You are on page 1of 4

BAB 21 : MEMANFAATKAN PASAR GLOBAL 1.

FAKTOR – FAKTOR YANG HARUS DIPELAJARI PERUSAHAAN SEBELUM MEMUTUSKAN MASUK KE PASAR LUAR NEGERI  Perusahaan-perusahaan global lain(Pesaing) apakah menawarkan produk yang lebih baik atau harga yang lebih murah, dan apakah dapat menyerang pasar dalam negeri suatu perusahaan itu     Meninjau apakah pasar asing menawarkan peluang laba yang lebih tinggi dari pada pasar dalam negeri ataupun sebaliknya Meninjau atau merencanakan basis pelanggan yang lebih besar untuk mencapai skala ekonomi yang lebih besar Meninjau apakah pelanggan perusahaan pergi keluar negeri dan membutuhkan layanan internasioal atau tidak Faktor politik, yaitu meninjau apakah keadaan politik dari suatu Negara sedang berjalan dengan lancar sehingga perusahaan pun dapat memasarkan produknya atau keadaan dari suatu Negara tersebut sedang kacau, sehingga peluang untuk menhasilkan profitpun akan sulit untuk dicapai   Faktor hukum, yaitu meninjau dan menyesuaikan dengan aturan-aturan yang berlaku pada suatu Negara sehingga kegiatan Perusahaan dapat berjalan dengan lancar Faktor budaya, yaitu menyesuaikan produk atau jasa dari suatu perusahaan terhadap prilaku masyarakat suatu negara sehingga produk/jasa tsb. Dapat diterima dengan baik oleh masyarakat  Faktor ekonomi, yaitu meninjau dari segi kekuatan ekonomi apakah ekonomi dari suatu Negara itu sedang berjalan normal, bergejolak ataupun sedang berada masa puncaknya, dikarenakan untuk dapat memasarkan, mengembangkan, dan mendistribusikan barang/jasa suatu perusahaan tertentu dengan lancar 2. BAGAIMANA CARA PERUSAHAAN DALAM MENGEVALUASI DAN MEMILIH PASAR LUAR NEGERI YANG AKAN DIMASUKI  Karakteristik Demografis : ukuran populasi, tingkat pertumbuhan populasi, derajat urbanisasi, kepadatan penduduk, struktur usia dan kompoasisi populasi 1

       

Karakteristik Geografis : luas negara, karakteristik topografi, kondisi iklim Faktor-faktor ekonomi : GNP perkapita, distribusi pendapatan, tingkat pertumbuhan GNP, rasio investasi terhadap GNP Faktor-Faktor tehnologi : tingkat ketrampilan tehnologi, tehnologi produksi yang ada, tehnologi konsumsi saat ini, tingkat pendidikan Faktor-faktor Sosiobudaya : nilai-nilai yang dominan, pola gaya hidup, kelompok etnik, fragmentasi bahasa Sasaran dan Rencana Nasional : prioritas industri, rencana investasi infrastruktur Perusahaan harus mendefinisikan tujuan dan kebijakan pemasaran internasionalnya Perusahaan harus menentukan jumlah Negara yang akan dimasuki Perusahaan juga harus memutuskan jenis Negara yang akan dimasuki dengan beberapa pertimbangan faktor, yaitu jenis produk, faktor geografis, pendapatan dan populasi, iklim politik, dan faktor-faktor lainnya

3. CARA – CARA UTAMA DALAM MEMASUKI PASAR LUAR NEGERI  Ekspor Tidak Langsung Dan Langsung o Ekspor tidak langsung, yaitu perusahaan tersebut bekerja melalui perantara indepeden pedagang ekspor berbasis dalam negeri (domestic based export merchant) membeli produk dari produsen dan kemudian menjualnya keluar negeri. Jadi perantara atau agen ini mencari dan menegosiasikan pembelian dari luar negeri dan mendapatkan komisi. Ekspor tidak langsung memiliki dua kelebihan, yaitu : membutuhkan ivestasi yang lebih kecil karea tidak perlu membentuk departemen ekspor, tenaga penjualan diluar negeri atatu beberapa mitra dagang luar negeri. Kedua, ekspor ini mengandung resiko yang lebih sedikit karena perantara pemasaran internasional membawa pengetahuan dan jasa kedalam hubungan tersebut. o Ekspor langsung, dimana perusahaan memutuskan untuk menangani ekspornya sendiri. Investasi dan resikona lebih besar, tetapi demikian juga potensi keuntungannya. Perusahaan dapat melakukan ekspor langsung dengan beberapa cara, yaitu :  Departemen atau divisi ekspor berbasis dalam negeri  Cabang penjualan atau anak perusahaan luar negeri  Perwakilan penjualan ekspor yang bepergian 2

 Distributor atau agen berbasis luar negeri  Pemberian lisensi Adalah cara paling sederhana bagi produsen untuk terlibat dalam pemasaran internasional, yakni pemberi lisensi (licensor) memberikan lisensi kepada perusahaan asing menggunakan proses produksi, merek dagang, paten, rahasia dagang atau sesuatu yang berharga lainnya dengan memperoleh bayaran (fee) atau royalty. Contoh lisensi coca cola. Waralaba (franchiser) merupakan bentuk pemberian lisensi yang lebih lengkap karena memberi konsep merk dan system operasi yang lebih lengkap. Misal : KFC  Usaha patungan Investor asing dan local bergabung membentuk usaha patungan (joint venture) dimana mereka sama-sama mempunyai kepemilikan dan kendali  Investasi Langsung Kepemilikan langsung atas fasilitas atau produksi yang berbasis diluar negeri. Perusahaan asing dapat membeli sebagian atau keseluruhan kepemilikan perusahaan local ataupun dengan membangun fasilitasnya sendiri 4. PENYESUAIAN PRODUK DAN PROGRAM PEMASARAN PERUSAHAAN UNTUK MASING – MASING NEGARA ASING Dengan menganalisis/merencanakan tentang memproduksi suatu produk yang berbeda-beda seperti :     Memproduksi produk versi regional dari produknya Memproduksi produk versi Negara dari produknya Memproduksi produk versi kota dari produknya Memproduksi produk versi eceran dari produknya DAN PENGORGANISASIAN PERUSAHAAN UNTUK MENDUKUNG

5. PENGELOLAAN

KEGIATAN INTERNASIONALNYA Dalam melakukan aktivitas pemasaran internasional terdapat dalam tiga cara yaitu :  Departemen Ekspor Perusahaan terjun ke pemasaran internasional hanya melalui pengiriman barang. Jika penjualan internasionalnya berkembang, perusahaan membentuk departemen ekspor yang 3

terdiri dari seorang manajer penjualan dan beberapa orang asisten. Bila penjualan meningkat departemen ekspor diperluas menjadi sub-sub departemen  Divisi Internasional Divisi internasional diorganisasikan dengan berbagai cara. Staf divisi internasional perusahaan terdiri dari para spesialis dalam pemasaran, manufaktur, riset, keuangan, perencanaan, dan sumber daya manusia, mereka merencanakan serta menyediakan pelayanan bagi berbagai unit operasi  Organisasi Global Dalam organisasi global, manajemen puncak dan staf perusahaan merencanakan fasilitas manufaktur, kebijakan pemasaran, arus finansial, dan sistem logistik di seluruh dunia. Unitunit operasi global melapor langsung kepada kepala eksekutif atau komisi eksekutif yang dilatih untuk berpikir dengan membentuk wawasan secara global

4