Peran Fasilitas Kesehatan Layanan Pertama dan Layanan Rujukan dalam Jaminan Kesehatan#

Dody Firmanda Ketua Komite Medik RSUP Fatmawati, Jakarta.

Pendahuluan
Sistem Layanan Tingkat Pertama tidak terlepas (namun terintegrasi) dengan kebutuhan (needs) akan kesehatan masyarakatnya – terutama dalam hal preventif dan promotif serta rehabilitatif, layanan kuratif ada namun tidak menonjol (untuk kota besar dan ada fasilitas layanan tingkat lanjutan) – namun tidak demikian untuk kabupaten/kota yang fasilitas layanan tingkat lanjutan (rumah sakit) tidak ada/memadai atau bahkan layanannya tidak berbeda bermakna dengan layanan tingkat pertama. Tidak heran bila ada rumah sakit yang sarana dan tingkat kemampuan pelayanannya masih Kelas C – namun pengelola rumah sakit memaksakan menjadi Kelas B untuk demi klasifikasi pembayaran Jaminan Kesehatan (administration/managerial fraud). Bahkan tidak jarang Fasilitas Kesehatan tingkat layanan lanjutan (RS) kelas B (bahkan A) yang memberikan layanan sekelas dibawahnya, baik dari segi kualifikasi tenaga kesehatan dan sarana penunjang – belum tentang mutu – namun tetap kategori cara pembayaran di kelas B/A (administration/managerial fraud). Dengan terbitnya Peraturan Presiden RI Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan

1

2

3

4

Kerangka Konsep Layanan Tingkat Pertama Bermula dari ‘kebutuhan’ – maka suatu wilayah diharuskan melaksanakan “Health Needs Assessment” agar tepat sasaran dan tepat

5

6

7

Struktur Layanan Tingkat Pertama Disesuaikan berdasarkan hasil “Health Needs Assessment” di atas dan keadaan data epidemiologi daerah tersebut.

8

9

10

11

Model Layanan Tingkat Pertama Dalam suatu sistem – “model” akan menentukan arah

12

13

14

Model Upaya Rujukan dari Tingkat Pertama (dan sebaliknya) Sedangkan untuk upaya rujukan

15

16

17

18

Pembiayaan Layanan Tingkat Pertama “Social Health Insurance” ini

19

20

21

Kesimpulan

22

Saran

23

24

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful