FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS IMUNISASI TETANUS TOXOID (TT) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS

BLANG BINTANG ACEH BESAR

A. Latar Belakang Globalisasi menuntut suatu negara memajukan pembangunan diberbagai bidang sehingga mampu bersaing dan bertahan dalam persaingan global Millenium Development Goals (MDGs) merupakan suatu program pembangunan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat, di mana salah satu tujuaannya adalah menurunkan angka kematian anak, dan targetnya adalah menurunkan angka kematian balita sebesar dua sepertiganya dalam kurun waktu 1990-2015. Salah satu indikatornya adalah AKB per 1000 kelahiran hidup. MDGs mentargetkan pada tahun 2015 AKB mencapai 17 per 1000 kelahiran hidup. Tujuan MDGs yang merupakan ruang lingkup bidang kesehatan lainnya adalah meningkatkan kesehatan ibu. Target MDGs pada tahun 2015 adalah Angka Kematian Ibu mencapai 102/100.000 kelahiran hidup (BPPN, 2007). Di dunia terdapat 4 juta dari 136 juta bayi dibawah usia 28 hari meninggal setisp tahunnya. Angka Kematian Bayi di Indonesia tercatat 34/1000 kelahiran hidup, angka kematian neonatus 19 per kelahiran hidup dan angka maternal 228/100.000 kkelahiran (Depkes, 2007). Penyebab kematian bayi ini adalah salah satunya tetanus dimana pada neonatus lebih dikenal dengan Tetanus Neonatrum (Ismoedijanto, 2006). Tetanus timbul jika ketika spora bakteri Clostridium Tetani masuk ke dalam luka atau tali pusat (pada bayi baru lahir). Spora secara umum terdapat pada tanah.

pada tahun 2008 UNICEF-WHO melancarkan upaya kesepakatan untuk mencapai eliminasi MNT Global pada tahun 2012. 2002). Hal ini . Kekebalan yang disalurkan ibu kepada bayi tersebut dapat menjadi proteksi untuk bayi terhadap stresor (persalinan yang tidak steril dan perawatan tali pusat yang tidak bersih) dapat menyebabkan tetanus neonatrum. Proporsi infeksi tetanus neonatrum akan semakin besar bila bayi tidak memiliki kekebalan alamiah terhadap tetanus yang diturunkan melalui ibunya. 2009). Juga tak kalah pentingnya persalinan yang bersih (steril) bisa mencegah tetanus neonatal dan ibu (Didi Kusmarjadi. molekul imunoglobulin akan dislaurkan dari bayi melalui plasenta sebagai kekebalan pasif untuk bayi (Wiknjosastro. Kekebalan alamiah ini diperoleh ibu melalui imunisasi tetanus toxoid (TT) dengan dosis dan interval minimal tertentu (Purwanto. Karena dengan melaksanakan imunisasi pada ibu saat kehamilan. Tetanus dapat dicegah dengan melakukan imunisasi Tetanus Toxoid (TT). Tetanus Neonatal dapat dicegah dengan mengimunisasi wanita usia subur (WUS). Imunisasi merupakan salah satu solusi untuk mencegah terjadinya tetanus neonatrum. Hal ini akan memproteksi ibu dan bayi melalui transfer antibodi tetanus ke bayi. Bahkan dalam buku pedoman imunisasi TT pada wanita usia subur. tetapi penyakit ini lebih sering ditemukan dan bersifat serius pada bayi baru lahir (tetanus neonatal). terutama sering ditemukan di daerah rural dimana persalian terjadi di rumah tanpa prosedur yang cukup steril. Ibu hamil penting mendapat imunisasi untuk mencegah terjadinya tetanus pada ibu dan bayinya. 2003). baik saat hamil maupun diluar kehamilan. Upaya ini untuk menyatukan gerakan global untuk menurunkan angka kematian neonatal akibat tetanus.Manusia dari segala umur bisa terkena tetanus. Tetanus neonatal yang biasanya bersifat fatal.

Tujuan Khusus . Karena TT adalah antigen yang sangat aman untuk ibu hamil dan juga janin (Susant. imunisasi ini tidak ada efek sampingnya. Tujuan Penelitian 1. 2010). 2008). itu hanya gejala ringan seperti nyeri. Bila pun ada. Berdasarkan hal tersebut. Tujuan Umum Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status imunisasi tetanus toxoid (TT) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang. maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di bidang keperawatan maternitas dengan memilih judul ”Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Blang Bintang”. kemerahan dan pembengkakan kecil pada tempat suntikan dan akan hilang dalam 1-2 hari tanpa tindakan pengobatan. dan ibu tidak usah terlalu khawatir. B.menandakan bahwa tetanus neonatrum masih menjadi permasalahan kesehatan di dunia (UNICEF. Hal ini tentu beresiko untuk menimbulkan Tetanus Neonatrum. Dari data Puskesmas Blang Bintang ditemukan bahwa cakupan imunisasi Tetanus Toxoid yang masih rendah yakni. Adapun manfaat imunisasi TT ibu hamil adalah bisa melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum dan melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka. 2.

perceived barrier cues of action. variabel demografi. Untuk mengetahui gambaran faktor persepsi jarak rumah ke tempat pelayanan kesehatan yang mempengaruhi status imunisasi tetanus toxoid (TT) pada ibu hamil. perceived seveirty. 2003). C.a. Kerangka Konsep Kerangka konsep penelitian ini dikembangkan berdasarkan teori Friedman (1998). sosiopsikologi. Untuk mengetahui gambaran faktor usia yang mempengaruhi status imunisasi tetanus toxoid (TT) pada ibu hamil. meliputi perceived susceptibility. Ewen dan Will (2007) “ Health Belief Model” menyatakan bahwa kesiapan seseorang untuk menggunakan pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor. . Untuk mengetahui gambaran faktor pendidikan yang mempengaruhi imunisasi tetanus toxoid (TT) pada ibu hamil. Menurut Rosentock (1976) dalam buku Mc. pendidikan. Variabel independen (variabel bebas) adalah variabel yang nilainya menentukan variabel lain. dan persepsi jarak ke pelayanan kesehatan sebagai faktor yang berhubungan dengan persepsi ibu hamil dan mendorong ibu untuk melengkapi status imunisasi TT. dan struktural dan kemampuan individu. yang terdiri dari variabel independen dan variabel dependen. b. Berlandaskan teori tersebut peneliti menggunakan faktor demografi yang meliputi usia. c. Sedangkan variabel dependen (variabel terikat) adalah variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lain (Nursalam.

Bagaimanakah gambaran faktor pendidikan mempengaruhi status imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang? . Bagaimanakah gambaran faktor usia mempengaruhi status imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang? b. maka kerangka konsep dapat digambarkan sebagai berikut: Variabel Independen Usia Variabel Dependen Pendidikan Status Imunisasi Tetanus Toxoid Ibu Hamil Persepsi jarak rumah ke tempat pelayanan kesehatan D. maka yang menjadi pertanyaan penelitian adalah “Faktor-faktor Apa Saja yang Berhubungan dengan Status Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Blang Bintang“ yang meliputi: a. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan kerangka konsep di atas.Berdasarkan uraian tersebut.

c. Pendekatan yang akan digunakan adalah cross–sectional. pendidikan. jadi tidak ada follow up. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional yang mempunai tujuan untuk memperoleh gambaran faktor demografi yang meliputi usia. F. kedua variabel tersebut akan dinilai hanya satu kali (Arikunto. Bagaimanakah gambaran faktor persepsi jarak rumah ke tempat pelayanan kesehatan mempengaruhi status imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang? E. Populasi dan Sampel 1. menekankan pada waktu pengukuran data variabel independen dan dependen harus dinilai secara simultan pada satu saat. Populasi Semua ibu hamil dengan usia kehamilan 6-9 bulan yang berada pada wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang Aceh Besar. 2. Sampel . dan persepsi jarak rumah ke tempat pelayanan kesehatan dalam mempengaruhi status imunisasi tetanus toxoid (TT) pada ibu hamil dan peneliti mencoba mencari hubungan antar variabelnya. 2002).

Ismoedijanto. Soekidjo. Will. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Imnusiasi Tetanus Toxoid Wanita Usia Subur di Puskesmas Anyer Kabupaten Serang Tahun 2001. Edisi Revisi.drdidispog. . Kusmarjadi. Imunisasi Tetanus Toxoid pada Ibu Hamil. G. (2006). (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan. Ewen. (2007). Mc. Tetanus. Melanie. Tesis. Program Pasca Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. The Oretical Basic for Nursing Second Edition. Referensi Arikunto (2002). Di unduh tanggal 20 Juli 2010 dari http://www. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. (2002). (2007). Widodo. Jakarta: Kementrian Negara Perencanaan Perkembangan Nasional. Perkembangan Pencapaian Millenium Development Goals Indonesia.Sampel pada penelitian ini adalah ibu-ibu hamil dengan usia kehamilan 6-9 bulan dimana metode sampling yang digunakan adalah metode cluster sampling. Evelyn. Philadelphia: Lippincott William and Wilkins. Notoadmodjo.com/2009/06/imunisasitetanus-toxoid-tt.pediatrik. Harry. (2009). Di unduh tanggal 20 Juli 2010 dari http://www. Lap. Didi. Jakarta: Rineka Cipta. Purwanto. Darmowandowo.html.com. BPPN. Jakarta: Rineka Cipta.

Buku Pedoman Imunisasi Tetanus pada Wanita Usia Subur . .wordpress. Jakarta: UNICEF–WHO. Pentingnya Imunisasi Tetanus Toxoid bagi Ibu Hamil.Susant. Di unduh tanggal 20 Juli 2010 dari http://herrysusant. UNICEF.com/2010/02/28/pentingnya-imunisasi-tetanustoxoid-bagi-ibu-hamil/. (2010). (2008).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times