BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Jantung Koroner 1. Pengertian Penyakit Jantung Koroner Penyakit jantung koroner dalam suatu keadaan akibat terjadinya penyempitan, penyumbatan atau kelainan pembuluh nadi koroner. Penyakit jantung koroner diakibatkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner. Penyempitan atau penyumbutan ini dapat menghentikan aliran darah ke otot jantung yang sering ditandai dengan rasa nyeri (Yenrina, Krisnatuti, 1999). Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung akibat adanya kelainan pada pembuluh koroner yakni pembuluh nadi yang mengantarkan darahke aorta ke jaringan yang melindungi rongga-rongga jantung (Kartohoesodo, 1982). 2. Etiologi Penyakit Jantung Koroner Penyakit jantung koroner adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Penyakit jantung koroner adalah ketidak seimbangan antara demand dan supplay atau kebutuhan dan penyediaan oksigen otot jantung dimana terjadi kebutuhan yang meningkat atau penyediaan yang menurun, atau bahkan gabungan diantara keduanya itu, penyebabnya adalah berbagai faktor. Denyut jantung yang meningkat, kekuatan berkontraksi yang meninggi, tegangan ventrikel yang meningkat, merupakan beberapa faktor yang dapat meningkatkan kebutuhan dari otot-otot jantung. Sedangkan faktor yang mengganggu penyediaan oksigen antara lain, tekanan darah koroner meningkat, yang salah satunya disebabkan oleh artheroskerosis yang mempersempit saluran sehingga meningkatkan tekanan, kemudian gangguan pada otot regulasi jantung dan lain sebagainya.

tempat kolesterol di metabolisme dan di ekskresikan. Patofisiologi Penyakit jantung koroner terjadi bila ada timbunan (PLAK) yang mengandung lipoprotein. Penyempitan dan penyumbatan ini dapat menghentikan aliran darah ke otot jantung yang sering ditandai dengan rasa nyeri. HDL menurunkan resiko penyakit jantung ke hati. penyakit jantung koroner menunjukkan gejala gizi terjadi infark miokard atau bila terjadi iskemia miokard seperti angina pectori. Kolesterol serum dibawa oleh beberapa lipoprotein yang diklasifikasikan menurut densitasnya. sisa-sisa jaringan dan terbentuknya kalsium pada intima. Dalam kondisi lebih parah kemampuan jantung memompanya darah dapat hilang. Lipoprotein dalam urutan densitas yang meningkat adalah kilomikron. gagal jantung disritmia atau gangguan irama jantung dan mati mendadak (Margaton. 3. Penyebab Jantung Koroner Penyakit jantung yang diakibatkan oleh penyempitan pembuluh nadi koroner ini disebut penyakit jantung koroner. jaringan akan berkurang oksigen dan zat gizi sehingga menimbulkan infark. LDL (low Density Lipoprotein) dan HDL (High Density Lipoprotein) membawa hampir seluruh kolesterol dan merupakan yang paling aterojenik. 4.Manifestasi klinis dan penyakit jantung koroner ada berbagai macam. 1997). Agar lemak mudah . 1999). Salah satu penyakit jantung koroner adalah kebiasaan makanmakanan berlemak tinggi terutama lemak jenuh. Hal ini akan merusak system golongan irama jantung dan berakibat dengan kematian (Krisatuti dan Yenrina. Orang dewasa dapat diklasifikasikan sebagai beresiko penyakit jantung koroner berdasarkan jumlah total dan kadar kolesterol LDL-nya (Moore. VLDL (Very Low Density Lopoprotein). kolesterol. yaitu iskemia mycocard akut. Plak ini membuat intima menjadi kasar. atau permukana bagian dalam pembuluh darah. 1996).

Kondisi ini timbul secara tidak terduga dan hanya timbul jika jantung dipaksa bekerja keras. Kondisi ini menyebabkan kelenturan pembuluh nadi menjadi berkurang.masuk dalam peredarah darah dan diserap tubuh maka lemak harus diubah oleh enzim lipase menjadi gliserol. sedangkan pemeriksaan fisik kurang menunjukkan data yang akurat. 1998). Rasa nyeri muncul karena jantung kekurangan darah dan supplay oksigen. lalu menyebar keleher. berarti semakin meningkat pula kadar kolesterol dalam darah. Sebaliknya menjadi normal saat melakukan kerja fisik. 5. Penumpukan tersebut dapat menyebabkan (artherosklerosis) atau penebalan pada pembuluh nadi koroner (arteri koronoria). dagu dan tangan. gejala seperti ini hanya dirasakan oleh sepertiga penderita. Gejala ini lain menyertai jantung koroner akibat penyempitan pembuluh nadi jantung adalah rasa tercekik (angina pectoris). Pada usia lanjut gejala serangan jantung sering tidak disrtai keluhan apapun. Sebagian sisa lemak akan disimpan di hati dan metabolisme menjadi kolesterol pembentuk asam empedu yang berfungsi sebagai pencerna lemak. Rasa tersebut akan beberapa menit kemudian. Rasa nyeri terasa pada dada bagian tengah. sebagian hanya merasa tidak enak badan. Gejala penyakit jantung koroner pada umumnya tidak spesifik untuk didiagnosa angina pectoris (masa tercekik). Misal fisik dipaksa bekerja keras atau mengalami tekanan emosional. Gejala Jantung Koroner Penyakit jantung koroner sering ditandai dengan rasa tidak nyaman atau sesak di dada. serangan jantung koroner akan lebih mudah terjadi ketika pembuluh nadi mengalami penyumbatan ketika itu pula darah yang membawa oksigen ke jaringan dinding jantung pun terhenti (Sulistiyani. Pada keadaan tenang eletro diagram pada orang yang menghidap angina pectoris akan terlihat normal pada keadaan istirahat. Riwayat angina pectoris tidak stabil . Biasanya diperoleh riwayat penyakit orang bersangkutan.

siastolik > 150 mmHg) c. takut dan merasa sangat tidak sehat. Diabetes melitus d. B.lebih sulit dikendalikan karena terjadi secara tidak terduga kasus ini menjadi mudah terdeteksi jika disertai dengan nyeri sangat hebat di dada. Faktor risiko mempunyai risiko penyakit jantung koroner dalam dua kelompok. disertai dengan gejala mual. Stres kronik e. Kurang aktifitas fisik h. Peningkatan trigliserida plasma b. juga dalam perkembangan penyakit jantung koroner biasanya disertai kelainan kadar lemak dan trombosit darah penderita yang diikuti oleh kerusakan endoterium dinding pembuluh nadi (Krisnatuti dan Yenria. 1999). Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Faktor risiko diartikan sebagai karakteristik yang berkaitan dengan kejadian suatu penyakit di atas rata-rata. 1. Merokok (1 pak atau lebih dalam sehari) b. Pil KB f. Peningkatan kolesterol plasma (> 240 – 250 mg/dl) 2. yaitu faktor risiko primer dan sekunder. Berbeda dengan kasus infak miokardia pada kelainan jantung yang satu ini dapat diketahui melalui penyimpanan irama jantung saat pemeriksaan melalui elektro kardiografi dan dikatikan dengan peningkatan kadar enzim jantung dalam darah. Hipertensi (diastolik > 90 mmHg . Faktor risiko sekunder a. Keturunan . Obesitas c. Faktor risiko primer a. Vasektomi g.

Ada 2 jenis polisakarida tumbuh-tumbuhan. sebagian karbohidrat di dalam . bagaimana pengaturan gizi sangat berperan dalam menekan beberapa faktor primer maupun sekunder penyakit jantung koroner. gandum.Gula. 1999). Pati adalah bentuk simpanan karbohidrat berupa polimer glukosa yang dihubungkan dengan ikatan glikosidik. Penyakit jantung bersifat multifactorial (Krisnatih dan Yenrina.3. Kalori total. dan jagung serta umbi-umbian merupakan sumber pati utama di dunia. Daging. yaitu pati dan non pati. Lemak total. Faktor risiko penyakit jantung berkaitan dengan diit.Lemak hewani b. Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh. C. karena banyak didapat di alam dan harganya relatif murah. Karbohidrat merupakan sumber utama energi bagi penduduk di seluruh dunia. Produk yang dihasilkan terutama dalam bentuk gula sederhana yang mudah larut dalam air dan mudah diangkut ke seluruh sel-sel guna penyedia energi. Sedangkan risiko seperti genetik. Semua karbohidrat berasal dari tumbuh-tumbuhan. Korelasi negatif yaitu : Serat. Korelasi positif yaitu : Protein hewani. Hubungan kejadian dengan konsumsi makanan tertentu a. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori. umur dan jenis kalamin susah dikendalikan. Telur. Asupan Zat Gizi 1. seperti beras. Sebagian dari gula sederhana ini kemudian mengalami polimerisasi dan membentuk polisakarida. Protein nabati Risiko-risiko tersebut saling menguatkan. Karbohidrat Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam karena merupakan sumber energi utama bagi manusia dan hewan yang harganya relatif murah. orang yang memiliki tiga faktor risiko memiliki peluang terserang penyakit jantung enam kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang hanya memiliki satu faktor risiko. Polisakarida non pati merupakan komponen utama serat makanan. Kolesterol tinggi.

Protein sangat dibutuhkan tubuh sebagai zat pembangun. Lemak Lemak makanan terdiri dari beberapa asam lemak yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. dan sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringan lemak. Kuo dan Baised melaporkan bahwa penggantian tepung dengan gula pada pasien hiperlipidemi dapat meningkatkan trigliserida darah. sumber protein berasal dari sumber hewani maupun nabati. Banyak penyakit dipermaslahankan karena daging daging atau kaerna diit yang terlalu kaya akan protein.(Waspadji. Protein Protein adalah bagian dari semua sel hidup dalam merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air (Sunita Almatsir. Lemak jenuh cenderung . atherosklerosis dan tekanan darah tinggi (Sediaoetama. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa protein nabati dapat mencegah hiperlipidemia. Soesirah Sutardjo dalam bukunya pengaturan gizi untuk kesehatan jantung mengemukakan bahwa pada penderita kolesterol tinggi dimana protein diberikan campuran antara protein hewani dan nabati. Sebagian diubah menjadi lemak hati dan jaringan otot. kemudian diganti dengan protein kedelai sebagai sumber utama protein. tetapi karbohidrat komplek seperti zat tepung kruang aterogenik dibandingkan dengan bantuk karbohidrat lainnya (mono dan disakarida). kolesterol dan fosfolipid yang dapat menyebabkan terjadinya Penyakit Jantung Koroner.2003) 2. 2004). diataranya penyakit ini adalah nepritis.tubuh berada dalam siulasi darah sehingga glukosa untuk keperluan energi. Makanan yang terlalu tinggi karbohidrat sederhana berasosiasi dengan hiperlipidemia. Dengan demikian konsumsi protein dapat menurunkan absorbsi kolesterol 3. 1987). menunjukkan bahwa terjadi penurunan kolesterol darah sebanyak 20%.

Kolesterol Kolesterol merupakan komponen esensial membran struktural semua sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Samilar Rahayu. Asam lemak omega 3 dapat membersihkan plasma dari lipoprotein kilomikron dan kemungkinan juga dan VLDL (Very Low Density Lipoprotein). lemak susu. kolesterol yang terdapat dalam jumlah terlalu banyak di dalam darah dapat membentuk endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan penyempitan yang dinamakan atherosklerosis. santan. Trigliserida bersikulasi dalam darah bersama-sama dengan VDDL yang bersifat aterogenik. Sedangkan lemak tidak jenuh cenderung menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah ( Purwati. Hal ini akan mempengaruhi terbentuknya atherosclerosis yang merupakan perjalanan awal dari penyakit jantung koroner. mentega. minyak-minyak ikan. bagian utama lipida dan protein dalam VLDL. disamping itu trigliseida membantu trombosit arteri koroner. 2004). Pada lemak jenih dapat menaikkan kadar kolesteol dan trigliseida darah.2004) Trigliserida Jenis lemak dalam darah dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. mendorong jantung . Bila penyempitan terjadi pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan bila pada pembuluh darah otak penyakit serebrovaskuler. keju. Kolesterol dapat membayakan tubuh. 1998) Keterkaitan trigliserida dengan penyakit jantung koroner adalah peningkatan terhadap hipertrigliserida. Asam lemak omega-3 dihubungkan dengan pencegahan penyakit jantung koroner dengan artritis (Sunita Almatsir.menaikkan kadar kolesterol dan trigliserida darah. bahan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh adalah : lemak hewan. Di dalam makanan terdapat dua macam lemak yaitu lemak jenuh dan lemak tidak jenuh.(Almatsir . Asam lemak omega-3 diduga menurunkan produksi trigliserida di dalam hati.

Dimana sangan berbeda dengan kolesterol seperti kolesterol trigliserida yang merupakan komponen dari darah baik dating dari diit atau dihasilkan oleh tubuh. Sebagian besar lemak dimakan berbentuk trigliserida . menambah factor resiko pembentukan atherosclerosis Didalam tubuh sebagian lemak berupa trigliserida yang terbagi3 asam lemak yang tergabung menjadi molekul glycerol. Samiliar Rahayu.2004) Di dalam makanan terdapat dua macam lemak yaitu lemak jenuh dan lemak tidak jenuh. Lemak yang berasal dari buah-buahan sepert kelapa. Sedangkan lemak tidak jenuh cenderung menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah (Purwati. alpukat tidak mengandung kolesterol tetapi kadar trigliserida tinggi. nilai kolesterol total dan trigliserida yang dikutip oleh Sarwono Waspadji setelah dimodifikasi dengan data Framingham. Lemak jenuh menaikkan kadar kolesterol dan trigliserida darah. USA dapat dilihat pada tabel dibawah ini : TABEL 1 BATASAN TRIGLISERIDA Kategori (mgdl) Kadar Normal Kadar ambang Batas tinggi Tinggi Amat Tinggi Sumber : (NECP ) Mg/dl 150 151-199 200-499 >500 .koroner. Batasan menurut Asemann. juga hiperglidemia mempengaruhi peningkatan insulin dalam darah. Hal ini akan mempengaruhi terbentuknya atherosklerosis yang merupakan perjalanan awal dari penyakit jantung koroner. urian. makanan yang mengandung akan meningkatkan trigliserida dalam darah dan cenderung meningkatkan kadar kolesterol. 1998). Penelitian para ahli menegaskan bahwa peningkatan kadar trigliserida dalam darah merupakan salah satu factor resiko penyakit jantung koroner (Suharto. dan alpukat.

Dengan demikian lemak tak jenuh ganda tetap dipertahanan. sedangkan sumber karoten adalah sayuran berwarna hijau tua serta sayuran dan buah-buahan yang berwarna kuning jingga. Vitamin C Sumber vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran. Peran vitamin A dalam menurunkan faktor risiko dijumpai pada gugus hidroksinya. Faktor di atas memegang perananan penting dalam penurunan faktor risiko dalam pembentukan atherosklerosis oleh vitamin C (Waspadji. Seperti daun singkong. kacang panjang. susu dan mentega. 2003). mengakibatkan penurunan kadar vitamin C di dalam kelenjar tersebut. Sumber vitamin A adalah hati. dll. wortel. kuning telur. sedangkan karotein terutama di dalam pangan nabati. b. kangkung. Diduga vitamin C mempunyai keterkatian dengan hormone kartikosteroid yang mendorong kenaikan kadar kolesterol. Kinley dan Krause.4. Vitamin A terdapat di dalam pangan hewani. mangga. buncis. sehingga bila ada gangguan kekurangan vitamin C dalam tubuh akan mengakibatkan peningkatan kadar kolesterol di dalam darah. Vitamin A Vitamin A berfungsi dalam perlihatan normal pada cahaya remang. tomat. dalam percobaan menemukan pengurangan kadar kolesterol dalam darah pada pasien atherosklerosis bila diberikan vitamin A. berpengaruh dalam menurunkan kadar kolesterol darah. yang berfungsi dalam mencegah teroksidasinya lemak tak jenuh ganda. Demikian pula kadar kolesterol di dalam darah akan mengalami peningaktan. pepaya. Vitamin a. . bayam. jagung kuning. Fungsi vitamin C sebagai koenzim atau kofaktor. Definisi vitamin A merangsang gladula adenalin penghasil adrenalin dan hormone kartikosteroid. daun kacang.

Peningkatan kolesterol Faktor Resiko sekunder : .5.Stress . termasuk ikan kering merupakan sumber kalsium yang baik. Krisnatuti. Kerangka Teori Faktor risiko PJK Faktor Resiko primer : .Vitamin C .Keturunan . serealia.Calcium (Yenrina. 1999) .Lemak . kacang-kacangan dan hasil kacang-kacangan.Merokok . tahu dan tempe. seperti keju.Diabetes Mellitus . Calsium Sumber kalsium utama adalah susu dan hasil susu.Aktifitas fisik Asupan zat-zat gizi : .2003) D.Hipertensi . ikan dimakan dengan tulang.Karbohidrat .Vitamin A . dan sayuran hijau merupakan sumber kalsium yang baik juga.Obesitas .Protein . Menurut Yacowite dalam bukunya pengkajian status gizi studi epidemiologi mengemukakan pada penelitiannya mengatakan bahwa pemberian kalsium 2.66 mg/hari dapat menurunkan kolesterol serum (Waspadji.

Vitamin A .Protein . Kerangka Konsep Factor risikoPJK Asupan zat-zat gizi : .Vitamin C .Karbohidrat .Lemak .E.Calsium Trigliserida .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful