You are on page 1of 16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Penambangan Tambang terbuka adalah metoda penambangan yang segala aktivitas penambangannya dilakukan di atas atau relatif dekat dengan permukaan bumi, dan tempat kerjanya berhubungan langsung dengan udara bebas. Tabel 2.1 Klasifikasi Metode Penambangan

(Nurhakim, 2004) Metode tambang terbuka merupakan kegiatan penambangan yang diterapkan terhadap endapan bahan galian yang terletak di dekat permukaan bumi. 2.2 Peralatan Tambang Salah satu penunjang dalam kegiatan penambangan adalah

penggunaan alat mekanis, baik itu dalam pengolahan jalan angkut, penggalian, pemuatan dan pengangkutan. Dalam pengamatan dilapangan, penggunaan alat mekanis yang paling penting digunakan untuk produksi adalah :

II-1

1 Alat Gali dan Muat (Excavator) Alat gali muat merupakan alat mekanis yang digunakan untuk melakukan penggalian sekaligus pemuatan material ke alat angkut. batubara.2 Alat Angkut Alat angkut yang sering digunakan dalam dunia pertambangan adalah dump truck.2.2 Alat Angkut II-2 . Gambar 2. backhoe dan dragline. Alat gali dan muat antara lain : power shovel.1 Alat Gali Muat 2. batuan. bijih. bongkahan-bongkahan.2. dozer shovel.2. Dump truck sering dipakai untuk mengangkut tanah. dan material material lain. Gambar 2.

Langsung menggali.3 Preparasi Batubara Batubara merupakan endapan organik yang mutunya sangat ditentukan oleh beberapa faktor. Loading kepadatan bahan rendah. Sebagai bahan baku pembangkit energi yang dimanfaatkan dalam industri. Medium = Menggali mencapai 60-85% pada jam kerja sehari. baik yang bersifat kimiawi. Batuan kecil cocok untuk ukuran bucket.Dibawah ini adalah karakteristik model alat gali muat dengan acuan standart konsumsi fuel menurut jenis alat gali muat yang digunakan (rentang kapasitas fuel) : Tabel 2. abu dan lainnya yang bersifat kimiawi. fisik dan mekanis. umur. Tugas berat menggali setelah peledakan. Sifat-sifat ini akan dapat dilihat atau disimpulkan dari data kualitas batubara hasil analisis dan pengujiannya. Dari sejumlah data kualitas ada yang dari padanya dapat diambil harga rata-ratanya seperti kandungan air. Pada pemanfaatan batubara perlu diketahui sifat-sifat yang akan ditunjukkan oleh batubara tersebut. banyaknya pengotor atau kontaminasi. Hal 947) Kondisi : Low = Menggali kurang mencapai dari 50% pada jam kerja sehari. tetapi ada pula yang dapat dilakukan dengan tidak mengambil II-3 . Setelah blasting atau setelah dozing. antara lain tempat terdapatnya cekungan batubara. 2. kualitas batubara mempunyai peranan sangat penting (Sukandarrumidi.2 Standart Konsumsi Fuel Berdasarkan Jenis Alat Gali Muat (Handbook Komatsu Edition 27. 1995). High = Menggali lebih dari 85% pada jam kerja sehari. Tidak perlu gaya besar untuk menggali.

N dan S. 2. 6. Adapun preparasi sampel berdasarkan ASTM D-2013 yaitu pengeringan pada udara (drying). 1995). 4. Kandungan atau jumlah oksigen merupakan salah satu indicator dari chemical properties batubara. Hal ini akan mampu menjelaskan sifat batubara kemudahan terbakar atau menyala. melainkan harus dilihat harga minimum dan maksimum. pencampuran (mixing) dan pembagian sampel (dividing) sehingga sampel siap dianalisis. 7. 5. di samping merupakan informasi yang penting untuk determinasi dalam penggolongan batubara (rank determination). Pada prinsipnya dikenal 2 jenis pengajian atau analisis yaitu analisis proksimat (proximate analysis) dan analisis ultimat (ultimate analysis atau elemental analysis). 3. 2. Sebelum melakukan analisa. Banyak cara dilakukan untuk mengetahui kualitas atau mutu batubara berkaitan dengan pemanfaatannya. H. Carbon content (kandungan karbon) Hydrogen content (kandungan hidrogen) Oxygen content (kandungan oksigen) Nitrogen content (kandungan nitrogen) Sulfur content (kandungan sulfur) Dalam analisis ultimat ingin diketahui besaran dan jenis unsur atau elemen pembentukan batubara khususnya unsur C. Untuk analisis proksimat (proximate analysis) antara lain : 1. kemampuan mencair (liquefaction) dan sifat berubah menjadi coke (coking) dari batubara. II-4 . 3. Moisture content (kandungan gas atau air) Ash content (kandungan abu) Volatile matter (bahan mudah menguap) Fixed carbon (karbon tertambat) Total sulfur (kandungan belerangan) Gross calorific value (nilai kalor) Hardgrove grindability index (kekerasan) Sedangkan untuk analisis ultimat (ultimate analysis atau elemental analysis) yang perlu diketahui antara lain : 1. terlebih dahulu dilakukan kegiatan preparasi batubara yaitu mempersiapkan contoh batubara yang akan dianalisa. O. seperti pada harga hardgrove index dan titik leleh abu (Sukandarrumidi.harga rata-ratanya. 5. yang terhadap sering dikaitkan dengan macam tingkatan batubara. penggerusan (crushing). 4.

karena akan menambah biaya tahap kominusi yang umumnya relatif mahal (Arief S. H. Tahap selanjutnya adalah memperkecil ukuran butiran batubara sampai diperoleh derajat liberasi pengotor yang diinginkan. tanpa harus memperkecil sehingga menjadi terlalu halus (berlebihan). Dalam melaksanakan tahap kominusi. II-5 . maka pada tahap pertama harus dilakukan pengecilan ukuran menjadi misalnya 10 cm. misalnya menyesuaikan ukuran butir. Tujuan utama preparasi batubara adalah untuk meningkatkan kualitas batubara agar siap jual. kemurnian dan kelembaban serta kualitas produk juga mencakup distribusi ukuran batubara seperti yang telah ditetapkan oleh pelanggan. 2005). 2003). membuat agar batubara lebih homogen. Dalam beberapa operasi penanganan material. Hanya dengan kominusi yang baik pada crushing plant yang memungkinkan untuk menghasilkan „saleable coal‟ sesuai dengan spesifikasi pelanggan. S pada nilai 100% (Sukandarrumidi. Di samping sifat termal batubara. proses pengolahan merupakan sebuah sumber utama pemakaian energi yang paling besar. Operasi pengecilan ukuran harus dilakukan secara bertahap. karena tidak mungkin atau sampai saat ini belum ada alat yang dapat memperkecil ukuran batuan yang semula berukuran 50 cm menjadi langsung ukuran 1 cm dalam satu kali peremukkan. mengurangi kadar abu. pengecilan ukuran harus dilakukan sampai pada ukuran yang diperlukan saja. mengingat sifat batubara yang relatif lunak tetapi liat. di antaranya menyiapkan kondisi batubara sesuai dengan keinginan pengguna. maka tahap pertama dan kedua ini biasanya dilakukan dengan menggunakan suatu peremukan rol (roll crusher). untuk memperkecil material ukuran umumnya bertujuan disebut kominusi untuk Operasi pengecilan pertama menyesuaikan ukuran partikel batubara dengan ukuran yang dapat diterima oleh operasi pencucian. kedua agar ukuran partikel batubara sesuai dengan permintaan pasar. Proses (comminution).Jumlah kandungan oksigen biasanya diperoleh atau dihitung dengan cara mengurangkan hasil analisis ultimat dari unsur C. N. kemudian pada tahap kedua dilakukan pengecilan ukuran menjadi 2 cm. mengurangi kadar sulfur. Apabila material yang datang dari tambang berukuran katakanlah 50 cm.

Grizzly terdiri dari satu set jeruji yang diantaranya diberi spasi. Grizzly dan Dust Supression Hopper adalah tempat penumpahan barang atau dengan kata lain sebagai mulut crusher.1. side wings. Adapun peralatan yang dipakai pada siklus pengolahan bahan galian antara lain terdiri dari : 2. Setiap bongkahan batubara yang bertahan saat pembuangan awal akan tetap bertahan di atas grizzly hingga tekanan dari pembuangan berikutnya akan menyebabkan batubara tersebut hancur. Hopper kebanyakan dibuat posisi tinggi. akan tetapi karena posisi tinggi membuat waktu kurang efisien.2. Bertindak sebagai surge bin. biasanya berupa penyemprot air.4 Tahapan Pada Crushing Plant Unit pengolahan (crushing plant) merupakan rangkaian peralatan mekanis yang digunakan untuk mereduksi ukuran hasil penambangan.4. wear plates dan sistem penyemprot debu spinkler. Batubara dengan ukuran dibawah 700 mm masuk ke dalam hopper dan bergerak melalui feeder untuk diumpankan menuju breaker. Pengayak statis jenis grizzly umumnya dipakai sebagai pengayak primer. Anyaman besi siku disusun bersilangan saling sejajar pada jarak yang ditentukan dan ditempatkan di lubang masuk hopper. Fungsi hopper dan grizzly adalah untuk :    Menyediakan ruangan bagi batubara untuk diumpan ke feeder breaker. Hopper. Secara umum peralatan yang digunakan didalam proses pengolahan ialah semua peralatan yang dipakai dan diperlukan didalam siklus kegiatan pengolahan bahan galian. sehingga pasokan batubara yang dijatuhkan oleh dump truck dapat diatur secara konstan menuju feeder breaker. Batubara dimuat ke dalam hopper dengan rear dump truck dan jatuh ke jeruji grizzly. yang berfungsi untuk menahan ukuran bongkah batubara tertentu yang diijinkan lolos ke dalam hopper. saat ini hopper yang efisien dan cepat umpan adalah hopper model bunker. Hopper merupakan wadah penyimpan yang terbuat dari baja dan mencakup sebuah tempat pemberhentian truk. Agar keluaran bin tidak terhalang oleh batubara oversize. Debu yang dihasilkan selama proses dumping dapat ditekan/ dikurangi melalui dust supression. Pengolahan batubara hasil penambangan perlu dilakukan terutama untuk memenuhi atau menyesuaikan dengan permintaan konsumen akan kualitas dan ukuran butiran. grizzly. Semprotan air disediakan oleh sebuah pompa air dengan sebuah akumulator bertekanan II-6 .

dan Dust Supression 2. Air dari akumulator ditransfer ke semprotan air melalui pipa yang terhubung dengan katup pengatur tekanan dan katup pembuangan air. atau mengubah bentuk. Feeder dapat digerakkan oleh motor bertenaga 5 s/d 20 horsepower (tergantung kapasitas yang ada). Terdapat dua jenis feeder.1.2.2 s/d 243. Lebar feeder umumnya berkisar antara 76. Crusher Crusher adalah sebuah mesin yang dirancang untuk mengurangi ukuran batu-batu besar ke batu kecil. untuk material pengotor sehingga mereka dapat lebih mudah dibuang atau didaur-ulang. Grizzly.4.pneumatik yang terletak berdekatan dengan pompa. Hopper. kerikil. Gambar 3. 2. Ukuran atau dimensi feeder dan kecepatannya sebaiknya mempunyai kapasitas 25 s/d 35 % lebih besar dari kapasitas crusher. Crusher dapat digunakan untuk mengurangi ukuran. Apron feeder umumnya digunakan untuk memasok batuan ke primary crusher. dan merupakan heavy duty construction untuk menahan beban kejut batuan yang ditumpahkan. atau untuk mengurangi ukuran yang solid campuran bahan baku (seperti di batu bijih). Mechanical atau reciprocating plate feeder umumnya untuk material lebih halus (gravel pit).84 cm dan panjang 2 s/d 3 kali lebamya.3. II-7 .4. yaitu apron feeder dan mechanical atau reciprocating plate feeder. atau serpihan batu. Reciprocating plate digerakkan oleh poros "eccentric” dengan tenaga motor sekitar 3 s/d 20 horsepower. Feeder dan Feeder breaker Fungsi utama feeder adalah mengatur aliran bahan batuan yang masuk ke dalam pemecah batu (crusher).

Jika 2 inci partikel diumpankan ke crusher roll ukuran terkecil yang bisa diharapkan dari crusher adalah 1/2 inci. Berikut adalah jenis-jenis crusher dan kegunaanya :    Double Roll crusher untuk batu bara/semen Jaw crusher untuk batu kali/batu besi Impact crusher untuk batu besi Gambar 3. Kesenjangan antara roll diatur ke ukuran produk yang diinginkan. Sebuah roll crusher meremukkan menggunakan gaya kompresi. Crusher/penghancur dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan material yang akan digiling/dihancurkan. dengan sumbu sejajar satu sama lain dan dipisahkan dengan spasi sama dengan ukuran produk yang diinginkan. Roll crusher memiliki teoritis rasio pengurangan maksimum 4:1. Roll crusher hanya akan menghancurkan materi ke ukuran partikel minimum sekitar 10 Mesh (2 mm). Menggunakan kompresi untuk menghancurkan materi. dengan dua roll berputar terhadap suatu poros. Bentuk gigi akan sangat mempengaruhi bentuk partikel yang dihasilkan dari peremukan. Tingkat keausan gigi tergantung pada jenis material umpan.sehingga potongan-potongan komposisi yang berbeda dapat dibedakan. dengan realisasi bahwa partikel material terbesar hanya dapat 4 kali kesenjangan roll. II-8 . Bijih logam bersifat lebih abrasif dari batubara. Double Roll Crusher Double roll crusher ialah jenis crusher yang memecahkan material dengan cara menghimpitkan material tersebut di antara dua silinder logam. Apabila menggunakan double roll crusher maka harus diperhatikan agar gigi-gigi dari kedua permukaan roller tidak saling beradu atau bersinggungan. 2003). karena itu peremuk roller jarang digunakan untuk operasi peremukan bijih logam (Arief S.2.

Kapasitas Roll Crusher Menurut A. sifat fisik ini meliputi kekerasan. untuk mengurangi ukuran batubara. dimana perpindahan material yang terjadi II-9 . Sistem conveyor digunakan apabila kita ingin memindahkan suatu material dalam jumlah yang banyak dari suatu tempat ke tempat lain yang melewati suatu jalur tertentu yang tetap (fixed path). Kondisi roll crusher. Kemampuan feeding batubara baik dari tambang maupun ROM stockpile ke hopper. baik single roll atau double roll. 3. Yan (ton/jam): Q Dimana : D W ω L ρb = π x 60 x D x W x ω x L x ρb. Conveyor Conveyor loading atau conveyor muat adalah suatu alat yang terdiri dari banyak roll yang di atasnya terdapat putaran ban/karet berjalan. berat jenis. sebagai primary crusher. Dalam hal ini kami membicarakan conveyor loading untuk pemuatan batubara ke stockpile. Batubara menggunakan roll crusher. 4. Sifat fisik material yang akan direduksi. 2.4.Gambar 3.4. Cara kerja Roll Crusher Penghancuran batubara saat ini kebanyakan menggunakan roll crusher.Gupta dan D. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan produksi crusher adalah sebagai berikut : 1. Impirities yaitu ada tidaknya pengotor yang terdapat pada batubara. Conveyor loading banyak membantu di dalam pekerjaan pemuatan barang. : Diameter Roll (m) : Lebar Roll (m) : Kecepatan Putar Roll (rpm) : Jarak antara Roll (m) : Spesifik Gravity dari material (ton/m3) 2. dan kandungan air.4.S.

3. 2. Adapun karakteristik dari conveyor secara umum yaitu: dapat digerakkan secara mekanik maupun secara otomatis. namun ada juga yang menggunakan gaya gravitasi yaitu bila kita ingin memindahkan beban dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Sebagai penyangga agar proses pengolahan atau pengiriman batubara bisa berlangsung dengan lancar. Manajemen stockpile adalah bagian yang sangat penting pada proses handling batubara baik dari sisi penambangan hingga diterima dan digunakan Kapasitas Belt Conveyor Menurut Peurifoy (ton/jam) : T = 60 x A x V x ρ Dimana : II-10 . Hal ini harus ada terutama pada produk yang memerlukan kualitas standar yang ditentukan oleh konsumen. Pengangkutan batubara yang tidak bisa langsung ke tempat pembeli karena harus melalui beberapa tahapan pengangkutan atau diperlukan alat angkut yang berbeda. Sebagian besar conveyor menggunakan daya untuk memindahkan beban sepanjang lintasannya. Menurunkan biaya dan waktu dalam memindahkan material Meningkatkan efisiensi pemindahan material Menghemat ruang Meningkatkan kondisi lingkungan kerja A= Cross sectional area of load (m2) V=Kecepatan Belt (m/menit) ρ = Spesifik Gravity dari material(ton/m3) 2. Keuntungan dalam menggunakan conveyor adalah : 1. 2. Stockpile Stockpile merupakan tempat penimbunan batubara setelah diproses sebelum dikirim ke pembeli. dan bisa terletak di dasar maupun di atas (mempunyai jarak dari tanah). Penimbunan diperlukan karena beberapa alasan. Diperlukan pencampuran (blending) untuk mendapatkan kualitas yang diperlukan. mempunyai posisi yang tepat sesuai dengan lintasan yang akan dilaluinya. 3. 4.5.yaitu secara kontinyu.4. batubara dipisahkan berdasarkan karakteristik tertentu dari batubara tersebut sesuai parameter batubaranya. antara lain: 1. Biasanya pada stockpile. Kegiatan penimbunan pada suatu industri pertambangan adalah suatu hal yang umum dijumpai.

110ºC. Analisa proksimat dilakukan untuk menentukan : a. Moisture batubara merupakan air yang menguap dari batubara apabila dipanaskan pada suhu 105ºC . terbagi dalam bentuk-bentuk yang menggambarkan ikatan serta asal mula air tersebut di dalam batubara.5 Kualitas Menurut Muchjidin. senyawa teradsorpsi. Tersedianya buffer stock antara saat delivery dan saat pemanfaatan dalam proses. Dimana kualitas batubara merupakan sifat fisik dan kimia dari batubara yang mempengaruhi potensi kegunaannya.Free Moisture II-11 . Umumnya untuk menentukan kualitas batubara dilakukan analisa kimia pada batubara yang diantaranya berupa analisis proksimat dan analisis ultimat. untuk memenuhi persyaratan kualitas perlu dilakukan pengendalian mutu (quality control). Pengendalian Mutu dalam Industri Batubara. 2006 dalam bukunya. perubahan harga batubara. Hal ini merupakan bagian untuk mengamankan suplai baik dari sisi jumlah maupun kualitas batubara yang digunakan. Berdasarkan bentuk-bentuk air yang dianggap sebagai air batubara. kondisi sosial politik. dengan beberapa istilah. 2. Wujudnya dapat berbentuk air yang dapat mengalir dengan cepat dari dalam sampel batubara. atau sebagai senyawa yang terikat secara kimia. Jumlah air (moisture) Dalam batubara. Pada dasarnya air yang terdapat di dalam batubara maupun yang terurai dari batubara apabila dipanaskan sampai kondisi tertentu. Ada dua bentuk atau wujud moisture pada batubara yaitu air yang terdapat langsung didalam batubara serta air hasil penguraian zat organik karena adanya oksidasi terhadap batubara tesebut. Tersedianya batubara dalam stockpile seringkali juga dibutuhkan sebagai bagian untuk memastikan kualitas batubara yang digunakan melalui proses coal blending. merupakan hal strategis yang seringkali perlu dipilih oleh industri untuk menghindari terjadinya gangguan suplai akibat perubahan cuaca. Secara kualitas. moisture paling sedikitnya terdiri atas satu senyawa kimia tunggal. yaitu sebagai berikut : .oleh pemakai. Pada umumnya industri penambangan batubara dan pengguna batubara memanfaatkan stockpile dalam fasilitas industrinya.

yaitu pada waktu batubara ditambang. Moisture ini dapat dihilangkan dengan jalan diangin-angin atau dikering-udarakan. ditentukan pula susunan (komposisi) kimianya dalam analisis ash dan suhu lelehnya dalam penentuan suhu leleh ash. Kadar abu (ash) Coal ash didefinisikan sebagai zat anorganik yang tertinggal setelah sampel batubara dibakar (istilahnya incineration) dalam kondisi standar sampai diperoleh berat yang tetap. Volatile matter terdiri dari Hidrogen. Belerang. semakin rendah panas yang diperoleh dari batubara tersebut. Nitrogen. Sebagai tambahan. Total moisture didefinisikan sebagai penjumlahan dari air-dry loss (free moisture) yaitu air yang menempel di permukaan batubara karena proses penambangan dan inherent moisture (moisture in air dried sampel) yaitu air yang sudah terkandung dalam batubara. . II-12 . Semakin tinggi nilai inherent moisture suatu batubara. semakin rendah tingkat rank batubara tersebut. Oksigen. Inherent Moisture ialah air yang secara fisik terikat didalam rongga-rongga kapiler serta pori-pori batubara yang relatif kecil.Inherent Moisture Moisture yang hanya dapat dihilangkan bila batubara dipanaskan sampai 105OC. Ash batubara. Karbon Monoksida dan Metana. Dalam pembakaran. semakin tinggi kandungan ash batubara. c. Banyaknya jumlah inherent moisture dalam suatu batubara dapat dipergunakan sebagai tolak ukur tinggi rendahnya rank batubara tersebut.Moisture yang datang dari luar. Presentase kandungan ash juga digunakan untuk menentukan ketelitian dari sampling dan parameter ash selalu dispesifikasikan dalam kontrak. masalah bertambah pula misalnya untuk penanganan dan pembuangan ash hasil pembakaran. diangkut atau kehujanan. Zat terbang (volatile matter) Definisi volatile matter (VM) ialah banyaknya zat yang hilang bila sampel batubara dipanaskan pada suhu dan waktu yang telah ditentukan (setelah dikoreksi oleh kadar moisture). Istilah lain yang digunakan dari inherent moisture adalah bed moisture. b. disamping ditentukan kandungannya (ash content).

tetapi kandungan karbonatnya tinggi. volatile matter. 3. dan karbon yang dapat dibakar. Karbon padat (fixed carbon) Fixed carbon (FC) menyatakan banyaknya karbon yang terdapat dalam material sisa setelah volatile matter dihilangkan. Sulfur Sulfur kemungkinan merupakan pengotor utama nomor dua (setelah ash) dalam batubara: 1. Oksigen ini didapatkan pula dalam moisture. Semua bentuk sulfur tidak dapat dihilangkan dalam proses pencucian. Fixed Carbon ditentukan dengan perhitungan: 100% dikurangi persentase moisture.d. 2. e. Oksigen Oksigen merupakan komponen pada beberapa senyawa organik dalam batubara. maka kandungan FC dapat dipakai sebagai indeks rank batubara dan parameter untuk mengklasifikasikan batubara. ke basis kering. b. c. Selain itu. bebas-ash (daf). lempung. Karbon berasal dari karbonat Kandungan karbonat dioksida pada mineral karbonat dalam batubara berguna untuk mengoreksi persentase karbon total yang telah ditentukan bila akan dihitung ke basis kering.% Volatile Matter Sedangkan analisa ultimat dilakukan untuk menentukan kandungan unsur kimia pada batubara seperti : a. dan menghitung VM dari batubara ke basis dmmf.% Moisture . Apabila ash atau zat mineral telah dikoreksi. bebas-zat mineral (dmmf).% Ash . Moisture dan sulfur (terutama sebagai pirit) dapat menunjang terjadinya pembakaran spontan. Nitrogen Nitrogen dalam batubara hanya terdapat sebagai senyawa organik. Karbon dan Hidrogen Pemakaian data karbon dan hidrogen digunakan dalam pengklasifikasian batubara dan dalam penghitungan efisiensi panas ketel uap. digunakan pula untuk menghitung VM dari antrasit dan batubara yang mengandung VM rendah. d. Oksigen kemungkinan besar penting sebagai penunjuk sifat- II-13 . FC = 100% . hasil pembakarannya mempunyai daya korosif dan sumber polusi udara. karbonat dan sebagainya. Dalam batubara bahan bakar. dan ash (dalam air dried basis).

2.sifat kimia dan derajat pembentukan batubara. The amount of ore actually extracted from a deposit is referred to as the recovery factor and is expressed as a percent. 2. Both recovery and dilution vary with each ore body. a certain amount of waste is usually mixed in with the ore during mining. Camm : Mining seldom recovers all resource present in an ore deposit. II-14 .60 90 85 Menurut Hartman di dalam bukunya Intruductory Mining Engineering untuk perolehan cadangan (recovery) dan dilution memberi keuntungan dan kerugian dipandang dari sudut kualitas dan kuantitas yaitu : 1. but tend to be within a similar range for each mining method. nitrogen dan sulfur organik dalam basis kering. 2.6 Dilution Menurut Thomas W. Dalam analisis ultimat. In addition. Dilution adalah pengurangan kadar akibat masuknya waste ke dalam conto. hidrogen. Dilution dan Faktor Recovery untuk beberapa Metode Penambangan Metode Open Pit Block caving Cut dan Fill Room and Pillar Shringkage Sublevel Longhole Sumber : Thomas W.(Miningunited) Tabel 3. bebas zat mineral. Keuntungan (kuantitas) Dilution akan menambah berat (tonnage) perolehan cadangan. Kerugian (kualitas) Dilution akan mengurangi kualitas dari batubara. This waste mixed in as ore is called dilution and is usually expressed as a dilution factor (in %). Camm Dilution faktor (%) 5 15 5 5 10 15 Recovery faktor (%) 90 95 85 50 . Hasil pengurangan ini disebut “persentase oksigen dan kesalahan”. oksigen ditentukan dengan perhitungan: 100% dikurangi dengan jumlah persentase karbon.

dan selama batubara dimuat ke dalam kapal. maka penjual atau pemasok harus melakukan pengendalian mutu. 2001) Cara-cara blending yang banyak digunakan pada stockpile sebelum pengapalan antara lain : II-15 . mulai dari penambangan.2.. X 2  .. pencucian. X2 = Kadar campuran batubara = Berat total campuran batubara = Kadar masing-masing batubara yang dilakukan pencampuran = Berat masing-masing jenis batubara yang dilakukan pencampuran (Rumawas.  K n .... dan pemuatan di tongkang dengam mencampurkan dua jenis atau lebih batubara kedalamnya... pengangkutan ke pelabuhan. Pencampuran (Blending) yang dilakukan dengan penambahan atau penimbunan secara bersamaan dan terus menerus dalam waktu tertentu dari dua atau lebih jenis batubara yang dianggap mempunyai komposisi yang konstan dan terkontrol proporsinya sehingga diharapkan batubara sebagai produk pencampuran tersebut akan berkadar sesuai dengan yang dikehendaki.. K2 X1 ... X 1  K 2 .. Proses blending dapat dilakukan pada waktu crushing. Untuk meyakinkan bahwa batubara yang dijual itu memenuhi persyaratan kontrak jual beli atau spesifikasi yang tertuang dalam kontrak.. X n Xt Xt  X 1  X 2  .  Xn Keterangan : Kc Xt K1 . proses blending yang biasanya dilakukan di Crushing Plant dan pelabuhan. Hal ini dilakukan dengan mengambil sampel batubara dan melakukan analisis serta pengujian (testing) pada semua tahapan. penumpukan oleh wheel loader. Berikut ini merupakan cara menentukan kadar campuran batubara hasil blending menurut Teori Kadar Campuran (Blending) Kc  K1 .7 Blending Blending merupakan proses mencampur atau mengkompositkan batubara dari jenis atau tipe yang lebih dari satu dengan memperhatikan perbedaan kualitas dan kuantitas. Berdasarkan hasil pengamatan.

Jika hal ini dikerjakan untuk memblending.a. c. II-16 . b. 2006). Cara ini umumnya digunakan untuk memblending tumpukan yang kecil dan jumlah batubara tidak terlalu banyak. Chevron stockpiling ialah suatu cara blending dengan membentuk tumpukkan menurut garis bujur dari penampang silang (cross section) berbentuk segitiga dimana komponen-komponen berurutan ditimbun sama rata sepanjang poros tengah tumpukan. (Muchjidin. Cara blending tumpukan ini merupakan salah satu cara yang banyak dipakai. komponen yang berurutan tersebar merata keseluruh daerah tumpukan. Window stockpiling ialah suatu cara blending dengan membentuk tumpukan menurut garis bujur dari penampang silang berbentuk segitiga dimana komponen-komponen berurutan ditimbun dalam tumpukan yang berdampingan maju membentuk keseluruhan tumpukan. Layered stockpiling merupakan cara membentuk tumpukan dimana komponen-komponen berurutan ditambahkan dalam bentuk lapisan. Cara blending ini memberikan derajat kehomogenan paling tinggi.