IBU HAMIL DENGAN HEPATITIS

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunianya sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “KEHAMILAN DENGAN HEPATITIS “ , sebagai salah satu tugas mata kuliah Asuhan Kebidanan Patologi (Askeb IV). Pada semester 4 Program Studi D III Kebidanan STIKes Mercubaktijaya Padang. Penyusun makalah ini tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karna itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ibu Devi Syarief, S.Si.T, M.Keb selaku dosen mata kuliah yang telah memberikan tugas penyusunan makalh ini sehingga kami mendapatkan pengetahuan tentang “Kehamilan dengan Hepatitis”. 2. Semua pihak khususnya anggota kelompok yang telah meluangkan waktu dan pikirannya untuk mengerjakan tugas ini. 3. . Serta teman – teman semua yang telah mendukung selesainya makalah ini

Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas segala amal yang telah diberikan dan semoga makalah ini berguna baik bagi penulis maupun pihak yang memanfaatkannya. Penulis menyadari bahwa makalh ini jauh dari sempurna . oleh karna itu saran dari pembaca sangat penulis harapkan dengan demi perbaikan makalah ini.

Padang , 31 Maret 2012

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Hepatitis bermasalah di Indonesia, pertama oleh karena carrier-nya tergolong banyak, Kedua, imunisasi Hepatitis pada bayi (Universal Immunization) di Indonesia baru dimulai beberapa tahun lampau (1996). Hal ketiga, belum semua orang berisiko tinggi kena Hepatitis patuh meminta vaksinasi. Dengan kondisi seperti itu, berarti masyarakat yang telanjur tertular Hepatitis sudah sekian banyak, dan kian tak terkontrol pula. Masih banyak masyarakat kita yang belum tahu, bahwa hubungan seks bebas juga bisa menjadi sumber penularan Hepatitis. Sembarang melacur, lalu seorang suami tanpa disadarinya sebab mungkin tidak tahu, menularkan penyakitnya kepada istrinya, lalu kepada anak-anaknya lewat cemaran cairan tubuh antaranggota keluarga, atau persalinan bayi. Penyakit ini biasanya jarang terjadi pada wanita hamil. Namun, apabila timbul ikterus (gejala kuning) pada kehamilan, maka penyebabnya yang paling sering adalah hepatitis virus. Pada wanita hamil kemungkinan untuk terjangkit hepatitis virus adalah sama dengan wanita tidak hamil pada usia yang sama. Di negara sedang berkembang, wanita hamil lebih mudah terkena hepatitis virus. Hal ini erat hubungannya dengan keadaan nutrisi dan higiene sanitasi yang kurang baik. Hepatitis virus dapat timbul pada ketiga trimester kehamilan dengan angka kejadian yang sama. Menurut sebuah penelitian, 9.5 persen hepatitis virus terjadi pada trimester I, 32 persen terjadi pada trimester II, dan 58.5 persen terjadi pada trimester III.

B. Tujuan 1. Tujuan umum Agar mahasiswa mengetahui dan mampu melakukan penapisan pada bumil khususnya Kehamilan dengan Hepatitis. 2. Tujuan khusus  agar mengetahui pengertian dan macam – macam penyakit dalam kehamilan, khususnya pada kasus ibu hamil dengan hepatitis  agar dapat melakukan manajemen pengkajian data  agar dapat melakukan diagnosis dari pengkajian data

C.

Metode Penulisan

dengan kemajuan pengobatan saat ini. asam ursodeoxychalic dapat mengurangi kerusakan hati. Data yang menunjukkan bahwa bayi yang terinfeksi VHB sebelum usia 1 tahun mempumyai resiko kronisitas sampai 90 %. ialah : Acute fatty liver of pregnancy (Obstetric acute yellow-atrophy). D. Istilah “hepatitis” dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Infeksi hepatitis virus pada kehamilan tidak berhubungan langsung dengan peristiwa kehamilan.obatan.Metode ini menggunakan metode study pustaka yaitu berasal dari bahan – bahan atau buku – buku yang erat hubungannya dengan tugas ini. Hepatitis virus sering menimbulakan jaundice pada kehamilan. bisa kronik (hepatitis B dan C) dan bisa juga kemudian menjadi kanker hati (hepatitis B dan C). (Ensiklopedi) Hepatitis B kronik adalah suatu penyakit infeksi ditandai oleh peradangan hati berlanjut. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis. Penyebabnya berbagai macam. DEFENISI Hepatitis atau radang hati. bahkan bila terjadi infeksi pada anak usia di atas 5 tahun. terutama pada anak yang mendapat infeksi perinatal. C. Pada wanita hamil kemungkinan untuk terjangkit hepatitis virus adalah sama dengan wanita tidak hamil pada umur yang sama. namun tetap memerlukan penanganan khusus. hepatitis B. yaitu lebih dari 6 bulan. baik akut maupun kronik. Infeksi VHB pada masa anak – anak mempunyai resiko menjadi kronis. Kelainan hepar yang mempunyai hubungan langsung dengan peristiwa kehamilan. satu jenis penyakit hati yang paling sering dijumpai di antara penyakit – panyakit lain yang menyerang hati. hanya beresiko 5 – 10 tahun untuk terjadinya kronisitas. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut (hepatitis A). F dan G. E. mulai dari virus sampai dengan obat . Penyakit ini terutama disebabkan oleh virus dan ditandai oleh perubahan warna kulit dan bagian putih mata (sclera) menjadi kekuningan. yang bersal dari cairan empedu. Warna air kencing penderita pun menjadi kuning atau bahkan kecoklatan seperti air teh. sedangkan bila infeksi VHB terjadi pada usia antara 2 – 5 tahun resikonya menjadi 50 %. . Warna kuning tersebut timbul karena adanya pengendapan pigmen bilirubin. hepatitis A. lebih lama dari masa penyembuhan infeksi hepatitis akut. mengingat penyulit-penyulit yang mungkin timbul baik untuk ibu maupun janin. BAB II PEMBAHASAN A.

v virus hepatitis E atau VHE. 2. Non virus . Ikterus yang disebabkan oleh kehamilan berupa . dan kolestasis intrhepatik. Para ahli pun masih memperdebatkan apakah hepatitis F merupakan jenis hepatitis tersendiri atau tidak. Hepatitis F. hepatitis D. hepatitis A. Sedangkan ikterus yang tejadi bersamaan dengan suatu kehamilan. hepatitis C. Nama-nama virus penyebab hepatitis yang saat ini telah dikenali adalah: v virus hepatitis A atau VHA v virus hepatitis B atau VHB v virus hepatitis C atau VHC. Pada prinsipnya penyebab hepatitis terbagi atas infeksi dan bukan infeksi. batu empedu. Di antara ketujuh jenis hepatitis tersebut. v virus hepatitis D atau VHD. perlemakan hati akut. Infeksi virus . hepatitis B. Ikterus merupakan salah satu gajala klinis pada wanita hamil denga hepatitis. Komplikasi dari penyakit lain. Penyakit autoimun.hepatitis G. penggunaan . Sedangkan kasus hepatitis F masih jarang ditemukan. Penyebab-penyebab tersebut antara lain : 1. Hepatitis E. toksemia. Obat-obatan kimia atau zat kimia. hepatitis A. ETIOLOGI Penyebab hepatitis bermacam-macam. hepatitis virus.Common hepatic viral pathogent in pregnancy B. Alkohol. Sedangkan penyakit hepatitis yang ditimbulkannya disebut sesuai dengan nama virusnya. namun adapun ikterus dalam kehamilan sebenarnya disebabkan oleh beberapa keadaan. v virus hepatitis F atau VHF v virus hepatitis G atau VHG. B dan C merupakan jenis hepatitis terbanyak yang sering dijumpai.

4. C. anoreksia. Gejala dan tanda penyakit hepatitis-B adalah sebagai berikut : 1. menye-babkan penderita mudah jatuh dalam acute . 8. mata kunng. dibandingkan dengan penderita tidakhamil. Ikterus dapat timbul pada satu dari 1500 kehamilan. 6. sedangkan splenomegali hanya ditemukan pada 20-25% penderita. PENGARUH HEPATITIS VIRUS PADA KEHAMILAN DAN JANIN Bila hepatitis virus terjadi pada trimester I atau permulaan trimeseter II maka gejala-gejala nya akan sama dengan gejalahepatitis virus pada wanita tidak hamil. 3. 2. Hepatitis virus yang terjadi pada trimester III. Pada trimester III. 5. Pada pemeriksaan fisik dapat dijumpai ikterus dan hepatomegali. demam ringan.21% oleh karna kolestatis intahepatik.obat-obatan hepatotoksik. 41% diantaranya adalah hepatitis virus. dan sirosis hepatis. maka penyebabnya yang paling tering adalah hepatitis virus. Selera makan hilang Rasa tidak enak di perut Mual sampai muntah Demam tidak tinggi Kadang-kadang disertai nyeri sendi Nyeri dan bengkak pada perut sisi kanan atas (lokasi hati) Bagian putih pada mata (sklera) tampak kuning Kulit seluruh tubuh tampak kuning Air seni berwarna coklat seperti air teh D. namun penderita hendaknya tetap dirawat di rumah sakit. dan kurang dari 6% oleh karna obtruksi saluran empedu di luar hati. 7. akan menimbulkan gejala-gejala yang lebih berat dan penderita umumnya me-nunjukkan gejala-gejala fulminant. Pada fase inilah acute hepatic necrosis sering terjadi. adanya defisiensi faktor lipo tropikdisertai kebutuhan janin yang meningkat akan nutrisi. muntah. GEJALA KLINIK Penyakit hati bisanya jarang terjadi pada wanita hami. Meskipun gejala-gejala yang timbul relatip lebih ringan dibanding dengan gejala-gejala yang timbul pada trimester III. Penyakit hepatitis biasanya memberikan keluhan mual. namun apabila timbul ikterus pada kehamiln. dengan menimbulkan mortalitasIbu yang sangat tinggi.

bahwa berat ringan gejala hepatitis virus pada kehamilan sangat tergantung darikeadaan gizi Ibu hamil.telah diselidiki oleh ADAM. bila sudah terjadi gejala-gejala hepatitisvirus yang fulminant.Ibu hamil yang menderita hepatitis virus B dengan gejala-gejala . 3. pada masa laktasi. Baik virus A maupun virus B dapat menembus placenta. yaitu : 1.menyebabkan infeksi hepatitis virus pada kehamilan memberi gejala-gejala yang jauh lebih berat. Jenis virus yang lebih banyak dilaporkan dapat menembusplacenta. Hal ini membuktikan. Kelainan yang ditemukan pada hepar janin. Perubahan-perubahan yang lanjut pada heparini. Penularan virusini pada janin. Meskipun pada Ibu-Ibu yang mengalami hepatitis virus padawaktu hamil. ialah ditemukannya hepatitis antigen dalam tubuh janin in utero atau pada janin barulahir. atau janin mati pada periode neonatal. hanya mungkin terjadi bila infeksi sudah mulai terjadi sejak janin dalam rahim. sehingga pada kehamilan mudah terjadi DIC(Disseminated Intra Vascular Coagulation). Beberapa bukti. 2. Selain itu telah dilakukan pula autopsy pada janin-janin yang mati pada periode neonatal akibat infeksi hepatitisvirus. Dalam penelitianini terbukti bahwa DIC tidak berperan dalam meningkatkanberatnya hepatitis virus pada kehamilan. yaitu dengan ke-naikan faktor-faktor pembekuan dan penurunan aktivitasfibrinolitik. Angka tertinggididapatkan. mulai dari nekrosis sel-sel hepar sampai suatubentuk cirrhosis. tergantung dari tenggang waktu antara timbulnya infeksi pada Ibu dengan saat persalinan. bahwa virus hepatitis dapat menembus placenta. 4. dapat terjadi dengan beberapa cara. Penyelidik lain juga menyimpulkan. baik in utero maupun segera setelah lahir.Angka kejadian penularan virus hepatitis dari Ibu ke janinatau bayinya.Tetapi sebaliknya. bahwa penyebaran virus hepatitis dari Ibu ke janin dapat terjadi secarahematogen. ditambah pula me-ningkatnya kebutuhan protein untuk pertumbuhan janin.Hepatitis virus pada kehamilan dapat ditularkan kepada ja-nin. Melewati placenta Kontaminasi dengan darah dan tinja Ibu pada waktu persalinan Kontak langsung bayi baru lahir dengan Ibunya Melewati Air Susu Ibu. namun hal ini tidak berarti bahwa bayi yang baru lahir tidak mengandung virus tersebut. lebih banyak terpusat pada lobus kiri. Hasil autopsy menunjukkan adanya perubahan-perubahan pada hepar. sehingga terjadi hepatitis virus in utero dengan akibat janin lahir mati. barulah DIC mempunyai arti.Pengaruh kehamilan terhadap berat ringannya hepatitis virus.hepatic necrosisTampaknya keadaan gizi ibu hamil sangat menentukan prognose. yaitu dengan cara mencari hubungan antara perubahan-perubahan koagulasi pada kehamilan dengan beratnya gejala-gejala hepatitis virus. tidak memberi gejala-gejala icterus pada bayi-nya yang baru lahir. Diketahuibahwa pada wanita hamil. bila infeksi hepatitis virus terjadi pada kehamilantrimester III. ialah virus type B. Gizi buruk khususnya defisiensi protein. secara fisiologik terjadi perubahan-perubahan dalam proses pembekuan darah.

namun dilaporkan bahwa kelahiran prematur terjadi pada 66% kehamilan yang disertai hepatitisvirus B. dengan syarat setelah 6 bulan tersebut semua gejala dan pemeriksaan laboratorium telah kembali normal. bahwa Ibu hamil yang mengalami hepatitis virus B. belum jelas pengaruh nya terhadap kelangsungan kehamilan. Untuk kehamilan berikutnya hendaknya diberi jarak sekurang-kurangnya enam bulan setelah persalinan. Penderita harus tirah baring di rumah sakit sampai gejala icterus hilang dan bilirubin dalam serum menjadi normal. PENGOBATAN Pengobatan infeksi hepatitis virus pada kehamilan tidak berbeda dengan wanita tidak hamil. Adanya icterus pada Ibu hamil tidak akan menimbulkan kerena icterus pada janin. Bila penularan hepatitis virus pada janin terjadi pada waktu persalinan maka gejala-gejalanya baru akan nampak dua sampai tiga bulan kemudian. Setelah persalinan. Pada pemeriksaan placenta.Pemakaian obat-obatan hepatotoxic hendaknya dihindari.Kortison baru diberikan bila terjadi penyulit. Gamma globulin ternyatatidak efektif untuk mencegah hepatitis virus B. Perlu diingatpada hepatitis virus yang aktip dan cukup berat. F. Bila terjadi penularan virus B in utero. dengan gejala yang jelas. karena menurun-nya kadar vitamin K. tidak dijumpai perubahan-perubahan yang menyolok. sedang pada Ibu-lbu hamil yang hanya sebagai carrier Hepatitis Virus B antigen. hanya ditemukan bercak-bercak bilirubin. Makanan diberikan dengan sedikit mengandung lemak tetapitinggi protein dan karbohydrat. mempunyai risiko untuk terjadi perdarahan post-partum. PENCEGAHAN Semua Ibu hamil yang mengalami kontak langsung dengan penderita hepatitis virus A hendaknya diberi immuno globulinsejumlah 0.1 cc/kg. maka keadaan ini tidak memberikan kekebalan pada janin dengan kehamilan berikutnya. pada penderita hendaknya tetap dilakukan pemeriksaan laboratorium dalam waktu dua bulan. bahwa hepatitisvirus pada Ibu hamil dapat menimbulkan kelainan congenital pada janinnya. Sampai sekarang belum dapat dibuktikan. Dilaporkan. berat badan.klinik yang jelas. akan menimbulkan penularan pada janinnya jauh lebih besar dibandingkan dengan Ibu-Ibu hamil yanghanya merupakan carrier tanpa gejala klinik. empat bulan dan enam bulan kemudian. E. Meskipun hepatitis virus. 48% dari bayinya terjangkit hepatitis. dari kehamilan yang disertai hepatitis virus. Janin baru lahir hendaknya tetap diikuti sampai periode post natal dengan dilakukan pemeriksaantransaminase serum dan pemeriksaan . Icterus terjadi akibat adanya unconjugated bilirubin yang melewati placenta dari Ibu-Ibu hamil yang mengalami hemolitik jaundice. Gizi Ibu hamil hendaknya dipertahankan seoptimal mungkin. karena gizi yang buruk mempermudah penularan hepatitis virus. hanya 5% dari bayinya mengalami virus B antigenemia.

yang perlu dilakukan ialah pada ibu hamil yang HBsAg positif bayinya perlu dilindungi dengan segera sesudah lahir sedapat mungkin dalam waktu dua jam bayi diberi suntikan HBSIG dan langsung divaksinasi dengan vaksin hepatitis B . interferon beta interferon gamma. Efek antivirus yang paling baik diberikan oleh interferon alfa. parasit. Interferon alfa digunakan untuk melawan virus hepatitis B dan virus hepatitis C. Satu-satunya yang dilarang adalah makanan maupun minuman beralkohol. karena disamakan dengna kandung empedu. Selain itu pada kasus seperti ini para dokter dan tenaga medis harus diberi vaksin juga. Diet Tidak ada larangan spesifik terhadap makanan tertentu bagi penderita penyakit hepatitis. Pada awal periode simptomatik dianjurkan : 1. Prinsipnya ialah suportif dan pemantauan gejala penyakit. tidak nafsu makan atau muntah – muntah. 3. Sebaiknya semua makanan yang dikonsumsi pasien mengandung cukup kalori dan protein. Ada tiga jenis interferon yang memiliki efek antivirus yaitu : · · · interferon alfa. Istirahat mutlak tidak terbukti dapat mempercepat penyembuhan. Interferon . diberikan makanan yang cukup kalori (30 – 35 kalori / kg BB) dengan protein cukup (1 g / kg BB). Kecuali pada mereka dengan umur tua dan keadaan umum yang buruk 2. Jika sudah tidak mual lagi. Janin baru lahir tidak perlu diberi pengobatankhusus bila tidak mengalami penyulit-penyulit lain. Pengelolaan secara konservatif adalah terapi pilihan untuk penderita hepatitis virus dalam kehamilan.hepatitis virus antigensecara periodik. Dulu ada kecenderungan untuk membatasi lemak. Vaksin ini diulangi lagi sampai 3 kali dengan interval satu bulan atau sesuai dengan skema vaksin yang digunakan. Interferon alfa bekerja hampir pada setiap tahapan replikasi virus dalam sel inang. Pemberian HBIG hanya pada ibu yang selain HBsAg pasitif. atau sel kanker. Medikamentosa : a. bakteri. Pemberian lemak seharusnya tidak perlu dibatasi. Interferon adalah protein alami yang disintesis oleh sel-sel sistem imun tubuh sebagai respon terhadap adanya virus. sebaiknya diberikan infus. Tirah baring pada periode akut dan keadaan lemah diharuskan cukup istirahat. jika pasien mual. HBe nya juga positif. Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit hepatitis virus.

sirosis dan kanker hati. Efek samping yang berbahya lainnya adalah radang pankreas. Setelah beberapa jam. Efek samping dari pemberian interferon diantaranya adalah : · · · · · rasa seperti gejala flu demam mengigil nyeri kepala nyeri otot dan sendi. Namun umumnya efek samping . muntah nyeri otot nyeri sendi sakit kepala demam. Efek samping yang mungkin muncul dari pemberian lamivudin antara lain: · · · · · · · · rasa lemah mudah lelah gangguan saluran pencernaan mual. gejala dari efek samping tersebut mereda dan hilang. Pemberian lamivudin dapat meredakan peradangan hati. Terapi lamivudin untuk jangka panjang menunjukkan menurunnya resiko fibrosis. dan pembesaran hati. meningkatnya kadar asam laktat. Efek samping interferon timbul beberapa jam setelah injeksi diberikan. Lamivudin diberikan pada penderita hepatitis B kronis dengan replikasi virus aktif dan peradangan hati. Efek samping jangka panjang yang dapat timbul adalah gangguan pembentukan sel darah yaitu menurunnya jumlah sel granulosit (granulositopenia) dan menurunnya jumlah trombosit (trombositopenia). serta kemerahan. Lamivudin : Lamivudin adalah antivirus jenis nukleotida yang menghambat enzim reverse transcriptase yang dibutuhkan dalam pembentukan DNA. mengantuk bahkan rasa bingung. b. menormalkan kadar enzim ALT dan mengurangi jumlah virus hepatitis B pada penderita. Namun lamivudin memiliki kelemahan yang cukup vital yaitu dapat menimbulkan resistensi virus.diberikan melalui suntikan.

. radang tenggorokan. Kelebihan entecavir adalah jarang menimbulkan resistensi virus setelah terapi jangka panjang. Selain itu terdapat juga gangguan pada saluran pencernaan seperti mual atau diare. Gangguan fungsi ginjal juga dapat terjadi pada dosis berlebih. Sedangkan efek samping yang dapat ditimbulkannya adalah : · · · · · · nyeri kepala pusing mengantuk diare mual nyeri pada ulu hati dan insomnia e. Kelebihan adepovir dipivoksil dibandingkan dengan lamivudin adalah jarang menimbulkan resistensi virus. Terapi telbivudin diberikan pada pasien hepatitis B dengan replikasi virus dan peradangan hati yang aktif. batuk dan peningkatan kadar alanin aminotransfrase. Terapi lamivudin ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil. Efek samping dari terapi telbivudin antara lain : · · mudah lelah sakit kepala . Adepovir dipivoksil : Adepovir dipivoksil berfungsi sebagai penghenti proses penggandaan untai DNA (DNA chain terminator). Telbivudin : Telbivudin adalah jenis antivirus yang relatif baru. Efek samping yang ditimbulkan adepovir dipivoksil antara lain: · · · nyeri pada otot punggung persendian dan kepala. c. Entecavir : Entecavir berfungsi untuk menghambat enzim polymerase yang dibutuhkan dalam sintesis DNA virus. d. gejala flu. meningkatkan jumlah sel yang berperan dalam sistem imun (sel NK) dan merangsang produksi interferon dalam tubuh. Meski belum didukung data yang cukup bahwa telbivudin aman bagi ibu hamil. sebaiknya terapi telbivudin tidak diberikan pada ibu hamil mupun menyusui.tersebut dapat ditolerir oleh pasien. Telbivudin berfungsi menghambat enzim DNA polymerase yang membantu proses pencetakan material genetic (DNA) virus saat bereplikasi.

bila SGPT/SGOT tinggi. Bila pasien dalam keadaan prekoma atau koma. diagnosis HBV dilakukan dengan tes darah. PEMERIKSAAN LABORATORIUM Pemeriksaan laboratorum akan didapatkan gambaran kerusakan parenkin hati. penagannn seperti pada koma hepatik. dan masing-masing kombinasi mempunyai artinya sendiri. PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI . Sebetulnya ada dua tipe antibodi anti-HBc yang dibuat: antibodi IgM dan antibodi IgG. HBV – Diagnosis dan tes lain.Tes darah yang dipakai untuk diagnosis infeksi HBV dapat membingungkan. karena ada berbagai kombinasi antigen dan antibodi yang berbeda. dan rasa malas. demikian pula transaminase serum. Tes ini jauh lebih rumit daripada tes HIV: tes HBV mencari antigen (pecahan virus hepatitis B) tertentu dan antibodi (yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh sebagai reaksi terhadap HBV). H.· · · · · pusing batuk diare mual nyeri otot. Vitamin K dapat diberikan pada kasus dengan kecenderungan pendarahan. Tes darah awal untuk diagnosis infeksi HBV mencari satu antigen – HbsAg (antigen permukaan. Tes darah yang dipakai untuk diagnosis infeksi HBV. G. Bilirubin serum meningkat. Berikut adalah arti dari kombinasi yang mungkin terjadi : Table 2. HBV). atau core. hepatitis B) dan dua antibodi – anti-HBs (antibodi terhadap antigen permukaan HBV) dan anti-HBc (antibodi terhadap antigen bagian inti. atau surface.

tes darah tidak dapat memberikan semua informasi tentang keadaan hati seseorang.000 kopi) dan tingkat enzim hati yang tinggi. 1999:23) v Alamat Ditanyakan untuk maksud mempermudah hubungan bila diperlukan bila keadaan mendesak. Dengan diketahuinya alamat tersebut. infiltrasi sel radang disegitiga portal. v Umur Perlu ditanyakan untuk mengetahui pengaruh umur terhadap permasalahan kesehatan pasien/klien. tingkat kerusakan.Sayangnya. 1984 : 84). sedangkan kerang karetikulin masih baik. dan bila ada. Untuk ini. DATA SUBJEKTIF A. dikenal bahwa usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun. Mengukur viral load HBV.I. Dalam kurun waktu reproduksi sehat. dibutuhkan biopsi hati. BIODATA PASIEN v Nama Perlu ditanyakan agar tidak keliru bila ada kesamaan nama dengan klien (Christian . bidan dapat . Biopsi hati hanya diusulkan untuk pasien dengan viral load HBV yang tinggi (di atas 100. PENGUMPULAN DATA (PENGKAJIAN) 1. BAB III MANAJEMEN KEBIDANAN VARNEY PADA KEHAMILAN I. (Sarwono. dan AFP dalam darah tidak dapat menentukan apakah ada kerusakan.Pemeriksaan histopatologi menunjukkan nekrosis sel hati sentribuler. tingkat enzim hati.

(Christina . v Pekerjaan Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruh pekerjaan terhadap permasalahan kesehatan pasien/klien. bidan dapat mengetahui bagaimana taraf hidup dan sosial ekonominya agar nasehat bidan sesuai. akan memudahkan bidan melakukan pendekatan di dalam melaksanakan asuhan kebidanan. sehingga ibu datang kemari?” . (Cristina I. 1989:85) v Agama Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruhnya terhadap kebiasaan kesehatan pasien/klien. Dengan tujuan untuk memudahkan menghubungi keluarganya. akan memudahkan bidan melakukan pendekatan di dalam melaksanakan asuhan kebidanan. v Status Perkawinan Pertanyaan ini dilakukan untuk mengetahui kemungkinan pengaruh status perkawinan terhadap masalah kesehatan. untuk dijadikan petunjuk saat kunjungan rumah. Bila diperlukan ditanyakan tentang perkawinan keberapa kalinya. Untuk mengetahui keluhan utama tersebut pertanyaan yang diajukan oleh bidan adalah sebagai berikut: “Apa yang ibu rasakan. Tingkat pendidikan mempengaruhi sikap perilaku kesehatan seseorang. 1984 : 84). menjaga kemungkinan bila ada nama ibu yang sama. v Pendidikan Ditanyakan untuk mengetahui tingkat intelektualnya. B. mungkin yang dihisap akan berpengaruh pada janin. juga mengetahui apakah pekerjaan mengganggu atau tidak.I. Dengan mengetahui pekerjaan pasien/klien. misalnya bekerja di pabrik rokok. v Suku/Ras Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruhnya terhadap kebiasaan kesehatan pasien/klien. RIWAYAT PASIEN (KELUHAN UTAMA) Ditanyakan untuk mengetahui perihal yang mendorong pasien/klien datang kepada bidan.mengetahui tempat tinggal pasien/klien dan lingkungannya. Dengan diketahuinya agama pasien/klien. Dengan diketahuinya suku/ras pasien/klien.

Sebagai acuan biasanya digunakan criteria banyak. v Volume Data ini menjelaskan seberapa banyak darah menstruasi yang dikeluarkan. Kadang kita akan kesulitan untuk mendapatkan data yang valid. RIWAYAT MENSTRUASI Untuk mengetahui gambaran tentang keadaan dasar dari organ reproduksi pasien/klien. sedang. dalam hitungan hari. v Menarche Untuk mengetahui usia pertama kalinya mengalami menstruasi. namun kita dapat kaji lebih dalam lagi . v Siklus Menstruasi Untuk mengetahui jarak antara menstruasi yang dialami dengan menstruasi berikutnya. Jawaban yang diberikan oleh pasien biasanya bersifat subjektif.Setelah pasien menjawab pertanyaan yang diajukan diatas maka pertanyaan selanjutnya adalah sebagai berikut : v Sejak kapan timbulnya gangguan dirasakan? v Ceritakan secara kronologis timbulnya gangguan tersebut? v Apakah gangguan tersebut hilang timbul? Bagaimana frekuensinya? v Dimana letak rasa sakit yang dirasakan? Bagaimana intensitas dan tingkat perawatannya? v Apakah ada keluhan lain? v Apakah gangguan tersebutmenghalangi kegiatan sehari-hari? v Apa yang telah dilakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan tersebut? Apakah efektif? C. sedikit. Biasanya sekitar 23 sampai 32 hari.

misalnya nyeri hebat.dengan beberapa pertanyaan pendukung. Dismenorhea ditandai oleh nyeri mirip kram yang terasa pada abdomen bagian bawah dan kadang-kadang oleh sakit kepala. v Keteraturan Menstruasi Untuk mengetahui jarak normal keteraturan menstruasi biasanya 23 sampai 32 hari. . depresi mental. Trichomonasvaginalis menyebabkan flour yang putih berbau. atau jumlah darah yang banyak. keadaan tidak enak badan serta perasaan lelah. sedangkan candida albicans menyebabkan flour dengan gumpalan putih atau kuning dan menyebabkan gatal yang sangat. keadaan mudah tersinggung. Apabila terjadi ketidak teraturan menstruasi pada pasien dapat segera dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui factor-faktor penyebabnya. v Keluhan Beberapa wanita menyampaikan keluhan yang dirasakan ketika mengalami menstruasi. sakit kepala sampai pingsan. v Fluor albus Untuk mengetahui pada umumnya adanya cairan di dalam vagina bertambah dalam kehamilan tanpa sebab-sebab yang patologis dan sering menimbulkan keluhan. Keluhan yang disampaikan oleh pasien dapat menunjuk kepada diagnosis tertentu. v Menstruasi yang Terakhir Untuk mengetahui prediksi waktu mengenai kapan menstruasi yang akan datang v Dismenorhea Untuk mengetahui ketika haid terjadi nyeri atau sulit. misalnya sampai berapa kali mengganti pembalut dalam sehari. Ganococcus menyebabkan flour seperti nanah.

Mencakup : v Jumlah Kehamilan dan kelahiran: G (gravida).v Gangguan sewaktu Menstruasi Untuk mengetahui gangguan apa saja yang dirasakan ketika mengalami menstruasi. RIWAYAT PERKAWINAN Perlu ditanyakan untuk mengetahui pengaruh riwayat perkawinan terhadap permasalahan kesehatan pasien/klien. . atau keadaan mudak tersinggung (emosional meningkat).misalnya nyeri hebat. (Sulaiman. Kalau orang hamil sudah lama kawin.. Hal-hal yang perlu ditanyakan kepada pasien/klien mengenai riwayat perkawinannya adalah : Kawin : …………………. D. Berapa kali kawin dan berapa lamanya untuk membantu menentukan bagaimana keadaan alat kelamin ibu. 1983:155). Gangguan yang dialami pasien dapat menunjuk kepada diagnosis tertentu. nilai anak tentu besar sekali dan ini harus diperhitungkan dalam pimpinan persalinan (anak mahal).kali Usia Kawin Pertama ………………………tahun Status Perkawinan Lama Pernikahan E. A (abortus).sakit kepala sampai pingsan. H (hidup) Data ini digunakan untuk mengetahui riwayat kehamilan dan kelahiran pasien. Pertanyaan ini mempengaruhi prognosa persalinan dan persiapan persalinan yang lampau adalah hasil ujian-ujian dari segala faktor yang mempengaruhi persalinan. RIWAYAT KEHAMILAN DAN PERSALINAN Untuk mengetahui adanya masalah-masalah persalinan kehamilan dan nifas yang lalu. P (para).

feloris). plasenta previa kemungkinan dapat terjadi atau timbul pada persalinan sekarang. Jika persalinan dahulu terdapat penyulit seperti perdarahan. Kejadian ini terjadi pada berat badan bayi lebih dari 4. jika terdapat penyulit diupayakan pencegahannya dan penanggulangannya. hal ini dilakukan untuk sumber informasi jika ketika kehamilan atau persalinan mengalami pendarahan penanganan penggantian darah yang keluar melalui transfusi darah lebih cepat dilakukan. solusio plasenta. F.500 gram. sectio saesaria. G. tempat melahirkan. v Kelainan Bawaan Bayi Untuk dapat segera melakukan tindakan preventif pada bayi agar tidak memperparah kondisi. melihat kemungkinan yang dapat terjadi pada ibu hamil saat persalinan sekarang dan mengupayakan pencegahannya dan penanggulangannya. lamanya melahirkan. cara melahirkan. v Status Bayi yang Dilahirkan: hidup atau mati . RIWAYAT NIFAS Untuk mengetahui adakah penyakit atau kelainan pada masa nifas yang lalu (perdarahan. v Jenis Kelamin Bayi Untuk mengetahui jenis kelamin bayi sebagai dokumentasi. Dengan mengetahui riwayat persalinan.v Golongan Darah Data ini menjelaskan golongan darah pasien. RIWAYAT KELAHIRAN ANAK v Berat bayi sewaktu Lahir Untuk mengetahui kondisi bayi apakah sehat atau mengalami trauma lahir dimana hal ini terjadi karena trauma pada bayi akibat tekanan mekanik (seperti kompresi dan traksi) selama preses persalianan. v Masalah atau gangguan kesehatan yang timbul sewaktu hamil dan melahirkan Untuk mengetahui masalah atau gangguan kesehatan yang timbul sewaktu hamil dan melahirkan. v Riwayat persalinan Mencakup jarak antara dua kelahiran.

RIWAYAT GINEKOLOGI Data ini sangat penting karena akan memberikan petunjuk tentang organ reproduksi pasien. perdarahan pervaginam. operasi ginekologi. 1999).o Bila bayi hidup. I. RIWAYAT KEHAMILAN SEKARANG Mencakup waktu mendapat haid terakhir. J. penyakit kelamin. Jika didapatkan adanya salah satu atau beberapa riwayat gangguan kesehatan alat reproduksi. tumor atau kanker sistem reproduksi. pemakaian obat-obatan/jamu. masalah kelainan pada kehamilan sekarang. RIWAYAT PENYAKIT . serta keluhan selama memakai alat kontrasepsi. lamanya menggunakan alat kontrasepsi. Mencakup: infertilitas. maka harus waspada akan adanya kemungkinan gangguan kesehatan alat reproduksi pada masa postpartum. fluor. RIWAYAT KELUARGA BERENCANA Untuk mengetahui apakah ada efek samping setelah penggunaan kontrasepsi. siklus haid. alasan pemakaian serta pemberhentian kontrasepsi (bila tidak memakai lagi). K. bagaimana keadaannya sekarang o Bila meninggal. mual/muntah. apa penyebab kematiannya H. (Depdikbud. Anamnesa haid serta siklusnya dapat diperhitungkan tanggal persalinan serta memantau perkembangan kehamilannya serta dengan anamnesa ini dapat diketahui dengan segera adanya kelainan / masalah dalam kehamilan dan dapat ditangani dengan segera.

kelainan dibawa lahir. Informasi ini penting untuk melihat kemungkinan yang dapat terjadi pada ibu hamil dan mengupayakan pencegahannya dan penanggulangannya. KEADAAN SOSIAL BUDAYA Untuk mengetahui keadaan psikososial pasien atau klien perlu ditanyakan antara lain : v Jumlah anggota keluarga . Penyakit keluarga yang perlu ditanyakan mencakup penyakit kanker. epilepsy. o Ibu menderita hepatitis kemungkinan besar bayi akan tertular melalui ASI. o Ibu dengan riwayat DM mempunyai pengaruh terhadap persalinannya dan bayi bisa cacat bawaan. Informasi ini penting untuk melihat kemungkinan yang dapat terjadi pada ibu hamil dan mengupayakan pencegahan dan penanggulangannya. apakah sudah dilakukan tindakan pada penyakit tersebut. GAMBARAN PENYAKIT YANG LALU Setelah mengetahui riwayat penyakit pasien/klien. penyakit yang menyebabkan kematian bagi bapak atau ibu yang telah meninggal. penyakit darah.Untuk mengetahui riwayat penyakit yang pernah diderita pasien/klien. dll. N. misal: o Ibu hamil dengan riwayat penyakit hipertensi perlu ditentukan pimpinan persalinan dan kemungkinan bisa menyebabkan transient hipertension. alergi. 1999:401) L. TBC. jantung. 1993:65). (Sarwono. ginjal. jiwa. bidan perlu mengetahui gambaran mengenai riwayat penyakit pasien/klien. (Depkes RI. diabetes. M. hipertensi. o Ibu hamil dengan riwayat penyakit TBC akut kemungkinan bisa menyebabkan kuman saat persalinan dan bisa menular pada bayi. janin besar. kehamilan kembar atau lebih. misal apakah penyakit tersebut parah/tidak. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Data ini diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh penyakit keluarga terhadap gangguan kesehatan ibu dan janinnya.

berbicara. Pasien/klien yang gemuk atau kurus memberikan kemungkinan lebih mudah mengidap penyakit.v Dukungan materiil dan moril yang didapat dari keluarga v Kebiasaan-kebiasaan yang menguntungkan kesehatan v Kebiasaan yang merugikan kesehatan. Tekanan Darah. tinggi atau pendek. posisi anggota badan. sesak. dan sebagainya. tekanan darah dan denyut nadi dilakukan sebab perbedaan suhu. PEMERIKSAAN UMUM v Pengukuran Temperatur. menggigil. 2. B. v Gerakan tubuh Untuk mengetahui cara berjalan. tekanan (tensi) darah dan denyut nadi dari normal akan menunjukkan adanya gangguan kesehatan dalam tubuh pasien. perut tampak lebih besar atau tidak daan sebagainya. terutama mengenai derajat kegemukannya. v Postur tubuh Untuk mengetahui perubahan pada tubuh seperti gemuk atau kurus. duduk. v Berat dan Tinggi Badan Tujuan pengukuran berat dan tinggi badan adalah untuk memeastikan kesan umum terhadap tubuh pasien/klien. DATA OBJEKTIF Untuk mengetahui keadaan setiap bagian tubuh dan pengaruhnya terhadap kehamilan untuk diupayakan pencegahan dan penanggulangannya. dan Denyut Nadi Pengukuran temperature. dan tinggi badan dalam ukuran sentimeter (cm). Barat badan dicatat dalam ukuran kilogram. lemah. berdiri. PEMERIKSAAN KHUSUS v Pemeriksaan Kulit o Observasi : warna dan parut bekas luka. A. .

ada atau tidaknya struma/kelenjar gondok. sedih. bentuk. infeksi pada kepala. ketakutan. dan sebagainya pada ibu hamil o Palpasi : kelembaban dan turgor v Kepala dan leher Di dalam pemeriksaan kepala dan leher dapat dilakukan melalui: v Rambut Untuk mengetahui keadaan rambut seperti hitam. lebat. Palpasi bila tampak benjolan untuk mengetahui besar. benjolan.v Ekspresi wajah Untuk mengetahui ekspresi gembira. pucat. v Mata Untuk mengetahui apakah terjadi anemia atau tidak pada conjungtiva v Telinga Untuk mengetahui ada atau tidak serumen di telinga v Hidung Untuk mengetahui ada atau tidak polip atau secret v Muka Untuk mengetahui ada atau tidak chloasma gravida dan ada icterus atau tidak pada sklera v Mulut Untuk mengetahui apakah adanya pembesaran tonsil atau karies gigi v Gigi Untuk mengetahui keadaan konstruksi gigi apakah terjadi kekeroposan atau tidak dimana hal inimenjdi indikasi adanya kekurangan kalsium atau tidak v Leher Untuk mengetahui ada atau tidak pembesaran kelenjar getah bening. kesakitan. tidak berketombe v Tempurung Kepala Untuk observasi bentuk. ketuaan. tidak bau. dan ada atau tidak pembesaran vena jogularis v Dada dan Aksilla . kekenyalan dan mobilitasnya.

cekungan perut. fluor albus (warna dan baunya) .Dinding Thoraks Observasi bentuk thoraks.Untuk mengamati gerak uterus (his). Pemerikasaan Leopold dengan mempalpasi abdomen dapat menentukan letak janin di dalam uterus. minora. lama. v Genitourinaria Kebersihan o Genetalia eksterna : observasi labia mayora. + kekuatan. o Bawah : bentuk. relaksasi) v Ekstremitas o Atas : gangguan atau kelainan. v Auskultasi Dilakukan untuk mengetahui bunyi jantung anak (punctum maximum. rasa sakit (oleh karena adanya infeksi) v Aksilla Observasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya benjola. apakah kiphosis atau tidak. v Palpasi Untuk mengetahui tinggi fundus uteri yang erat kaitannya dengan umur kehamilan. ukuran panggul luar. varises Observasi dilakukan untuk mangetahui ada tidaknya kelainan seperti varises dan udema. v Pemeriksaan Tulang Punggung Untuk mengetahui bentuk tulang punggung. Palpasi dilakukan untuk menentukan derajat varises atau udema. Palpasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya rasa sakit dan tumor. tes Osborn. v Abdomen Observasi dinding abdomen. dan warna kulit dan putting susu. udema. misal apakah lordosis atau tidak. Palpasi dilakukan untuk mengatahui ada tidaknya benjolan. misal untuk mengetahui apakah tampak pucat atau sianosis. his. bentuk. bentuk Observasi keadaan tangan terutama telapak tangan dan kuku. gerak janin. dan tanda-tanda kehamilan. nyeri tekan. Misal. v Payudara Observasi dilakukan untuk mengetahui ukuran.

D. keadaan ketuban. Golongan Darah Jika terjadi pendarahan pada pasien pada masa kehamilan atau setelah melahirkan menanganan segera dapat dilakukan. Hematokrit (Ht) Data ini digunakan sebagai penunjang diagnosis anemia. letak anak di dalam panggul. portio dan orifisium eksterna v Pemeriksaan Anus Untuk mengetahui apakah ditemukan kelainan atau tidak pada anus. pembukaan orifisium uteri. v Pemeriksaan Dalam Pemeriksaan dengan jari telunjuk dan jari tengah untuk menentukan kondisi portio. REKAM MEDIS KLIEN Rekam medis klien digunakan untuk: v Pengobatan Pasien Rekam medis bermanfaat sebagai dasar dan petunjuk untuk merencanakan dan menganalisis penyakit serta merencanakan pengobatan. Kadar Leukosit Untuk mengetahui adanya infeksi atau tidak pada kehamilan E. PEMERIKSAAN PENUNJANG A. 3. dan luas panggul bagian dalam. . Urine Untuk mengetahui adanya kandungan albumin atau reduksi pada urine B. perawatan dan tindakan medis yang harus diberikan kepada pasien. 4. Kadar Hb Untuk mengetahui apakah pasien mengalami anemia atau tidak pada masa kehamilan C.o Genetalia interna : observasi vagina.

bermanfaat untuk bahan informasi bagi perkembangan pengajaran dan penelitian di bidang kebidanan. Keadaan Pasien (ibu) Keadaan pasien dicantumkan untuk membantu merumuskan masalah (diagnosa) 2. pengobatan dan tindakan medis. disiplin dan etik. khususnya untuk mempelajari perkembangan kesehatan masyarakat dan untuk menentukan jumlah penderita pada penyakit-penyakit tertentu. bidan menganalisa data dasar yang diperoleh pada langkah pertama. v Statistik Kesehatan Rekam medis dapat digunakan sebagai bahan statistik kesehatan. Di dalam diagnosa unsur – unsur berikut perlu dicantumkan yaitu: 1. menginterpretasikannya secara akurat dan logis. sehingga bermanfaat dalam penyelesaian masalah hukum. v Pendidikan dan Penelitian Rekam medis yang merupakan informasi perkembangan kronologis penyakit.v Peningkatan Kualitas Pelayanan Membuat rekam medis dengan jelas dan lengkap akan meningkatkan kualitas pelayanan untuk melindungi bidan dan untuk pencapaian kesehatan masyarakat yang optimal. Keadaan Janin . II. Catatan tersebut dapat dipakai sebagai bukti pembiayaan kepada pasien. sehingga dapat merumuskan diagnose atau masalah kebidanan. MERUMUSKAN MASALAH (DIAGNOSA) Pada langkah ini. v Pembiayaan Berkas rekam medis dapat dijadikan petunjuk dan bahan untuk menetapkan pembiayaan dalam pelayanan kesehatan pada sarana kesehatan. v Pembuktian Masalah Hukum. pelayanan medis. Disiplin dan Etik Rekam medis merupakan alat bukti tertulis utama.

4 g% Ibu mengatakan hamil anak pertama HPHT Leopold I Leopold II Leopold III Leopold IV DJJ : 5 Oktober 2006 : TFU 34cm TBJ : 3410g : Puki (letak punggung janin kiri) : Kepala : Kepala sudah masuk PAP. posisi sejajar : 140x/menit Ø Masalah Utama dan Penyebabnya 1. sering lelah.Keadaan janin dicantumkan untuk membantu merumuskan masalah (diagnosa) 3. hidup. Hb : 9. pusing. CONTOH: Ø Keadaan Pasien dan Janin Ibu G1P0A0 hamil 36 minggu 4 hari. Masalah Utama dan Penyebabnya Masalah dirumuskan bila bidan menemukan kesenjangan yang terjadi pada respon ibu terhadap kehamilannya. Dasar : Ibu mengatakan pegal-pegal pada pinggang dan kaki. Gangguan aktifitas Dasar : 1) 2) Ibu merasakan kram pada kaki Ibu mengatakan cepat lelah . bagian terendah kepala. baik berupa dukungan/penjelasan/tindakan/follow up/rujukan. intrauterin. janin tunggal. mata berkunang-kunang. dengan anemia ringan. Tujuan mengetahui masalah utama dan penyebab adalah melakukan pengkajian lebih lanjut untuk diberikan intervensi khusus.

v Mengantisipasi penanganan Pada langkah antisipasif ini diharapkan bidan selalu waspada dan bersiap-siap bila diagnose/masalah potensial ini benar-benar terjadi. sehingga dapat segera dilakukan tindakan. v Masalah Potensial Dengan mengidentifikasi masalah potensial/diagnose potensial yang akan terjadi berdasarkan diagnose/masalah yang sudah ada. bidan harus dapat merumuskan tindakan yang perlu diberikan untuk mencegah atau menghindari masalah/dignosa potensial yang akan terjadi. sehingga dalam melakukan asuhan kebidanan. karena sering terjadi dalam kondisi emergensi.2. MENGANTISIPASI MASALAH (IDENTIFIKASI) Langkah ini merupakan langkah antisipasi. v Prognosa Data ini digunakan untuk mengetahui perkembangan pasien apakah membaik atau memburuk. bidan dituntut untuk mengantisipasi permasalahan yang akan timbul dari kondisi yang sudah ada/sudah terjadi. Langkah ini penting sekali dalam melakukan asuhan yang aman dan dilakukan secara cepat. CONTOH: . Gangguan rasa nyaman Dasar : 1) 2) 3) Ibu merasa cemas menjelang persalinan Ibu mengatakan cepat lelah Ibu mengatakan kurang istirahat 3. Gangguan pemenuhan nutrisi Dasar: 1) 2) 3) Ibu terlihat pucat Ibu mengatakan tidak nafsu makan Ibu tampak lemas III.

terjadi sub involusi uteri yang menimbulkan perdarahan antepartum.Berdasarkan contoh diagnosa diatas Ø Masalah Potensial Potensial terjadi persalinan lama. terjadi infeksi. ketuban pecah dini (KPD). Ø Mengantisipasi penanganan . perdarahan antepartum. pengeluaran ASI kurang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful