You are on page 1of 11

Askeb Hiperemesis Gravidarum ,7 langkah varney

ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL PADA Ny. R DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RSUD HIKARI Oleh : NIken Jayanthi, S.Kep BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum ) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala – gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama ± 10 minggu. Mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 % multigravida. satu diantara seribu kehamilan gejala – gejala ini menjadi lebih berat. Perasan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormone estrogen dan HCG dalam serum. Asuhan kebidanan patologi pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum meliputi data subyektif dan data obyektif. Data subyektif berisi identitas, alasan datang, riwayat perkawinan, riwayat kesehatan, riwayat obstetri, riwayat KB, pola kehidupan sehari-hari, data pengetahuan ibu. Sedangkan data obyektif berisi vital sign, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan obstetri. B. TUJUAN 1. Tujuan Umum Tenaga kesehatan mampu melaksanakan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum dengan metode Varney. 2. Tujuan Khusus Diharapkan Tenaga Kesehatan mampu melaksanakan Asuhan dengan menggunakan 7 langkah Varney, yang meliputi : a. Mampu melakukan pengkajian dengan pengumpulan data pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum. b. Mampu menentukan interpretasi data pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum. c. Mampu menentukan diagnosa potensial pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum. d. Mampu menentukan tindakan segera terhadap masalah yang muncul pada kasus Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum. e. Mampu merencanakan asuhan pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum. f. Mampu melaksanakan asuhan pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum. g. Mampu mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum. C. MANFAAT 1. Bagi penulis Dapat menerapkan ilmu yang telah didapat dimeja perkuliahan, terutama yang berhubungan dengan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum 2. Bagi lahan Dapat mengevaluasi kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum BAB II TINJAUAN TEORI A. Definisi Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena keadaan umumnya menjadi buruk, karena terjadi dehidrasi (Sinopsis Obstetri : 195)

diabetes. Sering terjadi pada primigravida. jangan tiba – tiba berdiri waktu bangun pagi. turgor kulit mulai jelek. vitamin (B1 dan B6). juga tentang diit ibu hamil. Jantung : jantung atrofi. mual dan muntah. nadi kecil dan cepat. Faktor organic. kesadaran sangat menurun. Faktor psikologik : keretakan rumah tangga. Frekuensi kejadian adalah 2 per 1000 kehamilan. Otak : terdapat bercak perdarahan pada otak d. Ginjal : tampak pucat. menggunakan sedative (luminal. dan mata cekung b. oliguri dan konstipasi. drammamin. degenerasi lemak pada tubuh kontorti E. Patologi Dari otopsi wanita yang meninggal karena hiperemesis gravidarum diperoleh keterangan bahwa terjadi kelainan pada organ – organ tubuh sebagai berikut : a. jangan terlalu banyak tamu. hemokonsentrasi. karena masuknya vili khoriales dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolic c. Etiologi Sebab pasti belum diketahui. dan kehamilan ganda akibat peningkatan kadar HCG b.B. Terapi obat. Hepar : pada tingkat ringan hanya ditemukan degenerasi lemak sentrilobuler tanpa nekrosis b. Pencegahan dengan memberikan informasi dan edukasi tentang kehamilan kepada ibu – ibu dengan maksud menghilangkan faktor psikis rasa takut. akan terasa oyong. stesolid). Kadang – kadang pada beberapa wanita hanya tidur dirumah sakit saja. avomin. Berikan pengertian bahwa kehamilan adalah suatu hal yang wajar. tekanan darah turun. ikterus. kadang kala hal ini saja tanpa pengobatan khusus telah mengurangi mual dan muntah c. berat badan turun dan rasa nyeri diepigastrium. lemah. mata cekung. somnolen sampai koma. suhu badan naik (dehidrasi). dapat pula terjadi asetonuria dan dari nafas keluar bau aseton c. kalau perlu hanya perawat dan dokter saja yang boleh masuk. Ada yang mengatakan bisa lebih dari 10x muntah. suhu badan naik dan tensi turun sekali. dehidrasi hebat. rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan. avopreg. diplopia. torecan). mola hidatidosa. kadang kala dijumpai perdarahan sub-endokardial c. jadi tak perlu takut dan khawatir. ikterus ringan. Hiperemesis gravidarum tingkat II dan III harus dirawat inap dirumah sakit : a. antasida dan anti mulas 3. lidah kering. tidak mau makan. Terapi psikologik. telah banyak mengurangi mual muntahnya b. akan tetapi apabila keadaan umum ibu terpengaruh dianggap sebagai hiperemesis a. Faktor – faktor predisposisi yang dikemukakan : a. diabetes dan lain – lain C. Tingkat II : sedang Mual dan muntah yang hebat menyebabkan keadaan umum penderita lebih parah. makan jangan sekaligus banyak. Gejala dan tingkat Batas mual dan muntah berapa banyak yang disebut hiperemesis gravidarum tidak ada kesepakatan. tetapi dalam porsi sedikit – sedikit namun sering. komplikasi yang dapat berakibat fatal terjadi pada susunan saraf pusat (ensefalopati wernikel) dengan adanya : nistagmus. takut memikul tanggung jawab dan sebagainya d. Cari dan coba hilangkan faktor . lidah kering dan kotor. kecil dari biasa. nadi kecil halus dan cepat. defekasi hendaknya diusahakan teratur 2. anti muntah (mediamer B6. Faktor endokrin lainnya : hipertiroid. normal dan fisiologis. Tingkat III : berat Keadaan umum jelek. nadi sekitar 100x/menit. tensi turun. turgor kulit kurang. Isolasi. Tingkat I : ringan Mual muntah terus menerus menyebabkan penderita lemah. kehilangan pekerjaan. berat badan turun. Penanganan 1. apatis. perubahan mental D.

perencanaan. pelaksanaan dan evaluasi (Depkes RI. 1999). Masalah Masalah akan timbul jika akseptor menyatakan secara lisan mengenai keluhannya. Mengidentifikasi sehingga ditemukan masalah atau diagnosa yang spesifik. interpretasi data. 1997). diagnosa masalah. c) Meninjau catatan terbaru atau catatan sebelumnya. Data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga ditemukan masalah atau diagnosa yang spesifik. Akan tetapi setiap Iangkah dapat diuraikan lagi menjadi langkah-langkah yang lebih rinci dan itu bisa berubah sesuai dengan kebutuhan klien. C. Pengertian manajemen kebidanan. 1999). sambil mengamati klien. 1. d) Meninjau data laboratorium dan membandingkannya dengan hasil studi. Interpretasi Data Dasar Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. Konsep Kebidanan Menurut Varney Proses manajemen yang memperkenalkan sebuah metode dengan mengorganisasikan pemikaran dan tindakan yang harus mengikuti urutan logis dan menbersihkan penelitian yang menyatukan pengetahuan. Proses dimulai dengan mengumpulkan data dasar dan berakhir dengan evaluasi. Berikan infuse dekstrosa / glukosa 5% sebanyak 2-3 liter dalam 24 jam e. bayi setelah lahir serta keluarga berencana (Depkes RI. Pengumpulan Data Dasar Pada langkah ini dilakukan pengkajian dengan mengumpulkan semua data yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan klien secara lengkap. hasil temuan. a. Berikan obat – obatan seperti telah dikemukakan diatas ASUHAN KEBIDANAN MENURUT VARNEY A. Ketujuh langkah tersehut membentuk suatu kerangka lengkap yang dapat diaplikasikan dalam situasi apapun. b) Pemeriksaan Fisik sesuai dengan kebutuhannya. bidan diharapkan dapat bersiap-siap bila diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi. diagnosa potensial. b. . Manajemen kebidanan adalah pendekataan yang dilakukan oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis mulai dan pengkajiañ. Penambahan cairan. yaitu: a) Riwayat Kesehatan. masa nifas. Pengertian Asuhan Kebidanan Asuhan Kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggngjawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebütuhan masalah dalam bidang kesehatan ibu hamil. Langkah ini membutuhkan antisipasi. Pada langkah pertama ini dikumpulkan sernua informasi yang akurat dan semua sumber ang berkaitán dengan kondisi klien. bila rnemungkinkan dilakukan pencegahan. Pada langkah ketiga ini kita mengidentifikasi atau diagnosa potensial lain berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang sudah diidentifikasi.psikologis seperti keadaan sosio ekonomi dan pekerjaan serta lingkungan d. Proses manajemen terdiri dan 7 Iangkah yang berurutan dimana setiap langkah disempurnakan secara peiodik. 2. dan pnelitian yang terpisah-pisah berfokus pada klien (Varney. masa persalinan. B. Kebutuhan Kebutuhan dapat timbul setelah dalam pengkajian ditemukan hal-hal yang mernbutuhkan informasi dan arahan dan tenaga kësehatan. 3.

Lama : 3 tahun .Y. Alasan datang Pasien datang ke RB dari Ruang IGD 2. Rencana Manajemen Masing-masing jenis rencana manajemen disesuaikan dengan interpretasi data yang berhubungan dengan interpretasi data dasar dan memasukkannya ke dalam antisipasi masalah atau merupakan kegiatan rutin manajernen wanita dalam antenatal visip. Pelaksanaan Pe1aksanan disesuaikan dengan rencana manajemen yang telah dibuat. BAB III TINJAUAN KASUS Tanggal : 28 Januari 2009 Tempat : Ruang Wijaya Kusuma Jam : 15. Riwayat Perkawinan a. Identifikasi kebutuhan yang memerlukan penanganan segera Meñgidentiñkasi perlunya tindakan segera oieh bidan atau dokter dan atau untuk dikosultasikan atau ditangani bersama dengan anggota team kesehatan lain sesuai dengan kondisi klien. Lama : 7 hari Jumlah : 2 x ganti pembalut/hari c. memburuk atau tidak ada perubahan setelah dilakukan asuhan teori kebidanan (Vamey. apakah membaik.4.00 WIB 1. 27 tahun Pendidikan :SMA Pekerjaan : Karyawan Suku/Bangsa : Jawa/Indo Agama : Islam Alamat : Kauman 3/7 Batang Anamnesa pada tanggal 28 Januari 2009 jam 15.R. Keluhan Utama Ibu datang dengan keluhan mual muntah lebih dari 10x sejak 1 minggu yang lalu 3. 5. 6. Umur waktu nikah : 22 tahun b. Umur 24 tahun Pekerjaan : Ibu rumah tangga Pendidikan : SMA Nama suami : Tn. Warna : Merah Keluhan : Tidak ada 4. Evaluasi Pada langkah terakhir mi dilakukan evaluasi keaktifan asuhan yang sudah diberikan meliputi teratasi masalah apakah sudah sesuai dengan diagnosanya. demi kelancaran dalam penatalaksanaan harus berpedoman pada intervensi. Dalam evaluasi akan ditemukan perkembangan kesehatan klien. sementara yang lain. Data Subyektif Identitas/Biodata Nama Ibu : Ny. PENGKAJIAN A. Data baru mungkin saja perlu dikumpulkan dan dievaluasi dan data yang dikumpulkan dapat rnenunjukkan satu situasi yang memerlukan tindakan segera.00 WIB RSUD Hikari I. Menarch : 12 tahun Siklus : Teratur b. intrepretasi dokter. Riwayat Menstruasi a. Langkah keempat mencerminkan kesinambungan dan proses manajemen kebidanan. 7. harus menunggu. 1997).

HIV.Ibu tidak pernah menderita penyakit keturunan(asma. c. Hewan Peliharaan : Tidak ada b. HIV.dll. Siklus : Teratur f. b.Ibu tidak pernah menderita penyakit jantung. Adat Istiadat : Tidak ada 12. Riwayat Kesehatan a. Kesadaran : Composmetis c. Riwayat KB 9.. dll) . Hubungan dengan suami/keluarga : Harmonis d. hipertensi. Keadaan Umum : Lemas b. Pengetahuan Ibu a. hipertensi. Tentang Persiapan Persalinan : Belum Mengerti B.Keluarga suami/ibu tidak ada yang menderita penyakit menular . Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari 10. Keluhan selama hamil : TM I TM II TM III. Riwayat Kesehatan Sekarang . Haid bulan sebelumnya : 10 Oktober 2008 e. Tentang Kehamilan : Belum Mengerti b.Ibu tidak pernah menderita penyakit menular (TBC.Keluarga suami/ibu tidak ada yang menderita penyakit jantung.Ibu tidak sedang menderita penyakit jantung. DM. Mual muntah i. Riwayat Kesehatan Dahulu . dll. Imunisasi TT : Belum h.c. Riwayat Kehamilan.Ibu tidak sedang menderita penyakit keturunan (asma. Hepatitis. Tentang Perawatan Payudara : Belum Mengerti c. Hepatitis. Riwayat Kehamilan Sekarang a. Umur kehamilan : 7 minggu 2 hari b. Riwayat Kesehatan Keluarga .ginjal.Keluarga suami/ibu tidak ada yang menderita penyakit menurun . Suami dan Keluarga selalu shalat 5 waktu dan berdo’a 13. Suami dan Keluarga sangat cemas dengan keadaan ibu sekarang karena ibu muntah berulang kali. Lingkungan : Bersih c. Persalinan dan Nifas Yang Lalu : G1P0A0 8. Pergerakan janin dalam 24 j am terakhir : 7. Jumlah anak : 5. ANC : 1x periksa hamil dibidan g. HPHT : 8 Desember 2008 c. Tanda Vital : TD : 90/70 mmHg . dll) . 6. Status Emosional : cemas d.dll) . ginjal. dll. Data Spiritual Ibu. HPL : 15 September 2009 d. Data Obyektif 1. Tentang Senam Hamil : Belum Mengerti d. Perkawinan ke : I d. dll) .DM.Ibu tidak sedang menderita penyakit menular (TBC. Pemeriksaan Umum a. Data Sosial-Budaya a. Data Psikologi Ibu. 11. ginjal.

.Leopold IV : Tidak dilakukan c. tidak ada varises.Status Present Kepala .Mata : Conjungtiva anemis.Muka : Tidak ada oedem. Gigi tidak berlubang.Perut : tidak ada strie.Mulut : Tidak stomatitis. Sklera:Tidak ikterik. belum pernah melahirkan dan belum pernah abortus. Putting menonjol.Genetalia : bersih. umur 24 tahun.Hidung : Bersih.Leopold II :Tidak dilakukan .Bawah : Tidak ada oedem. Tidak berketombe .Nadi : 88 x/menit Suhu : 36˚C RR : 23 kali/menit BB sebelum hamil : 47 kg BB saat ini : 49 kg TB : 158 cm Lila : 23 cm e. Tidak rontok. Lidah bersih. Diagnosa Ny R G1P0A0. Pemeriksaan Obstetri a. Auskultasi DJJ : d. dapat digerakkan 2. Perkusi (patella) : (+) 3.Mammae : putting menonjol. hamil 7 minggu 2 haru. Tidak ada keputihan Ekstremitas : .Leopold I :belum teraba . Tidak ada polip .Leopold III :Tidak dilakukan .Telinga : Bersih.Muka : pucat. Tidak ada luka bekas operasi Pinggang : Tidak nyeri pinggang Genetalia : Bersih. Tidak ada discharge. Tidak ada cloasma grafidarum .areola menghitam .Atas :.tidak ada luka bekas operasi . bibir kering . Protein urin : Tidak dilakukan HB : 10 gram% b. – HPHT tanggal 8 Desember 2008 . Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis Dada : Simetris Mammae : Tidak ada benjolan. Inspeksi . tidak ada cloasma grafidarum . Urin reduksi :Tidak dilakukan II. Tidak ada secret.Ibu mengatakan berumur 24 tahun .Ibu menyatakan ini merupakan kehamilan pertama. tidak ada oedem . Palpasi . tidak ada keputihan b. Areola menghitam Perut : Tidak ada strie. Pemeriksaan penunjang a.Ibu mengatakan sering mual dan muntah lebih dari 10x. mata cekung . dengan hiperemesis gravidarum tingkat II Dasar DS : . INTERPRETASI DATA A. Bersih.Rambut : Hitam.

Ibu sudah diberi tahu bahwa akan dilakukan program kuretase dan ibu mengerti BAB IV .Menganjurkan ibu untuk lebih banyak istirahat untuk memulihkan kondisi.Terapi obat telah diberikan dan kondisi ibu sudah baik . IMPLEMENTASI 1. Konsultasi dengan Dokter SPOG 3. Memberikan KIE kepada ibu tentang Hiperemesis Gravidarum yaitu mual muntah yang berlebihan pada ibu hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena keadaannya memburuk. TD 90/70. advis : . mata cekung sehingga ibu harus dirawat dirumah sakit untuk memulihkan keadaan ibu. . VII. menganjurkan ibu agar makan jangan sekaligus banyak tetapi porsi sedikit namun sering. vitamin B1 dan Avomin. nadi 88x/menit. beri ibu terapi obat. Ibu sudah diberi konseling tentang hiperemesis graviadarum. Ibu sudah mengetahui tentang keadaannya dan ibu mau agar di rawat di RS untuk memulihkan keadaannya. conjungtiva anemis.Infus D5% 20 tetes/menit telah terpasang dan ibu keadaannya sudah lebih baik .Ibu bersedia untuk lebih banyak istirahat 3. conjungtiva anemis. Masalah Ibu menyatakan merasa cemas dengan keadaannya C. Untuk mengurangi mual muntah menganjurkan ibu untuk lebih banyak istirahat. Melakukan konsultasi dengan Dokter SPOG. 2. EVALUASI 1. suhu 36°C. Beritahu hasil pemeriksaan pada ibu 2.DO : KU : Lemah TD : 90/70 mmHg Nadi : 88 kali/menit Suhu : 36°C Pernafasan : 23 kali/menit Muka pucat. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA Konsul dengan dokter SPOG advis infuse D5% 20 tetes/menit. jangan tiba-tiba berdiri waktu bangun pagi tetapi duduk dulu baru kemudian berdiri. Berikan KIE pada ibu VI. 2. PERENCANAAN 1. Memberitahu hasil pemeriksaan kepada yaitu ibu keadaan ibu lemah.pasang infuse D5% 20 tetes/menit untuk menambah tenaga pada ibu karena mengandung glukosa . anjurkan ibu untuk lebih banyak istirahat. 3. DIAGNOSA POTENSIAL Dehidrasi IV.memberi ibu terapi obat Avomin 3×1 sebagai anti muntah dan Vitamin B1 untuk memenuhi kebutuhan vitamin ibu. RR 24x/menit. Kebutuhan Informasi tentang keadaan yang dialami ibu III. Advis dari dokter telah dilaksanakan : . V. mata cekung Leopold I : belum teraba Leopold II : Tidak dilakukan Leopold III : Tidak dilakukan Leopold IV : Tidak dilakukan B.

HPHT tanggal 8 Desember 2008 . d. R umur 24 tahun).Ibu menyatakan berumur 24 tahun .Ibu menyatakan hamil satu kali belum pernah melahirkan. tidak pernah abortus . c. Diagnosa Nomenklatur Merupakan diagnosa dari pengkajian yang telah dilakukan. Riwayat Kesehatan.Leopold III : Tidak dilakukan . Sehingga dalam melakukan pengkajian sudah dilakukan sesuai dengan teori yang ada. 2. Masalah Masalah akan timbul jika akseptor menyatakan secara lisan mengenai keluhannya.Leopold II : Tidak dilakukan . bibir kering). Kebutuhan Kebutuhan dapat timbul setelah dalam pengkajian ditemukan hal-hal yang membutuhkan informasi dan arahan dan tenaga kësehatan. Pemeriksaan Fisik sesuai dengan kebutuhannya. Meninjau catatan terbaru atau catatan sebelumnya. mata cekung. yaitu: a. pemeriksaan fisik (muka pucat.Leopold I : tidak teraba .PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas kesenjangan antara teori dengan praktik dilapangan yang meliputi : 1. Pada langkah pertama ini dikumpulkan sernua informasi yang akurat dan semua sumber yang berkaitán dengan kondisi klien. a. INTERPRETASI DATA Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan.Leopold IV : Tidak dilakukan b. c. Masalah . PENGKAJIAN Menurut teori pengkajian dilakukan dengan mengumpulkan semua data yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan klien secara lengkap. b.N : 88 x / menit . Meninjau data laboratorium dan membandingkannya dengan hasil studi. tensi 90/70 mmhg). Data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga ditemukan masalah atau diagnosa yang spesifik. DO : . Dilahan praktek Interpretasi data sudah dilakukan sesuai dengan teori yang ada.T : 90 / 70 mmHg RR : 23 x / menit . a. b.Ibu mengatakan mual dan muntah lebih dari 10x. Dalam prakteknya pengakajian sudah dilakukan sesuai dengan teori yang meliputi identitas ibu (ibu bernama Ny.KU : lemah S : 36°C . Vital Sign (ibu dalam kondisi lemah. conjungtiva anemis. riwayat KB (ibu sebelumnya belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun). riwayat obstetri (ibu tidak pernah menderita penyakit yang berhubungan dengan alat reproduksi). Diagnosa nomenklatur pada kasus ini adalah Ny “ R “ umur 24 tahun. G1P0A0 hamil 7 minggu 2 hari dengan Hiperesis Gravidarum Dasar : DS : .

Berikan KIE pada ibu 4.Ibu menyatakan merasa cemas dengan keadaannya c. 5. Pada kasus Ny. Pada kasus Ny.R DENGAN HIPEREMESIS GRVIDARUM yang dilakukan di RSUD Hikari. Ibu sudah diberi tahu bahwa akan dilakukan program kuretase dan ibu mengerti BAB V PENUTUP A. Sehingga dalam kasus ini tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dengan praktek. Perencanaan pada kasus Ny. R diagnosa potensial adalah dehidrasi 4. EVALUASI Menurut teori evaluasi dilakukan untuk mengevaluasi keaktifan asuhan yang sudah diberikan meliputi teratasi masalah apakah sudah sesuai dengan diganosanya. R evaluasi sudah dilakukan sesuai dengan pelaksanaan asuhan yang dilakukan. Langkah ini membutuhkan antisipasi.R dari data subyektif didapatkan hasil bahwa ibu . KESIMPULAN Pada penyusunan laporan panjang ini yang berjudul “ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL PADA NY. PERENCANAAN Menurut teori jenis rencana manajemen disesuaikan dengan interpretasi data yang berhubungan dengan interpretasi data dasar yang sudah ada. bila rnemungkinkan dilakukan pencegahan. Pengkajian yang dilakukan pada Ny.Ibu bersedia untuk lebih banyak istirahat 3. beri ibu terapi obat. pada kasus Ny. Pada kasus Ny. demi kelancaran dalam penatalaksanaan. 2. 5. Ibu sudah diberi konseling tentang hiperemesis graviadarum. Ibu sudah mengetahui tentang keadaannya dan ibu mau agar di rawat di RS untuk memulihkan keadaannya. vitamin B1 dan Avomin. Konsultasi dengan Dokter SPOG 3. R pelaksanaan sudah dilakukan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Data baru mungkin saja perlu dikumpulkan dan dievaluasi dan data yang dikumpulkan dapat rnenunjukkan satu situasi yang memerlukan tindakan segera. R adalah 1. Sehingga pada kasus ini tidak ditemukan kesenjangan karena evaluasi sudah dilakukan sesuai dengan toeri. Advis dari dokter telah dilaksanakan : .Terapi obat telah diberikan dan kondisi ibu sudah baik . PELAKSANAAN Menurut teori Pe1aksanan disesuaikan dengan rencana manajemen yang telah dibuat. KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA Menurut teori kebutuhan tindakan segera mencerminkan kesinambungan dalam manajemen kebidanan. Evaluasi pada kasus ini adalah 1. R kebutuhan akan tindakan segera yaitu Konsul dengan dokter SPOG advis infuse D5% 20 tetes/menit. Kebutuhan Informasi tentang keadaan keadaan ibu 3. Sehimgga pada kasus ini tidak ditemukan kesenjangan antara teori dengan praktek.Infus D5% 20 tetes/menit telah terpasang dan ibu keadaannya sudah lebih baik . maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. DIAGNOSA POTENSIAL Menurut teori pada langkah ini kita mengidentifikasi atau diganosa potensial lain berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang sudah diidentifikasi. anjurkan ibu untuk lebih banyak istirahat. Pada kasus ini perencanaan sudah dibuat sesuai dengan teori dan interpretasi data yang ada. Beritahu hasil pemeriksaan pada ibu 2.

conjungtiva anemis. masalah yang ditemukan adalah ibu menyatakan merasa cemas dengan keadaannya.. 5. Ibu sudah diberi tahu bahwa akan dilakukan program kuretase dan ibu mengerti B. Ibu sudah mengetahui tentang keadaannya dan ibu mau agar di rawat di RS untuk memulihkan keadaannya. Pelaksanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan Abortus Inkompletus sudah dilakukan sesuai dengan perencanaan. Beritahu hasil pemeriksaan pada ibu b. Berikan KIE pada ibu 6.G1P0A0. bibir kering. vitamin B1 dan Avomin..  MITOS KEHAMILAN . Konsultasi dengan Dokter SPOG c. Interpretasi data sudah dilakukan dan diproleh diagnosa nomenklatur Ny.mengeluh keluar darah dari jalan lahir berwarna merah dan ada gumpalan. 2. Ibu sudah diberi konseling tentang hiperemesis graviadarum.R adalah dehidrasi 4. Kebutuhan akan tindakan segera yaitu dengan konsul dokter SPOG dan diperoleh advis infuse D5% 20 tetes/menit. 7.Infus D5% 20 tetes/menit telah terpasang dan ibu keadaannya sudah lebih baik . di 04. b. dan kebutuhan ibu adalah mendapatkan informasi tentang keadaan yang dialami. Dari data obyektif didapat hasil KU:Lemah. 3. Perencanaan untuk ibu hamil dengan hiperemesis grvidarum yaitu : a. Evaluasi sudah dilakukan sesuai dengan pelaksanaan yaitu: a.39 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog  ▼ 2011 (10) o ▼ Januari (10)  APENDISITIS  ANTIPSIKOTIK Mekanisme Kerja Antipsikotik ada.Ibu bersedia untuk lebih banyak istirahat c..Terapi obat telah diberikan dan kondisi ibu sudah baik .. hamil 7 minggu 2 hari dengan Abortus Inkompletus. muka pucat. Advis dari dokter telah dilaksanakan : . anjurkan ibu untuk lebih banyak istirahat. Tensi 90/70 mmHg.R umur 24 tahun. Diposkan oleh tyarea. beri ibu terapi obat. mata cekung.. Pengakajian yang tepat diperoleh sebagai dasar untuk menentukan diagnosa yang tepat. Diagnosa potensial pada Ny. SARAN Diharapkan tenaga kesehatan mampu melaksanakan asuhan kebidanan khususnya pada ibu hamil dengan hiperemesis graviadarum dengan lebih komprehensif.

7 langkah varney makalah profesi kebidanan nidasi dan plasentasi TREND & ISSUE TERKINI DALAM ANC1.. KONSEP KEBIDANAN.. Diberdayakan oleh Blogger. ... Keterlibatan kli.FILOSOFI KEBIDANAN PARADIGMA KEBIDANAN.KOnsep kebidanan Sejarah Perkembangan Pelayanan dan Pendidikan Kebi.. ► 2010 (2) Mengenai Saya tyarea..        Askeb Hiperemesis Gravidarum . Lihat profil lengkapku Template Awesome Inc...