You are on page 1of 21

1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sampai saat ini hipertensi masih tetap menjadi masalah karena beberapa hal, antara lain meningkatnya prevalensi hipertensi, masih banyaknya pasien hipertensi yang belum mendapat pengobatan maupun yang telah diobati tetapi tekanan darahnya belum mencapai target, serta adanya penyakit penyerta dan komplikasi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.1 Hipertensi merupakan masalah utama dalam kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada di dunia. Banyak masyarakat yang tidak menaruh perhatian terhadap penyakit yang tanpa mereka sadari penyakit tersebut dapat menjadi berbahaya. Seseorang disebut menderita hipertensi, jika tekanan darah sistolik sebesar 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih. Tanpa pengobatan, sekitar 30% orang berusia 20 tahun di Amerika Serikat mengalami hipertensi, maka pentingnya pengetahuan remaja tentang hipertensi secara dini. 2 Menurut Menkes, hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur di Indonesia. Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas normal, yaitu 140/90 mmHg. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) tahun 2007 menunjukan prevalensi hipertensi secara nasional mencapai 31,7%.3 Hipertensi umumnya mulai usia muda, sekitar 5 sampai 10% pada usia 2030 tahun. Bagi pasien yang berusia antara 40-70 tahun, setiap peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg atau tekanan darah diastolik sebesar 10 mmHg akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.4 Berdasarkan data diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai tingkat pengetahuan siswa SMA Swasta Harapan 3 Medan

2

1.2 Rumusan Masalah Bagaimana Tingkat pengetahuan siswa Kelas XII SMA Swasta Harapan 3 Medan tentang Hipertensi

1.3 Tujuan Penelitian A. Tujuan Umum Untuk mengetahui Tingkat pengetahuan siswa Kelas XII SMA Swasta Harapan 3 Medan tentang Hipertensi secara umum B. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa Kelas XII SMA terhadap pengertian hipertensi b. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa Kelas XII SMA terhadap gejala hipertensi c. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa kelas XII SMA terhadap pencegahan hipertensi

1.4 Manfaat Penelitian a. Bagi peneliti, hasil penelitian dapat digunakan sebagai data dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai hipertensi dan menambah pengetahuan penuis tentang hipertensi b. Bidang pengabdian masyarakat, berguna untuk meningkatkan promosi kesehatan tentang hipertensi pada siswa/i kelas XII SMA Harapan 3 Medan c. Sebagai bahan informasi bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan penulis.

Prevalensi hipertensi yang tertinggi adalah pada wanita (25%) dan pada pria (24%).atau bila pasien memakai obat antihipertensi. Detection.5 Tekanan darah sistolik : Angka pertama menunjukan gaya ketika fase pompa.3. hipertensi dapat diklasifikasikan berdasarkan tekanan darah penderita sebagaimana terlihat pada table 1 di bawah ini. Data dari The National Health and Nutrition Examination Survey (NHNES) menunjukan baahwa dari tahun 1999-2000.1 Hipertensi diperkirakan menjadi penyebab kematian sekitar 7. Evaluation.1 Berdasarkan Derajat Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik1 Menurut The Seventh Report of Joint National Committee on Prevention. yang berarti terdapat 58-65 juta orang hipertensi di Amerika. data hipertensi yang lengkap sebagian besar berasal dari negara-negara maju.7 2.1 Definisi Hipertensi Hipertensi adalah tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg.2 Epidemiologi Data epidemiologis menunjukkan bahwa dengan makin meningkatnya populasi usia lanjut.3 Klasifikasi 2. Tekanan darah diastolik : Angka kedua yang menunjukan gaya ketika fase istirahat. maka jumlah pasien dengan hipertensi kemungkinan besar juga bertambah. Sampai saat ini.1 juta orang di seluruh dunia yaitu sekitar 13% dari total kematian.6 2. dan terjadi peningkatan 15 juta dari data NHANES III tahun 1988-1991. terdapat beban ganda dari prevalensi penyakit hipertensi dan penyakit kardiovarkular lain. Di negara Indonesia.3 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. . insiden hipertensi pada orang dewasa adalah sekitar 29-31%. and Treatment of High Blood Pressure (JNC 7). yaitu waktu diantara dua fase pompa.

Klasifikasi Hipertensi menurut JNC 7 Klasifikasi Tekanan Darah Normal Prahipertensi Hipertensi derajat 1 Hipertensi derajat 2 TDS (mmHg) <120 120-139 140-159 >160 TDD (mmHg) Dan <80 atau 80-89 atau 90-99 >100 Sedangkan menurut WHO dan International Society of Hypertension Working Group (ISHWG) mengelompokkan hipertensi pada table 2 dibawah ini.4 Tabel 1. Klasifikasi hipertensi menurut WHO Kategori Optimal Normal Normal-Tinggi Tingkat 1 ( hipertensi ringan ) Sub-grup : perbatasan Tingkat 2 ( hipertensi sedang ) Tingkat 3 ( hipertensi berat ) Sistolik (mmHg < 120 < 130 130-130 140-159 140-149 160-179 ≥ 180 Diastolik (mmHg) > 80 > 85 85-89 90-99 90-94 100-109 ≥ 110 < 90 Hipertensi Sistol terisolasi ( Isolated ≥ 140 systolic hypertension ) Sub-grup : perbatasan 140-149 < 90 .7 Tabel 2.

a.14 2. Hipertensi Sekunder Hipertensi hipertensi yang renal penyebabnya terdapat sekitar diketahui. hipertensi diklasifikasikan menurut penyebabnya yaitu hipertensi esensial (primer) dan hipertensi sekunder.5 2. Hal ini mungkin berperan penting pada perkembangan penyakit hipertensi esensial. seperti makanan asin.penggunaan estrogen. hipertensi vaskular renal. hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan dan lain-lain. resistensi insulin. Terdapat banyak faktor yang saling berhubungan terlibat dalam peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi.5. merokok. penyakit ginjal atau korteks adrenal (2% dan 5%) merupakan penyebab utama peningkatan tekanan darahnya ( hipertensi sekunder ). penyakit ginjal. dan sistem saraf simpatik. obesitas. Hipertensi Esensial (primer) Hipertensi esensial adalah penyakit multifaktorial yang timbul terutama karena interaksi antara faktor-faktor resiko tertentu.1 b. namun pada sejumlah kecil pasien. Faktor-faktor resiko yang mendorong resiko timbulnya kenaikan tekanan darah tersebut adalah diet dan asupan garam. Beberapa mekanisme fisiologi turut berperan pada tekanan darah normal dan yang terganggu. Namun selebihnya tidak terdapat penyebab tunggal yang jelas pada pasien hipertensi esensial. stres.4 Patofisiologi Patofisiologi hipertensi masih belum jelas.3. sistem renin angiotensin (RAS). dan genetis.7 . ras.2 Berdasarkan penyebab Secara umum.sering 5% disebut kasus. obesitas.

muntah. jantung. mengantuk. Pada situasi tertentu tekanan darah tinggi dapat berat menyebabkan mual. seperti bangsa Indian Amerika Selatan yang tekanan daranya rendah dan tidak banyak . sehingga diperkirakan ada kaitan hipertensi dengan genetik. pusing atau sakit kepala. sering gelisah. fatigue. orang kulit hitam di negara barat lebih banyak menderita hipertensi. Misalnya. ada beberapa hal yang setidaknya dapt di jadikan indikator.8 Tekanan darah tinggi berat atau berjangka panjang yang tidak mendapatkan pengobatan ( terutama hipertensi malignan ). perburukan sakit kepala. dan ginjal. tengkuk terasa pegal. tekanan darah tinggi tidak memperlihatkan gejala sama sekali. Gejala-gejalanya dapat meliputi sakit kepala. kejang bahkan koma. Namun demikian. mudah marah.5 Pada sebagian besar orang. lebih tinggi tingkat hipertensinya dan lebih besar tingkat morbiditas maupun mortalitasnya. kurang istirahat. dan pandangan kabur.9 Beberapa faktor risiko yang pernah dikemukakan relevan terhadap mekanisme penyebab hipertensi adalah sebagai berikut : a.8 2.6 2. Kondisi ini disebut enselofati hipertensif.6 Faktor Risiko. Genetik Dibandingkan orang kulit putih.5 Gejala Hipertensi sulit disadari karena tidak memiliki gejala khusus. b. telinga berdengung. mual. Geografi dan Lingkungan Terdapat perbedaan tekanan darah yang nyata antara populasi kelompok daerah kurang makmur dengan daerah maju. wajah merah. mudah lelah. mata berkunang-kunang dan mimisan. sebab berkaitan langsung dengan kondisi fisik. muntah. susah tidur. yang membutuhkan perawatan. konfusi. sesak napas. mata. sesak napas. dapat menyebabkan terjadinya gejala-gejala karena dapat merusak otak.

Perokok berat dapat dihubungkan dengan peningkatan insiden hipertensi maligna dan risiko terjadinya stenosis arteri renal yang mengalami ateriosklerosis. lemak. Usia (laki-laki > 55 tahun. daerah yang dipengaruhi tekanan sistolik akan menyempit sehingga takanan darah rata-rata meningkat. c. Konsumsi Garam. d. . Pola Makan dan Gaya hidup kurang sehat (merokok). Jenis Kelamin10 Prevalensi terjadinya hipertensi pada pria sama dengan wanita. dan pengidap obesitas ( pertambahan berat badan karena pertambahan lemak).12 Orang gemuk (pertambahan berat badan karena peningkatan volume otot.11 e. Berat Badan  Kegemukan dan Obesitas. g.10 Merokok menyebabkan peninggian tekanan darah. sehingga volume cairan ekstraseluler meningkat. Dengan berkurangnya elastisitas ini. sehingga berdampak kepada timbulnya hipertensi. Meningkatnya volume cairan ekstraseluler tersebut menyebabkan meningkatnya volume darah. tulang. serabut kolagen di pembuluh darah dan dinding arteriol bertambah sehingga dinding pembuluh tersebut mengeras. Anak-anak yang menjadi gemuk sebelum berumur 18 tahun memiliki kecenderungan untuk mengalami prahipertensi. Untuk menormalkannya cairan intraseluler ditarik ke luar. 11. dan air ).1 Akibat bertambahnya umur dan proses penuaan.7 meningkat sesuai dengan pertambahan usia dibanding masyarakat Barat. dapat mengalami prahipertensi. yang menunjukkan adanya pengaruh hormon.10 Konsumsi natrium yang berlebih menyebabkan konsentrasi natrium di dalam cairan ekstraseluler meningkat. Hipertensi jarang ditemukan pada perempuan pra-menopouse dibanding pria. f.perempuan 65 tahun).

Pembuluh darah di jantung adalah pembuluh darah koroner . Ginjal Pada tekanan yang sangat tinggi arteri yang paling kecil pada ginjal akan pecah. AV nicking Perdarahan dan eksudat Papil edema . Organ-organ yang paling sering rusak.15 Proses aterosklerosis menyebabkan timbulnya bekuan darh di dalam pembuluh darah da juga melemahnya pembuluh darah oleh karena itu pembuluh darah tersebut sering mengalami trombosis atau pecah dan berdarah hebat. menyebabkan hilangnya fungsi ginjal yang cepat.9 a. sehingga hipertensi dapat menyebabkan infark miokard koroner aterosklerosis dan membuat jantung bekerja lebih kuat. pembuluh darah arteri. Otak. Organ-organ ini sering disebut target organ hipertensi.7 Komplikasi Komplikasi hipertensi terjadi karena kerusakan organ yang diakibatkan peningkatan tekanan darah yang sangat tinggi dalam waktu lama. Pembuluh darah dan Jantung.8 Pembuluh-pembuluh darah mengalami perubahan-perubahan struktur karena proses aterosklerosis yang disebabkan oleh hipertensi. serta ginjal. jantung.13 c. mata. Jika perdarahan Penyempitan arteriolar Pembentukan ”copper-wiring”. antara lain otak.8 2. Yang ditandai dengan adanya protein dalam urine ( proteinuria).14 Retinopati :d. b. Mata. Namun jika berlangsung lama dapat menyebabkan gagal ginjal. Neurologik Dapat terjadi TIA dan Ruptur Aneurisma e.

Terapi nonfarmakologis terdiri dari :1 a. untuk individu berisiko tinggi ( diabetes. Terapi nonfarmakologis harus dilaksanakan oleh semua pasien hipertensi dengan tujuan menurunkan tekanan darah dan mengendalikan faktor-faktor risiko serta penyakit penyerta lainnya. Diuretika. 1. Latihan fisik 2. Beta Blocker (BB) c. Menurukan asupan garam d. Calcium Channel Blocker atau Calcium Antagonist (CCB) d. M enurunkan asupan lemak f. Menghentikan merokok b. terutama jenis Thiazide ( Thiaz) atau Aldosterone Antagonist ( Aldo Ant ) b.8 Pengobatan Tujuan pengobatan pasien hipertensi adalah : 1    Target tekanan darah < 140/90 mmmHg. Terapi Farmakologis Jenis-jenis obat antihipertensi untuk farmakoterapi hipertensi yang dianjurkan oleh JNC 7 : a.gagal ginjal proteinuria ) <130/80 mmHg Penurunan morbiditas dan mortalitas kardiovaskular Menghambat laju penyakit ginjal proteinuria Pengobatan hipertensi terdiri dari terapi nonfarmakologis dan farmakologis. Ini menyebabkan suatu keadaan yang dinamakan ’stroke” 2. Angiotensin II Reseptor Blocker atau AT receptor antagonist /blocker (ARB) . Meningkatkan konsumsi buah dan sayur e. Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) e.9 terjadi di suatu pembuluh darah serebral akibatnya terjadi kerusakan jaringan otak setempat. Menurunkan konsumsi alkohol berlebih c.

Tatalaksana Hipertensi Menurut JNC 7 Klasifikasi Tekanan Darah TDS (mmHg) TDD (mmHg) Perbaikan Pola Hidup Terapi Obat Awal Tanpa Dengan Indikasi yang Indikasi yang Memaksa Memaksa Normal Prehipertensi < 120 120-139 Dan < 80 Dianjurkan atau 80-89 Ya Tidak indikasi Obat-obatan obat untuk indikasi yang memaksa Diuretika jenis Obat-obatan Thiazide untuk Hipertensi derajat 1 140-159 atau 90-99 Ya untuk indikasi yang memaksa sebagian besar obat kasus.BB. CCB atau CCB) kombinasi Kombinasi Hipertensi derajat 2 ≥ 160 atau ≥ 100 Ya obat 2 kebutuhan untuk sebagian besar kasus nya umum diuretika jenis Thiazide dan ACEI atau ARB atau BB atau BB atau CCB) . dapat di antihipertensi pertimbangkan lain ( diuretika.ARB. sesuai BB.10 Tabel 3. ACEI. ACEI.ARB.

Bagi yang mengalami kelebihan berat badan . Mempertahankan asupan kalium yang adekuat g.12 a.12 f.11 2. Berhentilah mengkonsumsi alkohol dan merokok e. Ubahlah pola makan dan hidup yang tidak sehat c. hendaknya menurunkannya sampai pada batas ideal b. Kurangi konsumsi garam berlebihan d. dapat menurunkan risiko kardiovaskular dengan biaya dengan sedikit dan risiko minimal. Mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan .9 Pencegahan Modifikasi gaya hidup cukup efektif. Langkahlangkah potensial dianjurkan untuk menghalau terjadinya hipertensi ini : 5. Selalu upayakan untuk melakukan olahraga setiap hari atau paling tidak sekali seminggu.

3 Kerangka konsep Pengetian hipertensi Tingkat Pengetahuan Gejala hipertensi Pencegahan hipertensi Sample 3.2 Sampel Sampel adalah bagian (subset) dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu hingga dapat dianggap mewakili populasinya.4.2. mencakup siswa kelas XII SMA Swasta Harapan 3 Medan sebesar 69 orang. 3.1 Lokasi Penelitian ini dilakukan di SMA Swasta Harapan 3 Medan 3. 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan survey.2.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.12 BAB 3 METODE PENELITIAN 3. .4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti.2 Waktu Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Oktober 2011 3.

Tingkat pengetahuan adalah apa yang diketahui responden mengenai pengertian.05) ) ) 3.97 orang = 60 orang Dimana : n : Besar sampel yang diinginkan N : Jumlah populasi d : Derajat kemaknaan (0. dan pencegahan hipertensi 3. yaitu mengenai jumlah seluruh siswasiswi kelas XII tahun 2011/2012 . 3.5 Definisi operasional 1. SMA Swasta Harapan 3 Medan.1 Besar Sampel Untuk menentukan besar sampel diperkirakan pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus : ( ( = 58. gejala.2. Siswa yang dimaksud adalah siswa kelas XII SMA Swasta Harapan 3 Medan 2.6 .13 3.4. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini didapat dengan mengumpulkan data dari : 1. Hipertensi adalah objek penelitian yang akan diteliti berdasarkan tingkat pengetahuan siswa yang telah diberi penilaian. Kuesioner yang diisi oleh responden dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang diajukan serta jawaban dari responden 2.

kemudian di masukkan kriteria sebagai berikut : 1. kategori baik.7 Aspek Pengukuran Aspek pengukuran yang dilakukan berdasarkan jawaban responden dari seluruh pertanyaan pengetahuan yang diberikan dalam bentuk pilihan ganda.14 3. apabila total skor jawaban benar (> 70%) 2. Jawaban tepat akan diberi nilai : 1 Jawaban yang tidak tepat akan diberi nilai : 0 Dari penetapan tersebut. kategori tidak baik. apabila total skor jawaban benar (<70 %) 3. maka menjumlahkan skor yang didapat dan dibuat persentase sebagai berikut : Rumus : x 100 % Keterangan : S : skor x : jawaban r : jumlah nilai maksimal Setelah semua data diolah menjadi kategori yang dilakukan responden.9 Kerangka Operasional Pembagian Kuisioner Pengisian Kuisioner Siswa Sampel Pengambilan Kuisioner Pengolahan Data Hasil .8 Metode Pengolahan dan Analisa Data Data yang telah terkumpul akan di olah secara manual. 3.

67 %) adalah Baik .1 Hasil Penelitian 4.1 Gambaran Umur Tempat Penelitian Lokasi penelitian diadakan di SMA Swasta Harapan 3 Medan yang terletak di jalan karya wisata ujung/ sido rukun no 31. maka ditetapkan sampel sebanyak 60 orang sebagai responden yang akan menjawab kuisioner yang akan diajukan. Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dengan memberikan kuisioner yang memuat 10 pertanyaan mengenai pengetahuan tentang Hipertensi kepada 60 orang responden yang ada di kelas XII SMA Swasta Harapan 3 Medan dapat dilihat pada Tabel dibawah ini : Table 4 : Tingkat Pengetahuan No 1 2 Pengetahuan Baik Tidak Baik Total Jumlah 34 26 60 Persentasi (%) 56.1.67 % 43. 4.2 Tingkat Pengetahuan Pada bab ini akan diuraikan hasil penelitian tentang “Tingkat pengetahuan Siswa Kelas XII SMA Swasta Harapan 3 Medan Tentang Hipertensi”.1.15 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Untuk melakukan penelitian.33 % 100 % Berdasarkan table di atas dapat di lihat bahwa tingkat pengetahuan siswa Kelas XII SMA Swasta Harapan 3 Medan tentang Hipertensi sebanyak 34 orang (56.

67 % 43.4 Berdasarkan Kelas Table 6 : Tingkat pengetahuan berdasarkan kelas No 1 Pengetahuan Baik IPA 18 IPS 16 Jumlah 34 Persentasi(%) 56.1. Sedangkan yang tidak baik perempuan sebanyak 12 orang dan yang laki-laki sebanyak 14 orang.3 Berdasarkan Jenis Kelamin Table 5 : Tingkat Pengetahuan berdasarkan Jenis Kelamin No Pengetahuan Laki-laki IPA Perempuan Laki-laki IPS Perempuan Persentasi (%) 1 Baik 8 10 7 9 56.67 % 2 Tidak Baik 12 14 26 43.16 4.33 % Jumlah 30 30 60 100% .1.33 % 60=100% 2 Tidak Baik 5 7 9 5 Jumlah 13 17 16 14 Berdasarkan Jenis kelamin perempuan yang berpengetahuan baik sebanyak 19 0rang dan laki-laki sebanyak 15 orang. 4.

Sedangkan yang tidak baik.2 Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan Jenis kelamin perempuan yang berpengetahuan baik sebanyak 19 orang dan laki-laki sebanyak 15 orang.67% dan tingkat pengetahuan tidak baik 26 responden atau 43. Ini disebabkan karena baiknya informasi yang diperoleh siswa-siswa mengenai Hipertensi. Ini disebabkan karena Pengetahuan sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek. dan sebagainya). kelas IPA sebanyak 12 orang dan kelas IPS sebanyak 14 orang. 4.33%. Berdasarkan Penelitian diperoleh bahwa pengetahuan tentang Hipertensi di SMA Swasta Harapan 3 Medan dari 60 orang responden yang mempunyai kriteria baik yaitu 34 responden atau 56.17 Berdasarkan kelasnya pada kelas IPA yang berpengetahuan baik sebanyak 18 orang dan kelas IPS sebanyak 16 orang. Pengetahuan sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek. Tingkat pengetahuan yang berbeda tentang Hipertensi dikalangan siswasiswa SMA ini juga disebabkan oleh karena setiap individu memiliki perhatian yang berbeda terhadap penyakit Hipertensi 4. media massa. baik dari buku-buku.2 Pembahasan 4.2. Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intensitas atau tingkatan yang berbeda-beda dan perempuan cenderung memiliki intensitas perhatian lebih daripada laki-laki . Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intensitas atau tingkatan yang berbeda-beda. elektronik dan informan lain tentang kesehatan tubuh manusia.2.hidung. Secara keseluruhan menunjukan bahwa tingkat pengetahuan siswa SMA Swasta Harapan 3 Medan tentang Hipertensi lebih dari setengah responden termasuk dalam kategori baik. telinga.1 Tingkat Pengetahuan Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia atau hasil seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata.

18 4. Ini disebabkan karena berbedanya bidang yang di ajarkan kepada kelas IPA yang cenderung ke arah ilmu eksak dan IPS cenderung ke arah ilmu social. .3 Berdasarkan Kelas Berdasarkan kelasnya pada kelas IPA yang berpengetahuan baik sebanyak 18 orang dan kelas IPS sebanyak 16 orang.2.

kelas IPA sebanyak 12 orang dan kelas IPS sebanyak 14 orang. 5.1. Perlu diberitahukan tentang bahaya Hipertensi dengan di berikan penjelasan yang mudah dipahami oleh siswa-siswa SMA 2. Agar lebih menjaga kesehatan dan pola hidup yang sehat agar terhindar dari resiko Hipertensi . 3. Tingkat pengetahuan responden tentang Hipertensi berbeda-beda.67% mempunyai tingkat pengetahuan yang Baik dan 26 orang atau 43.1 Tingkat Pengetahuan Responden terdiri dari siswa Kelas XII SMA Swasta Harapan 3 Medan yang berjumlah 60 orang.33% mempunyai tingkat pengetahuan yang Tidak Baik Berdasarkan Jenis kelamin perempuan yang berpengetahuan baik sebanyak 19 0rang dan laki-laki sebanyak 15 orang. Sedangkan yang tidak baik. Sedangkan yang tidak baik perempuan sebanyak 12 orang dan yang laki-laki sebanyak 14 orang. Di adakannya penyuluhan di sekolah-sekolah mengenai pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan dari hipertensi.1 Kesimpulan 5. Berdasarkan kelasnya pada kelas IPA yang berpengetahuan baik sebanyak 18 orang dan kelas IPS sebanyak 16 orang.19 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5. Sebanyak 34 orang atau 56.2 Saran 1.

Buku Ajar Penyakit Dalam. Ethical Digest.Tanya Jawab Seputar Tekanan Darah Tinggi. Ethical digest Semijurnal farmasi dan kedokteran. Depkes.html) .2009.2005.57-69 10.Jakarta :CDK 169/vol. Jakarta:Media Aesculapius Fakultas Kedokteran UI. Dawkins Keith D.Jakarta:Buku Kedokteran EGC. Hart Julian Tudor. No.599-617 2.2011.Jilid 1. Sunaryati Septi Sinta. Gray Huon H.Jakarta:Media Crea.pdf tanggal 10-mei-2011 11.Edisi IV. Sudoyo Aru W.id/index.2011 12.Jakarta :Penerbit Erlangga.2008.22-35 3.files.2007.http://yayanakhyar. (http://www.2001. Hipertensi.518-522 6.Jakarta.2007.VI/September.Hiprtensi.2007 18-39 9. Agoes Azwar. dkk.Hipertensi :Definisi.V/Mei. Agoes Achdiat.55/Thn.PT Bhuana Ilmu Populer Kelompok Gramedia.2010.Prevalensi. Morgan John M.14 Penyakit Paling Sering Menyerang dan Sangat Mematikan.285-290 .39/Thn.com/2009/02/files-of-drsmedfaktor-yang-berhubungan-dengan-kejadian-hipertensi.wordpress. Aurora Anjali.Jilid 1. Files of DrsMed – FK UNRI.Jakarta:Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI.dan Latihan Fisik.5 Langkah Mencegah dan Mengobati Tekanan Darah Tinggi. Sani Aulia.36 no.Jakarta:Arcan.depkes.php/berita/press-release/810-hipertansipenyebab-kematian-nomor-tiga.Hipertensi Penyebab Kematian Nomor Ttiga.2011. Dede Kusuma. Fahey Tom.12-13 7. No.55-65 13.Farmakoterapi.3/Mei-juni 2009. dkk. diakses tanggal 26 April 2011 4. Edisi Ketiga.Banguntapan Jogjakarta:FlashBooks.5-9 8.Lecture Notes Kardiologi. Simpson Iain A. 2009.Kapita Selekta Kedokteran.go.Hypertension Current Perspective.Penyakit Di Usia diakses pada Tua.20 DAFTAR PUSTAKA 1. Masjoer Arif.2008.167-167 5. Agoes Arizal.

20-38 17. No.35-36 15. Mahanani Dewi Asih.21 14. Ethical Digest.2010 18.2002 .Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC.2004.Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Notoadmodjo S.Metodologi penelitian kesehatan.Edisi III. VII.Jakarta:Rineka Cipta.Edisi Revisi.Mewaspai Dampak Hipertensi.Jakarta:Hipokrates.Dasar Ilmu Faal Jantung dan Pembuluh Darah.2009.2008. Gusbakti R.64/Thn. 68-71 16. Budiarto Eko. Limanjaya Desi.Buku Saku Klinis.