I.

Penyajian Data
Data yang dikumpulkan utnuk laporan atau akan dianalisis lebih lanjut perlu diatur, disusun, disajikan dengan jelas dan baik, yaitu biasanya disajikan dalam bentuk tabel/daftar, diagram/grafik. Disamping lebih menarik, penyajian data dengan tabel/diagram juga memudahkan orang untuk membaca data itu atau lebih dimengerti oleh pembaca atau orang yang membuat keputusan berdasarkan sajian data tersebut. Misalkan Seorang tamu di suatu kantor BPS (Biro Pusat Statistik) lebih mudah memahami data yang ada di kantor tersebut jika data disajikan dalam bentuk tabel/grafik daripada membaca data yang ada dalam buku laporan yang penuh dengan gambar. Sebaliknya seseorang akan melihat informasi dalam suatu pameran pembangunan orang akan lebih tertarik dan cepat menangkap informasi melalui diagram piktogram daripada diagram baris dan kolom yang penuh dengan angka-angka. Adapun macam-macam penyajian data dengan tabel dan diagram/grafik yang dikenal antara lain: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Diagram batang Diagram lingkaran Diagram lambang/piktogram Diagram garis Diagram peta atau kartogram Diagram pencar atau plot titik.

Macam - Macam Diagram
1. Diagram Garis Penyajian data statistik dengan menggunakan diagram berbentuk garis lurus disebut diagram garis lurus atau diagram garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data statistik yang diperoleh berdasarkan pengamatan dari waktu ke waktu secara berurutan. Sumbu X menunjukkan waktu-waktu pengamatan, sedangkan sumbu Y menunjukkan nilai data pengamatan untuk suatu waktu tertentu. Kumpulan waktu dan pengamatan membentuk titik-titik pada bidang XY, selanjutnya kolom dari tiap dua titik yang berdekatan tadi dihubungkan dengan garis lurus sehingga akan diperoleh diagram garis atau grafik garis. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal berikut.

2. Diagram Lingkaran Diagram lingkaran adalah penyajian data statistik dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagian bagian atau persen dari keseluruhan. Untuk membuat diagram lingkaran, terlebih dahulu ditentukan besarnya persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besarnya sudut pusat sektor lingkaran. Contoh soal Ranah privat (pengaduan) dari koran Solo Pos pada tanggal 22 Februari 2008 ditunjukkan seperti tabel berikut.

6° 6. terlebih dahulu ditentukan besarnya sudut dalam lingkaran dari data tersebut. Pekat/penipuan/preman = 7/100 x 360° = 25. Revitalisasi/budaya Jawa = 20/100 x 360° = 72° 7.2° 9. Parkir = 3/100 x 360° = 10.2° 12.Nyatakan data di atas dalam bentuk diagram lingkaran. Masalah lingkungan/kebersihan = 6/100 x 360° = 21. PKL/Bangunan liar = 2/100 x 360° = 7. Persis/olahraga = 10/100 x 360° = 36° 10. Perbaikan/pembangunan/gangguan jalan = 9/100 x 360° = 32. Lain-lain = 17/100 x 360° = 61. PLN dan PDAM = 2/100 x 360° = 7. Tayangan TV/radio/koran = 3/100 x 360° = 10. Lalu lintas/penertiban jalan = 6/100 x 360° = 21.8° 8. 1.8° 14. Penyelesaian Sebelum data pada tabel di atas disajikan dengan diagram lingkaran.2° 11. Kesehatan/PKMS/Askeskin = 3/100 x 360° = 10. . CPNS/Honda/GTT = 5/100 x 360° = 18° 2.8° 5.2° 13. Provider HP = 7/100 x 360° = 25.4° 3.6° 4.2° Diagram lingkarannya adalah sebagai berikut.

Nyatakan data di atas dalam bentuk diagram batang. . Contoh soal Jumlah lulusan SMA X di suatu daerah dari tahun 2001 sampai tahun 2004 adalah sebagai berikut. Penyelesaian Data tersebut dapat disajikan dengan diagram batang sebagai berikut.3. Perhatikan contoh berikut ini. Diagram Batang Diagram batang umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang menunjukkan keterangan-keterangan dengan batang-batang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terpisah.

a. Dalam contoh sebelumnya memuat enam interval ini. 65 – 67 → Interval kelas pertama 68 – 70 → Interval kelas kedua 71 – 73 → Interval kelas ketiga 74 – 76 → Interval kelas keempat 77 – 79 → Interval kelas kelima 80 – 82 → Interval kelas keenam . Interval Kelas Tiap-tiap kelompok disebut interval kelas atau sering disebut interval atau kelas saja.Penyajian Data dalam Bentuk Tabel Distribusi Frekuensi Perhatikan contoh data hasil nilai pengerjaan tugas Matematika dari 40 siswa kelas XI berikut ini. dapat dibuat tabel distribusi frekuensi sbb: Istilah-istilah yang banyak digunakan dalam pembahasan distribusi frekuensi bergolong atau distribusi frekuensi berkelompok antara lain sebagai berikut. 66 75 74 72 79 78 75 75 79 71 75 76 74 73 71 72 74 74 71 70 74 77 73 73 70 74 72 72 80 70 73 67 72 72 75 74 74 68 69 80 dari data diatas.

Lebar kelas Untuk mencari lebar kelas dapat dipakai rumus: Lebar kelas = tepi atas – tepi bawah Jadi. Tepi bawah = batas bawah – 0. c. Distribusi Frekuensi Kumulatif Daftar distribusi kumulatif ada dua macam. lebar kelas dari tabel diatas adalah 67. perhatikan contoh data berikut ini.5 Tepi atas = batas atas + 0. sedangkan angka 67. angka 65. 73. 76. Batas Kelas Berdasarkan tabel distribusi frekuensi di atas. 70. d. 79. Tepi Kelas (Batas Nyata Kelas) Untuk mencari tepi kelas dapat dipakai rumus berikut ini.5 – 64. yaitu sebagai berikut.5 dan tepi atasnya 70. Daftar distribusi kumulatif lebih dari (menggunakan tepi bawah). dan 82 merupakan batas atas dari tiap-tiap kelas.5 dan tepi atasnya 67. b. 68. dan 80 merupakan batas bawah dari tiap-tiap kelas. e.5 = 3. 74.5 Dari tabel di atas maka tepi bawah kelas pertama 64. tepi bawah kelas kedua 67. 71. Daftar distribusi kumulatif kurang dari (menggunakan tepi atas). .b. Untuk lebih jelasnya.5.5 dan seterusnya. Dari tabel di atas dapat dibuat daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari seperti berikut. Titik Tengah Untuk mencari titik tengah dapat dipakai rumus: Titik tengah = 1/2 (batas atas + batas bawah) Dari tabel di atas: titik tengah kelas pertama = 1/2(67 + 65) = 66 titik tengah kedua = 1/2(70 + 68) = 69 dan seterusnya. a. 77.

Jika pada diagram batang. gambar batang-batangnya terpisah maka pada histogram gambar batang-batangnya berimpit. Untuk lebih jelasnya.4. Berdasarkan contoh di atas dapat dibuat poligon frekuensinya seperti gambar berikut ini. 5. maka akan diperoleh poligon frekuensi. Histogram Dari suatu data yang diperoleh dapat disusun dalam tabel distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk diagram yang disebut histogram. perhatikan contoh berikut ini. Poligon Frekuensi Apabila pada titik-titik tengah dari histogram dihubungkan dengan garis dan batangbatangnya dihapus. . Data banyaknya siswa kelas XI IPA yang tidak masuk sekolah dalam 8 hari berurutan sebagai berikut. Histogram dapat disajikan dari distribusi frekuensi tunggal maupun distribusi frekuensi bergolong.

.contoh soal: Hasil pengukuran berat badan terhadap 100 siswa SMP X digambarkan dalam distribusi bergolong seperti di bawah ini. Sajikan data tersebut dalam histogram dan poligon frekuensi. Penyelesaian Histogram dan poligon frekuensi dari tabel di atas dapat ditunjukkan sebagai berikut.

Poligon Frekuensi Kumulatif Dari distribusi frekuensi kumulatif dapat dibuat grafik garis yang disebut poligon frekuensi kumulatif. Untuk lebih jelasnya. maka terbentuk kurva yang disebut ogive.6. Apabila titik-titik yang diperlukan dihubungkan. Ogive naik dan ogive turun Daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari dapat disajikan dalam bidang Cartesius. b. diperoleh kurva yang disebut kurva ogive.5. perhatikan contoh soal berikut ini. Buatlah daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari. Ogive naik dan ogive turun data di atas adalah sebagai berikut. 70. …. 82.5) diletakkan pada sumbu X sedangkan frekuensi kumulatif kurang dari atau frekuensi kumulatif lebih dari diletakkan pada sumbu Y. …. Gambarlah ogive naik dan ogive turun. . a. Hasil tes ulangan Matematika terhadap 40 siswa kelas XI IPA digambarkan dalam tabel di samping. b.5. Ada dua macam ogive. 67. Tepi atas (67. Jika poligon frekuensi kumulatif dihaluskan.5. yaitu ogive naik dan ogive turun. Sedangkan ogive turun apabila berdasarkan distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.5.5) atau tepi bawah (64. 79. Ogive naik apabila grafik disusun berdasarkan distribusi frekuensi kumulatif kurang dari.

.

 Pengambilan acak berdasar area (Cluster sampling) Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan areanya. dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya. Sedangkan. Tidak acak (Non-random sampling) Merupakan cara pengambilan sampel secara tidak acak dimana masing-masing anggota tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih anggota sampel. dan kemampuan menghitung standard error. kekurangannya adalah tidak bisa digunakan pada penelitian yang heterogen karena tidak mampunya menangkap keragaman populasi heterogen.  Pengambilan acak secara sistematis (Systematic random sampling) Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval tertentu secara berurutan. setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Kelebihan dari pemngembilan acak sederhana ini adalah mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel. Misalnya. B. . Kelebihan dari pengambilan acak berdasar area ini adalah lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel.kekurangannya adalah tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat. maka kemungkinan terpilihnya 1/5. Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5. jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak. kekurangannya adalah harus memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi penelitian.  Pengambilan acak sederhana (Simpel random sampling) Merupakan sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian atau tabel angka random. Tidak ada intervensi tertentu dari peneliti. Kelebihan dari pengambilan acak secara sistematis ini adalah lebih praktis dan hemat dibanding dengan pengambilan acak sedderhana.Macam Sampel (statistika) A. Sedangkan.  Pengambilan acak berdasar lapisan (Stratified random sampling) Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masingmasing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama. Setiap area memiliki jatah terambil yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar lapisan ini adalah lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel. Pengambilan acak secara sederhana ini dapat menggunakan prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa pengembalian. Acak (Random sampling) Artinya. Sedangkan. Selain itu. Tabel angka random merupakan tabel yang dibuat dalam komputer berisi angka-angka yang terdiri dari kolom dan baris. Sedangkan. kekurangannya adalah memerlukan waktu yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu. dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas.Masing-masing jenis dari pengambilan acak (probability sampling) ini memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang besar antar masing-masing strata. Ada intervensi tertentu dari peneliti dan biasa peneliti menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penelitiannya.

Sedangkan. reporter televisi mewawancarai warga yang kebetulan sedang lewat. Pengambilan sesaat (Accidental/haphazard sampling) Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan tiba-tiba berdasarkan siapa yang ditemui oleh peneliti. perhatikan contoh soal berikut. Grafik garis atau diagram garis dipakai untuk menggambarkan data berkala. selanjutnya kolom dari tiap dua titik yang berdekatan tadi dihubungkan dengan garis lurus sehingga akan diperoleh diagram garis atau grafik garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data statistik yang diperoleh berdasarkan pengamatan dari waktu ke waktu secara berurutan. Sedangkan. Kelebihan dari pengambilan beruntun ini adalah bisa mendapatkan responden yang kredibel di bidangnya. Kelebihan dari pengambilan sesaat ini adalah kepraktisan dalam pemillihan anggota sampel. kekurangannya adalah belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada. kekurangannya adalah belum tentu responden memiliki karakteristik yang dicari oleh peneliti. Hal ini dilakukan secara terusmenerus sampai dengan terpenuhinya jumlah anggota sampel yang diingini oleh peneliti.  Pengambilan menurut tujuan (Purposive sampling) Merupakan pemilihan anggota sampel yang didasarkan atas tujuan dan pertimbangan tertentu dari peneliti. kekurangannya adalah memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada. Kemudian. belum tentu mewakili seluruh anggota populasi. Sedangkan. Kumpulan waktu dan pengamatan membentuk titik-titik pada bidang XY.  Pengambilan menurut jumlah (Quota sampling) Merupakan pengambilan anggota sampel berdasarkan jumlah yang diinginkan oleh peneliti. Macam-Macam Grafik  Grafik Garis (line chart) Penyajian data statistik dengan menggunakan diagram berbentuk garis lurus disebut diagram garis lurus atau diagram garis. sedangkan sumbu Y menunjukkan nilai data pengamatan untuk suatu waktu tertentu. Sedangkan. Kelebihan dari pengambilan menurut tujuan ini adalah tujuan dari peneliti dapat terpenuhi.  Pengambilan beruntun (Snow-ball sampling) Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan sistem jaringan responden. Kelebihan dari pengambilan menurut jumlah ini adalah praktis karena jumlah sudah ditentukan dari awal. Misalnya. responden tersebut akan menunjukkan responden lain dan responden lain tersebut akan menunjukkan responden berikutnya. Grafik garis dapat berupa grafik garis tunggal maupun grafik garis berganda. . kekurangannya adalah bias. Sumbu X menunjukkan waktu-waktu pengamatan. Untuk lebih jelasnya. Mulai dari mewawancarai satu responden.

Perhatikan contoh berikut ini. terlebih dahulu ditentukan besarnya persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besarnya sudut pusat sektor lingkaran. Grafik batang pada dasarnya sama fugsinya dengan grafik garis yaitu untuk menggambarkan data berkala. Grafik batang juga terdiri dari grafik batang tunggal dan grafik batang ganda. Grafik Lingkaran (pie chart) Grafik lingkaran adalah penyajian data statistik dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagian bagian atau persen dari keseluruhan. Untuk membuat diagram lingkaran. Diagram batang menunjukkan keterangan-keterangan dengan batangbatang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terpisah.  Grafik Batang (bar chart) Grafik batang umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. dimana data tersebut dapat dijadikan bentuk prosentase. Grafik lingkaran lebih cocok untuk menyajikan data cross section. .

Histogram dapat disajikan dari distribusi frekuensi tunggal maupun distribusi frekuensi bergolong. .  Histogram Dari suatu data yang diperoleh dapat disusun dalam tabel distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk diagram yang disebut histogram. Grafik Gambar (pictogram) Grafik ini berupa gambar atau lambang untuk menunjukkan jumlah benda yang dilambangkan. Jika pada diagram batang.  Grafik Berupa Peta (Cartogram). Cartogram adalah grafik yang banyak digunakan oleh BMG untuk menunjukkan peramalan cuaca dibeberapa daerah. gambar batang-batangnya terpisah maka pada histogram gambar batang-batangnya berimpit.

5. maka akan diperoleh poligon frekuensi. yaitu ogive naik dan ogive turun.5. 82. Poligon Frekuensi Apabila pada titik-titik tengah dari histogram dihubungkan dengan garis dan batangbatangnya dihapus. ….5) atau tepi bawah (64. 79. Tepi atas (67.5) diletakkan pada sumbu X sedangkan frekuensi kumulatif kurang dari atau frekuensi kumulatif lebih dari diletakkan pada sumbu Y. Ada dua macam ogive.5.  Ogive naik dan ogive turun Daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari dapat disajikan dalam bidang Cartesius. Apabila titik-titik yang diperlukan dihubungkan.5. 67. …. Ogive naik apabila grafik disusun berdasarkan . 70. maka terbentuk kurva yang disebut ogive.

Tabel ikhtisar memiliki fungsi untuk memberikan gambaran yang sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil penelitian/observasi.2 Bandung 29. Contoh: Tabel-tabel dalam laporan referensi b.5 4.distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. Tabel Referensi (Referensi Table) Tabel referensi berfungsi sebagai gudang keterangan karena memberikan keterangan-keterangan yang terperinci (umum) dan disusun khusus untuk kepentingan referensi sehingga disebut juga tabel umum(general table). Dalam laporan-laporan.5 1962 Kematian 12. Kabupaten Kelahiran 30.0 15.9 1961 Kematian 12. sederhana dan mudah dimengerti. Tabel Referensi dan Tabel Ikhtisar Tabel Statistik ada 2 macam a. Contoh: Tabel 6.3 Kelahiran 21.9 9. Sedangkan ogive turun apabila berdasarkan distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.1 . umumnya berbentuk singkat. Tabel ikhtisar seringkali diperoleh dari tabel referensi atau didasarkan pada tabel ikhtisar lainnya.8 Kuningan 11. TABEL STATISTIK 1. tabel referensi pada umumnya diletakkan dalam halaman tambahan (appendix/lampiran).2 Bogor 5. Jumlah kelahiran dan kematian per 1000 penduduk di 15 kabupaten di Jawa. 1961 – 1962.9 23.0 14. Tabel Ikhtisar (Summary Table) Tabel ikhtisar disebut juga tabel naskah (text table).

1 Laki-laki 1.529 15.967.5 1.050 Kepulauan lain 3.439.586 7.248 Kalimantan 3.3 7.403 DI Yogyakarta 10.020 22.797 Sulawesi 3.0 - - Sumber: Departemen Kesehatan.956. Rasio/perbandingan dianggap perlu.796.149.448 Jawa Timur 30. lebih mudah dimengerti jika menggunakan Rasio.480.740 17.536 7.533 Persen (%) 3.489.714 Jawa Tengah 1.823.035.905 62.101.6 Malang 11.539.9 11. Tabel 7 à Kedudukan yang menonjol digambarkan dengan cara memberikan pos-pos keterangan dalam huruf besar/huruf tebal.407.566.572 21.0 8. Untuk memberikan suatu kesan tentang adanya tekanan terhadap pentingnya angka tertentu dalam tabel: Tabel 6 à Kelahiran lebih diberi tekanan daripada kematian Tahun 1961 diberi kedudukan lebih menonjol daripada tahun 1962.074 2.0 .241.3 2.092.657.475 4.906.227 4.3 3.762 Jumlah 2. jika angka-angka absolute yang diperbandingkan berjumlah cukup besar.477 2.066. Propinsi dan Pulau Jakarta Raya 8.552 7.834 Sumatera 2.942.993.151 Jawa dan Madura 7.191.801.349 7.757 18.614.555 18. Tabel 7. Republik Indonesia (1962) Untuk melihat perbandingan.079. Penduduk Indonesia yang diklasifikasikan atas daerah dan kelamin.2 32.602.220.471 19.589. persentase atau perhitungan lainnya à lihat Tabel 7.771 Wanita 1. 1962.739.25.425.815 Jawa Barat 8.105.363 15.056 64.3 9.

Pasca Sarjana Jumlah Sumber : Data Buatan  Tabel tiga arah atau tiga komponen adalah tabel yang menunjukkan tiga kategori atau tiga karakteristik.018.574 2. 3950 65 4015 10 260 5 535 10 1330 WNI 1850 WNA 40 Jumlah 1890 . Tabel berikut ini adalah contoh tabel satu arah.658 Sumber : BAKN.839.749 97.179.948. Ada tiga jenis tabel yaitu :  Tabel satu arah atau satu komponen adalah tabel yang hanya terdiri atas satu kategori atau karakteristik data. Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Menurut Golongan Tahun 1990 Golongan I II III IV Jumlah  Banyaknya (orang) 703. 1986 Tabel dua arah atau dua komponen adalah tabel yang menunjukkan dua kategori atau dua karakteristik. Ekonomi 1320 Fak. dlm Statistik Indonesia.080 Indonesia 49.829 100. Jumlah Mahasiswa UPH menurut Fakultas dan Kewarganegaraan 1995 Fakultas Fak. Tabel Menurut Karakteristik Data Tabel atau daftar merupakan kumpulan angka yang disusun menurut kategori atau karakteristik data sehingga memudahkan untuk analisis data. Contoh tabel berikut ini. Teknologi Industri 530 Fak.827 1. Tabel berikut ini adalah contoh tabel dua arah.337 17.47.917. Jumlah Pegawai Menurut Golongan. Seni Rupa & Design 250 Fak.920 309.0 Sumber: Statistical Pocketbook of Indonesia (1963) 2.

wikipedia.org/wiki/Statistika .050 > 35 500 520 2750 250 4020 Pendidikan Bukan Sarjana 900 970 1850 0 3720 Sajana 0 0 2100 250 2350 Sumber : Data Buatan Referensi: http://www.id/ http://id.wikipedia.co.google.com/statistika-diagram-batang-diagram-garis-mean-median-modus-matematika/ http://id.org/wiki/Sampel_%28statistika%29 http://matematika-ipa.Umur dan Pendidikan pada Departeman A Tahun 2000 Umur (tahun) Golongan I II III IV Jumlah 25 – 35 400 450 1200 0 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful