You are on page 1of 51

A.

JUDUL PENELITIAN Implementasi Manajemen Promosi Wisata Cirebon The Gate Secret Oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Cirebon. B. LATAR BELAKANG Sektor pariwisata diyakini merupakan salah satu aspek penting untuk meningkatkan citra bangsa. Sebagaimana periode terakhir saat ini bangsa Indonesia telah dikenal secara negatif oleh negara-negara tetangga, maka melalui sektor ini diharapkan identitas sebagai bangsa yang kaya akan keanekaragaman budaya akan kembali lagi. Dengan demikian diharapkan citra buruk yang telah melekat pada bangsa ini lambat laun akan berkurang bahkan bisa hilang sama sekali. Tujuan yang tidak kalah penting dari pengembangan pariwisata menurut Dr James J. Spillane adalah peningkatan segi ekonomi, dengan adanya sektor ini pemasukan (income) akan bertambah, baik itu untuk negara berupa devisa khususnya maupun bagi masyarakat luas pada umumnya (J. Spillane, 1987: 83). Selain itu masih menurut Dr. James J. Spillane jenis-jenis pariwisata ada bermacam-macam yaitu, pariwisata untuk menikmati perjalanan (pleasure tourism), untuk rekreasi (recreation tourism), pariwisata untuk kebudayaan (cultural tourism), pariwisata untuk olahraga (sport tourism), pariwisata untuk urusan usaha dagang (business tourism), dan yang terakhir adalah pariwisata untuk konvensi (convention tourism) ( J. Spillane, 1987:29).

1

Istilah pariwisata di Indonesia baru mulai tumbuh pada awal tahun 1960-an. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang diandalkan pemerintah untuk memperoleh devisa dari penghasilan non migas. Peranan pariwisata dalam pembangunan nasional, di samping sebagai sumber perolehan devisa juga banyak memberikan sumbangan terhadap bidang-bidang lainnya. Di antaranya menciptakan dan memperluas lapangan usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah, mendorong pelestarian lingkungan hidup dan budaya bangsa, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan lain sebagainya (Karyono, 1997:89). Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi kawasan tujuan wisata dunia, karena mempunyai tiga unsur pokok yang membedakan Indonesia dengan negara lain. Hal itu merupakan daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Indonesia, karena rasa keingintahuannya. Ketiga unsur tersebut adalah masyarakat (people). Masyarakat Indonesia terkenal dengan keramahannya dan bisa bersahabat dengan bangsa manapun. Potensi ke dua adalah alam (nature heritage). Indonesia mempunyai alam yang indah, yang tidak dipunyai negara-negara lain, misalnya pegunungan yang ada di setiap pulau, pantai yang indah, goa, serta hamparan sawah yang luas dan enak untuk dinikmati. Potensi yang ketiga adalah budaya ( cultural haritage). Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan budaya yang beragam. Setiap suku, kota, dan pulau mempunyai ciri khas, baik dari segi logat, baju, bangunan rumah, musik, maupun upacara-upacara adat. Semuanya menjadi ciri khas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kaya

2

budaya. Ketiga unsur tersebut yang akan mendukung pesatnya kemajuan kepariwisataan Indonesia di masa yang akan datang (Infopar edisi No. VI 1997:44). Pariwisata juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat antara lain sosial ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Selain itu industri pariwisata tidak hanya terkait pada atraksi wisata, tetapi juga terkait dengan industri lain, seperti perhotelan, restoran, angkutan (darat, laut, dan udara) dan produk-produk industri lainnya. Perkembangan pariwisata dewasa ini sangat pesat dan memberikan peluang terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional. Untuk itu pembangunan pariwisata terus dipacu dan pemerintah mempunyai keyakinan bahwa pariwisata dapat menjadi sektor andalan menggantikan minyak dan gas bumi yang selama ini menjadi tumpuan pemerintah dalam menunjang penerimaan negara. Perkembangan dunia pariwisata telah mengalami berbagai perubahan baik perubahan pola, bentuk dan sifat kegiatan, serta dorongan orang untuk melakukan perjalanan, cara berpikir, maupun sifat perkembangan itu sendiri. Pariwisata merupakan industri gaya baru yang mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal kesempatan kerja, pendapatan, taraf hidup dan dalam mengaktifkan sektor lain di dalam negara penerima wisatawan. Di samping itu pariwisata sebagai suatu sektor yang kompleks meliputi industri-industri seperti industri kerajinan tangan, industri

cinderamata, penginapan dan transportasi. Sebagai industri jasa yang digolongkan sebagai industri ketiga, pariwisata cukup berperan penting

3

dalam menetapkan kebijaksanaan mengenai kesempatan kerja, dengan alasan semakin mendesaknya tuntutan akan kesempatan kerja yang tetap sehubungan dengan selalu meningkatnya wisata di masa yang akan datang. Sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu sektor unggulan bagi pemerintah Republik Indonesia dalam mendapatkan devisa negara. Didasari atas fenomena tersebut maka pemerintah Indonesia mencanangkan tahun 2008 sebagai tahun kunjungan Indonesia atau Visit Indonesia Year 2008 oleh Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata, Jero Wacik pada tanggal 26 Desember 2007 dan diharapkan dapat menjaring 7 juta turis asing dan menyumbang devisa untuk negara dari pertukaran uang asing sebanyak 6,4 milyar dolar Amerika setahun. Untuk meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata ke Indonesia khususnya ke Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencanangkan program Visit West Java 2008. Program ini dijadikan sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Propinsi Jawa Barat dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui

pembangunan sektor pariwisata. Untuk menyukseskan program tersebut perlu diikuti dengan kesiapan dari seluruh daerah Provinsi Jawa Barat. Kesiapan tersebut dapat dilakukan dengan membangun dan mengembangkan potensi sumber daya yang ada di daerah. Kota Cirebon adalah salah satu daerah tujuan wisata di Provinsi Jawa Barat. Kota Cirebon adalah sebuah kota mandiri terbesar kedua di Provinsi Jawa Barat, setelah ibukota Jawa barat, yakni Kota Bandung. Kota ini berada di pesisir Laut Jawa, di jalur pantura. Jalur Pantura Jakarta - Cirebon -

4

Semarang merupakan jalur terpadat di Indonesia. Kota Cirebon juga adalah kota terbesar keempat di wilayah Pantura setelah Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Karena letaknya yang sangat strategis yakni di persimpangan antara Jakarta, Bandung, dan Semarang, menjadikan kota Cirebon sangat cocok dan potensial untuk berinvestasi dalam segala bidang investasi seperti hotel, rumah makan, pusat perbelanjaan baru, pendidikan. Sehingga Kota Cirebon merupakan pilihan yang sangat tepat untuk berinvestasi. Dengan didukung oleh kegiatan ekonomi yang baik dan terpadu menjadikan Kota Cirebon berkembang menjadi Kota Metropolitan ketiga di Jawa Barat setelah metropolitan BoDeBeK( Bogor, Depok, Bekasi) yang merupakan hinterland / kota penyangga bagi ibukota Jakarta dan Metropolitan Bandung. Kota Cirebon merupakan pusat bisnis, Industri, dan jasa di wilayah Jawa Barat bagian timur dan utara. Banyak sekali Industri baik skala kecil, menengah, dan besar menanamkan modalnya di kota wali, Cirebon. Dengan didukung oleh banyaknya orang - orang yang bekerja, beraktifitas dan menuntut ilmu di Kota Cirebon, sekitar kurang lebih 1 juta orang, Menjadikan kota Cirebon lebih hidup. Pembangunan di Kota Cirebon juga menggeliat dan menunjukkan respons positif, hal ini terbukti dengan banyaknya bangunan - bangunan besar dan tinggi yang berada di jalan - jalan utama kota Cirebon. Melihat kondisi demikian, maka Pemerintah Kota Cirebon dewasa ini sedang memacu pembangunan sektor pariwisata, hal ini terlihat dengan

5

seperti Makam Sunan Gunung Djati.adanya upaya Pemerintah Daerah dalam melakukan pengembangan dalam sektor tersebut Pengembangan Kota Cirebon dalam bidang pariwisata tidak dapat dipisahkan dengan potensi wisata yang ada di wilayah administrasi Kota Cirebon. Keberadaan objek wisata ini tidak hanya menampilkan visualisasi belaka namun ditunjang dengan pelestarian tradisi dan budaya khas Cirebon.666 7.5 Sumber: BPS Kota Cirebon Tahun 2003 Tenaga Kerja (3) 35 38 15 11 Pengunjung (4) 70. Keraton Kanoman. Statistik Pariwisata di Kota Cirebon Tahun 2003 Objek Pariwisata Luas (Ha) (1) (2) Taman Ade Irma 2 Kraton Kesepuhan 12 Kraton Kanoman 5 Gua Sunyaragi 2. sehingga menjadikan wilayah Cirebon sebagai darah tujuan wisata yang sangat menarik. Kota Cirebon juga memiliki jumlah kesenian yang tidak kalah banyaknya dengan jumlah tempat wisata yang terdapat di Kota 6 . dan objek wisata alam di Kabupaten Cirebon maupun Kabupaten Kuningan.421 43. dan Gua Sunyaragi. sehingga menimbulkan daya tarik yang kuat bagi para wisatawan. Kondisi ini ditunjang dengan daya tarik wisata di sekitar Kota Cirebon. Secara internal Kota Cirebon mempunyai objek wisata khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain: seperti Keraton Kesepuhan. Selain banyaknya tempat wisata yang menarik.764 Maka dapat diketahui bahwa Kota Cirebon memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi kota tujuan wisata.258 2.

Kota Cirebon juga banyak memiliki kuliner khas yang menjadi ciri khas dari Kota Cirebon. Adapun strategi komunikasi yang digunakan dalam meningkatkan pariwisata di Kota Cirebon salah satunya adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon telah melaunching branding pariwisata bagi Kota Cirebon dengan nama “Cirebon The Gate Secret”. Branding pariwisata ini baru saja dilaunching pada 18 April 2010 dengan tujuan agar para wisatawan berminat untuk datang dan menetapkan Kota Cirebon sebagai salah satu kota tujuan wisata bagi para pelancong. Dari paparan tentang Kota Cirebon tentang tempat wisata serta kesenian dan ciri khas Kota Cirebon. Selain kesenian Cirebon yang dapat dijadikan salah satu factor Kota Cirebon sebagai tempat tujuan wisata. Kegiatan dan wewenang yang dapat dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon diantaranya adalah promosi wisata. baik dalam negeri maupun luar negeri. Cara ini merupakan salah satu bagian dari strategi komunikasi dalam meningkatkan pariwisata di kota Cirebon. Salah satunya adalah Nasi Jamblang. Tahu Gejrot dan Terasi Cirebon.Cirebon. Dan dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon sebagai instansi pemerintah yang mempunyai wewenang melaksanakan kegiatan di bidang pariwisata dan kebudayaan. Kesenian yang paling terkenal dari Cirebon adalah kesenian Tarling (gitar dan suling) dan kesenian Tari Topeng Cirebonan. Dilihat dari banyaknya tempat wisata yang masih banyak belum diketahui oleh orang banyak branding pariwisata ini 7 . Maka Kota Cirebon memang layak untuk dijadikan kota tujuan wisata bagi para wisatawan.

Akan tetapi karena merupakan branding pariwisata baru maka masih terlihat beberapa kendala yang dihadapi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan selaku dinas terkait yang mengurusi masalah tentang promosi pariwisata Kota Cirebon ini.Sebagian masyarakat masih “buta” akan informasi tentang Cirebon The Gate Secret yang merupakan branding pariwisata Kota Cirebon. Padahal promosi wisata ini sangatlah bagus untuk meningkatkan jumlah pendapatan daerah Kota Cirebon 8 . Hal ini dikarenakan masih kurang maksimalnya usaha dari pihak terkait dalam promosi wisata Cirebon The Gate Secret tersebut.dinilai sangat efektif untuk menarik wisatawan agar berkeinginan datang mengujungi Kota Cirebon. Masalah-masalah yang terlihat dari masih “hangatnya” branding pariwisata Kota Cirebon ini adalah masih banyak dari masyarakat yang belum mengetahui tentang branding pariwisata yang dimiliki oleh Kota Cirebon ini. Dapat dilihat juga dari berbagai informasi yang terdapat di situs-situs pemerintah Kota Cirebon dan situs yang dimiliki oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon masih sangat minim akan informasi tentang apa dan bagaimana program promosi wisata Cirebon The Gate Secret tersebut dan tujuan dibuatnya serta masih banyak juga informasiinformasi yang harusnya dipaparkan agar masyarakat luas dapat mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya Cirebon The Gate Secret. Selain itu juga masih kurangnya informasi tentang program-program yang ditawarkan dari adanya branding pariwisata ini merupakan salah satu alasan dari kurang sosialisasi yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon.

Selain itu juga keberadaan branding pariwisata dalam mempromosikan suatu daerah merupakan peraturan dari pemerintah pusat dan daerah dalam rangka untuk mengembangkan potensi dari daerah masing-masing. C.selain yang berasal dari sektor-sektor vital lainnya. Setelah melihat fenomena tersebut. maka peneliti berkeinginan untuk meneliti bagaimana implementasi manajemen promosi wisata yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan selaku dinas yang terkait dalam hal promosi branding pariwisata “Cirebon The Gate Secret”. Agar dapat lebih diketahui lagi oleh masyarakat umumnya masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat Cirebon. TUJUAN PENELITIAN 9 . Seperti Indonesia yang telah memiliki branding pariwisata Visit Indonesia dan Jawa Barat yang memiliki Visit West Java. D. Oleh karena hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon harus berupaya secara maksimal dalam promosi wisata Cirebon The Gate Secret agar masyarakat dapat mengetahui bahwa Kota Cirebon memiliki branding pariwisata. maka yang menjadi perumusan masalah penelitian ini adalah: “Bagaimanakah implementasi manajemen promosi wisata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon dalam program Cirebon The Gate Secret”. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon. 2. Manfaat Praktis a. 3. MANFAAT PENELITIAN Adapun manfaat yang yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1. Hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon dalam promosi wisata Cirebon The Gate Secret. 2. Manfaat Teoritis Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan wawasan bagi ilmu-ilmu social. Diharapkan hasil penelitian ini akan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta bermanfaat untuk menguji kemampuan peneliti berkaitan dengan penelitian. yaitu pada tataran Komunikasi Pemasaran. Mengetahui dan menggambarkan bagaimana implementasi manajemen dari program promosi wisata Cirebon The Gate Secret yang dijalankan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon. E. Mengetahui strategi promosi wisata apa saja yang digunakan pada program promosi wisata Cirebon The Gate Secret sehingga dapat diketahui oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan msayarakat Kota Cirebon pada khususnya. 10 . khususnya Ilmu Komunikasi.Penelitian ini tidak lain bertujuan untuk: 1. b.

Terdapat pula beberapa pengertian tentang pariwisata yang dikemukakan oleh beberapa ahli dan berdasarkan undang-undang: a) Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 pada bab I pasal 1. pengangkutan setempat. Pari berarti banyak. pilot proyek sasana budaya dan kelestarian lingkungan dan sebagainya. Yang 11 . Tahun 1972 Maurice menerbitkan buku petunjuk “The True Quide For Foreigners Travelling in France to Appriciate its Beealities. pelaksanaan. KAJIAN TEORI 1. sedangkan wisata berarti perjalanan atau bepergian. Pengertian tentang Pariwisata dan wisatawan timbul di Perancis pada akhir abad ke 17. Jadi pariwisata berarti perjalanan yang dilakukan secara berkali-kali atau berkeliling. pihak swasta dan masyarakat disebut Kepariwisataan. b) Nyoman S. Artinya semua kegiatan dan urusan yang ada kaitannya dengan perencanaan. pengaturan. yaitu “ pari” dan “ wisata” . terdiri dari dua suku kata. jalan-jalan raya. F. Learn the language and take exercise . berkali-kali atau berputar-putar. bahwa Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. Pendit (1999:33) menjelaskan tentang kepariwisataan sebagai berkut : Kepariwisataan juga dapat memberikan dorongan langsung terhadap kemajuan kemajuan pembangunan atau perbaikan pelabuhan pelabuhan (laut atau udara).program program kebersihan atau kesehatan. Pariwisata Pariwisata berasal dari bahasa Sangsakerta . pengawasan. pariwisata baik yang dilakukan oleh pemerintah. Dalam buku ini disebutkan ada dua perjalanan yaitu perjalanan besar dan kecil (Grand Tour dan Perit Tour).maupun memberikan informasi bagi masyarakat luas serta institusiinstitusi yang berkepentingan dengan kajian penelitian.

Jadi definisi pariwisata secara luas adalah perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain. Pariwisata adalah gabungan gejala dan hubungan yang timbul dari interaksi wisatawan. e) Robert McIntosh dan Shashikant Gupta (dalam Pendit. tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamsyaan dan rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam. Salah Wahab dalam Oka A Yoeti (1994. dimana ia memperoleh pekerjaan tetap. 116. bisnis. atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dan dimensi sosial. Pariwisata adalah suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang mendapat pelayanan secara bergantian antara orang-orang dalam suatu Negara itu sendiri/ luar negeri. alam dan ilmu. Wisata Budaya 12 .tujuan diluar tempat dimana mereka biasanya hlidup dan bekerja dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu ( Burkart dan Medik . dengan suatu perencanaan dan dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi. pemerintah tuan rumah serta masyarakat tuan rumah dalam proses menarik dan melayani wisatawan-wisatawan ini serta para pengunjung lainnya. Kepariwisataan juga dapat memberikan dorongan dan sumbangan terhadap pelaksanaan pembangunan proyek-proyek berbagai sektor bagi negara-negara yang telah berkembang atau maju ekonominya.). budaya. meliputi pendiaman orang-orang dari daerah lain untuk sementara waktu mencari kepuasan yang beraneka ragam dan berbeda dengan apa yang dialaminya.kesemuanya dapat memberikan keuntungan dan kesenangan baik bagi masyarakat dalam lingkungan daerah wilayah yang bersangkutan maupun bagi wisatawan pengunjung dari luar. d) Menurut Prof. ' bersifat sementara. f) Pariwisata adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan. c) Menurut Richard Sihite dalam Marpaung dan Bahar ( 2000:46-47) menjelaskan definisi pariwisata sebagai berikut : Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan orang untuk sementara waktu. sebagai usaha mencari keseimbangan. dimana pada gilirannya industri pariwisata merupakan suatu kenyataan ditengah-tengah industri lainnya. Ada beberapa jenis-jenis pariwisata antara lain : 1. 1999:37).1987). yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain meninggalkan tempatnya semula. dilakukan perorangan maupun kelompok dan tidak untuk mencari keuntungan.

atau kegiatan yang bermotif kesejarahan dan sebagainya. lebih–lebih di danau. Wisata Cagar Alam (Taman Konservasi) 13 . Hawaii. mempelajari keadaan rakyat. seperti misalnya Pulau–pulau Seribu di Teluk Jakarta. 2. taman laut di Kepulauan Maluku dan sebagainya. Jenis ini disebut pula wisata tirta. Seiring perjalanan serupa ini disatukan dengan kesempatan–kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan–kegiatan budaya. melihat–lihat taman laut dengan pemandangan indah di bawah permukaan air serta berbagai rekreasi perairan yang banyak dilakukan daerah–daerah atau negara–negara maritim.Yaitu perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau ke luar negeri. menyelam sambil melakukan pemotretan. atau laut seperti memancing. Wisata Maritim atau Bahari Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan kegiatan olah raga di air. seni musik. pantai Pulau Bali dan pulau–pulau kecil sekitarnya. Tahiti. budaya dan seni mereka. pantai. di Laut Karibia. 3. Danau Toba. cara hidup mereka. seni drama. Fiji dan sebagainya. kebiasaan adat istiadat mereka. teluk. balapan mendayung. Di Indonesia banyak tempat dan daerah yang memiliki potensi wisata maritim ini. seperti eksposisi seni (seni tari. dan seni suara). kompetisi berselancar. berlayar.

Di Bali wisata Cagar Alam yang telah berkembang seperti Taman Nasional Bali Barat dan Kebun Raya Eka Karya 4. taman lindung. konvensi atau pertemuan lainnya baik yang bersifat nasional maupun internasional. musyawarah. Wisata Konvensi Yang dekat dengan wisata jenis politik adalah apa yang dinamakan wisata konvensi. Jerman Barat misalnya memiliki Pusat Kongres Internasiona (International 14 . Berbagai negara pada dewasa ini membangun wisata konvensi ini dengan menyediakan fasilitas bangunan dengan ruangan–ruangan tempat bersidang bagi para peserta suatu konfrensi. Wisata ini banyak dikaitkan dengan kegemaran akan keindahan alam. hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh undang–undang. Wisata cagar alam ini banyak dilakukan oleh para penggemar dan pecinta alam dalam kaitannya dengan kegemaran memotret binatang atau marga satwa serta pepohonan kembang beraneka warna yang memang mendapat perlindungan dari pemerintah dan masyarakat. keajaiban hidup binatang dan marga satwa yang langka serta tumbuh–tumbuhan yang jarang terdapat di tempat–tempat lain.Untuk jenis wisata ini biasanya banyak diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang mengkhususkan usaha–usaha dengan jalan mengatur wisata ke tempat atau daerah cagar alam. kesegaran hawa udara di pegunungan.

Manila. 6. atau Jakarta berusaha dengan keras untuk menarik organisasi atau badan–badan nasional maupun internasional untuk mengadakan persidangan mereka di pusat konvensi ini dengan menyediakan fasilitas akomodasi dan sarana pengangkutan dengan harga reduksi yang menarik serta menyajikan program–program atraksi yang menggiurkan 5. perkebunan. wisata pertanian ini adalah pengorganisasian perjalanan yang dilakukan ke proyek–proyek pertanian. Wisata Pertanian (Agrowisata) Sebagai halnya wisata industri.Convention Center) di Berlin. Wisata Berburu 15 . ladang pembibitan dan sebagainya dimana wisatawan rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi maupun melihat–lihat keliling sambil menikmati segarnya tanaman beraneka warna dan suburnya pembibitan berbagai jenis sayur–mayur dan palawija di sekitar perkebunan yang dikunjungi. baik yang ada di Berlin. Philipina mempunyai PICC (Philippine International Convention Center) di Manila dan Indonesia mempunyai Balai Sidang Senayan di Jakarta untuk tempat penyelenggaraan sidang–sidang pertemuan besar dengan perlengkapan modern. Biro konvensi.

Wisata ziarah banyak dilakukan oleh perorangan atau rombongan ke tempat– tempat suci. orang–orang Budha ke tempat–tempat suci agama Budha di India. Di India. Di Indonesia banyak tempat–tempat suci atau keramat yang dikunjungi oleh umat–umat 16 . badak dan sebagainya. sejarah. Wisata ziarah ini banyak dihubungkan dengan niat atau hasrat sang wisatawan untuk memperoleh restu. Dalam hubungan ini. seperti berbagai negeri di Afrika untuk berburu gajah. singa. sedangkan di Indonesia. orang–orang Islam ke tanah suci. Tibet dan sebagainya. adat istiadat dan kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. keteguhan iman dan tidak jarang pula untuk tujuan memperoleh berkah dan kekayaan melimpah. kekuatan batin. Nepal. ke bukit atau gunung yang dianggap keramat. ada daerah– daerah yang memang disediakan untuk berburu macan. ziraf. pemerintah membuka wisata buru untuk daerah Baluran di Jawa Timur dimana wisatawan boleh menembak banteng atau babi hutan. Wisata buru ini diatur dalam bentuk safari buru ke daerah atau hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah negara yang bersangkutan.Jenis ini banyak dilakukan di negeri–negeri yang memang memiliki daerah atau hutan tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah dan digalakan oleh berbagai agen atau biro perjalanan. Wisata Ziarah Jenis wisata ini sedikit banyak dikaitkan dengan agama. ke makam–makam orang besar atau pemimpin yang diagungkan. tempat pemakaman tokoh atau pemimpin sebagai manusia ajaib penuh legenda. dan sebagainya. orang–orang Khatolik misalnya melakukan wisata ziarah ini ke Istana Vatikan di Roma. 7.

seperti mendaki gunung. Pariwisata Perorangan ( individual) dan kolektif ( organized) 17 . makam Wali Songo. Banyak agen atau biro perjalanan menawarkan wisata ziarah ini pada waktu– waktu tertentu dengan fasilitas akomodasi dan sarana angkuatan yang diberi reduksi menarik ke tempat–tempat tersebut di atas. Big Sports Event Adalah peristiwa – peristiwa olah raga besar seperti Olympiade Games. 1979:3334). makam Bung Karno di Blitar dan sebagainya. Pura Basakih di Bali. Gunung Kawi. 2. Prambanan. berburu dan lain sebagainya. (Yoety A. memancing. 8. Sendangsono di Jawa Tengah. Bentuk – bentuk Pariwisata atau Pengelompokan pariwisata menurut bentuknya berdasarkan pada lama kunjungan dan efek ekonomi dari pariwisata yang diperinci sebagai berikut : 1. tapi juga bagi penonton dan pendukungnya.beragama tertentu. Sporting Tourism of The Practitioners Adalah pariwisata olah raga bagi mereka yang ingin berlatih dan mempraktekkannya sendiri. Wisata Olah Raga ( Sports Tourism ) Jenis ini dibagi dalam dua kategori : 1. misalnya seperti Candi Borobudur. kejuaraan Sepak bola dunia dan lain – lain yang menarik tidak hanya bagi olahragawannya.

politis. penelitian tentang pariwisata secara kronologis dapat digolongkan kedalam empat kelompok. Spillane. Mereka mengatur tentang programnya. Setelah Perang Dunia II. baik program maupun penentuan waktunya dilaksanakan oleh travel agent atau tour operator. Dengan demikian.Yang dimaksud dengan pariwisata perorangan (individual) adalah dimana seorang wisatawan atau satu group wisatawan yang dalam melakukan perjalanan dengan cara mengatur sendiri. menentukan tujuan. Spillane. Pariwisata jangka pendek dan jangka panjang Yang dimaksud dengan pariwisata jangka pendek dimana lama perjalanannya diantara satu minggu sampai sepuluh hari. Menurut James J. perkembangan pariwisata makin pesat dan mantap. ekonomis. pariwisata menjadi salah satu dari kegiatan masa kini yang paling khas dengan konsekuensi social. 2. Pendekatan Advocacy 18 . Penelitian ilmiah terhadap pariwisata pertamakali dilakukan pada permulaan abad XX.1994:27). yaitu: a. dan hukum yang cukup besar (J. dan mengatur kebutuhan-kebutuhan selama perjalanan. Sedangkan yang dimaksud dengan dengan pariwisata yang diorganisir ( organized tourism) adalah para wisata dimana cara pengaturan perjalanannya .

b. keinginan 19 . Sebaliknya pendekatan ini memandang bahwa pariwisata dapat mengakibatkan banyak kerugian (disbenefits) dalam aspek sosio-ekonomi. Pendekatan Developmental Menganggap bahwa pariwisata dapat disesuaikan dengan keadaan masyarakat tuan rumah dan peka akan selera masyarakat tuan rumah tersebut. d. Penelitian psikografis banyak kegunaanya. yang pada gilirannya adalah bagian dari bidang pemasaran wisata. Psikologi. Pendekatan Adaptancy Menyebutkan bahwa pengaruh negative pariwisata dapat dikontrol dengan mencari bentuk lain perkembangan pariwisata yang selama ini sudah dikenal secara umum atau dengan menyesuaikannya dengan Negara/daerah tujuan wisata. c.Pendekatan ini mendukung pariwisata dengan tekanannya pada keuntungan ekonomis. Model allosentris / psikosentris Plog dianggap bagian dari bidang yang dikenal sebagai psikografis. pendekatan Advocacy mencapai puncaknya pada tahun 1960-an. Pendekatan Cautionary Pendekatan kedua ini muncul pada tahun 1970-an. Salah satu contoh pokok bahasan untuk penelitian pariwisata adalah iklan dan promosi yang memfokuskan pesan pada kelompok wisatawan yang tepat.

Stimulus simbolik adalah kata. Sementara itu. ingatan. Meskipun model Plog (1972) secara umum mendapat dukungan.1998:49-52). masih banyak perbaikan yang harus dilakukan. 1998:69). 1991) secara mengembangkan sebuah kerangka pilihan tempat tujuan wisata sebagai latar belakang kajian mereka. Um dan Crompton (1990. serta iklan promosi (Nickerson dan Ellis dalam Ross. memfokuskan layanan. Stimulus signifikatif adalah stimulus yang diperoleh karena benar-benar mengunjungi calon tempat tujuan. 20 . Dari sudut teori. 1998:54-56). internal dan konsep kognitif. Ketiga konsep tersebut juga disebut sebagai konsep masukan eksternal. motivasi. dan kebutuhan-kebutuhan dasar wisatawan dapat dirangsang melalui pesan yang sangat terfokus (Plog dalam Ross. Interasksi dan komunikasi dikelompokkan ke dalam stimulus social (Howard & Sneth dalam Ross.pribadi. dan pemilihan tempat tujuan wisata. Selanjutnya dukungan dan perbaikan atas model yang mereka ciptakan juga akan membawa berbagai jenis implikasi praktis bagi pengembangan tempat tujuan. Kerangka ini juga memperkenalkan tiga konsep. hasil kajiannya menunjukkan bahwa teori-teori kepribadian mungkin berguna untuk menjelaskan fenomena pariwisata. yaitu perangkat kesadaran. Masukan eksternal yaitu brupa jumlah dari interaksi social dan komunikasi pemasaran yang dialami calon wisatawan.

Stimulus social berasal dari orang lain dalam interaksi tatap muka (Ross. maka bisa dipastikan suatu program yang sedang dijalankan akan berjalan sesuai dengan keinginan. salah satu aspek yang sangat penting dalam pariwisata adalah manajemen. 2. yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Istilah manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. dengan mengumpulkan informasi secara aktif dan akhirnya menuju pemilihan tempat tujuan tertentu (Ross. Adapun masalah internal dapat berupa proses perkembangan perlahan-lahan perangkat ingatan dari perangkat kesadaran mengenai tempat tujuan. 1998:69). Manajemen Pariwisata Manajemen merupakan hal yang sangat penting dalam mencapai suatu tujuan dari suatu organisasi. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia maneggiare yang berarti 21 .kalimat. maka disini akan dijelaskan terlebih dahulu pemahaman tentang manajemen secara umum maupun secara khusus. dan gambar yang disebarkan industry wisata untuk promosi melalui media. Mengingat manajemen sangat penting bagi pariwisata. Apabila manajemen yang dijalankan dalam suatu program pariwisata berjalan dengan baik. 1998:69). Dalam hal ini adalah pariwisata. Sedangkan konsep kognitif berupa pembentukan keyakinan subyektif tentang ciri masingmasing tempat tujuan dari beberapa pilihan yang tersedia.

Sedangkan manajemen menurut Drs. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement. menggerakkan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumbersumber lainnya. penyusunan. dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. b. penempatan. Plowman dalam Malayu (1984:3) “Business Organization and Management “ (fifth edition. Sixth edition. Manajemen menurut Patterson dan E. pengorganisasian. Manullang (1996:15). Dan selain itu terdapat beberapa definisi tentang manajemen yang dikemukakan oleh beberapa ahli. dan pengendalian. dijelaskan dan dijalankan. M.Homewood) dapat didefinisikan sebagai suatu teknik. pengarahan dan pengawasan dari sumber daya. d. Hasibuan (1984:3) adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pengertian manajemen menurut Drs.. pengorganisasian. diantaranya adalah: a. 1972): Manajemen merupakan suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan. yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen menurut Harold Koontz dan Cyril O’Donnel dalam Malayu (1984:3) adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. maksud dan tujuan dari sekelompok manusia tertentu yang ditetapkan. Inc.” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. 22 . Menurut George R. Dengan demikian manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain yang meliputi perencanaan. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda). Malayu S. manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan. terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Terry dalam Malayu (1984:3) dalam bukunya “Principles of Management” (Homewood Illinois. e.G. c. penggerakan. pengorganisasian. Richard Irwin .“mengendalikan.P.

Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan. penyusunan.Selain itu manajemen juga memiliki beberapa fungsi dan juga pengertiannya. fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan. pengorganisasian. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu. yaitu perencanaan. ia menyebutkan lima fungsi manajemen. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Pengorganisasian (organizing) Dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan (planning) Adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. mengordinasi. Dan berikut adalah fungsi-fungsi yang terdapat dalam manajemen: 1. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang 23 . 2. dan mengendalikan atau pengawasan. Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.

bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan. 3. pada tingkatan mana keputusan harus diambil. 24 . percekcokan. pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga petugas member daya guna maksimal kepada organisasi. Dalam hal ini organizing dan staffing merupakan dua fungsi yang sangat erat hubungannya. kegiatan. Penyusunan (Staffing) Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja. Organizing yaitu berupa penyusunan wadah legal untuk menampung berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan pada suatu organisasi. dengan jalan menghubungkan. siapa yang harus mengerjakannya. Pengordinasian (Coordinating) Coordinating merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan. kekosongan. siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut.dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. sedangkan staffing berhubungan dengan penerapan orangorang yang akan memangku masing-masing jabatan yang ada di dalam organisasi tersebut. menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan organisasi. 4.

Pengawasan(Controlling) Controlling atau pengawasan.1996:18-20). antara lain dengan member instruksi. yaitu : a. untuk memberikan penjelasan. Something to see adalah obyek wisata tersebut harus mempunyai sesuatu yang bisa di lihat atau di jadikan tontonan oleh pengunjung wisata. perintah. 5. Dalam mengembangkan pariwisata di suatu tempat atau daerah sangat dibutuhkan suatu manajemen pariwisata yang baik agar pariwisata di daerah menjadi maju dan bisa menghasilkan manfaat untuk masyarakat sekitar ataupun pemerintah. Manajemen pariwisata adalah cara mengelola suatu pariwisata yang bisa menghasilkan suatu nilai ekonomis atau keuntungan untuk masyarakat disekitarnya dan pemerintah. pertemuan. bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskansemula(Manulang. mengadakan. bimbingan atau nasehat dan mengadakan coaching dan bila perlu memberi teguran. Dengan kata lain obyek tersebut harus mempunyai daya tarik 25 .Usaha yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan itu. sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian. Oleh karena itu suatu obyek pariwisata harus memenuhi tiga kriteria agar obyek tersebut diminati pengunjung.

Something to do adalah agar wisatawan yang melakukan pariwisata di sana bisa melakukan sesuatu yang berguna untuk memberikan perasaan senang. maka faktor yang sangat menunjang adalah kelengkapan dari sarana dan prasarana obyek wisata tersebut. pelabuhan udara dan laut. bahagia. terutama makanan khas dari tempat tersebut sehingga mampu membuat wisatawan lebih betah untuk tinggal di sana. mengatakan : “Prasarana kepariwisataan adalah semua fasilitas yang memungkinkan agar sarana kepariwisataan dapat hidup dan berkembang sehingga dapat memberikan pelayanan untuk memuaskan kebutuhan wisatawan yang beraneka ragam”.khusus yang mampu untuk menyedot minat dari wisatawan untuk berkunjung di obyek tersebut. rel kereta api. Karena sarana dan prasarana juga sangat diperlukan untuk mendukung dari pengembangan obyek wisata. Something to buy adalah fasilitas untuk wisatawan berbelanja yang pada umumnya adalah ciri khas atau icon dari daerah tersebut. b. 26 . 1985:164). Perhubungan: jalan raya. Menurut Yoeti dalam bukunya Pengantar Ilmu Pariwisata (1985:181). relax berupa fasilitas rekreasi baik itu arena bermain ataupun tempat makan. terminal. Agar suatu obyek wisata dapat dijadikan sebagai salah satu obyek wisata yang menarik. c. Prasarana kepariwisataan tersebut antara lain : a. sehingga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh (Yoeti.

maka dengan komputer yang 27 . Internet menghubungkan sejumlah komputer menjadi suatu jaringan komputer. g. Pelayanan keamanan baik itu pos satpam penjaga obyek wisata maupun pos-pos polisi wisata. Instalasi pembangkit listrik dan instalasi air bersih.b. Selain sarana dan prasarana untuk meningkatkan kemajuan sebuah objek wisata dibutuhkan suatu pelayanan informasi yang serba cepat efisien. untuk menjaga keamanan di sekitar obyek f. telegraf. mudah dan akurat yang sangat dibutuhkan oleh wisatawan. e. Pom bensin. Pelayanan kesehatan baik itu puskesmas maupun rumah sakit. Pelayanan wistawan baik itu berupa pusat informasi ataupun kantor pemandu wisata. Hubungan antara komputer ini dapat melalui jaringan telepon biasa. c. radio. televisi. Salah satu dari sekian banyak teknologi informasi yang bermanfaat bagi wisatawan dan dapat diakses dengan mudah dari manapun adalah internet. Sistem telekomunikasi. atau jaringan digital khusus. sehingga dengan keberadaan jaringan telepon yang dapat menghubungkan lokasi-lokasi yang berbeda seberapapun jauhnya. Secara umum teknologi informasi akan sangat bermanfaat dalam penyajian informasi yang cepat. dan efektif mengenai tujuan wisata beserta obyek-obyek yang menarik yang ada untuk memudahkan wisatawan yang berkunujung . baik itu telepon. kantor pos d.

Dengan keberadaan internet. diadakannya branding pariwisata Visit Indonesia dan Visit West Java oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. tiket perjalanan. pengguna dapat meminta informasi pariwisata untuk suatu daerah dengan hanya mengetikkan nama lokasi alamat internet. Walaupun demikian. sampai saat ini operator pariwisata yang telah memanfaatkan internet untuk melayani pelanggannya masih sangat sedikit. Mengharuskan juga daerah otonomi yang berada di bawah naungan pemerintah Jawa Barat membuat sebuah branding pariwisata dalam rangka memperkenalkan keunikan dan kekhasan daerah masing-masing sehingga nantinya diharapkan pariwisata di Indonesia dapat menggeliat kembali. 3. Selain sebagai media penyedia informasi internet juga dapat memudahkan wisatan untuk berinteraksi dengan operator pariwisata yang dikehendakinya. Antara lain untuk kepentingan pemesanan kamar hotel. tiket pertunjukan dan mengakses segala kebutuhan informasi pariwisata lainnya sehingga sangat memudahkan dan menghemat biaya serta menghemat waktu karena tidak perlu pergi sendiri ke tempat penjualannya. Daerah yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini 28 . Cirebon The Gate Secret Seperti telah disebutkan dilatar belakang diatas.tersambung ke jaringan komputer kita dapat mengakses data dari lokasi yang berjauhan. Salah satu daerah di Jawa Barat yang juga membuat sebuah branding pariwisata adalah Kota Cirebon.

Branding pariwisata ini baru saja di launching dan diresmikan oleh Walikota Cirebon Subardi. Seperti Azan Pitu (azan tujuh) saat shalat Jumat di Masjid Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan atau alasan mangkuk China menempel menghiasi sekeliling tembok keraton sebagian orang belum mengetahui makna-makna yang terkandung dalam budaya tersebut.Kota Cirebon juga memiliki banyak alternatif tempat untuk disinggahi. wisata bahari. Oleh karenanya pemerintah Kota Cirebon melaunching branding pariwisata 29 . Dimulai dari keraton yang masih ada di Cirebon sampai sekarang.melaunching sebuah branding pariwisata dengan nama. “Cirebon The Gate Secret”. wisata ziarah. diharapkan dapat memperkenalkan makna kebudayaan Cirebon yang selama ini belum terungkap. Cirebon the gate secret merupakan sebuah branding pariwisata yang dimiliki oleh Kota Cirebon. pada hari Minggu tanggal 18 April 2010. Launching branding pariwisata Kota Cirebon ini bertujuan juga untuk menarik minat wisatawan yang penasaran akan kebudayaan dan kekhasan yang dimiliki oleh Kota Cirebon. Dan dengan adanya program itu. wisata kuliner. wisata kesenian dan kebudayaan Cirebon sampai dengan berbagai tempat hiburan modern yang terdapat di Kota Cirebon. Sehingga hal ini diharapkan akan membuat masyarakat di luar sana menjadi penasaran dan ingin mengetahuinya dengan langsung datang ke Cirebon Seperti kota tujuan wisata yang lain.

pihak-pihak yang memiliki kepentingan pada perusahaan tersebut dan masyarakat umum. komunikasi pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan pesan kepada public terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan produk dipasar. yang secara umum sering disebut sebagai bauran promosi (promotion mix). karena masih banyak sekali hal-hal menarik yang dapat dieksplor di Kota Cirebon. 4. Bagi sebagian besar perusahaan. Promosi dan Komunikasi Pemasaran Sebelum mempelajari promosi secara lebih dalam. 1998:205). terlebih dahulu akan dibahas tentang komunikasi pemasaran. pemasok.Kota Cirebon dengan nama Cirebon The Gate Secret. Komunikasi pemasaran merupakan pertukaran informasi dua – arah antara pihak-pihak atau lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemasaran (Swastha. sebenarnya memiliki arti atau definisi yang berbeda. Disebut bauran promosi karena biasanya 30 . pengecer. Pemasaran modern memerlukan lebih dari sekedar mengembangkan produk yang baik. akan tetapi lebih pada apa yang akan dikomunikasikan kepada siapa dan seberapa sering (Kotler. Lebih lanjut lagi. Akan tetapi perusahaan juga harus berkomunikasi dengan para pelanggan potensial. Kedua istilah ini meski sering dianggap sama. pertanyaannya tidak hanya seputar “apakah akan melakukan komunikasi atau tidak”.1999:234). Setiap perusahaaan tidak dapat menghindari perannya sebagai komunikator sekaligus promoter. menawarkannya dengan harga yang menarik dan membuatnya mudah didapat oleh pelanggan sasaran.

diantaranya adalah: Menurut Stanton. mengajak. expo atau exposition. 1999:234). Promosi adalah komunikasi persuasif. mendesak. Ciri komunikasi yang persuasif adalah komunikator secara terencana mengatur berita dan cara penyampainnya 31 . membujuk serta meyakinkan. promosi merupakan perencanaan dan manajemen suatu sub system pemasaran dengan tujuan memberikan informasi dan menghimbau pelanggan sekarang dan yang mungkin dapat menjadi pelanggan (Stanton. Dan disini terdapat pendapat dari beberapa ahli tentang promosi. tergantung pada jenis kegiatan promosi yang diselenggarakan seperti : exhibition. Dan sebagai dasar pengembangan kegiatan promosi adalah komunikasi. industrial show. Promosi yang dikaitkan dengan industri pariwisata dalam bahasa Inggris disebut dengan berbagai istilah. trade fair. trade show.pemasar sering menggunakan berbagai jenis promosi secara simultan dan terintegrasi dalam suatu rencana promosi produk (Sutisna.2001:267). 1993:135) Sedangkan promosi menurut Swastha merupakan arus informasi atau persuasi atau arah yang hanya dilakukan oleh satu organisasi atau individu tertentu yang bertujuan untuk memuaskan semua pihak (Swastha. professional/scientific exhibition. Sedangkan promosi bertujuan untuk merubah tingkah laku dan pendapat serta memperkuat tingkah laku calon pembeli.

bahwa promosi wisata adalah suatu tindakan atau usaha yang bertujuan untuk mempersuasif atau mengajak konsumen agar mereka tertarik untuk menggunakan produk wisata yang ditawarkan. didasarkan atas tema tunggal dan direncanakan untuk mencapai tujua promosi (Stanton. akan dibahas terlebih dahulu tentang tujuan dasar dari promosi.untuk mendapatkan akibat tertentu dalam sikap dan tingkah laku si penerima (Mursid. 1990:95) Berdasarkan pada beberapa definisi promosi diatas dapat disimpulkan bahwa promosi adalah suatu kegiatan dalam pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan suatu produk dan jasa dengan cara mengkomunikasikan suatu produk atau jasa kepada khalayak dengan tujuan mempersuasif mereka sehingga dapat tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan. 1993:40). Pendekatan yang baik adalah menetapkan tujuan promosi dan kemudian memperkirakan biaya yang diperlukan. Atau dengan kata lain promosi wisata adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisata suatu daerah. Dana ini dan kegiatan promosi harus dikoordinasikan menjadi kampanye promosi. Tujuan dasar dari promosi adalah menyebarluaskan informasi guna memberitahukan pelanggan potensial. Dan dapat juga disimpulkan dari kegiatan promosi diatas. 32 . Fungsi dan Tujuan Promosi Sebelum membahas tentang fungsi dan tujuan promosi.

2. 5. Mendorong pemilihan terhadap suatu produk (brand attitude). Karena itu tujuan promosi yang harus diungkapkan dalam bentuk angka-angkayang berasal dari penjualan. Misalnya: porsi pasar atau jumlah kedatangan wisatawan dan jumlah malam menginap wisatawan (Wahab. 1996:294) Rossiter dan Percy (dalam Tjiptono. Menumbuhkan (category need). Mengimbangi kelemahan unsur bauran pemasaran lain (purchase facilitation). jenis dan ukurannya Hasil-hasil komunikasi yang ingin dicapai Tanggapan masyarakat terhadap media dan isi pesan iklan tertentu 33 . Menanamkan citra produk dan perusahaan (positioning) Dalam menetukan suatu tujuan harus juga dapat persepsi pelanggan terhadap suatu kebutuhan mempertimbangkan hal-hal berikut: a) b) c) Sasaran khalayak. biasanya berupa sasaran penjualan yang harus dicapai.Sementara Wahab menyatakan bahwa tujuan umum promosi harus dibedakan dari tujuan pemasaran pada umunya. 3. Memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suatu produk kepada konsumen (brand awareness). 6. 2002:222) mengklasifikasikan tujuan promosi sebagai efek dari komunikasi sebagai berikut: 1. 4. Membujuk pelanggan untuk membeli suatu produk (brand purchase intention).

mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merek. Informing (Memberikan Informasi) Promosi membuat konsumen sadar akan produk-produk baru.d) e) Penetapan isi pesan iklan Media yang akan digunakan Selain terdapat beberapa tujuan dasar dari promosi. Terkadang persuasi berbentuk mempengaruhi permintaan primer. Promosi menampilkan peran informasi bernilai lainnya. 3. Kelima fungsi tersebut dijabarkan sebagai berikut: 1. serta memfasilitasi penciptaan citra sebuah perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa. yang berhubungan 34 . 2. menurut Terence A. promosi berupaya untuk membangun permintaan sekunder. Shimp (2000:7) Promosi memiliki lima fungsi yang sangat penting bagi suatu perusahaan/lembaga. dengan mengajarkan manfaat-manfaat baru dari merek yang telah ada. Lebih sering. yakni menciptakan permintaan bagi keseluruhan kategori produk. Reminding (Mengingatkan) Iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen. permingtaan bagi merek perusahaan yang spesifik. baik untuk merek yang diiklankan maupun konsumennya. Saat kebutuhan muncul. Persuading (Membujuk) Media promosi atau iklan yang baik akan mampu mempersuasi pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang ditawarkan.

Assisting (Mendampingi upaya-upaya lain dari perusahaan) Periklanan merupakan salah satu alat promosi. Promosi membantu perwakilan penjualan. inovasi. Iklan mengawasi proses penjualan produk-produk perusahaan dan memberikan pendahuluan yang bernilai bagi wiraniaga sebelum melakukan kontak personal dengan para pelanggan yang prospektif. penyempurnaan kualitas. Upaya. 35 . Promosi yang efektif menyebabkan merek dipandang lebih elegan. 5. Terlebih lagi. Adding Value (Menambah nilai) Terdapat tiga cara mendasar dimana perusahaan bisa memberi nilai tambah bagi penawaran-penawaran mereka. waktu. dan biaya periklanan dapat dihemat karena lebih sedikit waktu yang diperlukan untuk memberi informasi kepada prospek tentang keistimewaan dan keunggulan produk jasa. atau mengubah persepsi konsumen. iklan melegitimasi atau membuat apa yang dinyatakan klaim oleh perwakilan penjual lebih kredibel. dampak promosi di masa lalu memungkinkan merek pengiklan hadir di benak konsumen. lebih bergengsi. 4.dengan produk dan jasa yang diiklankan. Periklanan lebih jauh didemonstrasikan untuk mempengaruhi pengalihan merek dengan mengingatkan para konsumen yang akhir-akhir ini belum membeli merek yang tersedia dan mengandung atribut-atribut yang menguntungkan. dan bisa lebih unggul dari tawaran pesaing. Ketiga komponen nilai tambah tersebut benar-benar independen. lebih bergaya.

lengkap dengan informasi dan bentuknya. Untuk dapat mengambil kebijaksanaan yang tepat maka perlu kita ketahui macam-macam alat promosi yang lazim dipergunakan dalam kegiatan promosi. Sales Support Sales support adalah kegiatan mengadakan kontak langsung atau mebujuk konsumen dengan memberikan semua bentuk promosi material yang direncanakan untuk disampaikan kepada umum sehingga konsumen tertarik kepada produk yang ditawarkan. b. diperlukan kebijakan-kebijakan yang tepat dalam memilih alat promosi yang akan dipergunakan demi tercapainya tujuan promosi yang akan dilakukan. Adapun macammacam bentuk sales support dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu: 1) Brosur 2) Prospectus 3) Direct mail material 36 . Advertaising / Iklan Iklan adalah penyampaian informasi tentang suatu produk. sekaligus harga dari produk tersebut.Jenis-jenis Promosi Didalam mempromosikan suatu produk barang atau jasa. Menurut Yoeti Secara garis besar alat promosi ( Promotion Instrumental) dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu antara lain: a. kegunaannya.

37 . Cara promosi ini biasanya dilakukan dengan cara: 1) Proses press release 2) Proses conference 3) Pembuatan film dokumenter mengenai perjalanan ke suatu tempat tujuan wisata yang baru atau tempat istirahat yang baru. Promosi Pariwisata Setelah mengetahui pengertian. tujuan dan jenis-jenis promosi maka dapat dilihat bahwa pemerintah dan agen pariwisata pada semua tingkatan tersebut memang berkaitan sangat erat dengan promosi dan informasi-informasi tentang kepariwisataan. agar ada kesan baik dan menjaga hubungan dengan pihak luar dengan perusahaan yang bersangkutan.4) Folder 5) Leaflet 6) Booklet 7) Guide Book 8) Display c. Public Relation Public relation adalah kegiatan promosi dengan menggunakan fungsi dari suatu unit atau bagian dari suatu organisasi atau perusahaan yang tugasnya member informasi yang diperlukan masyarakat. Promosi wisata dilakukan oleh keduan pihak tersebut dan bertujuan untuk menambah jumlah pengunjung atau wisatawan.

1997:152). Promosi pariwisata dalam bentuknya yang bervariasi harus diarahkan kepada banyak orang di berbagai tempat. (Wahab. Karena itu promosi yang berdayaguna merupakan salah satu teknik yang berhasil menerobos selera dan keinginan orang-orang. promosi pariwisata ditujukan kepada masyarakat dalam negeri sendiri dengan tujuan menggugah pandangan mereka agar mempunyai kesadaran akan kegunaan pariwisata. sehingga industri pariwisata di negeri ini memperoleh dukungannya. Pada khususnya. Promosi ini harus berhasil mengkomunikasikan misisnya melalui saluran media yang tepat karena beragamnya target audience yang dituju. promosi pariwisata adalah kampanye atau propaganda kepariwisataan yang didasarkan atas rencana atau program yang teratur dan kontinyu. Dan pada umumnya promosi ditujukan kepada dunia luar dimana kampanye penerangan ini benar-benar mengandung berbagai fasilitas dan atraksi yang unik dan menarik yang dapat disajikan kepada sang wisatawan. 38 . Dan kesadaran semacam ini sudah menjadi langkah awal yang sangat penting untuk kesuksesan promosi pariwisata. menciptakan citra yang mampu mempengaruhi sejumlah orang yang ingin mengenalkan dirinya sendiri melalui promosi tersebut.Menurut Pendit (1994).

KERANGKA BERPIKIR Program Pemerintah Pusat Visit Indonesia 2008 Program Pemerintah Provinsi Visit West Java 2008 Promosi WIsata Kota Cirebon Branding Pariwisata Cirebon The Gate Secret Implementasi manajemen Branding Pariwisata Cirebon The Gate Secret Perencana an (Planning) Pengorganis asian (Organizing) Penyusuna n (Staffing) Pengordinas ian (Coordinatin Pengawas an (Controllin Kerangka berpikir dari penelitian ini adalah berawal dari suatu program pariwisata yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat pada tanggal 26 Desember 2007oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. dan diharapkan program pariwisata ini dapat menyumbang devisa untuk negara dari pertukaran uang asing sebanyak 6.4 milyar dolar 39 .G.

Akan tetapi karena kendala kurangnya sosialisasi program promosi wisata ini. maka banyak masyarakat yang belum mengetahui maksud dan tujuan dari adanya program pariwisata tersebut. turut serta juga dalam meningkatkan potensi pariwisata yang terdapat di daerah.Amerika setahun. Oleh karena itu peneliti ingin sekali meneliti tentang bagaimana 40 . Kemudian hal tersebut juga diikuti oleh provinsi-provinsi yang terdapat di Indonesia. Dan selanjutnya program promosi pariwisata tersebut diikuti juga oleh hampir sebagian besar daerah-daerah yang ada di Indonesia. Tujuannya tidak lain adalah agar wisatawan tertarik dating ke Kota Cirebon dan dapat menemukan keunikan dan kekhasan yang dimiliki oleh Kota Cirebon ini. Sehingga pemerintah daerah dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon sepakat melaunching sebuah branding pariwisata yang diberi nama “Cirebon The Gate Secret”. Sebagai wujud kepedulian untuk memajukan pariwisata di Indonesia yang memang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. pemerintah provinsi yang juga tidak kalah gencarnya dalam mempromosikan branding pariwisata mereka masing-masing. Program pariwisata Indonesia ini kemudian dikenal dengan nama Visit Indonesia Year 2008 yang masih berlanjut sampai saat ini yaitu Visit Indonesia Year 2010. Untuk itu Kota Cirebon sebagai daerah yang bernaung dalam provinsi Jawa Barat. Apalagi masih banyak sekali masyarakat yang belum atau kurang mengetahui keunikan yang ada di Kota Cirebon. Seperti provinsi Jawa Barat yang memiliki nama Visit West Java untuk branding pariwisatanya.

1989:93) Menurut Singarimbun dalam metode penelitian deskriptif. Sehingga nantinya dapat diketahui program apa saja yang akan menjadi tujuan dari branding pariwisata ini dan kendala serta hambatan apa saja yang terdapat dalam promosi wisata ini. perngordinasian dan pengawasan. peneliti mencoba menggali fakta mengenai kenyataan dari fenomena sosial yang ditemui dilapangan. METODOLOGI PENELITIAN I. menjelaskan.1.implementasi dari sebuah program promosi pariwisata yang dijalankan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif ini merupakan metode peneltian yang mengkaji. pengorganisasian. Dimulai dari adanya perencanaan. Peneliti berusaha mengembangkan konsep dan menghimpun fakta tetapi tidak melakukan pengujian hipotesis (Singarimbun. H. metode penelitian deskriptif memiliki kekuatan atau keunggulan didasarkan pada anggapan bahwa dengan metode ini dapat: a) Mengumpulkan data yang bernilai statistik. 1989: 4). penyusunan. b) Melukiskan keadaan suatu obyek pada suatu saat tertentu. 41 . dan menganalisis data dalam rangka memecahkan masalah-masalah sosial yang terjadi pada masa kini (Effendy. Apabila dilihat dari sudut metode uraiannya.

42 . Widodo. rekaman suara dan gambar. (Mukhtar dan E. Jaka Rara Kota Cirebon yang aktif berperan serta dalam kegiatan promosi “Cirebon The Gate Secret”. I. Data biasanya bersifat fleksibel. b.c) Mengidentifikasi data yang menunjukkan gejala-gejala dari suatu peristiwa. I.2. e) Mengumpulkan data yang dapat menunjukkan realisasi suatu gagasan/ide atau peraturan. d) Menemukan data yang menunjukkan appearance dari suatu realitas. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Kota Cirebon. Widodo. I. 2000:116). Data kualitatif umumnya adalah data yang berupa nonangka seperti: kalimat-kalimat atau catatan foto. sehingga data kuantitatif dapat pula diinterpretasikan secara kualitatif (Mukhtar dan E. Pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kota Cirebon khususnya pada Bidang Pemasaran dan Bidang Pariwisata. Jenis Data Penelitian Jenis data penelitian ini adalah data kualiatif deskriptif yang mampu mendeskripsikan suatu proses. Berikut adalah sasaran penelitian yang mencakup: a. 2000:19). Sasaran Penelitian Sasaran dalam penelitian ini adalah mereka yang terlibat secara langsung dalam pelaksanaan promosi pariwisata Kota Cirebon ini.3.4.

pengamat hanya melakukan satu fungsi. sedangkan sebaliknya. Data Sekunder Data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder. Pengamatan tanpa peran serta yang terbuka Pada pengamatan tanpa peran serta. 2000:117). catatan-catatan atau laporan-laporan. Dokumentasi Dokumentasi yaitu pengumpulan data yang bersumber dari dokumen yang ada dapat berupa surat.5. memorandum. Teknik Pengumpulan Data a. para subyek dengan sukarela memberikan 43 . internet dan artikel yang relevan. b. 2001:128). 2001:128).Adapun sumber data yang digunakan adalah: a. agenda. I. Pengamatan ini dilakukan secara terbuka yaitu pengamat secara terbuka diketahui oleh subyek. berita-berita di surat kabar. peristiwa tertulis. Widodo. Data Primer Data primer adalah data yang diambil dari sumber data primer atau sumber pertama di lapangan (Bungin. literature. yaitu mengadakan pengamatan. Merupakan data pendukung yang diperoleh peneliti berupa artikel. Sumber data dapat berupa benda. b. laporan-laporan. Dalam penelitian ini data yang diambil secara langsung dari peneliti kepada sumbernya tanpa perantara. situs atau manusia (Mukhtar dan E. atau hasil kajian pustaka yang terkait dengan penelitian ini (Bungin.

metode ini dilakukan dengan cara melakukan analisis dan memahami berbagai gejala yang berkaitan dengan objek penelitian melalui pengamatan-pengamatan kondisi-kondisi nyata yang terjadi di lapangan.kesempatan untuk mengamati peristiwa yang terjadi dan mereka menyadari ada orang yang mengamati hal yang dilakukan oleh mereka (Moleong. sebelumnya pertanyaan tidak ditentukan secara baku. waktu sekarang dan juga masa mendatang (Faisal. Observasi Yakni pengamatan yang dilakukan menggunakan indra penglihatan tanpa menggunakan pertanyaan-pertanyaan. 1998: 6162). Wawancara mendalam (In-depth interview) Wawancara mendalam (In-depth interview) merupakan proses menggali informasi secara mendalam melalui percakapan langsung yang diarahkan pada masalah tertentu. c. d. 2001:127). 44 . Melalui wawancara peneliti dapat menggali tidak saja apa yang diketahui dan dialami seseorang atau subjek penelitian tetapi juga apa yang tersembunyi jauh di dalam diri subjek penelitian dan apa yang ditanyakan kepada informan bisa mencakup hal-hal yang bersifat lintas waktu yang berkaitan dengan waktu lampau.

Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara Membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.I. dan teori. penyelidik. c. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan (Patton dalam Maleong. maka dilakukan dengan cara triangulasi yaitu mengumpulkan beberapa sumber untuk mengumpulkan data yang sama yang merupakan teknik pemeriksaaan keabsahan yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pambanding terhadap data itu (Moleong. Ada empat macam triangulasi sebagai teknik pengecekan data dengan memanfaatkan penggunaan sumber. 2004 : 178). Hal ini karena penggunaan cara tersebut sudah cukup bisa mewakili untuk menguji 45 . Adapun dalam penelitian ini.6. e. b. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan pendapat dan pandangan orang yang latar belakangnya berbeda.2000. d. yang digunakan adalah triangulasi berdasarkan sumber yang berarti membandingkan dan mengecek balik derajat validitas suatu informasi melalui rentang waktu dan alat yang berbeda. Hal tersebut dapat tercapai dengan jalan: a.178) Sedangkan cara yang digunakan untuk menguji data dalam penelitian ini adalah cara ke-1 yaitu membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.dan cara ke-5 yaitu membandingkan data hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. metode. Validitas Data Untuk menguji validitas data yang diperoleh dalam penelitian ini.

analisis yang digunakan adalah menggunakan analisis interaktif (Miles dan Huberman. taat. I. peneliti cenderung memilih informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap dan mengetahui masalah yang telah diteliti secara dalam. 1992:19) Model analisis ini terdiri dari tiga komponen utama. Proses ini berjalan terus menerus seperti sebuah siklus.validitas data yang ada dan juga akan bisa lebih mempersingkat waktu.7. patuh dalam peraturan. Adapun criteria informan yang digunakan adalah: a) Untuk informan yang bekerja di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu. minimal telah menempuh masa kerja 5 tahun b) I. Syarat dalam memilih dan menentukan seorang informan. Dalam purposive sampling. 46 . dan tidak termasuk dalam kelompok yang bertentangan dalam latar penelitian (Moleong. yaitu : jujur. suka berbicara. Teknik analisis data Analisis data merupakan proses mengatur urutan data. yaitu reduksi data.8. mengorganisasikan dalam suatu pola kategori dan satuan uraian dasar (Patton dalam Moleong. 1990:103). 2002:90).tenaga dan biaya. penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Teknik pemilihan informan Penelitian ini menggunakan purposive sampling untuk memilih informan.

47 . pemusatan pada penyederhanaan. foto. gambar.1992:18) d. c. riset dan pengambilan tindakan berdasarkan pemahaman yang didapat dari penyajian tersebut.a. Reduksi Data Merupakan proses pemilihan. Penarikan Kesimpulan Merupakan proses mengartikan segala hal yang ditemui selama peneliti melakukan pencatatan peraturan-peraturan. Penyajian Data Merupakan rangkaian informasi yang memungkinkan pengambilan keputusan. Pengumpulan Data Merupakan proses pengambilan data dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu wawancara. Semuanya dirancang secara sistematis. (Miles&Huberman. pengamatan. 2004:190) b. dan sebagainya (Moleong. dengan demikian seorang penganalisa dapat melihat apa yang sedang terjadi dan menentukan apakah menarik kesimpulan yang benar ataukah melangkah melakukan analisis.1992:16). pengabstrakan dan transformasi data “kasar” yang muncul dalam catatan-catatan tertulis di lapangan sehingga peneliti memilih dan memfokuskan data yang relevan dengan pemisahan data (Miles&Huberman. pola-pola. dokumentasi resmi. dokumentasi pribadi.

Dengan kata lain. Model Analisis Interaktif (Miles dan Huberman. 1992:20) DAFTAR PUSTAKA 48 . tahap ini merupakan proses untuk menarik kesimpulan terhadap apa yang didapat selama penelitian. Gambar dibawah ini merupakan komponen-komponen analisis data model interaktif: Pengumpulan Data Reduksi Data Sajian Data Penarikan Kesimpulan Gambar 8.pertanyaan-pertanyaan.

1990. Malang : Y3. Yogyakarta : Pustaka Pelajar . Andersen. Pendekatan Dalam Bidang Pariwisata Indonesia. Cetakan Pertama. 1994. Kasali. Chafid. Yogyakarta : Liberty Offset. Philip. Handayaningrat. 2000. Jakarta : Rajagrafindo Persada. 2004. Kotler. Fandeli. 49 . Sanapiah. Rhenald. 2000. Onong. Pengusaha Ekowisata. Format-format Penelitian Sosial: Dasar-dasar Aplikasi. Jakarta : CV. 1995. Yogyakarta : Gadjah Mada Press. Dan A. Effendi. Bandung : Remaja Rosda Karya. 2006. U. Surabaya : Airlangga University Press.Ali. . Dasar-dasar Manajemen Kepariwisataan. 2001. Bungin. Soewarno. Haji Masagung. Potensi dan Upaya Pengembangan Kepariwisataan Indonesia.2001. Metodologi Penelitian Sosial : Format-format Kuantitatif dan Kualitatif. Pengantar Studi Ilmu Administrasi Negara dan Manajemen. Faisal. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Penelitian Kualitatif Dasar-dasar dan Aplikasinya. Sulaiman. Hartono. Cetakan Ketiga. 1989. Manajemen Publik Relations Konsep dan Aplikasinya di Indonesia.Teori dan Filsafat Komunikasi. Adrian M. . Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Strategi Pemasaran Untuk Organisasi Nirlaba. Bandung : Remaja Rosda Karya. dkk. Ilmu. 2001. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. Jakarta : Rajawali Press. 1995. Burhan.R.

Prenhallindo. 50 . Jakarta : Pearson Education. Huberman. Edisi Milenium. 1992. Mathew B. Ltd dan PT. M. Miles.Kotler. Manajemen Pemasaran. 2002. dan A. Jakarta : UI Press. Philip. Analisis Data Kualitatif.

Pedoman Wawancara Bagi Pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon Identitas Informan Nama Umur : : Jenis Kelamin : Jabatan : 51 .