ALAT UKUR RADIASI

Badan Pengawas Tenaga Nuklir
Jl. MH Thamrin, No. 55, Jakarta 10350 Telepon : (021) 230 1266

Radiasi Nuklir
Secara umum dapat dikategorikan menjadi: Partikel bermuatan Proton Sinar alpha Elektron (Sinar beta) Partikel tak bermuatan Neutron Sinar - X dan gamma

PRINSIP DASAR DETEKSI RADIASI
Interaksi radiasi dengan medium/ bahan: – proses ionisasi
• Langsung (alpha, Beta, Gamma) • Tak Langsung (Neutron)

– pancaran cahaya, – pemanasan medium, – reaksi kimia – dan lain-lain.

Perhitungan Kualitas/kuantitas radiasi :  Jumlah ionisasi  Intensitas percikan cahaya  Intensitas panas/kenaikan suhu medium  Perubahan sifat bahan akibat reaksi kimia .

BAHAN DETEKTOR BAHAN Gas Semikonduktor Cairan kristal Kristal Emulsi Foto Logam berat GEJALA YANG TERJADI Muatan/arus/pulsa listrik Muatan/pulsa listrik Percikan cahaya Termoluminesen Pengnhitaman film Panas JENIS DETEKTOR Isian gas Semikonduktor Sintilasi TLD Film badge Kalorimeter .

DETEKTOR BERISI GAS Prinsip Kerja : ionisasi gas (Ion-ion yang terjadi di dalam gas terkumpul di katoda dan anoda dan melalui suatu rangkaian elektronik dirubah menjadi pulsa listrik. Bentuk : Umumnya berbentuk selinder (Elektroda di tengahnya yang merupakan elektroda positif ( anoda) dan bagian dinding selinder merupakan elektroda negatif (katoda). .

SKEMA DIAGRAM DETEKTOR BERISI GAS Rangkaian Dasar Detektor berisi Gas .

Jenis Detektor Isian Gas TINGGI PULSA GEIGER MULER Plaeteau PROPORSIONAL BILIK IONISASI REKOMBINASI TEGANGAN KERJA .

 Rekombinasi akan semakin kecil apabila tegangan kerja detektor dinaikan  Kenaikan tegangan kerja menambah jumlah pasangan ion yang terjadi.Daerah Rekombinasi (Bergabung kembali)  Daerah Tegangan kerja detektor dimana pasangan ion yang terbentuk akan terjadi rekombinasi membentuk atom netral sebelum mencapai elektroda. .

Detektor yang bekerja pada daerah tegangan ini disebut Detektor Kamar Ionisasi. Kenaikan tegangan tidak mempengaruhi tinggi pulsa . Pulsa yang terbentuk relatif rendah Efektif mengukur radiasi dengan energi yang besar.Daerah Kamar (Bilik) Ionisasi Pada batas rentang tegangan kerja tertentu. jumlah pasangan ion (pulsa) yang terjadi tidak tergantung pada tegangan tetapi tergantung pada energi radiasi.

 Kenaikan tegangan juga menaikkan tinggi pulsa. .Daerah Proporsional  Elektron yang terbentuk disekitar anoda memproduksi ionisasi sekunder. detektor proporsional membutuhkan tegangan kerja yang stabil. shg tinggi pulsa sebanding dengan jumlah ion primer yang terjadi.  Keuntungan dapat mengukur radiasi dengan energi yang rendah. shg terjadi multiplikasi pasangan ion (Avalance).  Avalance sebanding dengan energi partikel.  Detektor ini disebut Detektor Proporsional.

sehingga proses ionisasi mengalami titik jenuh.  Tidak dapat membedakan energi  Sangat baik sebagai counting (c/s)  Sering digunakan sebagai control probe detector  Bekerja pada daerah Plateau yaitu daerah tegangan .  Tinggi pulsa yang terbentuk sama untuk semua energi  Detektor disebut Detektor Geiger Muller. volume sensitif akan meluas sepanjang tabung detektor.Daerah Geiger Muller Apabila tegangan kerja terus dinaikan.

.Pengukuran NeutronI (IONISASI TIDAK LANGSUNG) Untuk mendeteksi neutron harus menggunakan gas yang mengandung Boron atau dinding detektor dilapisi Boron. Partikel alpha akan mengionisasi gas dalam detektor. n+B Li + alpha Radiasi gamma akan berinteraksi dengan dinding detektor melalui proses efek foto listrik menghasilkan elektron yang akan mengionisasi gas dalam detektor.

Radiasi berinteraksi dengan material sintilasi. radiasi dirubah menjadi kilatan cahaya. seluruh energi kinetik radiasi diserap oleh sintilator untuk menghasilkan pulsa-pulsa cahaya yang jumlahnya sebandingan dengan energi radiasi .DETEKTOR SINTILASI Dalam detektor Sintilasi.

SKEMA DIAGRAM DETEKTOR SINTILASI Anoda Radiasi Bahan Sintilatorcahaya memancarkan cahaya Photo Multiplier Tube Katoda Meter .

He. dll .Bahan-bahan Sintilator Bahan Organik Sintilator Kristal Murni Sintilator Cair Sintilator Plastik Bahan Anorganik NaI(Tl) : untuk Radiasi Gamma dan sinar-X ZnS(Ag) : untuk radiasi Alpha Sintilator Gas : Ar. Xe. N. Kr.

Bentuk detektornya kecil dan resolusi energinya lebih baik. Energi diperlukan untuk membntuk elektron kecil adalah 3. Germanium dan Silicon.5 eV. cocok untuk digunakan sebagai spektrometri. medium udara sebesar 35 eV.Detektor Semi-konduktor Prinsip: ionisasi bahan/medium pada semikonduktor. membentuk pasangan lubang dan elektron Bahan/medium: zat padat. .

Skema Sistem Detektor Semi-Konduktor Anoda ( .) +++++++++ ____________ Radiasi katoda ( + ) .

maka kedua tuas pada ujung anodanya (satu tetap. dimana apabila pada anodanya diberi muatan. Rentang terbatas sampai dengan 200 mrem/1 Rem. Prinsip kerja: ionisasi gas dan juga menggunakan prinsip elektroskop.Monitor Perorangan Dosimeter Saku: Dapat langsung dibaca tanpa alat bantu lainnya. yang satu dapat bergerak bebas) akan saling menolak. . sehingga tuas yang bergerak bebas akan menunjukan angka nol.

DOSIMETER SAKU .

Tingkat kehitaman film sebanding dengan jumlah dosis radiasi. Holder film badge terdapat filter :Alumunium.Film Badge Prinsip: Penghitaman/densitas film. timah hitam dan tembaga atau seng yang gunanya untuk membedakan jenis dan energi radiasi.dan setelah melalui tahapan proses pengambangan dan pemantapan akan terjadi bayangan laten pada film. Pengukuran terbatas sampai dengan 300 rem. Emulsi AgBr yang digunakan sebagai detektornya apabila terkena radiasi akan terurai menjadi ion Ag+ dan ion Br. .

Gambar skema Film Badge Holder .

Dengan adanya proses pemanasan inilah maka detektor ini disebut Thermo Luminesence Dosimeter. energi yang berasal dari elektron yang terperangkap akan terlepas dan kembali pada posisi semula sambil memancarkan cahaya.Thermo Luminesence Dosimeter (TLD) Prinsip Kerja: Koversi Penas menjadi Cahaya Bahan: kristal fosfor.000 rem. jika terkena radiasi pada temperatur normal. Apabila fosfor dipanaskan. Cahaya yang timbul ini akan ditangkap oleh alat “TLD Reader” dan dikonversikan dalam pembacaan dosis radiasi. Dapat mengukur dosis radiasi sampai dengan 4. . elektron-elektron bebas yang terjadi diperangkap dalam kisi-kisi dalam bentuk cacad dgkondisi tidak stabil.

Perbandingan Beberapa Monitor Perorangan Keuntungan Dapat langsung dibaca Sebagai indikator awal Mempunyai hard record Dapat dibaca ulang Bersifat medico legal Mempunyai hard record Bersifat medico legal Dapat digunakan ulang Kerugian Pengukuran dosis radiasi terbatas Tidak dapat digunakan ulang Pen Dosimeter Film Badge TLD Tidak dapat dibaca ulang .

Pemilihian survey meter yang akan digunakan harus didasarkan pada : a Jenis Radiasi. a Kondisi tempat kerja. a Energi Radiasi. .MONITOR LINGKUNGAN SURVEY METER a Digunakan untuk mengetahui tingkat radiasi di suatu tempat dalam satuan laju dosis.

MONITOR KONTAMINASI Suatu alat monitor radiasi yang digunakan untuk mengetahui tingkat kontaminasi di suatu tempat kerja dalam satuan cacah per satuan waktu (c/s) MONITOR ARE Suatu alat monitor yang digunakan untuk memonitor suatu daerah radiasi secara terus menerus. . Biasanya dihubungkan pada suatu sistem peringatan dini untuk kondisi kedaruratan nuklir.

Kalibrasi Alat Ukur Alat Ukur Radiasi : a faktor hambur dari ruangan kalibrasi a sumber kalibrasi berumur paro panjang a dilakukan secara berkala Alat ukur yang perlu dikalibrasi adalah : a telah habis masa kalibrasinya. a setelah diperbaiki. faktor kalibrasi a tanggal kalibrasi. a yang baru dibeli Sertifikat kalibrasi berisikan : a indentitas kalibrator. masa berlaku kalibrasi. .

kelembaban dll a ketelitian dalam menentukan aktivitas sumber .Faktor yang mempengaruhi Ketelitian kalibrasi a penentuan jarak antara detektor dan sumber a menentukan koreksi akibat hamburan.

FILM BADGE .

THERMO LUMINESENCE DOSIMETER .

PEN DOSIMETER .

SOUND MONITOR .

BABY LINE .

KALIBRASI .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful