LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA IDENTIFIKASI LEMAK

Disusun Oleh: Kelompok VIII Anggota: Ai Susilawati Erik Herdiansyah Noyalita Khodijah Saedi Heryanto Sri Rahayu

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI 2011

1

aseton. Sifat dari lemak: a) Hidrofobik (sulit untuk larut dalam air). eter. b) Hanya larut dalam larutan non-polar seperti klorofom. Fungsi penyekat tampak jelas pula pada sel-sel syaraf. Secara bahasa lipid merupakan lemak. Lemak juga merupakan bentuk cadangan energi bagi tubuh. umumnya 16 sampai 18 atom karbon. d) Lemak terdiri atas unsur-unsur karbon. Fungsi penyekat tampak jelas pada membran sel. yang menebal ditempat-tempat tertentu dan juga disekitar berbagai alat didalam rongga tubuh dan dibelakang bola mata. Baik sel syaraf maupun serat syaraf diliputi oleh sarung pembungkus yang disebut MIELIN.06 kjoule atau 9. yang berikatan dengan gugus karboksilat itu adalah hidrokarbon panjang yang disebut ekor. dan karbondisulfid. dan terpenoid. Seluruh sel mahluk hidup dibungkus oleh membran yang antara lain terdiri dari molekul-molekul lemak yang tersusun sedemikian rupa sehingga isi sel terpisah dari dunia luar. alcohol. steroid. Adapun yang termasuk senyawa lipid antara lain kolesterol. c) 1 gram lemak menghasilkan 39. Lipid juga merupakan kelompok senyawa beraneka ragam. bantalan dan cadangan energi. eter. Pengertian Lemak Lipid berasal dari kata Yunani yang berarti lemak.3 kcal. sedangkan kalau dilihat dari stukturnya. hidrogen. yang terutama terdiri atas lemak. benzena. Asam lemak memiliki kerangka karbon yang panjang. Jadi lemak disusun dari dua jenis molekul yang lebih kecil yaitu gliserol dan asam lemak. Lemak dikenal merupakan salah satu dari senyawa lipid. dan oksigen. panjangnya salah satu ujung asam lemak itu adalah kepala yang terdiri atas suatu gugus karboksil dan gugus fungsional yang menyebabkan molekul ini disebut asam lemak. Senyawa ini dibentuk bila tubuh kelebihan makanan dan dipecah bila tubuh kekurangan 2 .BAB I IDENTIFIKASI LEMAK A. Fungsi utama lemak: sebagai penyekat. dan benzene. Dasar Teori Lipida adalah senyawa organik yang tidak larut dalam air tapi dapat diekstraksi dengan pelarut non polar seperti khloroform. lipid merupakan senyawa trimester yang dibentuk dari senyawa gliserol dan berbagai asam karboksilat rantai panjang. Gliserol adalah sejenis alkohol yang memiliki tiga karbon yang masing-masing mengandung sebuah gugus hidroksil. Fungsi sebagai bantalan tampak misalnya pada jaringan bawah kulit.

geraniol (minyak mawar). Lemak terbagi tiga . Kulit pelindung. c. Makin panjang atom C. dan juga sebagai vita¬min A. Senyawa organik ini terdapat dalam semua sel dan berfungsi sebagai : 1. lemak yang dalam suhu ruang masih berbentuk padat disebut lemak saja. biasanya berupa gliserol. Steroid Steroid merupakan senyawa turunan (derivat) lipid yang tidak terhidrolisis. makin banyak ikatan rangkap. konsistensi semakin cair. Lemak Sederhana Lemak jenis ini bila dihidrolisis akan menghasilkan alkohol. Secara Kimia. Senyawa yang termasuk turunan steroid. misalnya kolesterol. Konsistensi cair atau padat pada suhu ruang ini biasanya ditentukan dari jumlah atom C yang menyusun asam lemak dari TG. Secara kasar tampak dalam bentuk perubahan berat badan atau dalam bentuk gemuk dan kurus. diantaranya vitamin dan hormon. LipidTerhidrolisis Lipid terhidrolisis merupakan ester dari gliserol dengan suatu asam lemak atau asam fosfat yang mengikat etanolamin atau serin b. misalnya sitral (minyak sereh). ergosterol. Penyimpan energi dan transpor 2. Ditinjau dari sudut nutrisi. yaitu: 1. dalam minyak kelapa dan dalam berbagai minya lain yang berasal dari mahluk hidup. biasanya makin padat. Biasanya minyak berasal dari tumbuhan dan lemak dari hewan. Yang dimaksud dengan minyak adalah lemak yang dalam suhu ruang berada dalam bentuk cair . komponen dinding sel 4. lemak merupakan sumber kalori penting disamping berperan sebagai pelarut berbagai vitamin. Struktur membran 3. terpenoid juga merupakan derivat dari lipid.energi. Penyampai kimia Beberapa senyawa lipida mempunyai aktivitas biologis yang sangat penting dalam tubuh. yang ditemukan antara lain dalam serum. Pada umumnya steroid berfungsi sebagai hormon. a. Perbedaan jenis steroid yang satu dengan steroid yang lain terletak pada rantai samping (cabang) yang diikatnya. 3 . Dilain pihak. Senyawa ini umumnya terdapat pada minyak atsiri. Terpenoid Seperti halnya steroid. serta menghasilkan asam lemak. limonen (jeruk). Steroid mempunyai struktur inti. Contoh yang paling banak ditemukan adalah Triasilgliserol yang disebut juga Trigliserida (TG). dan estrogen. Berikut ini beberapa contoh senyawa terpena.

aldehida. Meskipun bukan termasuk lemak. testosteron. serebrosida (glikolipida). lipida yang termasuk ini hanya menghasilkan asam lemak dan alcohol. 4 . 2. contohnya fosfolipida. Karena vitamin-vitamin ini tidak larut dalam air dan hanya larut dalam lemak atau pelarut lemak. gliserol. Lilin. Lipida sederhana ini dapat dibagi kedalam tiga golongan. sulfolipida.Lemak yang banyak mengandung ikatan rangkap ini disebut asam lemak essensial. steroid. Jika dihidrolisis. ester asam lemak 2. Lipida dapat dikelompokkan menurut sifat kimia dan sifat fisiknya. progesteron. Lipida Sederhana Kelompok ini disebut juga homolipida yaitu suatu bentuk ester yang mengandung karbon. Termasuk ke dalam golongan ini ialah asam lemak. asam amino. hydrogen. Lipida Majemuk Kelompok ini berupa ester asam lemak dengan alcohol yang mengandung gugus lain. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah Gliserol dan berbagai alkohol lain yang ikut menyusun lemak. amino. E dan K sangat memerlukan lemak untuk dapat diserap dan digunakan tubuh. dan lipoprotein. asam lemak. Umumnya lemak majemuk mengandung listrik atau paling tidak mempunyai pengkutuban muatan dalam molekulnya. 3. ester asam lemak dan gliserol b. dan aldosteron). Lemak. basa organik. alcohol. D. Lemak tumbuhan berupa minyak karena jumlah atom C-nya lebih pendek dan ikatan rangkapnya relatif lebih banyak. Derivat Lipida Derivat lipida merupakan hasil hidrolisis kelompok yang telah disebut terdahulu. Lemak Majemuk Lemak jenis ini bila dihidrolisis akan menghasilkan alkohol. Lemak Majemuk ini ikut menyusun membran sel dan juga selubung sel dan serat syaraf. yaitu: a. prednison. dengan ikatan rangkap (ikatan tak jenuh) dan asam lemak tanpa ikatan rangkap (jenuh). sepert kolin atau betain. estrogen. yang harus ada dalam makanan. dan keton. perlu juga diketahui bahwa vitamin-vitamin A. asam lemak dan senyawa lain seperti fosfat. dan oksigen. Bloor membagi lipida sebagai berikut: 1. 3. lipida. Turunan Lemak Yaitu berbagai senyawa yang diperoleh dari hidrolisis atau pemecahan kedua jenis lemak terdahulu. kolesterol dan berbagai macam senyawa steroid seperti hormon steroid (kortisol. sehingga menjadi lebih mudah berinteraksi dengan air.

yaitu pemecahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Hal ini tampak dari timbulnya busa apabila sabun dilarutkan dalam air dan diaduk. Sebagai dalil umum adalah titik lebur suatu asam lemak berkurang dengan bertambahnya ketidakjenuhan dan berkurangnya bobot molekulernya. Lemak netral disebut juga asil gliserol atau gliserida. Oleh karena itu. Garam asam lemak biasanya disebut sabun. Bilangan iodium adalah banyaknya gram iodium 5 . 3. walaupun ada perkecualian seperti yang akan kita lihat. Sabun mempunyai sifat dapat menurunkan tegangan permukaan air. Asam lemak pada umumnya mempunyai jumlah atom karbon genap. Proses hidrogenasi ini mempunyai arti penting karena dapat mengubah asam lemak yang cair menjadi asam lemak padat.Banyak lipida yang mempunyai sifat fisik amfipatik. Sifat-sifat fisik lemak netral mencerminkan susunan asam lemak dari lemak. memberikan turunan hidrokarbon yang mempunyai satu bagian (polar) “bersimpati” dengan suasana air dan satu bagian hidrokarbon (hidrofobik) yang tidak bersimpati dengan suasana air. Asam lemak jarang terdapat bebas di alam tetapi terdapat sebagai ester dalam gabungan dengan fungsi alcohol. Kita dapat membuat beberapa penyamarataan mengenai asam lemak. Dengan ion Ca++ dan Mg++ sabun dapat membentuk garam Ca atau Mg yang mengendap. Asam lemak dapat dijenuhkan atau dapat mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap Berdasarkan ada tidaknya ikatan rangkap. Ini adalah salah satu proses pada pembuatan margarin dari minyak kepala sawit. Dengan gas hidrogen dan katalis Ni dapat terjadi reaksi hidrogenasi. Hewan-hewan tingkat yang lebih tinggi dapat mengadakan biosintesa asam-asam lemak jenuh dan yang mono tak jenuh dari sumbersumber lain seperti karbohidrat. Asam lemak pada umumnya adalah asam monokarboksilat berantai lurus. 1. terutama pada jaringan adipose vertebrata. asam lemak terbagi menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.Asam lemak tak jenuh mudah mengadakan reaksi pada ikatan rangkapnya. Lemak hewan dan tumbuhan mempunyai susunan asam lemak yang terkandung didalamnya diukur dengan bilangan iodium. Daya pembersih sabun bertumpu pada sifat amfipatrik molekul sabun. Asam-asam linoleat dan linolenat dan asam-asam lemak poli tak jenuh bertingkat lebih tinggi tidak dapat dihasilkan pada hewan bertingkat lebih tinggi dan karena itu diistilahkan asam lemak essensial. Lemak ini merupakan komponen utama lemak simpanan pada sel-sel hewan dan tumbuhan. Istilah amfipatik yang semula digunakan oleh Hartley pada tahun 1936. 2. apabila dalam air terdapat ion-ion tersebut atau yang disebut air sadah.

Lilin tak larut dalam air. proses hidrolisis yang menggunakan basa disebut proses penyabunan. 6 . hormon seks betina dan jantan.  Mengetahui proses terbentuknya sabun oleh senyawa lemak. atau sebagai sekresi insekta. Contohnya kolesterol. Diantaranya dalam jumlah yang terbatas tetapi mempunyai aktivitas biologis yang penting yaitu asam empedu. jaringan tumbuhan dan hewan. B. Fosfolipida yang disebut fosfatidil kolin biasanya didapat pada membran dan hanya sedikit sekali fosfolipida ini terdapat pada lemak simpanan. Proses ini dapat berjalan dengan menggunakan asam. makin banyak ikatan rangkap. Terdapat sebagai pelidung kulit dan bulu. Dengan proses hidrolisis lemak akan terurai menjadi asam lemak gliserol. Oksidasi asam lemak tidak jenuh akan menghasilkan peroksida dan selanjutnya akan terbentuk aldehida. hormon korteks adreval dan beberapa racun steroid yang terdapat dalam jumlah lebih banyak yakni golongan sterol. basa. Fosfolipida banyak terdapat pada bakteri. Tujuan Percobaan  Membuktikan bahwa lemak hanya larut dalam pelarut organic. lanosterol. Jadi.yang dapat bereaksi dengan 100 gram asam lemak. Steroid banyak terdapat di alam. fosfat. Sfingolipida yang paling berlimpah adalah sfingomyelin yang terdapat dalam jaringan otak dan saraf dan dalam bagian lipida darah. ai panjang dengan alcohol monohidrat. Lipida ini diturunkan dari sfingosin. Proses hidrolisis yang menggunakan basa menghasilkan gliserol dan garam asam lemak atau sabun. Oleh karena itu. Kelembapan udara. atau enzim tertentu. makin besar bilangan iodium. pelindung daun danbuah. cahaya.  Mengetahui tingkat kejenuhan lemak. Inilah yang menyebabkan terjadinya bau dan rasa yang tak enak atau tengik. dan steroid adalah lipida yang tak dapat disaponifikasikan yang berarti bahwa hidrolisis alkali tak menghasilkan sabun. suhu tinggi dan adanya bakteri perusak adalah factorfaktor yang menyebabkanterjadinya ketengikan lemak. Struktur umum yang biasa bagi semua steroida adalah kerangka siklompentano perhidro penantren. dan mikosterol. terutama berlimpah dalam jaringan otak dan syaraf. fitosterol. gandung gliserol amfipatik.

Isi dua tabung reaksi masing-masing dengan 3 mL air. etanol. etanol. Alat             Tabung reaksi Pipet Kertas saring Rak tabung reaksi Pembakar spirtus b. b) Uji ketidakjenuhan 7 . kloroform. Cara Kerja a) Kelarutan lemak       Ke dalam 10 tetes air masukkan 1 atau 2 tetes senyawa lemak yang akan diuji Ke dalam 10 tetes pelarut (aseton. lesitin) Air Iodium KOH NaOH KHSO4 D. Catat munculnya larutan segera setelah bercampur dan setelah dibiarkan beberapa menit. kloroform. Kocok campuran tadi dan bandingkan kestabilan emulsi yang terbentuk. Tambahkan 1 mL air pada larutan lipid dalam etanol. eter) masukan 1 atau 2 tetes senyawa lemak yang akan diuji. Teteskan larutan lipid yang telah dibuat pada point 1 dan 2 pada kertas saring dan biarkan kering. Jika ada noda lemak yang menempel pada kertas saring berarti lemak tersebut larut dalam pelarut. Bahan Pelarut (aseton. Alat dan Bahan a. eter) Bahan Uji larutan lemak (minyak. margarine. C. Tambahkan 2 tetes minyak pada 1 tabung dan lesitin pada tabung yang lain. Amati pembentukan noda lemak pada kertas saring. Mengetahui karakteristik bau pada senyawa lemak.

Jika senyawa lemak terbentuk padat. (-) Tidak larut Indikator kelarutam : Noda pada kertas saring 8 . Data Pengamatan a) Kelarutan lemak Pelarut Bahan uji air Minyak Margarin Lesitin _ _ _ aseton + + _ etanol + + + kloroform + + + Eter + + + Keterangan : (+) Larut. Tambahkan air suling sebanyak 3 mL. Cium baunya dengan mengibaskan tangan pada tabung reaksi tersebut.    Tambahkan lagi KHSO4 dan panaskan dengan hati-hati.   Sediakan larutan iodium dalam kloroform Tuangkan iodium tersebut sebanyak 0. E. Amati hilangnya warna iodium (kuning) untuk setiap penetesan senyawa lemak yang akan di uji. Bandingkan hasil yang diperoleh dari poin a dan b. Tuliskan hasil pengamatan dan kesimpulan.5 cm dalam tabung reaksi. Kocok dan perhatikan pembentukan busa. Tambahkan 5 tetes larutan yang akan diuji pada tabung reaksi tersebut. Panaskan campuran tersebut sampai mendidih (1-2 menit).     Ulangi percobaan a dengan mengganti laritan KOH dengan NaOH. Masukan larutan yang akan diuji setetes demi setetes demi setetes dan setiap penambahan selesai harus dikocok sampai warna iodium hilang. (hitung jumlah penetesan lemak sampai warna iodium hilang) c) Penyabunan  Masukan 4-5 tetes bahan percobaan ke dalam tabung reaksi.5 mL ke dalam tabung reaksi. maka jumlahnya kira-kira sama dengan KHSO4. Masukan 1 ml KOH. d) Uji Gliserol Tuangkan KHSO4 setinggi 0.

hal ini dikarenakan lesitin memiliki gugus kolin yang bermuatan positif sehingga lebih larut dalam eter dan kurang larut dalam aseton.b) Uji ketidakjenuhan Bahan Uji Minyak Margarin Lesitin Perubahan warna merah  jingga jernih merah  jingga keruh merah  kuning Hasil ++ +++ + Keterangan : (+) ketidakjenuhan c) Uji Penyabunan Bahan Uji Minyak Margarin Lesitin Keterangan : (+) pembentukan busa KOH ++++ ++ +++ NaOH ++++ ++ +++ 4) Uji Gliserol Bahan Uji Minyak Margarin Lesitin Tingkat bau ++ +++ ++ F. antara lain adalah sifat kepolaran zat dan pelarutnya. margarine. dan lesitin yang bersifat nonpolar larut dalam pelarut aseton. 9 . etanol. Kelarutan suatu zat dalam suatu pelarut ditentukan oleh banyak hal. Kecuali Lesitin yang tidak larut dalam pelarut aseton. Hal ini disebabkan eter memiliki electron bebas yang dapat diserang oleh muatan positif dari kolin sehingga kolin lebih larut dalam eter daripada aseton yang tidak memiliki elektron bebas. Pada pelarut polar yaitu air. Pembahasan a) Kelarutan lemak Pada tes kelarutan didapat hasil bahwa minyak. lemak domba bahan uji tidak dapat larut. eter dan kloroform karena keempatnya merupakan pelarut organik (nonpolar).

Hal itu berarti pada ketiga zat itu. terdapat ikatan tak jenuh (ikatan rangkap) sehingga dengan penambahan larutan iodium. dan asam oleat. Hal tersebut dapat disimpulkan dari intensitas warna yang terbentuk (jingga keruh > jingga jernih > kuning). Margarin dibuat melalui proses hidrogenasi asam lemak tak jenuh yang bersumber dari tanaman. maka warna larutan iodium akan hilang. kemudian iodium tersebut akan menggantikan posisi dari ikatan rangkap tersebut melalui reaksi adisi sehingga jumlah ikatan rangkap dalam molekul zat akan berkurang atau menjadi tidak ada sama sekali (jika teradisi semuanya oleh iodium). Sedangkan pada pelarut nonpolar tidak memiliki momen dipol.Margarin merupakan salah satu produk makanan konsumsi sehari-hari yang dibuat dengan menggunakan bahan baku lemak nabati. Margarin adalah emulsi air dalam minyak yang berbentuk padat. minyak. jadi tidak dapat larut. Minyak mengandung triasil gliserol dengan 80-85 % asam lemak jenuh. Minyak menghasilkan warna jingga jernih. margarin menghasilkan warna jingga keruh. terjadi reaksi adisi yang menyebabkan hilangnya warna larutan iod. dan lesitin menghasilkan warna kuning. Pada tes bercak lemak. sehingga tidak bisa berinteraksi dengan zat yang polar. 10 . Dengan adanya reaksi ini. adanya bercak transparan pada kertas saring menandakan adanya lemak pada zat tersebut. margarin dan lesitin memberikan hasil positif yaitu dengan hilangnya warna larutan iodium. asam kaprat. Hal ini dikarenakan adanya momen dipol pada zat atau pelarut sehingga dapat berikatan dan berinteraksi dengan sesamanya. Pada zat dalam pelarut eter terdapat bercak karena bahan uji telah larut sehingga terbawa pada saat penetesan dan dapat membuat bercak pada kertas. namun tidak dapat larut dalam pelarut nonpolar. Iodium akan memutus ikatan rangkap yang terdapat molekul zat. Selain itu. c) Uji Penyabunan Asam lemak bila bergabung dengan alkali (KOH/NaOH) akan membentuk sabun. Asam lemak utama yang terdapat dalam minyak adalah asam laurat dan asam miristat (merupakan asam lemak dengan bobot molekul rendah dan memiliki bilangan penyabunan yang tinggi). Begitu juga sebaliknya. minyak kelapa juga mengandung asam kaprilat. Pada hasil percobaan. Ikatan tak jenuh yang terdapat dalam margarin lebih banyak daripada ikatan tak jenuh dalam lesitin dan minyak (ikatan tak jenuh dalam margarin > minyak kelapa > lesitin). b) Uji ketidakjenuhan Percobaan ini dilakukan untuk menyatakan adanya ikatan tak jenuh dalam suatu lemak.Umumnya zat yang polar dapat larut dalam pelarut yang bersifat polar. Reaksi yang terjadi adalah reaksi adisi oleh iodium. yang berfungsi sebagai emuglator.

Modul Praktikum Biokimia. http://www. Kesimpulan     Lipid larut dalam pelarut organik yang bersifat nonpolar. Anna dan F. 2009. Proses ini lebih dikenal dengan nama saponifikasi. dengan adanya pemanasan dan penambahan alkali (KOH/NaOH) maka senyawa lemak akan membentuk gliserol dan sabun atau garam asam lemak. dehidrasi akan terjadi dan akrolein aldehid yang terbentuk memiliki karekteristik bau. 25 Juni 2011. “Uji-Karbohidrat”. 2011. Hal ini dikarenakan kedua alkali tersebut merupakan basa kuat. G. Sistiana. nn. Sedangkan untuk jumlah busa paling tinggi terdapat pada minyak. Lemak memiliki ikatan tak jenuh. Daftar Pustaka Poedjiadi. Lesitin menghasilkan busa paling banyak.M. kedua minyak dan yang terakhir margarine. Jakarta: Universitas Indonesia. asam lemak utama yang terdapat dalam minyak adalah asam laurat dan asam miristat (merupakan asam lemak dengan bobot molekul rendah dan memiliki bilangan penyabunan yang tinggi) d) Uji Gliserol Jika gliserol dipanaskan dengan kalium bisulfate. Titin Supriyanti. margarine yang memiliki tingkat ketidakjenuhan paling tinggi. Perbandingan jumlah busa (indikasi terbentuknya sabun) pada penambahan KOH daan penambahan NaOH adalah sama. Tingkat bau paling tinggi pada uji gliserol terdapat pada margarine. Windiaryani.scribd. hal ini dapat disebabkan karena tingkat ketidakjenuhan senyawa lemak tersebut.Pada percobaan ketiga ini diamati pada ketiga bahan uji. dan pada percobaan ini. DASAR-DASAR BIOKOMIA. Asam lemak bila bergabung dengan alkali (KOH/NaOH) dapat membentuk sabun.com/doc/43248666/Laporan-PraktikumBiokimia-Lipid : Rabu. Sukabumi : Universitas Muhammadiyah Sukabumi Lampiran 11 . [ONLINE]. hal ini bisa disebabkan karena margarine memiliki tingkat ketidakjenuhan paling tinggi dibandingan minyak dan lesitin. Dapat dilihat dari data pengamatan bahwa margarin memiliki tingkat bau yang paling tinggi dibandingkan lesitin dan minyak.

kloroform. 2. dan dari penambahan bahan padat. Senyawa mana yang paling cepat menghilangkan warna iodium? Dilihat dari jumlah tetesan lesitin merupakan senyawa yang paling cepat menghilangkan warna iodium. mengapa? Tidak. diudara akan segera bereaksi dengan oksigen menjadi cokelat dalam beberapa menit. dan mayonnaise.Jawaban Pertanyaan : 1. dan batter yang lebih cepat menghilangkan warna iodium. karena lemak hanya dapat larut pada larutan non polar seperti aseton. Sifat apa yang dimiliki lesitin? Lesitin merupakan bahan jernih. sehingga menunjukan adanya ikatan rangkap. 12 . Apakah semua pelarut dapat melarutkan senyawa lemak. etanol dan alkohol mendidih. 4. merupakan bahan pengemulsi untuk triasiligliserol. Apa yang menyebabkan hilangnya warna air iodium pada penambahan larutan lemak pada uji ketidak jenuhan? Adanya halogen-halogen yang terikat oleh ikatan rangkap pada larutan lemak. kue. sangat tidak jenuh . ditemukan pada kuning telor dan sebagai bahan pembuat ice cream. padat berlilin dan sangat higroskopis. margarin. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful