You are on page 1of 7

DEBAT PEMASARAN : Apakah Dunia Makin Dekat Satu Sama Lain Banyak pengamat sosial berpendapat bahwa kaum

muda dan remaja makin mirip satu sama lain sejalan perkembangan waktu. Pengamat lainnya, walaupun tidak membantah fakta tersebut, mengatakan bahwa perbedaan-perbedaan antara berbagai budaya bahkan pada usia yang lebih muda jauh melebihi kesamaan. Sikap : Orang-orang makin lama makin mirip versus perbedaan antara orang-orang yang memiliki budaya yang berbeda jauh melebihi keuntungannya. Dengan kaitannya dalam pemanfaatan pasar global yang bertujuan menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berhasil kami lebih memilih bahwa perbedaan antara orang-orang yang memiliki budaya yang berbeda jauh melebihi keuntungannya karena setiap negara memiliki budaya/kultur yang berbedabeda dimana hal tersebut berpengaruh terhadap persepsi orang-orang yang tinggal di negara tersebut. Kami tidak memungkiri bahwa di setiap perbedaan yang ada pasti memiliki kesamaan-kesamaan karena pada prinsipnya kebutuhan dasar seseorang di seluruh dunia adalah sama yaitu ingin terpuaskan dalam segala hal. Namun untuk mencapai kepuasan tersebut setiap orang memiliki standar tersendiri sehingga hal inilah yang menciptakan perbedaan-perbedaan nyata yang kemudian menjadi suatu kondisi sosial dan terhubung dengan budaya sekitarnya. Hiofstede mengidentifikasi empat dimensi budaya yang dapat membedakan berbagai negara yaitu : 1. Individualisasi lawan kolektivisme, dimana harga diri seseorang di suatu negara bergantung dari kemampuan/prestasi individu atau sistem sosial sehingga bila seseorang memiliki prestasi individu yang baik/tinggi akan dapat mempengaruhi kelompok sosialnya namun bila secara umum individu yang ada didalamnya memiliki kemampuan rata-rata maka kemungkinan individu tersebut harus mengikuti budaya yang dimiliki oleh kelompoknya. 2. Tinggi rendahnya jarak kekuasaan, bila di suatu negara atau daerah memiliki budaya seperti ini maka dapat dipastikan keputusan apapun akan sangat mudah dipengaruhi oleh pemegang kekuasaan tertinggi. 3. Maskulin lawan feminin, budaya yang terbentuk dari besar kecilnya suatu komunitas berdasarkan jenis kelamin dapat digunakan untuk menentukan jenis produk apa yang diluncurkan sehingga sesuai

dengan pasar yang ada apakah kebanyakan untuk pria atau wanita dimana produk yang akan dipasarkan cenderung ke arah maskulin atau feminin. 4. Pencegahan ketidakpastian kuat lawan pencegahan ketidakpastian lemah , kondisi ini dapat disikapi dengan penetrasi produk yang relevan dengan kebutuhan namun memiliki keistimewaan/kelebihan tersendiri sebagai nilai tambah produk tersebut. Dalam keputusan suatu perusahaan akan berkecimpung ke dalam pasar global maka perbedaanperbedaan budaya di masing-masing negara harus diperhatikan dalam membuat program pemasaran yang efektif dan efisien menyangkut : 1. Produk, dalam memasuki pasar global perusahaan harus melakukan penyesuaian produk dan promosi yang tepat. Ada 5 strategi yang dikemukakan oleh Warren Keegan, yaitu :  Perluasan langsung dimana produk yang diperkenalkan ke pasar luar negeri tidak mengalami perubahan apapun. Perluasan langsung berbiaya murah karena tidak memerlukan biaya litbang tambahan, perubahan produksi, atau modifikasi promosi, namun hal ini cenderung lebih cocok untuk produk yang diciptakan sesuai dengan fungsinya misalnya kamera, barang elektronik, mesin-mesin, dll.     2. Penyesuaian produk, mencakup perubahan produk dengan memperhatikan kondisi dan memenuhi preferensi lokal. Penemuan produk, mencakup penciptaan sesuatu yang baru. Penemuan mundur, dimana perusahaan mengenalkan kembali bentuk produk-produk sebelumnya yang telah disesuaikan namun dulu belum sempat dipasarkan. Penemuan maju, dimana perusahaan menciptakan produk baru sesuai dengan hasil litbang berdasarkan riset yang dilakukan di negara tujuan. Komunikasi, perusahaan dapat menjalankan kampanye iklan dan promosi dengan pesan atau tema yang sama seperti di dalam negeri maupun diubah sesuai kondisi masing-masing pasar yang dituju, namun di sisi lain bila respon pasar belum bagus maka perusahaan dapat juga menyesuaikan produknya dengan pasar yang dituju. Misalnya di Amerika, komunikasi dilakukan dengan pendekatan langsung tanpa basa-basi (budaya “to the point”) sehingga orang tersebut langsung mendapat informasi tentang produk, sedangkan untuk kawasan Eropa, Asia, maupun beberapa tempat lainnya komunikasi model ini kurang efektif karena budaya yang dimiliki berbeda. 3. Harga, dalam menetapkan harga yang pantas di setiap negara / pasar tujuan perusahaan harus mempertimbangkan tambahan biaya yang membebani produknya seperti biaya transportasi,

perbedaan nilai mata uang, laba yang diharapkan, dll. Ada 3 pilihan bagi perusahaan dalam menetapkan harga jual suatu produknya yaitu :    Keseragaman harga untuk semua pasar yang dimiliki dan pasar tujuan. Penetapan harga sesuai harga di masing-masing pasar. Penetapan harga berdasarkan biaya yang dikeluarkan di masing-masing negara

Terkait dengan budaya suatu negara, harga dapat dijadikan sebagai ukuran kemampuan atau segmentasi suatu pasar dimana harga yang ditetapkan disesuaikan dengan nilai tambah/value yang diperoleh oleh konsumen seperti prestise, layanan purna jual, garansi, dsb. 4. Saluran Distribusi, terkait dengan budaya di masing-masing negara, perusahaan harus memiliki saluran distribusi yang mengetahui tahapan saluran distribusi di negara tersebut, bagaimana sebuah produk dapat mengjangkau seluruh lapisan, dan bagaimana cara distributor dalam menyalurkan produk tersebut. Selain hal-hal tersebut di atas, karena perbedaan budaya juga akan mempengaruhi cara pandang calon konsumen terhadap perusahaan yang masuk kenegaranya. Citra suatu negara dan persepsi konsumen terhadap negara asal perusahaan tersebut dapat menentukan berhasil atau tidaknya perusahaan dalam melakukan penetrasi ke negara tujuan. Produk-produk yang diciptakan dan dijual oleh perusahaan tersebut harus dapat mengubah citra negara dari negatif menjadi positif seperti contohnya Jepang yang sebelum PD II memiliki citra mutu jelek namun setelah Sony berhasil dengan TV Triniton-nya dan majunya perkembangan pembuatan mobil Honda dan Toyota akhirnya mampu mengubah opini orang terhadap mutu produk dari perusahaan Jepang lainnya. Sedangkan persepsi konsumen digunakan untuk meningkatkan kekuatan brand/merk, inovasi, maupun harga suatu produk. Misalnya bila perusahaan dari Amerika dianggap memiliki produk yang bergengsi, Jepang memiliki produk yang inovatif, dan Cina memiliki produk dengan harga murah. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa perbedaan budaya sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan suatu perusahaan dalam memasuki pasar global sehingga perusahaan tidak salah dalam menentukan jenis produk, cara promosi, penentuan harga, dan mengembangkan jaringan distribusi, dimana dengan mengikuti budaya di negara tujuan, produk akan lebih cepat dikenal dan sesuai dengan keinginan konsumen sehingga keuntungan yang diperoleh dapat maksimal.

DISKUSI PEMASARAN : Pikirkan tentang beberapa merk kesukaan Anda. Tahukah Anda dari mana merk-merk itu berasal? Dimana dan bagaimana mereka dibuat atau disediakan? Menurut Anda, apakah itu akan mempengaruhi persepsi Anda tentang mutu atau kepuasan? Beberapa merk terkenal misalnya KFC, Coca Cola, dan Nike.  KFC (dulu dikenal dengan nama Kentucky Fried Chicken) adalah suatu merek dagang waralaba dari Yum! Brands, Inc., yang bermarkas di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Didirikan oleh Col. Harland Sanders, KFC dikenal terutama karena ayam gorengnya, yang biasa disajikan dalam bucket. Col. Sanders mulai menjual ayam gorengnya di pom bensin miliknya pada tahun 1939 di Corbin, Kentucky yang selanjutnya pindah ke sebuah motel. Ia menutup usahanya pada akhir 1940-an sewaktu jalan tol Interstate melalui kotanya. Pada awal 1950-an, ia mulai berkeliling Amerika Serikat dan bertemu dengan Pete Harman di Salt Lake City, Utah, dan pada tahun 1952 bersama-sama mendirikan restoran Kentucky Fried Chicken yang pertama di dunia (restoran pertamanya tidak menggunakan nama tersebut). Sanders menjual seluruh waralaba KFC pada tahun 1964 senilai 2 juta USD, yang sejak itu telah dijual kembali sebanyak tiga kali. Pemilik terakhir adalah PepsiCo, yang menggabungkannya ke dalam divisi perusahaan Tricon Global Restaurants yang sekarang dikenal sebagai Yum! Brands, Inc. Pada tahun 1997, Tricon terpisah dari PepsiCo. Di Indonesia, pemegang hak waralaba tunggal KFC adalah PT. Fastfood Indonesia, Tbk (IDX: FAST) yang didirikan oleh Kelompok Usaha Gelael pada tahun 1978, dan terdaftar sebagai perusahaan publik sejak tahun 1994. Restoran KFC pertama di Indonesia dibuka pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta.  Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M. Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Kemudian, ia menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di dunia. Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai macam benda-benda cinderamata berlogo Coca-Cola. Benda-benda tersebut kemudian dibagi-bagi di lokasilokasi penjualan penting yang berkesinambungan. Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain

warna-warni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cinderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatkan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan. Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola dengan kata-kata berikut: "Mintalah CocaCola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera popular pasar. Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun 1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar. Coca-Cola adalah minuman ringan berkarbonasi yang dijual di toko, restoran, dan mesin penjaja di lebih dari 200 negara. Minuman ini diproduksi oleh The Coca-Cola Company asal Atlanta, Georgia, dan sering disebut Coke saja (merek dagang terdaftar The Coca-Cola Company di Amerika Serikat sejak 27 Maret 1944). Awalnya dibuat sebagai obat paten saat ditemukan pada akhir abad ke-19 oleh John Pemberton, Coca-Cola akhirnya dibeli oleh pebisnis Asa Griggs Candler yang taktik pemasarannya berhasil membuat Coke mendominasi pasar minuman ringan dunia sepanjang abad ke-20. Perusahaan ini memproduksi konsentrat yang kemudian dijual ke pabrik Coca-Cola berlisensi di seluruh dunia. Pabrik botol yang memegang kontrak ekskulsif dengan perusahaan ini memproduksi produk akhir dalam bentuk kaleng dan botol dari konsentrat tersebut, dicampur dengan air yang telah disaring dan pemanis. Pabrik-pabrik tersebut kemudian menjual, mendistribusikan, dan memasarkan Coca-Cola ke toko-toko eceran dan mesin penjaja. Coca-Cola Enterprises adalah contoh pabrik CocaCola, yang merupakan pabrik Coca-Cola terbesar di Amerika Utara dan Eropa Barat. The Coca-Cola Company juga menjual konsentrat untuk air mancur soda di sejumlah restoran besar dan distributor jasa makanan. The Coca-Cola Company juga pernah mengeluarkan minuman cola lain dengan merek Coke, yang paling umum adalah Diet Coke, kemudian Caffeine-Free Coca-Cola, Diet Coke Caffeine-Free, CocaCola Cherry, Coca-Cola Zero, Coca-Cola Vanilla, dan beberapa versi khusus berperisa lemon, jeruk nipis, atau kopi. Menurut Interbrand pada tahun 2011, Coca-Cola adalah merek termahal di dunia. Coca-Cola hadir di Indonesia ini sekitar tahun 1927, ketika Netherland Indische Mineral Water Fabrieck (Pabrik Air Mineral Hindia Belanda) membotolka untuk pertama kalinya di Batavia (Jakarta). Produksi Coca-Cola lumpuh pada jaman penjajahan Jepang (1942-1945) tetapi tepat padasesudah

kemerdekaan Republik Indonesia, pabrik tersebut beroperasi dibawah nama The Indonesia Bottles Ltd Nv (IBL) dengan status perusahaan nasional. Pada tahun 1971 dengan pertambahan mitra usaha dan modal didirikannya pabrik pembotolan madern pertama di Indonesia dengan nama baru PT. The Jaya Beverages Bottling Company. Tercatat sampai saat ini 11 pabrik Coca-Cola yang beroperasi di berbagai provinsi di Indonesia, berturut-turut berdasarkan tahun pendiriannya adalah Jakarta (1971), Medan (1973), Surabaya (1976), Semarang (1976), Ujung pandang (1981), Bandung (1983), Padang (1985), Bali (1985), Manado (1985), Banjarmasin (1981), dan Lampung (1995). Saat ini Coca-Cola yang diproduksi di Indonesia oleh PT. Coca-Cola Bottling Indonesia, Cibitung, Bekasi 17520-Indonesia, masih beredar di pasaran.  Produk sepatu dan pakaian olahraga Nike dengan mudah diidentifikasi oleh khas logo perusahaan, para "swoosh" tik, dan slogan "Just Do It". Berbasis dari nama dewi Yunani yang berarti kemenangan, Nike didirikan tahun 1964 ketika atlet sekaligus pengusaha Oregon bernama Phillip Knight, mengagas impor sepatu lari dari Jepang untuk bersaing dengan merek Jerman seperti Adidas dan Puma yang kemudian mendominasi pasar Amerika Serikat. Keuntungannya adalah bahwa sepatu Jepang lebih murah karena tenaga kerja lebih murah di Jepang. Dia mulai menjual sepatu keliling dengan tujuan di stadion atletik, dimana penjualan secara pelan tapi pasti meningkat secara dramatis. Pada 1970-an, Knight dan perusahaan yang berkembang nya melihat awal revolusi jogging dan mulai mmasaran produk untuk pelari non-profesional juga. Ia lantas segera membuka pasar yang lebih luas dan mengubah image sepatu lari menjadi sepatu fashion dan menarik semua orang dari anak-anak sampai dewasa memakainya. Pada 1979 Nike telah menguasai setengah pasar di AS dan dengan pendapatan mencapai US $ 149 juta. Pada pertengahan tahun 1980-an posisi perusahaan tampaknya tak tergoyahkan, namun secara mendadak muncul serangan dari pihak saingan yaitu Reebok. Tapi pada tahun 1990 Nike kembali memimpin perusahaan, terutama karena pengenalan dari sepatu “Air Jordan” yang didukung dan dipromosikan oleh bintang basket Michael Jordan. Hari ini, Nike mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dalam sepatu olahraga, dan merupakan pemain penting dalam pakaian dan aksesoris olahraga. Majalah Fortune melaporkan penjualan sebesar US $ 3,7 miliar pada tahun 1994 dan laba US $ 299 juta (Fortune 1995).Sekitar 60 persen dari penjualan perusahaan di Amerika Serikat, sekitar 30 persen di Eropa dan 5 persen di Asia. (1993 Nike: 25). Etos perusahaan Nike adalah melibatkan dedikasi yang kuat untuk olahraga

dan kebugaran. Staf di kantor pusat perusahaan, Nike Kampus Dunia pada Beaverton, Oregon, diharapkan menghabiskan beberapa jam setiap hari di gym. Mereka dijelaskan oleh direktur Nike sebagai "athletic, outdoor, lets-do-it-together types. Terlepas dari eksperimen singkat namun tidak berhasil dengan manufaktur di AS, sepatu Nike selalu dibuat di Asia, awalnya di Jepang, kemudian di Korea Selatan dan Taiwan, dan baru-baru ini di China dan Asia Tenggara. Nike memulai produksi di Korea Selatan dan Taiwan pada tahun 1972, karena tertarik oleh tenaga kerja murah di sana, dan segera bergabung dengan perusahaan lain termasuk Adidas dan Reebok. Tapi Nike kemudian memulai langkah lebih jauh. Alih-alih memiliki pabrik sendiri, mereka dikontrak produksi lokal di Korea dan Taiwan. Nike telah beroperasi di Indonesia sejak 1988 dan hampir sepertiga dari sepatu yang ada sekarang merupakan produk dari sana. Dalam sebuah wawancara pers di November 1994, koordinator perusahaan Nike di Indonesia, Tony Band, mengatakan perusahaan yang digunakan di Indonesia berjumlah 11 kontraktor. Di antaranya merupakan bekas-bekas basis perusahaan asosiasi Nike di Korea Selatan dan Taiwan -yang juga pada saat yang sama menghasilkan untuk merek lain seperti Reebok, Adidas dan Puma. Hubungan antara Nike dan kontraktor di Indonesia cukup dekat. Setiap personel Nike di setiap pabrik di Indonesia memeriksa kualitas dan pengerjaan yang memenuhi persyaratan ketat Nike. Sebagian besar pabrik yang memproduksi untuk Nike berlokasi di daerah yang baru dikembangkan untuk industri ringan di Tangerang dan Serang, sebelah barat Jakarta. Pada pabrik yang dimiliki Korea (dan beberapa yang dimiliki Indonesia juga) manajemen puncaknya dipegang oleh orang Korea. manajer tingkat menengah dan supervisor juga dapat berasal dari Korea atau Indonesia. Tapi para pekerja produksi semua berasal dari Indonesia, terutama wanita muda dalam kelompok usia 16-22, biasanya pekerja tersebut berasal dari pulau Jawa. Dengan penjelasan sejarah, bagaimana mereka dibuat dan disediakan, bagi saya sangat mempengaruhi persepsi tentang mutu dan kepuasan yang akan saya terima serta rasakan karena suatu merk dapat bertahan lama hingga kini merupakan suatu bukti bahwa produk yang dihasilkan pastilah memiliki mutu yang tinggi dan ditujukan untuk kepuasan pelanggan/konsumennya.