You are on page 1of 11

LINGKUNGAN BISNIS DAN HUKUM KOMERSIAL Tanggung Jawab Sosial Organisasi Bisnis Konsep Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

(CSR) tidak terlepas dari waktu dan telah menjadi pemikiran para pembuat kebijakan sejak lama. Bahkan dalam Kode Hammurabi (1700-an SM) yang berisi 282 hukum telah memuat sanksi bagi para pengusaha yang lalai dalam menjaga kenyamanan warga atau menyebabkan kematian bagi pelanggannya. Dalam Kode Hammurabi disebutkan bahwa hukuman mati diberikan kepada orang-orang yang menyalahgunakan izin penjualan minuman, pelayanan yang buruk dan melakukan pembangunan gedung di bawah standar sehingga menyebabkan kematian orang lain. Perhatian para pembuat kebijakan terhadap CSR menunjukkan telah adanya kesadaran bahwa terdapat potensi timbulnya dampak buruk dari kegiatan usaha. Dampak buruk tersebut tentunya harus direduksi sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan masyarakat sekaligus tetap ramah terhadap iklim usaha. Konsep dan Histori dari CSR Latar belakang lahirnya CSR dapat dibagi atas 3 periode penting yaitu : 1. Perkembangan Awal Konsep CSR di era tahun 1950-1960-an Sebenarnya jika diperhatikan di dalam sejumlah literatur tidak ada yang dapat memastikan kapan mulai dikenalnya atau munculnya CSR itu. Namun di dalam banyak literatur banyak yang sepakat bahwa karya Horward Bowen yang berjudul Social Responsibilities of the Businessman yang terbit pada tahun 1953 merupakan tonggak sejarah CSR Modern. Di dalam karyanya ini, Bowen memberikan definisi awal dari CSR sebagai “it refers to the obligations of the businessmen to pursue those policies, to make those decisions, or to follow those lines of actions which are desirable in terms of the objectives and values of our society ”. Definisi tanggung jawab sosial yang diberikan oleh Bowen telah memberi landasan awal bagi pengenalan kewajiban pelaku bisnis untuk menetapkan tujuan bisnis yang selaras dengan tujuan dan nilai-nilai masyarakat. Selanjutnya pada tahun 1960, banyak usaha yang dilakukan untuk memberikan formalisasi definisi CSR dan salah satu akademis yang dikenal pada masa itu adalah Keith Davis. Keith Davis menambahkan dimensi lain tanggung jawab sosial perusahaan, pada saat itu ia merumuskan tanggung jawab sosial sebagai, “businessmen’s decision and actions taken for reasons at least partially beyond 1

dan social responsiveness. Perkembangan Konsep CSR Periode Tahun 1970-1980-an Tahun 1971. 2. Selain itu konsepsi Davis mengenai “Iron Law of Responsibility” menjadi acuan bagi pentingnya reputasi dan legitimasi publik atas keberadaan suatu perusahaan. S. Melalui definisi tersebut. Lingkaran dalam merupakan tanggung jawab dasar dari korporasi untuk penerapan kebijakan yang efektif atas pertimbangan ekonomi (profit dan pertumbuhan).the firm’s direct economic and technical interest”. social obligation adalah perilaku korporasi yang didorong oleh kepentingan pasar dan pertimbangan-pertimbangan hukum. Lingkaran tengah menggambarkan tanggung jawab korporasi untuk lebih sensitif terhadap nilai-nilai dan prioritas sosial yang berlaku dalam menentukan kebijakan mana yang akan diambil. social responsibility. Davis menegaskan adanya tanggung jawab sosial perusahaan di luar tanggung jawab ekonomi semata-mata.oleh karenanaya bila pelaku usaha mengabaikan tanggung jawab sosialnya maka hal ini bisa mengakibatkan merosotnya kekuatan sosial perusahaan. Dalam artikel yang berjudul Dimensions of Corporate Social Performance. CED merumuskan CSR dengan menggambarkannya dalam lingkaran konsentris. Menurut Sethi. Prakash Sethi memberikan penjelasan atas perilaku korporasi yang dikenal dengan social obligation. Committee for Economic Development (CED) menerbitkan Social Responsibilities of Business Corporations. Penerbitan yang dapat dianggap sebagai code of conduct bisnis tersebut dipicu adanya anggapan bahwa kegiatan usaha memiliki tujuan dasar untuk memberikan pelayanan yang konstruktif untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan masyarakat.. Setelah itu Davis memperkuat argumennya dan ia berhasil memberikan pandangan yang mendalam atas hubungan antara CSR dengan kekuatan bisnis. Davis menegaskan adanya “Iron Law of Responsibility” yang menyatakan tanggung jawab sosial para pelaku bisnis akan sejalan dengan kekuasaan sosial yang mereka miliki…. Social responsibility merupakan 2 . Tahun 1970-an juga ditandai dengan pengembangan definisi CSR. Lingkaran luar menggambarkan tanggung jawab yang mungkin akan muncul seiring dengan meningkatnya peran serta korporasi dalam menjaga lingkungan dan masyarakat. Argumen-argumen yang dibangun oleh Davis menjadi cikal bakal bagi identifikasi kewajiban perusahaan yang akan mendorong munculnya konsep CSR di era tahun 1970-an. Dalam hal ini social obligation hanya menekankan pada aspek ekonomi dan hukum saja.

Kotler dan Lee menyebutkan beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan melalui pelaksanaan CSR yang bersifat yang strategis ini. nilai dan harapan kinerja yang dimiliki oleh lingkungan sosial. Pengenalan konsep sustainability development memberi dampak besar kepada perkembangan konsep CSR selanjutnya. Perkembangan Konsep CSR di Era Tahun 1990-an sampai Saat Ini Tahun 1987. Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui World Commission on Environment and Development (WECD) menerbitkan laporan yang berjudul Our Common Future – juga dikenal sebagai The Brundtland Report Commission untuk menghormati Gro Harlem Brundtland yang menjadi ketua WECD waktu itu. menurunkan biaya operasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep CSR di era tahun 1990-an sampai saat ini ialah diperkenalkannya konsep sustainable development yang mendorong munculnya sustainability report dengan menggunakan metode triple bottom line yang dikembangkan oleh Elkington maupun GRI. Perkembangan CSR saat ini juga dipengaruhi oleh perubahaan orientasi CSR dari suatu kegiatan bersifat sukarela untuk memenuhi kewajiban perusahaan yang tidak memiliki kaitan dengan strategi dan pencapaian tujuan jangka panjang. memperkuat brand positioning. seperti peningkatan penjualan dan market share. serta meningkatkan daya tarik perusahaan di mata para investor dan analis keuangan. menjadi suatu kegiatan strategis yang memiliki keterkaitan dengan pencapaian tujuan perusahaan dalam jangka panjang. Social responsiveness merupakan tindakan antisipasi dan preventif.perilaku korporasi yang tidak hanya menekankan pada aspek ekonomi dan hukum saja tetapi menyelaraskan social obligation dengan norma. Laporan ini menjadi dasar kerja sama multilateral dalam rangka melakukan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). 3 . Menurut The Brutland Commisssion yang dimaksud dengan pembangunan berkelanjutan (sustainability development) adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi yang akan datang dalam memenuhi kebutuhan mereka. Laporan tersebut menjadikan isu-isu lingkungan sebagai agenda politik yang pada akhirnya bertujuan mendorong pengambilan kebijakan pembangunan yang lebih sensitif pada isu-isu lingkungan. Social responsiveness merupakan perilaku korporasi yang secara responsif dapat mengadaptasi kepentingan sosial masyarakat. 3. meningkatkan citra perusahaan.

ISO 26000 mengartikan CSR sebagai tanggung jawab suatu organisasi yang atas dampak dari keputusan dan aktivitasnya terhadap masyarakat dan lingkungan. Dibawa ini adalah beberapa tahapan langkah yang dapat diikuti oleh perusahaan dalam merencanakan. Hak Asasi Manusia. ketenagakerjaan. Secara garis besar proses yang harus dilakukan suatu perusahaan baik dibidang lingkungan hidup dan kesehatan sama. Membangun persepsi yang sama antara perusahaan dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan 4 kebutuhan dan aspirasi masyarakat terhadap . Menyusun rencana kegiatan CSR bidang Lingkungan 2. CSR mencakup tujuh isu pokok. yang diberi nama ISO 26000: Guidance Standard on Social Responsibility . perusahaan dapat melakukan langkahlangkah sebagai berikut: a. konsumen. Di Indonesia kurang lebih terdapat dua kementrian yakni kementrian lingkungan hidup dan kementrian kesehatan yang membuat suatu pedoman bagi perusahaan yang akan melakukan aktivitas CSR di bidang lingkungan hidup dan kesehatan. c. Sebelum pelaksanaan kegiatan CSR. melalui perilaku yang transparan dan etis. yaitu pengembangan masyarakat. Perencanaan Kegiatan CSR Bidang Lingkungan a. d. ISO 26000 menjadi standar pedoman untuk penerapan CSR. Di dalam ISO 26000. serta menyusun pendokumentasian kegiatan CSR di bidang lingkungan hidup yang disusun oleh kementrian lingkungan hidup Republik Indonesia. Melakukan identifikasi penyelengaraan usaha. melaksanakan. Proses dari Aktivitas CSR Dalam pelaksanaan aktivitas CSR suatu perusahaan perlu melakukan beberapa proses. Melakukan identifikasi dampak negatif lingkungan dari rencana penyelengaraan usaha b.Isu dalam Pelaksanaan CSR International Organization for Standardization (ISO) sebagai induk organisasi standarisasi internasional berhasil menghasilkan panduan dan standardisasi untuk tanggung jawab sosial pada bulan September tahun 2004. lingkungan. Menyusun konsep perencanaan kegiatan CSR yang jelas b. Melakukan identifikasi potensi sumber daya alam dan lingkungan di masyarakat. praktek kegiatan institusi yang sehat. dan Organisasi Kepemerintahan. 1.

Pendokumentasian Kegiatan CSR Bidang Lingkungan Di akhir tahun. Melaksanakan Sistem Managemen Lingkungan b. Melaksanakan konsultasi perencanaan yang melibatkan masyarakat f. maupun insetif lainnya. g. Membuat perencanaan perusahaan yang fleksibel terhadap perubahan lingkungan c. Melatih sumberdaya manusia yang bertanggung jawab untuk memimpin pelaksanaan kegiatan CSR c. setelah melaksanakan kegiatan CSR di bidang lingkungan. Pelaksanaan Kegiatan CSR Bidang Lingkungan a. Melakukan dialog selain Musrembang yang diselenggarakan atas inisiatif perusahaan. Melakukan tindakan pencegahan terhadap dampak negatif bisnis perusahaan terhadap lingkungan d. Melakukan peningkatan kinerja lingkungan secara terus-menerus 5 . komitmen dan kepedulian terhadap CSR b. Melakukan evaluasi kegiatan CSR yang telah berjalan e. Merumuskan kegiatan-kegiatan untuk menjamin terpeliharanya keberlanjutan kegiatan CSR yang sedang dan telah berjalan. h.c. Keberlanjutan Pelaksanaan KegiatanCSR Bidang Lingkungan a. Memiliki sumber daya manusia yang memiliki kemampuan. sangat disarankan agar perusahaan membuat dokumentasi dari kegiatan CSR bidang lingkungan dan memasukkannya di dalam Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) atau Laporan Tahunan (Annual Report). Melakukan kegiatan monitoring atas kemajuan kegiatan CSR d. Mengadakan kerja sama dengan pemerintah dan atau pemangku kepentingan yang d. e. Mengajukan usulan penghargaan dari pemerintah dalam bentuk pengakuan (acknowledgement). 5. 4. Mendisain sistem penghargaan bagi penanggung jawab yang telah berhasil melaksanakan kegiatan CSR dengan baik f. Menyusun perencanaan terpadu dengan pemerintah daerah agar dapat terjadi sinergi dan pemerataan kesejahteraan. Melakukan keterbukaan dalam pendokumentasian e. Menentukan pelaksanaan dan mekanisme monitoring dan evaluasi 3.

6 . dll. Tekanan dari masyarakat terutama konsumen/pengguna produk dari sektor bisnis dan industri telah mengubah pandangan sektor ini dari sekedar melihat aspek lingkungan sebagai bottom line cost menjadi sebuah kesempatan “komersial” untuk “berubah” dan merebut kembali hati masyarakat dengan mengakomodasi aspek lingkungan sebagai konsideran penting kebijakan dan perilaku perusahaan. Dampak Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan dalam Bisnis Global Keterkaitan antara sektor bisnis dan lingkungan bisa dikatakan dimulai sejak lebih dari dua dekade yang lalu. sektor ini yang dimotori oleh perusahaan berskala besar dan trans-national corporations/ TNCs secara perlahan mulai mencoba mengubah kebijakan dan “sebagian” perilaku perusahaannya ke arah yang lebih lestari dan bertanggung jawab (berkelanjutan atau sustainable). Melibatkan para pemangku kepentingan dalam proses assessment baik sebelum penentuan kebijakan manajemen lingkungan.f. Bertubi-tubi tekanan dialamatkan ke sektor swasta dalam pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam.) yang diadakan dari tahun 1969 sampai dengan 1992. Berbagai kegiatan serta kampanye mengenai permasalahan lingkungan (keanekaragaman hayati. Memberikan sumbangan pemikiran untuk pengembangan dan perbaikan kebijakan lingkungan h. Selama 50 tahun terakhir telah dapat dibuktikan bahwa pemanasan global yang sekarang ini dirasakan yang terjadi terutama karena ulah manusia sendiri. maupun setelah pelaksanaannya. pembangunan berkelanjutan. telah meningkatkan gaung akan isu lingkungan di tingkat internasional dan nasional yang pada gilirannya menyebabkan sektor bisnis atau swasta bereaksi. Isu Ekologi dan Lingkungan Global Salah satu tema/masalah pokok dalam dimensi ini dalah perubahan iklim. Emisi dari gas-gas rumah kaca seperti CO2 dan N2O dari aktivitas manusia adalah penyebabnya. Mengadakan pelatihan-pelatihan terhadap karyawan atas kebijakan lingkungan perusahaan g. perubahan iklim. Pergerakan sektor swasta untuk lebih bertanggung jawab yang tertuang dalam kebijakan maupun perilaku suatu perusahaan inilah yang sering dikenal sebagai Corporate Social Responsibility (CSR).

dan lain-lain. Ciri-ciri dari isu lingkungan hidup yang baru adalah: isu atau masalah yang dihadapi bernuasa global. dan kepedulian global (global concern). Penyebab hilangnya kesuburan tanah lainnya adalah hilangnya lapisan humus dan mikro organisme. kesepakatan. setiap pelosok dunia merasakan dampaknya. kota dan bahkan desa di seluruh muka bumi. Diseluruh dunia. Kesadaran atas konsep ini hendaknya menjadi kepentingan setiap negara. Masalah lingkungan hidup yang diciptakan oleh kemakmuran serta sebaliknya oleh kemiskinan memicu pada meningkatnya perhatian serta kebutuhan untuk membangun mekanisme baru dalam mengimplementasikan peralihan ke arah pembangunan berkelanjutan (sustainable development). produksi dan distribusi terkait dengan perusakan lingkungan hidup. tetapi merupakan institusi utama yang menangani bekerjanya ekonomi dunia. HAM. 15% mengalami degradasi. contohnya World Bank serta IMF. Suatu isu disebut isu global jika jaringan yang terdiri dari penduduk berbagai belahan bumi ini 7 . Perlunya konsep pembangunan berkelanjutan untuk menjadi tekad. Isu dari Masyarakat Global Terhadap Dampak Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Isu-isu global yang muncul dewasa ini menunjukkan pada kenyataan bahwa teknologi baru dalam tranportasi. zat makanan pada tanah. interdependensi/dependensi ekonomi. Tanah yang tandus adalah akibat degradasi tanah sumber tanah seperti yang sudah lama pada beberapa daerah tandus di Indonesia. Dengan begitu maka kecenderungan dapat dilihat menunjukkan bahwa institusi-institusi tersebut memasukkan topik kepedulian terhadap lingkungan ke dalam ruang lingkup perencanaan ekonomi serta pembuatan keputusan dengan tidak memisahkan dari keterkaitanya dengan persoalan pokok di bidang ekonomi.Masalah ekologi lainnya adalah degradasi tanah atau hilangnya kesuburan tanah.Keterkaitan tersebut selanjutnya melahirkan berbagai isu global mengenai lingkungan hidup. pangan. upaya penanggulangan masalah perlu ditangani bersama dan tidak bisa sendiri-sendiri secara sporadis. pembangunan. kemampuan tanah menguraikan sampah/limbah. baik karena tingkat interdepensi tinggi yang hadir pada setiap bagian dari ekonomi global maupun karena hal itu menimbulkan persoalan penting menyangkut pelestarian sumber daya lingkungan hidup. kependudukan. energi. komunikasi. Ini dapat diakibatkan oleh erosi akibat air dan angin. penggaraman dan pengasaman. Dari isu dan kenyataan yang telah berlangsung tersebut kemudian tercipta sejumlah besar kaitan antar negara. dll. masyarakat.

evaluasi. perencanaan. dan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Lingkungan hidup dan masalah-masalah lingkungan hidup seharusnya tidak dianggap terpisah dari fungsi-fungsi pemerintahan. Terutama sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui sedang ekspoitasi terhadapnya dilakukan terus menerus.meyakini bahwa hal tersebut memang menjadi isu yang menyangkut kepentingannya atau jika sejumlah besar penduduk bumi telah yakin bahwa isu itu memang telah menunjukkan gejala bahkan akibat yang nyata serta dirasakan dan mempengaruhi di seluruh muka bumi. Ada lima komponen dari proses yang dinamis dan interaktif untuk pengelolaan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan hidup. Pengertian dari tidak mengurangi dan mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang adalah pembangunan yang dilakukan dimasa sekarang itu jangan sampai merusak lingkungan. kemampuan keuangan pemerintah cenderung masih terbatas terutama pemerintah daerah sehingga seringkali masih bergantung pada dana dari pemerintah pusat. Peranan Pemerintah dan Regulasi Kewenangan pemerintah Daerah menurut UU No 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah sangatlah besar sehingga tuntutan untuk meningkatkan kinerja dan penerapan kebijakan dalam bidang lingkungan hidup sangatlah dibutuhkan. Sebagai awal munculnya konsep pembangunan berkelanjutan adalah karena perhatian kepada lingkungan. CSR 8 . keadilan sosial. Padahal program-program pembangunan yang direncanakan pemerintah sangat banyak mengingat Indonesia masih merupakan negara yang berkembang dan banyak daerah-daerah di Indonesia yang masih tertinggal dari daerah-daerah lain yang lebih maju sehingga perlu dilakukan percepatan pembangunan agar tidak terjadi disparitas wilayah dan sosial. boros terhadap sumber daya alam dan juga memperhatikan generasi yang akan datang. yaitu inventarisasi. pengelolaan dan pemantauan. Membangun masyarakat yang berkelanjutan memerlukan perhatian pada tiga masalah pokok kelangsungan ekonomi. Mengelola Isu Lingkungan Perencanaan dan pengelolaan lingkungan hidup meliputi aneka ragam bidang dan keahlian. tetapi seharusnya dianggap sebagai masalah pokok. tetapi harus menjadi bagian penting dari perencanaan dan pengelolaan nasional apabila berhasil. Pembiayaan pembangunan semakin lama semakin menjadi kebutuhan yang mendesak dan sekali lagi. Oleh karena itu.

hal ini juga akan meningkatkan peran serta sektor swasta dalam pembangunan. kerjasama pemerintah dan swasta dalam pembiayaan pembangunan dengan menggunakan dana CSR ini tidak serta merta dilakukan secara sembarangan. Mengoordinasikan perusahaan-perusahaan secara terpadu dibawah lembaga pemerintah. Dengan memiliki informasi yang lengkap. Memetakan perusahaan-perusahaan pemberi CSR dan mengklusterkannya berdasarkan dampak yang dihasilkan dari usaha kerjanya. sebagai fasilitator dan pemegang kebijakan dalam perencanaan dan pelaksanaan sehingga pemanfaatan dana CSR tersebut nantinya bisa maksimal dan tepat sasaran. Merencanakan arahan pembiayaan pembangunan dengan menggunakan dana CSR berdasarkan pemetaan dan pengklusteran yang telah dilakukan. 3. terpadu. Biaya/kerugian yang dialami oleh masyarakat akibat hilangnya akses pemanfaatan lingkungan dan biaya yang dikeluarkan untuk mempertahankan barang dan jasa yang secara alami disumbangkan oleh lingkungan merupakan nilai dari kerusakan lingkungan. antara lain: 1. khususnya pembangunan wilayah. Pemerintah. 2. Selain itu. para pengambil kebijakan dapat memprioritaskan dalam menentukan instrumen ekonomi yang diperlukan untuk pengendalian pencemaran. tetapi harus direncanakan dengan tepat serta dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan agar pembangunan-pembangunan yang diprogramkan dapat diimplementasikan secara optimal. Teknik ini menggunakan harga pasar aktual sebagai harga yang dianggap mendekati nilai dari barang dan jasa lingkungan yang dihasilkan oleh kawasan bersih.ini bisa jadi merupakan salah satu solusi yang menguntungkan dan tidak terlalu berisiko sebagai suatu alternatif sumber pembiayaan dibandingkan alternatif sumber pembiayaan lain. 9 . Optimalisasi dana CSR untuk pembiayaan pembangunan secara tepat. Teknik berdasarkan pasar. Teknik ini menghitung biaya oportunitas dari lingkungan yang bebas pencemaran. Teknik berdasarkan biaya. dan berkelanjutan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara. para pengambil kebijakan akan menggunakan sejumlah teknik-teknik valuasi ekonomi untuk menentukan nilai ekonomi dari suatu barang lingkungan. 2. Namun. Teknik-teknik yang digunakan sebagai berikut : 1. Biaya dan Manfaat dalam Mengelola Lingkungan Dalam pengelolaan pencemaran lingkungan.

2004). ini adalah sebuah inisiatif di mana perusahaan mengadopsi dan melakukan praktik bisnis tertentu serta investasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas komunitas dan melindungi lingkungan. Cause-related marketing bentuk kontribusi perusahaan dengan menyisihkan sepersekian persen dari pendapatan sebagai donasi bagi masalah sosial tertentu. Corporate social marketing di sini perusahaan membantu pengembangan maupun implementasi dari kampanye dengan fokus untuk merubah perilaku tertentu yang mempunyai pengaruh negatif. Community volunteering dalam aktivitas ini perusahaan memberikan bantuan dan mendorong karyawan. 5.. Teknik-teknik ekonometrik. Digunakan untuk memperoleh sebuah fungsi permintaan akan jasa sumberdaya alam dan lingkungan valuasi dari responden.3. 4. 2000). untuk periode waktu tertentu atau produk tertentu. Teknik ini membangun variabel-variabel pasar yang secara langsung bertanya kepada individu-individu tentang kesediaan mereka membayar terhadap barang dan jasa lingkungan yang mereka peroleh serta kesediaan mereka menerima kompensasi jika barang dan jasa lingkungan tersebut tidak dapat mereka manfaatkan lagi (Mourato et al.. Corporate philantrophy adalah inisitiatif perusahaan dengan memberikan kontribusi langsung kepada suatu aktivitas amal. 5. Teknik ini menentukan nilai rekreasi dari kawasan konservasi dengan melihat kesediaan membayar para pengunjung (Grafton et al. 6. 2. Keenam inisiatif sosial yang bisa dieksekusi oleh perusahaan adalah: 1. 4. serta mitra bisnisnya untuk secara sukarela terlibat dan membantu masyarakat setempat. 3. Socially responsible business practices. Manajemen Berbasis Lingkungan Sebagai Keunggulan Kompetitif Kotler dan Lee mengidentifikasi enam pilihan program bagi perusahaan untuk melakukan inisiatif dan aktivitas yang berkaitan dengan berbagai masalah sosial sekaligus sebagai wujud komitmen dari tanggung jawab sosial perusahaan. Cause promotions dalam bentuk memberikan kontribusi dana atau penggalangan dana untuk meningkatkan kesadaran akan masalah-masalah sosial tertentu. lebih sering dalam bentuk donasi ataupun sumbangan tunai. 10 . Metoda contingent valuation. Teknik biaya perjalanan.

ipb. http://repository.pdf?sequence=6 11 .id/bitstream/handle/123456789/27253/BAB%20II %20Pendekatan%20Teoritis_%20I10asu.ac.7.