Pengertian Go Green

Ungkapan GO GREEN adalah sebuah gerakan perubahan gaya hidup yang bebas dari penggunaan bahan bakar fosil dan polutan lain yang merugikan lingkungan. Gerakan ini dianggap sebagai solusi ideal yang dapat kita lakukan saat ini. Gerakan Go Green melibatkan perubahan sederhana dalam kehidupan masyarakat dan berkembang menyesuaikan diri dari waktu ke waktu. Saat ini lambat laun, orang-orang mulai membuat perubahan yang lebih dan lebih, mereka telah melihat mereka benar-benar mengkonsumsi tenaga yang ramah lingkungan yang mengakibatkan limbah berkurang, dan bisa mendapatkan manfaat tambahan uang akibat menabung sebagai manfaat dari melakukannya perubahan tersebut. Karena biasanya tindakan Go Green juga merupakan kegiatan yang hemat namun efektif. Nah, langkah yang bisa kita ambil untuk GO GREEN? Banyak sekali, seperti : 1. Tidak membuang sampah sembarang tempat 2. Penggunaan air bersih seperlunya 3. Pemakaian detergen yang ramah lingkungan 4. Tidak buang air besar/kecil di sungai atau kali 5. Tanamlah minimal satu pohon untuk setiap orang 6. Gunakan kertas secara maksimal dengan cara memanfaatkan kedua sisinya 7. Hematlah pemakaian listrik seefisien mungkin 8. Penggunaan transportasi massal seperti busway sangat dianjurkan 9. Menggunakan transportasi yang bebas emisi gas seperti motor listrik dan sepeda 10. Jangan merokok, selain berguna untuk kesehatan juga mengurangi emisi gas di udara 11. Memilah sampah, daur ulang yang dapat dimanfaatkan kembali 12. Membuat botol penyiram otomatis, jadi tidak membiarkan air terbuang siasia. 13. Menggunakan air keluaran AC, sehingga bisa hemat. 14. Mandi yang hemat dengan ala koboi. 15. Menghemat air dan sabun saat cuci tangan. 16. Kampanye jalan kaki dan naik sepeda. 17. Menggunakan dua sisi kertas, jadi tidak langsung membuangnya. 18. Penggunaan ATM/online ketimbang pencairan pakai kertas kuitansi. 19. Penggunaan LCD lebih hemat dari CRT. 20. Melakukan pengomposan di rumah. 21. Olahraga di rumah ketimbang ke tempat fitness.

Sebagian besar .18 °C (1.33 ± 0. Membaca berita online untuk menghemat kertas Pemanasan global Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer.22. 24. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa.1 hingga 6. 23.0 hingga 11. masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim. laut. pemanasan dan kenaikan muka air lautdiperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. hilangnya gletser. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100. jika ada.74 ± 0. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut. Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa. Pengaturan penggunaan AC dan kipas angin. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1. dan punahnya berbagai jenis hewan. dan daratan Bumi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian.32 °F) selama seratus tahun terakhir.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenarioskenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. termasuk semua akademi sains nasional dari negaranegara G8. Daur ulang sampah. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik.4 °C (2. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0. "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Akan tetapi.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca. dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi. Permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya. termasuk cahaya tampak. semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer. bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari temperaturnya semula. akan mengakibatkan pemanasan global. jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi.pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2. karena tanpanya. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F). Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer. Penyebab pemanasan global [sunting] Efek rumah kaca Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca. karbon dioksida. akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air. [sunting] Efek umpan balik Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu . planet ini akan menjadi sangat dingin.

Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat. Sebaliknya bila dilihat dari atas. kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Bila dilihat dari bawah.kesetimbangan konsentrasi uap air. Selain itu. antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. sehingga meningkatkan efek pendinginan. sehingga akan meningkatkan efek pemanasan.[3] Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut. Apakah efek nettonya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detaildetail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. . es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.[3] Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Walaupun demikian. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara. hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah. awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri.[4] Ketika temperatur global meningkat. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair. es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan. Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat. menjadi suatu siklus yang berkelanjutan. daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful