Karet dan Lateks 2013

1. Latar Belakang Karet
Tahun 1943 Michele de Cuneo melakukan pelayaran ekspedisi ke Benua Amerika. Dalam perjalanan ini ditemukan sejenis pohon yang mengandung getah. Pohon-pohon itu hidup secara liar di hutan-hutan pedalaman Amerika yang lebat. Orang-orang Amerika asli mengambil getah dari tanaman tersebut dengan cara menebangnya. Getah yang diperoleh kemudian dijadikan bola yang dapat dipantul-pantulkan. Bola ini disukai penduduk asli sebagai alat permainan. Penduduk Indian Amerika juga membuat alas kaki dan tempat air dari getah tersebut. Tanaman yang dilukai batangnya ini diperkenalkan sebagai tanaman Hevea. Pengenalan pohon Hevea membuka langkah awal yang sangat pesat ke arah zaman penggunaan karet untuk berbagai keperluan. Cara pelukaan untuk memperoleh getah karet jauh lebih efisien daripada cara tebang langsung. Selain itu, dengan cara ini tanaman karet bisa diambil getahnya berkali-kali. Karet merupakan salah satu komoditi pertanian yang penting baik untuk lingkup internasional dan teristimewa bagi Indonesia. Di Indonesia karet merupakan salah satu hasil pertanian terkemuka karena banyak menunjang perekonomian negara. Hasil devisa yang diperoleh dari karet cukup besar. Bahkan, Indonesia pernah menguasai produksi karet dunia dengan melibas negara-negara lain dan negara asal tanaman karet sendiri di Daratan Amerika Selatan pada tahun 1956. Sejak tahun 1957 kedudukan Indonesia sebagai produsen karet nomor satu digeser oleh Malaysia. Tanaman karet sendiri mulai dikenal di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda. Awalnya karet ditanam di Kebun Raya Bogor sebagai tanaman baru untuk dikoleksi. Selanjutnya, karet dikembangkan menjadi tanaman perkebunan dan tersebar di beberapa daerah. Pada tahun 1864 perkebunan karet mulai diperkenankan di Indonesia. Pertama kali jenis yang ditanam adalah karet rambung atau Ficus elastica. Jenis karet Hevea (Hevea brasiliensis) baru ditanam tahun 1902 di daerah Sumatra Timur. Jenis ini ditanam di pulau Jawa pada tahun 1906. Perluasan perkebunan karet di Sumatera berlangsung mulus berkat tersedianya sarana transportasi yang memadai. Indonesia menguasai pasaran karet alam internasional pada era pasca-Perang dunia II. Kebutuhan karet yang besar waktu itu boleh dikatakan sebagian besar dipasok oleh Indonesia. Pada periode 80-an hingga sekarang masalah yang tampak di dunia perkaretan Indonesia adalah hal yang memang sudah ada sejak lama, tetapi sekarang begitu terasa karena terlalu mencolok. Misalnya, walaupun produksi karet Indonesia tergolong besar di dunia, akan tetapi tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap karet dunia. Hal ini dikarenakan oleh rendahnya

1

Karet dan Lateks 2013
mutu produksi karet alam Indonesia. Rendahnya mutu membuat harga jual karet alam Indonesia di pasaran luar negeri menjadi rendah. Walau bagaimanapun, sebagai komoditi yang cukup berpengaruh besar terhadap perekonomian negara, maka penanganan perkebunan karet dan pengolahan serta pengolahan yang baik merupakan langkah yang tidak dapat diabaikan untuk menunjang berkibarnya kembali kejayaan dunia perkaretan di Indonesia (Tim penulis PS, 1999).

2.

Taksonomi dan Morfologi Tanaman Karet
Struktur botani tanaman karet ialah tersusun sebagai berikut (APP,2008) : Divisi Subdivisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : : : : : : : Spermatophyta Angiospermae Dicotyledonae Euphorbiales Euphorbiaceae Hevea Havea brasiliensis

Dalam genus Havea, hanya species Havea brasiliensis Muell Arg. Yang dapat menghasilkan lateks unggul, dimana sebanyak 90 % karet alam dihasilkan oleh spesies tersebut. Tanaman karet merupakan pohon yang tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar. Tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 meter. Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi. Dibeberapa kebun karet ada beberapa kecondongan arah tumbuh tanamanya agak miring kearah utara. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks. Daun karet terdiri dari tangkai daun utama dan tangkai anak daun. Panjang tangkai daun utama 3-20cm. Panjang tangkai anak daun sekitar 3-10cm dan pada ujungnya terdapat kelenjar. Biasanya ada tiga anak daun yang terdapat pada sehelai daun karet. Anak daun berbentuk eliptis, memanjang dengan ujung meruncing, tepinya rata dan gundul. Biji karet terdapat dalam setiap ruang buah. Jadi jumlah biji biasanya ada tiga kadang enam sesuai dengan jumlah ruang. Ukuran biji besar dengan kulit keras. Warnaya coklat kehitaman dengan bercak-bercak berpola yang khas. Sesuai dengan sifat dikotilnya, akar tanaman karet merupakan akar tunggang. Akar ini mampu menopang batang tanaman yang tumbuh tinggi dan besar. Karet merupakan tanaman berbuah polong (diselaputi kulit yang keras) yang sewaktu masih muda buahnya berpaut erat dengan rantingnya. Buah karet dilapisi oleh kulit tipis

2

bijinya tercampak lepas dari kotaknya. Tiap buah tersusun atas dua sampai empat kotak biji. yaitu: 1) Dapat tumbuh pada berbagai kondisi dan jenis lahan. pemupukan dan pengendalian penyakit Penyadapan/panen Syarat Tumbuh Tanaman Karet a. Diluar itu pertumbuhan tanaman karet agak terhambat sehingga memulai produksinya juga terlambat. Pada umumnya berisi tiga kotak biji dimana setiap kotak terdapat satu biji. 150 HH/tahun. 3 . Teknologi Budidaya Karet Karet cukup baik dikembangkan di daerah lahan kering beriklim basah. 3. Tanaman karet memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan komoditas lainnya.1 Syarat tumbuh tanaman karet Klon-klon karet rekomendasi Bahan tanam/bibit Persiapan tanam dan penanaman Pemeliharaan tanaman: pengendalian gulma. produksi akan berkurang. Tanaman karet mulai menghasilkan buah pada umur lima tahun dan akan semakin banyak setiap pertambahan umur tanaman. serta masih mampu dipanen hasilnya meskipun pada tanah yang tidak subur 2) Mampu membentuk ekologi hutan. Namun demikian.dengan hari hujan berkisar antara 100 sd.000 mm/tahun. sehingga karet cukup baik untuk menanggulangi lahan kritis 3) 4) Dapat memberikan pendapatan harian bagi petani yang mengusahakannya Memiliki prospek harga yang cukup baik. karena kebutuhan karet dunia semakin meningkat setelah China membuka pasar baru bagi karet Indonesia Untuk membangun kebun karet diperlukan manajemen dan teknologi budidaya tanaman karet yang mencakup. Pada waktunya pecah dan jatuh. Iklim Daerah yang cocok untuk tanaman karet adalah pada zona antara 150 LS dan 150 LU.Karet dan Lateks 2013 berwarna hijau dan didalamnya terdapat kulit yang keras dan berkotak. kegiatan sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 3. Tiap kotak berisi sebuah biji yang dilapisi tempurung. yang pada umumnya terdapat pada daerah lahan kering beriklim basah. setelah tua warna kulit buah berubah menjadi keabuabuan dan kemudian mengering. Tanaman karet memerlukan curah hujan optimal antara 2. jika sering hujan pada pagi hari.500 mm sampai 4.

2 Klon-klon Karet Rekomendasi Harga karet alam yang membaik saat ini harus dijadikan momentum yang mampu mendorong percepatan pembenahan dan peremajaan karet yang kurang produktif dengan menggunakan klon-klon unggul dan perbaikan teknologi budidaya lainnya. Pemerintah telah menetapkan sasaran pengembangan produksi karet alam Indonesia sebesar 3 .0. Tanah alluvial biasanya cukup subur. Suhu optimal diperlukan berkisar antara 250C sampai 350C.0 . Kecepatan angin yang terlalu kencang pada umumnya kurang baik untuk penanaman karet. Sifatsifat tanah yang cocok untuk tanaman karet pada umumnya antara lain : a) Sulum tanah sampai 100 cm.0 dan > pH 8. Ketinggian > 600 m dari permukaan laut tidak cocok untuk tumbuh tanaman karet. tidak terdapat batu-batuan dan lapisan cadas b) Aerase dan drainase cukup c) Tekstur tanah remah. Tanah vulkanis mempunyai sifat fisika yang cukup baik terutama struktur.5 h) Kemiringan tanah < 16% dan i) Permukaan air tanah < 100 cm.Karet dan Lateks 2013 Pada dasarnya tanaman karet tumbuh optimal pada dataran rendah dengan ketinggian 200 m dari permukaan laut. kedalaman air tanah. sulum. tetapi sifat fisikanya terutama drainase dan aerasenya kurang baik. Tanah Lahan kering untuk pertumbuhan tanaman karet pada umumnya lebih mempersyaratkan sifat fisik tanah dibandingkan dengan sifat kimianya. poreus dan dapat menahan air d) Struktur terdiri dari 35% liat dan 30% pasir e) Tanah bergambut tidak lebih dari 20 cm f) Kandungan hara NPK cukup dan tidak kekurangan unsur hara mikro g) Reaksi tanah dengan pH 4. aerasi dan drainasenya. Sasaran produksi tersebut hanya dapat dicapai apabila minimal 85% 4 . tetapi sifat kimianya secara umum kurang baik karena kandungan haranya rendah.0 tetapi tidak sesuai pada pH < 3.4 juta ton/tahun pada tahun 2025. Reaksi tanah berkisar antara pH 3. tekstur. 3.5 .pH 6. Hal ini disebabkan perlakuan kimia tanah agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman karet dapat dilaksanakan dengan lebih mudah dibandingkan dengan perbaikan sifat fisiknya. bahkan pada tanah gambut < 2 m.pH 8. b. Berbagai jenis tanah dapat sesuai dengan syarat tumbuh tanaman karet baik tanah vulkanis muda dan tua.

Klon IRR 42 dan IRR 112 akan diajukan pelepasannya sedangkan klon IRR lainnya sudah dilepas secara resmi. AVROS 2037. IRR 112. Klon GT 1 dan RRIM 600 di berbagai lokasi dilaporkan mengalami gangguan penyakit daun Colletotrichum dan Corynespora. tetapi harus dilakukan secara hati-hati baik dalam penempatan lokasi maupun sistem pengelolaannya. IRR 39. Untuk mencapai kondisi tersebut. tetapi memiliki variasi karakter agronomi dan sifatsifat sekunder lainnya. RRIC 100 masih memungkinkan untuk dikembangkan. 3. BPM 24. serta usaha pemeliharaan tanaman di pembibitan 5 . Oleh karena itu pengguna harus memilih dengan cermat klon-klon yang sesuai agroekologi wilayah pengembangan dan jenis-jenis produk karet yang akan dihasilkan. Dalam hal bahan tanam ada tiga komponen yang perlu disiapkan. karena itu pengelolaanya harus dilakukan secara tepat. PR 255. IRR 104. PB 260. BPM 109. entres/batang atas (budwood). Klon PB 260 sangat peka terhadap kekeringan alur sadap dan gangguan angin dan kemarau panjang. yaitu klon: IRR 5. Pada Lokakarya Nasional Pemuliaan Tanaman Karet 2005. dalam hal ini bahan tanam yang baik adalah yang berasal dari tanaman karet okulasi. penanaman kecambah.5 tahun sebelum penanaman. PR 300. dan okulasi (grafting) pada penyiapan bahan tanam. Kegiatan pemuliaan karet di Indonesia telah banyak menghasilkan klonklon karet unggul sebagai penghasil lateks dan penghasil kayu. PR 261. PR 255. RRIM 712. IRR 42. BPM 1. yaitu: batang bawah (root stoct). BPM 107. PR 261 memiliki masalah dengan mutu lateks sehingga pemanfaatan lateksnya terbatas hanya cocok untuk jenis produk karet tertentu. dan IRR 118. IRR 32. Sedangkan klon BPM 1. PR 303. diperlukan pembangunan pembibitan batang bawah yang memenuhi syarat teknis yang mencakup persiapan tanah pembibitan. Klon-klon lama yang sudah dilepas yaitu GT 1. RRIM 600. Klon-klon tersebut menunjukkan produktivitas dan kinerja yang baik pada berbagai lokasi.3 Bahan Tanam Hal yang paling penting dalam penanaman karet adalah bibit/bahan tanam. Persiapan bahan tanam dilakuka paling tidak 1. telah direkomendasikan klon-klon unggul baru generasi-4 untuk periode tahun 2006 – 2010. penanganan benih. Persiapan batang bawah merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh bahan tanam yang mempunyai perakaran kuat dan daya serap hara yang baik. perkecambahan.Karet dan Lateks 2013 areal kebun karet (rakyat) yang saat ini kurang produktif berhasil diremajakan dengan menggunakan klon karet unggul.

pembongkaran. Pada dasarnya mata okulasi dapat diambil dari dua sumber. 3.4 Persiapan Tanam dan Penanaman Dalam pelaksanaan penanaman tanaman karet diperlukan berbagai langkah yang dilakukan secara sistematis mulai dari pembukaan lahan sampai dengan penanaman. karena entres cabang akan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya tidak seragam dan keberhasilan okulasinya rendah. Selain itu perlu disiapkan tenaga kerja untuk kegiatan-kegiatan untuk pembuatan lubang tanam. Penanaman bibit tanaman karet harus tepat waktu untuk menghindari tingginya angka kematian di lapang. Okulasi merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan menempelkan mata entres dari satu tanaman ke tanaman sejenis dengan tujuan mendapatkan sifat yang unggul. yaitu berupa entres cabang dari kebun produksi atau entres dari kebun entres. mata entres ini yang merupakan bagian atas dari tanaman dan dicirikan oleh klon yang digunakan sebagai batang atasnya. sehingga jadwal pembukaan lahan harus disesuaikan dengan jadwal penanaman. Bibit yang sudah dibongkar sebaiknya segera ditanam dan tenggang waktu yang diperbolehkan paling lambat satu malam setelah pembongkaran. bibit dalam polibeg. dan penataan saluran drainase dalam perkebunan. Untuk tanaman karet. Lahan kebun dipetak-petak menurut satuan terkecil dan ditata ke dalam blok-blok berukuran 10 -20 ha.Karet dan Lateks 2013 Untuk mendapatkan bahan tanam hasil okulasi yang baik diperlukan entres yang baik. pengangkutan. Dari hasil okulasi akan diperoleh bahan tanam karet unggul berupa stum mata tidur. dan penanaman bibit. Pembukaan lahan (Land Clearing) Lahan tempat tumbuh tanaman karet harus bersih dari sisa-sisa tumbuhan hasil tebas tebang. atau stum tinggi. 6 . stum mini. Kegiatan pembukaan lahan ini meliputi : (a) pembabatan semak belukar (b) penebangan pohon (c) perecanaan dan pemangkasan (d) pendongkelan akar kayu (e) penumpukan dan pembersihan. Waktu tanam yang sesuai adalah pada musim hujan. Dari dua macam sumber mata okulasi ini sebaiknya dipilih entres dari kebun entres murni. penataan jalan-jalan kebun. Seiring dengan pembukaan lahan ini dilakukan penataan lahan dalam blok-blok. a.

Namun demikian pengolahan tanah secara mekanis untuk lahan tertentu dapat dipertimbangkan dengan tetap menjaga kelestarian dan kesuburan tanah. b. 7 . Pembangunan jalan di areal datar dan berbukit dengan pedoman dapat menjangkau setiap areal terkecil.Karet dan Lateks 2013 setiap beberapa blok disatukan menjadi satu hamparan yang mempunyai waktu tanam yang relatif sama. Setelah pemancangan jarak tanam selesai. Kegiatan ini kemudian diikuti dengan pemberantasan gulma lainnya. Lebar jalan disesuaikan dengan jenis/kelas jalan dan alat angkut yang akan digunakan. Beberapa diantara langkah yaitu. pengolahan lahan untuk pertanaman karet dapat dilaksanakan dengan sistem minimum tillage. Luas penampang disesuaikan dengan curah hujan pada satuan waktu tertentu. Lebar teras berkisar antara 1. sehingga secara keseluruhan merupakan suatu pola jaringan jalan yang efektif.25 sampai 1. tergantung pada derajat kemiringan lahan. maka pembuatan dan penataan saluran drainase (field drain) dilaksanakan. Pada lahan yang telah selesai tebas tebang dan lahan lain yang mempunyai vegetasi alang-alang. Sedapatkan mungkin seluruh jaringan ditumpukkan/ disambungkan. Seluruh kelebihan air pada field drain dialirkan pada 10 parit-parit penampungan untuk selanjutnya dialirkan ke saluran pembuangan (outlet drain). dilakukan pemberantasan alang-alang dengan menggunakan bahan kimia antara lain Round up. Jaringan jalan harus ditata dan dilaksanakan pada waktu pembangunan tanaman baru (tahun 0) dan dikaitkan dengan penataan lahan ke dalam blokblok tanaman. dengan jarak pikul maksimal sejauh 200 m.50 cm. Persiapan Lahan Penanaman Dalam mempersiapkan lahan pertanaman karet juga diperlukan pelaksanaan berbagai kegiatan yang secara sistematis dapat menjamin kualitas lahan yang sesuai dengan persyaratan. dan mempertimbangkan faktor peresapan dan penguapan. Scoup. yakni dengan membuat larikan antara barisan satu meter dengan cara mencangkul selebar 20 cm. Untuk setiap 6 . Hal ini dimaksudkan untuk menghambat kemungkinan terjadi erosi oleh air hujan.10 pohon (tergantung derajat kemiringan tanah) dibuat benteng/piket dengan tujuan mencegah erosi pada permukaan petakan. Dowpon atau Dalapon. baik secara kimia maupun secara mekanis. Pada areal lahan yang memiliki kemiringan lebih dari 50 diperlukan pembuatan teras/petakan dengan sistem kontur dan kemiringan ke dalam sekitar 150. Dengan tujuan efisiensi biaya.

Seleksi dan Penanaman Bibit Sebelum bibit ditanam. serta untuk membatasi pertumbuhan gulma. diperlukan bibit tanaman karet untuk penanaman sebanyak 476 bibit. Dengan jarak tanam 7 m x 3 m (untuk tanah landai).000 bibit/ha. Pada umumnya penanaman karet di lapangan dilaksanakan pada musim penghujan yakni antara bulan September sampai Desember dimana curah hujan sudah cukup banyak. c. Penanaman kacangan penutup tanah ini dilakukan sebelum bibit karet mulai ditanam dengan tujuan untuk menghindari kemungkinan erosi. terlebih dahulu dilakukan seleksi bibit untuk memperoleh bahan tanam yang memeliki sifat-sifat umum yang baik antara lain : berproduksi tinggi. Pada waktu melubang. responsif terhadap stimulasi hasil. Lubang tanaman dibiarkan selama 1 bulan sebelum bibit karet ditanam. serta pemulihan luka kulit yang baik. disamping pemupukan dengan urea 50 gram dan SP . yang dicampur ke dalam 5 kg Rock Phosphate (RP) sebagai media. Tanaman kacangan dipelihara dengan melakukan penyiangan. Komposisi LCC untuk setiap hektar lahan adalah 4 kg. dan pemupukan dengan 200 kg RP per hektar. 8 . dan 40 cm x 40 cm bagian dasar dengan kedalaman 60 cm. resitensi terhadap serangan hama dan penyakit daun dan kulit. memperbaiki struktur fisik dan kimia tanah. dan 4 kg Centrosema pubescens. 6 kg Colopogonium mucunoides. tanah bagian atas (top soil) diletakkan di sebelah kiri dan tanah bagian bawah (sub soil) diletakkan di sebelah kanan. tanah penutup lubang dipergunakan top soil yang telah dicampur dengan pupuk RP 100 gram per lubang. Mata okulasi benar-benar baik dan telah mulai bertunas Akar tunggang tumbuh baik dan mempunyai akar lateral Bebas dari penyakit jamur akar (Jamur Akar Putih).36 sebesar 100 gram sebagai pupuk dasar. Beberapa syarat yang harus dipenuhi bibit siap tanam adalah antara lain : 1) 2) 3) 4) Bibit karet di polybag yang sudah berpayung dua. dan cadangan untuk penyulaman sebanyak 47 (10%) sehingga untuk setiap hektar kebun diperlukan sebanyak 523 batang bibit karet.Karet dan Lateks 2013 Ukuran lubang untuk tanaman dibuat 60 cm x 60 cm bagian atas . mengurangi pengupan air. Selain itu juga dianjurkan untuk menyisipkan Colopogonium caerulem yang tahan naungan (shade resistence) ex biji atau ex steck dalam polibag kecil sebanyak 1. dan hari hujan telah lebih dari 100 hari. Pada saat penanaman. Pueraria javanica. dengan cara menyebar rata di atas tanaman kacangan.

maka areal pertanaman sudah siap dipanen. Kriteria matang sadap antara lain apabila keliling lilit batang pada ketinggian 130 cm dari permukaan tanah telah mencapai minimum 45 cm. Eupatorium dan lainnya sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pemberantasan penyakit tanaman Penyakit karet sering menimbulkan kerugian ekonomis di perkebunan karet. Kerugian yang ditimbulkannya tidak hanya berupa kehilangan hasil akibat kerusakan tanaman. Oleh karena itu langkah-langkah pengendalian secara terpadu dan efisien guna memperkecil kerugian akibat penyakit tersebut perlu dilakukan. tidak secara 9 . Oleh karena itu. juga dipengaruhi oleh teknik dan manajemen penyadapan. Pengendalian Gulma Areal pertanaman karet. Mekania. Pemupukkan Selain pupuk dasar yang telah diberikan pada saat penanaman. Lebih 25 jenis penyakit menimbulkan kerusakan di perkebunan karet. maka diharapkan tanaman karet pada umur 5 .5 Pemeliharaan Tanaman Pemeliharaan yang umum dilakukan pada perkebunan tanaman karet meliputi : a. Tinggi bukaan sadap. pada (a) permulaan musim hujan (Juni) dan (b) permulaan masa intensifikasi sadapan (bulan Oktober).6 tahun telah memenuhi kriteria matang sadap. Apabila ketiga kriteria tersebut dapat terpenuhi.Karet dan Lateks 2013 3. klon unggul. Jika 60% dari populasi tanaman telah memenuhi kriteria tersebut. tetapi juga biaya yang dikeluarkan dalam upaya pengendaliannya. baik tanaman belum menghasilkan (TBM) maupun tanaman sudah menghasilkan (TM) harus bebas dari gulma seperti alang-alang. b. UTS) adalah 130 cm diukur dari permukaan tanah. Waktu bukaan sadap adalah 2 kali setahun yaitu. 3. Penyakit tersebut dapat digolongkan berdasarkan nilai kerugian ekonomis yang ditimbulkannya. baik dengan sistem sadapan ke bawah (Down ward tapping system. DTS) maupun sistem sadap ke atas (Upward tapping system.6 Penyadapan/Panen Produksi lateks dari tanaman karet disamping ditentukan oleh keadaan tanah dan pertumbuhan tanaman. program pemupukkan secara berkelanjutan pada tanaman karet harus dilakukan dengan dosis yang seimbang dua kali pemberian dalam setahun c.

6 tahun. 2001) 10 . maka dianjurkan menggunakan sistem sadap konvensional seperti pada tabel berikut : (Anwar. Secara teoritis. permulaan sadapan dimulai dengan sudut kemiringan irisan sadapan sebesar 400 dari garis horizontal. Secara umum. Pada sistem sadapan bawah. tetapi harus menunggu waktu tersebut di atas tiba. Dengan mengacu pada patokan tersebut. Pada sistem sadapan ke atas. sudut irisan akan semakin membesar. mengingat kondisi sosial ekonomi petani. berarti mulai pada umur 6 tahun tanaman karet dapat dikatakan telah merupakan tanaman menghasilkan atau TM. Untuk karet rakyat. apabila didukung dengan kondisi pertumbuhan yang sehat dan baik. tanaman karet telah memenuhi kriteria matang sadap pada umur 5 . Dewasa ini sistem sadap telah berkembang dengan mengkombinasikan intensitas sadap rendah disertai stimulasi Ethrel selama siklus penyadap. besar sudut irisan akan semakin mengecil hingga 300 bila mendekati "kaki gajah" (pertautan bekas okulasi).Karet dan Lateks 2013 otomatis tanaman yang sudah matang sadap lalu langsung disadap.

Ada jenis yang tahan terhadap panas atau suhu tinggi. maka biasanya pengiriman atau suplai barang tersebut jarang mengalami kesulitan.Jenis Karet dan Manfaat Pada dasarnya. minyak. Hal seperti ini sulit diharapkan dari karet alam. Harga bisa turun drastis sehingga bisa merusak harga pasaran dan merisaukan para produsennya. misalnya industri ban yang merupakan pemakai terbesar karet alam. karet spesifikasi teknis (crumb rubber).Karet dan Lateks 2013 4. karet alam tetap mempunyai pangsa pasar yang baik. karet sintetis memiliki kelebihan seperti tahan terhadap berbagai zat kimia dan harganya cenderung bisa dipertahankan tetap stabil. Hal 11 . Jenis-jenis karet alam yang dikenal luas adalah bahan olah karet. Hal ini dikarenakan sejak beberapa penelitian mengenai karet sintetis dilakukan secara intensif oleh beberapa negara maju dan selanjutnya karet buatan ini diproduksi secara besar-besaran. Dewasa ini jumlah produksi karet alam dan karet sintetis adalah 1:2. Walaupun demikian. Harga dan pasokan karet alam selalu mengalami perubahan. karet siap olah (tyre rubber) dan karet reklim (reclaimed rubber). Karet sintetis sebagian besar dibuat dengan mengandalkan bahan baku lapisan minyak bumi. Kadang-kadang karena suatu sebab seperti keluarnya peraturan pemerintah di negara produsen yang menginginkan kondisi tertentu terhadap industri karet dalam negerinya. Lambat laun permintaan terhadap karet sintetis meningkat pesat sehingga mengurangi permintaan karet alam. Jenis . Beberapa industri tertentu tetap memiliki ketergantungan yang besar terhadap pasokan karet alam. Suatu kebijaksanaan politik misalnya dari pihak pengusaha maupun pemerintah memiliki pengaruh yang besar terhadap usaha perkaretan alam secara luas. Bila ada pihak yang menginginkan karet sintetis dalam jumlah tertentu. bahkan kadangkadang bergejolak. lateks pekat. pengaruh udara bahkan ada yang kedap gas. karet bongkah (block rubber). akan tetapi menurut beberapa ahli. Biasanya karet sintetis akan memiliki sifat tersendiri yang khas. maka akan mempengaruhi pasaran internasional. yang artinya jumlah produksi karet alam hanya setengah daripada karet sintetis. Walaupun memiliki beberapa kelemahan dipandang dari sudut kimia maupun bisnisnya. Pengiriman atau suplai karet sintetis dalam jumlah lebih jarang mengalami kesulitan. karet konvensional. industri karet terbagi atas dua jenis yakni karet alam dan karet sintetis. Karet sintetis memiliki kelebihan antara lain tahan terhadap zat kimia dan harganya cenderung dapat dipertahankan.

dan dikeringkan dengan cara pengasapan untuk karet sit asap. Nitrogen. Memiliki daya elastis dan daya lenting yang sempurna 2. bahkan kadang-kadang bergejolak. keunggulan yang dimiliki karet alam sulit ditandingi oleh karet sintetis. Mutu lateks pekat dibedakan berdasarkan analisis kimia antara lain kadar karet kering. a) Lateks pekat diolah langsung dari lateks kebun melalui proses pemekatan yang umumnya secara sentrifugasi sehingga kadar airnya turun dari sekitar 70% menjadi 40-45%. dengan terlebih dulu menggumpalkannya kemudian digiling menjadi lembaran-lembaran tipis. dan karet reklim (Reclimed Rubber). karet sit asap. Lateks pekat banyak dikonsumsi untuk bahan baku sarung tangan. dan tidak ada kotoran serta teksturnya makin kekar/kokoh. kondom. Bagaimanapun. tetapi sesungguhya karet alam belum dapat digantikan oleh karet sintetis. kateter. b) Karet sit asap atau dikenal dengan nama RSS (Ribbed Smoked Sheet) dan karet krep (crepe) digolongkan sebagai karet konvensional. Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakan (goove cracking resistance) Dewasa ini karet alam diproduksi dalam berbagai jenis. karena harga dan pasokan karet alam selalu mengalami perubahan. yakni lateks pekat. crumb rubber.Karet dan Lateks 2013 seperti ini sulit diharapkan dari karet alam. Mutu karet akan makin tinggi bila permukaannya makin seragam. Karet alam mempunyai kelebihan dibandingkan dengan karet sintetis diantaranya adalah : 1. Mutu karet konvensional dinilai berdasarkan analisis visual permukaan lembaran karet. kadar NaOH. dan dengan cara pengeringan menggunakan udara panas untuk karet krep. juga dibuat langsung dari lateks kebun. 4. c) Crumb rubber (karet remah) digolongkan sebagai karet spesifikasi teknis (TSR=Technical Spesified Rubber). 12 . karet siap atau tyre rubber. benang karet. dan barang jadi lateks lainnya. tidak ada gelembung. tidak mulur. Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah 3.1 Karet Alam Walaupun karet alam sekarang ini jumlah produksi dan konsumsinya jauh dibawah lateks sintetis. Tidak mudah panas (low heat built up) 5. karena penilaian mutunya tidak dilakukan secara visual. Mempunyai daya aus yang tinggi 4. balon. MST dan analisis kimia lainnya.

e) Karet Reklim (Reclimed Rubber) Karet reklim merupakan karet yang diolah kembali dari barang-barang karet bekas. 13 . Pemakaian karet reklim memungkinkan pengunyahan (mastication) dan pencampuran yang lebih cepat. kadar N. Karet reklim biasanya digunakan sebagai bahan campuran. Crumb rubber produksi Indonesia dikenal dengan nama SIR (Standard Indonesian Rubber). Selain itu jenis karet ini memiliki daya campur yang baik sehingga mudah digabung dengan karet sintetis. baik untuk pembuatan ban atau barang yang menggunakan bahan baku karet alam lainnya. maka proses pengolahan dipabrik crumb rubber melibatkan berbagai peralatan pengecilan ukuran (size reduction) dan pencucian. Kelemahan dari karet reklim adalah kurang kenyal dan kurang tahan gesekan sesuai dengan sifatnya sebagai karet daur ulang. Ban atau produk-produk karet lain jika menggunakan tyre rubber sebagai bahan bakunya memiliki mutu yang lebih baik dibandingkan jika menggunakan bahan baku karet konvensional. Saat ini umumnya (SIR 10 dan 20) dibuat dari lump atau sleb dari perkebunan rakyat. karena mudah mengambil bentuk dalam acuan serta daya lekat yang dimilikinya juga baik. Oleh karena itu karet reklim kurang baik digunakan untuk membuat ban. plastisitas Wallace dan viskositas Mooney. terutama ban-ban mobil bekas. d) Karet siap atau Tyre Rubber Tyre rubber merupakan barang setengah jadi dari karet alam sehingga dapat langsung dipakai oleh konsumen. Dikarenakan bahan bakunya kotor. kadar kotoran. Tyre rubber memiliki beberapa kelebihan dibandingkan karet konvensional.Karet dan Lateks 2013 namun dengan cara menganalisis sifat-sifat fisika-kimianya seperti kadar abu. Produk yang dihasilkan juga lebih kukuh dan lebih tahan lama dipakai.

Voley.Karet dan Lateks 2013 Berikut pemanfaatan pohon karet : Pipet Lateks Alat Kesehatan Selang Stetoskop Sarung Tangan Getah Karet Ban Pedal Sepeda dan Motor Lis Kaca Mobil Kondom Perlengkapan kendaraan lain Crum Rubber Sepatu Sandal Perlengkapan Pakaian/Olah Raga Sepak Bola. Basket Pakaian Selam Oil Seal Selang Belt Conveyor/ Transmision Pohon Karet Perlengkapan Teknik Industri Balon Dot Susu Perlak Perlengkapan Anak/ Bayi Perlengkapan Rumah Tangga Karpet Barang Lain Pelampung Biodiesel Minyak Biji Karet Minyak Minyak Cat Resin Varnish Biji Karet Filter Tempurung Briket Makanan Ternak Bungkil Kayu Karet Bahan Bangunan Furniture 14 .

MDF (Medium Density Fibreboard) dan lain sebagainya. Kayu karet dapat dipergunakan sebagai bahan bangunan rumah. sabuk. slab/koagulasi ataupun sit asap/sit angin. Di samping itu. arang. Umumnya kayu karet yang diperjual belikan adalah dari peremajaan kebun karet yang tua yang dikaitkan dengan penanaman karet baru lagi. yaitu sebagai bahan baku perabotan rumah tangga. dan pada alat-alat lain sehingga terpasang kuat dan tahan getar serta tidak tembus air. Selajutnya produk tersebut sebagai bahan baku pabrik Crumb Rubber/Karet Remah yang menghasilkan bahan baku untuk berbagai industri hilir. Karet juga bisa digunakan untuk tahanan dudukan mesin. dipakai sebagai lapisan karet pada pintu. sepatu karet. ataupun kayu gergajian untuk alat rumah tangga (furniture). Karet digunakan untuk mobilitas manusia dan barang yang memerlukan komponen yang terbuat dari karet seperti aneka ban kendaraan. karena warnanya yang cerah dan coraknya seperti kayu ramin. diperlukan suatu inovasi baru dari hasil industri karet dengan mengembangkan nilai tambah yang bisa di peroleh dari produk karet itu sendiri.Karet dan Lateks 2013 Hasil utama dari pohon karet adalah lateks yang dapat dijual/diperdagangkan oleh masyarakat berupa latek segar. Terlihat bahwa cukup banyak ragam produk yang dapat dihasilkan dari karet. conveyor belt. Kayu karet sebenarnya juga banyak diminati oleh konsumen baik dari dalam negeri maupun luar negeri. 15 . Nilai tambah produk karet dapat diperoleh melalui pengembangan industri hilir dan pemanfaatan kayu karet sebagai bahan baku industri kayu. penggerak mesin. Menunjuk dari pohon industri berbasis karet. Areal tanam menggunakan lahan kebun yang diremajakan dan atau lahan‐lahan milik petani serta lahan‐lahan kritis sekitar pemukiman. particle board. kayu api. kayu karet juga merupakan salah satu kayu tropis yang memenuhi persyaratan ekolabeling karena komoditi ini dibudidayakan (renewable) dengan kegunaan yang cukup luas. kaca. Untuk mengantisipasi kekurangan karet alam yang akan terjadi. penggerak mesin. parquet. namun sampai saat ini potensi kayu karet tua belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Bahan baku karet juga banyak digunakan untuk membuat perlengkapan seperti sekat atau tahanan alat-alat penghubung dan penahan getaran misalnya shock absorbers. Pemanfaatan kayu karet dari kegiatan peremajaan kebun karet tua dapat dilaksanakan bersamaan atau terkait dengan program penanaman tanaman hutan seperti sengon atau akasia sebagai bahan pulp/pembuat kertas. pipa karet dan sebagai isolator kabel. Pemanfaatan kayu karet merupakan peluang baru untuk meningkatkan margin keuntungan dalam industri karet. Kayu karet yang dapat berasal dari kegiatan rehabilitasi kebun ataupun peremajaan kebun karet tua/tidak menghasilkan lateks lagi.

Keunggulan karet alam antara lain memiliki daya elastis sempurna. sesungguhnya karet alam belum dapat digantikan oleh karet sintetis karena karet alam memiliki keunggulan-keunggulan yang sulit ditandingi oleh karet sintetis. Produk industri karet perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang senantiasa berubah. Dilihat dari komposisi kimianya ternyata kandungan protein biji karet 27 % dari setiap 100 gram bahan. Karet alam dan karet sintetis tidak akan saling mematikan atau bersaing penuh. teknologi dan inovasi di bidang perkaretan Walaupun jumlah produksi dan konsumsi karet alam jauh di bawah karet sintetis. Keduanya mempunyai sifat saling 16 .Karet dan Lateks 2013 Hasil samping lain dari perkebunan karet yang selama ini kurang dimanfaatkan dan nyaris terbuang adalah biji karet. Selain kandungan proteinnya cukup tinggi. yang mana diperoleh melalui kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi yang dibutuhkan. salah satunya adalah industri ban yang merupakan pemakai terbesar karet alam. produksi karet sangat tergantung pada teknologi dan manajemen yang diterapkan dalam sistem dan proses produksinya. Indonesia dalam hal ini telah memiliki lembaga penelitian karet yang menyediakan ilmu pengetahuan. Jenis-jenis ban yang besar kurang baik bila dibuat dari bahan karet sintetis yang lebih banyak. Karet alam memiliki beberapa kelemahan dipandang dari sudut kimia maupun bisnis dibanding karet alam. yaitu dua kali lipat komponen karet alam untuk pembuatan ban non-radial. mempunyai daya aus yang tinggi. dua jenis karet ini memiliki pasar tersendiri. Sebagai salah satu komoditi industri. Ban pesawat terbang bahkan dibuat hampir semuanya dari bahan karet alam. Kesemuanya ini memerlukan dukungan teknologi industri yang lengkap. Walaupun keberadaan karet sintetis berpengaruh pada perdagangan karet alam. tidak mudah panas dan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakan. Agar biji karet dapat dimanfaatkan maka harus diolah terlebih dahulu menjadi konsentrat. Porsi karet alam yang dibutuhkan untuk ban berukuran besar adalah jauh lebih besar. memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah. Beberapa jenis ban seperti ban radial walaupun dalam pembuatannya dicampur dengan karet sintetis. Semua asam amino essensial yang dibutuhkan tubuh terkandung didalammya. namun karet alam tetap mempunyai pangsa pasar yang baik. tetapi jumlah karet alam yang digunakan tetap besar. Beberapa industri tertentu tetap memiliki ketergantungan yang besar terhadap pasokan karet alam. pola asam amino biji karet juga sangat baik. Status industri karet Indonesia akan berubah dari pemasok bahan mentah menjadi pemasok barang jadi atau setengah jadi yang bernilai tambah lebih tinggi dengan melakukan pengeolahan lebih lanjut dari hasil karet.

yaitu : a. Sejak saat itu produksi karet sintetik berkembang pesat. Kegunaan Umum Karet jenis ini sebanyak 60 persen untuk keperluan pembuatan ban pneumatik. maka diperkirakan dimasa depan untuk industri ban saja permintaan karet alam akan bertambah sekitar 2-3 kali lipat.3 persen. 4.2 Karet Sintetik Karet sintetik pertama dibuat di Jerman disaat Perang Dunia I. yaitu polidimetil butadiena (karet metil). Produksi karet ini terhenti saat PD I selesai. Biasanya dalam proses pembuatan ban konvensional. sehingga didalam ban konvensional 50 persen lebih masih bergantung pada unsur turunan minyak bumi.Karet dan Lateks 2013 melengkapi atau komplementer. Seiring dengan keterbatasan minyak bumi dan isu pentingnya pengurangan efek emisi karbondioksida yang timbul dalam proses pembuatan ban berbahan turunan dari minyak bumi. Contoh : karet-karet IIR. NBR 17 . Umumnya karet sintetik diklasifikasikan kedalam 2(dua) kelompok utama. dan dewasa ini karet sintetik memenuhi sebanyak dua pertiga daripada kebutuhan karet dunia. steel 14 persen. harus dicampur dengan karet sintetis 19 persen. serat buatan 7 persen. dengan nama Buna. karet alam dengan komposisi sebanyak 24 persen. karet hasil daur ulang 0. Contoh: karet SBR. Karet buna dibuat dengan cara polimerisasi butadiena dengan menggunakan natrium sebagai pencepat (accelerator).poliisoprena. carbon black 23 persen dan bahan campuran lainnya sebanyak 13 persen.EPDM b.polibutadiena. juga di Jerman. Komersialisasi karet sintetik dilakukan dalam tahun 1926. sebab kandungan karet alam didalam ban akan menjadi sekitar 60-80 persen.polikloroprena. Kegunaan Khusus Karet jenis ini untuk keperluan pembuatan produk-produk karet yang tahan terhadap aksi bahan kimia. Sekitar lebih dari 70 persen karet alam dunia digunakan untuk industri ban. Dengan adanya trend produsen ban untuk memproduksi ban ramah lingkungan jenis green tyres. para pembuat ban berlomba-lomba untuk mengurangi bahan turunan dari minyak bumi dalam proses pembuatan ban.

Digunakan secara adonan (campuran ) dengan karet SBR maupun karet alam.1. barang-barang untuk kegunaan suhu tinggi seperti gasket. Polimerisasi emulsi menghasilkan polimer campuran yang acak (Cis dan Trans poli butadiene).Kegunaan utama adalah sebagai bahan untuk pembuat ban.1 Karet Stirena Butadiena Karet Stirena Butadiena adalah karet sintetik yang paling populer. merupakan kopolimer acak dari butadiena dan stirena (25% stirena dan 75% butadiena) yang diproduksi dengan cara polimerisasi emulsi. untuk keperluan pembuatan ban yang lebih tahan terhadap abrasi jalan raya.2. karet Stirena Butadiena juga divulkanisasi dengan mengguanakan sistem vulkanisasi sulfur terakselerasi. tube dalam untuk ban pneumatic. karena dapat meningkatkan ketahanan abrasi.2 Karet Polibutadiena (Butadiene Rubber/BR) Dibuat dengan cara polimerisasi emulsi dan larutan. Seperti karet alam.Karet dan Lateks 2013 4.1 Karet Untuk Kegunaan Umum 4.1. sehingga jumlah sulfur yang dipakai tidak sebanyak yang digunakan untuk karet alam. oleh karena ikatan gandanya lebih sedikit dibandingkan karet alam maka jumlah hidrogen alilik juga lebih sedikit. karet Stirena Butadiena memiliki beberapa kelebihan seperti : tidak memerlukan proses mastikasi. berbagai barang mekanik. karena gugus sisi (stirena) yang besar.1. lebih lentur dan resilien dibanding karet alam. Kegunaan utama untuk pipa gas.pipa dan selang 18 . tetapi bahan pencepat digunakan lebih banyak 4.2. maka karet Stirena Butadiena merupakan polimer amorfus yang tidak menguat sendiri (self reinforced rubber). karet Stirena Butadiena juga tidak tahan terhadap minyak api.2. dan ketahanan terhadap penuaan dan abrasi seperti karet alam.3 Karet Isobutilena-Isoprena (Isobutylene-Isoprena Rubber/IIR) Karet Butil (IIR) terdiri dari kopolimer isobutilena dan Isoprena merupakan karet yang tidak tahan terhadap minyak dan api. Polimerisasi larutan menghasilkan karet karet BR yang stereo regular.2. tidak berkutub (nonpolar) tapi sangat tahan terhadap beberapa pelarut polar seperti ester fosfat. produk karet yang terkena sinar matahari. lebih toleran terhadap extender oil tanpa menyebabkan terjadinya penurunan sifat (deteoriozation in properties). kelebihan terutama dalam mengurangi terjadinya pemanasan dalam (hysteresis) pada produk ban 4. Karet yang dapat mengkristal sehingga mempunyai kekuatan gum (vulkanisasi tanpa pengisi penguat) yang tinggi. Dibanding karet alam. sehingga perlu penambahan pengisi penguat saat komponding.

4.7-12 persen cis-1. gasket pelabuhan dan filem untuk bumbung bangunan.polimer cair dan polimer gam dapat dihasilkan polimer gam yang digunakan dalam industri karet dibuat dengan mereaksikan poliol yang berlebih sedikit dengan isosianat. tube dan penutup untuk kegunaan industri.1 Karet Akrilonitril Butadiena (NBR) Disebut juga dengan karet nitril.4-kloro-2-butenilena. Ia juga mempunyai ketahanan kepada cuaca sekitaran. resin penyalutan.4. Polimer yang terhasil adalah tahan kepada ozon 19 . Semakin buruk resiliens.2.3 Elastomer Uretana Uretana dihasilkan dengan mereaksikan bahan-bahan yang mengandung hidroksil dengan bahagian yang bersentuhan dengan bahan organik isosianat. Untuk pematangan dengan sulfur. 4. suhu peralihan glass (Tg).2. Kehadiran atom klorin yang bermuatan negatif menjadikan polimer ini berkutub dan tahan terhadap serangan minyak.2 Karet Untuk Kegunaan Khusus 4. Sifat-sifat dinamik yang amat baik. diproduksi dengan cara polimerisasi emulsi. kekuatan tarik.2.1 persen.2. panas. minyak. Akibatnya suatu polimer yang menguat sendiri dihasilkan.2. busa uretana. sifat-sifat elastisitas ( terutama suhu rendah).4 dan penambahan 1. CR banyak digunakan karena sifatnya yang tahan terhadap serangan ozon. Karet nitril terdiri dari kopolimer butadiena dan akrilonitril.2 yaitu 1.5 persen dan penambahan 3.2. hose hidraulik. seperti karet stirena butadena. Dalam industri pembinaan-pipa gasket. dalam automotif untuk pembuatan tube. Semakin meningkat kadar akrilonitril.sedikit monomer tak jenuh digunakan.produk tahan bahan kimia atau barang-barang yang tahan terhadap bahan kimia seperti pembuatan pipa untuk industri kimia 4.2. dan gugus akrilonitril pada sisi tulang belakang molekul karet ini menghalangi terjadinya penghabluran atau penguatan sendiri. kekerasan. Jenis karet nitril tergantung kepada kandungan akrilonitril (25 s/d 50%). poliol dan bahan pematangan yang sesuia. Kebanyakan kloroprena mempolimer dalam konfigurasi trans.Karet dan Lateks 2013 radiator. maka semakin baik ketahanan pengembangan rantai molekul (swelling resistance). Antara kegunaan CR dalam industri ialah dalam pembuatan hose tube.2 Karet Polikloroprena (CR) Polikloroprena terdiri dari 88-92 persen gugus-gugus trans-1. gugus akrilonitril (AcN) menyebabkan karet ini berkutub serta tahan terhadap bahan yang tidak berkutub seperti minyak bumi/minyak mineral.rintangan api dan juga rintangan lelasan. barangan teracuan dan tali sawat berprestasi tinggi.penebalan kabel. dan lentur. Dengan pemilihan isosianat.

4 Elastomer Polisulfida Elastomer polisulfida juga dinamakan “Thiokol” oleh Thiokol Chemical Corporation. merupakan polimer yang stabil dan tahan kepada bahan kimia serta untuk membuat bahan tampal. Kedua sifat inilah kebersihan dan uniformitas karet sangat penting bagi karet alam..Karet dan Lateks 2013 dan mempunyai sifat-sifat penuaan yang baik. Polimer polisulfida disediakan dengan reaksi kimia kondensasi dengan mereaksikan dihalida organik dengan larutan cairan natrium polisulfida dalam kehadiran agen penyebaran dan pembahasan. Thiokol digunakan dalam pembuatan barangan mekanik dan hose karena sifat keboleh telapannya yang rendah dan ketahanannya kepada pelarut keton dan ester. Ia juga digunakan dalam sektor pembinaan dan marina karena ketahanan cuaca persekitaran yang baik. karena justru kekurangan dalam dua hal ini menyebabkan kurang menariknya karet alam terhadap karet sintetis.2.(Indra Surya.koyok yang tinggi serta rintangan lelasan yang amat baik.2006) 20 . Reaksi kimia seperti ditunjukkan dibawah ClCH2CH2CL + Na2S4 (CH2CH2S4)11 + 2 NaCl Dua jenis Thiokol dihasilkan. Dengan cara peremahan ini maka upgrading karet-karet mutu rendah dapat dilaksanakan lebih muda. 4..2. Hasil ini kemudian dibasuh untuk menyingkirkan garam terlarut dan seterusnya digumpalkan dengan asam.2006) Peremahan karet memungkinkan pembersihan karet dengan lebih sempurna dan memungkinkan tercapainya hasil yang lebih seragam. Ia juga tahan kepada minyak dan mempunyai kekeuatan tensil. (Surya.

musim kemarau keadaan lateks tidak stabil). Karet merupakan bahan polimer yang elastis dan sangat berguna dalam menghasilkan berbagai macam produk seperti kasur karet. sistem sadap. keadaan tangki. Struktur lateks (a) struktur isoprena (b) struktur 1. kebersihan pohon. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas lateks. iklim.45% hidrokarbon karet selebihnya merupakan bahan-bahan bukan karet. 3) Alat-alat yang digunakan dalam penggumpalan dan pengangkutan (yang baik terbuat dari aluminium dan baja tahan karat). jarak dan jangka waktu) Kualitas air dalam pengolahan Bahan-bahan kimia yang digunakan dan komposisi lateks (Abdilah. Sebelum produk ini dapat dihasilkan.3-butadiena dengan rumus molekul C5H8.4 cis-poliisoprena Lateks sebagai bahan baku barang jadi karet. Komposisi karet bervariasi tergantung dari jenis klon. diantaranya adalah: 1) 2) Faktor kebun (jenis klon. 2009) Bila kadar air tinggi yang disebabkan oleh pengeringan yang kurang sempurna atau penyimpanan dalam ruangan yang lembab. harus memiliki kualitas yang baik. bahan-bahan rumah tangga dan sebagainya. sistem deres. Lateks memiliki bobot molekul 400000 – 1000000. 4) 5) 6) Pengangkutan (goncangan. Gambar struktur lateks dapat dilihat pada gambar berikut : Gambar 1. karet mentah yang digunakan perlu diproses mengikuti prosedur tertentu agar karet mempunyai bentuk fisik dan sifat-sifat yang diperlukan dalam menghasilkan produk yang diinginkan. Dijelaskan bahwa lateks merupakan hidrokarbon poliisopropena dengan nama kimia cis 1. umur tanaman. Lateks Lateks merupakan suatu sistem koloid dimana terdapat partikel karet yang dilapisi oleh protein dan fosfolipid yang terdispersi di dalam serum. dan kondisi tanah.Karet dan Lateks 2013 5. Lateks terdiri dari 25. maka pertumbuhan bakteri dan jamur akan terjadi 21 . bahan-bahan otomotif.4-poliisoprena dengn monomer isoprena dalam bentuk 2-metil 1. dan lain-lain) Iklim (musim dingin mendorong terjadinya prakoagulasi.

0-1. Pecahnya partikel koloid lateks akan 22 . Warna putih dan berbau lateks segar 5. Bintik-bintik ini akan merusak kualitas dan menyebabkan produk tersebut tidak disukai dalam perdagangan Selain faktor diatas lateks yang baik harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1.Karet dan Lateks 2013 dan lazim disertai dengan timbulnya bintik-bintik warna dipermukaan lembaran. Disaring dengan saringan berukuran 40 mesh 2. glukosa. dan sebagian larut dalam serum. sebagai akibatnya akan terbentuk asam lemak. Protein yang teradsorbsi pada permukaan partikel karet berfungsi sebagai lapisan pelindung. Tidak terdapat kotoran atau benda lain seperti daun atau kayu 3. Lateks kebun bermutu 1 mempunyai kadar karet kering 28% dan lateks kebun bermutu 2 mempunyai kadar karet kering 20% Komposisi lateks segar secara garis besar : A. natrium sulfit dan formaldehid. B. Ion-Ion Logam Ion-ion logam seperti Ca2+ dan Mg2+ yang terdapat di dalam lateks dapat menetralkan muatan negatif dari partikel dan menyebabkan terganggunya kemantapan lateks serta rusaknya kestabilan sistem koloid lateks. dengan demikian sistem koloid lateks akan tetap stabil. Ini merupakan sumber energi dan media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Asam lemak ini menurunkan kemantapan mekanik dan pH lateks. dimana protein akan memberikan muatan negatif yang mengelilingi partikel karet sehingga mencegah terjadinya interaksi antara sesama partikel karet.5% (b/v) dan sekitar 20% dari protein tersebut teradsorbsi pada partikel karet. C. Untuk menghindarkan aktivitas mikroba biasanya ditambahkan bahan pengawet seperti amonia. Namun dengan adanya mikroorganisme maka protein tersebut akan terurai sehingga lapisan pelindung partikel karet akan rusak dan terjadilah interaksi antara partikel karet membentuk flokulasi atau gumpalan. Protein Kandungan protein yang terdapat dalam lateks segar berkisar antara 1. galaktosa dan fruktosa. air ataupun serum lateks 4. Jika pH berada pada titik isoeletrik maka lateks menggumpal. Tidak bercampur dengan bubur lateks. Karbohidrat Karbohidrat yang terdapat dalam lateks adalah sukrosa.

23 . Oleh karena itu kandungan ion logam dari lateks sebaiknya rendah karena selain dapat mengganggu kemantapan.Karet dan Lateks 2013 menyebabkan terbentuknya flokulasi dan lateks menggumpal. juga mengganggu kestabilan sistem koloid lateks tersebut.

Tim Penebar Swadaya. Anwar. Panduan Lengkap Karet. Penggunaan Berbagai Jenis Lateks Sebagai Bahan Tambahan Pada Mortar Untuk Aplikasi Beton Jalan Raya. Indra.Karet dan Lateks 2013 DAFTAR PUSTAKA Abdilah. Penebar Swadaya. Skripsi Fakultas Teknik Pertanian IPB : Bogor. Departemen Teknik Kimia USU : Medan. Manajemen dan Budidaya Karet. Teknologi Karet. 2008 24 . Surya. 2001. Jakarta. 2006. Rae hanif. Medan. 2009. Pusat Penelitian Karet. Chairil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful