ENYAKIT ARKINSON

SEKILAS PARKINSON
Nama penyakit “Parkinson” diambil dari nama seorang dokter Inggris, James Parkinson (1817). Parkinson merupakan penyakit yang umum dan terdapat di seluruh dunia. Jumlah penderita : 1 per 200 pada usia 70 tahun Pada umumnya, penyakit berlangsung progresif secara berangsur selama bertahun-tahun dan pada 40%-70% dari penderita disusul dengan keruntuhan mental dan suatu bentuk demensia. Setelah rata-rata 10-15 tahun, penyakit selalu berakhir dengan kematian.

GEJALA
Gejala penyakit parkinson:  Trias gangguan neuromuskular  Tremor merupakan suatu gerakan osilatoris ritmik di sekitar persendian dan mempunyai ciri khas yaitu terkait dengan aktivitas  Rigiditas merupakan peningkatan tonus otot sehingga menyebabkan resistensi pada saat dilakukan gerakan pasif, dan terlihat saat pemeriksa menggerakkan tungkai, leher atau tubuh pasien  Akinesia (Hipokinesia) merupakan keadaan dimana tidak adanya atau berkurangnya gerakan volunteer akibat kesulitan memulai gerakan atau mengubah suatu bentuk gerakan motorik ke gerakan motorik lainnya.

GEJALA
Gejala penyakit parkinson:  Gangguan Sistem Otonom  Sialorea (ngiler) adalah suatu kondisi dimana air liur dengan tidak disadari menetes keluar dari mulut  Seborea adalah gangguan fungsi dari kelenjar palit/lemak yang ditandai dengan pengeluaran lemak secara berlebihan yang membentuk sisik-sisik putih kekuningan atau sumbatan –sumbatan seperti keju.  Hiperhidrosis adalah keluarnya keringat yang berlebihan, biasanya di bagian ketiak, telapak tangan, dan kaki.  Demensia adalah sindrom yang disebabkan oleh penyakit otak, biasanya berlangsung kronik atau progresif, dengan berbagai macam gangguan fungsi tubuh yang lebih umum, yaitu daya ingat, daya pikir, orientasi, pemahaman, kalkulasi, kemampuan belajar, berbahasa, dan daya nilai

Seborea

PATOFISIOLOGI
Pada penyakit parkinson terjadi gangguan keseimbangan neurohumoral di ganglia basal, khususnya traktus nigrostriatum dalam sistem ekstrapiramidal. Traktus nigrostriatum berfungsi mengatur fungsi gerakan halus yang menyeimbangkan antara komponen kolinergik yang merangsang dan komponen dopaminergik yang menghambat. Sindrom parkinsonisme terjadi karena gangguan ke arah dominasi komponen kolinergik, karena traktus nigrostriatum bersifat dopaminergik. Radikal bebas juga diduga menjadi penyebab penyakit parkinson. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya penimbunan Fe di substansia nigra. Ferrum sendiri dapat meningkatkan produksi radikal hidroksil Faktor hereditas. Faktor keturunan menjadi faktor utama penyebab penyakit parkinson, terutama bagi pasien berumur <50 tahun.

KLASIFIKASI
Berdasarkan etiologinya dikenal 3 jenis penyakit parkinson, yakni: Parkinsonisme pasca-ensefalitis Parkinsonisme akibat obat Parkinsonisme idiopatik Berdasarkan gejala klinik, Lonis Herzbergcmengemukakan 5 tahap penyakit: Tahap 1  Gejala sangat ringan  Gejala yang timbul belum mengganggu  Gejala dini akan dideteksi oleh ahli Tahap 2  Gejala ringan dan mulai sedikit mengganggu  Tremor ringan dan bersifat variabel dan hilang-timbul  Terjadi kecacatan minimal  Sikap / cara berjalan terganggu

KLASIFIKASI
Berdasarkan gejala klinik, Lonis Herzbergcmengemukakan 5 tahap penyakit: Tahap 3  Gejala bertambah berat  Pasien dengan bradikinetik berat tidak mengalami tremor, sedangkan pasien yang mengalami tremor tidak mengalami bradikinesia  Volume suara melemah dan menjadi monoton  Wajah seperti topeng, disertai tremor dan rigiditas  Jalan dengan langkah kecil dan kecenderungan terjatuh lebih mencolok Tahap 4  Tidak mampu berdiri tegak – Kepala, leher, dan bahu jatuh ke depan  Mengalami efek samping levodopa karena dosis yang diperlukan cukup tinggi Tahap 5  Gejala semakin memburuk terutama sewaktu kadar levodopa menurun tetapi efek samping tidak memungkinkan penambahan obat