You are on page 1of 15

SELASA, 01 MEI 2012 penyakit disentri

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Disentri merupakan tipe diare yang berbahaya dan sering kali menyebabkan kematian dibandingkan dengan tipe diare akut yang lain. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri (disentri basiler) dan amoeba (disentri amoeba). Di Amerika serikat, insiden diseentri amoeba mencapai 1-5 % sedangkan disentri basiler dilaporkan kurang dari 500.000kasus tiap tahunnya. Sedangkan kejadian disentri amoeba di Indonesia sampai saat ini masih belum ada, akan tetapi untuk disentri basiler dilaporkan 5% dari 3848 orang penderita diare berat menderita disentri basiler. Di dunia sekurangnya 200 juta kasus dan 650.000 kematian terjadi akibat disentri basiler pada anak-anak dibawah usia 5 tahun. Kebanyakan kuman penyebab disentri basiler ditemukan di Negara berkembang dengan kesehatan lingkungan yang masih kurang. Disentri amoeba hampir menyebar di seluruh dunia terutama di Negara yang berkembang yang berada didaerah tropis. Hal ini dikarenakan faktor kepadatan penduduk, hygiene individu, sanitasi lingkungan dan keadaan sosial ekonomi serta cultural yang menunjang. Penyakit ini biasa menyerang anak dengan usia lebih dari 5 tahun. Spesies Entamoeba menyerang 10% populasi di dunia. Prevalensi yang tinggi mencapai 50% di Asia, Afrika, dan Amerika selatan. Sedangkan pada Shigella di Amerika serikat menyerang 150.000 kasus dan di Negara-negara yang berkembang Shigella flexeneri dan S. dysentriae menyebabkan 600.000 kematian per tahun.

WHO menyebutkan bahwa sekitar 15 persen dari seluruh kejadian diare pada anak di bawah usia 5 tahun adalah disentri. Adapun hasil survei evaluasi di Indonesia pada tahun 1989-1990 juga menunjukkan angka kejadian yang sama. Disentri menjadi penyebab panting pada kesehatan dan kematian yang dikaitkan dengan diare.

2 RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut: 1. 3. 4.1. 5. Untuk mengetahui apa pengertian dari penyakit disentri Untuk mengetahui apa saja penyebab dari penyakit disentri Untuk mengetahui bagaimana penyebaran penyakit disentri Untuk mengetahui bagaimana cara penanggulangan penyakit disentri Untuk mengetahui apa saja gejala klinis penderita disentri BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.3 TUJUAN PENULISAN Tujuan umum Untuk mengetahui defenisi. 2. Tujuan khusus 1.1 DEFINISI DISENTRI . 2. 4. 3. Apa pengertian dari penyakit disentri? Bagaimana penyebaran penyakit disentri? Apa etiologi dari penyakit disentri? Apa saja gejala klinis yang ditimbulkan penderita dosentri? Bagaimana cara penanggulangan penyakit disentri? 1. etiologi gejala klinis serta cara penanggulangan dari penyakit disentri. 5.

Penyebab lain bakteri yang kurang umum dari diare berdarah termasuk infeksi Salmonella dan Campylobacter. yaitu dys (gangguan) dan enteron(usus). buang air besar dengan tinja bercampur lender (mucus) dan nyeri saat buang air besar (tenesmus). Untuk jenis penyakit disentri amoeba. Negara miskin yang memiliki sistem sanitasi yang tidak memadai menunjukkan angka yang tinggi untuk kejadian kasus penyakit disentri. Cukup simple memang untuk penyebab disentri sebagai kasus klasik.Disentri berasal dari bahasa Yunani. Adanya darah dan lekosit dalam tinja merupakan suatu bukti bahwa kuman penyebab disentri tersebut menembus dinding kolon dan bersarang di bawahnya. 3.2 PENYEBAB DISENTRI Penyebab Disentri yang paling umum adalah tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet umum atau tidak mencuci tangan sebelum makan. Disentri merupakan peradangan pada usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar yang encer secara terus menerus (diare) yang bercampur lendir dan darah. Berak-berak. tapi itulah kenyataannya. Penyakit ini seringkali terjadi karena kebersihan tidak terjaga. diare encer dengan volume sedikit. yakni : 1. Secara garis besar penyebab penyakit disentri sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan dan kebiasaan hidup bersih. Sakit di perut yang sering disertai dengan tenesmus. dan Tinja mengandung darah dan lendir. yang berarti radang usus yang menimbulkan gejala meluas dengan gejala buang air besar dengan tinja berdarah. 2. Disentri juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi. disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica Mikroorganisme penyebab disentri baik itu berupa bakteri maupun parasit menyebar dari orang ke orang. Infeksi oleh mikroorganisme penyebab disentri ini dapat bertahan dan menyebar untuk sekitar empat minggu.baik karena kebersihan diri atau individu maupun kebersihan masyarakat dan lingkungan. Disentri merupakan suatu infeksi yang menimbulkan luka yang menyebabkan tukak terbatas di colon yang ditandai dengan gejala khas yang disebut sebagai sindroma disentri. Frekuensi setiap patogen penyebab penyakit disentri bervariasi di . Bakteri penyebab penyakit disentri antara lain kontak dengan bakteri Shigella dan beberapa jenis Escherichia coli (E. coli). 2. Hal yang sering terjadi penderita menularkan anggota keluarga untuk menyebarkannya ke seluruh anggota keluarga yang lainnya.

Orang dapat terinfeksi setelah menelan kotoran yang mengandung parasit kemudian di ekskresikan seseorang. makanan dapat terkontaminasi. 2. atau salmonellosis.3 EPIDEMIOLOGI Di Amerika Serikat. campylobakteriosis. Di Bagian Penyakit Dalam RSUP Palembang selama 3 tahun (1990-1992) tercatat dic a t a t a n m e d i s . Untuk mikroorganisme penyebab disentri bakteri Shigella dan Campylobacter. Mikroorganisme Penyebab Disentri Disentri Amoeba (amoebiasis) disebabkan oleh parasit protozoa yang dikenal dengan nama Entamoeba histolytica. d a r i 7 4 8 k a s u s ya n g d i r a w a t k a r e n a d i a r e a d a 1 6 k a s u s ya n g disebabkan oleh disentri basiler. Prevalensi tertinggi di daerah tropis (50-80%). insidensi penyakit ini rendah. Hal ini jarang kecuali di zona tropis dunia. Parasit juga dapat masuk melalui mulut ketika tangan di cuci dalam air yang terkontaminasi. Disentri jarang disebabkan oleh iritasi kimia atau oleh cacing usus. ulserasi. . ditemukan 5% shigella. Orang-orang berisiko tinggi tertular parasit melalui makanan dan air jika terkontaminasi atau tercemar oleh limbah. Pada sebagian besar kasus. Shigellosis yang paling umum di Amerika Latin sementara Campylobacter adalah bakteri yang dominan di Asia Tenggara. Jika orang mengabaikan untuk mencuci dengan benar sebelum menyiapkan makanan. Kedua infeksi disebarkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi tinja dan air. Jika orang tinggal atau melakukan perjalanan di wilayah di mana kemiskinan atau kepadatan dapat mengganggu kebersihan dan sanitasi.000 kasus yang dilaporkan ke Centers for Disease Control (CDC). Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan di beberapa rumah sakit di Indonesia dari Juni 1998 sampai dengan Nopember 1999.berbagai wilayah dunia. menyebabkan pembengkakan. Buah-buahan dan sayuran bisa terkontaminasi jika dicuci dalam air tercemar atau ditanam di tanah yang telah dipupuk oleh limbah manusia. diperkirakan 10 persen populasiterinfeksi. di mana penyakit ini sangat lazim. Anak-anak (usia 1 sampai 4) hidup dalam kemiskinan yang paling mungkin untuk kontak Shigellosis. Sebagai contoh. dari 3848 orang penderita diare berat. Prevalensi amebiasis sangat bervariasi. mereka beresiko terkena bakteri invasif. Mereka menembus lapisan usus. dan diare parah yang mengandung darah dan nanah. Setiap tahunnya kurang dari 500.merupakan penyebab penyakit disentri bacilliary yang dapat ditemukan di seluruh dunia. amoebiasis tidak menimbulkan gejala (hanya sekitar 10% dari individu yang terinfeksi). Amuba bisa eksis untuk jangka waktu yang lama di usus besar (kolon).

4 ETIOLOGI Etiologi dari disentri ada 2.sonnei. Karena kekebalan tubuh yang didapat bersifat serotipe spesifik. S.Manusia merupakan host dan reservoir utama. Bentuk trofozoit ada 2 macam. Penyakit ini kadangkadang bersifat ringan dan kadang-kadang berat. adanya lendir dan darah dalam tinja. Shigella adalah basil non motil. 2. gram negatif.dysentriae. Hal ini tergambar dari penelitian yang dilakukan oleh Taylor dkk. Secara klinis mempunyai tanda-tanda berupa diare. Genus ini memiliki kemampuan menginvasi sel epitel intestinal dan menyebabkan infeksi dalam jumlah 102-103 organisme.bondii dan S. Disentri amoeba. Apabila kondisi mengijinkan dapat berubah menjadi patogen dengan cara membentuk koloni di dinding usus dan menembus dinding usus sehingga menimbulkan ulserasi. Disentri basiler. S. Sementara trofozoit patogen yang dapat dijumpai di lumen dan dinding usus (intraintestinal) maupun luar usus (ekstraintestinal) dapat mengakibatkan gejala disentri. d e n g a n p e r a n t a r a l a l a t . yaitu trofozoit komensal (berukuran < 10 mm) dan trofozoit patogen (berukuran > 10 mm). k e c o a k . a t a u l e w a t hubungan seksual anal-oral. di Thailand pada tahun 1984. S. yaitu bentuk trofozoit yang dapat bergerak dan bentuk kista. maka trofozoit akan keluar bersama tinja. penduduk yang padat dan kurangnya sanitasi individual mempermudah penularannya. Ada 4 spesies Shigella. maka seseorang dapat terinfeksi beberapa kali oleh tipe yang berbeda.sonnei adalah satu-satunya yang mempunyai serotipe tunggal. disebabkan Entamoeba hystolitica. sering hidup sebagai mikroorganisme komensal apatogen) di usus besar manusia. Hal ini dikarenakan trofozoit patogen sering menelan eritrosit . perut terasa sakit dan tenesmus. famili enterobacteriaceae.histolytica merupakan protozoa usus. Bila pasien mengalami diare. 2. Diameternya lebih besar dari trofozoit komensal dapat sampai 50 mm) dan mengandung beberapa eritrosit di dalamnya. Siklus hidup amoeba ada 2 bentuk. Penularannya lewat kontaminasi tinja ke makanandanm i n u m a n . yaitu S. Suatu keadaan lingkungan yang jelek akan menyebabkan mudahnya penularan penyakit. E. k o n t a k i n t e r p e r s o n a l . Trofozoit komensal dapat dijumpai di lumen usus tanpa menyebabkan gejala penyakit. Sanitasi lingkungan yang jelek. yaitu : 1.flexneri. Terdapat 43 serotipe O dariShigella. Shigella sp merupakan penyebab terbanyak dari diare invasif (disentri) dibandingkan dengan penyebab lainnya.s p. disebabkan oleh Shigella.

. yaitu kista muda dan kista dewasa. yaitu suatu keadaan yang ditandai dengan diare. dan toksin Shiga. dan lalat yang tercemar oleh ekskreta pasien. Kuman Shigella secara genetik bertahan terhadap pH yang rendah.makanan. perut terasa sakit dan tenesmus. mempunyai tandatanda berupa diare. dan S. ShET2. S. b. Pada keadaan subakut terbentuk ulkus pada daerah folikel limfoid. Disentri basiler Semua strain kuman Shigella menyebabkan disentri. lebam dan tebal.dysentriae. kuman ini menginvasi sel epitel mukosa kolon dan berkembang biak didalamnya. nekrosis superfisial. Kelainan yang terberat biasanya di daerahsigmoid. adanya lendir dan darah dalam tinja. Diduga baik faktor kerentanan tubuh pasien.sifat keganasan (virulensi) amoeba. dengan konsistensi tinja biasanya lunak. tidak rata dan lumen usus mengecil. tepi ulkus menebal dan infiltrat tetapi tidak berbentuk ulkus bergaung S. dan pada selaput lendir lipatan transversum didapatkan ulkus yang dangkal dan kecil. diserta ieksudat inflamasi yang mengandung leukosit polymorfonuclear (PMN) dan darah. tapi biasanya tanpa ulkus.flexeneri. maka dapat melewati barrier asam lambung. Pada infeksi yang menahun akan terbentuk selaput yang tebalnya sampai 1.5cm sehingga dinding usus menjadi kaku. Dapat terjadi perlekatan dengan peritoneum.sonei menghasilkan eksotoksin antara lain ShET1. Akan tetapi faktor yang menyebabkan perubahan ini sampaisaat ini belum diketahui secara pasti. Setelah melewati lambung dan usus halus. Ditularkan secara oral melalui air.(haematophagous trophozoite). sedang pada ilium hanya hiperemik saja. Diduga kekeringan akibat penyerapan air di sepanjang usus besar menyebabkan trofozoit berubah menjadi kista.5 PATOGENESIS DAN PATOFISIOLOGI a. sitotoksik. yang mempunyai sifat enterotoksik. Bentuk kista hanya dijumpai di lumen usus. Disentri Amuba Trofozoit yang mula-mula hidup sebagai komensal di lumen usus besar dapat berubah menjadi patogen sehingga dapat menembus mukosa usus danmenimbulkan ulkus.dan neurotoksik. Bentuk trofozoit ini bertanggung jawab terhadap terjadinya gejala penyakit namun cepat mati apabila berada di luar tubuh manusia. Kolon merupakan tempat utama yang diserang Shigella namun ileumterminalis dapat juga terserang. Enterotoksin tersebut merupakan salah satu faktor virulen sehingga kuman lebih mampu menginvasi sel eptitel mukosa kolon dan menyebabkan kelainan pada selaput lendir yang mempunyai warna hijau yang khas. Bentuk kista bertanggung jawab terhadap terjadinya penularan penyakit dan dapat hidup lama di luar tubuh manusia serta tahan terhadap asam lambung dan kadar klor standard di dalam sistem air minum. Bentuk kista juga ada 2 macam. Pada keadaan akut dan fatalditemukan mukosa usus hiperemik. 2.

Bentuk ulkus amoeba sangat khas yaitu di lapisan mukosa berbentuk kecil. kolon asenden.0°C). sigmoid.Sakit perut terutama di bagian sebelah kiri. terasa melilit diikuti pengeluaran tinja sehingga .maupun lingkungannya mempunyai peran. Bentuk klinis dapat bermacam-macam dari yang ringan.6 GEJALA KLINIS Gejala-gejala disentri antara lain : Buang air besar dengan tinja berdarah Diare encer dengan volume sedikit Buang air besar dengan tinja bercampur lendir (mucus) Nyeri saat buang air besar (tenesmus) Ciri-ciri saat jika terkena disentri adalah sebagai berikut : Panas tinggi (39. diare disertai demam yang mencapai 400C. Lama gejala rerata 7 hari sampai 4 minggu. Ulkus dapat terjadi disemua bagian usus besar. tetapi berdasarkan frekuensi dan urut-urutan tempatnya adalah sekum. tetapidi lapisan submukosa dan muskularis melebar (menggaung). Akibatnya terjadiulkus di permukaan mukosa usus menonjol dan hanya terjadi reaksi radang yangminimal. Selanjutnya diare berkurang tetapi tinja masih mengandung darah dan lendir. dan nafsu makan menurun. 2. sedang sampai yang berat. Mukosa usus antara ulkus-ulkus tampak normal. Pada fase awal pasien mengeluh nyeri perut bawah.Amoeba yang ganas dapat memproduksi enzim fosfoglukomutase danlisozim yang dapat mengakibatkan kerusakan dan nekrosis jaringan dinding usus. rektum. appear toxic Muntah-muntah Sakit kram di perut dan sakit di anus saat BAB Kadang disertai gejala serupa ensefalitis dan sepsis Diare disertai darah dan lendir dalam tinja Frekuensi BAB umumnya lebih sedikit Sakit berut hebat (kolik) Gejala Disentri Basiler Disentri Basiler Masa tunas berkisar antara 7 jam sampai 7 hari. tenesmus. apendiks dan ileum terminalis.50°C – 40.

berak-berak seperti air denganlendir dan darah. Tinja yang encer tersebut berhubungan dengan kerja eksotoksin dalam usus halus. asidosis. Sehari atau beberapa hari kemudian.renjatan septik dan dapat meninggal bila tidak cepat ditolong. Akibatnya timbulrasa haus. Gejalanya timbul mendadak dan berat. tetapi antibodi ini tidak melindungi terhadap reinfeksi Gejala Disentri Amuba meliputi: · · diare berair. Sedangkan pada kasus yang ringan.dapat berupa seperti gejala kolera atau keracunan makanan. karena infeksi meliputi ileum dan kolon. lendir atau nanah. kehilangan air dan elektrolit dapat menyebabkan dehidrasi. demam. yang dapat berisi darah. kebanyakan orang membentuk antibodi terhadap Shigella dalam darahnya. Kebanyakan orang pada penyembuhan mengeluarkan kuman disentri untuk waktu yang singkat. Kematian biasanya terjadi karena gangguan sirkulasi perifer. Setelah masa inkubasi yang pendek (1-3 hari) secara mendadak timbul nyeri perut. suhu badan subnormal. terdapat serangan seperti kasus akut secaramenahun. Berbeda dengan kasus yang menahun.dysentriae. Kejadian ini jarang sekali bila mendapat pengobatan yang baik. .mengakibatkan perut menjadi cekung. Demam dan diare sembuh secara spontan dalam 2-5 hari pada lebih dari setengah kasus dewasa. ekstremitas dingin dan viskositas darah meningkat (hemokonsentrasi). Mukamenjadi berwarna kebiruan. Tiap gerakan usus disertai dengan “mengedan” dan tenesmus (spasmus rektum). dan bahkan kematian. mual dan muntah. Angka kematian bergantung pada keadaan dan tindakan pengobatan. Pada kasus yang sedang keluhan dan gejalanya bervariasi. muntah-muntah. cepat terjadi dehidrasi. turgor kulit berkurang karena dehidrasi. maka jumlah tinja meningkat. Bentuk yang berat (fulminating cases) biasanya disebabkan olehS. Namun. dan tinja encer. keluhan/gejala tersebut di atas lebih ringan. yang menyebabkan nyeri perut bagian bawah.Pada penyembuhan infeksi. tinja kurang encer tapi sering mengandung lendir dan darah. Angka ini bertambah pada keadaan malnutrisi dan keadaan darurat misalnya kelaparan. pada anak-anak dan orang tua. mungkin dapat mengandung sedikit darah/lendir. kulit kering dan dingin. berjangkitnya cepat. anuria dan koma uremik. Perkembangan penyakit ini selanjutnya dapat membaik secara perlahan-lahan tetapi memerlukan waktu penyembuhan yang lama. tetapi beberapa diantaranya tetap menjadi pembawa kuman usus menahun dan dapat mengalami serangan penyakit berulang-ulang. Kadang-kadang gejalanya tidak khas. tinja biasanya lebih berbentuk.

Namun. Keadaan umum pasien biasanya baik. Dapattimbul diare ringan. b) Disentri amoeba ringan Timbulnya penyakit (onset penyakit) perlahan-lahan. a) Carrier (Cyst Passer) Pasien ini tidak menunjukkan gejala klinis sama sekali.· · nyeri perut. Demam tinggi (400C – 40. tanpa pengobatan.tetapi pasien masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari. lebih dari 15 kali sehari. Kadang dijumpai hepatomegali yang tidak atau sedikit nyeri tekan. bahkan jika gejala hilang. abses di hati dan otak. d) Disentri amoeba berat Keluhan dan gejala klinis lebih berta lagi. Tinja biasanyadisertai lendir dan darah. kadang nyeri perut ringan yang bersifat kejang. infeksi selaput rongga perut (peritonitis). c) Disentri amoeba sedang Keluhan pasien dan gejala klinis lebih berta dibanding disentri ringan. Infeksi masih dapat ditularkan kepada orang lain dan diare masih bisa kembali. dengan tinja berbau busuk. Bahayanya penyakit desentri amuba dapat bersifat fatal bila terjadi komplikasi antara lain usus berlubang (perforasi usus). Hal ini disebabkan karena amoeba yang berada dalam lumen usus besar tidak mengadakan invasi kedinding usus. e) Disentri amoeba kronik . 4-5 kali sehari. Penderita mengalami diaredisertai darah yang banyak. Keadaan tersebut bergantung pada lokasiulkusnya.5 0C) disertai mual dan anemia. Kadang juga tinja bercampur darah dan lendir. dapat mengakibatkan kematian. amuba dapat terus hidup di usus selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. dan demam dan menggigil. Terdapat sedikit nyeri tekan di daerah sigmoid. jarang nyeri di daerah epigastrium. tanpa atau sedikit demam ringan(subfebris). demam dan lemah badan disertai hepatomegali yang nyeri ringan. Dan bila infeksi amuba ini tidak diobati secara tuntas. Gejala-gejala disentri amuba biasanya berlangsung dari beberapa hari sampai beberapa minggu. Pasien mengeluh perut kram. Penderita biasanyamengeluh perut kembung.

Dalam kehidupan sehari-hari. Mencuci tangan dilakukan setelah buang air besar. penggunaan jamban yang bersih Dari program-program yang telah dibuat oleh pemerintah. Sabun dan antiseptik berguna untuk membersihkan kuman atau bakteri yang ada di tangan. Sehingga tidak jarang di dalam rumah atau ruangan mereka banyak terdapat serangga atau binatang lain yang dapat menimbulkan penyakit seperti lalat. Mencuci tangan hingga steril menggunakan sembilan langkah yang diterapkan dan dianjurkan oleh rumah sakit adalah cara mencuci tangan yang paling benar. Disentri basiler Belum ada rekomendasi pemakaian vaksin untuk Shigella. tikus. Serangan diare yang terjadi biasanya dikarenakan kelelahan. Penularan disentri basiler dapat dicegah dan dikurangi dengan kondisi lingkungan dan diri yang bersih seperti membersihkan tangan dengan sabun. Langkah selanjutnya yaitu menutup rapat-rapat tempat menyimpan makanan.sebelum dan sesudah makan. demam atau makanan yang sulit dicerna. Penting sekali adanya jamban keluarga. Keadaan ini dapat berjalan berbulan-bulan hingga bertahuntahun. terdapat cara-cara untuk mencegah terjadinya disentri. . Carrier dilarang bekerja sebagai juru masak atau segala pekerjaan yang berhubungan dengan makanan. kecoak. Sampai saat ini belum ada vaksin khusus untuk pencegahan. Padahal mencuci tangan merupakan pencegahan terjadinya penyakit yang paling penting. isolasi dan pengobatan carrier. Mencuci tangan sering dianggap sebagai hal biasa di masyarakat. Pasien biasanya menunjukkan gejala neurastenia.ada masyarakat yang kurang menjaga kebersihan. serangan-serangan diarediselingi dengan periode normal atau tanpa gejala.sebelum memasak atau menjamah makanan. Ada yang tidak mencuci tangan sebelum makan. suplai air yang tidak terkontaminasi. Pemberian kemoprofilaksis bagi wisatawan yang akan mengunjungi daerah endemis tidak dianjurkan.7 PENCEGAHAN PENYAKIT DISENTRI Disentri amoeba Makanan. Cara mencuci tangan yang paling benar yaitu dengan cara memakai air bersih dan sabun atau antiseptik. Salah satunya dengan melakukan program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dari yang paling penting. 2. minuman dan keadaan lingkungan hidup yang memenuhi syarat kesehatan merupakan sarana pencegahan penyakit yang sangat penting.yaitu mencuci tangan.ada yang mencuci tangan hanya sekedar dengan air. Ini bertujuan agar makanan tidak berisi bakteri dan makanan menjadi makanan yang bersih dan sehat untuk dikonsumsi. Air minum sebaiknya dimasak dahulu karena kista akan binasa bila air dipanaskan 500C selama 5 menit.Gejalanya menyerupai disentri amoeba ringan.

baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain/anak. jangan minum air setempat kecuali telah direbus selama paling sedikit 10 menit. Dalam bidang pelayanan kesehatan.niscaya penyakit ini setidaknya dapat dicegah. berolahraga. Kita juga harus melindungi sumber air agar tetap bersih dan terhindar dari kontaminasi tinja. Memang sulit untuk mengobati penyakit disentri ini. . atau motivasi dari orang terdekat.sekolah-sekolah. Kebersihan alat-alat rumah tangga yang digunakan untuk membuat makanan juga harus diperhatikan. Semuanya harus dimulai dari diri sendiri. sehingga setiap orang akan tahu bahaya dari penyakit ini. Tinja dibuang secara saniter dan teratur. jaga selalu kebiasaan hidup bersih dan sehat. · Cuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet atau sebelum dan sesudah makan. Secara khusus sebagai berikut : · Disentri tersebar karena kebersihan yang buruk. pengalaman. Semua orang diharapkan dapat menjadi role mode bagi orang-orang yang belum tahu. Atau gunakan air kemasan atau minuman bersoda dari kaleng atau botol yang masih dalam kondisi bersegel.nyamuk. · Bila Anda bepergian.dan menerapkan pengetahuan yang didapat dari sosialisasi. Jadi. dan lainnya. Bersama-sama semua orang bergotong-royong menerapkan pola hidup sehat. Untuk meminimalkan risiko terkena penyakit ini.di banjar. Namun. Banyak juga klinik-klinik atau rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang professional dengan memperbanyak program sosialisasi dan penyuluhan ke masyarakat.dengan adanya kesadaran dari setiap individu.Masyarakat juga harus mencari informasi-informasi terkini terkait dengan upaya meningkatkan kesejahteraan kesehatan.dan pola hidup sehat teratur. Dalam menjalankan langkah-langkah pencegahan. kontak sosial. Jangan makan atau minum produk susu. memiliki perilaku sehat. dan memakan makanan yang sehat dan teratur. Kamar mandi harus bersih dan diusahakan agar tidak lembab dan ada sinar matahari yang masuk . sebaiknya masyarakat saling bergotong-royong. edukasi. Dari pengetahuan tersebut akan tercipta masyarakat yang harmonis.karena bakteri dapat hidup di daerah yang lembab.dan dimana saja. sudah banyak diterapkan program-program untuk mencegah disentri. · · · Jangan minum dari air mancur umum atau membersihkan gigi dengan air keran Jangan makan buah segar atau sayuran yang tidak bisa dikupas sebelum makan.dapat disimpulkan bahwa penyakit ini merupakan penyakit berbahaya yang dapat dicegah. keju atau susu yang mungkin belum dipasteurisasi.

Cairan dan elektrolit Dehidrasi ringan sampai sedang dapat dikoreksi dengan cairan rehidrasi oral.antibiotika diganti dengan jenis yang lain. kloramfenikol dantetrasiklin hampir universal terjadi. diberikan asam nalidiksik dengan dosis 3 x 1 gram/hari selama 5 hari. Disentri amuba Asimtomatik atau carrier : Iodoquinol (diidohydroxiquin) 650 mg tiga kali perhari selama 20 hari. Bila penderita berangsur sembuh. Dalam keadaan ini perlu diberikancairan melalui infus untuk menggantikan cairan yang hilang. Pemakaian jangka pendek dengan dosis tunggal fluorokuinolon seperti siprofloksasin atau makrolide azithromisin ternyata berhasil baik untuk pengobatan disentri basiler. Amebiasis intestinal berat. Pemberian Ciprofloksasin merupakan kontraindikasi terhadap anak-anak dan wanita hamil. Amoksisilin tidak dianjurkan dalam pengobatan disentri basiler karenatidak efektif. menggunakan 3 obat : Metronidazol 750 . namun apabila ternyata dalam uji resistensi kuman Terhadap ampisilin masih peka. Jika frekuensi buang air besar terlalu sering. Tidak ada antibiotika yang dianjurkan dalam pengobatan stadium carrier disentri basiler. Kuman Shigella biasanya resisten terhadap ampisilin. Jika setelah 2 hari pengobatan menunjukkan perbaikan.8 PENGOBATAN Disentri basiler Prinsip dalam melakukan tindakan pengobatan adalah istirahat.Amebiasis intestinal ringan atau sedang : tetrasiklin 500 mg empat kali selama 5 hari. streptomisin.· Jangan makan atau minum apa pun yang dijual oleh PKL (kecuali minuman dari kaleng benar disegel atau botol). maka masih dapat digunakan dengan dosis4 x 500 mg/hari selama 5 hari. Pengobatan spesifik Menurut pedoman WHO. susu tanpa gula mulai dapat diberikan. Dosis siprofloksasin yang dipakai adalah 2 x 500 mg/hari selama 3 hari sedangkan azithromisin diberikan 1gram dosis tunggal dan sefiksim 400 mg/hari selama 5 hari. cairan dapat diberikan melalui minuman atau pemberian air kaldu atau oralit.mencegah atau memperbaiki dehidrasi dan pada kasus yang berat diberikan antibiotika. terapi diteruskan selama 5 hari. Bila tidak ada perbaikan. kemudian diberikan makanan ringan biasa bila ada kemajuan. 2. Begitu pula dengan trimetoprim-sulfametoksazol. bila telah terdiagnosis shigelosis pasien diobati dengan antibiotika. dosis yang diberikan 2 x 960 mg/hari selama 3-5 hari.dysentriae tipe 1 yang multiresisten terhadap obat-obat. dehidrasi akan terjadi dan berat badan penderita turun. Di negara-negara berkembang di mana terdapat kuman S. Diet Diberikan makanan lunak sampai frekuensi berak kurang dari 5kali/hari. Resistensi terhadap sulfonamid. Akan tetapi jika penderita tidak muntah.

kloroquin fosfat 1 gram per hari selama 2 hari dilanjutkan 500 mg/hari selama 4 minggu. tetrasiklin 500 mg empat kali selama5 hari. Amebiasis ektraintestinal.mgtiga kali sehari selama 5-10 hari. dan emetin 1mg/kgBB/hari/IM selama 10 hari. . menggunakan 3 obat : Metonidazol 750 mg tiga kali sehari selama 5-10 hari. dan emetin 1 mg/kgBB/hari/IM selama 10 hari.

3. Kamar mandi harus bersih dan diusahakan agar tidak lembab dan ada sinar matahari yang masuk. dan emetin 1mg/kgBB/hari/IM selama 10 hari. Manifestasi klinis disentri amuba berupa tinja biasanya besar. berdarah dantenesmus jarang. menutup rapat-rapat tempat menyimpan makanan. yaitu disenstri basiler yang disebabkan oleh Shigella.1 KESIMPULAN Disentri merupaka peradangan pada usus besar yang ditandai dengan sakit perutdan buang air besar encer yang bercampur lendir dan darah. alkalis. asam.Manifestasi klinis disentri basiler berupa diare berlendir.mencegah atau memperbaiki dehidrasi dan pada kasus yang berat diberikan antibiotika Disentri amuba Asimtomatik atau carrier : Iodoquinol (diidohydroxiquin) 650 mg tiga kali perhari selama 20 hari.2 SARAN . menggunakan 3 obat : Metonidazol 750 mg tiga kali sehari selama 5-10 hari. menggunakan 3 obat : Metronidazol 750 mgtiga kali sehari selama 5-10 hari.BAB III PENUTUP 3.sp. Amebiasis ektraintestinal. Amebiasis intestinal berat. Disentri basiler Prinsip dalam melakukan tindakan pengobatan adalah istirahat. Dan disentri amuba yang disebabkan olehEntamoeba hystolitica . Tinja dibuang secara saniter dan teratur lembab. kloroquin fosfat 1 gram per hari selama 2 hari dilanjutkan 500 mg/hari selama 4 minggu. dan emetin 1 mg/kgBB/hari/IM selama 10 hari. Etiologi dari disentri ada 2. melindungi sumber air agar tetap bersih dan terhindar dari kontaminasi tinja. Pencegahan penyakit disentri dapat dengan melakukan program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dari yang paling penting yaitu mencuci tangan.Amebiasis intestinal ringan atau sedang : tetrasiklin 500 mg empat kali selama 5 hari. tetrasiklin 500 mg empat kali selama5 hari. tinja kecil-kecildan banyak. darah dan tenesmus serta bila tinja berbentuk dilapisi lendir.karena bakteri dapat hidup di daerah yang lembab.

Davis K. D i a k s e s d a r i http://www. - Buku Ajar Penyakit Dalam.emedicine.htm. DAFTAR PUSTAKA - Anonim.cbn.. Jangan Anggap Remeh Disentri. H. Sya’roni A.wikipedia. Fakultaskedokteran UI : Jakarta.Hembing.net. 1991.com/ med/topic2112. Buku EGC Kedokteran : Jakarta . Dasar Patologis Penyakit. Diakses dari http://portal. 2007. 2006.org/wiki/Disentri_Amuba.. Diakses dari http://id. - Shigellosis. 2008. Robbins dan Cotrans. Dan untuk pemerintah hendaknya senantiasa tetap memberikan pemahan tentang pola hidup sehat dan bersih kepada setiap warga Negara agar mereka terhindar dari berbagai penyakit serta perlunya pengawasan makanan dari pemerintah.Penulis mengharapkan bagi setiap orang untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat baik dari hal yang kecil seperti rajin mencuci tangan sampai hal yang besar. - Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi III . 2002. Disentri.FKUI:Jakarta.id/cbprtl/cybermed. 2006. Hoesadha Y. Simanjuntak C.