FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN EKSTERNAL

Manajemen lingkungan adalah aspek-aspek dari keseluruhan manajemen (termasuk perencanaan) yang menentukan dan membawa pada implementasi kebijakan lingkungan. Manajemen lingkungan selama ini sebelum adanya ISO 14001 berada dalam kondisi terpecahpecah dan tidak memiliki stándar tertentu dari satu daerah dengan daerah lain, dan secara internasional berbeda penerapannya antara negara satu dengan lainnya. Praktek manajemen lingkungan yang dilakukan secara sistematis, prosedural, dan dapat diulang disebut dengan Sistem Manajemen Lingkungan ( EMS ). Manajemen lingkungan saat ini telah banyak mengalami perubahan yang cukup berarti terutama dimulai Sejak awal tahun 1990. Penelitian mengenai efek dan akibat penerapan manajemen lingkungan telah banyak dilakukan terutama Sejak munculnya ISO 14001 di tahun 1996. Penerapan manajemen lingkungan yang baik di tingkat organisasi pada umumnya dibagi menjadi 3 elemen : 1. Perlindungan lingkungan secara fisik. 2. Membentuk budaya berkelanjutan dalam organisasi 3. Menanamkan nilai-nilai moral dan saling kepercayaan antar elemen organisasi. 1. Definisi Lingkungan Lingkungan menurut definisi umum yaitu segala sesuatu disekitar subjek manusia yang terkait dengan aktifitasnya. Elemen lingkungan adalah hal-hal yang terkait dengan : tanah, udara, air, sumber daya alam, flora, fauna, manusia, dan hubungan antar faktor-faktor tersebut. Titik sentral isu lingkungan adalah manusia. Jadi manajemen lingkungan bisa diartikan sekumpulan aktifitas merencanakan, dan menggerakkan sumber daya manusia dan sumber daya lain untuk mencapai tujuan kebijakan lingkungan yang telah ditetapkan. 2. Faktor – Faktor Lingkungan Eksternal Mikro dan Makro Dalam pembahasan manajemen tidak lepas pada masalah lingkungan yang dihadapi oleh seorang manager. Perbedaan dan kondisi lingkungan akan berpengaruh terhadap konsep dan teknik serta keputusan yang akan diambil. Ada dua macam faktor lingkungan, yaitu : 1. Faktor Lingkungan Internal yaitu lingkungan yang ada didalam usahanya saja. 2. Faktor Lingkungan Eksternal yaitu unsur-unsur yang berada diluar organisasi, dimana unsure-unsur ini tidak dapat dikendalikan dan diketahui terlebih dahulu oleh manager, disamping itu juga akan mempengaruhi manager didalam pengambilan keputusan yang

Analisis Lingkungan Eksternal Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui ancaman dan peluang. perilaku konsumen. sosial dan lain sebagainya. Unsur-unsur lingkungan eksternal organisasi contohnya yaitu perubahan ekonomi. para pesaing. pengawasan (monitoring). langganan. Kritikal bagi pengawasan yang berhasil adalah kemampuan untuk mendeteksi makna dalam peristiwa-peristiwa lingkungan yang berbeda. 3. Ancaman adalah suatu kondisi dalam lingkungan umum yang dapat menghambat usaha-usaha perusahaan untuk mencapai daya saing strategis.akan dibuat. Sedangkan peluang adalah kondisi dalam lingkungan umum yang dapat membantu perusahaan mencapai daya saing strategis. Proses yang dilakukan secara kontinyu untuk melakukan analisis lingkungan eksternal adalah dengan melakukan pemindaian (scanning).perusahaan yang bersaing dalam lingkungan yang sangat tidak stabil. Lingkungan eksternal makro yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh tidak langsung. paraturan pemerintah. lembaga perbankan dan lainnya. politik. peramalan (forecasting). • Pemindaian Melalui pemindaian perusahaan mengidentifikasi tanda-tanda awal dari perubahan potensial dalam lingkungan umum. . Lingkungan eksternal dibagi menjadi dua yaitu : Lingkungan eksternal mikro yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh langsung terhadap kegiatan manajemen yang terdiri atas penyedia. politik dan lainnya. seperti kondisi perekonomian. perubahan teknologi. dan penilaian (assessing). perkembangan teknologi. • Pengawasan Melalui pengawasan perusahaan mendeteksi perubahan dan trend-trend lingkungan melalui pengawasan yang berkelanjutan. dan mendeteksi perubahan-perubahan yang sedang t erjadi. Pemindaian lingkungan merupakan hal penting dan menentukan bagi perusahaan.

tapi tidak diketahui relevansi kompetitiifnya. misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang Analisis dan pengembangan Hari ini yang menjadi perhatian terbesar dari peran perusahaan dalam masyarakat telah ditingkatkan yaitu dengan peningkatan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masalah etika. Beberapa investor dan perusahaan manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan CSR dari suatu perusahaan dalam membuat keputusan investasi mereka. CSR berhubungan erat dengan “pembangunan berkelanjutan”. sebuah praktek yang dikenal sebagai “Investasi bertanggung jawab sosial” (socially responsable investing). analis mengembangkan proyek-proyek yang layak tentang apa yang mungkin terjadi. • Penilaian Tujuan penilaian adalah untuk menentukan waktu dan signifikansi efek-efek dari perubahan. juga standar dan hukum seringkali dibuat hingga melampaui batas kewenangan negara pembuat peraturan (misalnya peraturan yang dibuat oleh Uni Eropa. khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen. 4. perlakuan tidak layak terhadap karyawan. perubahan-perubahan dan trend-trend itu dideteksi melalui pemindaian dan pengawasan. dan seberapa cepat.• Peramalan Pada peramalan. pemegang saham. di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan. Peraturan pemerintah pada beberapa negara mengenai lingkungan hidup dan permasalahan sosial semakin tegas. karyawan. Selangkah lebih maju tujuan penilaian adalah untuk menspesifikasi implikasi pemahaman tersebut pada organisasi. . dan cacat produksi yang mengakibatkan ketidak nyamanan ataupun bahaya bagi konsumen adalah menjadi berita utama surat kabar. komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. Tanpa penilaian perusahaan dibiarkan dengan data-data yang menarik. Masalah seperti perusakan lingkungan.perubahan dan trend-trend lingkungan terhadap manajemen strategis suatu perusahaan. Tanggung Jawab Sosial Manajer Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility(selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi.

Dunia bisnis selama setengah abad terakhir. bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya”. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk membuat keseimbangan antara kepentingan beragam pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan pemegang saham. di mana CSR mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh-sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) perusahaan. Kepedulian kepada masyarakat sekitar/relasi komunitas dapat diartikan sangat luas. Institusi yang dominan di masyarakat manapun harus mengambil tanggung jawab untuk kepentingan bersama setiap keputusan yang dibuat. Sebuah definisi yang luas oleh World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) yaitu suatu asosiasi global yang terdiri dari sekitar 200 perusahaan yang secara khusus bergerak dibidang “pembangunan berkelanjutan” (sustainable development) yang menyatakan bahwa: ” CSR adalah merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas. CSR adalah bukan hanya sekedar kegiatan amal. termasuk lingkungan hidup. namun secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas. pemberian beasiswa dan pendirian yayasan sosial. namun sesungguhnya sumbangan sosial merupakan bagian kecil saja dari CSR. Dengan diterimanya konsep CSR. . setiap tindakan yang diambil haruslah dilihat dalam kerangka tanggung jawab tersebut.Banyak pendukung CSR yang memisahkan CSR dari sumbangan sosial dan “perbuatan baik” (atau kedermawanan seperti misalnya yang dilakukan oleh Habitat for Humanity atau Ronald McDonald House). telah menjelma menjadi institusi paling berkuasa diatas planet ini. yang merupakan salah satu pemangku kepentingan internal. terutama triple bottom line. Perusahaan di masa lampau seringkali mengeluarkan uang untuk proyek-proyek komunitas. Mereka juga seringkali menganjurkan dan mendorong para pekerjanya untuk sukarelawan (volunteer) dalam mengambil bagian pada proyek komunitas sehingga menciptakan suatu itikad baik dimata komunitas tersebut yang secara langsung akan meningkatkan reputasi perusahaan serta memperkuat merek perusahaan. perusahaan mendapatkan kerangka baru dalam menempatkan berbagai kegiatan sosial diatas.

Global Reporting Initiative. misalnya saja pada kasus laporan tahunan CSR dari perusahaan Enron dan juga perusahaan-perusahaan rokok. dan Rynes menemukan suatu korelasi antara sosial / performa lingkungan hidup dan performa keuangan. yang mungkin merupakan acuan laporan berkelanjutan yang paling banyak digunakan sebagai standar saat ini. Banyak perusahaan sekarang menggunakan audit eksternal guna memastikan kebenaran laporan tahunan perseroan yang mencakup kontribusi perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan. Standar manajemen lingkungan berdasarkan ISO 14000 Di beberapa negara dibutuhkan laporan pelaksanaan CSR. Sementara aspek lingkungan apalagi aspek ekonomi memang jauh lebih mudah diukur. Kasus bisnis dari CSR Skala dan sifat keuntungan dari CSR untuk suatu organisasi dapat berbeda-beda tergantung dari sifat perusahaan tersebut dan amat sulit untuk mengukurnya walaupun banyak sekali literatur yang memuat tentang cara mengukur seperti misalnya metode “Empat belas poin balanced scorecard oleh Deming. dengan semakin berkembangnya konsep CSR dan metode verifikasi laporannya. laporan CSR atau laporan keberlanjutan merupakan upaya untuk meningkatkan akuntabilitas perusahaan di mata para pemangku kepentingannya. acuan pemantauan Laporan berdasarkan standar akuntabilitas sosial internasional SA8000. Conference Board (New York) dan Prince of Wales Business Leader . Banyak kritik mengatakan bahwa laporan ini hanyalah sekedar “pemanis bibir” (suatu basabasi). Bagaimanapun. Namun bisnis nampaknya tidak menguntungkan apabila diharuskan melaksanakan strategi CSR. Verite. Orlizty. Namun. Hasil Survey “The Millenium Poll on CSR” (1999) yang dilakukan oleh Environics International (Toronto). gayanya dan metodologi evaluasi yang digunakan (walaupun dalam suatu industri yang sejenis). kecenderungan yang sekarang terjadi adalah peningkatan kebenaran isi laporan.Pelaporan dan pemeriksaan Untuk menunjukkan bahwa perusahaan adalah warga dunia bisnis yang baik maka perusahaan dapat membuat pelaporan atas dilaksanakannya beberapa standar CSR termasuk dalam hal:     Akuntabilitas atas standar AA1000 berdasarkan laporan sesuai standar John Elkington yaitu laporan yang menggunakan dasar triple bottom line (3BL). biasanya diberi nama laporan CSR atau laporan keberlanjutan. walaupun sulit diperoleh kesepakatan atas ukuran yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam aspek sosial. Akan tetapi laporan tersebut sangat luas formatnya. Schmidt.

CSR dapat juga digunakan untuk membentuk suatu atmosfir kerja yang nyaman diantara para staf. Kejadian ini dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan dari penguasa. Ijin usaha . ukuran perusahaan. dampak terhadap lingkungan. 60% mengatakan bahwa etika bisnis. Hanya 1/3 yang mendasari opininya atas faktor-faktor bisnis fundamental seperti faktor finansial. sedangkan bagi 40% citra perusahaan & brand image yang akan paling mempengaruhi kesan mereka. Lebih lanjut. terutama sekali dengan adanya persaingan kerja diantara para lulusan sekolah. Akan terjadi peningkatan kemungkinan untuk ditanyakannya kebijakan CSR perusahaan pada rekrutmen tenaga kerja yang berpotesi maka dengan memiliki suatu kebijakan komprehensif akan menjadi suatu nilai tambah perusahaan. pengadilan. Manajemen risiko Manajemen risiko merupakan inti dari strategi perusahaan. Membentuk suatu budaya dari “mengerjakan sesuatu dengan benar” pada perusahaan dapat mengurangi risiko ini. CSR dapat berperan untuk menciptakan loyalitas konsumen atas dasar nilai khusus dari etika perusahaan. Kasus bisnis pada CSR diantara perusahaan-perusahaan biasanya berkisar satu ataupun lebih dari argumentasi dibawah ini : Sumber daya manusia Program CSR dapat dilihat sebagai suatu pertolongan dalam bentuk rekrutmen tenaga kerja dan memperkerjakan masyarakat sekitar. sikap konsumen terhadap perusahaan yang dinilai tidak melakukan CSR adalah ingin “menghukum” (40%) dan 50% tidak akan membeli produk dari perusahaan yang bersangkutan dan/atau bicara kepada orang lain tentang kekurangan perusahaan tersebut. Reputasi yang dibentuk dengan susah payah selama bertahun-tahun dapat musnah dalam sekejap melalui insiden seperti skandal korupsi atau skandal lingkungan hidup. strategi perusahaan.000 responden di 23 negara menunjukkan bahwa dalam membentuk opini tentang perusahaan. atau manajemen. pemerintah dan media massa. Membedakan merek Di tengah hiruk pikuknya pasar maka perusahaan berupaya keras untuk membuat suatu cara penjualan yang unik sehingga dapat membedakan produknya dari para pesaingnya di benak konsumen.Forum (London) diantara 25. praktek terhadap karyawan. tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) akan paling berperan. terutama apabila mereka dapat dilibatkan dalam “penyisihan gaji” dan aktivitas “penggalangan dana” atapun suka relawan.

Organisasi profit Suatu organisasi yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan profit/laba.Perusahaan selalu berupaya agar menghindari gangguan dalam usahanya melalui perpajakan atau peraturan. Dengan melakukan sesuatu kebenaran secara sukarela maka mereka akan dapat meyakinkan pemerintah dan masyarakat luas bahwa mereka sangat serius dalam memperhatikan masalah kesehatan dan keselamatan. ORGANISASI DAN LINGKUNGAN 1. pemerintah kota. perusahaan asuransi. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pencapaian tujuan. Perusahaan yang membuka usaha diluar negara asalnya dapat memastikan bahwa mereka diterima dengan baik selaku warga perusahaan yang baik dengan memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja dan akibat terhadap lingkungan hidup. 2005) organisasi merupakan sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama. sehingga dengan demikian keuntungan yang menyolok dan gaji dipersoalkan. Seperti pemerintah pusat. Biasanya merupakan perusahaan besar seperti perusahaan manufaktur. 2. Contohnya. Motif perselisihan bisnis Kritik atas CSR akan menyebabkan suatu alasan dimana akhirnya bisnis perusahaan dipersalahkan. Menurut jenisnya organisasi dibedakan menjadi: 1. ada kepercayaan bahwa program CSR seringkali dilakukan sebagai suatu upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas masalah etika dari bisnis utama perseroan. . Sedangkan menurut (Ernie dan Kurniawan. lembaga pendidikan negeri dan yayasan sosial. bank umum. Organisasi Nonprofit/Nirlaba Organisasi yang mempunyai tujuan tidak untuk mendapatkan profit/laba. koperasi dan perusahaan multinasional yang berorientasi pada laba. pemerintah daerah. Pengertian Organisasi Organisasi merupakan sekelompok orang yang bekerja sama dalam struktur dan koordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu. perusahaan kecil. Setiap organisasi memiliki arah yang dipandu dengan penetapan tujuan dan pencapaiannya memerlukan manajemen. diskriminasi atau lingkungan hidup maka dengan demikian mereka dapat menghindari intervensi. perusahaan ritel dan lain-lain.

3. Kegagalan menyesuaikan diri terhadap lingkungan akan berakibat fatal. dan kesediaan . karyawan). Lingkungan juga bisa dibedakan menjadi lingkungan yang mempunyai pengaruh langsung (direct) terhadap organisasi dan yang tidak langsung (indirect). sumber daya alam. Lingkungan internal berada dalam organisasi. Lingkungan eksternal merupakan elemen-elemen di luar organisasi yang relevan tehadap kegiatan organisasi. Ada dua jenis lingkungan langsung yaitu eksternal dan internal. Lingkungan secara luas mempunyai arti menurut Basu Swasta dan Sukotjo W. 4. Pengertian Lingkungan Perusahaan Lingkungan perusahaan diartikan sebagai keseluruhan faktor luar (ekstern) dan faktor dalam (intern) organisasi yang mempunyai kekuatan langsung dan tidak langsung mempengaruhi kegiatan serta kelangsungan hidup organisasi perusahaan. 2. (1991) mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu. Dalam bahasa pemasaran. Adanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan. memprosesnya menjadi output (produk: barang/jasa). Sebagai suatu sistem. Apabila ingin hidup dan bertahan. baik sumber daya manusia. sedangkan lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung disebut lingkungan umum (general environtment). Lingkungan yang berpengaruh langsung sering disebut sebagai lingkungan kerja (task environment). pengorganisasian. pemegang saham. Karena itu lingkungan tersebut juga sebagai stakeholder (pihak yang menentukan nasib organisasi). Organisasi memperoleh input dari lingkungannya (bahan baku. sumber daya keuangan. organisasi akan berinteraksi dengan lingkungannya. Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan. serta informasi. Organisasi tersebut akan mati. direksi.   Penggunaan sumber daya organisasi. pengarahan dan pengimplementasian hingga pengendalian dan pengawasan. uang. dan masyarakat. Lingkungan organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam: eksternal dan internal. maka organisasi tersebut harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Lingkungan Langsung Lingkungan langsung akan mempengaruhi nasib organisasi secara langsung. konsumen sering disebut sebagai pasar yang diartikan sebagai orang yang mempunyai kebutuhan. Lingkungan Langsung Eksternal Yang termasuk dalam lingkungan langsung eksternal : a) Konsumen Konsumen membeli produk yang dihasilkan organisasi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya. misal: karyawan. perusahaan.

organisasi akan ditinggalkan oleh konsumennya. Pemerintah biasanya berfungsi sebagai wasit dan memastikan aturan berjalan dengan semestinya. b) Pemasok Pemasok merupakan pihak yang memberikan input ke perusahaan. Oleh karena itu Manajer harus pandai menentukan mana pesaing dan bagaimana menghadapi pesaing tersebut. Pesaing memberikan produk yang mempunyai fungsi sama dengan produk yang dihasilkan organisasi untuk memenuhi kebutuhan tertentu. atau jasa yang diperlukan organisasi. sementara pada sektor lainnya pemasok mempunyai kedudukan yang relatif lemah terhadap perusahaan.untuk membelanjakan uangnya. Dengan demikian perusahaan harus mengenali perubahan selera atau kebutuhan konsumen tersebut. Pemasok tunggal tentunya mempunyai kedudukan yang kuat dibanding dengan banyak pemasok. Contoh: organisasi akan bersaing memperoleh dana dari lembaga keuangan dan memperoleh karyawan yang berkualitas dari universitas. c) Pesaing Organisasi perusahaan akan berebut konsumen dengan pesaing. modal keuangan. Contoh: manajemen persediaan nol (just-in-time) yang sukses diterapkan di Jepang sangat bergantung pada keeratan antara organisasi dengan pemasok. e) Lembaga Keuangan . Dalam peran ini pemerintah akan mengeluarkan aturan-aturan perundangan yang akan mempengaruhi kehidupan organisasi. karyawan. Dengan demikian manajer dapat melakukan antisipasi yang tepat. Manajer juga harus memahami proses pengambilan keputusan pemerintah. Melalui perusahaan negara (BUMN). Pesaing memberikan produk yang mempunyai fungsi sama dengan produk yang dihasilkan organisasi untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Meskipun pemerintah diharapkan menjadi wasit yang adil. Konsumen tentu saja sangat menentukan nasib organisasi. tetapi pengambilan keputusan akan diwarnai oleh pembenturan kepentingan. pemeintah menjadi pesaing langsung suatu organisasi yang kebetulan berada pada bidang usaha yang sama. Dalam sektor tertentu pemasok mempunyai kedudukan yang cukup kuat. bahan setengah jadi.Hubungan yang erat dengan pemasok dapat mengefisienkan kegiatan organisasi. Organiasasi juga akan bersaing dengan organisasi lainnya dalam memperebutkan sumberdaya. Input dapat berupa bahan baku. d) Pemerintah Pemerintah mempunyai peranan penting dalam kehidupan organisasi. Apabila suatu organisasi gagal memenuhi kebutuhan. informasi.

Kewajiban mereka antara lain menanggung resiko perusahaan. f) Kelompok-kelompok Lain Selain kelompok-kelompok yang sudah disebutkan di atas. Beberapa alternatif dikembangkan untuk menyamakan kepentingan karyawan dan manajemen. Dengan demikian mereka memiliki peusahaan dan mempunyai hak dan kewajiban. Manajer harus menentukan alternatif pendanaan (hutang.Organisasi akan tergantung pada lembaga keuangan. dimana karyawan. Contoh: Manajemen tidak membayar upah sesuai upah minimum. Dewan Komisaris Komisaris ditunjuk untuk mewakili kepentingan pemegang saham. 5. organisasi juga menghadapi kelompok lainnya (yang belum disebutkan) dari lingkungannnya. leasing) yang paling murah dan fleksibel. Jika karyawan dan organisasi atau manajer mempunyai tujuan yang sama maka organisasi akan berjalan dengan efektif. Pasar keuangan akan memperlancar aliran dana dari pihak surplus dana ke pihak yang membutuhkan dana atau defisit dana. memastikan manajemen bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. Organisasi perusahaan akan bergantung pada organisasi Serikat Pekerja. Pemegang Saham Pemegang saham memberikan modal ke perusahaan dalam bentuk penyertaan. Tetapi kondisi tersebut tidak mudah dijelaskan dan dilaksanakan. Lembaga keuangan akan memberikan input modal keuangan. Lingkungan internal menjadi bagian dari lingkungan yang dihadapi oleh manajer individual bukan organisasi secara keseluruhan. Hak mereka antara lain berbagi (share) keuntungan. Tugas pokok komisaris adalah mengawasi manajemen. Salah satu cara adalah ESOP (Employee Stock Ownership Plan). obligasi.   . baik langsung maupun tidak langsung memiliki saham peusahaan di tempat mereka bekerja. bukan merupakan bagian dari lingkungan eksternal. Kelompok tersebut biasanya tergantung pada jenis kegiatan organisasi. Lembaga keuangan juga menjadi perantara bagi organisasi kepasar keuangan. Organisasi rumah sakit akan berurusan dengan organisasi dokter atau jururawat. Lingkungan Langsung Internal Lingkungan langsung internal berada dalam organisasi.  Pekerja Pekerja merupakan sumber daya organisasi. Akibatnya sering terjadi tarik menarik kekuatan antara keduanya. biasa dijumpai pada perusahaan dengan bentuk PT. jual saham.

bahkan sering berbeda. Berikut ini beberapa elemen lingkungan umum: (a) Sosial  Demografi Demografi menyangkut struktur kependudukan di lingkungan organisasi berada. pemegang saham menginginkan tingkat keuntungan yang tinggi. Perubahan demografi akan menyebabkan kesempatan sekaligus ancaman bagi organisasi tergantung bagaimana organisasi mengantisipasi perubahan tersebut. perpindahan penduduk dari desa ke kota. Kepentingan stakeholder tidak selalu sama.  Gaya hidup Gaya hidup merupakan manifestasi keluar yang nampak dari sikap dan nilai seseorang. Jaringan Stakeholder Pihak-pihak yang telah disebutkan. Elemen Lingkungan Umum (Lingkungan Tidak Langsung) Lingkungan umum mempengaruhi organisasi melalui dua cara:  Mendorong pembentukan stakeholder  Menciptakan lingkungan dimana organisasi harus mengantisipasi perubahan lingkungan tersebut. Stakeholder juga berperan ganda. Gelombang organisasi ini menimbulkan bisnis tertentu. 6. tingkat pendidikan yang semakin tinggi membuat masyarakat semakin kritis. pemegang saham menunjuk dewan komisaris. Contoh. yang menentukan nasib perusahaan (stakeholders). Contoh. Misalnya. Contoh. Konsumen menginginkan kualitas dengan harga murah. Gaya hidup suatu masyarakat akan berubah-ubah. Disamping itu stakeholder yang berbeda dapat bersatu apabila memperjuangkan hal yang sama. konsumen yang menginginkan informasi produk yang tidak menyesatkan maka mereka dapat bekerjasama dengan pemerintah. maka tuntutan semakin banyak. . kemudian dewan komisaris mengawasi kerja manajemen dan prestasi organisasi. dengan semakin banyaknya pasangan rumah tangga yang bekerja semua. selanjutnya kadang mendorong timbulnya organisasi sosial (NGO) yang memperjuangkan kepentingan tertentu. Karyawan organisasi akan menjadi stakeholder sebagai karyawan dan juga sebagai stakeholder konsumen. memunculkan kesempatan penitipan bayi/anak kecil. Contoh. makanan siap saji (instant). Contoh. membentuk jaringan antar stakeholder dan dengan organisasi.

Persaingan produk impor jelas akan mempengaruhi podusen lokal. dan devisa negara. Model Hubungan Organisasi-Lingkungan 1) Pengaruh Lingkungan Terhadap Organisasi James D. di Indonesia adalah mengandalkan pada jaringan kerjasama bisnis yang berati membutuhkan ketrampilan sosial yang tinggi dan kurang menonjolkan gaya kompetisi. Manajer dapat melihat indikator-indikator ekonomi untuk melihat kondisi ekonomi yang ada. Perubahan yang diakibatkan oleh teknologi lebih tenang dibandingkan dengan perubahan yang terjadi oleh revolusi politik. (b) Variabel Ekonomi Jika suatu perekonomian mengalami resesi. dan (2) tingkat homogenitas. (c) Politik Banyak peraturan perundang-undangan yang mempengaruhi organisasi dihasilkan melalui proses politik. (d) Teknologi Perubahan teknologi akan merubah cara kerja organisasi. Thomson mengajukan model bagaimana pengaruh lingkungan terhadap organisai. mendirikan pabrik di Indonesia karena tenaga kerja murah. RAPBN. dan juga memunculkan stakeholder baru. Perekonomian negaranegara di dunia menjadi semakin terbuka. Politik Internasional juga akan mempengaruhi kegiatan suatu organisasi. dan di Jepang lebih menonjolkan kerjasama. Model tersebut meliputi dua dimensi yaitu: (1) tingkat perubahan. . Nilai social Nilai sosial akan berpengaruh pada organisasi. menjual produknya di AS karena pasar yang besar. Perusahaan mencari modal di eropa karena labih murah. organisasi akan semakin sulit bergerak. tingkat bunga. kurs rupiah terhadap uang asing. Perusahaan dengan logika global akan mencari sumberdaya dimana saja di dunia dengan tujuan mengopimalkan penggunaan sumberdaya. Di setiap negara mempunyai nilai yang berbeda beda. tingkat pengangguran. 7. diantaranya: tingkat inflasi. (e) Dimensi Internasional Dimensi internasional menjadi semakin penting di era globalisasi. Masyarakat bisnis yang sukses di Amerika adalah yang mempunyai daya saing individual yang tinggi. Karena itu perubahan politik di negara partner perdagangan utama harus diperhatikan oleh manajer. jumlah uang beredar.

maka lingkungan tersebut tidak begitu menarik karena tidak menawarkan kemungkinan keuntungan yang tinggi. perusahaan dalam mencari keuntungan berebut dengan lima kekuatan yang sama-sama ingin mencari keuntungan juga. Cotoh: merger atau penggabungan usaha. pembeli e. Lingkungan yang cepat berubah berarti mempunyai tingkat perubahan yang tinggi. pemasok d. manajer harus membuat sistem informasi lingkungan. negosiasi atau perundingan. Lingkungan yang kompleks mempunyai elemen yang banyak. Kedua dimensi tersebut membentuk derajat ketidakpastian lingkungan. (b) Memonitor Lingkungan Tidak Langsung Dengan monitoring aktif manajer diharapkan akan memperoleh pringatan awal apabila da perubahan lingkungan yang tidak langsung yang akan berakibat signifikan terhdap organisasi. dikatakan mempunyai tingkat homogenitas yang rendah.Tingkat perubahan melihat sejauh mana stabilitas suatu lingkungan. Agar monitor dapat dilakukan. (c) Menyesuaikan Diri terhadap Lingkungan Jika kekuatan lingkungan tidak dapat dirubah. Dalam perencanaan tersebut. dan sebaliknya. pesaing Jika perusahaan beroperasi di lingkungan dimana kelima kekuatan tersebut kuat. . Kelima kekuatan tersebut adalah: a. Proses penyesuaian dapat dilakukan secara formal dalam manajemen atau perencanaan strategi. Tingkat homogenitas melihat sejauh mana kompleksitas lingkungan. manajer terpaksa menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Manajer juga dapat membentuk aliansi strategis dengan pihak-pihak di lingkungannya. 3) Strategi Menghadapi Lingkungan (a) Mempengaruhi Lingkungan Langsung Manajer dapat mencoba mempengaruhi lingkungan langsung melalui beberapa cara: melakukan lobby. iklan. ancaman pendatang baru atau halangan untuk masuk b. 2) Lima Kekuatan Kompetisi Cara lain melihat lingkungan adalah dengan menggunakan kerangka lima kekuatan kompetisi yang dikembangkan oleh Michael Porter. produk substitusi c.

Seorang manajer mempunyai tanggung jawab social atas keputusan-keputusan yang diambil. mengapa dikatakan demikian karena mempengaruhi dalam pencapaian tujuan organisasi baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. (d) Tanggung Jawab Sosial Manager Perubahan konper manajerial dipengaruhi oleh factor intern dan esktern. mengevaluasi lingkungan. Penyesuaian lain dapat dilakukan dengan merubah organisasi. jika organisasi berada pada lingkungan yang dinamis. tegangan antar standar perorangan dan kebutuhan organisasi. http://irwanahrif. Ada lima factor yang mempengaruhi keputusan manajer dalam etika berusaha ini. tekanan-tekanan social. Sebaliknya.com/2011/10/13/manajemen-dan-lingkungan-eksternal/ . diperlukan desain organisasi yang fleksibel. yaitu hukum. struktur dan desainnya.manajer menetapkan tujuan. kode etik industry dan perusahaan. peraturan pemerintahan termasuk di dalamnya undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah.wordpress. disamping itu juga menyangkut hajat hidup orang banyak yang kesemuanya menggantungkan dirinya kepada organisasi tersebut (ini kalau terlihat dituntut untuk dapat mengimplementasikan etika berusaha (the ethics of manager). dan kemudian menentukan strategi yang tepat. Organisasi dengan lingkungan yang stabil akan lebih cocok menggunakan desain organisasi yang memaksimumkan efisiensi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful