MAKALAH SITOSTATIKA

SISPLATIN/CISPLATIN (PLATOSIN)

Disusun Oleh :

Eva Apriliyana Rizki 723901S.10.026

Tugas PKL Rumah Sakit Umum Daerah A.W.S Sjahranie Samarinda

Akademi Farmasi Samarinda 2013

Kompleks Koordinasi Platinum
Kompleks koordinasi platinum pertama kali diidentifikasi sebagai senyawa sitotoksik oleh Rosenberg dan rekan -rekan kerjanya pada tahun 1965. Mereka mengamati bahwa penghantaran arus antara elektroda platinum menghasilkan proliferasi E. coli . Efek

penghambatan terhadap replikasi bakteri kemudian diduga disebabkan oleh pembentukan senyawa-senyawa yang mengandung platinum

anorganik dengan adanya ion-ion amonium dan klorida (Rosenberg et al., 1965, 1967). cis-Diamindikloro-platinum (II) (sisplatin) merupakan yang paling aktif di antara senyawa -senyawa ini pada sistem tumor eksperimental dan telah terbukti memiliki nilai klinis yang tinggi (Rosenberg, 1973). Selanjutnya, lebih dari 1000 senyawa yang mengandung platinum telah disintesis dan diuji. Sisplatin memili ki aktivitas luas sebagai bahan antineoplastik, dan obat tersebut

khususnya berguna dalam pengobatan kanker -kanker epitelium. Obat ini telah menjadi dasar bagi regimen kuratif untuk kanker testis stadium lanjut dan memiliki aktivitas yang menonjol terhadap kanker ovarium dan kanker pada kepala dan leher, kandung kemih, esofagus, dan paru-paru (Goodman dan Gilman, 2008).

Kompleks koordinasi platina memiliki aktivitas antineoplastik yang luas dan telah menjadi dasar pengobatan kanker testis, kanker ovarium, serta kanker kepala dan leher, kandung kemih, esofagus, paru, dan kolon. Meskipun kompleks sisplatin dan platina lain tidak membentuk intermediet ion karbonium atau secara formal mengalkilasi DNA, kompleks ini terikat secara kovalen pada tempat nukleofilik DNA dan memiliki banyak sifat farmakologis yang sama dengan senyawa pengalkilasi. Sisplatin, karboplatin, oksaliplatin memasuki sel melalui difusi dan melalui transporter Cu 2+ aktif. Di dalam sel, atom klorida pada sisplatin digantikan oleh air, menghasilkan molekul bermuatan

Pada tiap kasus.positif yang bereaksi dengan tempat nukleofilik DNA dan protein. penggantian klorida oleh air menghasilkan suatu molekul bermuatan positif dan . muntah yang berat. Sisplatin tampaknya memasuki sel dengan cara difusi. dan oksaliplatin (Kelland. pendengaran neurofati periferal dan hipomagnesia. dan tinitus). Sisplatin memperlihatkan efek alkilator dan diberikan intravena. namun ini sangat toksik. cis-Diamindikloroplatinum (II) (sisplatin) adalah suatu kompleks anorganik divalen larut air yang mengand ung platinum. tetapi tidak satupun dari kompleks tersebut yang memiliki efek klinis khas sebagai bahan antitumor pada titik ini dalam pengembangan. 1993). Kompleks platinum lain. koordinasi platinum divalen atau tetravalen dengan berbagai kompleks inklusi-organik mengurangi toksisitas ginjalnya dan menstabilkan ion logam.tinggi menstabilisasi obat. ormiplatin. Efek samping umum adal ah mual. Kimia .yang rendah di dalam sel dan urin.dalam mencegah nefrotoksisitas (Goodman dan Gilman. Mekanisme Kerja . Konsentrasi Cl . mak a perlu pengurangan dosis obat atau dihentikan (Anonim. efektif untuk beberapa tumor padat di antaranya kanker ovarium. 2000). nefrotoksisitas (terapi hidrasi sebelum pengobatan dan monitoring ototoksisitas fungsi (hilang ginjal harus dilakukan). dan ini menjelaskan keefektifan diuresis Cl . kompleks ini meliputi tetraplatin. teratoma testis. Karena efek toksik ini. iproplatin. yang beberapa di antaranya tidak memiliki resistensi silang dengan sisplatin pada uji -uji praklinis . Atom-atom klorida mungkin dipindahkan secara langsung melalui reaksi dengan nukleofil -nukleofil seperti tiol. Akuasi lebih banyak terjadi pada konsentrasi Cl . pada saat ini sedang dalam pengujian klinis. 2011). mielotoksisitas.

dan platinum menyambung silang antara guanin-guanin yang berdekatan pada untai DNA yang sama. Welters et al... Pada saat menguantisasi efek pembentukan kompleks-inklusi platinum. 1991b. data praklinis menunjukkan bahwa pembentukan kompleks -inklusi platinum-adenosin pada guanosin mungkin merupakan komple ksinklusi yang paling kritis dalam hal sitotoksisitas (Reed et al. Fichtinger -Schepman et al. Parker et al.. sulit untuk mengukur signifikansi relatif faktor farmakogenetik dan pajanan lingkungan yang lazim pada jaringan tumor maupun jaringan normal. Anion konsentrasi tinggi menstabilkan obat tersebut. 1995. reaksi aktivasi ini terjadi lebih lambat dengan karboplatin daripada dengan sisplatin. Akuasi (aquation) ini lebih disukai pada konsentrasi klorid a yang rendah. kemampuan pasien untuk membentuk dan mempertahankan kompleks-inklusi platinum tampaknya merupakan suatu prediktor respon klinis yang penting. selain peranan kemoterapi yang diberikan bersamaan. membentuk sambung silang intrauntai dan antaruntai.. Kompleks -inklusi (adduct) DNA yang dibentuk oleh sisplatin meng hambat replikasi dan transkripsi pengodean. Corness et al. Hidrolisis karboplatin menghilangkan gugus siklo butanadikarboksilato bidentat. DNA serta menyebabkan tidak ada pemutusan yang dan kesalahan antara Meskipun hubungan pasti pembentukan kompleks-inklusi DNA-platinum dan tidak ada efikasi yang telah terdokumentasi. yang selanjutnya bereaksi dengan asam nukleat dan protein. dan ini menjelaskan keefektifan diuresis klorida dalam mencegah nefrotoksisitas. Kompleks platinum dapat bereaksi dengan DNA. N 7 pada guanin sangat reaktif .. Meskipun demikian. 1986. 1999). sambung-silang guanin-adenin juga mudah terbentuk. 1992.mungkin bertanggung jawab atas pembentukan spesies aktif obat tersebut. . Pembentukan sambung-silang antaruntai adalah proses yang lebih lambat dan terjadi dalam jumlah yang lebih sedikit.

1992. dan mereligasi un tai yang dipengaruhi tersebut (Goodman dan Gilman..Spesifitas sisplatin berkaitan dengan fase pada siklus sel tampaknya berbeda antartipe sel.. Kompleks-inklusi sisplatin dengan DNA menghasilkan lengkung pada heliks. Penghambatan atau . Hal ini adalah suatu temuan yang menarik perhatian dalam evaluasi klinis obat -obat tersebut. 2008). 1994) yang diyakini menghambat proses perbaikan. 1990). 1999). Sejumlah faktor memengaruhi sensitivitas sisplatin dalam sel sel eksperimental. sedangkan oksaliplatin dan analog tetravalennya tidak. Travis et al. NER mengenali dan memotong basa yang dipengaruhi. 1998.. 1994. suatu perubahan yang dikenali oleh protein protein spesifik pada gugus bermobilitas tinggi (Huang et al. menyisipkan basa baru. Perbaikan kompleks inklusi sisplatin-DNA terjadi melalui jalur perbaikan pemotongan nukleotida yang disebut NER (nucleotide excision repair) (Dabholkar et al. 1991a).. serta laju perbaikan kompleks -kompleks inklusi DNA (Parker et al. Penyebab resistensi sel tumor terhadap sisplatin dan analog -analognya belum sepenuhnya dipahami. Melalui serangkaian tahap enzimatik. Leukemia sekunder setelah pemberian sisplatin telah dilaporkan. meskipun efek-efek pada sambung-silang paling nyata selama fase S. kadar glutation dan sulfhidril lain seperti metalotionein intraseluler yang berikatan dengan obat tersebut dan menginaktifkannya (Meijer et al.. de Laat et al. dan karsinogenik. teratogenik. dan penggunaan kemoterapi berbasis sisplatin atau karboplatin untuk wanita pengidap kanker ovarium dihubungkan dengan peningkatan empat kali lipat risiko berkembangnya leukemia sekunder (Jeha et al. Berbagai analog memiliki tingkat resistensi silang yang berbeda dengan sisplatin pada sistem -sistem tumor eksperimental. 1999).. Reed. termasuk akumulasi obat intraseluler. Karboplatin cenderung mengalami resistensi silang pada sebagian besar tumor eksperimental.. Sisplatin bersifat mutagenik.

protein MMR juga mungkin terlibat dalam memperantarai apoptosis. 2008). Selain itu. Melalui suatu peristiwa yang tergantung-hMLH1. yaitu salah satu anggota famili p53. Hingga tingkat tertentu. 2011). serta c -ABL tirosin kinase dan akibatnya mengaktifkan apoptosis (Go ng et al. kemungkinan berkontribusi terhadap resistensi. obat ini memiliki waktu paruh . sisplatin menginduksi ekspresi berlebihan p73. Beberapa DNA polimerase dapat mengelilingi produk adisi. sedangkan ekspresi komponen NER secara berlebihan menyebabkan respons yang buruk terhad ap terapi berbasis sisplatin pada kanker paru (Goodman dan Gilman. induksi apoptosis tidak tampak pada sel-sel yang kekurangan MMR dan pada sel -sel yang tidak mampu meningkatkan jumlah reseptor c -ABL tirosin kinase tersebut (Goodman dan Gilman.. Tanpa adanya perbaikan produk adisi platinum -DNA. mungkin penting dalam pengenalan kompleks-kompleks inklusi platinum -DNA dan dalam memulai apoptosis. dan Ekskresi. 1999). Ekspresi transporter efluks Cu 2 + ATP7A dan ATP7B secara berlebihan berkaitan dengan kelangsungan hidup yang rendah setelah terapi berbasis sisplatin untuk kanker ovarium (Goodman dan Gilman. Hilangnya MMR dihubungkan dengan resistensi terhadap sisplatin in vitro (Vaisman et al. resistensi terhadap sisplatin tampaknya diperantarai melalui protein-protein perbaikan salah-pasang (mismatch repair. Nasib. khususnya hMLH1 atau hMSH6. Setelah pemberian dosis lazim secara intravena dengan cepat. Kerusakan atau defisiensi pada p rotein MMR. Sisplatin. 1998). Absorpsi.hilangnya NER dapat meningkatkan sensitivitas terhadap sisplatin pada pasien kanker ovarium. sel yang sensitif tidak dapat bereplikasi atau mentranskripsi bagian untai DNA yang terpengaruh. 2011). Sebagai respon terhadap pajanan sisplatin. MMR)..

Sebagian besar terikat secara kovalen dengan protein dan peptida. dianjurkan untuk melakukan hidrasi pada pasien melalui pemberian infus 1 sampai 2 liter salin normal sebelum pengobatan. Penggunaan Terapeutik . dan saraf (Ozols et al. Karena aluminium bereaksi dengan sisplatin dan menginaktifkannya. dalam waktu 24 jam. Untuk mencegah toksisita s ginjal. selanjutnya menurun dengan waktu paruh 24 jam atau lebih lama. . Sisplatin (PLATINOL-AQ) tersedia untuk pemberian dosis intravena. 1986). Ekskresi sisplatin melalui empedu atau usus tampaknya minimal (Bajorin et al. Jumlah sisplatin yang sesuai selanjutnya diencerkan dalam larutan dekstrosa dan salin dan diberikan secara intravena selama periode 6 sampai 8 jam. pendengaran. Dosis sebesar 40 mg/m 2 setiap hari selama 5 hari berturutturut telah digunakan tersendiri atau bersama dengan siklofosfamid untuk pengobatan pasien kanker ovarium stadium lanjut. Jika diberikan melalui infus sebagai pengganti injeksi cepat. hingga 25 % obat ini diekskresikan. Lebih dari 90 % plati num dalam darah terikat secara kovalen pada protein plasma. dan testis. yang terikat dan tak terikat. usus. dibersihkan dalam beberapa menit. yang terutama terdiri dari obat induk. Dosis lazim sisplatin intravena adalah 20 mg/m 2 per hari selama 5 hari atau 100 mg/m 2 . dan dalam 5 hari. Fraksi obat bebas. tetapi menyebabkan toksisitas yang lebih besar pada ginjal.. 1984). konsentrasi total obat. hingga 43 % dosis yang ditemukan dalam urin. hati. diberikan sekali setiap 4 minggu. tetapi penetrasinya ke SSP buruk. Hanya sedikit obat ini yang diekskresikan melalui ginjal selama 6 jam pertama. Konsentrasi sisplatin yang tinggi ditemukan pada ginjal.eliminasi awal dalam plasma sebesar 25 sampai 50 menit. waktu paruh plasma lebih singkat dan jumlah obat yang diekskresikan lebih besar.. jarum atau peralatan lain yang terbuat dari aluminium tidak boleh digunakan saat penyiapan atau pemberian obat tersebut.

Meskipun demikian. Nefrotoksisitas yang diinduksi sisplatin sebagian besar telah ditiadakan dengan penggunaan hidrasi dan diuresis secara rutin. Mual dan muntah yang parah terjadi pada hampir semua pasien dan biasanya dapat dikontrol dengan . 2011). dan mungkin lebih menonjol pada anak-anak. 1985. Einhorn. obat ini juga mensensitisasi sel terhadap efek-efek sitotoksik terapi radiasi (lihat Pearson and Raghavan. Defosforilasi yang cepat dan ambilan khusus oleh jaringan normal menghasilkan konsentrasi metabolit tiol yang lebih tinggi untuk membuang metabolit sisplatin yang reaktif pada jaringan normal. ototoksisitas yang disebabkan oleh sisplatin tidak dipengaruhi oleh diuresis. karsinoma sel-kecil pada paru. ketika bagian radiasi mencakup bagian kelenjar parotid yang besar (Goodman dan Gilman. Obat ini juga bermanfaat dalam karsinoma ovarium. cenderung lebih sering dan lebih parah dengan dosis berulang. kepala dan leher. bleomi sin. dan beberapa neoplasma pada anak -anak. Amifostin juga digunakan untuk mengurangi xerostomia pada pasien yang menjalani iradiasi untuk kanker kepala dan leher. etoposid. siklofosfamid. Ototoksisitas dapat unilateral maupun bilateral. Amifostin (ETHYOL) merupakan senyawa sitoprotektif tiofosfat yang disetujui untuk mengurangi toksisitas ginjal yang terjadi pada pemberian berulang sisplatin. khususnya jika digunakan bersama paklitaksel. Amifostin didefosforilasi oleh alkalin fosfatase menjadi metabolit tiol bebas yang aktif secara farmakologis. Sisplatin secara konsisten menghasilkan respons pada kanker kandung kemih. dan endometrium. dan manifestasi nya berupa tinitus dan hilangnya pendengaran pada rentang frekuensi -tinggi (4000 sampai 8000 Hz). 1985). atau d oksorubisin (Durant and Omura. 1986). Toksisitas Klinis .Kombinasi kemoterapi dengan sisplatin. 1985). Yang menarik. dan vinblastin bersifat kuratif untuk 85 % pasien kanker testis stadium lanjut (Williams and Einhorn.

Hipokalsemia dan hipomagnesemia akibat pembuangan elektrolit Penentuan ginjal rutin telah teramati dan Mg 2+ dapat dalam menimbulkan plasma tetani. dan hipotensi. kandung kemih. Gangguan elektrolit. termasuk hipomagnesemia. Senyawa Kompleks Platinum (Alkilator) Sisplatin (Platiblastin ® . Hiperurisemia. lazim terjadi. konsentrasi dianjurkan. Sisplatin menyebabkan berkembangnya AML. Pada dosis yang lebih tinggi atau setelah siklus pengobatan berulang. sisplatin menyebabkan neuropati perifer. dan hipofosfatemia. trombositopenia. seizure. 2011). karsinoma di daerah kepala dan leher. takikardia. yang ditandai oleh edema wajah. hipokalemia. umumnya 4 tahun atau lebih setelah pengobatan (Goodman dan Gilman. yang dapat memburuk setelah penghentian obat. dapat terjadi dalam beberapa menit setelah pemberian dan harus diobati dengan injeksi intravena epinefrin dan dengan kortikosteroid atau antihistamin (Goodman dan Gilman. Platinex) Sisplatin Cl Pt Cl  Penggunaan Terapi Cisplatin : tumor testis. prostat dan bronkus. karsinoma epitel uterus. Reaksi-reaksi mirip-anafilatik. anemia hemolitik. 2008). hipokalsemia. dan kelainan jantung telah dilaporkan. Mielosupresi ringan sampai sedang dapat terjadi. karsinoma ovarium.  Farmakodinamik Mekanisme : NH 3 NH 3 . serviks. disertai leukopenia. bronkokonstriksi.ondansetron atau kortikosteroid dosis tinggi. dan anemia sementara.

 Farmakokinetik Sisplatin Absorpsi Oral Tidak Cukup t½ (terminal) 5 hari  Efek Samping Khusus Nefrotoksik (pada sisplatin).  Kontra Indikasi Kemampuan pendengaran berkurang di daerah berfrekuensi tinggi.  Interaksi Mu Potensial % Frekuensi Mual & Muntah Emetoge nik Awal Mual & Muntah kos Potens ial Nadir (hari) Neutrop enik Tingkat Supresi itis Der ajat Ker usa kan Nekr osis Para masa l Kem ungk inan Nefroto 100 Sisplatin μg/m 2 i. b.) 40-50 menit Dosis Cara Pemberia n . sangat emetogen.0 mg/dl. kardiotoksik. Penguatan efek mematikan sel dari sinar -sinar yang mengionisasi.v. Pembentukan kompleks dengan atom platinum yang sen tral pembentukan kompleks cairan intraseluler dengan basa utas DNA. setiap minggu > 90 % sangat tinggi Setelah 1-6 jam Sangat lemah Rend ah ksisitas kuat 14-21 Hidrasi ! Kontrol magnesi um Keistim ewaan ikatan kovalen gangguan sintesis DNA melalui interkalasi utas - Ikatan Protein Plasma Tinggi Eliminasi ginjal t½ (Platin Tot. ototoksik. Kreatinin serum > 2.a. hidrasi tidak boleh dilupakan. neurotoksik.

Platinol. Pelbagai obat yang mengandung analog platinum ini sudah disintesis. menghambat biosintesis DNA. Efek Samping Gangguan telinga. Meskipun belum jelas mekanisme kerjanya. sisplatin bekerja analog dengan alkilator. Hidrasi dengan infus garam saja atau bersama dengan manitol/diuretik lain akan mengurangi nefrotoksisitas. Setelah pemberian IV. Tempat ikatan utama adalah N 7 guanin. seperti alat koklear dan vestibular akibat sisplatin (Schmitz et al.links”. reaksi toksik utama adalah mual dan muntah. . Dapat membunuh sel pada semua tahap siklus sel. mengikat DNA melalui pembentukan “interstrand cross . Kompleks platinum bersifat sinergistik dengan obat antikanker tertentu. ditemukan oleh Rosenberg dan kawan -kawan secara tidak sengaja pada observasinya. Platinol-AQ KLASIFIKASI : Antineoplastik (agen pengalkilasi) Kategori Kehamilan Tidak Diketahui Sisplatin (cis-diamindikloroplatinum [II]) adalah suatu kompleks metal anorganik. di mana kompleks platinum metal menghambat pembelahan dan merangsang pertumbuhan filamen E. SISPLATIN CDDP. 2009). coli . tetapi interaksi kovalen dengan adenin dan sitosin juga terjadi. Sisplatin relatif kecil pengaruhnya disfungsi pada sumsum nyata tulang dan tetapi dapat saraf menimbulkan ginjal yang disfungsi pendengar pada keadaan tertentu.

dan kanker kandung kemih. terutama testis. dengan granulositopenia di bawah 600 PMNs/uL. Transfusi sel darah merah dan trombosit dan antibiotik untuk mengatasi infeksi diberikan secukupnya sampai sel sumsum tulang berkembang kembali.H3N Pt 2+ H3N Cl Sisplatin Cl - Sisplatin mempunyai aktivitas utama terhadap kanker genitourinaria. Suatu analog platinum (carboplatin) yang efek toksisitas gastrointestinal dan ginjal jauh lebih kecil tetapi dengan toksisitas mielosupresi merupakan suatu pilihan lain dari sisplatin. Infeksi hebat dan septisemia dapat terjadi. Pen urunan trombosit perdarahan. Efek toksik penting yang sebenarnya terjadi pada dosis terapi dari obat alkilator adalah depresi sumsum tulang dan yang berikutnya adalah leukopenia dan trombositopenia. di bawah 40. ovarium. Hal ini dibicarakan pada tumor -tumor khusus. Penggunaan bersama vinblastin dan bleomisin mer upakan perkembangan kemajuan penting dalam mengobati non semi nomatus testicular cancer. Zat Alkilator Dosis Obat Tunggal Toksisitas Akut Toksisitas Lambat .000/uL dapat menginduksi fenomena Efek hematopoetik dosis toksik dari obat alkilator diobati dengan cara pemberhentian obat. yang biasanya bersama obat lain dalam bentuk pengobatan kombinasi. Dosis dan Toksisitas Obat Alkilator Obat alkilator digunakan untuk pengobatan pelbagai kanker darah dan tumor padat.

(Katzung. 5. Gunakan secara hati-hati pada : a) Kehilangan pendengaran. KONTRAINDIKASI DAN PERHATIAN Dikontraindikasikan pada : . Kanker kandung kemih tingkat lanjut.Kehamilan atau laktasi. INDIKASI : Digunakan sendiri atau dalam kombinasi (dengan antineoplastik lain. 1998). FARMAKOKINETIK Absorpsi : Diabsorpsi sempurna setelah pemberian IV. Kanker kepala dan leher. Distribusi : Didistribusi secara luas. c) Abnormalitas . Kanker servikal. Mual dan muntah Disfungsi saraf pendengaran.20 mg/m 2 /hari IV Cisplatin (Platinol) untuk 5 hari/50 -70 mg/m sebagai dosis tunggal tiap 3 minggu 2 Disfungsi renal. b) Kerusakan ginjal (dianjurkan pengurangan dosis). 2. Waktu Paruh : 30-100 jam. 3. Efek Terapeutik : ~ Kematian sel yang bereplikasi dengan cepat. Tumor lain. Metabolisme dan Ekskresi : Diekskresi terutama oleh ginjal. pembedahan atau radiasi) dalam penatalaksanaan : 1. KERJA OBAT ~ Menghambat sintesis DNA dengan memproduksi hubungan silang dengan rantai DNA induk (fase siklus sel nonspesifik).Hipersensitivitas. terutama sel-sel ganas. 6. Testikular metastatik dan karsinoma ovarium. Terakumulasi selama berbulan bulan setelah pemberian. Kanker paru. 4. .

Neuro : neuropati perifer. hipokalemia. INTERAKSI Obat-obat : ~ Nefrotoksisitas dan ototoksisitas bertambah bila digunakan bersama obat nefro. d) Pasien-pasien dengan potensi kehamilan. REAKSI MERUGIKAN DAN EFEK SAMPING* SSP : KEJANG . diulang tiap 3-4 minggu dalam kombinasi dengan agens lain (sampai 100 mg/m 2 tiap 4 minggu bila digunakan sebagai agens tunggal). leukopenia. GU : nefrotoksisitas. Lain-lain : reaksi anafilaktoid. C dan E : hipomagnesemia. tinitus. Mata dan THT : ototoksisitas. Metab : hiperurisemia. e) Infeksi aktif. hipokalsemia. . 100 mg vial. SEDIAAN  Injeksi : 10 mg. HURUF BESAR mengindikasikan kejadian yang mengancam kehidupan. f) Depresi sumsum tulang.elektrolit. Lokal : flebitis pada sisi penyuntikan IV. *Garis bawah mengindikasikan yang paling sering terjadi. muntah. ~ Depresi sumsum tulang bertambah bila digunakan bersama agens antineoplastik lain atau terapi radiasi .dan ototoksik (aminoglikosida. diare. g) Penyakit debilitasi kronik. Hemat : anemia. diuretik loop) . GI : mual berat. hepatotoksisitas. trombositopenia. 50 mg. RUTE DAN DOSIS  IV (Dewasa) : 20 mg/m 2 sehari selama 5 hari atau 50-70 mg/m 2 . infertilitas.

dan suhu dengan sering selama pemberian. Dokter harus segera diberitahu bila terjadi pe rbedaan. . Beritahu dokter bila terjadi perubahan yang bermakna.  Kaji kepatenan sisi penyuntikan IV dengan sering selama terapi. Untuk menurunkan risiko nefrotoksisitas. haluaran urin minimal 100 ml/jam harus dipertahankan selama 4 jam sebelum memulai terapi dan setidaknya 24 jam setelah pemberian.  Anjurkan pasien untuk minum 2000-3000 ml/hari guna meningkatkan ekskresi asam urat. nadi. Pantau jumlah emesis dan beritahu dokter bila emesis melebihi panduan untuk mencegah dehidrasi. menggigil. Alopurinol dan alkalinisasi urin dapat diintruksikan untuk membantu mencegah nefropati asam urat. pernapasan.WAKTU/PROFIL KERJA OBAT (efek pada hitung darah) AWITAN IV Tidak diketahui PUNCAK 18-23 hari DURASI 39 hari IMPLIKASI KEPERAWATAN PENGKAJIAN  Pantau tekanan darah. sakit tenggorok. dan tanda -tanda infeksi. Agens antiemetik parenteral harus diberikan 30 -45 menit sebelum terapi dan secara rutin dalam 24 jam sampai 24 jam berikutnya atau sesuai indikasi.  Mual dan muntah berat yang berkepanjangan dapat terjadi 1 jam setelah terapi dan dapat berlangsung sampai 24 jam.  Pantau asupan dan haluaran serta berat jenis dengan sering selama terapi. Beritahu dokter bila gejala tersebut muncul. Obat ini dapat menyebabkan iritasi berat dan nekrosis jaringan bila terjadi ekstravasasi.  Kaji adanya demam.

urin. Nadir leukopenia.5 mg/100 ml. Jangan memberikan dosis tambahan sampai BUN < 25 mg/100 ml dan kreatinin serum < 1. memar. Pantau adanya peningkatan keletihan. Gejala tersebut dapat menetap.  Obat ini dapat menyebabkan ototoksisitas (terutama pada anak -anak) dan neurotoksisitas. Hindari injeksi IM dan pengukuran suhu rektal. Pantau jumlah trombosit selama terapi.  Dapat terjadi anemia. da n kalium).  Pantau fungsi hati dan ginjal sebelum dan secara periodik selama terapi. dispnea. Epinefrin dan perlengkapan resusitasi harus siap tersedia. dan anemia terjadi dalam 18-23 hari. kehilangan koordinasi. Kaji pasien dengan sering untuk adanya pusing.  Risiko tinggi cedera (efek samping). Hentikan pengobatan dengan segera dan beritahu dokter bila tanda-tanda itu terjadi. dan hipotensi ortostatik.000/mm 3 . fosfat. serta penurunan kadar kalsium. Tunda dulu pemberian dosis berikutnya sampa i jumlah sel darah putih > 4000/mm 3 dan trombosis > 100. Dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat. hipotensi). takikardia. kehilangan pendengaran. trombositopenia. dan emesis). Dapat menyebabkan nefrotoksisitas (peningkatan BUN dan kreatinin. Hepatotoksisitas dapat dimanifestasikan dengan peningkatan AST (SGOT). tinitus. magnesium. ALT (SGPT).  Pertimbangan Tes Lab : Pantau HSD sebelum dan secara rutin selama terapi. mengi. . petekia. rasa kebas atau kesemutan pada ekstremitas. Kaji adanya perdarahan (perdarahan gusi. DIAGNOSIS KEPERAWATAN POTENSIAL  Risiko tinggi infeksi (efek merugikan). dan bilirubin.  Pantau adanya tanda-tanda anafilaksis (edema wajah. Segera beritahu dokter bila gejala tersebut muncul. guaiac feses. Tekan sisi penyuntikan vena selama 10 menit.

dan masker selama berhubungan dengan obat ini. Aluminium bereaksi dengan obat ini. skort. IMPLEMENTASI  Informasi Umum : Lakukan hidrasi pasien dengan sedikitnya 1-2 liter cairan IV 8-12 jam sebelum memulai terapi sisplatin.metoklopramid.  Dianjurkan untuk mengencerkan 2 liter dekstrosa 5 % dalam NaCl 0.droperidol. buang bila keruh atau mengandung endapan.bleomisin.  Larutan harus disiapkan dalam kabinet biologik. doksorubisin. Buang semua peralatan dalam wadah yan g dirancang khusus.  Infus Intermitten : Larutkan 10 mg vial dengan 10 ml air steril untuk injeksi dan 50 mg vial dengan 50 ml.  Jangan menggunakan jarum atau peralatan aluminium selama persiapan atau pemberian.  Kecepatan : Diinfuskan 6-8 jam. Larutan harus jernih dan tidak berwarna.  Bubuk dalam vial yang belum dibuka harus disimpan dalam lemari pendingin. dan menyebabkan obat ini menjadi tidak efektif.5 g.heparin. . . . Gunakan sarung tangan.45 % yang mengandung manitol 37.mitomisin.fluorouracil. . .  Kompatibilitas spuit : .doksapram. .siklofosfamid. selama 72 jam dengan air bakteriostatik. membentuk endapan hitam atau cokelat. . karena dapat terbentuk kristal. . .metotreksat.  Infus Kontinu : Sudah diberikan sebagai infus kontinu selama 24 jam sampai 5 hari dengan hasil berkurangnya mual dan muntah.3 % atau 0. . kalsium lukovorin. Jangan menyimpannya dalam lemari pendingin. Stabil selama 2 jam bila dilarutkan dengan air steril. vinblastin.furosemid. Kurang pengetahuan sehubungan dengan program pengobatan (penyuluhan pasien/keluarga). .vinkristin.

karena dapat mencetuskan perdarahan lambung. o Instruksikan pasien untuk segera melapor pada dokter bila terjadi kebas atau kesemutan pada ekstremitas atau wajah. tanda-tanda infeksi. peningkatan keletihan.mesna. D5/NaCl 0. memar. - doksorubisin.fluorourasil.fluorourasil.  Kompatibilitas Tambahan : . atau nyeri sendi. .magnesium sulfat.furosemid.ondansetron. dispnea. petekie.tiotepa. . . mitomisin. urin. perdarahan gusi. kesulitan mendengar atau tinitus.  Inkompatibilitas Tambahan : . .vinkristin. .vinblastin. pembengkakan yang tidak wajar. . .9 %.kalsium leukovorin. .fludarabin. .sargramostim. o Instruksikan pasien untuk tidak menerima vaksinasi apapun tanpa nasehat dokter. heparin. NaCl 0. . .natrium bikarbonat. Instruksikan pasien untuk menggunakan sikat gigi lembut dan pencukur elektrik. atau emesis. PENYULUHAN PASIEN/KELUARGA o Instruksikan pasien untuk segera melaporkan adanya nyeri di sisi penyuntikan. serta menghindari jatuh. Peringatkan pasien untuk menghindari kerumunan dan orang-orang yang diketahui menderita infeksi.kalsium leukovorin. . darah dalam feses. atau hipotensi ortostatik. . sakit tenggorok. o Instruksikan pasien untuk segera memberitahu dokter bila terjadi demam. . Peringatkan pasien untuk tidak meminum minuman beralkohol atau obat yang mengandung aspirin atau ibuprofen. .9 %.droperidol. .floksuridin. o Beritahu pasien perlunya kontrasepsi meskipun sisplatin dapat menyebabkan infertilitas. Kompatibilitas Y-site : - bleomisin. . .etoposid.manitol. - siklofosfamid.metotreksat. . .metoklopramid.hidroksizin.

Resistensi : Sensitivitas pada alat-alat ini menurun jika sel meningkatkan kadar glutation atau mempercepat perbaikan DNA. Karena toksisitas cisplatin terapi yang hebat. dan hanya bila nilai labnya dalam parameter yang dapat diterima dan pasien tidak memperlihatkan tanda -tanda ototoksisitas atau efek merugikan serius lainnya (Peglin dan April. . Kedua obat juga mengikat protein dan senyawa lain yang mengandung grup SH. dan S. atau jika metionin dipacu (suatu protein kaya dengan gugus SH).o Tekankan perlunya tes lab periodik untuk memantau adanya efek samping. Cisplatin mempunyai sitotoksisitas sinergistik dengan radiasi dan obat kemoterapi lain.strand. 2. Efektivitas kedua farmakokinetik. Mekanisme kerja : Mekanisme kerja sama dengan alkilator. obat karboplatin sama tetapi dikembangkan. pola distribusi dan toksisitas tergantung dosis berbeda. Lesi sitotoksik yang terjadi menghambat sintesis DNA dan RNA. yang masuk sel dan terikat pada N 7 guanin DNA. Sitotoksisitas dapat terjadi pada setiap tahap pengembangan siklus sel.dan intra. . tetapi sel yang paling peka adalah fase G.Berkurangnya ukuran atau penyebaran keganasan. membentuk crosslink inter. 2005). 1. cisplatin menetap sebagai jenis netral. CISPLATIN Cisplatin merupakan salah satu obat antikanker golongan kompleks platinum. Pada lingkungan plasma yang tinggi klorida.Terapi tidak boleh diberikan lebih sering dari setiap 3-4 minggu. EVALUASI Efektivitas terapi ditunjukkan dengan : .

atau tunggal karsinoma kandung kemih. menyangkut tubulus renalis kontortus distal dan tubulus renalis rektus. Hipomagnesemia dan hipokalsemia biasanya terjadi bersamaan. sel-sel testis dan ovarium. Lebih dari 90 % cisplatin diikat oleh serum protein. 4. ginjal. Keadaan ini diperburuk oleh hidrasi hebat dan diuresis. 5. beberapa neurotoksisitas ditandai oleh parestesi dan hilangnya propriosepsi. Penggunaan dalam terapi : Cisplatin banyak digunakan untuk pengobatan tumor padat seperti vinblastin metastatis dan karsinoma testis dikombinasikan dengan bleomisin.3. Farmakokinetik : Cisplatin dan karboplatin diberikan IV dalam cairan garam. tetapi sedikit yang dapat masuk ke dalam cairan serebrospinal (CSS). Pasien yang mendapat aminoglikosida bersamaan mempunyai dan risiko yang lebih Berbeda besar mendapatkan cisplatin. dengan karboplatin hanya menyebabkan mual dan muntah ringan dan tidak . Konsentrasi tertinggi ditemukan dalam hati. reaksi hipersensitivitas mulai dari ruam kulit sampai anafilaksis. Efek samping : Muntah yang hebat dan persisten terjadi 1 jam setelah pemberian cisplatin dan dapat berlangsung sampai 5 hari. Ginjal merupakan saluran ekskresi yang utama. Toksisitas lain termasuk ototoksik. Toksisitas terbatas yang paling sering adalah nefrotoksisitas yang tergantung dosis. obat-obat ini dapat juga diberikan intraperitoneal untuk kanker ovarium. Karboplatin diberikan jika pasien tidak dapat diberi cairan banyak seperti yang diperlukan untuk pengobatan dengan cisplatin atau jika mengalami gangguan disfungsi gi njal atau cenderung mengalami toksisitas saraf atau telinga. kars inoma untuk ovarium kombinasi dengan siklofosfamid. dengan kehilangan pendengaran dan tinitus. Premedikasi dengan antiemetik biasanya dapat menolong. penting untuk memperbaiki kadar kalsium sebelum koreksi kadar magnesium. nefrotoksisitas ototoksisitas. supresi sumsum tulang ringan. usus.

prostat dan kandung kemih. imunosupresan dan terapi paliatikǀantineoplastik (cisplatin dbl. juga dapat merusak fungsi ginjal dan telinga (nefro . . misalnya dari kepala dan leher. Begitu pula digunakan pada jenis tumor-tumor lain. dewasa ini kombinasi dari cisplatin + siklofosamida + paclitaxel dianggap sebaga pilihan pertama.dan ototoksis). cisplatin kalbe. cisplatin ebewe. Obat ini terutama digunakan pada kanker testis dan ovarium yang sudah tersebar. Cisplatin : Platamine RTU. Intoksikasi yang terbatas dosis adalah mielosupresi (Mycek. platinox). rantai-rantai DNA saling disambung dengan jembatanjembatan platina (cross-linking). 2008). Platinol Senyawa-diaminodiklor ini dari platina (1979) bekerja sitostatis dengan jalan penghambatan sintesis DNA dan RNA. Platosin Combiphar/Pharmachemie Combiphar /Pharmachemie Antineoplastik. 2001).v.nefro-neuro-ototoksik. senyawa ini tidak dapat dikombinasi dengan aminoglikosida. Dosis : infus i. Efek samping yang sering terjadi adalah nausea dan muntah -muntah hebat. 50-200 mg/m 2 setiap 3-4 minggu atau 15-20 mg/m 2 selama 5 hari dengan istirahat 3-4 minggu (Tjay et al. Mirip dengan zat zat alkilasi. Oleh sebab itu. Pada kanker ovarium. biasanya dikombinasi dengan bleomisin dan vinblastin/etoposida.

telinga. ototoksik. Efek Samping : Nefrotoksik. sefalotin. Kerusakan fungsi ginjal. Jarang : reaksi anafilatik. Tumor kepala dan leher dengan/tanpa terapi kombinasi. lekositopenia. Serb. furosemid. anemia. Nama Generik. mg/vial inj. hamil. Kemasan : 1 vial (Anonim. 2010). gangguan elektrolit. mielo supresi berat. jumlah jenis darah selama terapi. 10 Platosin RTUS Cisteen Cisplatin Platosin RTUS 2.Sisplatin 10 mg/ml. mual. kerusakan pendengaran. Interaksi Obat : meningkatkan toksisitas dari aminoglikosida. trombositopenia. 50 mg/ml.v 100 mg/m 2 /hari Cisplatin dosis tunggal 20 mg/m 2 /hari 5 hari berturutturut 1. 50 Cisteen Cisplatin Cisplatin Comb Kifa Kalb Comb Kifa Kalb Pfiz Peresepan Maksimal Kode Pabrik Nama Dagang . depresi sumsum tulang. Sediaan/Kekuatan dan Restriksi Penggunaan Infus i. saraf. Sub Kelas Terapi. neurotoksik. Serb. muntah. Dosis : Dewasa : 50-100 mg/m 2 dosis tunggal iv atau 20 mg/m 2 ) minimal 5 hari berturut-turut. Perhatian : monitor fungsi ginjal. mg/vial inj. ovarium atau kandung empedu. mielo supresi. hati. Bisa diulang tiap 3-4 minggu. Indikasi : karsinoma dengan metastatis dari testis.

1 µg/ml c 7 jam: 1.A.0 *Dosis maksimum yang dapat ditoleransi (maximum tolerated dose..3±9 _b 6. Stafford.. bukan nilai senyawa yang mg/m 2 dalam bentuk infus -2 atau -7 jam pada pasien kanker ovarium.2 0.07 c 0. Sisplatin tidak berikatan secara reversibel dengan protein plasma. dilaporkan di sini adalah nilai senyawa induk pada tujuh ovarium b Referensi : Reece. membentuk kuat dengan platinum kompleks protein plasma (90 %). Meskipun demikian.3±1. induknya. 1987 .0±0.. ginjal Atas Dosis Standar 2. Ther.4 µg/ml c Penelitian-penelitian Setelah pemberian dosis intravena tunggal 100 awal mengukur platinum total. Clin.4±1.Sisplatin _ a 2. Davy. S. MTD. neuropati perifer .*mg/m 2 200 -Kali Peningkatan di Toksisitas Organ Utama NP. kumulatif) dalam protokol pengobatan. Singkatan: NP.53±0. P. Tabel Toksisitas Ekstramedulari Bahan Pengalkilasi Tunggal yang Membatasi Dosis Obat Sisplatin MTD. M.. Disposition of unchanged cisplatin in patients with ovarian cancer. Pharmacol. I. and Freeman.28±0.10 _ 2 jam: 3. 42 : 320-325 pasien (mean kanker CL c r = 66±27 ml/menit.

.

Drs. 2011. 2008. Informatorium Obat Nasional Indonesia . Katzung. 46-2011 s/d 2012 . Volume 2 . Goodman dan Gilman : Farmakologi Terapi Edisi 10. Jakarta : PT. Peglin. 2010. 2005. ASKES (PERSERO). Mycek. Goodman dan Gilman : Manual Farmakologi dan Terapi . Farmakologi & Toksikologi Edisi III . Tjay. 2000. 1998. Informasi Spesialite Obat Indonesia Vol. Jakarta : Depkes RI. Bertram G. Jakarta : EGC. Farmakologi Ulasan Bergambar Edisi 2 . Elex Media Komputindo. Jakarta : ISFI. Jakarta : EGC. Penggunaan. Anonim. Goodman dan Gilman. 2008. Anonim. Mary J et al. Pedoman Obat untuk Perawat Edisi 4 .DAFTAR PUSTAKA Anonim. Gery et al. Goodman dan Gilman. Judith Hopfer dan April Hazard Vallerand. 2001. Jakarta : EGC. dan Efek-Efek Sampingnya Edisi VI . Jakarta : EGC. Jakarta : EGC. Jakarta : PT. 2013. Dasar . Farmakologi Dasar & Klinik Edisi VI . Obat-Obat Penting : Khasiat. Daftar Obat PT ASKES (PERSERO) Edisi XXXII . Schmitz. Jakarta : Widya Medika. Tan Hoan et al. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful