# MEMINIMALKAN MISKONSEPSI OPERASI PENJUMLAHAN PECAHAN MELALUI STRATEGI DISCOVERY

( Kelas III SD Negeri 3 Candisari Kecamatan Purwodadi )
Di Susun Guna Memenuhi Tugas Semester Mata Kuliah Penelitian Pendidikan Matematika

Dosen Pengampu : DR. Sutama

Oleh : SONY A410 050 122

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2008

1

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii BAB I : PENDAHULUAN ....................................................................................1 A. B. C. D. Latar Belakang Permasalahan .............................................................1 Rumusan Masalah. ..............................................................................3 Tujuan Penelitian ................................................................................4 Manfaat Penelitian .............................................................................4

BAB II : LANDASAN TEORI................................................................................5 A. Tinjauan Pustaka .................................................................................5 B. Tinjauan Teori .....................................................................................6 1. Teknik discovery .....................................................................6 2. Pembelajaran............................................................................6 3. Pemahaman Konsep ................................................................7 4. Pokok Bahasan Pecahan ..........................................................8 C. Kerangka Berfikir ..............................................................................13 D. Hipotesis Tindakan ...........................................................................13 BAB III: METODE PENELITIAN ......................................................................14 A. Jenis Penelitian ...................................................................................14 B. Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................14 C. Subyek Penelitian ...............................................................................15 D. Rancangan Penelitian .........................................................................15 E. Teknik Pengumpulan Data .................................................................17 F. Instrumen Penelitian ...........................................................................18 G. Teknik Analisis Data ..........................................................................19 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................20

2

yaitu : 5 . (e) Aplikasi kesimpulan atau generalisasidalam situasi baru. situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher dominated learning menjadi situasi student dominated learning. Berdasarkan uraian di atas. Dari permasalahan umum ini dapat dirinci menjadi dua permasalahan khusus. data. B. maka rumusan secara umum dari penelitian ini yaitu. Ada lima tahap yang harus ditempuh dalam metode discovery menurut Rohani(2004:39) yaitu: (a) Perumusan masalah untuk dipecahkan peserta didik. dlam rangka meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika khususnya pada pokok bahasan pecahan dengan menggunakan alternatif metode pengajaran lain. “Apakah metode pembelajaran dengan teknik discovey dapat meningkatkan keaktifan siswa yang secara tidak langsung juga akan meningkatkan hasil belajar siswa ?”.berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran. (c) Peserta didik mencari informasi . (d) Menarik kesimpulan dari jawaban atau generalisasi. sehingga diharapkan peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan sendiri atau dalam bentuk kelompok memecahkan masalah atas bimbingan guru. Pada metode discovery. Sehingga penulis ingin mengadakan penelitian yang berhubungan dengan masalah tersebut yaitu dengan pendekatan metode discovery dalam belajar matematika khususnya pokok bahasan pecahan. agar anak dapat belajar sendiri. Peranan guru hanyalah sebagai fasilitator dan pembimbing atau pemimpin pengajaran yang demokratis. Dengan pembelajaran menggunakan metode discovery. fakta. Yaitu pendekatan discovery yang di gunakan untuk mengatasi masalah-masalah di atas. seminar. maka cara mengajar melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat dengan diskusi. yang diperlukan untuk menjawab atau memecahkan masalah dan menguji hipotesis. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah tersebut diatas. membaca sendiri dan mencoba sendiri. (b) Penetapan jawaban sementara atau pengajuan hipotesis.

untuk siswa Secara teoritis hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar siswa. dengan teknik D. Apakah peningkatan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa? C. Menganalisis dan menguji peningkatan pemahaman konsep siswa dalam meningkatkan hasil belajar melalui metode pembelajaran discovery. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini ditujukan untuk menganalisis dan menguji apakah metode pembelajaran dengan teknik discovery dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa yang secara langsung juga akan meningkatkan hasil belajar siswa.1. untuk guru Secara teoritis hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk mengembangkan penelitian-penelitian yang menyangkut pemahaman konsep matematika khususnya pokok bahasan pecahan. Secara praktis penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan yang dapat di gunakan sebagai pijakan bagi guru Sekolah Dasar untuk mengajarkan konsep matematika yang lebih mudah di pahami oleh siswa. Apakah metode pembelajaran dengan teknik discovey dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran? 2. 2. 2. Manfaat Penelitian 1. Secara khusus tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Secara praktis dari penelitian ini diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai pemahaman konsep matematika sehingga belajar matematika dapat berjalan lebih menyenangkan. 6 . Menganalisis dan menguji peningkatan pemahaman konsep siswa melalui metode pembelajaran dengan teknik discovery.

dan perumusan hipotesis. Banyak penelitian yang dilakukan dalam rangka penelitian kualitas pembelajaran. kajian teori.BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas tentang tinjauan pustaka. Kerangka berfikir akan membahas tentang landasan teori dan hipotesis akan berhubungan antar semua variabel dalam penelitian yang akan mengulas tentang jawaban sementara dari tindakan-tindakan yang akan dilakukan dengan hasil yang diharapkan. Kajian teori yang dipaparkan adalah teori-teori yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitian yang akan dibahas beserta indikator indikatornya. kerangka pemikiran. Tinjauan pustaka merupakan uraian sistematis tentang hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan.Tinjauan Pustaka Penelitian mengenai pemahaman konsep lebih cenderung merupakan penelitian aspek psikologi dari suatu sistem atau struktur. Sularmi (2006). Di dalam tesisnya beliau menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh penerapan metode inquiry-discovery dan konvensional terhadap prestasi belajar IPA serta adanya pengaruh interaksi antara metode (inquirydiscovery dan konvensional) dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA. A. diantaranya adalah : Ika gustinawati (2007) dalam skripsinya menyimpulkan bahwa pemahaman konsep siswa khususnya pada pokok bahasan pecahan meningkat dengan penerapan pendekatan realistik. Perbedaan variabel-variabel yang di teliti Variabel peneliti Teknik discovery Pemahaman konsep Metode pengajaran Pembelajaran matematika 7 . selain itu juga menyimpulkan bahwa terdapat interaksi antara metode discovery dan sikap percaya diri siswa dalam mempengaruhi prestasi belajar matematika. Subandriyo (2006) dalam tesisnya juga menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara prestasi belajar siswa yang diajar dengan metode discovery dengan kelompok siswa yang diajar dengan metode konvensional.

jeruk atau kue misal apem dll. misalnya apel. Pemahaman di dahului dengan usaha dan coba-coba 5. Menginterpretasikan materi dan meramalkan akibat dari sesuatu hasil belajar ini satu tingkat lebih tinggi dari pengetahuan tapi masih merupakan pemahaman tingkat rendah.4. (4) pecahan campuran. Secara b simbolik pecahan dapat dinyatakan sebagai salah satu : (1) pecahan biasa. Peraga selanjutnya berupa bangun datar seperti persegi. Selanjutnya bagian yang di lipat di buka dan di arsir sesuai bagian yang di kehendaki. b) Mengenal Konsep Pecahan kegiatan mengenal konsep pecahan akan lebih berarti denga di dahului dengan soal cerita yang menggunakan obyek buah. Suatu pemahaman dapat di aplikasikan bagi pemahaman situasi lain Pemahaman sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi yang dipelajari. lingkaran yang nantinya akan sangat menbantu dalam pemahaman konsep. Pokok Bahasan Pecahan a) Pengertian Pecahan Pecahan adalah bagian dari bilangan rasional yang dapat di tulis dalam bentuk a dengan a dan b bilangan bulat dan b tidak sama dengan nol. sawo. (2) pecahan desimal. sehingga di dapat gambar sebagai berikut : 10 . Hal ini dapat di tunjukan dengan menerjemahkan materi dari suatu bentuk ke bentuk lain.(3) pecahan persen. Belajar denga pemahaman dapat di ulangi 6. 4. Pecahan 1 dapat di peragakan dengan melipat kertas berbentuk lingkaran 2 atau persegi sehingga lipatannya tepat menutupi bagian yang lainya.

4 8 Gb. Kemudian ambil lagi kertas dilipat menjadi 2 bagian yang sama dan di 2 2 . 2 11 . Peragaan tersebut dapat dilanjutkan untuk pecahan Gambarnya sebagai berikut : 1 1 an. Pecahan Senilai Pecahan senilai di sebut juga pecah yang ekivalen. an dan sebagainya. Untuk menentukannya dapat di lakukan cara sebagai berikut : Kita akan menunjukan bahwa 1 2 4   dengan menggunakan 3 kertas 2 4 8 persegi panjang. Gambarnya sebagai berikut : 4 lipat lagi menjadi 2 di dapat 1. yang dapat pula mengenalkan letak pecahan pada garis bilangan. peragaan dapat pula di lakukan denga pita atau tongkat yang di potong dengan pendekatan pengukuran panjang.3 = 3 8 Selain mengenalkan pecahan dengan melipat kertas. “1” disebut 2 pembilang yaitu merupakan daerah pengambilan. “2 “ disebut penyebut yaitu merupakan 2 bagian yanga sama dari keseluruhan.1 = 1 4 gb.Pecahan 1 dibaca setengah atau satu per dua atau seperdua. c.2 = 2 1 atau 4 2 gb. Ambil kertas dan dilipat menjadi 2 bagian yang sama sehingga di dapat 1 . kertas ke-1 di lipat menjadi 2 bagian yang sama besar Daerah yang diarsir 1 .

Bangun geometri dapat di manfaatkan untuk membandingkan dan mengurutkan pecahan biasa dan pecahan campuran. 2 . Dari gambar jelas bahwa 1 2 4   . 2 4 8 4 . Contohnya sebagai berikut : peragaan berikut menggunakan bangun geometri. dari lipatan yang 4 3.2. kertas ke-3 yang di arsir yang ke-2 di lipat lagi menjadi 2 bagian yang sama besar. Membandingkan dan Mengurutkan pecahan saat anak-anak belajar membandingkan dan mengurutkan pecahan mereka memerlukan pengalaman-pengalaman sehingga menghasilkan temuantemuan khusus. Bahan yang digunakan harus mudah di warnai. 12 . di potong sehingga dapat jelas di amati. kertas ke-2 Daerah yang di arsir pertama dilipat lagi menjadi 2 bagian yang sama besar.dari lipatan 8 Perlu pula di tunjukan pada siswa bahwa pecahan senilai dapat pula di manfaatkan untuk mempelajari a) mengurutkan pecahan b) penjumlahan dan pengurangan pecahan d.

Contoh : 3 3x25 75    75% 4 4 x 25 100 Sebaliknya untuk mengubah pecahan dari bentuk persen menjadi bentuk biasa.persen di lambangkan dengan %. Contoh : 1.Dari peragaan dapat di amati bahwa 1 3 3 5 1  . Dari gambar terlihat bahwa 1 5 1 5  sehingga 1  1 4 8 4 8 e. Mengubah pecahan biasa menjadi persen atau sebaliknya Persen artinya perseratus. 13 .  .  1.seratus.1 4 8 Yang di arsir 1 1 4 yang di arsir 1 5 8 Yang utuh sudah sama sehingga tinggal membandingkan yang tidak utuh.>. dapat di ubah dari bentuk persen ke bentuk perseratus yang kemudian di sederhanakan.5 (dibaca nol koma lima) 2 10 2 x5 1 25 1x 25    0. 2. sehingga pecahan yang penyebutnya seratus dapat diartikan persen. Mengubah pecahan biasa ke benuk desimal.25 (dibaca nol koma dua puluh lima ) 4 100 4 x 25 2...seribu. 2 4 4 8 2 1 5 Tentukan tanda yang tepat ( <. Sehingga apabila penyebutnya belum perseratus di ubah dulu ke dalam bentuk perseratus. Untuk mengubah pecahan biasa ke bentuk pecahan desimal di cari dulu pecahan yang senilai yang penyebutnya berbasis sepuluh. 1 5 1x5    0. dsb. Mengubah bentuk pecahan satu ke bentuk pecahan yang lain.= ) yang yepat untuk mengisi 1 . 1.

Dengan peraga 14 ke dalam pecahan campuran. menjumlahkan pecahan a. 3. sehingga Secara umum dapat di tulis f. 5 peragaan dan hasil Dengan hasil bagi (14 : 5 di dapat 2 sisa 4. penjumlahan pecahan dengan penyebut yang tidak sama penjumlahan dapat di lakukan dengan menyamakan terlebih terdahulu penyebutnya. b b 14 . Mengubah pecahan biasa ( yang pembilangnya lebih dari penyebutnya) menjadi pecahan campuran dalakukan dengan cara pembagian sehingga didapat hasil bagi dan sisa.Mengubah pecahan sederhana menjadi pecahan campuran atau sebaliknya. penjumlahan pecahan dengan penyebut sama penjumlahan dengan penyebut sama dapat di lakukan dengan menjumlah pembilang sedangkan penyebutnya tatap.Contoh : 0. Contoh : Ubahlah pecahan Jawab. b.25  25 25 : 25 1   100 100 : 25 4 Catatan : apabila siswa sudah mengenal FPB dapat diterpkan penggunaanya untuk menyederhanakan pecahan. kemudian pembilang di kalikan dengan nilai yang di gunakan untuk menyamakan penyebut 14 4 2 ) 5 5 a sisa  hasil _ bagi(a : b)  . dengan a > b.

Hipotesis Tindakan Berdasarkan tinjauan pustaka. 15 . Melihat masalah di atas perlu di adakan pembaharuan dan penyempurnaan termasuk pemilihan metode mengajar. Pembelajaran di sekolah dilakukan oleh guru dan siswa dengan saling berinteraksi dalam pertukaran ilmu ( dari guru ke siswa ) daolam melakukan interaksi guru harus menggunakan metode yang mudah di terima siswa dan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. kajian teori dan kerangka berfikir dapat dirumuskan sebagai berikut jika guru menerapkan pembelajaran dengan menggunakan teknik discovery maka pemahaman konsep siswa akan meningkat. Selanjutnya peningkatan pemahaman konsep siswa juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.C. mengulang. Kerangka Berfikir Pembelajaran matematika selama ini cenderung menghafal. Dengan demikian pembelajaran matematika di sekolah terutama sekolah dasar merupakan masalah jika konsep dasar yang di terima secara salah maka akan sangat sukar untuk mengatasinya. Kerangka berfikir penelitian Masalah pemahaman konsep siswa Perencanaan tindakan Tindakan PTK Menyelesaikan masalah pemahaman konsep siswa D. dan menyebutkan definisi tanpa memahami maksud isinya.

Penelitian ini di fokuskan pada tindakan-tindakan sebagai upaya untuk meningkatkan peungasaan konsep materi pembelajaran pada siswa sekolah dasar kelas III. Peneliti mengadakan penelitian di sini dengan pertimbangan sekolah ini belum pernah dilakukan penelitian dengan judul yang sama dengan peneliti. guru tetap dan peneliti. Tempat Penelitian Penelitian yang di lakukan oleh penulis mengambil tempat di SD Negeri 3 Candisari kecamatan Purwodadi yang beralamat di Desa Candisari RT 01 RW IV kecamatan Purwodadi. PTK bercirikan perbaikan terus menerus sehingga kepuasan peneliti menjadi tolak ukur berhasilnya (berhentinya) siklus-siklus tersebut.BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian pengamatannya. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif antara kepala sekolah. PTK bercirikan perbaikan terus menerus sehingga kepuasan peneliti menjadi tolak ukur berhasilnya (berhentinya) siklus-siklus tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian berbasis kelas yang di maksud untuk memberi informasi bagaimana tindakan yang tepat untuk meningkatkan kemampuan sisiwa khususnya untuk menguasai konsep materi pembelajaran. 16 . b) pelaksanaan (action). d) menganalisis data/ informasi untuk memutuskan sejauh mana kelebihan atau kelemahan tindakan tersebut (reflecting). Pada kegiatan ini juga mendiskusikan cara melakukan tindakan pembelajaran dan bagaimana cara melakukan B. c) pengumpulan data (observing). Kegiatan perencanaan awal dimulai dari melakukan studi pendahuluan. Penelitian kelas merupakan kegiatan pemecahan masalah yang dimulai dari : a) perencanaan (planning). Tempat dan Waktu Penelitian 1.

Persiapan 2. D. sedangkan subyek yang dikenai tindakan adalah siswa SDN Candisari III Purwodadi tahun ajaran 2008/2009. Pelaksanaan 3. yaitu untuk mengetahui pemahaman konsep siswa secara keseluruhan. Penelitian ini di harapkan dapat menghasilkan pembelajaran yang efektif yang mampu meninigkatkan 17 .2. dan meningkatkan mutu perilaku yang sedang di teliti. secara terperinci sebagai berikut Tabel Rincian waktu penelitian Bulan pelaksanaan tahun 2008/2009 Tahap Juli 3 1. suatu penelitian yang mengkaji tentang permasalahan dengan ruang lingkup yang tidak terlalu luas yang berkaitan denga perilaku seseorang atau kelompok tertentu disertaipermasalahan yang di teliti terhadap dampak perlakuan dalam rangka mengubah. Waktu Penelitian Pelaksanaan penelitian direncanakan pada semester I. Subyek Penelitian Subjek yang melaksanakan tindakan dalam penelitian ini adalah peneliti yang bekerjasama dengan guru matematika dan rekan sesama peneliti sebagai observer. memperbaiki. karena menurut guru tetap. siswa memiliki kemampuan akademik yang heterogen dan secara keseluruhan berkemampuan sedang. Pemilihan dan penentuan subyek yang dikenai tindakan dalam penelitian ini berdasarkan pada purposive sampling (sampel bertujuan). Analisis Data 4. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Pelaporan x 4 x 1 x Agustus 2 x x x x x x x x x x x 3 4 September 1 2 3 4 1 oktober 2 3 4 C. Dalam penelitian ini dipilih satu kelas yaitu kelas III SDN Candisari III Purwodadi. bulan Juli 2008 sampai dengan Oktober 2008.

18 .pemahaman siswa untuk menjamin di perolehnya manfaat yang Secara singkat tindakan dalam penelitian ini dapat di susun dalam bagan berikut ini: Dialog awal perencanaan Tindakan I evaluasi observasi refleksi Pengertian dan Pemahaman Perencanaan Terevisi Tindakan II evaluasi refleksi Observasi dan Monitoring Pengertian dan Pemahaman Seterusnya sesuai alokasi waktu harapan tindakan yang di rencanakan.