You are on page 1of 49

2.

Patologi Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau disebut adenoma, yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat). Pada stadium awal, polip dapat diangkat dengan mudah. Tetapi, seringkali pada stadium awal adenoma tidak menampakkan gejala apapun sehingga tidak terdeteksi dalam waktu yang relatif lama dan pada kondisi tertentu berpotensi menjadi kanker yang dapat terjadi pada semua bagian dari usus besar (Davey, 2006 : 335). Kanker kolon dan rektum terutama (95 %) adenokarsinoma (muncul dari lapisan epitel usus). Dimulai sebagai polip jinak tetapi dapat menjadi ganas dan menyusup serta merusak jaringan normal serta meluas ke dalam sturktur sekitarnya. Sel kanker dapat terlepas dari tumor primer dan menyebar ke bagian tubuh yang lain ( paling sering ke hati). Kanker kolon dapat menyebar melalui beberapa cara yaitu : 1. Secara infiltratif langsung ke struktur yang berdekatan, seperti ke dalam kandung kemih. 2. Melalui pembuluh limfe ke kelenjar limfe perikolon dan mesokolon. 3. Melalui aliran darah, biasanya ke hati karena kolon mengalirakan darah ke system portal. 4. Penyebaran secara transperitoneal 5. Penyebaran ke luka jahitan, insisi abdomen atau lokasi drain. Pertumbuhan kanker menghasilkan efek sekunder, meliputi penyumbatan lumen usus dengan obstruksi dan ulserasi pada dinding usus serta perdarahan. Penetrasi kanker dapat menyebabkan perforasi dan abses, serta timbulnya metastase pada jaringan lain (Gale, 2000 : 177).

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

berbatas tegas Pertumbuh an tidak teratur. pertumbuhan sel yang tidak ganas/adenoma 3. Tidak bermutasi ke gen vital kerusakan a lat tubuh dan penurunan fungsi tubuh apat dikeluarkan dengan cara operasi St adium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat). dan fungsi lainnya. Patways Carsinoma Colon Tumbuh / berkembangnya sel tumor Authorized www.blogspot.com .ruslanpinrang.Tumor bersifat ganas Tumor bersifat jinak Tumbuh lambat Tumbuh cepat / membelah diri . membentuk simpai (jaringan pembungkus). tidak berbatas tegas dengan jaringan sehat (tidak meng-invasi/bermetastasis) Meng-invasi jarin gan biologis lainnya dan atau bermetastasis Merusak DNA Tidak merusak DNA mutasidi gen vital yang mengontrol pembagian sel.

Kanker kolon kiri dan rectum cenderung menyebabkan perubahan defekasi sebagai akibat iritasi dan respon refleks. tumor kolon kanan mungkin dapat teraba. perubahan dalam penampilan feses. dimana isi kolon berupa caiaran. Pada orang yang kurus. dan kembung sering terjadi. MANIFESTASI KLINIS KANKER KOLON Gejala sangat ditentukan oleh lokasi kanker. anemia dan perdarahan rectal merupakan keluhan yang umum terjadi. C1: kanker telah mengadakan metastasis ke kelenjar getah bening sebanyak satu sampai empat buah. nyeri kejang. karena lumen usus lebih besar dan feses masih encer. E. C2: kanker telah mengadakan metastasis ke kelenjar getah bening lebih dari 5 buah. Adanya perubahan dalam defekasi. karena tercampur dalam feses. tahap penyakit.7 D. B2 : kanker telah menembus lapisan muskularis sampai lapisan propria. tenesmus. dan fungsi segmen usus tempat kanker berlokasi. 2001 : 209) : A : kanker hanya terbatas pada mukosa dan belum ada metastasis. 2. Sedikit kecenderungan menimbulkan obstruksi. Anemia akibat perdarahan sering terjadi. cenderung tetap tersamar hingga stadium lanjut. Diare. darah pada feses. B1 : kanker telah menginfiltrasi lapisan muskularis mukosa. konstipasi. dan darah bersifat samara dan hanya dapat dideteksi dengan tes Guaiak (suatu tes sederhana yang dapat dilakukan di klinik). 1. tetapi jarang pada stadium awal. Penderita mungkin mengalami perasaan tidak enak pada abdomen.Kanker kolon kanan. D : kanker telah mengadakan metastasis regional tahap lanjut dan penyebaran yang luas & tidak dapat dioperasi lagi. KLASIFIKASI Klasifikasi kanker kolon menurut modifikasi DUKES adalah sebagai berikut (FKUI. Karena lesi kolon . dan kadang – kadang pada epigastrium. Mucus jarang terlihat.

blogspot. Feses dapat kecil dan berbentuk seperti pita. 2000). Hemoroid.ruslanpinrang. Baik mucus maupun darah segar sering terlihat pada feses. 2000 : 143). sering timbul gangguan obstruksi. F. pembuluh limfe atau vena. Gejala yang mungkin dapat timbul pada lesi rectal adalah evakuasi feses yang tidak lengkap setelah defekasi. Dapat terjadi anemia akibat kehilangan darah kronik. Pertumbuhan pada sigmoid atau rectum dapat mengenai radiks saraf.kiri cenderung melingkar. PEMERIKSAAN PENUNJANG Authorized www. konstipasi dan diare bergantian. polipoid/papiler Sudah mengenai otot dinding Semua lapis dinding terkena. penyebaran ke sekitar Sama dengan T3 dengan fistula Limfonodus terkena Ada metastasis G. nyeri pinggang bagian bawah. keinginan defekasi atau sering berkemih dapat timbul sebagai akibat tekanan pada alat – alat tersebut. serta feses berdarah (Gale. STADIUM KLINIS Tabel : astadium pada karsinoma kolon yang ditemukan dengan system TMN (Tambayong. TIS T1 T2 T3 T4 NM Carcinoma in situ Belum mengenai otot dinding. menimbulkan gejala – gejala pada tungakai atau perineum.com 9 o Endoskopi .

maka kemungkinan pengobatan adalah sebagai berikut : 1. Oleh sebab itu dokter bedah biasanya juga menghilangkan sebagian besar jaringan sehat yang mengelilingi sekitar kanker. tetapi digunakan untuk melihat ada tidaknya metastasis kanker ke kelenjar getah bening di abdomen dan hati. H. tetapi tidak menjamin semua sel kanker telah terbuang. atau sinar gamma. Gambar histopatologis karsinoma kolon adalah adenokarsinoma dan perlu ditentukan diferensiansi sel. o Radiologis Pemeriksan radiologis yang dapat dilakukan antara lain adalah foto dada dan foto kolon (barium enema). Penyinaran (Radioterapi) Terapi radiasi memakai sinar gelombang partikel berenergi tinggi misalnya sinar X. 2. difokuskan untuk merusak daerah yang ditumbuhi tumor. o Ultrasonografi (USG) Sulit dilakukan untuk memeriksa kanker pada kolon. PENATALAKSANAAN MEDIS Bila sudah pasti karsinima kolon. merusak genetic . o Histopatologi Biopsy digunakan untuk menegakkan diagnosis. o Laboratorium Pemeriksaan Hb penting untuk memeriksa kemungkinan pasien mengalami perdarahan (FKUI.: pemeriksaan endoskopi perlu dilakukan baik sigmoidoskopi maupun kolonoskopi. Pembedahan (Operasi) Operasi adalah penangan yang paling efektif dan cepat untuk tumor yang diketahui lebih awal dan masih belum metastatis. Foto dada dilakukan untuk melihat apakah ada metastasis kanker ke paru. 2001 : 210).

Tanda : tidak dapat istirahat. dapat masuk ke dalam sirkulasi darah. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN Pengkajian Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluruh (Boedihartono. atau stasis vascular (peningkatan risiko pembentukan trombus). marah. sehingga sangat bagus untuk kanker yang telah menyebar. 1999) adalah meliputi : 1. takut. membrane mukosa yang kering (pembatasan pemasukkan / periode puasa pra operasi) 4. 1994 : 10). apatis . Kerusakan sel tubuh menyebabkan lemas. 3. Terapi radiasi merusak sel-sel yang pembelahan dirinya cepat. Biasanya di injeksi atau dimakan. karena digabungkan akan memberikan efek yang lebih bagus (FKUI. gaya Authorized www. I. 2001 : 211). hubungan.com 11 hidup. perubahan kulit dan kehilangan nafsu makan. pada umumnya lebih dari satu macam obat.blogspot. Pengkajian pasien Post Operatif Ca Colon (Doenges. penyakit vascular perifer.sehingga membunuh kanker. Pernapasan . sel darah. sel dinding lambung & usus. edema pulmonal. misalnya financial. kemotherapy Chemotherapy memakai obat antikanker yang kuat . stimulasi simpatis. 3. sel kulit.ruslanpinrang. Integritas Ego Gejala : perasaan cemas. malnutrisi (termasuk obesitas) . 2. antara alin sel kanker. GJK. factor-faktor stress multiple. peningkatan ketegangan/peka rangsang . Makanan / cairan Gejala : insufisiensi pancreas/DM. Obat chemotherapy ini ada kirakira 50 jenis. (predisposisi untuk hipoglikemia/ketoasidosis) . Sirkulasi Gejala : riwayat masalah jantung.

Riwayat transfuse darah / reaksi transfuse. Pola nafas. Defisiensi immune (peningkaan risiko infeksi sitemik dan penundaan penyembuhan) . tidak efektif berhubungan dengan imobilitas. antiinflamasi. Keamanan Gejala : alergi/sensitive terhadap obat. Munculnya kanker /terapi kanker terbaru . hipoksia. 5. dan kondisi pascaanastesi. kondisi yang kronis/batuk. J. analgesic. Riwayat keluarga tentang hipertermia malignant/reaksi anestesi . antibiotic. 2006 : 621) meliputi : 1. Penggunaan alcohol (risiko akan kerusakan ginjal. Kekurangan volume cairan. antihipertensi. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan adalah suatu penyatuan dari masalah pasien yang nyata maupun potensial berdasarkan data yang telah dikumpulkan (Boedihartono. steroid. Riwayat penyakit hepatic (efek dari detoksifikasi obat-obatan dan dapat mengubah koagulasi) . antidisritmia. resiko tinggi terhadap berhubungan dengan pembatasan pemasukkan cairan tubuh secara oral. Perubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan kimia misalnya penggunaan obat-obat farmasi. Penyuluhan / Pembelajaran Gejala : pengguanaan antikoagulasi. dan juga potensial bagi penarikan diri pasca operasi). atau obat-obatan rekreasional. plester. ANALISIS DATA. lingkungan terapeutik yang terbatas misalnya stimulus sensori yang berlebihan . 3. demam. stress fisiologis. pengeluaran integritas pembuluh darah. diuretic. 6. dan larutan . makanan. merokok. kardiotonik glokosid.Gejala : infeksi. dekongestan. Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien Post operatif kanker kolon (Wilkinson. 1994 : 17). antikonvulsan atau tranquilizer dan juga obat yang dijual bebas. Tanda : menculnya proses infeksi yang melelahkan . yang mempengaruhi koagulasi dan pilihan anastesia. 2. . bronchodilator. hilangnya cairan tubuh secara tidak normal.

insisi pembedahan. krisis situasi atau krisis maturasi. 13. trauma muskuloskletal. kehancuran yang terusmenerus (misalnya. respons inflamasi tertekan. Ansietas berhubungan dengan ancaman terhadap konsep diri.ruslanpinrang. Nyeri berhubungan dengan insisi pembedahan.blogspot. 5. prognosis dan pengobaatan berhubungan dengan kurang terpajan informasi. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan luka pembedahan. Konstipasi berhubungan dengan penurunan asupan cairan Authorized www. luka/kerusakan kulit. dan penurunan kekuatan/tahanan. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan pembedahan. ancaman terhadap perubahan status kesehatan. kelemahan otot abdomen sekunder akibat mekanisme kanker kolon. Risiko infeksi berhubungan dengan stasis cairan tubuh. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri/ketidaknyamanan. keterbatasan kognitif . 9.4. terapi pembatasan aktivitas. 8. efek samping penanganan. factor budaya atau spiritual yang berpengaruh pada perubahan penampilan.com 13 dan serat. 12. Kurang pengetahuan tentang kondisi luka. 6. 7. prosedur invasif dan jalur penusukkan. 10. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual/muntah. lokalisasi). ancaman terhadap pola interaksi dengan orang yang berarti. 11. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik/nyeri.

Implementasi Intervensi adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan (Boedihartono.1995 : 40).No Tujuan. 1994 : 20). Intervensi. Intervensi keperawatan pada pasien post Operasi kanker kolon dengan criteria NOC dan intervensi NIC (Wilkinson. Implementasi adalah pengelolaan dan perwujudan dari rencana keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan (Effendi . . 2006) meliputi : No DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN/KRITERIA RENCANA TINDAKAN RASIONAL 1.

Pertahankan jalan udara pasien dengan memiringkan kepala. retraksi atau pernapasan cuping hidung. . . Kriteria hasil : tidak ada perubahan pada frekuensi dan kedalaman pernapasan. warna kulit.Observasi frekuensi dan kedalaman pernapasan. . Tujuan : menetapkan pola napas yang normal/efektif dan bebas dari sianosis atau tanda-tanda hipoksia lainnya.Pola nafas. dan aliran udara. aliran udara faringeal oral.Letakkan pasien pada posisi yang sesuai. R : mencegah obstruksi jalan napas. . R : indikasi .Auskultasi suara napas. tidak efektif adalah inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak member ventilasi yang adekuat. hiperekstensi rahang. perluasan rongga dada. pemakaian otot-otot bantu pernapasan.

ruslanpinrang.com 15 .adanya obstruksi oleh mukus atau lidah dan dapat dibenahi dengan mengubah posisi ataupun pengisapan. R : dilakukan untuk memastikan efektivitas pernapasan sehingga upaya memperbaikinya dapat segerra dilakukan. R :elevasi kepala dan posisi miring akan mencegah terjadinya aaspirasi dari muntah. posisi yang benar Authorized www.blogspot.

.

Lakukan latihan gerak sesegera mungkin pada pasien yang reaktif dan lanjutkan pada periode pascaoperasi. No DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN/KRITERIA RENCANA TINDAKAN RASIONAL .tergantung pada kekuatan pernapasan dan jenis pembedahan. akan mendorong ventilasi pada lobus paru bagian bawah dan menurunkan tekanan pada diafragma. .

R: obstruksi jalan napas dapat terjadi karena adanya darah atau mukus dalam tenggorok atau trakhea. mengeluarkan sekresi. . membuang gas anastesi . R :ventilasi dalam yang aktif membuka alveolus. meningkatkan pengangkutan oksigen.. pemberian oksigen sesuai kebutuhan.zat inhalasi. R:dilakukan untuk meningkatkan atau memaksimalkan pengambilan oksigen yang akan diikat oleh Hb yang menggantikan tempat gas anastesi dan mendorong pengeluaran gas terssebut melalui zat. . batuk membantu mengeluarkan sekresi dari sistem pernapasan.Kolaborasi.Lakukan pengisapan lendir jika diperlukan.

pikiran sadar. . Perubahan proses pikir adalah suatu kondisi gangguan aktivitas dan kerja kognitif (misalnya. Tujuan : meningkatkan tingkat kesadaran.2. dan penilaian) yang terjadi pada individu. nyatakan bahwa operasi telah selesai dilakukan. orientasi realita. Kriteria hasil : pasien mampu mengenali keterbatasan diri dan mencari sumber bantuan sesuai kebutuhan. . pemecahan masalah.Orientasikan kembali pasien secara terus menerus setelah keluar dari pengaruh anastesi .

maka dukungan dan jaminan akan membantu menghilangkan ansietas.Evaluasi sensasi/pergerakkan ekstremitas dan batang tenggorok yang sesuai.blogspot.com 17 . Authorized www. R : karena pasien telah meningkat kesadarannya. namun sensori pendengaran merupakan kemampuan yang pertama kali akan pulih..Bicara pada pasien dengan suara yang jelaas dan normal tanpa membentak. . sadar penuh akan apa yang diucapkan. R : pengembalian fungsi setelah dilakukan blok saraf spinal atau lokal yang bergantung pada jenis atau jumlah obat yang digunakan dan lamanya prosedur dilakukan. R : tidak dapat ditentukan kapan pasien akan sadar penuh.ruslanpinrang.

No DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN/KRITERIA RENCANA TINDAKAN RASIONAL . . kateter.Gunakan bantalan pada tepi tempat tidur. selang endotrakeal. bila dipasang . lakukan pengikatan jika diperlukan.Periksa aliran infus.

R :stimulus eksternal mungkin menyebabkan abrasi psikis ketika terjadi disosiasi obat-obatan anastesi yang telah diberikan. R :berikan keamanan bagi pasien selama tahap darurat. atau tertekuk. mencegah terjadinya cedera pada kepala dan ekstremitas bila pasien melakukan perlawanan selama masa disorientasi. resiko tinggi adalah suatu kondisi individu yang berisiko . terlepas. mungkin akan terjadi bendungan pada aliran infus dan sistem pengeluaran lainnya.dan pastikan kepatenannya.Pertahankan lingkungan yang tenang dan nyaman. R :pada pasien yang mengalami disorientasi. 3. . Kekurangan volume cairan.

turgor kulit normal.Ukur dan catat pemasukan dan pengeluaran. terutama untuk tipe prosedur R :dokumentasi yang akurat akan membantu dalam mengidentifikasi pengeluaran cairan/kebutuhan penggantian dan pilihanpilihan yang mempengaruhi . kualitas denyut nadi baik. . atau intraselular. . Kriteria hasil : tidak ada ada tanda-tanda dehidrasi (tanda-tanda vital stabil.Kaji pengeluaran urinarius.mengalami dehidrasi vascular. Tujuan : keseimbangan cairan tubuh adekuat. Tinjau ulang catatan intra operasi. selular.

peningkatan pernapasan mengindikasikan kekurangan kekurangan cairan. Authorized www.blogspot.ruslanpinrang.Pantau tanda-tanda vital. R: hipotensi. takikardia.com 19 . . R : mungkin akan terjadi penurunan ataupun penghilangan setelaha prosedur pada sistem genitourinarius dan atau struktur yang berdekatan mengindikasikan malfungsi ataupun obstruksi sistem urinarius.membran mukosa lembab dan pengeluaran urine yang sesuai). intervensi. operasi yang dilakukan.

Pantau suhu kulit.Periksa pembalut. . .Letakkan pasien pada posisi yang sesuai.No DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN/KRITERIA RENCANA TINDAKAN RASIONAL . . alat drain pada interval reguler. tergantung pada kekuatan pernapasan dan jenis pembedahan. palpasi denyut perifer. Kaji luka untuk terjadinya pembengkakan.

berikan cairan parenteral.Kolaborasi. misalnya ketidak seimbangan. R :elevasi kepala dan posisi miring akan mencegah terjadinya aaspirasi dari muntah.. R :perdarahan yang berlebihan dapat mengacu kepada hipovolemia/hemoragi. produksi darah dan atau plasma ekspander sesuai petunjuk. R : kulit yang dingin/lembab. Catat waktu penggangtian volume sirkulasi yang potensial bagi penurunan komplikasi. denyut yang lemah mengindikasikan penurunan sirkulasi perifer dan dibutuhkan untuk penggantian cairan tambahan. . R : gantikan kehilangan cairan yang telah didokumentasikan. Tingkatkan kecepatan IV jika diperluakan. posisi yang benar akan mendorong ventilasi pada lobus paru bagian bawah dan menurunkan tekanan pada diafragma.

p.ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN CARSINOMA COLON (CA COLON) Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Info and Rating cancer CA Penyakit asuhan keperawatan kanker pengobatan medis colo klien Follow Ullank Stira Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. p. .

p. 3. p. p. 2.p. . p. p. p.

6. p. p. p. p. 5. p. p. . p.4.

p. 7. p. p. p. p. 8. p. p. .

p. p. 11. p. p. p. 10. 9. p.p. .

p. 13.p. p. p. p. . p. 12. p.

p. p. p. p. p. 15. p. 14. .p.

p. 16. p. 111 p. More from this user PreviousNext 1. p. 17. p. .p. 17 p.

3. 27 p. 2 p. 4.40 p. 7 p. 2. . 134 p. 15 p. 6 p.

19 p. 132 p. 6. 5 p. . 34 p. 5. 6 p. 53 p.18 p.

12 p. 7 p. 12 p. . 7 p. 7.25 p. 14 p. 12 p. 8.

27 p.18 p. Recent Readcasters Add a Comment Klex Klexanleft a comment ga bisa di download ? ga asik :p 03 / 23 / 2011 Ullank Stira replied: . 9.

.. 01 / 16 / 2010 yulfa r amitaleft a comment sumpret!!!!! bagus banget mas 11 / 01 / 2009 Ullank Stira replied: semoga bermanfaat. salam kenal .... 03 / 15 / 2010 nopi2left a comment kren bgt askepnya. 01 / 15 / 2010 Ullank Stira replied: nopi2.Bisa kok. sign up dulu ke scribd. semua gratis file2 yg ada di home saya 04 / 14 / 2011 Ahmadi Shadyleft a comment ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN CARSINOMA COLON (CA COLON)#fullscreen:on 08 / 08 / 2010 dwi_herileft a comment haturnumun kang.semoga bermanfaat yah.salam kenal.