan penunjang a. dan gelombang lambat yang timbul secara paroksimal. serta memberi kesempatan untuk mengulang kembali gambaran klinis yang ada. Reseptor GABA kurang aktif 3. Kadar Corticotropin releasing hormon tinggi 4. epilepsi mioklonik mempunyai gambaran EEG gelombang paku / tajam / lambat dan paku majemuk yang timbul secara serentak (sinkron). MRI bermanfaat untuk membandingkan hipokampus kanan dan kiri. irama gelombang lebih lambat dibanding seharusnya misal gelombang delta. Meningkatkan mobilitas ion Na+ _ depolarisasi membran Difusi Ion Gradien konsentrasi tinggi Adanya potensial listrik Koefisien permeabilitas membran Gradien tekanan hidrostatik Peningkatan suhu . misalnya spasme infantile mempunyai gambaran EEG hipsaritmia. paku majemuk. Bila dibandingkan dengan CT Scan maka MRl lebih sensitif dan secara anatomik akan tampak lebih rinci. Meningkatkan asam glutamat. paku (spike). paku-ombak.35 c.3. Elektro ensefalografi (EEG) Adanya kelainan fokal pada EEG menunjukkan kemungkinan adanya lesi struktural di otak. Rekaman video EEG memperlihatkan hubungan antara fenomena klinis dan EEG. sedangkan adanya kelainan umum pada EEG menunjukkan kemungkinan adanya kelainan genetik atau metabolik. epilepsi petit mal gambaran EEG nya gelombang paku ombak 3 siklus per detik (3 spd). Bentuk epilepsi tertentu mempunyai gambaran EEG yang khas. misalnya gelombang tajam.33. Merusak GABA-ergik _ menurunkan fungsi inhibisi 3. Reseptor asam glutamat padat dan aktif 2. 2) Irama gelombang tidak teratur. b.35 Faktor umur Masa developmental window (umur kurang 2 tahun) 1.

Faktor genetik .

3 � 0.bb/kali diberikan 4 kali sehari. untuk usia < 3 tahun dan 7.Beberapa jenis hormon dapat mempengaruhi serangan epilepsi seperti hormon estrogen. Jika masih kejang diberikan diazepam intravena 0. sebaliknya hormon progesteron. hormon tiroid (hipotiroid dan hipertiroid) meningkatkan kepekaan terjadinya serangan epilepsi. Jika berhenti dosis selanjutnya fenitoin 4-8 mg/kg.5 mg/kg. misalnya paresis Todd. hormon tiroid (hipotiroid dan hipertiroid) meningkatkan kepekaan terjadinya serangan epilepsi. sebaliknya hormon progesteron. kortikosteroid dan testosteron dapat menurunkan kepekaan terjadinya serangan epilepsi. rawat di ruang intensif. Pengobatan rumat/pencegahan/profilaksis Diberikan jika: 1. begitu pula diazepam rektal 0. PENATALAKSANAAN Saat kejang Umumnya kejang berlangsung singkat dan berhenti sendiri. iritabel dan sedasi berat yang terjadi pada 25% .bb/hari dimulai 12 jam setelah dosis awal. Di rumahsakit : Diberikan diazepam intravena 0.39% kasus. dianjurkan ke rumah sakit. ACTH. dosis maksimal 20 mg. dan 10 mg.5�C Hati �hati dengan efek samping ataksia. .5 mg/kg. tidak lebih dari 5 kali sehari.60 % kasus.Asam asetil salisilat tidak dianjurkan terutama pada usia < 18 bulan karena risiko sindrom Reye Diazepam oral 0. Kejang lama > 15 menit 2.5 mg/kg. Beberapa jenis hormon dapat mempengaruhi serangan epilepsi seperti hormon estrogen.3 � 0. cerebral palsy. untuk anak dengan berat badan < 10 kg. kortikosteroid dan testosteron dapat menurunkan kepekaan terjadinya serangan epilepsi.bb iv diberikan dalam waktu 3 � 5 menit. Jika setelah dua kali pemberian diazepam per rektal masih belum berhenti.. Atau diazepam per rektal 5 mg. dapat diulang dengan dosis sama setelah selang waktu 5 menit. Jika masih tetap kejang. 3 � 4 kali sehari. Atau diazepam per rektal 5 mg.bb/kali dengan kecepatan 1 mg/menit atau < 50 mg/menit. untuk usia > 3 tahun.bb tiap 8 jam saat demam menurunkan risiko berulangnya kejang demam pada 30% . berikan fenitoin intravena 10-20 mg/kg. Obat lain ibuprofen dengan dosis 5-10 mg/ kgbb/kali.bb. tetapi dapat diberikan parasetamol dengan dosis 10 -15 mg/kg. Ada kelainan neurologis nyata sebelum atau sesudah kejang.5 mg. Pemberian obat saat demam Tidak ada bukti bahwa pemberian antipiretik mengurangi risiko kejang demam. Jika masih belum berhenti.3 mg/kg. Jika setelah pemberian diazepam per rektal kejang belum berhenti. retardasi mental.bb setiap 8 jam pada suhu > 38. jika berat badan > 10 kg. Fenobarbital. fenitoin dan karbamazepin saat demam tidak berguna untuk mencegah kejang demam. ACTH.

hidrosefalus. atau fenobarbital 3-4 mg/kg. Jangan diberikan jika kejang telah berhenti. 7. terutama sekitar leher 3. Jika tidak sadar. jangan masukkan apapun ke dalam mulut. Bawa ke dokter atau rumahsakit jika kejang berlangsung 5 menit. Asam valproat dapat menyebabkan gangguan fungsi hati pada sebagian kecil kasus terutama pada usia < 2 tahun. fenobarbital dapat menimbulkan gangguan perilaku dan kesulitan belajar pada 40% . Terjadi pada bayi < 12 bulan 3. Meyakinkan bahwa kejang demam umumnya mempunyai prognosis baik 2. 3. tetapi harus diingat risiko efek samping obat Jika anak kejang. Walaupun ada risiko lidah tergigit. 4. Memberitahukan cara penanganan kejang 3. Lama pengobatan : Diberikan selama 1 tahun bebas kejang.50% kasus.bb/hari dibagi 2-3 dosis. Kendorkan pakaian yang ketat. Kejang demam 4 kali/tahun Jenis obat : Pilihan pertama saat ini ialah asam valproat dengan dosis 15-40 mg/kg. catat lama dan bentuk/sifat kejang 5. Tetap tenang dan tidak panik 2. Berikan diazepam per rektal. Pemberian obat pencegahan memang efektif. (BRW) . Tetap bersama anak selama kejang 6. Kecemasan ini dapat dikurangi dengan antara lain: 1. Bersihkan muntahan atau lendir di mulut dan/atau hidung. lakukan hal berikut : 1. Memberi informasi tentang risiko kejang berulang 4. EDUKASI PADA ORANGTUA Orangtua sering panik menghadapi kejang karena merupakan peristiwa yang menakutkan. Kejang fokal Dipertimbangkan jika : 1. Kejang berulang dua kali atau lebih dalam 24 jam 2. posisikan anak telentang dengan kepala miring. kemudian dihentikan bertahap dalam 1-2 bulan. bb/hari dibagi dalam 1-2 dosis. Ukur suhu tubuh.