6.

WOC Mycobacterium TBC Masuk jalan napas Tinggal di Alveoli Tanpa infeksi Inflamasi Fibrosis Kalsifikasi - Batuk - Spuntum purulen - Hemoptisis - BB menurun Exudasi Nekrosis/perkejuan Kavitasi Gas tidak dapat berdifusi dgn. Baik. Sesak Kuman Infeksi primer Sembuh total Sembuh dgn. Sarang ghon Komplikasi - Menyebar ke seluruh tubuh scr. Bronkhogen, limphogen, hematogen Alaveolus tidak kembali saat ekspirasi disebar oleh limfe Timbul jar. Ikat sifat Elastik & tebal.

Infeksi post primer

Kuman dormant Muncul bertahun kemudian Sarang meluas sembuh dgn. Jar. Fibrotik

Diresorpsi kembali/sembuh Membentuk jar. keju Jika dibatukkan membentuk kavitas. . Kavitas meluas Membentuk sarang Memadat & membungkus diri tuberkuloma

Bersih & menyembuh

00 WIB ------------------------------------------------------------------------------------------------I. RIWAYAT KEPERAWATAN Riwayat Penyakit Sebelumnya Klien mempunyai TB paru sejak 5 tahun yang lalu. tidak mempunyai penyakit yang berbahaya.9 . Reg. MRS : 30 .8 . hanya batuk pilek dibelikan obat sembuh. : minum obat OAT teratur Tgl. Diran (D) : 73 tahun : Laki-Laki : Jawa/Indonesia : Islam : Swasta/pedagang makanan : SLTA : Girilaya 11/17 Surabaya : Batuk darah selama 1 jam kurang lebih 5 sendok makan.2001 batuk darah kira-kira 5 sendok makan.4 . Genogram .2001 Jam : 11.2001 Diagnosa : TB paru + Hemaptoe Keluhan Utama : Klien mengatakan sesak napas Upaya yang telah dilakukan Terapi/operasi yang pernah dilakukan II. tanggal 30 . Riwayat Penyakit Sekarang Batuk darah sejak 1 hari sebelum MRS. minum obat OAT secara teratur dan mempunyai penyakit kencing batu sejak tahun 1996. IDENTITAS Nama Umur Jenis kelamin Suku/bangsa Agama Pekerjaan Pendidikan Alamat Alasan Dirawat : Tn. dan GCS 4 . sebelumnya batuk berdahak putih.4 : Telah diberikan bantuan oksigen 2l/menit . Lama-lama penderita tidak sadar lalu di bawa ke rumah sakit. menular atau menurun. Riwayat Kesehatan Keluarga Istrisekarang adalag istri ke dua. : 10079691 Pengkajian : Tanggal 4-9 . Kedua anaknya juga tidak mempnyai penyakit yang berat.FORMAT ASUHAN KEPERAWATAN Nama : Subhan N I M : 010030170 B Ruangan : Paru Laki-Laki No.

6 Kepala dan wajah : tak da kelainan. pada axilla. dengan memakai pernapasan perut dan bantuan otot pernapasan sternokleidomastoid. OBSERVASI DAN PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Klien dalam keadaan lemah. Penciuman : normal /dbn. nadi 92 x/menit. Bentuk dada simestris. . Mata : sklera putih. Suara jantung normal. dan udara panas.8 celcius. Bau : Khas. kaki terpasang infus RL tetesan 20 tetes/menit. CardioVaskuler (B2) Dada terasa neyri bila untuk membatukan dahak. palpitasi tidak ada. Pengecapan : normal /dbn.Eliminasi Alvi Mulut dan tenggorokan : mulut keadaan kotor ada bekas cairan darah. Reflek batuk ada. Tanda-Tanda Vital Suhu 36.. kelin tidur dalamposisi head down /trendenlenbeg. Warna : kuning kecoklatan. Conjungtiva :merah muda. Alat Bantu yang Dipakai Klien tidak memakai alat bantu. Body System Pernapasan (B1) Hidung terpasang kanula oksigen 2l/menit Trachea tidak ada kelainan Terdapat retraksi dada.5 . tapi tidak keras. GCS : 4 . Suara tambahan terdengar bunyi ronchi. Persepsi sensoris : Pendengaran : normal /dbn. yang penduduknya padat. baik gigi. III. Tidak ada masalah Pencernaan . Leher : tak ada kelaianan. napas dangkal. clubbing fingger tidak ada. pupil : isokor. Lengan kanan. Perkemihan Produksi urine : ± 1500 ml. kaca mata maupun pendengaran. Tensi : 160/90 mmHg. Tak tentu. dan terpasang oksigen 2 l /menit. udara bersih. pada daerah tempat tinggalnya antar rumah sangat rapat. Persyarafan (B3) Kesadaran Compomentis. Penglihatan : normal /dbn. Perabaan : normal /dbn. tidak teratur. batuk darah kira-kira 200 cc. RR = 30 x/menit. Edema : tidak ada.Keadaan Kesehatan Lingkungan Klien bertempat tinggal di Surabaya.

Gram . Kulit : kuning kecoklatan Akral dingin basah. BAB 1 x/hari.Fenting diafragma ka-ki .9) Leukosit : 12. Diet TKTP. perese tidak ada.Laboratorium tanggal 31 .1. Tanggal 3 . Bubur. Keyakinan/kepercayaan bahwa Tuhan akan menolong dalam menghadapi situasi sakit saat ini : Ya. Pemeriksaan Penunjang Photo thoraks terakhir : .8 .9 . Codein 3 x 1 Tanda Tangan Mahasiswa .Kalsifikasi pada parenkhim paru ka-ki .7 . Terapi Injeksi Transamin 3 x 1 amp.1 (13. tiap makan dihabiskan. negatif (saliva). Turgor cukup. Rektum tak ada kelainan.Lab.Infiltrat pada kedua apex paru ka-ki .Abdomen : tak ada kelainan. positip. Keyakinan/kepercayaa bahwa penyakit dapat disembuhkan : ya Persepsi terhadap penyebab penyakit : cobaan/peringatan.Integumen Kemampuan pergerakan bebas.3 mg/dl) BUN = 36 (10 .20 mg/dl) . 14. Reaksi saat interaksi : kooperatif Spiritual Konsep tentang penguasa kehidupan Alloh Sumber kekuatan/harapan di saat sakit : Alloh.11. Ampicillin 4 x 1 gr.2001 Hb.2001 TTH = negatip.18. Ritual agama yang bermakna/berarti/diharapkan saat ini : sholat Sarana/peralatan/orang yang diperlukan untuk melaksanakan ritual agama yang diharapkan saat ini lewat ibadah.000 .Otot .1 (0. Extrimitas atas dan bawah tidak ada kelainan Tulang belakang tidak ada kelainan.250 (4. Tulang .5 . Sistem Endokrine Tidak ada kelainan Sosial / Interaksi Hubungan dnegan klien : kenal Dukungan keluarga : aktif Dukungan kelompok/teman/masyarakat : kurang.000/cmm) Kreatinin Serum: 2.

: 010030170 B .Subhan NIM.

eksudasi. dan akhirnya terjadi kavitasi Batuk dengan tekanan keras . minum BAB. Sindrom perawatan diri Nyeri Di alveoli terjadi inflamasi. Klien mengatakan segala keperluannya dibantu karena oleh dokter tidak boleh bergerak. nekrosis.ANALISA DATA N O DATA KEMUNGKINAN PENYEBAB MASALAH Ansietas S: Klien = Kurang akurat informasi mengatakan yang diterima kemarin sudah = Pendidikan klien tidak batuk = Stress darah lagi dan sesak. .takut : Nadi 92 x/menit menanyakan : Keluar keringat dingin basah : Klien tampak menanyakan masalah klien ke dokter Ansietas Sindrom perawatan diri -Klien dengan dx. TB paru dengan hemamptoe. kalsifikasi. S. Fisiologi Emosional Kognitip O : Klien tampak diam. : Skala AKS = 0 .BAK dll. sekarang kalau batuk darah lagi dan sesak.Diaphoresis .Dapat advis dokter tidak boleh bergerak Segala kperluannya dibantu oleh istrinya seperti makan.nadi cepat . O : Klien tampak segala keperluannya dibantu istrinya seperti makan. minum BAB.BAK dll.diam (setelah batuk sering darah) .

Fibrosis : Batuk darah ± 200cc. memakai pernapasan perut (RR = 30 Sesak x/menit). : Tampak ada bantuan otot pernapasan sternokleidomast oid.S : Klien mengelun nyeri dada bila untuk batuk pembuluh darah arteri pulmonalis pecah darah saraf Gangguan pertukaran gas Batuk O: Klien Merangsang ujung tamapak kalau batuk tidak terbuka terlalu keras. Timbul jar. Alveolus tidak kembali saat ekspirasi O : Klien Gas tidak dapat tampak berdifusi napasnya cepat Baik.Batuk Eksudasi Nekrosisi/perkejuan .Spuntum Pururlen . : Terpasang oksiegen 2 l/menit dgn. 92 Fibrosis limfe Inflamasi disebar oleh : Skala nyeri = 2 S: Klien mengatakan napasnya sesak lagi. : Klien tampak dian menyeringai. Gangguan pertukaran gas Bersihan jalan napas tak efektif Adanya inflamasi : Posisi klien tredenlenbeg (head down). : Nadi x/menit. tampak Nyeri memegangi dadanya. Ikat sifat Elalastik & tebal. Kalsifikasi .

: Sampai jam 10. ---------------- O : Klien Bersihan jalan napas tak efektif kedaaan posisi tredelenbeg (head down) : Di mulut masih ada bekas darah.S: Klien mengatakan baru saja batuk Kavitasi darah ± 1/3 gelas Hemoptisis besar.00 WIB darah yang dikeluarakan ± 200 cc . : Klien tampak batuk sambil mengeluarkan darah.

codein 3 x 1 tab. R/ Pernapasan diafragma menurunkan frek. R/ Hiegene mulut yang baik meningkatkan rasa kesejahteraan dan mencegah bau mulut. Lakukan pernapasan diafragma. serta bau-bauan. Klien mencari posisi yang nyaman yang memudahkan peningkatan pertukaran udara bila diindikasikan. posisi tredelenbeg (head down) R/ Mengevaluasi perbaikan kondisi klien atas perdarahan klien dari batuk darahnya . Dorong atau berikan perawatan mulut yang baik setelah batuk.2000 cc)untuk menurnkan kekentalan sekret. Jelaskan pada klien dan keluarga mematuhi anjuran dari dokter dan perawat : seperti menghindari makanan yang menyebabkan batuk. Tujuan : Kebersihan jalan napas efektif (1 hari).  Rencana Tindakan : 1. 5. Kriteria hasil :   Klien tidak ada suara napas tambahan. radiologi dan fisioterapi. Auskultasi paru sebelum dan sesudah klien batuk. 2. 6. yang mengarah pada atelektasis.. R/ Pengkajian ini membantu mengevaluasi keefektifan upaya batuk klien. napas dan meningkatkan ventilasi alveolar. 3.RENCANA TINDAKAN PERAWATAN Tanggal 5 September 2001 Diagnosa Bersihan jalan napas tak efektif berhubungan dengan sekresi yang kental/darah. Ajarkan klien tindakan untuk menurunkan viskositas sekresi : mempertahankan hidrasi yang adekuat. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain : Dengan dokter. Ajarkan klien tentang metode yang tepat pengontrolan batuk agar tidak keras-keras. Pemberian obat transamin 3 x 1 amp. R/ Dengan informasi yang jelas klien diharapkan dapat bekerja sama dalam pemberian terapi. meningkatkan masukan cairan 1000 sampai 1500 cc/hari bila tidak kontraindikasi. Klien minum banyak ( 1500 . 7. R/ Batuk yang keras menyebabkan perdarahan pembuluh adrah pada pulmonal.. 4. R/ Sekresi kental sulit untuk diencerkan dan dapat menyebabkan sumbatan mukus.

R/ Pengetahuan apa yang diharapkan dapat mengurangi ansietas dan mengembangkan kepatuhan klien terhadap rencana teraupetik. 2. R/ Meningkatkan inspirasi maksimal. sesuai yang diindikasikan oleh dokter. 5. R/ Distress pernapasan dan perubahan pada tanda vital dapat terjadi sebagai akibat stress fisiologi dan nyeri atau dapat menunjukkan terjadinya syock sehubungan dengan hipoksia. Pertahankan perilaku tenang. Jelaskan pada klien bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan dan jelaskan tentang etiologi /faktor pencetus adanya sesak.Diagnosa Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan kerusakan membran alveolar-kapiler. catat frekuensi pernapasan. Pemberian antibiotika. yang dapat dimanifestasikan sebagai ketakutan/ansietas. dispnea atau perubahan tanda-tanda vital. . R/ Membantu klien mengalami efek fisiologi hipoksia. R/Mengevaluasi perbaikan kondisi klien atas pengembangan parunya. bantu pasien untuk kontrol diri dnegan menggunakan pernapasan lebih lambat dan dalam. Kriteria hasil :     Klien mengetahui penyebab dari batuk daraha Klien tidak sesak napas lagi ( R = normal) Tidak memakai oksigen tambahan. Berikan posisi yang nyaman. Berikan Oksigen sesuai advis dokter 2 l/menit R/ dapat mengurangi sesak napas / menambahi kekurangan oksigennya. Rencana tindakan : 1. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain : Dengan dokter. meningkatkan ekpsnsi paru dan ventilasi pada sisi yang tidak sakit. 3. 6. Observasi fungsi pernapasan.. radiologi dan fisioterapi. 4. Tujuan : Pertukaran gas efektif (1 hari).

. 2. sesuai yang diindikasikan oleh dokter. 2. codein 3 x 1 tab. 1. 1. 3. 3. serta bau-bauan. tidak boleh batuk dengan keras-keras. dispnea atau perubahan tanda-tanda vital. Mendorong keluarga dalam memberikan perawatan mulut yang baik setelah batuk. catat frekuensi pernapasan. menghindari banyak bergerak/bicara. Memberikan advis dokter : Pemberian obat transamin 3 x 1 amp. Auskultasi paru sebelum dan sesudah klien batuk. 6. . Menjelaskan pada klien bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan dan jelaskan tentang etiologi /faktor pencetus adanya sesak. 5. bantu pasien untuk kontrol diri dnegan menggunakan pernapasan lebih lambat dan dalam.TINDAKAN KEPERAWATAN Tanggal : 6 September 2001 Diagnosa : Bersihan jalan napas tak efektif berhubungan dnegan sekresi yang kental/ sekresi darah. posisi tredelenbeg (head down) R/ Mengevaluasi perbaikan kondisi klien atas perdarahan klien dari batuk darahnya Diagnosa Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan kerusakan membran alveolar-kapiler. meningkatkan masukan cairan 1000 sampai 1500 cc/hari 4. Menjelaskan pada klien dan keluarga mematuhi anjuran dari dokter dan perawat : seperti menghindari makanan yang menyebabkan batuk. Observasi fungsi pernapasan. Menganjurkanklien untuk berperilaku tenang. Memberikan posisi yang nyaman. Mengajarkan klien tentang metode yang tepat pengontrolan batuk agar tidak keras-keras. 5. Memberikan Oksigen sesuai advis dokter 2 l/menit 4.. Menganjurkan untuk minum agar menurunkan viskositas sekresi : mempertahankan hidrasi yang adekuat.

3. Gangguan rasa nyaman : Nyeri berhubungan dengan pecahnya pembuluh darah pulmonal bila batuk darah. Gangguan pertukaran gas berhubungan dnegan kerusakan membran alveolar . Sindrom kurang perawatan diri berhubungan dnegan tindakan perawatan dari batuk darah. 2.kapiler. 5. Bersihan jalan napas tak efektif berhubungan dnegan sekresi yang kental/sekresi darah. . 4.DIAGNOSA KEPERAWATAN (BERDASARAKAN PRIORITAS) 1. Ansietas berhubungan dnegan informasi yang kurang/tidak akurat tentang terjadinya batuk darah.

7. 4.CATATAN PERKEMBANGAN Tanggal 6 September 2001 Diagnosa Bersihan jalan napas tak efektif berhubungan dnegan sekresi yang kental/sekresi darah. O: Klien keadaan masih agak lemah. : Tidak ada bantuan otot-otot pernapasan ketika bernapas. : Klien masih tampak batuk. kecuali No. O . : Terapi Oksigen sudah dilepas. 3. S : Klien mengatakan sudah sesak lagi. A : Masalah belum teratasi P : Dilanjutkan No. A : Masalah teratasi P : Dihentikan. tapi tidak keras dan tak ada darahnya. Diagnosa Gangguan pertukaran gas berhubungan dnegan kerusakan membran alveolar .kapiler. 2. : Posisi tredelenbeg. 6. 5. . : Possi klien masih tredelenbeg. 1. : Klien tampak bisa tersenyum. 20 x/menit). Klien tampak memakai pernapasan perut (R . S : Klien mengatakan batuk darahnya sudah tidak lagi.