CASE

Halaman 1 Seorang wanita, ibu rumah tangga berusia 36 tahun dating ditemani oleh kakaknya ke poli jiwa RSPAD Gatot Subroto, karena merasa gelisah dan takut semenjak kematian ibunya 6 bulan yang lalu setelah menderita kelumpuhan akibat stroke selama 3 tahun. Riwayat Gangguan Sekarang Pasien selalu terbayang saat kematian ibunya. Selama 1 minggu setelah kematian ibunya, pasien merasa sangat sedih sehingga sering sulit tidur dan nafsu makan menurun. Hamper sepanjang hari pasien merasakan jantungnya berdebar-debar, gelisah, gemetar dan merasa sesak. Pasien merasa ketakutan bahwa dia akan terkena stroke lalu meninggal. Semenjak itu pasien mengeluh sering merasa cepat lelah dan tidak bisa berkonsentrasi sehingga perhatiannya kepada keluarga menjadi terganggu dan dia tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai istri dan juga ibu. Pasien telah berobat ke dokter dan diberi “obat penenang”. Setelah obat habis keluhan dating kembali. Riwayat Gangguan Dahulu Timbulnya perasaan gelisah, telapak tangannya berkeringat dan jantungnya berdebar mulai dirasakan pasien semenjak ibunya terkena stroke, menurut pasien itu bisa diatasi dengan cara berjaln-jalan dengan anak dan teman-temannya tapi kemudian kecemasan muncul kembali. Riwayat Kehidupan Pribadi Anak terakhir dari 7 bersaudara, dilahirkan normal pada saat usia ibunya 44 tahun. Usia pasien terpaut jauh dari kakaknya, sehingga menurut pasien dia bisa bermanja-manja pada kakaknya dan kemana-mana harus diantar oleh kakak atau ibunya. Hubungan dengan ayah tidak terlalu dekat dan paling dekat dengan kakak nomor 6, karena kakaknya ini selalu memperhatikannya dan menuruti apa kemauannya. Riwayat pernikahan dari keterangan pasien dia menikah pada saat usia 20 tahun atas kemauan sendiri, pernah bermasalah dengan suami tapi sudah selesai. Riwayat pendidikan baik lulu SMA. Pada saat melanjutkan kuliah diminta berhenti oleh keluarganya karena merasa tidak bisa hidup jauh dari kakak dan ibunya. Pada saat sekolah pasien merasa lebih nyaman berteman dengan laki-laki karena katanya laki-laki bisa diandalkan saaat dia membutuhkan.

Halaman 2 Status Mental A. Deskripsi Umum 1. Penampilan 2. Kesadaran : penampilan sesuai usia, rapi, tampak gelisah : compos mentis

3. Perilaku dan aktivitas motorik: gelisah, sering meremas-remas tangannya 4. Pembicaraan : lancar, menjawab dengan baik, suara pelan, bicara lambat 5. Sikap : kooperatif B. Afek dan Mood 1. Afek 2. Mood 3. Keserasian : cukup luas : eutim : appropriate

C. Gangguan Persepsi : tidak ditemukan D. Fungsi Intelektual : baik E. Proses Pikir 1. Arus piker : baik, lancer dan spontan 2. Isi pikiran : ketakutan akan masa depan, waham (-) F. Daya Tilik (insight) : Derajat 4

Halaman 3 Dokter mendiagnosis : Axis I Axis II Axis III Axis IV Axis V : F41.1 Gangguan cemas menyeluruh : Ciri kepribadian Dependent : Tidak ada diagnosis : Masalah psikososial : kematian orang tua : GAF = 65

Dokter memberikan terapi   Klobazam 2x10 mg Diazepam 1x2 mg (malam hari)

Psikoterapi suportif dan konseling keluarga

LEARNING PROGRESS
PROBLEM 1. Mengapa pasien gelisah dan takut sejak kematian ibunya 6 tahun yang lalu? 2. Mengapa pasien merasa sedih sehingga sulit tidur dan nafsu makan menurun? 3. Mengapa hamper sepanjang hari pasien merasa jantung berdebar, gelisah, gemetar dan sesak? 4. Mengapa pasien merasa takut akan terkena stroke dan akan meninggal, sehingga tidak bisa mengurus anak-anaknya dan memikirkan masa depan anaknya jika ia meninggal? 5. Apa yang menyebabkan pasien sering merasa cepat lelah, tidak bisa konsentrasi dan tidak bisa menjalankan fungsi sebagai istri dan ibu? 6. Mengapa setelah pasien diberi obat penenang dan habis, keluhannya dating kembali? 7. Apa hubungan antara RGD dengan KU pasien? 8. Apa hubungan riwayat kehidupan pribadi dengan kelainan yang dialami pasien? 9. Mengapa perilakunya gelisah dan sering meremas-remas tangannya?

HIPOTESIS 1. Gangguan jiwa 2. Gangguan suasana perasaan (mood) 3. Gangguan neurosis dan kepribadian - gangguan anxietas - gangguan cemas menyeluruh - ganggguan campuran anxietas dan depresi - gangguan depresif akut 4. Sindrom perilaku yg berhubungan dengan gangguan fisiologis dan faktor fisik - gangguan makan - gangguan tidur

MORE INFO a. Pemeriksaan Fisik   Status interna Status neurologis

b. Pemeriksaan Psikiatri

   Kesan pertama KU Keadaan spesifik I DON’T KNOW & LEARNING ISSUES 1. Gangguan suasana perasaan (mood & afektif) 2. Gangguan Psikosis:  F3. Gangguan Neurosis: F4 –F9 ALL ABOUT .

Emil Kreplin . Gangguan mood merupakan suatu sindrom yang terdiri dari tanda-tanda dan gejala-gejala yang berlangsung dalam hitungan minggu hingga bulan yang mempengaruhi fungsi dan pola kehidupan seharihari.F3. Pada tahun 1854. Dahulu gangguan mood dikenal dengan gangguan afektif namun sekarang istilah gangguan mood lebih disukai karena mood lebih merujuk pada status emosional yang meresap dari seseorang sedangkan afektif merupakan ekspresi eksternal dari emosi saat itu. masyarakat kuno percaya bahwa semua penyakit mental disebabkan oleh kekuatan supranatural dan cara untuk menyembuhkannya adalah dengan mengeluarkan roh jahat dari tubuh penderita. Wilhelm Griesinger (1817-1869) menyatakan penyakit mental adalah penyakit somatis dan penyebab dari penyakit mental dapat ditemukan di otak. Julles Falret menggambarkan suatu keadaan yang disebut folie circulaire dimana pasien mengalami perubahan mood depresi dan mania. GANGGUAN SUASANA PERASAAN (MOOD/AFEKTIF) DEFINISI Gangguan mood merupakan kelompok gangguan psikiatri dimana mood yang patologis akan mempengaruhi fungsi vegetatif dan psikomotor yang merupakan gambaran klinis utama dari gangguan tersebut. Dalam kisah Iliad karangan Homer tentang bunuh diri Ajax juga mengenai depresi. atau ke arah elasi (suasana perasaan yang meningkat). SEJARAH Pada zaman dahulu kala. Kisah Perjanjian Lama tentang Raja Saul menggambarkan suatu gejala depresif. Menurut PPDGJ III. biasanya kearah depresi. gangguan suasana perasaan (mood [afektif]) merupakan sekelompok penyakit yang bervariasi bentuknya. Kelainan fundamental dari kelompok gangguan ini adalah perubahan suasana perasaan (mood) atau afek. Hippocrates (460-377 SM) mengatakan bahwa semua penyakit gangguan mental dapat dijelaskan secara ilmiah. Catatan mengenai gangguan mood banyak ditemukan dalam dokumen purbakala. Seorang Psikiatrik Jerman bernama Karl Kahlbaum tahun 1882 menggunakan istilah siklotimia untuk menggambarkan mania dan depresi pada satu stadium penyakit yang sama.

amphetamine . Freud meyakini bahwa setiap pasien adalah individu yang unik dengan masa lalu yang berbeda-beda. FAKTOR BIOLOGIS Beberapa bahan kimia di dalam otak dan tubuh memiliki peranan yang penting dalam mengendalikan emosi kita. Pada beberapa pasien yang bunuh diri memiliki konsentrasi metabolit serotonin yang rendah di cairan serebrospinalnya. Data menunjukkan aktivitas dopamin yang menurun pada depresi dan meningkat pada mania. Ia kemudian menemukan bahwa faktor metabolik juga mempengaruhi penyakit mental. Di satu sisi. ETIOLOGI 1. otak akan bekerja secara harmonis. Serotonin adalah neurotransmiter aminergic yang paling sering dihubungkan dengan depresi. Penurunan serotonin dapat menyebabkan depresi.50 th) rata-rata 30 tahun. Obat-obat yang meningkatkan kadar dopamin seperti tyrosine. Interperseonal/ cerai/ berpisah. Ia menyadari bahwa neuropsikologi dan psikologi tidak bertentangan. Dopamin juga diperkirakan memiliki peranan dalam menyebabkan depresi.(1855-1926) menyatakan bahwa penyakit mental disebabkan oleh faktor hereditas. Berdasarkan riset. Selain itu antidepresan trisiklik dapat memicu mania. kekurangan neurotransmiter serotonin. jika neurotransmiter ini berlebih dapat menjadi penyebab gangguan manik. Pada penggunaan antidepresan jangka panjang terjadi penurunan jumlah tempat ambilan kembali serotonin. Status perkawinan: mayoritas terjadi pada pasien yang tidak memiliki hub. EPIDEMIOLOGI • • • • Depresif > mania Gender: depresif Wanita > Pria mania  Wanita = Pria Usia: depresif: 40 tahun (5% pasien onset 20-50 tahun) mania: onset awal (5 atau 6 tahun . Dalam otak terdapat substansi biokimiawi yaitu neurotransmitter yang berfungsi sebagai pembawa pesan komunikasi antar neuron di otak. Jika neurotransmiter ini berada pada tingkat yang normal. norepinefrin dan dopamin dapat menyebabkan depresi. Obat yang menurunkan kadar dopamin seperti reserpine dan pada penyakit yang mengalami penurunan dopamin seperti parkinson disertai juga dengan gejala depresi.

Secara teoritis. Sepertiga dari pasien dengan gangguan depresif berat memiliki pelepasan tirotropin yang tumpul. Penelitian telah mengambarkan adanya regulasi tiroid yang abnormal pada pasien dengan gangguan mood. phosphatidylinositol dan regulasi kalsium mungkin memiliki relevansi dengan penyebab gangguan mood. Obat-obatan yang mempengaruhi sistem neurotransmiter seperti kokain akan memperparah mania. yang berpengaruh pada reuptake dopamin dan serotonin. Neurotransmiter lain seperti GABA dan peptida neuroaktif seperti vasopresin dan opiat endogen juga berperan dalam patofisiologi gangguan mood.dan bupropion menurunkan gejala depresi. Disfungsi jalur dopamin mesolimbik dan hipoaktivitas reseptor dopamin tipe 1 (D1) terjadi pada depresi. Banyak penelitian menemukan bahwa hiperkortisolemia dapat merusak neuron pada hipokampus. disregulasi pada sumbu neuroendokrin seperti sumbu tiroid dan adrenal terlibat dalam gangguan mood. . Penelitian terakhir melaporkan kira-kira 10% pasien dengan gangguan mood khususnya gangguan bipolar I memiliki antibodi antitiroid yang dapat dideteksi. Pada Dexamethasone Suppression Test. Regulasi abnormal pada sumbu neuroendokrin mungkin dikarenakan fungsi abnormal neuron yang mengandung amine biogenik. penurunan pelepasan prolaktin. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sistem pembawa kedua (second messenger) seperti adenylate cyclase. Beberapa penelitian menemukan terdapat perbedaan pengaturan pelepasan hormon pertumbuhan antara pasien depresi dengan orang normal. Dexamethasone adalah analog sintetik dari kortisol. Pasien dengan gangguan mood mengalami penurunan sekresi melatonin nokturnal. Gangguan tiroid seringkali disertai dengan gejala afektif. Calsium channel blocker yang digunakan untuk mengobati mania dapat mengganggu regulasi kalsium di neuron. penurunan kadar FSH dan LH serta penurunan kadar testosteron pada laki-laki. Gangguan regulasi kalsium ini dapat menyebabkan transmisi glutaminergik yang berlebihan dan iskemia pembuluh darah. 50% dari pasien yang menderita depresi memiliki respon yang abnormal terhadap dexamethasone dosis tunggal. Penelitian juga telah menemukan bahwa pasien dengan depresi memiliki penumpulan respon terhadap peningkatan sekresi hormon pertumbuhan yang diinduksi clonidine. Agen lain yang dapat memperburuk mania termasuk L-dopa.

Gangguan tidur adalah gejala yang sering ditemukan pada pasien depresi. Menurunnya kebutuhan tidur adalah gejala klasik dari mania. Penelitian telah mengungkapkan bahwa elektroensefalogram (EEG) saat tidur pada orang yang menderita depresi menunjukkan kelainan. Kelainan tersebut antara lain perlambatan onset tidur, pemendekan latensi rapid eye movement (REM), peningkatan panjang periode REM pertama dan tidur delta yang abnormal. Pada depresi terjadi regulasi abnormal dari irama sirkadian. Beberapa penelitian pada binatang menyatakan bahwa terapi antidepresan efektif untuk mengubah jam biologis. Penelitian melaporkan adanya kelainan imunologis pada pasien depresi dan pada orang yang berdukacita karena kehilangan sanak saudara, pasangan atau teman dekat. Kemungkinan proses patofisiologi yang melibatkan sistem imun menyebabkan gejala psikiatrik dan gangguan mood pada beberapa pasien. Pada pencitraan otak pasien dengan gangguan mood terdapat sekumpulan pasien dengan gangguan bipolar I terutama pasien laki-laki memiliki ventrikel serebral yang membesar. Pembesaran ventrikel lebih jarang pada pasien dengan gangguan depresif berat. Pencitraan dengan MRI juga menyatakan bahwa pasien dengan gangguan depresif berat memiliki nukleus kaudatus yang lebih kecil dan lobus frontalis yang lebih kecil. Banyak literatur menjelaskan penurunan aliran darah pada korteks serebral dan area korteks frontalis pada pasien depresi berat. Hipotesis menyatakan gangguan mood melibatkan patologis pada sistem limbik, ganglia basalis dan hipotalamus. Gangguan pada ganglia basalis dan sistem limbik terutama pada hemisfer yang dominan dapat ditemukan bersamaan dengan gejala depresif. Disfungsi pada hipotalamus dihubungkan dengan perubahan pola tidur, nafsu makan dan perilaku seksual pada pasien dengan depresi. Postur yang membungkuk, terbatasnya aktivitas motorik dan gangguan kognitif minor adalah beberapa gejala depresi yang juga ditemukan pada penderita dengan gangguan

ganglia basalis seperti penyakit Parkinson dan demensia subkortikal lainnya.

2.

FAKTOR GENETIK Seseorang yang memiliki keluarga dengan gangguan mood memiliki resiko lebih besar menderita gangguan mood daripada masyarakat pada umumnya. Tidak semua orang yang dalam keluarganya terdapat anggota keluarga yang menderita depresi secara otomatis akan terkena depresi, namun diperlukan suatu kejadian atau peristiwa yang dapat memicu terjadinya depresi. Pengaruh gen lebih besar pada

depresi berat dibandingkan depresi ringan dan lebih berpengaruh pada individu muda dibanding individu yang lebih tua. Penelitian oleh Kendler (1992) dari Departemen Psikiatri Virginia Commonwealth University menunjukkan bahwa resiko depresi sebesar 70% karena faktor genetik, 20% karena faktor lingkungan dan 10% karena akibat langsung dari depresi berat. Pada penelitian keluarga ditemukan bahwa keluarga derajat pertama dari penderita gangguan bipolar I kemungkinan 8 sampai 18 kali lebih besar untuk menderita gangguan bipolar I dan 2 sampai 10 kali lebih besar untuk menderita gangguan depresi berat dibanding kelompok kontrol. Keluarga derajat pertama pasien dengan gangguan depresif berat kemungkinan 1,5 sampai 2,5 kali lebih besar untuk menderita gangguan bipolar I dan 2 sampai 3 kali lebih besar untuk menderita gangguan depresif berat dibanding kelompok kontrol.

3.

FAKTOR PSIKOSOSIAL Telah lama diamati bahwa peristiwa kehidupan yang menyebabkan stress sering mendahului episode pertama pada gangguan mood. Beberapa klinisi mempercayai bahwa peristiwa kehidupan memainkan peranan penting dalam depresi. Beberapa artikel menjelaskan hubungan antara fungsi keluarga dengan onset serta perjalanan gangguan mood khususnya gangguan depresif berat. Ada bukti bahwa individu yang kehilangan ibu saat masih muda memiliki resiko lebih besar terkena depresi. Pada pola pengasuhan, orang tua yang menuntut dan kritis, menghargai kesuksesan dan menolak semua kegagalan membuat anak mudah terserang depresi di masa depan. Anak yang menderita penyiksaan fisik atau seksual membuat seseorang mudah terkena depresi sewaktu dewasa. Menurut Gordon Parker, seseorang yang mengalami kecemasan tingkat tinggi, mudah terpengaruh, pemalu, suka mengkritik diri sendiri, memiliki harga diri yang rendah, hipersensitif, perfeksionis dan memusatkan perhatian pada diri sendiri (self focused) memiliki resiko terkena depresi. Sigmund Freud menyatakan suatu hubungan antara kehilangan objek dengan melankolia. Ia menyatakan bahwa kekerasan yang dilakukan pasien depresi diarahkan secara internal karena identifikasi terhadap objek yang hilang. E Bibring memandang depresi sebagai suatu afek yang berasal dari ketegangan dalam ego antara aspirasi seseorang dengan kenyataan yang ada. Pasien yang terdepresi menyadari bahwa mereka tidak hidup dengan ideal sehingga mereka

merasa putus asa dan tidak berdaya. Menurut Heinz Kohut, orang yang terdepresi merasakan suatu ketidaklengkapan dan putus asa kerena tidak menerima respon yang diinginkan.

MANIFESTASI KLINIK DAN DIAGNOSIS Menurut PPDGJ III, gangguan suasana perasaan (mood [afektif]) dibagi menjadi: F30 EPISODE MANIK  Kesamaan karakteristik dalam afek yang meningkat, disertai peningkatan dalam jumlah dan kecepatan aktivitas fisik dan mental, dalam berbagai derajat keparahan. Kategori ini hanya untuk satu episode manik tunggal (yang pertama), termasuk gangguan afektif bipolar, episode manik tunggal. Jika ada episode afektif (depresi, manik atau hipomanik) sebelumnya atau sesudahnya, termasuk gangguan afektif bipolar. (F31).

F30.0 Hipomania  Derajat gangguan yang lebih ringan dari mania (F30.1), afek yang meninggi atau berubah disertai peningkatan aktivitas, menetap selama sekurang-kurangnya beberapa hari berturut-turut, pada suatu derajat intensitas dan yang bertahan melebihi apa yang digambarkan bagi siklotimia (F34.0), dan tidak disertai halusinasi atau waham.  Pengaruh nyata atas kelancaran pekerjaan dan aktivitas sosial memang sesuai dengan diagnosis hipomania, akan tetapi bila kakacauan itu berat atau menyeluruh, maka diagnosis mania (F30.1 atau F30.2) harus ditegakkan.

F30.1 Mania Tanpa Gejala Psikotik  Episode harus berlangsung sekurang-kurangnya 1 minggu, dan cukup berat sampai mengacaukan seluruh atau hampir seluruh pekerjaan dan aktivitas sosial yang biasa dilakukan.  Perubahan afek harus disertai dengan energi yang bertambah sehingga terjadi aktivitas berlabihan, percepatan dan kebanyakan bicara, kebutuhan tidur yang berkurang, ide-ide perihal kebesaran/ “grandiose ideas” dan terlalu optimistik.

irritabilitas dan kecurigaan menjadi waham kejar (delusion of persecution).2 Mania Dengan Gejala Psikotik   Gambaran klinis merupakan bentuk mania yang lebih berat dari F30. F31. Harga diri yang membumbung dan gagasan kebesaran dapat berkembang menjadi waham kebesaran (delusion of grandeur).1 (mania tanpa gejala psikotik). dan . pada waktu tertentu terdiri dari peningkatan afek disertai penmbahan energi dan aktivitas (mania atau hipomania). dan pada waktu lain berupa penurunan afek disertai pengurangan energi dan aktivitas (depresi). F30. episode depresi cenderung berlangsung lebih lama (rata-rata sekitar 6 bulan) meskipun jarang melebihi 1 tahun kecuali pada orang usia lanjut. Episode Kini Hipomanik  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk hipomania (F30. Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan beralngsung antara 2 minggu sampai 4-5 bulan. Waham dan halusinasi “sesuai” dengan keadaan afek tersebut (mood congruent). episode manik tunggal (F30).9 Episode Manik YTT F31 GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR  Gangguan ini tersifat oleh episode berulang (sekurang-kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan tingkat aktivitasnya jelas terganggu. Tidak termasuk: gangguan bipolar.8 Episode Manik Lainnya F30.0 Gangguan Afektif Bipolar. Kedua macam episode itu seringkali terajadi setelah peristiwa hidup yang penuh stres atau trauma mental lain (adanya stres tidak esensial untuk penegakan diagnosis).0).F30.  Termasuk: gangguan atau psikosis manik-depresif. Yang khas adalah bahwa biasanya ada penyembuhan sempurna antar episode.

2).2 Gangguan Afektif Bipolar. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik. manik. F31. depresif atau campuran) di masa lampau. manik. Episode Kini Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik (F32.(b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik.4 Gangguan Afektif Bipolar. depresif atau campuran) di masa lampau. Episode Kini Manik Tanpa Gejala Psikotik  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania tanpa gejala psikotik (F30. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. manik atau campuran di masa lampau. F31. F31. depresif atau campuran) di masa lampau.1 Gangguan Afektif Bipolar.1). Episode Kini Manik Dengan Gejala Psikotik  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania dengan gejala psikotik (F30. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik. Episode Kini Depresif Ringan atau Sedang  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan (F32.2). .0) ataupun sedang (F32.3 Gangguan Afektif Bipolar. manik.1). F31. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. manik atau campuran di masa lampau.

9 Gangguan Afektif Bipolar YTT STATUS MENTAL EPISODE MANIK • • Deskripsi umum: banyak bicara. hipomani. dan telah berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu). perasaan: euforik. F31. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. depresif atau campuran). Mood. labil. Episode Kini Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik (F32. manik. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. manik atau campuran di masa lampau.5 Gangguan Afektif Bipolar. . atau campuran di masa lampau. dan depresif yang tercampur atau bergantian dengan cepat (gejala mania/ hipomania dan depresi sama-sama mencolok selama masa terbesar dari episode penyakit yang sekarang. dapat lekas marah.8 Gangguan Afektif Bipolar Lainnya F31. F31.6 Gangguan Afektif Bipolar.7 Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Dalam Remisi  Sekarang tidak menderita gangguan afektif yang nyata selama beberapa bulan terakhir ini.F31. Episode Kini Campuran  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang menunjukkan gejala-gejala manik. afek. atau campuran dimasa lampau dan ditambah sekurangnya satu episode afektif lain (hipomanik. tetapi pernah mengalami sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik.3). manik. manik. hiperaktif. F31.

mudah dialihkan perhatiannya. Telah lama dikenal bahwa lithium merupakan pengobatan yang paling disukai pada gangguan bipolar khusunya fase manik. Pengendalian impuls: 75% pasien manik senang menyerang dan mengancam. Diperkirakan bekerja atas tiga dasar yaitu:  Efek terhadap elektrolit-elektrolit dan transpor ion Lithium berhubungan erat dengan natrium. waham & halusinasi aneh dan tidak sesuai mood. Farmakokinetik Pada penggunaan oral. Farmakodinamik Mekanisme kerja yang pasti dari lithium sampai saat ini masih dalam penelitian.  Efek terhadap neurotransmiter Lithium tampaknya meningkatkan aktivitas serotonin. orientasi & daya ingat intak. menghambat . Gangguan persepsi: waham 75%. Sensorium & kognisi: defisit kognitif. sedikit tilikan terhadap gangguan pada dirinya.• • • • • • • Bicara: tidak dapat disela. Diperkirakan Lithium menurunkan pengeluaran norepinefrin dan dopamin. Kadar dalam plasma dicapai setelah 30 menit sampai 2 jam. rewel. Lithium dapat menggantikan natrium dalam menimbulkan potensial aksi dan pertukaran natrium melewati membran. Pikiran: bertema kepercaya diri-an. absorbsi lengkap terjadi setelah 6-8 jam. berusaha bunuh diri atau membunuh tp insidensi tidak diketahui. kemampuan konsentrasi hilang flight of ideas. Pertimbangan & tilikan: ada ggn pertimbangan. asosiasi longgar. kebesaran diri. Efek terapi terlihat setelah 10 hari penggunaan. Angka keberhasilannya pada remisi pasien dengan fase manik dilaporkan mencapai 60-80%. Reliabilitas: tidak dapat dipercaya. Ekskresi terutama melalui urin dengan waktu paruh eliminasi 20 jam. ANTIMANIA LITHIUM Lithium adalah kation monovalen yang kecil.

hampir selalu perlu ditambah clonazepam atau lorazepam dan kadang ditambah antipsikosis juga. disartria dan afasia.  Efek pada ginjal: polidipsi dan poliuri sering ditemukan namun bersifat reversibel. Pengobatan jangka panjang menunjukkan penurunan resiko bunuh diri. Penurunan laju filtrasi glomerulus telah ditemukan tapi tidak ada contoh mengenai azotemia maupun gagal ginjal. lithium sering dikombinasi dengan antidepresan. Beberapa literatur menerangkan bahwa terapi lithium jangka panjang dapat menyebabkan disfungsi ginjal termasuk nefritis interstitial kronis dan glomerulopati perubahan minimal dengan sindrom nefrotik. hiperaktivitas motorik. Farmakologi Klinik Sampai saat ini lithium karbonat dikenal sebagai obat gangguan bipolar terutama pada fase manik. Setelah mania dapat teratasi. Pada fase depresif gangguan bipolar.supersensitifitas dopamin dan meningkatkan sintesis asetilkolin. Beberapa studi mengemukakan bahwa peningkatan aktivitas kolinergik akan mengurangi mania. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengukuran kadar TSH serum setiap 6-12 bulan.  Efek ada pembawa pesan kedua (second messengers) Studi tentang lithium memperlihatkan perubahan kadar inositol phosphate di otak. pada kasus berat. Penyakatan ini menyebabkan deplesi PIP2 yang merupakan prekursor IP3 dan DAG. Efek pada fungsi tiroid: dapat menurunkan fungsi kelenjar tiroid tapi efeknya reversibel dan nonprogresif. antipsikosis boleh dihentikan dan lithium digunakan bersamaan dengan benzodiazepine untuk pemeliharaan. . koreoatetosis. ataksia. Bila mania masih tergolong ringan. Efek Samping   Efek neurologis: tremor. Beberapa pasien mengalami pembesaran kelenjar gondok dan gejala-gejala hipotiroidisme. lithium sendiri merupakan obat yang efektif. Lithium menghambat konversi IP2 menjadi IP1 dan konversi IP menjadi inositol. IP3 dan DAG merupakan pembawa pesan kedua yang penting dalam transmisi α-adrenergik maupun transmisi muskarinik. Tes fungsi ginjal harus dilakukan secara periodik untuk mendeteksi perubahan-perubahan pada ginjal.

Kombinasi valproate dengan obat-obatan psikotropik lainnya mungkin dapat digunakan dalam pengelolaan fase kedua pada penyakit bipolar yang umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Eskalith) Oral: 150. Preparat yang Tersedia Lithium carbonate (generik. Valproate manjur untuk pasien-pasien yang gagal memberikan respon terhadap lithium. Toksisitas pada bayi dimanifestasikan dengan letargi. Banyak dokter tidak setuju untuk menggabungkan valproate dengan lithium pada pasien yang respon terhadap salah satu agen. 300. 600 mg kapsul.  Efek lainnya: Telah dilaporkan efek erupsi jerawat dan folikulitis pada penggunaan lithium. Peningkatan berat badan pada pasien diduga karena edema namun pada 30% pasien tidak mengalami peningkatan berat badan. Lithium didapatkan pada air susu dengan kadar sepertiga sampai setengah dari kadar serum. 8 meq/5 mL sirup. 300. sianosis. 450 mg tablet sustained release 300 mg lithium carbonate setara dengan 8. Secara keseluruhan. Leukositosis selama pengobatan dengan lithium selalu ada yang merefleksikan efek langsung pada leukopoiesis. VALPROATE) Obat ini merupakan suatu agen untuk epilepsi dan telah terbukti memiliki efek antimania. 300 mg tablet.12 meq Li Dosis: 250-500 mg/hari ASAM VALPROAT (VALPROIC ACID. Edema: Hal ini mungkin terkait dengan efek lithium pada retensi natrium. reflek moro dan reflek hisap berkurang dan hepatomegali. Efek pada kehamilan dan menyusui: Laporan terdahulu menyatakan peningkatan frekuensi kelainan jantung pada bayi dengan ibu yang mengkonsumsi lithium terutama anomali Ebstein.   Efek pada jantung: Ion lithium dapat menekan pada nodus sinus sehingga sindrom bradikardi dan takikardi merupakan kontraindikasi penggunaan lithium. valroate menunjukkan keberhasilan yang setara dengan lithium pada awal minggu pengobatan. Namun data terbaru menyebutkan resiko efek teratogenik relatif rendah. Valproate telah diakui sebagai pengobatan lini pertama untuk mania. .

Mekanisme tersebut mungkin serupa dengan efek antikonvulsinya. hilangnya nafsu makan Epidemiologi  Wanita >> pria  Usia : 50% 20-50 tahun  Status perkawinan : umumnya terjadi paling sering pada orang yang tidak memiliki hubungan interpersonal yang erat atau yang bercerai atau berpisah .2 EPISODE DEPRESIF Pasien dengan mood terdepresi merasakan hilangnya energi dan minat. 250 mg/5 mL sirup Dosis: 3 x 250 mg/hari CARBAMAZEPINE Carbamazepine telah dianggap sebagai alternatif yang pantas untuk lithium jika lithium kurang optimal. Meskipun efek diskrasia darah menonjol pada penggunaannya sebagai antikonvulsi. 100. Cara kerja carbamazepine tidak jelas.Preparat yang Tersedia Valproic acid (generik. 300 mg kapsul Dosis: 400-600 mg/hari F3. perasaan bersalah. Depakene) Oral: 250 mg kapsul. 200. 200. Carbamazepine dapat digunakan sendiri atau pada pasien yang refrakter dapat dikombinasi dengan lithium. kesulitan berkonsentrasi. 400 mg tablet extended-release. namun tidak menjadi masalah besar pada penggunaanya sebagai penstabil mood. tetapi dapat mengurangi sensitisasi otak terhadap perubahan mood. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati mania akut dan juga untuk terapi profilaksis. 100 mg tablet kunyah. Tegretol) Oral: 200 mg tablet. Preparat yang Tersedia Carbamazepine (generic. Efek samping carbamazepine pada umumnya tidak lebih besar dari lithium dan kadang bahkan lebih rendah. 100 mg/5 mL suspensi.

Etiologi  Faktor Biologis  Faktor Genetika  Faktor Psikososial Gambaran Klinis Gejala Utama  Afek Depresi  Kehilangan minat dan kegembiraan  Berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah dan menurunnya aktivitas Gejala lainnya  Konsentrasi dan perhatian berkurang  Harga diri dan kepercayaan diri berkurang  Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna  Pandangan masa depan suram dan pesimistis  Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri  Tidur terganggu  Nafsu makan berkurang Kriteria Diagnosis Episode Depresif Ringan  Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama gangguan depresif  Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari gejala lainnya  Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya  Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu  Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial yang dilakukannya Episode Depresif Sedang .

pekerjaan atau rumah tangga kecuali pada tarif yang sangat terbatas. atau bau kotoran atau daging membusuk. kemiskinan atau malapetaka yang mengancam.  Waham biasanya melibatkan ide tentang dosa. akan tetapi jika gejala amat berat dan beronset sangat cepat. halusinasi atau stupor.  Retardasi psikomotor yang berat dapat menuju pada stupor Pemeriksaan Status Mental  Deskripsi umum  Retardasi psikomotor . maka masih dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu  Sangat tidak mungkin penderita akan mampu meneruskan kegiatan sosial. dan beberapa diantaranya harus berintensitas berat  Bila ada gejala penting (misalnya agitasi atau retardasi psikometer) yang mencolok. pekerjaan dan urusan rumah tangga Episode Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik  Semua 3 gejala utama gangguan depresif harus ada  Ditambah sekurang-kurangnya 4 dari gejala lainnya. maka penderita mungkin tidak mau atau tidak mampu untuk melaporkan banyak gejalanya secara rinci.  Episode depresi biasanya harus berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu.  Halusinasi auditorik atau olfatorik biasanya berupa suara yang menghina atau menuduh. Episode Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik  Disertai waham. Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama gangguan depresif  Ditambah sekurang-kurangnya 3 gejala lainnya  Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya  Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu  Menghadapi kesulitan nyata dalam meneruskan kegiatan dan kegiatan sosial. dan penderita merasa bertanggung jawab atas hal itu.

Antidepresan Klasik (Trisiklik & Tetrasiklik) Mekanisme kerja : Obat–obat ini menghambat resorpsi dari serotonin dan noradrenalin dari sela sinaps di ujung-ujung saraf. Agitasi psikomotor (sering pada usia lanjut)  Posut membungkuk  Tidak terdapat pergerakan spontan  Pendangan mata putus asa dan memalingkan pandangan  Biasanya pasien di bawa oleh keluarga atau kerabatnya karena penarikan sosial dan penurunan aktivitas  Bicara  Kecepatan dan volume bicara menurun  Respon yang lambat terhadap pertanyaan  Gangguan persepsi  Waham bersalah. tidak berguna. Antidepresan Generasi ke-2 . memalukan. 2. kemiskinan. kegagalan. Metode terapi semacam ini sering digunakan pada kasus depresif berat atau mempunyai risiko bunuh diri yang besar dan respon terapi dengan obat antidepresan kurang baik.  Psikoterapi Merupakan terapi yang digunakan untuk menghilangkan atau mengurangi keluhan-keluhan dan mencegah kambuhnya gangguan psikologik atau pola perilaku  FARMAKOLOGI 1.  Pikiran  Memiliki pandangan negatif tentang dunia dan dirinya sendiri  Daya Ingat  Gangguan kognitif. seringkali mengeluh gangguan konsentrasi dan mudah lupa Terapi  ELECTRO CONVULSIVE THERAPY ( ECT ) ECT adalah terapi dengan melewatkan arus listrik ke otak.

epinefrin. F33 GANGGUAN DEPRESIF BERULANG Pedoman Diagnostik  Gangguan ini tersifat dengan episode berulang dari  Episode depresi ringan  Episode depresi sedang  Episode depresi berat Episode masing-masing rata-rata lamanya sekitar 6 bulan. MAOI) Monoamin oksidase merupakan suatu sistem enzim kompleks yang terdistribusi luas dalam tubuh. Terdapat beberapa indikasi bahwa obat-obat ini lebih efektif daripada SSRI. 3. berperan dalam dekomposisi amin biogenik. Namun kategori ini harus tetap digunakan jika ternyata ada episode singkat dari peninggian afek dan hiperaktivitas ringan yang memenuhi kriteria hipomania segera sesudah episode depresif (kadang-kadang tampaknya dicetuskan oleh tindakan pengobatan depresi  Pemulihan keadaan biasanya sempurna diantara episode. terutama pada usia lanjut . dopamine. serotonin. menghambat re-uptake dari serotonin dan noradrenalin. namun sebagian kecil pasien mungkin mendapat depresi yang akhirnya menetap. . akan tetapi frekuensinya lebih jarang dibandingkan dengan gangguan bipolar  Tanpa riwayat adanya episode tersendiri dari peninggian afek dan hiperaktifitas yang memenuhi kriteria mania.Inhibitor Monoamin Oksidase (Monoamine Oxidase Inhibitor. Antidepresan MAO.  NaSA ( Noradrenalin and Serotonin Antidepressants ): Obatobat ini tidak berkhasiat selektif.Mekanisme kerja :  SSRI ( Selective Serotonin Re-uptake Inhibitor ) : Obat-obat ini menghambat resorpsi dari serotonin. seperti norepinefrin. sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasi amin endogen. MAOI menghambat sistem enzim ini.

dan  Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna F33. dan  Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna F33. dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik. Episode Kini Ringan Pedoman Diagnostik  Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus dipenuhi. Episode masing-masing dalam berbagai tingkat keparahan seringkali dicetuskan oleh peristiwa kehidupan yang penuh stres atau trauma mental lain (adanya stres tidak esensial untuk menegakkan diagnosis) F33.2 Gangguan Depresif Berulang. Episode Kini Sedang Pedoman diagnostik  Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus dipenuhi. dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan. Episode Kini Berat tanpa Gejala Psikotik Pedoman Diagnostik  Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus dipenuhi.0 Gangguan Depresif Berulang. Episode Kini Berat dengan Gejala Psikotik Pedoman Diagnostik .3 Gangguan Depresif Berulang.1 Gangguan Depresif Berulang. dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif sedang. dan  Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna F33.

4 Gangguan Depresif Berulang. Kini dalam Remisi Pedoman Diagnostik  Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus pernah dipenuhi di masa lampau tetapi keadaan sekarang seharusnya tidak memnuhi kriteria untuk episode depresif dengan derajat keparahan apapun atau gangguan lain apapun dalam F30-F39. dan  Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna F33. dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik. Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus dipenuhi. diantaranya tidak ada yang cukup parah atau cukup lama untuk memenuhi kriteria gangguan afektif bipolar atau gangguan depresi berulang  Setiap episode alunan afektif tidak memenuhi kriteria untuk kategori manapun yang disebut dalam episode manik atau episode depresif F34. dan  Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna F33. meliputi banyak periode depresi ringan atau hipomania ringan.8 Gangguan Depresif berulang Lainnya F33.0 Siklotimia Pedoman Diagnostik  Ciri esensial ialah ketidakstabilan menetap dari afek.1 Distimia Pedoman Diagnostik .9 Gangguan Depresif berulang YTT F34 GANGGUAN SUASANA PERASAAN (MOOD [AFEKTIF]) MENETAP F34.

0 Gangguan Afektif Tunggal Lainnya  Episode Afektif campuran Episode afektif yang berlangsung sekurang-kurangnya selama 2 minggu yang bersifat campuran atau pergantian cepat (biasanya dalam beberapa jam) antara gejala hipomanik.1 Gangguan Afektif Berulang Lainnya  Gangguan Depresif Singkat Berulang Episode depresif singkat yang berulang. munul kira-kira sekali sebulan selama satu tahun yang lampau. sedang atau berat . Ciri esensial ialah afek depresif yang berlangsung sangat lama yang tidak pernah atau jarang sekali cukup parah untuk memenuhi kriteria gangguan depresif berulang ringan atau sedang  Biasanya mulai dari usia dini dari masa dewasa dan berlangsung sekurang kurangnya beberapa tahun. gangguan ini seringkali merupakan kelanjutan suatu episeode depresif tersendiri dan berhubungan dengan masa berkabung atau stres lain yang tampak jelas.8 Gangguan Afektif Menetap Lainnya  Kategori sisa untuk gangguan afektif menetap yang tidak cukup parah atau tidak berlangsung cukup lama untuk memenuhi kriteria siklotimia atau distimia. dengan pemuliahan sempurna) tetapi memenuhi kriteria simptomatik untuk episeode depresif ringan. manik. kadang-kadang untuk jangka waktu tidak terbatas. Jika onsetnya pada usia lebih lanjut. dan depresif F38.9 Gangguan Afektif Menetap YTT F38 GANGGUAN SUASANA PERASAAN (MOOD [AFEKTIF]) LAINNYA F38. Semua episode depresif masing-masing berlagsung kurang dari 2 minggu (yang khas ialah 2-3 hari. namun secara klinis bermakna F34. F34.

8 Gangguan aektif lainnya YDT Merupakan kategori sisa untuk gangguan afektif yang tidak memenuhi kriteria untuk kategori manapun F38.F38. jika tidak ada istilah lain yang dapat digunakan .9 Gangguan Afektif YTT  Untuk dipakai sebagai langkah akhir.

Pada pasien AD juga ditemukan sistem serotonergik yang abnormal. Sekitar 25% dari keluarga tingkat pertama penderita AD juga menderita gangguan yang sama. Teori Psikoanalitik Anxietas adalah gejala dari konflik bawah sadar yang tidak terselesaikan. serotonin. Merupakan gangguan kecemasan yang paling sering ditemukan pada usia tua. keseimbangan. glutamate. Neurotransmiter yang berkaitan dengan AD adalah GABA. Pada tingkat yang lebih matang lagi. disebabkan oleh perhatian yang selektif terhadap hal-hal yang negative pada lingkungan. anxietas dihubungkan dengan kehilangan cinta dari objek yang penting. Insides tinggi pada usia 35-45 tahun. Pada tingkat yang paling primitif. anxietas dihubungkan dengan perpisahan dengan objek cinta. Teori kognitif-perilaku Penderita AD berespon secara salah dan tidak tepat terhadap ancaman. GANGGUAN SOMATOFORM & GANGGUAN TERKAIT STRES F40  PHOBIC ANXIETAS DISSODER Definisi Anxietas adalah perasaan tidak senang yang khas disebabkan oleh dugaan akan bahaya atau frustrasi yang mengancam atau membahayakan rasa aman. adanya - - - . dan kolesistokinin. Teori Genetik Pada sebuah studi didapatkan bahwa terdapat hubungan genetik pasien AD dan gangguan Depresi Mayor pada pasien wanita. Sedangkan penelitian pada pasangan kembar didapatkan angka 50% pada kembar monozigotik dan 15% pada kembar dizigotik. norepinefrin.F4 GANGGUAN NEUROTIK. atau kehidupan seseorang individu atau kelompok biososialnya  Epidemiologi Angka prevalensi untuk Anxietas Dissoder 3-8% wanita > 40 tahun Rasio antara perempuan dan laki-laki sekitar 2:1.  Etiologi Teori Biologi Area otak yang diduga terlibat pada timbulnya AD adalah lobus oksipitalis yang mempunyai reseptor benzodiazepine tertinggi di otak.

0  Agarofobia.  Gejala Gejala somatik         Gemetar Nyeri punggung dan nyeri kepala Ketegangan otot Napas pendek. hiperventilasi Mudah lelah. tangan rasa dingin. mulut kering.distorsi pada pemrosesan informasi dan pandangan yang sangat negative terhadap kemampuan diri untuk menghadapi ancaman. Gejala utama Ketakutan irrasional bila mengghadapi keadaan yang berbeda dari situasi keluarga dirumah Gejala fobia timbul setelah suatu fase permulaan panik & perasaan tak berdaya terhadap sesuatu yang belum terjadi ditempat yang jau dari rumah Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III - - . sering kencing) Parestesia Sulit menelan Gejala psikologik       Rasa takut yang berlebihan dan sulit untuk dikontrol Sulit konsentrasi Insomnia Libido menurun Rasa mual di perut Hipervigilance 40. diare. sering kaget Hiperaktivitas otonomik (wajah merah dan pucat. palpitasi. takikardia.

0) -  Diagnosis Banding Fobia Sosial Gangguan depresif dan agrofobia sering menonjol dan dapat menjadi penyebab. Ada atau tidaknya ganguan panik pada agrofobia. hendaknya diutamakan diagnosis agarofobia (F40.01= Dengan gangguan panik 40. dan bepergian sendiri menghindari situasi fobik harus atau sudah merupakan gejala yang menonjol (penderita menjadi “house bound”)    Diagnosis Banding Agrofobia Sebaian penderita hanya sediit mengaami anxietas karena mereka bisa menghindari objek/situasi fobik. perilaku atau otonomik yang timbul harus merupakan manifestasi primer dari anxietas bukan sekunder dari gejala-gejala lain seperti waham atau pikiran obsesif Anxietas harus mendominasi atau terbatas pada situasi social tertentu (outside the family circle) Menghindari situasi fobik harus atau merupakan gejala yang menonjol. perilaku atau otonomik yang timbul harus merupakan manifestasi primer dari anxietas bukan sekunder dari gejala-gejala lain seperti waham atau pikiran obsesif anxietas yang timbul harus terbatas minimal 2 dari situasi berikut: banyak orang.1  Fobia Sosial Gejala utama Takut pada situasi terpapar sesuatu yang tertutup/asing Kecemasan terhadap sesuatu yang belum terjadi sanga jelas  Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III gejala psikosis. Bila terlalu sulit membedakan antara fobia social dengan agarofobia. gejala psikosis. Jika fobia sosial dan agrofobia sullit dibedakan. diutamakan diagnosis agrofobia . tempat umum. dapat dinyatakan dengan penggunaan karakter kelima - F40.00= tanpa gangguan panik F40. bepergian keluar rumah.

Pada fobia khas ini umumnya tidak ada gejala psikiatrik lain.8 Gangguan Anxietas Fobik lainnya 40. - - 40. perilaku atau otonomik yang timbul harus merupakan manifestasi primer dari anxietas bukan sekunder dari gejala-gejala lain seperti waham atau pikiran obsesif Anxietas harus terbatas pada adanya objek atau situasi fobik tertentu ( highly specific situation) Situasi fobik tersebut sedapat mungkin dihindarinya.9 Gangguan Anxietas Fobik YTT  Diagnosis Banding Phobic Anxietas Disorder  Skizofrenia Depresi berat Gangguan obsesif kompulsif Gangguan kepribadian paranoid Gangguan kepribadian menghindar Tatalaksana Psikoterapi:    Psikoterapi suportif Psikoterapi yang berorientasi dinamik Psikoanalisis.Terapi perilaku Somatoterapi:   Anti depresi Anti anxietas . tidak seperti agarofobia dan fobia sosial.40.2  Fobia Khas (Terisolasi) Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III gejala psikosis.

- - - 41. 41. umumnya dapat terjadi “anxietas antisipatorik”. rasa dingin.1  Definisi Merupakan gangguan neurotik dengan gejala yang menonjol  kecemasan menyeluruh & menetap yang timbul karena kesalahan penyesuain diri terhadap secara emosional terhadap sutu stress  GK Ketegangan motorik : gemetar. Gangguan cemas menyeluruh. kening berkedut Hiperaktivitas saraf autotomik: berkeringat. yaitu anxietas yang terjadi setelah membayangkan sesuatu yamng mengkhawatirkan akan terjadi).F41   ANOTHER ANXIETAS DISSODER Manifestasi anxietas merupakan gejala utama dan tidak terbatas (not restricted) pada situasi lingkungan tertentu saja. tegang. untuk ditenangkan (reassurance) serta keluhan-keluhan somatic yang menonjolpadaan berlebihan  Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III . harus ditemukan adanya bebrapa kali serangan anxietas berat (severe attacks of autonomic anxiety) dalam masa kira-kira 1 bulan: Pada keadaan-keadaan dimana sebenarnya secara objektif tidak ada bahaya.0 Gangguan Panik (anxietas paroksismal episodik)  Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III Gangguan panic baru ditegakkan sebagai diagnosis utama bila tidak ditemukan adanya gangguan ansietas fobik (F40.-) Untuk diagnostik pasti. mudah kaget. asal saja jelas bersifat sekunder atau ringan. bahkan beberapa unsure dari anxietas fobik. berdebar-debar. Tidak terbatas pada situasi yang telah diketahui atau dapat diduga sebelumnya (unpredictable situation) Dengan keadaan yang relative bebas dari gejala-gejala anxietas pada periode di antara serangan-serangan panic (meskipun demikian. kesemutan Rasa khawatir berleihan akan ha-hal yang akan datang Kewas Pada anak-anak sering terliahat adanya kebutuhan berlebihan. Dapat disertai gejala-gejala depresif dan obsesif.

tidak membatalkan diagnostikutama yakni gangguan anxietas menyeluru. maka harus digunakan kategori F43. Adanya gejala-gejala lain yang sifatnya sementara (untuk beberapa hari). dimana masing-masing tidak menunjukkan rangkaian gejala yang cukup berat untuk menegakkan diagnostiktersendiri. ketegangan motorik. gangguan anxietas fobik (F40. disamping rasa cemas atau kekhawatiran berlebihan.8 41.3  Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III Memenuhi criteria gangguan anxietas menyeluruh dan juga menunjukkan (meskipun hanya dalam jangka waktu pendek) cirri-ciri yang menonjol dari kategori gangguan F40-F49. dan diagnosis gangguan campuran tidak fdapat digunakan. selama hal tersebut tidak memenuhi kriteria lengkap dari episode depresif (F32. hiperaktivitas ototomik. Gangguan Anxietas Campuran lainnya - - - 41.2 gangguan penyesuaian. khususnya depresi.-). Bila ditemukan anietas berat disertai depresi yang lebih ringan.2.9 . Gangguan Anxietas lainnya YTD Gangguan Anxietas YTT - 41. Bila ditemukan sindrom depresi dan anxietas yang cukup berat untuk menegakkan diagnostiktersebut harus dikemukakan. maka harus dipertimbangkan kategori gangguaqn anxietas lainnya atau gangguan anxietas fobik. maka dimasukkan dalam kategori F43. Bila gejala-gejala tersebut berkaitan erat dengan stress kehidupan yang jelas. Jika karena suatu hal hanya dapat dikemukakan datu diagnostikmaka gangguan depresif harus diutamakan. yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi khusus tertentu saja (sifatnya “free floating” atau “mengambang”) Gejala tersebut harus mencakup unsur : kecemasan. akan tetapi tidak memenuhi kriterianya secara lengkap.0) atau gangguan obsesifkomfulsif (F42.- Penderita harus menunjukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hamper setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan. gangguan penyesuaian.-) - - 41. Bila gejala-gejala yang memenuhi criteria dari kelompok gangguan ini terjadi dalam kaitan dengan perubahan atau stress kehidupan yang bermakna. 2 Gangguan campuran anxietas dan depresi  Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III Terdapat gejala-gejala anxietas maupun depresi. Untuk anxietas. gangguan panik (F41.-). beberapa gejala otonomik harus ditemukan walaupun tidak terus menerus.

seperti menghitung hal. Keterlibatan serotonin ini belum sebagai penyebab individu mengalami gangguan obsesif kompulsif. sensasi atau idea. jijik.F42 OBSESSIVE COMPULSIVE DISSODER  Definisi OCD adalah gangguan kecemasan berulang yang melibatkan obsessive berulang atau dorongan kecemasan yang cukup memakan waktu. Disertai dengan perasaan yang tidak menyenangkan seperti perasaan takut. mencuci tangan atau menghindari sesuatu. Fungsi serotonin di otak ditentukan oleh lokasi system proyeksinya. perasaan. kegiatan fungsional. atau kebutuhan kuat untuk mempunyai hal-hal “just so” Compulsion (Paksaan/Dorongan) merupakan perilaku yang disadari dan pola berulang dari perilaku terssebut. muak. melainkan sebagai pembentuk dari gangguan ini. Ini disebut “thought-action fusion” (fusi pikiran dan tindakan). menurut DSM IV adalah impuls berulang dan mengganggu pikiran. proyeksi pada ganglia basalis bertanggung jawab pada OCD  - Psikologis  Penderita OCD menyetarakan pikiran dengan tindakan atau aktifitas tertentu yang dipresentasikan oleh pikiran tersebut. Obsessive dan Compulsive dapat mengganggu rutinitas normal seseorang. memeriksa keamanan. Proyeksi pada konteks frontal diperlukan untuk pengaturan mood. Dimana dorongan ini tidak membawa kesenangan - - -  Epidemiologi Prevalensi 2-10% Dewasa perempuan = laki-laki Remaja laki-laki > perempuan Onset usia ± 20 tahun  Etiologi Aspek Biologis  Adanya keterlibatan neurotransmitter di otak. kegiatan sosial sehari-hari dan hubungan dengan keluarga dan temanteman Obsessive. . khususnya kurangnya jumlah serotonin.

Diagnosis ini digunakan bilamana kedua hal tersebut menonjol Another Obsessive Compulsive Dissoder - - 42. Dapat menyita waktu beberapa jam dalam sehari dan kadang berkaitan dengan ketidak-mampuan mengambil keputusan dan kelambanan Campuran Pikiran dan Tindakan Obsessive Penderita OCD memperlihatkan pikiran Obsessive serta tindakan Compulsive. Fusi antara pikiran dan tindakan ini dapat disebabkan oleh sikap-sikap tanggung jawab yang berlebih-lebihan yang menyebabkan timbulnya rasa bersalah seperti yang berkembang selama masa kanak-kanak. atau implus tersebut harus merupakan pengulangan yang tidak menyenangkan (unpleasantly repetitive). Predominan Pikiran Obsessive atau Pengulangan Gagasan. bayangan atau impuls yang sifatnya mengganggu Hampir selalu menyebabkan distress Predominan Tindakan Compulsive Berkaitan dengan kebersihan.1 - - 42.8 . Sedikitnya ada satu pikiran atau tindakan yang tidak berhasil dilawan. Mekanisme pertahanan psikologis mungkin memegang peranan pada beberapa manifestasi pada gangguan obsesif-kompulsif. Pikiran untuk melakukan tindakan tersebut di atas bukan merupakan hal yang memberi kepuasan atau kesenangan (sekedar perasaan lega dari ketegangan atau anxietas. Represi perasaan marah terhadap seseorang mungkin menjadi alasan timbulnya pikiran berulang untuk menyakiti orang tersebut.  Gejala OCD menurut PPDGJ-III : Harus disadari sebagai pikiran atau implus dari diri sendiri. bayangan pikiran. - Faktor Psikososial  OCD bisa disebabkan karena regresi dari fase anal dalam perkembangannya.2 - 42. dimana pikiran jahat diasosiasikan dengan niat jahat.0 42. keamanan atau masalah kerapihan dan keteraturan. Gagasan. tidak dianggap sebagai kesenangan seperti dimaksud di atas). Halhal tersebut dilatar-belakangi perasaan takut terhadap bahaya yang mengancam dirinya. meskipun ada lainnya yang tidak lagi dilawan oleh penderita.

Menyebabkan serotonin bertahan lebih lama di celah sinaps. Efek samping yang dapat terjadi adalah nausea. Terapi kognitif dari Beck juga dapat digunakan untuk menangani pasien OCD. dimana pasien menghadapkan dirinya sendiri pada situasi yang menimbulkan tindakan kompulsif dan kemudian menahan diri agar tidak menampilkan perilaku yang menjadi ritualnya membuatnya menghadapi stimulus yang membangkitkan kecemasan. nyeri kepala. Penghambatan ambilan kembali serotonin diakibatkan oleh ikatan obat (misalnya: fluoxetine) pada transporter ambilan kembali yang spesifik. sehinggga tidak ada lagi neurotransmitter serotonin yang dapat berkaitan dengan transporter. Pengguanaan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) terutama ditujukan untuk memperbaiki perilaku stereotipik . resisten terhadap perubahan hal-hal rutin. perilaku melukai diri sendiri. dan ritual obsesif dengan ansietas yang tinggi. disfunfsi seksual.   .9  YTT Obsessive Compulsive Dissoder Tatalaksana Pendekatan Psikoanalisa  Terapi yang dilakukan adalah mengurangi represi dan memungkinkan pasien untuk menghadapi hal yang ditakutinya. dan mulut kering. sehingga memungkinkan kecemasan menjadi hilang - Rational-Emotive Behavior Therapy  Menurut Davison & Neale terapi ini digunakan untuk membantu pasien menghapuskan keyakinan bahwa segala sesuatu harus terjadi menurut apa yang mereka inginkan atau hasil pekerjaan harus selalu sempurna. maka hal ini menjadi sulit untuk dijadikan target terapi Terapi psikoanalisa tidak terlalu efektif untuk menangani gangguan obsesifkompulsif  - Exposure and Response Prevention  Terapi ini (dikenal pula dengan sebutan flooding) diciptakan oleh Victor Meyer (1966). Namun karena pikiran yang mengganggu dan perilaku kompulsif bersifat melindungi ego dari konflik yang direpres. Pada pendekatan ini pasien diuji untuk menguji ketakutan mereka bahwa hal yang buruk akan terjadi jika mereka tidak menampilkan perilaku kompulsi  - Farmakoterapi  Obat-obat Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) bekerja terutama pada terminal akson presinaptik dengan menghambat ambilan kembali serotonin.42.

KONVERSI DSM IV-TR     Satu atau lebih gejala atau defisit yang mempengaruhi fungsi motorik volunter.  Tidak terdapat adanya gangguan fisik yang dapat menjelaskan gejalagejala tersebut.    . atau fungsi penting lainnya atau membutuhkan evaluasi medis. tidak terjadi secara eksklusif selama perjalanan gangguan somatisasi.  Kesadaran identitas dan penginderaan segera (awareness of identity and immediate sensation).44 GANGGUAN DISOSIATIF (KONVERSI) SINDROM KONVERSI  Gejala utama adanya kehilangan sebagian atau seluruhnya dari integrasi normal (dibawah kendali kesadaran). atau sensorik yang memberi kesan sesuatu konsidi neurologis atau kondisi medis lain. Gejala atau defisit menyebabkan penderitaan secara klinis yang bermakna atau gangguan pada fungsi sosial. dan dimulai dengan fluexetine dosis 10 mg/hari dengan pengamatan. Faktor psikologis dipertimbangkan berhubungan dengan gejala atau defisit karena cetusan atau eksaserbasi gejala atau defisit didahului oleh konflik atau stresor lainnya. setelah penelitian yang valid. Pada konversi. Gejala atau defisit tidak terbatas pada nyeri atau disfungsi seksual.  Obat SSRI tidak banyak berinteraksi dengan reseptor neurotransmitter lainnya. atau sebagai perilaku atau pengalaman yang diterima secara cultural. antara :  Ingatan masa lalu. Gejala atau defisit tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh suatu kondisi medis umum.  Bukti terdapat penyebab psikologis. dan  Kontrol terhadap gerakan tubuh. dan tidak lebih baik dijelaskan oleh gangguan mental lain. Gejala atau defisit tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura). dalam bentuk hubungan kurun waktu yang jelas dengan problem dan kejadian-kejadian yang stressful atau hubungan interpersonal yang terganggu (meskipun hal tersebut disangkal oleh pasien).atau oleh efek langsung suatu zat. kemampuan kendali di bawah kesadaran dan kendali selektif tersebut terganggu sampai taraf yang dapat berlangsung dari hari ke hari atau bahkan jam ke jam. Tindakan terapi ditujukan untuk mengatasi gejala-gejala disruptif. Perbaikan paling nyata dijumpai pada gangguan obsesif dan gejal cemas F. pekerjaan.

44.  F. epilepsi lobus temporalis. atau kemungkinan hukuman penjara atau hukuman mati. F.44. biasanya kejadian penting yang baru terjadi (selektif). gangguan kepribadian ganda. F. dan kurang jelasnya tujuan berkepergian serta kegiatan pada pasien epilepsi.44. dimana dalam hal ini tidak ada problem atau kejadian stressful. amnesia psikogenik. beda dengan postical fugue pada setelah serangan epilepsi.44. bukan aktivitas biasa.3 GANGGUAN TRANS DAN KESURUPAN Ciri khas kehilangan sementara aspek penghayatan akan identitas diri dan kesadaran terhadap lingkungannya. harus dapat dibedakan stupor pada skizofrenia dan stupor depresi atau manik.  Diagnosis Banding : Intoksikasi. dll). dengan ciri sangat berkurang atau hilangnya gerakan volunter dan respon normal terhadap rangsangan luar. pasien melakukan perjalanan tertentu melampaui hal yang umumdilakukan sehari-hari. menanyakan arah. mengenai kejadian stressful atau traumatik yang baru terjadi.JENIS GANGGUAN KONVERSI F. Gangguannya involunter. bensin. mirip dengan kejang epilepsi dalam hal . Harus dapat dibedakan dengan simulasi sadar (malingering). masih mampu mengurus kebutuhan dasar (makan. dan gejala tersebut berbeda dengan prinsip fisiologis maupun anatomik.44.4 GANGGUAN MOTORIK DISOSIATIF  Gejala paling sering berupa tidak mampu menggerakkan seluruh atau sebagian dari anggota gerak. F. Adanya problem atau kejadian baru yang stressful. kekuatan gaib. juga bukan ritual budaya atau agama. gangguan buatan sendiri dan berpura-pura. perbedaannya pada gangguan skizofrenia ataupun depresi perkembangannya sangat lambat.44.1 FUGUE DISOSIATIF  Selain ada amnesia disosiatif. sedang kesadarannya tidak hilang.0 AMNESIA DISOSIATIF Ciri utama hilangnya daya ingat. juga interaksi sosial sederhana (membeli karcis. F. amnesia dapat total atau parsial. memesan makana. amnesia buatan (conscious simulation of amnesia) ini biasanya berkaitan dengan problema keuangan.2 STUPOR DISOSIATIF   Harus ada stupor.5 KONVULSI DISOSIATIF  Disebut juga pseudo suizures. individu berperilaku seakan-akan dikuasai oleh kepribadian lain. mandi. bahaya kematian dalam peperangan. suara. malaikat atau kekuatan lain. perabaan. dsb). misal cahaya.

3. Untuk mengorek informasi mengenai problem yang mendasari munculnya disosiatif. yang mana terjadi hipersensitivitas serotonin reseptor di SSP.80 Sindrom Ganser F44. selanjutnya menghilangkan problem / stressful tersebut. Jelaskan bahwa medikasi akin menjadikan pasien santai (relaks) dan ingin berbicara.81 gangguan kepribadian multiple F44. mengompol. Tusukkan jarum (narrow-bore scalp-vein needle) ke vena di lengan atau tangan.6 ANESTESIA DAN KEHILANGAN SENSORIK DISOSIATIF  Anestesia pada kulit sering kali mempunyai batasan yang jelas. misalnya hilangnya perasaan dapat disertai dengan keluhan parestesia.7 GANGGUAN DISOSIATIF CAMPURAN Apa yang mungkin terjasi di SSP. kabur atau tunnel vision (area lapangan pandang sama. tidak ada kehilangan kesadaran F. seperti diasepam IV. bedanya : sangat jarang disertai lidah tergigit. caranya sebagai berikut: 1. tidak menutup kemungkinan ciri kepribadian dari masing-masing pasien sangat berhubungan. dapat dilakukan hipnosis wawancara dengan menggunakan hipnotika sedatif. Cuma kalau dilihat dari kelompok gangguan sangat mungkin berhubungan dengan gejala anxietas.88 gangguan disosiatif konversi lainnya YDT F44. Baringkan pasien 2. Gangguan penglihatan jarang total. biasanya berupa gangguan ketajaman penglihatan. .gerakannya.44. F.82 gangguan disosiatif terjadi pada masa kanak dan remaja F44. luka jatuh karena serangan.8 Gangguan Disosiatif Lainnya • • • • F44. dan mencegah terulangnya serangan berikut.44. Tetapi mobilitas pasien dan kemampuan motoriknya masih baik. dapat pula terjadi perbedaan antara hilangnya perasaan pada berbagai jenis modalitas penginderaan ysng tidak disebabkan kerusakan neurologis. sampai saat ini belum diketahui pasti. tidak tergantung pada perubahan jarak mata dari titik fokus). F44. Dapat juga terjadi tuli disosiatif dan anosmia. atau Amobarbital (Amytal).9Gangguan disosiatif YTT PENATALAKSANAAN Psikoterapi : Tujuan : menyelidiki adanya konflik yang mendasarinya atua problem / kejadian baru yang sressful.

gangguan yang sering ditemukan di klinik adalah gangguan somatisasi dan hipokondriasis. Pasien mutistik atau terhambat komonikasinya.3 disfungsi otonomik somatoform F.45. untuk caranya lihat bab sebelumnya GANGGUAN SOMATOFORM berdasarkan PPDGJ III dibagi menjadi : F.45. Teruskan invus sampai pasien menunjukkan nistagmus lateral cepat atau mengantuk.4 gangguan nyeri somatoform menetap F. Lakukan wawancara seperti wawancara psychiatric lain. lambat laun menuju ke masalah yang traumatik. tetapi denga beebread pesan : a. Perbincangan masalah yang penuh lekatan emosi dan traumatic secara perlahan. menyebut fakta kehidupan pasien yang diketahui sering membantu mempercepat penyembuhan.8 gangguan somatoform lainnya F. ambang tidur biasanya akan tercapai pada dosis antara 150 mg (3 ml) dan 350 mg (7 ml).1 ml tiap 5 mnt. melanjutkan memberikan saran agar mau berbicara. Pada bagian psikiatri. dan kemungkinan yang direpresi.kemudian perbincangan masalah tersebut secara berulang untuk menggali rincian yang terlupakan.45.45. janganlah mencecar masalah itu (seperti perasaan amarah yang ingin membunuh terhadap seseorang) untuk mencegah timbulnya panik setelah wawancara.45. 5. Untuk mempertahankan tingkat nargosis. Wawancara : a. 7. . Hentikan wawancara bila bahan sudah cukup.45.1 gangguan somatoform tak terperinci F. Dorongan untuk bebicara akan mencapai puncaknya pada saat ini. b. yang menimbulkan rasa berdosa. b.4. teruskan invus itu dengan kecepatan 0.45. 8. Perasaan yang menyertainya dan reaksi saat ini terhadap masalah itu. Medikamentosa : biasanya menggunakan BZ. Bicara agak pelo adalah jamak. Biarkan pasien berbaring untuk 15 mnt lagi hingga dapat berjalan di bawah pengawasan. Pasien yang bungkam. Pasien yang communicative mulai pembicaraan dengan yang netral dulu. Mulai injeksi larutan Amobarbital 5% (Amytal)-500 mg yang dilarutkan dalam 10 ml air stiril-dengan jumlah tetesan tidak melampaui 1 ml / mnt (50 mg / mnt untuk mencegah tertidur atau terhentinya pernafasan. ada tujuh kelompok. dan gangguan dismorfik tubuh. 6. lima sama dengan klasifikasi awal dari PPDGJ ditambah dengan gangguan konversi. atau bila tujuan terapi sudah tercapai.2 gangguan hipokondriasis F. 9.5 . tetapi tercapai pada dosis 75 mg (1.0 gangguan somatisasi F.9 gangguan somatoform YTT DSM-IV.5 ml) pada lansia atau dengan penyakit organik.

45. Keluhan-keluhannya tidak dapat dijelaskan oleh penyebab fisik atau melebihi apa yang dapat diharapkan dari suatu masalah fisik yang diketahui. bermula pada masa remaja atau dewasa muda Rasio tertinggi usia 20. dan berakibat antara menuntut perhatian medis atau mengalami hendaya yang berarti dalam memenuhi peran sosial atau pekerjaan. Keluhan tersebut juga tampak meragukan atau dibesar-besarkan. Teori yang ada yaitu teori belajar. Keluhan-keluhan yang diutarakan biasanya mencakup sistim-sistim organ yang berbeda seperti nyeri yang samar dan tidak dapat didefinisikan. Etiologi Belum diketahui. Jarang dalam setahun berlalu tanpa munculnya beberapa keluhan fisik yang mengawali kunjungan ke dokter. terkadang pada saat yang sama. yang sudah berlangsung sedikitnya 2 tahun Tidak mau menerima nasehat atau penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ada kelainan fisik yang dapat menjelaskan keluhan-keluhannya. penyakit-penyakit neurologik. terjadi karena individu belajar untuk mensomatisasikan dirinya untuk mengekspresikan keinginan dan kebutuhan akan perhatian dari keluarga dan orang lain Epidemiologi Wanita : pria = 10 :1.0 Gangguan Somatisasi Definisi Gangguan somatisasi (somatization disorder) dicirikan dengan keluhan somatik yang beragam dan berulang yang bermula sebelum usia 30 tahun (namun biasanya pada usia remaja). problem menstruasi/seksual. orgasme terhambat. genitourinaria. Kriteria diagnostik untuk Gangguan Somatisasi Untuk gangguan somatisasi.F.30 tahun Pasien dengan riwayat keluarga pernah menderita gangguan somatoform (berisiko 1020 kali lebih besar dibanding yang tidak ada riwayat). pergantian status kesadaran yang sulit ditandai dan lain sebagainya. diagnosis pasti memerlukan semua hal berikut:   Adanya banyak keluhan-keluhan fisik yang bermacam-macam yang tidak dapat dijelaskan atas dasar adanya kelainan fisik. bertahan paling tidak selama beberapa tahun. kardiopulmonar. Orang dengan gangguan somatisasi adalah orang yang sangat sering memanfaatkan pelayanan medis. dan orang itu sering kali menerima perawatan medis dari sejumlah dokter. . gastrointestinal.

 Salah satu (1) atau (2): Setelah penelitian yang diperlukan. yang berkaitan dengan sifat keluhan-keluhannya dan dampak dari perilakunya. medikasi. keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakan dari riwayat penyakit. kejang. punggung. rektum. selama hubungan seksual. muntah selain dari selama kehamilan. hilangnya sensasi atau nyeri. menstruasi tidak teratur. sulit menelan.  Gejala tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti gangguan buatan atau pura-pura). Terdapat disabilitas dalam fungsinya di masyarakat dan keluarga. dada. paralisis. 4 gejala nyeri: sekurangnya empat tempat atau fungsi yang berlainan (misalnya kepala. obat. terjadi selama periode beberapa tahun Tiap kriteria berikut ini harus ditemukan. atau selama miksi) 2 gejala gastrointestinal: sekurangnya dua gejala selain nyeri (misalnya mual. atau alkohol) Jika terdapat kondisi medis umum. ketulian. invalidasi (tidak membenarkan pemikiran/meyakinkan bahwa gejala hanya ada dalam pikiran tidak untuk kehidupan nyata . halusinasi. atau temuan laboratorium. atau:   Keluhan fisik dimulai sebelum usia 30 tahun. atau hilangnya kesadaran selain pingsan). anggota gerak. atau intoleransi terhadap beberapa jenis makanan) 1 gejala seksual: sekurangnya satu gejala selain dari nyeri (misalnya indiferensi seksual. kembung. gejala disosiatif seperti amnesia. perdarahan menstruasi berlebihan. perut. disfungsi erektil atau ejakulasi. selama menstruasi. diare. tiap gejala dalam kriteria B tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh sebuah kondisi medis umum yang dikenal atau efek langsung dan suatu zat (misalnya efek cedera. retensi urin. sendi. Mencegah adopsi dari rasa sakit. Tatalaksana Tujuan pengobatan 1. kebutaan. pemeriksaan fisik. 1 gejala pseudoneurologis: sekurangnya satu gejala atau defisit yang mengarahkan pada kondisi neurologis yang tidak terbatas pada nyeri (gangguan koordinasi atau keseimbangan. muntah sepanjang kehamilan). pandangan ganda.

2. Meminimalisir biaya dan komplikasi dengan menghindari tes-tes diagnosis, treatment, dan obat-obatan yang tidak perlu 3. Melakukan kontrol farmakologis terhadap sindrom komorbid (memperparah kondisi) Strategi dan teknik psikoterapi dan psikososial 1. Pengobatan yang konsisten, ditangani oleh dokter yang sama 2. Buat jadwal regular ddengan interval waktu kedatangan yang memadai 3. Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial Strategi dan teknik farmakologikal dan fisik 1. Diberikan hanya bila indikasinya jelas 2. Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi 3. Anti anxietas dan antidepressan Prognosis Dubia et malam. Pasien susah sembuh walau sudah mengikuti pedoman pengobatan. Sering kali pada pasien wanita berakhir pada percobaan bunuh diri.

F.45.1 Gangguan Somatoform Tak Terperinci Etiologi Tidak diketahui Epidemiologi Bervariasi, di USA 10%-12% terjadi pada usia dewasa dan 20 % menyerang wanita.

Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Somatoform yang tak terperinci   Keluhan-keluhan fisik bersifat multipel, bervariasi dan menetap, akan tetapi gambaran klinis yang khas dan lengkap dari gangguan somatisasi tidak terpenuhi Kemungkinan ada ataupun tidak faktor penyebab psikologis belum jelas, akan tetapi tidak boleh ada penyebab fisik dari keluhan-keluhannya. atau : Satu atau lebih keluhan fisik (misalnya kelelahan, hilangnya nafsu makan, keluhan gastrointestinal atau saluran kemih) · Salah satu (1) atau (2) Setelah pemeriksaan yang tepat, gejala tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh kondisi medis umum yang diketahui atau oleh efek langsung dari suatu zat (misalnya efek cedera, medikasi, obat, atau alkohol)

·

Jika terdapat kondisi medis umum yang berhubungan, keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakan menurut riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, atau temuan laboratorium.

-

Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya. Durasi gangguan sekurangnya enam bulan.

-

Gangguan tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain (misalnya gangguan somatoform, disfungsi seksual, gangguan mood, gangguan kecemasan, gangguan tidur, atau gangguan psikotik).

-

Gejala tidak ditimbulkan dengan sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura)

Tatalaksana Tujuan pengobatan 1. Mencegah adopsi dari rasa sakit, invalidasi (tidak membenarkan pemikiran/meyakinkan bahwa gejala hanya ada dalam pikiran tidak untuk kehidupan nyata 2. Meminimalisir biaya dan komplikasi dengan menghindari tes-tes diagnosis, treatment, dan obat-obatan yang tidak perlu 3. Melakukan kontrol farmakologis terhadap sindrom komorbid (memperparah kondisi) Strategi dan teknik psikoterapi dan psikososial 1. Pengobatan yang konsisten, ditangani oleh dokter yang sama 2. Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai 3. Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial Strategi dan teknik farmakologikal dan fisik 1. Diberikan hanya bila indikasinya jelas 2. Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi 3. Anti anxietas dan antidepressant (kalau perlu) Prognosis Bervariasi, sulit diprediksi karena prognosisnya bergantung pada gejala yang lebih dominan. F.45.2 Gangguan Hipokondriasis Definisi Hipokondriasis adalah keterpakuan (preokupasi) pada ketakutan menderita, atau keyakinan bahwa seseorang memiliki penyakit medis yang serius, meski tidak ada dasar medis untuk keluhan yang dapat ditemukan. Berbeda dengan gangguan somatisasi dimana

pasien biasanya meminta pengobatan terhadap penyakitnya yang seringkali menyebabkan terjadinya penyalahgunaan obat, maka pada gangguan hipokondrik pasien malah takut untuk makan obat karena dikira dapat menambah keparahan dari sakitnya. Ciri utama dari hipokondriasis adalah fokus atau ketakutan bahwa simptom fisik yang dialami seseorang merupakan akibat dari suatu penyakit serius yang mendasarinya, seperti kanker atau masalah jantung. Rasa takut tetap ada meskipun telah diyakinkan secara medis bahwa ketakutan itu tidak berdasar. Gangguan ini paling sering muncul antara usia 20 dan 30 tahun, meski dapat terjadi di usia berapapun. Orang dengan hipokondriasis tidak secara sadar berpura-pura akan simptom fisiknya. Mereka umumnya mengalami ketidaknyamanan fisik, seringkali melibatkan sistem pencernaan atau campuran antara rasa sakit dan nyeri. Berbeda dengan gangguan konversi yang biasanya ditemukan sikap ketidakpedulian terhadap simptom yang muncul, orang dengan hipokondriasis sangat peduli, bahkan benar-benar terlalu peduli pada simptom dan hal-hal yang mungkin mewakili apa yang ia takutkan. Pada gangguan ini, orang menjadi sangat sensitif terhadap perubahan ringan dalam sensasi fisik, seperti sedikit perubahan dalam detak jantung dan sedikit sakit serta nyeri. Padahal kecemasan akan simptom fisik dapat menimbulkan sensasi fisik itu sendiri, misalnya keringat berlebihan dan pusing, bahkan pingsan. Mereka memiliki lebih lanjut kekhawatiran akan kesehatan, lebih banyak simptom psikiatrik, dan mempersepsikan kesehatan yang lebih buruk daripada orang lain. Sebagian besar juga memiliki gangguan psikologis lain, terutama depresi mayor dan gangguan kecemasan. Etiologi Masih belum jelas Epidemiologi Biasanya terjadi pada usia dewasa, rasio antara wanita dan pria sama Kriteria Diagnostik untuk Hipokondriasis Untuk diagnosis pasti gangguan hipokondrik, kedua hal ini harus ada:  Keyakinan yang menetap adanya sekurang-kurangnya satu penyakit fisik yang serius yang melandasi keluhan-keluhannya, meskipun pemeriksaan yang berulang-ulang tidak menunjang adanya alasan fisik yang memadai, ataupun adanya preokupasi yang menetap kemungkinan deformitas atau perubahan bentuk penampakan fisiknya (tidak sampai waham)

gangguan depresif berat. Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai 3. gangguan panik. Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi 2. dan obat-obatan yang tidak perlu 3. invalidasi (tidak membenarkan pemikiran/meyakinkan bahwa gejala hanya ada dalam pikiran tidak untuk kehidupan nyata 2. Perokupasi menetap walaupun telah dilakukan pemeriksaan medis yang tepat. Mencegah adopsi dari rasa sakit. Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial 4. Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan kecemasan umum. Tatalaksana Tujuan pengobatan 1. Pengobatan yang konsisten. Usahakan untuk mengurangi gejala hipokondriasis dengan SSRI (Fluoxetine 60-80 mg/ hari) dibandingkan dengan obat lain. Prognosis . Melakukan kontrol farmakologis terhadap sindrom komorbid (memperparah kondisi) Strategi dan teknik psikoterapi dan psikososial 1. Lama gangguan sekurangnya 6 bulan. ditangani oleh dokter yang sama 2. gangguan obsesif-kompulsif. atau fungsi penting lain. ide bahwa ia menderita suatu penyakit serius didasarkan pada interpretasi keliru orang tersebut terhadap gejala-gejala tubuh. pekerjaan. Tidak mau menerima nasehat atau dukungan penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ditemukan penyakit atau abnormalitas fisik yang melandasi keluhan-keluhannya Ciri-ciri diagnostik dari hipokondriasis: Perokupasi (keterpakuan) dengan ketakutan menderita. Meminimalisir biaya dan komplikasi dengan menghindari tes-tes diagnosis. Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. Tidak disertai dengan waham dan tidak terbatas pada kekhawatiran tentang penampilan (seperti pada gangguan dismorfik tubuh). treatment. Therapi kognitif-behaviour Strategi dan teknik farmakologikal dan fisik 1. atau gangguan somatoform lain. cemas perpisahan.

.45. 45. Pasien sering wanita yang merasa mengalami nyeri yang penyebabnya tidak dapat ditemukan. dan menjelaskan situasi dimana rasa nyeri yang dirasakan menjadi lebih sakit atau lebih berkurang (Adler et al. Neale.45. yang sifatnya menetap dan mengganggu Gejala subjektif tambahan mengacu pada sistem atau organ tertentu (tidak khas) Preokupasi dengan penderitaan mengenai kemungkinan adanya gangguan yang serius yang menimpanya.45. .33 = Sistem Pernapasan F. muka panas. tremor. Individu yang merasakan nyeri akibat gangguan fisik.32 = Saluran Pencernaan Bagian Bawah F. F.4 . 2004). pasien malah bertindak sebaliknya.38 = Sistem atau Organ Lainnya F. Biasanya disertai penyakit organik yang walaupun demikian tidak dapat menerangkan secara adekuat keparahan nyerinya (Tomb.45.45. yang tidak terpengaruh oleh hasil pemeriksaan maupun penjelasan dari dokter Tidak terbukti adanya gangguan yang cukup berarti pada struktur/fungsi dari sistem/organ yang dimaksud Kriteria ke 5. biasanya setelah suatu stres dan dapat hilang dalam beberapa hari atau berlangsung bertahun-tahun. Munculnya secara tiba-tiba. Kring.45. Sedangkan pada nyeri somatoform. 65 % berlanjut menjadi kronik dengan onset yang berfluktuasi. berkeringat.10 % pasien bisa sembuh.31 = Saluran Pencernaan Bagian Atas F. Gangguan Nyeri Yang Menetap Definisi Gangguan nyeri ditandai oleh gejala nyeri yang semata-mata berhubungan dengan faktor psikologis atau secara bermakna dieksaserbasi oleh faktor psikologis.3 Gangguan Disfungsi Otonomik Somatoform Kriteria diagnostik yang diperlukan : Ada gejala bangkitan otonomik seperti palpitasi. lebih detail dalam memberikan gambaran sensoris dari rasa nyeri yang dialaminya.45.34 = Sistem Genito-Urinaria F. 2004). 25 % prognosisnya buruk. ditambahkan : F.30 = Jantung dan Sistem Kardiovaskular F. menunjukkan lokasi rasa nyeri yang dialaminya dengan lebih spesifik. dalam Davidson.

treatment. Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai 3. Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial 4. Diberikan hanya bila indikasinya jelas 2. kecemasan. Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Nyeri Nyeri pada satu atau lebih tempat anatomis Nyeri menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. tambahkan obat simptomatik untuk gejala yang timbul 5. Faktor psikologis dianggap memiliki peranan penting dalam onset. Nyeri tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mood. Melakukan kontrol farmakologis terhadap sindrom komorbid (memperparah kondisi) 4. Mencegah adopsi dari rasa sakit. Gejala atau defisit tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura). Meminimalisir biaya dan komplikasi dengan menghindari tes-tes diagnosis. atau gangguan psikotik dan tidak memenuhi kriteria dispareunia. Tatalaksana Tujuan pengobatan 1. serta terapi kognitifbehavioural Strategi dan teknik farmakologikal dan fisik 1. eksaserbasi atau bertahannya nyeri. Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi . Pengobatan yang konsisten. pekerjaan. dan obat-obatan yang tidak perlu 3. invalidasi (tidak membenarkan pemikiran/meyakinkan bahwa gejala hanya ada dalam pikiran tidak untuk kehidupan nyata 2. di USA 10-15% pasien datang dengan keluhan nyeri punggung. Jika nyerinya akut (< 6 bulan). Jika nyeri bersifat kronik (>6 bulan ).Etiologi Tidak diketahui Epidemiologi Terjadi pada semua tingkatan usia. ditangani oleh dokter yang sama 2. fokus pada pertahankan fungsi dan motilitas tubuh daripada fokus pada penyembuhan nyeri Strategi dan teknik psikoterapi dan psikososial 1. kemarahan. Nyeri kronik: pertimbangkan terapi fisik dan pekerjaan. atau fungsi penting lain.

F.Dispepsia . cenderung baik.45.8 Gangguan Somatoform Lainnya Pedoman Diagnostik : Keluhan yang ada tidak melalui saraf otonom. Pertimbangkan akupunktur Prognosis : Jika gejala terjadi < 6 bulan. Kronik: Trisiklik anti depresan. Paling sedikit ada 2 dari hal-hal tersebut dibawah ini: . dan jika gejala terjadi > 6 bulan. cenderung buruk (cenderung menjadi kronik). ”globus histericus”(perasaan ada benjolan di kerongkongan>>>disfagia) dan dismenore psikogenik F. Adanya keluhan-keluhan yang menetap dan mengganggu berupa meningkatnya rasa lelah setelah suatu kegiatan mental.0 Neurastenia • Pedoman Diagnostik a. Akut: acetaminophen dan NSAIDS (tidak dicampur) atau sebagai tambahan pada opioid 4. terbatas secara spesifik pada bagian tubuh/sistem tertentu Tidak ada kaitan dengan adanya kerusakan jaringan Termasuk didalamnya. atau keluhan mengenai kelemahan badaniyah dan kehabisan tenaga hanya setelah kegiatan ringan saja.Tidak dapat bersantai .45. pruritus psikogenik.3.9 gangguan somatoform YTT F.Sakit kepala .Peka/mudah tersinggung . b.48 GANGGUAN NEUROTIK LAINNYA F. acetaminophen dan NSAID 5.48.Pusing kepala .Perasaan sakit dan nyeri otot-otot .Gangguan tidur .

48. yaitu objek. c. tidak hidup.c. hilang. dan yang terjadi dengan frekuensi tertentu di dalam lingkungan budaya tertentu. tanpa warna. Bila ditemukan gejala otonomik ataupun depresif .1 Sindrom Depersonalisasi-derealisasi • Pedoman Diagnostik a. Memahami bahwa hal tersebut merupakan perubahan spontan dan subjektif dan bukan disebabkan oleh kekuatan luar atau orang lain. Gejala depersonalisasi. bukan dari dirinya.48. Gangguan disosatif. keadaan tersebut tidak cukup menetap dan berat untuk dapat memenuhi kriteria tersebut agar dapat didiagnosis secara tersendiri.jauh. Epilepsi.48.9 Gangguan Neurotik YTT . Gajala derealisasi.8 Gangguan Neurotik Lainnya YDT • Kategori ini mencakup gangguan-gangguan campuran dari perilaku. F. semu. d. F. keyakinan dan emosi yang tidak ada penyebabnya dan status neurologik yang jelas. b. jauh. seperti Skizofrenia. • Harus diusahkan terlebih dahulu menyingkirkan kemungkinan gangguan depresif atau gangguan anxietas F. orang dan atau lingkungan menjadi seperti tidak sesungguhnya (unreal). Peng-inderaan tidak terganggu (clear sensorium) dan tidak ada “toxic confusional state” atau epilepsi • Harus dibedakan dengan gangguan lain dengan gejala “change of personality”. yaitu individu merasa bahwa perasaanya dan atau pengalamannya terlepas dari dirinya.

2) o Pika pada anak (F98.0 anorexia nervosa • Suatu gangguan yang ditandai penurunan berat badan yang disengaja.0) o Kesulitan memberi makan dan gangguan penatalaksanaan makan (R63. yang dimulai dan atau dipertahankan oleh pasien • Umumnya pada gadis remaja atau manita muda .3) F50.3) o Kesulitan memberi makan pada masa bayi dan kanak (F98.F5 SINDROM TINGKAH LAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN FISIOLOGIS DAN FAKTOR FISIK  F50 gangguan makan Tidak termasuk : o Anoreksia atau kehilangan nafsu makan YTT (R63.

Dengan kesembuhan barulah pubertas tercapai. tetapi interaksi sosiokultural dan faktor biologis berperan sebagai penyebabnya. tetapi menarke terhambat Tak termasuk : • • kehilangan nafsu makan (R63. dengan manifestasi wanita sebagai amenore dan pada pria sebagai kehilangan minat seksual dan potensi • Jika onset terjadi pada masa pra pubertas.0) Kehilangan nafsu makan psikogenik (F50. kepribadian yang lemah Pedoman diagnostik • Berat badan tetap 15% dibawah normal (baik kurang maupun tidak tercapai) atau indeks massa tubuh quetelet adalah 17.1 anorexia nervosa tak khas • Istilah ini digunakan untuk individu dimana 1 atau lebih dari ciri anoreksia nervosa : amenore dan kehilangan berat badan bermakna tidak ditemukan atau tidak ada .• Penyebab secara hakiki belum begitu diketahui. dan juga mekanisme psikologis.5 atau kurang • Pengurangan berat badan dilakukan sendiri dengan menghindarkan makanan yang mengandung lemak dan salah satu dan lebih dari yang hal berikut : – Merangsang muntah oleh dirinya sendiri – Olah raga berlebihan – Makan obat penekan nafsu makan • Terdapat distorsi citra tubuh (body image) dalam bentuk psikopatologi khas dengan ketakutan gemuk terus menerus • Adanya gangguan yang luas pada endokrin yang meliputi proses hipotalamushipofisis-gonad. perkembangan pubertas tertunda atau bahkan tertahan.8) F50.

menetukan suatu ambang batas berat bada tertentu jauh dari berat badan yang optimal Termasuk : bulimia YTT Hiperoreksia nervosa . pasien menyerah terhadap episode makan berlebih. saat mana pasien makan sangat banyak dalam waktu yang singkat • Pasien berusaha melawan efek “menggemukkan” dari makanan dengan cara : – Sengaja merangsang muntah – Pemakaian pencahar berlebihan – Puasa berkala – Memakan obat penekan nafsu makan • Psikopatologinya : rasa khawatir luar biasa terhadap kegemukan. dan keinginan untuk makan yang tak tertahankan.2 bulimia nervosa • Adalah suatu sindrom yang ditandai oleh serangan berulang perilaku makan berlebih dan preokupasi berlebihan perihal berat badannya. sehingga pasien menggunakan cara yang sangat ketat untuk mengurangi efek “menggemukkan” dari makanan • • Distribusi umurnya sama kaya anoreksia nervosa Dianggap sebagai sekuele daru anoreksia nervosa menetap Pedoman diagnostik : • Terdapat suatu preokupasi yang terus menerus untuk makan.• Pasien yang mempunyai semua gejala utama tetapi taraf ringan juga bisa dimasukkan • Bukan masuk kelas ini jika gangguannya diakibatkan oleh penyakit fisik yang diketahui F50.

kehilangan nafsu makan psikogenik F50. operasi pembedahan. dan lain lain) • • Termasuk : makan berlebih psikogenik Tak termasuk : obesitas (E66). muntah psikogenik Tak termasuk : nausea dan muntah YTT (R11) F50. kecelakaan.9 gangguan makan YTT  F51 gangguan tidur non organik Kelompok ini mencakup : • Dissomnia : kondisi psikogenik primer dengan ciri gangguan utama adalah jumlah.F50. kualita atau waktu tidur akibat kausa emosional yaitu insomnia. sedangkan pada orang . dll Termasuk : hiperemis gravidarum psikogenik. polifagia (R63.8 gangguan makan lainnya • Termasuk : pika nonorganik masa dewasa.5 Muntah yang berhubungan dengan psikologis lainnya • • • • Selain muntah yang dilakukan sendiri seperti di bulimia nervosa Contohnya : muntah berulang akibat gangguan disosiatif. gangguan jadual tidur • Parasomnia : peristiwa episodik abnormal yang terjadi selama tidur.2) tidak ditemukan • Termasuk : bulimia dengan berat badan normal F50. hipersomnia. pada masa anak – anak berhubungan dengan perkembangan anak.3 bulimia nervosa tak khas • Istilah ini digunakan pada individu dengan satu atau lebih ciri utama gejala bulimia nervosa (F50.4 makan berlebih yang berhubungan dengan psikologis lainnya • Adalah makan berlebih yang akan menyebabkan kegemukan sebagai suatu reaksi terhadap stress harus dimasukkan disini (berkabung.2) F50.

0 insomnia nonorganik • Insomnia : suatu kondisi tidur yang tidak memuaskan secara kuantitas atau dan kualitas.dewasa predominan adalah psikogenik. yang keduannya menyebabkan berbagai gangguan dalam fungsi sosial dan pekerjaan F51. sulit mempertahankan tidur. mimpi buruk • • Termasuk pada kategori ini hanya gangguan tidur yang disebabkan oleh emosi sebagai faktor utamanya Tak termasuk : gangguan tidur organik (G47) F51. cemas. merasa seolah olah pikirannya melayang • Biasanya mereka mengatasinya dengan minum obat ataupun alkohol Pedoman diagnostik : • • • Keluhan sulit masuk tidur. depresif pada saat tidur. bangun terlalu dini • Cenderung pada wanita dan berkembang pada waktu terjadinya peningkatan stress kehidupan • Pasien insomnia merasakan dirinya tegang. mempertahankan tidur atau kualitas tidur yang buruk Gangguan tidur terjadi minimal 3 kali dalam seminggu selama minimal 1 bulan Adanya preokupasi akan tidak bisa tidur dan kekhawatiran berlebihan perihal akibatnya pada malam dan sepanjang hari • Tidak puas secara kuantitas dan kualitas dari tidurnya. khawatir. yaitu somnambulisme. teror tidur. yang berlangsung untuk 1 kurun waktu tertentu • Mempunyai keluhan : kesulitan masuk tidur.1 hipersomnia nonorganik • Adalah suatu kondisi baik tidur siang berlebihan maupun serangan kantuk (yang tidak disebabkan oleh tidur yang kurang) atau membutuhkan tenggang waktu yang lebih lama untuk segera pulih segar setelah bangun tidur .

. keadaan ini berhubungan dengan gangguan jiwa Pedoman diagnostik : • Tidur siang berlebihan atau serangan kantuk yang hebat pada siang hari. yang bukan disebabkan oleh kurang tidur dan atau membutuhkan waktu tenggang yang lebih lama untuk mencapai keaadaan siaga penuh saat bangun tidur • Gangguan tidur terjadi setiap hati selama lebih dari 1 bulan atau gangguan berulang yang berlangsung relatif singkat . dengan akibat keluhan baik insomnia maupun hipersomnia Pedoman diagnostik : • Pola jadual individu yang berbeda dengan jadual tidur yang dianggap normal di masyarakat dan keadaan budaya sekitarnya • Adanya insomnia pada waktu orang tidur dan hipersomnia pada waktu kebanyakan orang bangun.3 somnambulisme • Adalah suatu keadaan perubahan dari kesadaran. biasanya terjadi 1/3 awal dari tidur malam dan berjalan. individu bangun dari tempat tidurnya. dimana fenomena tidur dan bangun bercampur pada saat yang sama • Pada saat ini berlangsung. kualitas. maupun waktunya sehingga menyebabkan terganggunya fungsi sosial dan pekerjaan F51. memperlihatkan tingkat kesadaran yang rendah. yang menyebabkan keadaan yang tak menyenangkan atau menyebabkan gangguan yang nyata pada fungsi sosial atau pekerjaan F51.2 Gangguan jadual tidur nonorganik • Diartikan sebagai kurang sinkronnya antara jadual tidur dan siaga seseorang dengan jadual tidur siaga yang diinginkan untuk lingkungannya. reaktivitas dan kemampuan motorik yang rendah.• Bila tak ada penyebab organiknya. berlangsung sekurang kurangnya 1 bulan atau secara berulang dengan periode yang lebih singkat • Tidur kurang memuaskan dalam kuantitas.

walaupun mula – mula mungkin ada periode singkat berupa kebingungan dan disorientasi • Tak ada bukti terdapatnya gangguan mental organik seperti demensia atau suatu gangguan fisik seperti epilepsi F51. tubuh . biasanya pada sepertiga awal malam. tak responsif pada bagian rangsangan. dan hanya dengan susah payah dapat dibangunkan dari tidurnya • Pada waktu bangun. tak dapat berkomunikasi. lalu berjalan • Selama episode itu individu tersebut pandangan kosong. muka menatap kedepan.4 teror tidur • Adalah episode dimalam hari yang ditandai oleh rasa tercekam atau panik dengan hebat dengan cetusan teriakan • • • Individu terduduk atau terbangun dengan teriakan panik Terjadi 1/3 awal tidur malem Sering lari kepintu seolah mau melarikan diri. individu tak ingat mengenai episode tersebut • Dalam waktu beberapa menitsetelah bangun dari episode somnambulisme. walaupun mereka jarang meninggalkan kamar tidur Pedoman diagnostik : • Gejala predominan adalah terjadinya 1 atau lebih episode terbangun dari tidur yang diawali dengan teriakan panik.• Bisa meninggal kan rumah dan bisa menyebabkan resiko kecelakaan tapi nanti akan kembali lagi ke tempat tidurnya • Pasien tidak ingat atas kejadian tersebut pada saat keesokan harinya Pedoman diagnostik : • Gambaran utamanya adalah satu atau lebih episode bangun dari tempat tidur. baik dari 1 episede ataupun keesokan harinya. tidak terjadi gangguan aktivitas mental atau perilaku. dengan tanda khas adanya anxietas.

terbangun dapat terjadi kapan saja.bergetar. dan berkeringat • Episeode berulang ini berlangsung selama 1 – 10 menit dan biasanya terjadi pada 1/3 awal tidur malam • Secara relatif tidak bereaksi terhadap berbagai upaya orang lain untuk mengatasi peristiwa teror malam itu dan upaya demikian bahkan dapat menyebabkan disorientasi dan gerakan perseveratif untuk beberapa menit • Bila dapat ingat peristiwanya. hanya minimal (biasanya hanya terbatas pada 1 atau 2 bayang bayang mental yang fragmentaris) • Tak ada tanda suatu gangguan fisik (tumor otak dan epilepsi) F51. hiperaktivitas otonomik yang hebat seperti takikardi . keamanan dan harga diri. nafas cepat. biasanya termasuk ancaman terhadap kehidupan.9 gangguan tidur nonorganik YTT . pasien siaga penuh dan baik orientasinnya • Pengalaman mimpi itu dan akibat gangguan tidur yang terjadi menyebabkan pesien merasa tidak enak TERMASUK : gangguan anxxietas pada mimpi F51.8 tidur nonorganik lainnya F51. jelas dan menakutkan. dilatasi pupil. yang teringat secara terinci oleh individu tersebut • • • Sering terjadi pengulangan dengan mimpi yang sama Pedoman diagnostik : Terbangun dari tidur malam atau tidur siang dengan mimpi yang terperinci.5 mimpi buruk / nightmare • Adalah penganlama mimpi yang penuh dengan kecemasan atau ketakutan. tetapi biasanya terjadi pada fase akhit tidur • Saat terbangun dari mimpi menakutkan.

8). atau dengan orang lain terjadi normal normal saja • • Wanita : kekeringan vagina atau kegagalan pelicin Termasuk : gangguan rangsangan seksual pada wanita.1 Tidak menyukai dan tidak menikmati seks • Tidak menyukai seks : bila berhubungan seksual disertai oleh perasaan negatif yang hebat. gangguan ereksi pada pria.8) F52. menimbulkan perasaan takut dan cemas. begitu pula orgasme dicapai tapi tidak mendatangkan kenikmatan.0 kurang atau hilangnya nafsu seks • Merupakan masalah utama dan tidak merupakan gangguan sekunder dari kesulitan seksual lainnya seperti kegagalan ereksi atau dispareunia • Berkurangnya nafsu seksual tidak menyingkirkan kenikmatan dan gairah seksual tetapi menyebabkan berkurangnya aktivitas seksual • Termasuk : rigiditas. impotensi psikogenik . Biasanya terjadi pada wanita F52. waktu tidur. sehingga aktivitas seksual dihindarkan • Tidak menikmati seks : hubungan seks berjalan normal. koro (F48. Jika terjadi pada selama masturbasi .2 kegagalan dari respon genital • Pria : masalah utama disfungsi ereksi.– Termasuk gangguan tidur emosional YTT  F52 Disfungsi seksual bukan disebabkan oleh gangguan atau penyakit organik     Meliputi bagaimana cara dimana individu tak mampu unutk melaksanakan senggama sebagaimana yang diharapkannya Wanita cenderung lebih lazim mengeluh mengenai kualitas subjektif pengalaman seksualnya (kurangnya kepuasan atau minat) Laki laki mengeluh adanya kegagalan dari respon spesifik seperti ereksi dan ejakulasi Tak termasuk : sindrom dhat (f48. gangguan nafsu seksual hipoaktif F52.

6 dispareunia nonorganik • • • Rasa nyeri saat berhubungan Dapat terjadi pada wanita dan pria Faktor emosional sangat penting F52.5 vaginismus nonorganik • • • Spasme dari otot sekitar vagina.3 disfungsi orgasme • Dapat terjadi orgasme sangat lambat terjadi atau sama sekali tak terjadi.7 dorongan seksual yang berlebih • Pria dan wanita kadang mungkin mengeluh mengenai adanya dorongan seksual yang berlebihan yang menjadi masalah • Timbul pada masa akhir remaja atau pada dewasa muda F52. yang menyebabkan tertutupnya liang vagina Masuknya penis jadi sulit atau terasa nyeri Termasuk : vaginismus psikogenik F52. Lebih sering terjadi pada wanita • Termasuk : orgasme yang terhambat (pria dan wanita).F52.9 Disfungsi seksual YTT. anorgasme psikogenik F52. bukan disebabkan oleh gangguan atau penyakit organik F52. bukan disebabkan oleh gangguan atau penyaki organik  F53 gangguan jiwa perilaku berhubungan dengan masa nifas YTK .4 ejakulasi dini • Ketidakmampuan mengendalikan ejakulasi sedemikian rupa supaya kedua partner dapat menikmati senggama F52.8 disfungsi seksual lainnya.

6 jamu atau obat tradisional F55.5 steroida atau hormon F55.2 analgetik F55.1 gangguan jiwa dan perilaku ringan yang berhubungan dengan masa nifas YTK • Termasuk : psikosis masa nifas YTT F53.3 antasida F55.0 antidepresan F55.8 zat lainnya yang tidak menyebabkan ketergantungan (diuretika) F55.9 YTT  F59 sindrom perilaku YTT yang berhubungan dengan gangguan fisiologis dan faktor fisik o Termasuk : disfungsi fisiologis psikogenik YTT .8 gangguan jiwa dan perilaku lainnya yang berhubungan dengan masa nifas YTK F53.0 gangguan jiwa dan perilaku ringan yang berhubungan dengan masa nifas YTK • • Termasuk : depresi pasca lahir YTK Depresi pasca bersalin (YTT) F53.1 pencahar F55. Gangguan jiwa yang berhubungan dengan masa nifas (timbul dalam 6 minggu setelah persalinan) F53.9 gangguan jiwa masa nifas YTT  F54 faktor psikologis dan perilaku yang berhubungan dengan gangguan atau penyakit YDK            Termasuk : Faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi fisik Tidak termasuk : nyeri kepala tipe tegang (G44.4 vitamin F55.2)  F55 penyalahgunaan zat yang tidak menyebabkan ketergantungan F55.

2 GK Dissosial : berulang kali melakukan pelanggaran hukum. pengendalian impuls. biasanya meliputi beberapa bidang fungsi. Beberapa dari kondisi dan pola perilaku tersebut berkembang sejak dini dari masa pertumbuhan dan perkembangan dirinya sebagai hasil interaksi factor-faktor konstitusi dan pengalaman hidup. berjangka panjang dan tidak terbatas pada episode gangguan jiwa Pola perilaku abnormal bersifat pervasif (mendalam) dan maladaptive yang jelas terhadap keadaan pribadi dan social yang luas Manifestasi di atas selalu muncul pada masa kanak / remaja dan berlanjut sampai usia dewasa Gangguan ini menyebabkan penderitaan pribadi yang cukup berarti tapi baru menjadi nyata setelah perjalanan lanjut.1 GK Skizoid : menyukai kesendirian. Pedoman diagnostic . Terdiri dari : F60. sedangkan yang lainnya didapat pada masa kehidupan selanjutnya. misalnya afek.3 GK Emosional tak stabil : kecenderungan yang mencolok untuk bertindak secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensinya bersamaan dengan ketidakstabilan emosii . tidak punya minat terhadap hubungan dekat dan kedinginan emosi F60. mengabaikan keselamatan diri sendiri dan ketidakjujuran F60. iritabilitas dan agresifitas.F6 GANGGUAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU MASA DEWASA Mencakup berbagai kondisi klinis yang bermakna dan pola perilaku yang cenderung menetap dan merupakan ekspresi dari pola hidup yang khas dari seseorang dan cara-cara berhubungan dengan diri sendiri dan orang lain. Jenis-jenis nya adalah : • • • • F60. kesiagaan.kondisi yang tidak berkaitan langsung dengan kerusakan atau penyakit otak berat atau gangguan jiwa lain -memenuhi criteria berikut ini:      Disharmoni sikap dan perilaku yang cukup berat. Pola perilaku abnormal berlangsung lama.0 GK Paranoid :ketidakpercayaan dan kecurigaan pervasive kepada orang lain F60. Gangguan Kepribadian Khas Suatu gangguan berat dalam konstitusi karakteriologis dan kecendrungan perilaku dari seseorang yang biasanya meliputi beberapa bidang dari kepribadian dan hampir selalu berhubungan dengan kesulitan pribadi dan social.serta gaya berhubungan dengan orang lain. cara memandang dan berpikir.

pengalaman persepsi yang tidak lazim. narsistik : rasa kepercayaan diri yang besar. tidak mau terlibat langsung dengan orang lain F60. penampilan dan cara bicara yang aneh gangguan kepribadian Kluster B : individu yang dramatis. keterpakuan. afek yang tidak sesuai.7 GK Dependen : tidak nyaman dan tidak berdaya jika sendirian.5 GK Anankastik : • • • • • • • Perasaan ragu-ragu dan hati-hati yang berlebihan Preokupasi dengan hal yang rinci (detail) Perfeksionisme Ketelitian.emosional    ambang : perasaan kekosongan yang kronis. kemarahan yang kuat dan tidak pada tempatnya. serta pikiran. perasaan tidak adekuat . secara terus-menerus menggunakan penampilan fisik untuk menarik perhatian kepada dirinya. mudah disugesti. tidak punya minat terhadap hubungan dekat dan kedinginan emosi skizotipal : keyakinan yang aneh. anti social : berulang kali melakukan pelanggaran hukum. iritabilitas dan agresifitas. mengabaikan keselamatan diri sendiri dan ketidakjujuran. F60. dan keterikatan yang berlebihan Kaku dan keras kepala Pemaksaan terhadap keinginannya Mencampuradukkan pikiran atau dorongan yang memaksa dan yang enggan • • • • • F60.4 GK Histrionik : menunjukkan dramatisasi diri.• F60.9 GK YTT Berdasarkan DSM-IV. kelabilan emosi yang ekstrem.6 GK Cemas (menghindar) : rendah diri. Gangguan terbagi atas :  gangguan kepribadian kluster A : individu yang aneh/eksentrik     paranoid: ketidakpercayaan dan kecurigaan pervasive kepada orang lain skizoid : menyukai kesendirian. membutuhkan orang lain untuk melaksanakan/ memutuskan sesuatu F60. ekspresi emosi yang berlebihan.8 GK Khas Lainnya F60. gangguan identitas. perilaku. yakin bahwa dia adalah khusus dan unik. Kepribadian adalah totalitas sifat emosional & perilaku yang menandai kehidupan seseorang. tidak punya empati dan sering iri pada orang lain .

Gangguan Kepribadian Campuran dan Lainnya. sangat tertarik menonton peristiwa kebakaran. perasaan tegang meningkat sebelum melakukan dan terangsang setelah berhasil melaksanakan . Jenisjenisnya adalah : • F63. terlalu berhati2. Kategori ini dimaksudkan untuk gangguan kepribadian dan kelainan-kelainan yang seringkali menyulitkan.0 Gangguan Kepribadian Campuran F61. membutuhkan orang lain untuk melaksanakan/ memutuskan sesuatu obsesif kompulsif: perfeksionis.  gangguan kepribadian kluster C : individu yang pencemas/ ketakutan    menghindar : rendah diri. teliti dan tidak fleksibel F61. atau setelah mengalami gangguan jiwa yang berat pada penderita yang tanpa gangguan kepribadian sebelumnya. Perubahan Kepribadian Yang Berlangsung Lama Yang Tidak Diakibatkan Oleh Kerusakan/ Penyakit Otak Kelompok ini meliputi gangguan dari kepribadian dan perilaku dewasa yang berkembang setelah mengalami katastrofik atau stress yang berkepanjangan. Gangguan Kebiasaan dan Impuls Gangguan ditandai oleh tindakan berulang yang tidak mempunyai motivasi rasional yang jelas serta umumnya merugikan kepentingan penderita sendiri dan orang lain. ekspresi emosi yang berlebihan. tidak mau terlibat langsung dengan orang lain dependen : tidak nyaman dan tidak berdaya jika sendirian.0 Judi patologis judi secara berulang yang menetap. histrionic :menunjukkan dramatisasi diri. tetapi tidak menunjukkan pola gejala yang khas yang menjadi ciriciri dari gangguan F. yang berlanjut seringkali meningkat meskipun ada konsekuensi sosial yang merugikan • F63.1 Bakar patologis (piromania) berulang kali melakukan pembakaran tanpa motif yang jelas. mudah disugesti. kekakuan dan keras kepala.1 Perubahan Kepribadian Yang Bermasalah F62. perasaan tidak adekuat . secara terus-menerus menggunakan penampilan fisik untuk menarik perhatian kepada dirinya. F63.60 Jenis-jenisnya adalah :   F61.

• F63.3 Trikotilomania kerontokan rambut kepala yang terlihat jelas disebabkan oleh berulangkali gagal menahan diri terhadap impuls untuk mencabut rambut . ada hasrat dan keinginan untuk diterima sebagai anggota dari kelompok lawan jenisnya dan mendapatkan terapi untuk membuat tubuhnya semirip mungkkin dengan jenis kelamin yang diinginkan • F64. didahului oleh ketegangan yang meningkat dan setelah itu tercipta rasa puas • • F63. atribut dll • • F64. ada perasaaan cemas murung dan bersalah saat episode pencurian tetapi dihilangkan perasaanya itu dengan mengulangi perbuatannya kembali • F63. Gangguan Identitas Jenis Kelamin • F64.2 Curi patologis (kleptomania) dilakukan sendiri.9 Gangguan Identitas Jenis Kelamin YTT F65.9 Gangguan Kebiasaan dan Impuls YTT F64.8 Gangguan Identitas Jenis Kelamin Lainnya F64. peningkatan perasaan tegang sebelum melakukan dan puas setelah melakukan. upaya menyembunyikan barang tetapi tidak digunakan.8 Gangguan Kebiasaan dan Impuls Lainnya F63.0 Fetishisme mengandalkan benda mati sebagai rangsangan untuk membangkitkan gairah seksual dan memberi kepuasan seksual (ekstensi dari tubuh manusia) .2 Gangguan identitas jenis kelamin masa anak manifestasi pertama timbul pada usia pra sekolah sudah tampak sebelum pubertas . Gangguan Preferensi Seksual • F65. keinginan anak yang mendalam untuk menjadi jenis kelamin lawan jenisnya disertai penolakan terhadap perilaku.1 Transvestisme fetishistik .1 Transvestisme peran ganda mengenakan pakaian dari lawan jenis dan tidak perangsangan seksual untuk melakukan itu • F64. ada penyangkalan terhadap struktur anatomi .0 Transseksualisme identitas sudah menetap selama minimal 2 tahun dan harus bukan merupakan gejala ggn jiwa lain . terbatas hampir hanya pada pria saja • F65.

merupakan fase awal transseksualisme • F65. takut. mendapatkan rangsangan dari aktivitas 64adistic maupun masokistik • • • F65.Gangguan Psikologis dan Perilaku Yang Berhubungan Dengan Perkembangan dan Orientasi Seksual • F66. sering pada remaja • F66.8 Gangguan Preferensi Seksual Lainnya F65.8 Gangguan Perkembangan Psikoseksual Lainnya F66.1 Orientasi seksual egodistonik seksual tidak diragukan tetapi individu mengharapkan yang lain disebabkan ggn psikologis dan perilaku • F66.2 Ekshibisionisme kecenderungan berulang memamerkan alat kelamin kepada orang lain tanpa ajakan untuk berhubungan lebih akrab .0 Gangguan maturitas seksual menderita ketidakpastian ttg identitasnya yang menimbulkan kecemasan atau depresi . kegairahan meningkat • F65. apabila yang menyaksikan terkejut.6 Gangguan Preferensi Seksual Multipel F65.4 Pedofilia preferensi seksual terhadap anak .9 Gangguan Preferensi Seksual YTT F66. biasanya karena mengalami frustasi kronis terhadap partner seksualnya dan mencari pengganti • F65.3 Voyeurisme kecenderungan berulang untuk melihat orang yang sedang melakukan hubungan seksualatau berperilaku intim • F65.mengenakan pakaian dari lawan jenis untuk mencapai kepuasan seksual.2 Gangguan jalinan seksual kelainan dalam identitas jenis kelamin atau preferensi seksual merupakan penyebab kesulitan dalam membentuk atau menjalin hubungan dengan mitra seksual • • F66.5 Sadomasokisme preferensi terhadap aktivitas seksual yang melibatkan pengikatan atau menimbulkan rasa sakit atau penghinaan .9 Gangguan Perkembangan Psikoseksual YTT .

Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa Lainnya • F68. baik fisik maupun psikologis F68.F68.8 Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa Lainnya YDT F68.0 Elaborasi gejala fisik karena alasan psikologis disebabkan oleh ggn fisik.1 Kesengajaan atau berpura-pura membuat gejala atau disabilitas. penyakit atau disabilitas yang berlebihan yang disebabkan oleh keadaan psikologis dari penderita • • • F68.9 Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa YTT .

namun membutuhkan perawatan. selama masa perkembangan. 1992) Retardasi mental adalah gangguan yang ditandai oleh fungsi intelektual yang berfungsi secara bermakna dibwah rata-rata (IQ kira-kira 70 atau lebih rendah) yang bermula sebelum usia 18 tahun disertai defist atau hendaya fungsi adaptif (fungsi adaptif adalah kemampuan individu tersebut secara efektif menghadapi kebutuhan untuk berdikari yang dapat diterima oleh lingkungan social). supervise dan mengelola untuk melindungi dirinya dengan orang lain. terutama ditandai oleh adanya hendaya. mereka tidak akan memperoleh manfaat semestinya bila belajar disekolah biasa. motorik. (DSM IV. keterampilan. sehingga berpengaruh pada semua tingkat intelegensia. ialah mereka dengan defek mental yang sedemikian beratnya sehingga tidak mampu menjaga dirinya terhadap bahaya fisik yang biasa dijumpai sehari-hari 2. (PPDGJ III) Retardasi mental adalah suatu keadaan perkembangan mental yang terhenti atau tidak lengkap. Imbesil.1 = terdapat hendaya perilaku yang bermakna dan memerlukan perhatian atau terapi F7x. dan jika mereka masih anak ia tidak dapat belajar mengurus dirinya sendiri. bahasa. dan jika mereka masih anak.2 = hendaya perilaku lainnya F7x.F7 RETARDASI MENTAL Definisi Retardasi mental ialah suatu keadaan perkembangan jiwa yang terhenti atau tidak lengkap. WHO Geneva.mental di Inggris . 1927. dan sosial. namun tidak mampu mengurus dirinya sendiri. Karakter keempat digunakan untuk menentukan luasnya hendaya perilaku. bila hal ini bukan disebabkan oleh suatu gengguan lain yang menyertai : F7x. yang walaupun tidak separuh idiot. Pikiran lemah ialah mereka yang dfek mentalnya tidak seberat imbesil. (ICD 10. yaitu : 1. . didapatkan 4 kelas defek mental. ialah mereka dengan defek mental. Idiot. 3. yaitu kemampuan kognitif.0 = tidak ada. yang terutama ditandai oleh terjadinya hendaya (disability) keterampilan selama masa perkembangan sehingga berpengaruh pada tingkat kecerdasan secara menyeluruh.3 = tanpa penyebutan dari hendaya perilaku Klasifikasi Undang-undang mengenai defisiensi .1994) Retardasi mental sendiri dapat terjadi dengan atu tanpa gangguan jiwa atau gengguan fisik lainnya. atau terdapat hendaya perilaku minimal F7x.

Etiologi 1. Meskipun ada kecenderungan umum bahwa semua keterampilan ini akan berkembang ke tingkat keterampilan yang sama pada setiap individu.     F70 RETARDASI MENTAL RINGAN Pedoman diagnostik  Bila menggunakan tes IQ baku yang tepat. harus ada penurunan tingkat kecerdasan yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan adaptasi terhadap tuntutan dari lingkungan social biasa sehari-hari Gangguan jiwa dan fisik yang menyertai retardasi mental. termasuk temuan klinis. namun dapat terjadi suatu ketimpangan yang besar. melainkan harus dinilai berdasarkan sejumlah besar keterampilan fisik yang berbeda. Orang tersebut mungkin memperlihatkan hendaya berat dalam satu bidang tertentu (misalnya bahasa) atau mempunyai suatu area keterampilan tertentu yang lebih tinggi (misalnta tuda visuo-spasial) yang berlawanan dengan latar belakang adanya retardasi mental berat. Factor lingkungan yang dapat mengganggu organism yanh sedang tumbuh 3. Defek moral. Faktor predisposisi genetik. supervises dan kelola untuk melindungi orang lain. Penilaian diagnostic adalah terhadap “kemampuan umum” (global ability) bukan terhadap suatu area tertentu yang spesifik dari hendaya atau keterampilannya. Prevalensi Angka retardasi mental pada anak lebih tinggi. mempunyai pengaruh besar pada gambaran klinis dan penggunaan dari semua keterampilannya. khusunya pada penderita. dan hasil psikometrik Untuk diagnosis yang pasti.4. perilaku adaptif (yang dinilai dengan latar belakang budayanya). Saat terjadinya pemeparan dapat mempengaruhi beratnya kerusakan. Pedoman diagnostik  Tingkat kecerdasan bukan satu-satunta karakteristik. termasuk kepekaan yang dipengaruhi oleh factor genetic terhadap agen atau faktor ekologis atau lingkungan 2. Penelitian diberbagai Negara mendapatkan prevalensi sedang dan berat pada kelompok usia 15-19 tahun ialah kira-kira 3-4 per 1000. Waktu terjadinya pemaparan. ialah mereka dengan defek mental yang disertai kecenderungan bertindak criminal dan kejahatandan membutuhkan perawatan. Keadaan ini menetukan kesulitan pada saat menentukan kategori diagnosis Penilaian tingkat kecerdasar harus berdasarkan semua informasi yang tersedia. makan IQ berkisar antara 50-69 menunjukan retardasi mental ringan .

Bila terdapat gangguan demikian. Kadang-kadang didapatkan gangguan jiwa lain.   F72 RETARDASI MENTAL BERAT Pedoman diagnostik  IQ biasanya berada dalam rentang 20-34 . dan mempunyai pengaruh besar pada gambaran klinis dan tipe penatalaksanaan yang dibutuhkan. disabilitas neurologic dan fisik juga lazim ditemukan meskipun kebanyakan penyandang retardasi mental sedang mampu berjalan tanpa bantuan. beberapa dapat mencapai tingkah laku yang lebih tinggi dalam keterampilan visuo spasial daripada tugas lainnya sangat canggung namun dapat mengadakan interaksi social dan percakapan sederhana. dan banyak masalah khusus dalam membaca dan menulis. dan masalah kemampuan berbicara yang mempengaruhi perkembangan kemandirian dapat menetap sampai dewasa. Tingkat perkambangan bahasa bervariasi : ada yang dapat mengikuti percakapan sederhana.   Pemahaman dan penggunaan bahasa cenderung terlambat pada berbagai tingkat. gangguan tingkah laku. tetapi karena tingkat perkembangan bahasanya yang terbatas sehingga sulit menegakkan diagnosis dan harus tergantung dari informasi yang diperoleh dari orang lain yang mengenalnya. epilepsy. walaupun tingkat perkembangannya agak lambat daripada normal. Setiap gangguan penyerta harus diberi kode diagnosis tersendiri. Etiologi organic hanya dapat diidentifikasi pada sebagian kecil penderita. Kesulitan utama biasanya tampak dalam pekerjaan sekolah yang bersifat akademis. atau disability fisik dapat ditemukan dalam berbagai proporsi. sedangkan yang lain hanya dapat berkomunikasi seadanya untuk kebutuhan dasar mereka. Keadaan lain yang mnyertai seperti autism. Epilepsy. gangguan perkembangan lain. F71 RETARDASI MENTAL SEDANG Pedoman diagnostik   IQ biasanya dalam rentang 35-49 Umumnya ada profil kesenjangan (discrepancy) dan kemampuan. kebanyakan juga dapat mandiri penuh dapat merawat diri sendiri dan mencapai keterampilan praktis dan keterampilan rumah tangga. Walaupun mengalami keterlambatan dalam kemampuan bahasa tetapi sebagian besar dapat mencapai kemampuan berbicara untuk keperluan sehari-hari . maka harus diberi kode diagnosis sendiri. Suatu etiologi organik dapat diidentifikasi pada kebanyakn penyandang retardasi mental sedang Autisme masa kanaka tau gangguan perkembangan pervasive lainnya terdapat pada sebagian kecil kasus.

bisu tuli. menunjukkan adanya kerusakan atau penyimpangan perkembangan yang bermakna secara klinis dan susunan saraf pusat. paling benter mengerti perintah dasar dan mengajukan permohonan sederhan Keterampilan visuo-spasial yang paling dasar dan sederhana tentang memilih dan mencocokkan mungkin dapat dicapainya. terutama pada penderita yang dapat bergerak.   F78 RETARDASI MENTAL LAINNYA Kategori ini hanya digunakan bila penilaian dari tingkat retardasi mental dengan memakai prosedur biasa sangat sulit atau tidak mungkin dilakukan karena adanya gangguan sensorik atau fisik.  Pada umumnya mirip dengan retardasi mental sedang dalam hal : .Gambaran klinis . F73 RETARDASI MENTAL SANGAT BERAT Pedoman diagnostik    IQ biasanya dibawah 20 Pemahaman dan penggunaan bahasa terbatas.Tingkat prestasi yang rendah Kebanyakan penyandang retardasi mental berat menderita gangguan motorik yang mencolok atau defisit lain yang menyertainya. dan dengan pengawasan dan petunjuk yang tepat penderita mungkin dapat sedikit ikut melakukan tugas praktis dan rumah tangga Suatu etiologi organic dapat diidentifikasi pada sebagian besar kasus Biasanya da disabilitas neurologic dan fisik lain yang mempengaruhi mobilitas. seperti epilepsy dan hendaya daya lihat dan daya dengar. misalnya buta. Sering ada gangguan perkembangan pervasive dalam bentuk sangat berat khususnya autism yang tidak khas (atipikal autisme).Terdapat etiologi organic . dan penderita yang perilakunya terganggu berat atau fisiknya tidak mampu F79 RETARDASI MENTAL YTT Jelas terdapat retardasi mental. .Kondis yang menyertainya . tetapi tidak ada infoermasi yang cukup untuk menggolongkannya dalam salah satu kategori tersebut diatas.

F 8. amat bervariasi pada setiap orang. tanpa didahului masa perkembangan yang normal. sedangkan tingkat kemampuan bahasanya normal. Riwayat penyakitnya ialah suatu kelambatan atau hendaya yang sedini mungkin dapat dideteksi. Anak laki-laki > anak perempuan Etiologi    Terdapat riwayat keluarga dengan gangguan yang sama. .F8 GANGGUAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS Yang termasuk F80-F89 mempunyai gambaran:    Onset bervariasi selama masa bayi atau anak Hendaya atau kelambatan perkembangan fungsi yang berhubungan erat dengan kematangan biologis SSP Berlangsung terus menerus tanpa remisi & kekambuhan yang khas bagi banyak gangguan jiwa Fungsi yang dipengaruhi termasuk:    Bahasa Keterampilan visuo-spesial Koordinasi motorik Yang khas ialah hendaya berkurang secara progresif dengan bertambahnya usia anak (defisit lebih ringan sering menetap sampai dewasa).0 Gangguan artikulasi berbicara khas Gangguan perkembangan khas yang ditandai oleh penggunaan suara bicara dari anak berada dibawah tingkat yang sesuai untuk usia mentalnya. Ada bukti faktor genetik pada banyak kasus (bukan semua).0. Pedoman diagnostik Usia kemahiran bersuara untuk berbicara & cara suara ini berkembang. Pada sebagian besar kasus etiologinya tidak diketahui & tetap terdapat ketidakpastian mengenai batasan dan subdivisi dari gangguan perkembangan ini.

0. kemampuan berbahasa expresif dalam batas normal.Perkembangan normal:    Pada usia 4 tahun biasa terjadi kesalahan pengungkapan suara bicara.1 Gangguan Berbahasa expresif Gangguan perkembangan Khas dengan kemampuan anak dalam mengexpresikan bahasa lisan/ucapan dibawah rata-rata usia mentalnya. Bahasa Bayi (Lalling). sedangkan intelegensia nonverbal. namun pengertian bahasa dalam batas normal. Tidak adanya kata atau beberapa kata yang muncul pada usia 2 tahun dan ketidak mampuan dalam mengerti kata majemuk sederhana pada usia 3 tahun. atau substitusi dari suara berbicara Inkonsistensi dalam mengeluarkan suara (mengucapkan beberapa kata dengan benar tapi tidak dapat untuk kata-kata yang lain) Diagnosis : ditegakkan hanya jika keparahan gangguan artikulasi diluar batas variasi normal bagi usia mental anak. distorsi. tapi dapat dimengerti dengan mudah oleh orang lain Pada usia 6-7 tahun. Gangguan Perkembangan Fonetik. penguasaan dari hampir semua suara untuk berbicara harus dicapai Perkembangan abnormal dapat terjadi jika kemampuan suara bicara terlambat dan/atau menyimpang. menimbulkan :    Misartikulasi berbahasa anak dengan akibat kesulitan bagi orang lain Penghilangan. kelainan artikulasi tidak langsung diakibatkan oleh suatu kelainan sensorik. dan salah-ucap jelas abnormal dalam konteks pemakaian bahasa percakapan sehari-hari di lingkungan budaya anak Termasuk : Gangguan Perkembangan Artikulasi. Kesulitan yang tampak belakangan termasuk :   Perkembangan kosakata yang terbatas Kesulitan memilih & mengganti kosakata yang tepat . struktur atau neurologik. Gangguan Artikulasi Fungsional. Dislalia. dengan atau tanpa gangguan artikulasi Pedoman Diagnostik. sebagian besar suara untuk berbahasa akan diperoleh. F 8. tidak ada masalah komunikasi Pada usia 11-12 tahun.

Diagnosis ditegakkan hanya jika tingkat keparahan dari keterlambatan dalam perkembangan berbahasa expresif telah melewati batas variasi normal dari umur mental anak. pernyataan.0. dan jika tidak dijumpai gangguan perkembangan pervasif. Dalam hampir semua kasus. tipe ekpresif. perbandingan. F 8. Kesulitan dimasa mendatang termasuk pengertian struktur tata bahasa (bentuk kalimat negatif.    Penggunaan berlebihan dari sekelompok kecil kata-kata umum memendekkan ucapan yang panjang Kesalahan kalimat (Syntatical) Kehilangan awalan atau akhiran yang khas Salah atau gagal dalam menggunakan aturan tata bahasa seperti kata penghubung. bahasa expresif jelas terganggu dan lazim ada abnormalitas. dsb) dan kurang mengerti aspek kehalusan bahasa (nada suara. seperti kekurangan dalam pengucapan kalimat dan kesulitan mengurut kejadian yang telah lewat Ketidakmampuan dalam bahasa lisan sering disertai dengan keterlambatan atau abnormalitas dalam bunyi kata yang dihasilkan. kata ganti. . dsb) Diagnosis ditegakkan hanya jikatingkat keterlambatan dalam bahasa reseptif berada di luar batas variasi normal rata-rata usia mental anak. Pedoman Diagnostik Ketidakmampuan dalam :    Memberi respon terhadap nama benda yang umum (tanpa benda itu) pada ulang tahun yang pertama.2 Gangguan berbahasa reseptif Gangguan perkembangan Khas dengan kemampuan anak untuk mengerti bahasa dibawah rata2usia mentalnya. Atau kegagalan dalam mengikuti instruksi sederhana pada usia 2 tahun dapat dianggap sbg tanda dari keterlambatan. Identifikasi beberapa objek yang sederhana dalam usia 18 bulan. gerakan tubuh. namun kemampuan pengertian bahasa dalam batas normal (meski dapat juga dibawah rata-rata) Termasuk : Disfasia atau apraksia. artikel dan kata kerja dan kata benda yang terinfleksi (berubah) Dapat dijumpai generalisasi berlebihan yang tidak tepat dari aturan tata bahasa.

Tipe Reseptif.0. tapi cenderung membaik setelah anak mampu berkomunikasi Penyebab kondisi ini secara klinis diperkirakan oleh radang otak Perjalanan penyakit ini cukup bervariasi 2/3 dari anak-anak akan tetap kurang mampu dalam bahasa reseptif.0. afasia atau Disafasia. beberapa kekuranglancaran berbahasa dan ucapannya sering ada misartikulasi Beberapa kasus kualitas suara terganggu. Onset usia 3-7 tahun.8 Gangguan perkembangan berbicara dan berbahasa lainnya Termasuk : Pelat (Lisping) F 8.3 Afasia yang di dapat dengan Epilepsi (Sindrom Landau-Kleffner)         Didahului dengan perkembangan Bahasa yang normal Kemudian kehilangan kedua kemampuan berbahasa ekspresif dan reseptif Tetap normal dalam intelegensia umum Onset gangguan disertai dengan abnormalitas paroximal pada EEG (hampir selalu Lobus Temporalis.0. 1/3 nya dapat sembuh sempurna F 8. sering meluas) Kebanyakan kasus disertai kejang Epileptik. lainnya mengeluarkan kata ulang tak berarti. hilang alunan suara yang normal Kadang2 kemampuan berbahasatimbul hilang dalam fase awal dari gangguan ini Gangguan emosional dan prilaku sering menyusul beberapa bulan setelah gangguan berbahasa. biasanya bilateral. F 8. Afasia Wernicke.Termasuk : Congenital Auditory Imperception. bisa lebih awal atau lebih lambat Kehilangan berbahasa bisa perlahan dalam beberapa bulan. biasanya beberapa bulan sampai 2 tahun Yang khas adalah hendaya berbahasa reseptif yang sgt berat disertai kesulitan dalam pengertian melalui pendengaran yang sering mrpkn manifestasi pertama dari kondisi ini Beberapa anak membisu. bisa mendadak dalam beberapa hari atau minggu Hubungan waktu antara onset kejang dengan kehilangan berbahasa bervariasi.9 Gangguan perkembangan berbicara dan berbahasa YTT Termasuk: Gangguan berbahasa YTT . Tuli Kata (Word Deafness).

Bukan akibat dari kurangnya kesempatan belajar atau berhubungan dengan cedera otak penyakit lain. bukan karena adanya retardasi mental atau hendaya ringan pada intelegensia umum.0 Gangguan membaca khas Gambaran utama gangguan ini ialah hendaya yang khas dan bermakna dalam perkembangan Kemampuan membaca. Riwayat prestasi sekolah anak harus mendukung data ini.1 Gangguan Perkembangan Belajar Khas Konsep gangguan ini sebanding dengan gangguan perkembangan Khas berbicara dan berbahasa. misalnya keterampilan yang diharapkan adalah < 3% anak sekolah.1. mempunyai masalah yang sama dalam hal definisi dan pengukuran/pemeriksaannya. pada masalah yang terkait (minat ↓. gangguan emosional atau kelainan tingkah laku). atau dari tidak adekwatnya pendidikan di sekolah . F 8. Tidak langsung disebabkan oleh hendaya visus atau pendengaran yang tak terkoreksi. khususnya beberapa tipe disfungsi biologis ♂>♀ Pedoman Diagnostik: Secara klinis terdapat hendaya yang bermakna dalam keterampilan skolastik tertentu. Adalah suatu gangguan pada pola normal kemampuan penguasaan keterampilan yang terganggu sejak stadium awal perkembangan. pada pola. beratnya gangguan yang mendahului (didahului oleh keterlambatan atau penyimpangan dalam perkembangan terutama dalam berbicara atau berbahasa pada usia pra sekolah). Keparahan kelainan ditentukan berdasarkan istilah. aktivitas >>. Gangguan ini lebih banyak diperkirakan berasal dari kelainan proses kognitif. Pedoman klinis yang sederhana yaitu tingkat pencapaian anak harus jauh dibawah prestasi yang diharapkan pada anak berumur mental yang sebaya Hendaya harus dalam perkembangannya. Hendayanya harus khusus. yang tidak hanya semata-mata dijelaskan dari usia mental ketajaman pandangan. dan pada respons. yang berhubungan dengan faktor intrinsik dalam perkembangan anak.F 8. harus sudah ada pada anak usia sekolah dan tidak didapatkan kemudian dalam proses perjalanan pendidikan. Diagnosis harus benar2 berdasarkan bukti gangguan secara klinis yang nyata dalam prestasi skolastik. Harus tidak ada faktor luar yang menjadi alasan untuk kesulitan skolastik.

retardasi membaca yang khas. atau imbuhan kata atau suku kata. Pada masa usia sekolah biasanya disertai gangguan emosional.1 Gangguan mengeja khas Gambaran utama dari gangguian ini adalah hendaya yang khas dan bermakna dalam perkembangan kemampuan mengeja tanpa riwayat gangguan membaca khas. Kemampuan ini terbaik dinilai dengan alat tes kemampuan ketepatan baca dengan pengertian yang baku Mungkin ada beberapa kesalahan dalam kemampuan membaca secara lisan seperti yang digambarkan dengan :        Dihilangkannya. disleksia perkembangan. Sindrom hiperaktif hampir selalu ada pada akhir masa kanak dan remaja. dan/atau perilaku. Ketidakmampuan mengucapkan kembali isi bacaan.Pedoman Diagnostik Kemampuan membaca anak hrs secara bermakna lebih rendah tingkatannya daripada kemampuan yang diharapkan pada usianya. penempatan sekolahnya. yang bukan disebabkan oleh rendahnya usia mental. Ketidakmampuan menyimpulkan dari materi bacaan. keraguan yang lama. Masalah emosional biasanya lebih banyak pada tahun pertama sekolah.   Pada akhir masa kanak dan usia dewasa. digantinya. Memutar-balikkan kata dalam kalimat atau huruf dalam kata. untuk menjawab pertanyaan dari cerita yang baru dibacakan.1. Kecepatan membaca yang lamban. intelegensia umum. sering dijumpai rasa rendah diri dan kesulitan penyesuaian disekolah dan hubungan dengan teman sebaya. Salah mengawali. kesulitan mengeja lebih parah daripada kesulitan membaca. distorsi. Termasuk : “membaca terbalik”. Gangguan perkembangan Khas membaca biasanya didahului oleh riwayat gangguan perkembangan Berbicara atau berbahasa. masalah ketajaman penglihatan atau pendidikan . Mempergunakan pengetahuan umum sebagai latar belakang informasi dari informasi yang berasal dari cerita tertentu. kesulitan mengeja yang berhubungan dengan gangguan membaca F 8. atau kehilangan bagian dari teks dan tidak tepat menyusun kalimat.

dan terbaik dinilai dengan cara pemeriksaan yang baku Kemampuan membaca anak hrs dalam batas normal dan tidak ada riwayat sebelumnya yang bermakna tentang kesulitan membaca. dan tidak disebabkan gangguan neurologis. Kesulitan dalam mengeja bukan sbg akibat cara pengajaran yang tidak adewkuat atau kekurangan daya penglihatan. kesulitan dalam menjajarkan angka yang sesuai atau meletakkan titik desimal atau lambang dalam berhitung. Beragam kesulitan berhitung : sulit mengerti konsep perhitungan yang mendasari. tidak pandai mengatur ruang dalam perhitungan matematika dan tidak mampu untuk menghafal perkalian secara memuaskan. . kali.1. dan terbaik dinilai dengan cara pemeriksaan untuk kemampuan berhitung yang baku. gangguan penglihatan.kesulitan dalam berhitung bukan karena pengajaran yang tidak adekuat. psikiatrik lainnya.sekolah yang tidak adekuat. kesulitan mengenal angka yang terkait dengan soal berhitung. beberapa bermasalah perilaku sosioemosiaonal. psikiatrik atau lainnya.2 Gangguan berhitung khas Gangguan ini meliputi hendaya yang khas dalam kemampuan berhitung yang tidak disebabkan oleh retardasi mental atau banyaknya pendidikan sekolah yang tidak adekuat. tidak mengerti istilah dan lambang matematika. tidak mengenal angka. Termasuk : retardasi mengeja khas tanpa gangguan membaca F 8. pendengaran. tingkat sekolahnya. Mempunyai daya persepsi pendengaran dan kemampuan verbal yang normal. atau fungsi neurologis. intelegensia umum. intelegensia umum. Pedoman Diagnostik Kemampuan berhitung anak hrs secara bermakna lebih rendah dari tingkat yang seharusnya dicapaisesuai dengan usianya. Kekurangan ialah pada penguasaan kemampuan dasar berhitung yaitu tambah. kurang. kemampuan untuk mengeja secara lantang (lisan) dan menuliskan kata secara benar keduanya terkena. pendengaran atau fungsi neurologis. dan tingkat sekolahnya. bagi. tetapi hendaya kemampuan pengenalan ruang dan persepsi visual. kesulitan interaksi sosial cukup banyak ditemukan. kesulitan mengaksara kan upaya penghitungan dasar. Pedoman Diagnostik Kemampuan mengeja anak harus secara bermakna dibawah tingkat yang seharusnya sesuai usianya. dan bukan didapat sebagai akibat gangguan neurologis.

tetapi tidak dapat dijelaskan sebagai akibat dari retardasi mental atau pengajaran yang tidak adekuat. gangguan perkembangan berhitung. F 8.9 Gangguan perkembangan belajat YTT Kategori ini harus dihindarkan sebisa mungkin dan dipergunakan hanya untuk gangguan yang tidak khas dengan disabilitas yang bermakna tentang belajar yang tidak disebabkan oleh retardasi mental.3 Gangguan belajar campuran Ini merupakan kategori sisa gangguan yang batasannya tidak jelas. dalam gerak halus atau kasar.0. membaca atau mengejasecara bermakna. bukan akibat langsung dari gangguan penglihatan atau pendengaran atau dari neurologis lainnya. sindrom gerstmann.1. F 8. F81.2 Gangguan perkembangan motorik khas Gambaran utama dari gangguan ini adalah hendaya berat dalam perkembangan koordinasi motorik yang tidak semata disebabkan oleh retardasi intelektual umum atau kelainan kongenital atau gangguan neurologik yang didapat (kecuali satu yang implisit dalam kelainan koordinasi). Pedoman Diagnostik Koordinasi motorik anak. . disabilitas belajar YTT. atau F81. gangguan belajar YTT.8 Gangguan perkembangan belajar lainnya Termasuk : gangguan perkembangan menulis expresif F 8.1. konsep yang tidak adekuat (tetapi perlu) dengan hendaya pada kemampuan berhitung. F 8.Termasuk : akalkulia perkembangan. pola hendaya motorik bervariasi sesuai usia.2. Ini harus dipergunakan untuk gangguan yang memenuhi kriteria pada F81. masalah ketajaman penglihatan atau pengajaran yang tidak adekuat Termasuk : disabilitas memperoleh pengetahuan YTT.1. harus secara bermakna dibawah ratarata kemampuan anak dalam usia mentalnya berupa intelegensia umumnya. Meliputi koordinasi motorik halus dan kasar sangat luas.1. Kelambanan motorik sering dihubungkan dengan hendaya dalam kemampuan melaksanakan tugas kognitif visuo-spasial. Kesulitan koordinasi harus tampak dalam fase perkembangan awal.

-. Kesulitan belajar mengikat tali sepatu. F 8. Tidak dijumpai kelainan neurologis yang nyata. Sering . Termasuk : Clumsy Child Syndrome. biasanya sulit mengerjakan permaianan “jigzaw”. sepertiberat lahir rendah atau lahir prematur. keterampilan akademik. gangguan perkembangan Koordinasi. terjatuh.-. Anak tampak aneh berjalannya. dalam beberapa kasus terdapat masalah prilaku sosio-emosional. F81. meloncat dan naik turun tangga. F 8. menyusun bentuk bangunan. dispraksia perkembangan.3 Gangguan Perkembangan Khas Campuran Merupakan sisa kategori gangguan yang batasannya tak jelas. menggunakan peralatan konstruksional. Jadi kategori II harus digunakan jika dipenuhi kriteria dari dua atau lebih pada F80. Beberapa anak mengalami kesulitan bersekolah kadang2 tarafnya sgt berat. tetapi tidak ada satu gejala cukup dominan untuk dibuat sbg diagnosis utama. benda yang dipegang mudah jatuh. lambat belajar berlari. Pada pemeriksaan klinis yang teliti kebanyakan kasus menunjukkan kelambatan perkembangan neurologis seperti gerakan koreoform. menabrak tulisan tangan buruk. meskipun dapat berbeda dalam derajat keparahannya. refleks tendon ↑ atau ↓secara bilateral. melempar dan menangkap bola. Tak pandai menggambar. stereotiptik. konsepnya inadekuat dengan perkembangan khas campuran dari berbicara dan berbahasa. memasang dan melepaskan kancing. dan F82. dan kategoricampuran ini hanya digunakan jika terjadi tumpang tindih yang jelas. lokasi lesi`tidak jelas. membangun model. berulang. pada beberapa kasus dapat ditemui riwayat komplikasi perinatal. Sering dihubungkan dengan hendaya dalam fungsi kognitif.4 Gangguan Perkembangan Pervasif Kelompok gangguan ini ditandai oleh abnormalitas kualitatif dalam interaksi sosial dan pola komunikasi. Lamban dalam gerak halus dan gerak kasar.Tahap perkembangan motorik dapat terlambat dan dapat terjadi kesulitan berbicara (khususnya gangguan artikulasi). tersandung. koordinasi motorik halus dan kasar (biasanya disebut sebagai soft neurological signs. dan/atau fungsi motorik. kecenderungan minat dan meskipun gambaran gerakan terbatas. abnormalitas kualitatif ini merupakan gambaran yang meluas (pervasif) dari fungsi individu dalam segala situasi. main bola serta menggambar dan mengerti peta.

lipidosis serebral.4. pengulangan dan stereotiptik. buruknya fleksibilitas dalam bahasa expresif dan relatif kurang dalam kreativitas dan fantasi dalam proses fikir. anak autistik sering menunjukkan beberapa masalah tak khas. dalam kelompok F70-79. Jika dijumpai retardasi mental penting diberikan nomor terpisah.terdapat riwayat perkembangan yang abnormal sejak masa bayi. dan prilaku yang terbatas dan berulang. Hendaya kualitatif dalam interaksi sosial. hendaya dalam permainan imaginatif dan imitasi sosial. sklerosis. seperti ketakutan/fobia. Dengan ciri fungsi yang abnormal dalam 3 bidang : interaksi sosial. seperti spasme infantil. buruknya keserasian dan kurangnya interaksi timbal-balik dalam percakapan. atau dalam tata ruang Kondisi ini juga ditandai oleh perilaku minat dan kegiatan yang terbatas. Anak ♂ 3-4 X anak ♀. dan anomali kromosom X rapuh. Cenderung bersikap kaku dan rutin dalam kehidupan . hendaya dalam menggunakan variasi atau tekanan modulasi komunikatif. Gangguan ini hrs didiagnosis berdasarkan gambaran prilaku. Terdapat hendaya kualitatif dalam komunikasi. F 8. dan diduga akibat dari beberapa kondisi medis. tanpa memperdulikan ada atau tidaknya suatu kondisi medis. mengadat (temper tantrum) dan agresivitas. Pada beberapa kasus gangguan itu dihubungkan dg. karena bukan gambaran umum gangguan pervasif. kebanyakan kondisinya nyata dalam 5 tahun pertama. tuberosa. rubella congenital.0 Autisme pada anak Gangguan perkembangan Pervasif yang ditandai oleh adanya abnormalitas dan/atau hendaya perkembangan yang muncul sebelum usia 3 tahun. Kurangnya kemampuan berbahasa. Pedoman Diagnostik Perkembangan Abnormal tampak sebelum usia 3 tahun. gangguan tidur dan makan. kondisi ini harus diberi kode dianosis sendiri. komunikasi. dan kurangnya isyarat tubuh untuk menekankan atau mengartikan komunikasi lisan Semua tingkatan IQ dapat ditemukan dalam hubunganya dengan autisme. tiadanya apresiasi adekuat terhadap isyarat sosioemosional. tetapi ditemui retardasi mental yang bermakna pada ¾ kasus Sebagai tambahan dari gambaran diagnosis yang khas ini. Dapat terjadi hendaya kognitif umum tapi gangguannya batasan umumsebagai prilaku yang menyimpang dalam hal hubungan dengan usia mental (tak peduli individu retardasi atau tidak). kurangnya respon emosional terhadap ungkapan verbal dan non verbal orang lain.

dan berulang) meskipun terdapat abnormalitas yang khas dalam bidang lain. stereotiptik.2 Sindrom Rett Suatu kondisi yang belum diketahui sebabnya.1 Autisme tak khas Gangguan perkemb pervasif yang dibedakan dari autisme dalam usia awalnya atau dari tidak terpenuhinya ketiga kriteria diagnostik. Termasuk : Gangguan autistik. selalu gagal dalam pengaturan BAB dan BAK. F 8. hambatan dalam fungsi mengunyah makanan. dengan fleksi lengan didepan atau dagu.4. tidak cukup menunjukkan abnormalitas dalam satu atau dua dari tiga psikopatologi yang dibutuhkan untuk diagnostik untuk diagnosis autisme (interaksi sosial timbal balik. Retardasi mental (F70-79). komunikasi. kehilangan hubungansosial . Gejala khas paling menonjol adalah hilangnya kemampuan gerakan tangan yang bertujuan dan keterampilan motorik manipulatif yang telah terlatih. Skizofrenia (F20) dgn onset dini sindrom Rett (F84. sering terdapat penonjolan lidah dan air liur menetes. Maka secara bermakna merupakan kondisi yang terpisah dari autisme. Kehilangan atau hambatan seluruh atau sebagian kemampuan berbahasa. Retardasi mental dengan gambaran autistik. Diagnosis Banding : gangguan perkembangan khas berbahasa reseptif (F80.sehari-hari.2). Sering muncul dengan retardasi mental yang berat. juga tampak pada individu dengan gangguan perkemb yang khas berbahasa reseptif yang berat.2) F 8. Abnormalitas dan/atau hendaya perkemb baru timbul pertama kali setelah berusia diatas 3 tahun.2) Gangguan kelekatan reaktif (F94. Psikosis infantil. Sindrom kanner. dan prilaku terbatas. penolakan terhadap perubahan dari rutinitas dari lingkungan pribadi (sulit menerima perubahan. biasanya berlaku untuk kegiatan baru atau kebiasaan kebiasan sehari-hari yang rutin dan pola bermain. membasahi tangan secara stereotiptik dengan saliva. hanya dilaporkan terjadi pada anak perempuan Pedoman Diagnostik Onset biasanya terjadi pada usia 7-24 bulan. gerakan seperti mencuci tangan yang stereotiptik. sering terjadi episode hiperventilasi.4. Autisme infantil. Termasuk : Psikosis masa kanak yang tak khas.

sindrom heller. F 8. F 8. serta adanya kehilangan yang nyata dari keterampilan terlatih pada beberapa bidang perkemb setelah beberapa bulan penyakit berlangsung. otot hipotonik. Kemudian muncul spastisitas dan rigiditas. Atrofi spinal dengan hendaya motorik berat muncul pada saat remaja atau dewasa + 50% kasus. cemas. onset serangan < usia 8 tahun. diikuti kehilangan yang nyata dari keterampilan yang terlatih disertai dengan abnormalitas yang kualitatif dari fungsi sosial. sering dengan hilangnya pengendalian fungsi BAB dan BAK. dan overaktif. pada beberapa kasus hilangnya keterampilan terjadi secara progesif dan menetap. disertai dengan disintegrasi prilaku. Diikuti oleh kemiskinan kemudian kehilangan kemampuan berbicara dan berbahasa. mudah tersinggung.3 Gangguan disintegratif masa kanak lainnya. terkadang dengan deteriorasi pengendalian fungsi motorik. Terjadi regresi yang jelas atau kehilangan kemampuan berbicara.Cara berdiri dan berjalan cenderung melebar. skoliosis atau kifoskoliosis yang berkembang kemudian. disertai adanya abnormalitas yang khas dari fungsi sosial. adanya manerisme dan stereotiptik. Kadang ada periode prodromal berupa keadaan sakit yang samar-samar.4.4 Gangguan aktivitas berlebih yang berhubungan dengan retardasi mental dan gerakan stereotiptik Ini adalah suatu gangguan yang tak jelas batasannya dengan validitas nosologis yang blm pasti. Serta hendaya dalam interaksi sosial dan komunikasi yang mirip autisme. keterampilan sosial dan prilaku sosial penyesuaian diri. Pedoman Diagnostik Diagnosis ditegakkan berdasarkan suatu perkembangan normal sampai usia minimal 2 tahun. ekstrimitas bawah > ekstrimitas atas. Serangan epileptik mendadak biasanya dalam bentuk kecil. Yang khas adalah hilangnya secara menyeluruh perhatian terhadap lingkungan. anak menjadi gelisah. Termasuk : demensia infantil. psikosis simbiotik. koordinasi gerak tubuh memburuk. bermain.4. komunikasi dan prilaku. Suatu gangguan perkemb pervasif yang ditandai oleh adanya periode perkemb normal sebelum onset penyakit. psikosis disintegratif. Pedoman Diagnostik Diagnostik tergantung pada kombinasi antara perkembangan yang tidak serasi dari : .

tetapi terdapat informasi yang tidak memadai. Tidak ada keterlambatan atau retardasi umum kemampuan berbahasa atau perkembangan kognitif. ditandai oleh abnormalitas yang kualitatif sama seperti autisme. tapi sering bersikap canggung/kikuk. berulang dan stereotiptik Termasuk : Psikopati Autistik Gangguan Skizoid masa anak F 8. Sebagian besar mempunyai intelegensia rata-rata normal.1 atau F84. terdapat kecenderungan kuat bahwa abnormalitas berlangsung sampai masa remaja dan dewasa. Bila kriteria diagnostik untuk F84.4.4.Overaktivitas yang berat. Pedoman Diagnostik Diagnosis berdasarkan kombinasi antara : Keterlambatan berbahasa atau perkembangan kognitif.8 Gangguan Perkembangan Pervasif lainnya F 8. ♂ : ♀ dengan rasio 8 : 1.4. maka kondisi itu hrs didiagnosis. yaitu hendaya dalam interaksi sosial yang timbal balik. disertai dengan keterbatasan perhatian dan aktivitas yang sifatnya stereotiptik dengan pengulangan yang sama.5 Sindrom Asperger Suatu gangguan dengan validitas nosologis yang blm pasti. F 8. atau adanya hal yang kontradiktif yang tidak memenuhi kriteria untuk kode F84 lainnya . Stereotiptik motorik dan Retardasi mental berat Ketiganya hrs ada untuk menegakkan diagnosis. F84.2 dipenuhi.9 Gangguan Perkembangan Pervasif YTT Ini merupakan kategori diagnosis sisa yang hrs dipergunkan untuk gangguan yang tidak dapat memenuhi deskripsi umum gangguan perkembangan pervasif.0. Defisiensi kualitatif fungsi interaksi sosial yang timbal-balik dengan pola prilaku dan perhatianyang terbatas.

Gambaran klinis Mereka umumnya dikenal sebagai anak yang pasif atau kelewat gaduh. GANGGUAN TINGKAH LAKU IV. 3. 1. ENURESIS NON ORGANIK GANGGUAN PERKEMBANGANPERVASIF • Kelompok gangguan ini ditandai dengan kelainan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik dan dalam pola komunikasi serta minat dan aktifitas yang terbatas.Gangguan bicara dan bahasa.Perilaku abnormal (melukai diri.memori. stereotipik dan berulang.Abnormalitas sensorik (sensasiabnormal/oversensitif). Psikofarmaka : . AUTISME MASA KANAK • Autisme adalah bentuk gangguan perkembangan pervasif yang ditandai oleh adanya hambatan yang terus menerus dalam interaksi sosial secara timbal balik. agitasi) Talak 1. clumpsy. 2. GANGGUAN PERKEMBANGAN PERVASIF II.Gangguan motorik (inkoordinasi. meskipun bisa berbeda dalam derajat keparahannya.apraksia) 4. konsentrasi.Kelainan kualitatif ini menunjukkan gambaran yang pervasif dari fungsi fungsi individu dalam semua situasi . GANGGUAN HIPERKINETIK (GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DENGAN HIPERAKTIFITAS) III.F9 GANGGUAN PERILAKU DAN EMOSIONAL DENGAN ONSET BIASANYA PADA MASA KANAK DAN REMAJA Onset anak-anak dan remaja • TERDIRI DARI ANTARA LAIN : I.kognisi) 5. komunikasi yang menyimpang dan terbatas serta pola tingkah laku yang stereotipik.Kelemahan kognitif (atensi. dimana ciri ciri fungsi abnormal.

Sering punya kesulitan mempertahankan perhatian pada tugas atau kegiatan bermain. Kriteria diagnosis (DSM-IV) : A. • In-atensi: (a). kecenderungan untuk berpindah dari satu ke lain kegiatan tanpa penyelesaian yang tuntas. (c). (b). Ciri utama: kurang tekun dalam kegiatan yang menuntut keterlibatan kognitif.terapi wicara 3. Sering kesulitan mengatur tugas dan aktifitas . hidromekanik) Gangguan hiperkinetik • • • Etiologi : yang spesifik belum diketahui. Psikoterapi : .bisa sampai usia dewasa. Masalah ini menetap selama masa bersekolah.antagonis opiat (naltrexon) 2. tak beraturan dan berlebihan.Salah satu (1) atau (2): • • • 1. (d).Metilfenidat) .stimulan SSP (Amfetamin.neuroleptika (Haloperidol. kurang peduli dengan .. . pekerjaan atau aktifitas lain. aktifitas yang mengacau. Sering tidak mau mengikuti perintah dan gagal menyelesai kan PR. Risperidone) . Enam atau lebih gejala in-atensi sedikitnya selama 6 bulan ke tingkat maladaptif dan tak konsisten pada tahap perkembangan.anti konvulsan(Carbamazepine.terapi perilaku (Applied Behavior Analysis) . Sering tidak acuh untuk mendengar bila berbicara langsung padanya. Hidroterapi (hidrotermal.NaValproat) . (e). Onset : timbul pada masa perkembangan dini (balita). tapi secara lambat banyak yang menunjukan perbaikan dalam kegiatan dan perhatiannya. Terapi diet (bebas glutein dan casein) 4. Sering gagal untuk memberikan perhatian pada hal detail.

(i). • Penatalaksanaan:  Informasi untuk pasien & keluarga: Perilaku hiperkinetik bukan kesalahan anak . Sering mudah dibingungkan oleh rangsang dari luar. (c). (h). 2. Sering lari lari atau memanjat. dan bukan gejala gangguan mental lain seperti gangguan mood.(f).mainan. Sering berbicara berlebihan. skizofrenia. dissosiatif atau kepribadian. Sering kehilangan sesuatu yang perlu untuk tugas atau kegiatan (spt.pensil. Secara klinik terbukti adanya hendaya bermakna dalam fungsi sosial. Beberapa hendaya dari gejala yang ada berada dalam dua situasi atau lebih (spt. (d).buku). E. kaki. C. Beberapa gejala inatensi atau hiperaktif-impulsif yang menyebabkan hendaya terjadi sebelum mencapai umur 7 tahun. Sering tak sabar menunggu. Sering main “motor-motoran”. Sering melupakan kegiatan rutin. (h). sekolah. (i). (b). menolak untuk terlibat tugas yang perlu usaha mental yang kuat (spt PR atau tugas sekolah) (g). benci. cemas. Hiperaktifitas: (a). Sering gelisah pada lengan. Sering interupsi atau mengganggu (dalam berbicara atau bermain) B. Enam atau lebih dari gejala hiperaktif-impulsif yang menetap untuk sedikitnya 6 bulan ke tingkat maladaptif dan tak konsisten dengan tahap perkembangan. Sering bicara tanpa pikir & menjawab sebelum pertanyaan selesai. berbelit belit diatas kursi. atau gejala psikotik lainnya. Sering meninggalkan kelas atau pada waktu lain tetap duduk. Gejala tidak terjadi secara eksklusif selama perjalanan penyakit dari autisme. (f). pekerjaan & akademik. (g). Sering punya kesulitan bermain atau memanfaatkan waktu luang. Sering menghindar. rumah atau tempat kerja) D. (e).

pemberian hadiah mendorong perilaku (+). selama sedikitnya 12 bulan atau sedikitnya 1 kriteria dalam 6 bulan Agresi pada orang atau hewan. Melakukan kekejaman fisik pada orang .- Hasil lebih baik bila orang tua menerima & tenang. Sering suka menantang berkelahi. (4). • KRITERIA DIAGNOSIS (DSM-IV). (3). Hindari hukuman.mengancam atau menekan orang lain. Sering marah. . di mana baik hak dasar orang lain.Sifat pelanggaran norma sosial lebih parah dari kenakalan/ pemberontakan anak dan remaja lazimnya.Gambaran gangguan tingkah laku dapat juga merupakan gejala kondisi psikiatrik lainnya Beberapa kasus dapat berlanjut ke gangguan kepribadian dissosial. Perlu bantuan untuk tetap tenang di rumah & sekolah. (1).Ciri khas adanya pola tingkah laku dissosial. Olah raga & aktifitas fisik membantu pengeluaran energi.Gangguan tingkah laku sering berhubungan dengan lingkungan psikososial yang buruk. biasanya laki-laki .  Konsultasi Spesialis : perlu untuk layanan terapi perilaku Gannguan tingkah laku • Gambaran Klinik : . norma sosial sesuai usia atau peraturan dilanggar dengan adanya 3 (atau lebih) dari hal berikut. Pola perilaku menetap & berulang. termasuk hubungan kekeluargaan yang kurang memuaskan & kegagalan di sekolah. (2). Suka menggunakan senjata yang dapat melukai orang lain.  Konseling untuk pasien & keluarga: .Dorong orang tua untuk memberikan penghargaan bila anak mampu memberikan perhatian. A. agresif atau menentang yang berulang & menetap .

(8). (13). Pelanggaran aturan yang berat. Memaksa seseorang untuk melakukan aktifitas seksual. . Dengan sengaja merusak barang lain (tanpa memakai api). (6). akademik & sosial. Sering bolos dari sekolah. (10). Mencuri barang yang tak ada nilainya tanpa berhadapan dengan korban. Bila individu berusia lebih 18 th. Merusak barang. Berbohong atau mencuri (11). Gangguan perilaku menyebabkan secara klinis hendaya bermakna dalam fungsi pekerjaan. Merusak rumah. belum termasuk ke dalam gangguan kepribadian anti sosial.(5). Kabur dari rumah orang tua atau orang tua angkat malam hari sedikitnya dua kali ( sekali tanpa kembali dalam waktu cukup lama). (9). sebelum usia 13 tahun. Melakukan kekejaman fisik pada hewan. (15). pemalsuan). melawan larangan orang tua yang dimulai sebelum usia 13 tahun. (14). Mencuri saat menghadapi korban (diam2 atau terang2an). C. Sering keluar malam. (12). tanpa kekerasan/kejam Hindari hukuman.lebih baik penghargaan untuk perilaku positif. Dengan sengaja menggunakan api untuk tindakan yang dapat kerusakan. bangunan atau kendaraan orang lain. • Penatalaksanaan: menimbulkan  Informasi untuk pasien & keluarga: Pendisiplinan harus jelas & konsisten. (7). Sering berbohong untuk memperoleh barang atau menghindari kewajiban. B. (seperti: ngutil.

D. Konseling untuk pasien & keluarga: Tanyakan alasan perilaku keras. sering diturunkan/heriditer.klinik: Gangguan yang ditandai oleh BAK tanpa kehendak. sosial atau area fungsi penting lainnya C.  Konsul ke spesialis: bila kondisi tak dapat diatasi tanpa obat. Perilaku bukan akibat efek fisiologis langsung dari zat (spt diu. Perilaku secara klinis bermakna diwujudkan oleh frekwensi 2 kali seminggu sedikitnya 3 bulan.DM.spina bifida). Awal lambat (enuresis sekunder) timbul sekitar usia 5 – 7 tahun. .retik). Enueresis non organic • Gb. jelaskan pada anak keuntungan dari aturan ini. Dorong orang tua untuk menghargai perilaku positif anak.epilepsi. Ada ketidakpastian mekanisme yang terlibat. atau adanya penderitaan bermakna atau hendaya dalam fungsi akademik. atau kondisi medik umum (spt. Pengosongan urine berulang di tempat tidur atau di celana (baik diinginkan atau tidak dikehendaki). B. • Penatalaksanaan:  Informasi penting utk pasien & keluarga: Enuresis bagian keterlambatan perkembangan. diskusikan aturan ini dengan guru. Enuresis dapat merupakan satu kondisi monosimtomatik atau berhubungan dengan emosional atau perilaku yang lebih luas. Usia kronologik sedikitnya 5 th ( sesuai dengan tahap perkembangan). Penegakkan disiplin dengan membatasi perilaku buruk. - - - A. coba mengubah sedapat mungkin. Kriteria diagnosis: (DSM-IV). Onset bisa sejak lahir atau sesudah anak dapat mengendalikan kandung kemih. baik pada siang atau malam hari yang tidak sesuai dengan usia mental anak dan bukan akibat kurangnya pengendalian kandung kemih akibat gangguan syaraf. epilepsi atau kelainan struktural saluran kemih. Problem emosional mungkin sekunder & sebaliknya enuresis bagian dari gangguan psikiatrik lain.

seperti saat tidur Hukuman & dimarahi tak akan membantu. Bila mungkin anak mengambil tanggung jawab untuk problem & pengelolaannya (spt. stop ditengah bak)  Medikasi : Penggunaan obat secara teratur biasanya relatif. walau bisa membantu untuk anak yang cenderung bersih. Enuresis bukan dalam kendali anak. diperlukan waktu 12 pekan untuk penggunaannya.- Prognosis baik.  Latihan untuk meningkatkan bladder control saat jaga (menahan bak untuk waktu lama.aliran abnormal. ganti sprei).  Bila mudah diperoleh dapat menggunakan sistem alarm. terapi biasanya efektif.  Berikan pujian & semangat untuk keberhasilan. terapi sebagai bagian dari dirinya.cuci celana.  Konseling utk pasien & keluarga:  Membuat anak. malah menambah distres emosi. Obat yang cukup efektif Imipramine (25-50 mg 2 jam sebelum tidur).  Tenangkan anak bila cemas dalam menggunakan toilet.inkontinensia menetap. Desmopressin (20-40 mg intranasal)  Konsul ke spesialis : Bila enuresis terjadi terkait dengan konflik keluarga yang parah atau gangguan emosional yang lebih parah.  Anak membuat catatan dry nights di kalender. Pada kasus UTI. Bila masalah menetap setelah usia 10 tahun - .

gelisah. sebab sesorang yang mengalami depresi. tidak bias berkonsentrasi sehingga perhatiannya kepada keluarga terganggu serta tidak bias melakukan pekerjaan sebagai istri dan ibu. jenis kelamin. Usia dan jenis kelamin. ada gejala merasa cepat lelah semenjak 2 minggu yang lalu. sehingga sulit tidur dan nafsu makan menurun  Sepanjang hari jantung berdebar-debar. dan jantung berdebar sejak ibunya terkena stroke namun dapat diatasi dengan jalan-jalan. pasien merasa sangat sedih. lahir normal (44th)  Bias bermaja-manja  Hubungan dengan ayahnya tidak terlalu dekat  Lebih nyaman berteman dengan laki-laki Hipotesis Ganagguan cemas   Menyeluruh Campuran anxietas dan depresi  . 36 tahun.  Dari keterangan sejak 3 hari merasa cepat lelah. juga pekerjaan ditanyakan yang kemungkinan penting yg dapat mempengaruhi hipotesis. Riwayat Kehidupan Pribadi  Aanak ke-7 dari 7 bersaudara. serta pekerjaan ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan penting yang dapat mempengaruhi hipotesis. Usia. Keluhan Utama Gelisah dan takut sejak kematian ibunya6 bulan yang lalu. tidak bias berkonsentrasi sehingga perhatiannya kepada keluarga terganggu serta tidak bias melakukan pekerjaan sebagai istri dan ibu. gemetar. Riwayat Gangguan Dahulu  Timbul perasaan gelisah.  Pasien diberi obat penenang. Kematian ibunya sejak6 bulan yang lalu mungkin saja ini adalah stressor timbulnya gelisah dan takut. merasa cepat lelah. Sehingga dari keluhan utama kita dapat mengambil hipotesa depresi karena adanya stressor dan adanya gangguan cemas sesuai dengan keluhan yang diungkapkan. Ibu Rumah Tangga. telapak tangan berkeringat. pengobatan. namun setelah obat habis keluhan datang kembali. Riwayat Gangguan Sekarang 1 minggu setelah kematian ibunya.INTERPRETASI KASUS Wanita. diagnosis. dan merasa sesak nafas  Pasien merasa ketakuan bahwa dia akan terkena stroke lalu meninggal  Sejak 3 hari ini. pengobatan dan prognosis. Kita sudah dapat melemahkan depresi. diagnosis.

Gangguan persepsi : tidak ditemukan Fungsi intelektual : baik Proses pikir 1. tapi tidak mengetahui apa penyebabnya. Deskripsi umum 1.Pemeriksaan status mental A. tampak gelisah 2. Arus pikir : baik. suara pelan. Diagnosis Axis I : F41. Ketakutan akan masa depan. spontan  Menandakan tidak adanya waham 2. rapi. bicara lambat menandakan ada tanda-tanda gelisah 5. Mood 3. : cukup luas : eutim : appropriate C. Perilaku dan aktivitas motorik: gelisah sering meremas – remas tangannnya  Memperkuat adanya adanya gangguan cemas 4. Sikap : kooperatif Afek dan mood 1. bicara lambat  suara pelan. menjawab dengan baik. D. waham (-) F. Penampilan : penampilan sesuai usia. Pembicaraan : lancer. Kesadaran : komposmentis  Menandakan tidak adanya gangguan mental organik 3. Afek 2.1 Gangguan cemas menyeluruh Karena ditemukan gangguan cemas namun yidak disertai gejala gangguan campuran anxietas dan depresi (gangguan otonomik terus-menerus) Axis II Axis III Axis IV Axis V : Ciri kepribadian dependen : Tidak ada diagnosis : Kematian orang tua : GAF = 65 Dokter member terapi   Klobazepam 2x10 mg Diazepam 1x2 mg (malam hari) Psikoterapi suportif dan konseling keluarga . E. Keserasian B. lancar. Daya tilik : derajat 4  Menandakan dia tahu dia sakit.

kepala teras ringan (diazepam) Perangsangan nafsu makan  bertambah berat badan Agranulositosi (jarang) Ketidakteraturan mens dan dapat mengalami kegagalan ovulasi Pada pasien gangguan pernafasan  dapat memperberat gejala sesak nafas – Indikasi       Untuk menimbulkan sedasi Menghilangkan rasa cemas Hipnotik Antikonvulsi Pelemas otot Induksi anestesi umum . perifer pada susunan saraf kolinergik. mencapai kadar tertinggi dalam 8 jam dan tetap tinggi hingga 24 jam Ekskresi melalui ginjal lambat. adrenergik.– Klobazam adalah contoh golongan obat benzodiazepin. Bertindak pada reseptor GABA sehingga dapat mengurangi aktivitas otak. Fungsi sexsual. vertigo. 90% berikatan dengan protein. nyeri kepala.25 hingga 4 jam. Konsentrasi plasma maksimal setelah 24 sampai 72 jam. tapi pada takar lajak benzodiazepin timbul depresi ssp  kantuk dan ataksia Efek yang diharapkan terjadi jika didalam darah mencapai 300 – 400 ng/ml  bersamaan dengan efek sedasi dan gangguan psikomotor (diazepam) Intoksikasi terjadi jika pada kadar > 9900 – 1000 ng/ml : rash. Clobazam terutama dimetabolisme oleh hati. – Farmakodinamik     Klobazam dan diazepam merupakan prototipe derivat benzodiazepin yang digunakan secara luas sebagai antiansietas Bekerja sentral. – Farmakokinetik      Penyerapan cepat melalui oral. obat ini masih ditemukan dalam urin selama beberapa hari – Efek samping        Jarang timbul kantuk pada penggunaan dosis terapi. Konsentrasi dalam plasma. triptaminergik Setelah pemberian peroral. gang. setelah pemberian. mual. yang dapat terjadi dalam waktu 0.

Dr. dr. Lumbantobing. Balai Penerbit FKUI : Jakarta Kaplan dan Sadock . 2006. S.M. Anak dengan mental terbelakang.REFERENSI PPDGJ III Prof.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful