You are on page 1of 28

Separable Differential Equation

Definisi
Banyak Persamaan Diferensial (PD) orde 1 disederhanakan dalam bentuk:

g ( y ) y ' = f ( x)
Sering dituliskan dalam bentuk lain yang lebih dikenal:

g ( y )dy = f ( x)dx
Disebut separable karena variabel x dan y dipisahkan sehingga x muncul di ruas kanan sedang y muncul di sebelah kiri.

Pengintegralan kedua sisi menghasilkan:

∫ g ( y)dy = ∫ f ( x)dx + c
Contoh 1
Selesaikan PD berikut:

9 yy '+4 x = 0
Penyelesaian:
Dengan cara pemisahan variabel:

9 ydy = −4 xdx

Pengintegralan kedua sisi menghasilkan jawaban umum: 2 2 9 2 2 ~ y = −2 x + c 2 atau x y + =c 9 4 ~ c   c =  18   Jawaban menunjukkan sebuah famili dari ellips. .

Contoh 2 Selesaikan PD berikut: y' = 1 + y Penyelesaian: 2 Dengan cara pemisahan variabel dan pengintegralan: dy = dx 2 1+ y arctan y = x + c y = tan( x + c) .

Contoh 3 Selesaikan PD berikut: y ' = −2 xy Penyelesaian: Dengan cara pemisahan variabel dan integral: dy = −2 xdx y ~ ln y = − x + c 2 .

.y =e ~ c ~ − x2 +c Karena ea+b = eaeb dan dengan seting: e = c untuk y > 0 dan e = −c untuk y < 0 ~ c y = ce − x2 Jawaban merupakan keluarga fungsi “bell-shaped curves”.

. misalnya pada kondisi titik x0 solusi y(x) dinyatakan oleh y0: y ( x0 ) = y0 Persamaan Diferensial orde-1 bersama dengan syarat awal ini disebut initial value problem. kita harus menemukan solusi khusus dari persamaan yang memenuhi syarat awal yang diberikan. Untuk menyelesaikan problem seperti ini.Initial Value Problem Pada kebanyakan aplikasi di bidang rekayasa. kita tidak tertarik pada solusi umum dari persamaan diferensial tetapi pada solusi khusus y(x) yang memenuhi kondisi awal (initial condition).

Contoh 4 Selesaikan initial value problem berikut: ( x + 1) y '+ y + 1 = 0. Penyelesian PD dengan cara pemisahan variabel: dy dx =− 2 2 1+ y 1+ x Dengan integrasi kita dapatkan: arctan y = − arctan x + c arctan y + arctan x = c . 2 2 y ( 0) = 1 Penyelesaian: Langkah 1.

Kedua ruas diambil tan-nya: tan (arctan y + arctan x ) = tan c Formula untuk tan: tan a + tan b tan (a + b ) = 1 − tan a tan b Ambil: a = arctan y dan b = arctan x y+x tan (arctan y + arctan x ) = 1 − xy .

kita dapatkan 1 = tan c. Setting x = 0 dan y = 1. Penggunaan initial condition.y+x = tan c 1 − xy Langkah 2. y+x =1 1 − xy 1− x y= 1+ x . Kita tentukan c dari initial condition.

Pada saat t = 0 bola tersebut ditempatkan ke dalam air yang dipertahankan pada suhu 300C. Carilah waktu dimana suhu bola berkurang pada 310C. Contoh 1 (Newton’s law of cooling) Sebuah bola tembaga dipanaskan sampai suhu 1000C. . Informasi fisis: Eksperimen menunjukkan bahwa waktu laju perubahan suhu bola sebanding terhadap perbedaan antara T dan suhu medium sekeliling. Pada akhir 3 menit. suhu bola berkurang ke 700C.Modeling: Separable Equation Modeling berarti penyusunan model matematika dari problem fisis atau sistem. Eksperimen juga menunjukkan bahwa panas mengalir cepat dalam tembaga sedemikian hingga pada setiap saat suhu sama di semua titik dalam bola.

Modeling. Solusi umum di atas diperoleh dengan pemisahan variabel: T (t ) = ce + 30 kt . Solusi Umum.Penyelesaian: Langkah 1. Untuk sistem kita. formulasi matematika untuk hukum pendinginan dari Newton: dT = −k (T − 30) dt di mana kita gunakan konstanta kesebandingan k sehingga k>0. Langkah 2.

Solusi khusus untuk kondisi ini: T (t ) = 70e − kt + 30 Langkah 4. Initial condition adalah T(0)=100. T (3) = 70e −3 k + 30 = 70 1 7 k = ln = 0.1865 3 4 . Gunakan informasi lebih lanjut. T(3)=70. Konstanta k dapat dicari dari informasi yang diberikan. Gunakan initial condition.Langkah 3.

Dengan menggunakan nilai k ini.1865t + 30 Untuk T=310C akan dicapai pada saat: 70e −0. . kita dapatkan temperatur T(t) dari bola adalah: T (t ) = 70e −0.1865t = 1 atau 0.78 0.1865t = ln 70 ln 70 t= = 22.1865 Akan dicapai setelah kira-kira 23 menit.

Pada dasar tanki terdapat lubang dengan diameter 1 cm dan terbuka suatu saat dan air mulai mengalir akibat pengaruh gravitasi. Hitunglah waktu dimana air dalam tanki menjadi ½ .5 m berdiri dengan diameter dasar berupa lingkaran dengan diameter 1 m pada awalnya berisi air. Carilah tinggi h(t) dari air dalam tanki untuk sembarang waktu t.Contoh 2 (Aliran air melalui orifice/Torricelli’s law) Sebuah tanki silindris dengan tinggi 1. ¼ penuh dan saat kosong. .

502π cm2 merupakan luas penampang outlet dan v adalah kecepatan air keluar. formulasi model matematika persamaan diferensial dari problem fisisnya.Penyelesaian: Langkah 1. Hukum Torricelli menyatakan kecepatan air melalui orifice dinyatakan: v = 0. Untuk sistem kita. Modeling.600 2 gh . Volume air yang mengalir keluar untuk interval waktu yang singkat ∆t: ∆V = Av∆t dimana A=0.

o Tanda minus karena volume air dalam tanki menurun . ∆V = − B∆h * o B adalah luas penampang tanki dan ∆h adalah penurunan tinggi h(t) dari air.o g = 980 cm/s2 adalah percepatan gravitasi o h tinggi sesaat air dari orifice o √2gh adalah kecepatan air dalam tanki turun setinggi h dan hambatan sangat kecil sehingga diabaikan o Faktor 0.600 digunakan cross section (penampang) aliran sedikit lebih kecil dari orifice. ∆V harus sama dengan perubahan ∆V* volume air dalam tanki.

600 A 2 gh ∆t = − B∆h 0. kita peroleh persamaan 0.600 A 2 gh ∆h =− ∆t B o Dengan mengambil ∆t diferensial: 0.∆V = ∆V * Av∆t = 0.600 A 2 g dh =− dt B h .

.3 cm1/2/s.00266h dt o Initial condition: h(0) = 150 cm dimana t = 0 adalah saat lubang dibuka.o Dimana A = 0.502π cm2. luas penampang tanki B = 50. dan √2g = √2. dh 1/ 2 = −0.980 = 44.02π cm2.

Langkah 2.00266t + c 2h 1/ 2 o Pembagian dan pengambilan akar kuadrat: ~ c =c 2 .00266dt ~ = −0. Solusi umum. Kita selesaikan persamaan diferensial menggunakan metode pemisahan variabel kemudian pengintegralan. −1/ 2 h dh = −0. solusi khusus.

00133t = h 12.25 − 0.25 − 0.25 − h t= 0.00133t ) 2 Langkah 3. kita nyatakan t dalam h. Untuk menjawab pertanyaan tersisa.00133 .h(t ) = (c − 0.00133t ) 2 o Dengan initial condition. 12. h(0) = c2 =150. jawaban khusus: h(t ) = (12.

.0 min 0.8 min dan kosong setelah t = 154 min.00133 o Tanki dalam keadaan ¼ dari kondisi penuh terjadi setelah t = 76.0 3 t= = 2.25 − 75.o Tanki dalam keadaan ½ dari kondisi penuh: 12.70 ⋅10 s = 45.

Menjadikan Bentuk Separable Persamaan diferensial orde -1 yang bukan berbentuk separable dapat dijadikan menjadi bentuk separable dengan mengubah variabel.  y y' = g   x dimana g adalah sembarang fungsi dari y/x. dll. sebagai contoh (y/x)3. Bentuk ekspresi baru:  y  =u x dengan catatan bahwa y dan u adalah fungsi x. sin(y/x). .

Dengan pendiferensialan: y' = u + u' x Dengan memasukkan ke persamaan awal dan mengingat bahwa g(y/x) = g(u): u + u ' x = g (u ) Sekarang kita bisa memisahkan variabel u dan x: du dx = g (u ) − u x .

y' = u + u' x 2u (u + u ' x) − u + 1 = 0 atau 2 xuu'+u + 1 = 0 2 2 .Contoh 1 Selesaikan PD berikut: 2 xyy'− y + x = 0 2 2 Penyelesaian: Pembagian dengan x2: y  y 2 y '−  + 1 = 0 x x 2 Jika u = y/x maka.

Dengan pemisahan variabel: 2udu dx =− 2 1+ u x Dengan integrasi: ln(1 + u ) = − ln x + c * 2 c 1+ u = x 2 2 2 Penggantian u dengan y/x: x + y = cx 2 2 c c  2 x−  + y = 2 4  .

y( π ) = 0 x y Penyelesaian: Kita set: y u= x y = xu 2 y ' = xu '+u 2 2 x cos x xu '+u = u + u .Contoh 2 (Initial value problem) Selesaikan IVB berikut: 3 2 y 2 x cos x y' = + .

Operasi aljabar dan pengintegralan menghasilkan: uu ' = 2 x cos x Karena u = y/x: 2 1 2 2 u = sin x + c 2 y = ux = x 2 sin x + 2c 2 Karena sinπ = 0. initial condition menghasilkan c = 0: y = x 2 sin x 2 .