BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Infertilitas merupakan suatu permasalahan yang cukup lama dalam dunia kedokteran.

Namun sampai saat ini ilmu kedokteran baru berhasil menolong ± 50% pasangan infertililitas untuk memperoleh anak. Di masyarakat kadang infertilitas di salah artikan sebagai ketidakmampuan mutlak untuk memiliki anak atau ”kemandulan” pada kenyataannya dibidang reproduksi, infertilitas diartikan sebagai kekurangmampuan pasangan untuk menghasilkan keturunan, jadi bukanlah ketidakmampuan mutlak untuk memiliki keturunan. Infertilitas bagi pasangan suami istri yang mendambakan anak menimbulkan kesedihan, kemarahan dan kekecewaan dalam keluarga. Ilmu kedokteran masa kini baru berhasil menolong 50 % pasangan suami istri untuk dapat memperoleh anak. Ini berarti separuhnya terpaksa menempuh hidup tanpa anak, mengangkat anak ( adopsi), poligini atau bercerai. Seringkali wanita yang dipersalahkan bila suatu pasangan suami istri sukar memperoleh keturunan. Sekitar 40 % kasus infertilitas disebabkan oleh kemandulan wanita, 30 % disebabkan oleh kemandulan pria dan 30% oleh keduanya. Kadang-kadang dalam pasangan suami istri, pria tidak bisa menerima kenyataan bahwa masalah berasal dari kedua belah pihak, sehingga akan menolak untuk dilakukan pemeriksaan. Hal ini disebabkan karena menganggap infertilitas sebagai suatu hal yang memalukan di masyarakat, dimana seorang pria diharapkan dapat meneruskan keturunannya sebagai ciri kejantanan. Menurut catatan WHO, diketahui penyebab infertilitas pada perempuan di antaranya, adalah: faktor Tuba fallopii (saluran telur) 36%, gangguan ovulasi 33%, endometriosis 30%, dan hal lain yang tidak diketahui sekitar 26%.Hal ini berarti sebagian besar masalah infertilitas pada perempuan disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi atau karena gangguan proses ovulasi. 1.2 Rumusan masalah 1. Apa yang dimaksud dengan Infertilitas? 2. Bagaimana Klasifikasi Infertilitas ? 3. Bagaimana Unpersepsi Infertilitas ? 4. Bagaimana Etiologi Infertilitas?

Untuk mengetahui klasifikasi Infertilitas 3. Bagaimana Pemeriksaan Intertilitas ? 1. Untuk mengetahui patofisiologi Infertilitas 7. Untuk mengetahui definisi dari Infertilitas 2. Untuk mengetahui Unpersepsi Infertilitas 4. Untuk mengetahui etiologi Infertilitas 5. Bagaimana Ptofisiologi Infertilitas ? 7. Untuk mengetahui Pemeriksaan Infertilitas .3 Tujuan 1. Untuk mengetahui manifestasi Infertilitas 6.5. Bagaimana manifestasi Infertilitas ? 6.

(Sarwono. akan tetapi kemudian tidak berhasil hamil lagi walaupun bersenggama teratur dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilanselama 12 bulan berturut. ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang berkesimpulan dirinya infertil.turut. Sebanyak 10-20% sisanya akan memiliki anak pada tahun ke-3 atau lebih atau tidak akan pernah memiliki anak (Djuwantono. padahal sebenarnya belum tentu demikian: . Infertilitas adalah pasangan yang telah kawin dan hidup harmonis serta berusaha selama satu tahun tetapi belum hamil. Infertilitas sekunder infertilitas sekunder jika perempuan penah hamil. Infertilitas primer Infertilisasi Primer yaitu jika perempuan belum berhasil hamil walaupun bersenggama teratur dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan berturut-turut. 1998). Sebanyak 60%-70% pasangan yang telah menikah akan memiliki anak pada tahun pertama pernikahan mereka. 2. 2. Infertilitas primer bila pasutri tidak pernah hamil dan infertilitas sekunder bila istri pernah hamil.3 Unpersepsi Infertilitas Menurut Weschler. (Manuaba. 2000).1 Definisi infertilitas Infertilitas adalah pasangan suami istri yang telah menikah selama satu tahun dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi. 2006). Jadi dapat disimpulkan bahwa Infertilitas ialah pasangan suami-istri belum mampu dan belum pernah memiliki anak setelah 1 tahun berhubungan seksual sebanyak 2-3 kali per minggu tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk apapun.2008). 2. tetapi belum memiliki anak.2 Klasifikasi Infertilitas 1. (Siswandi. Sebanyak 20% akan memiliki anak pada tahun ke-2 dari usia pernikahan.BAB II PEMBAHASAN 2. Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil dalam waktu satu tahun.

c. Alat ini tidak memberitahu apakah lendir leher rahim kondusif untuk sperma d. Ada wanita yang mengalami kemunculan hormon LH jauh sebelum ovulasi itu sendiri (mini-peaks of LH). Dan jangan lupa. ada wanita yang mengalami sindrom LUFS di mana hormon LH tidak menyebabkan ovulasi. tes ini akan invalid. Dokter melakukan tes kesuburan pada waktu yang tidak tepat. Dokter yang teliti akan mengambil langkah berikut terlebih dahulu: a. Ketepatan alat ini bisa berkurang jika terkena panas yang berlebihan kesuburan wanita. Padahal. Contohnya adalah : a. jika tes ini dilakukan bukan pada fase subur. Demikian juga tes biopsi dinding rahim.1. Penerapan tes pasca-senggama (postcoital test). 3. 5. tidak semua wanita memiliki siklus 28 hari. Apabila dalam satu tahun tidak terjadi kehamilan meski menjalani hubungan intim tanpa kontrasepsi. Alat ini biasanya mendeteksi munculnya hormon LH sebelum ovulasi. yang dimaksudkan untuk menganalisa apakah sperma tersebut subur. tidak semua orang mengalami ovulasi pada hari 14 setelah menstruasi. dan terburu-buru menerapkan tes-tes yang invasif atau terburu-buru memberikan obat. tidak akan menunjukkan hasil yang baik jika waktunya tidak tepat 6. kenaikan suhu terjadi pada saat ovum sudah mati. Analisa pemetaan mengalami ovulasi? 4. Pada hari keberapakah si wanita . Jika siklus menstruasi tidak teratur. Dokter hanya memfokuskan mengambil solusi berdasarkan kenaikan suhu basal tubuh. Lihat menstruasi. Alat untuk menentukan masa subur kadang kala tidak tepat: a. dan mengabaikan pengamatan lendir leher rahim. Padahal. dan ovulasi tidak selalu terjadi pada hari ke 14. 2. b. b. sementara masa subur adalah tepat sebelum kenaikan suhu tersebut terjadi. Analisa sperma pada pria. Padahal. keseringan hubungan intim tidak akan menghasilkan kehamilan apabila dilakukan pada waktu yang tidak tepat. b. Dokter terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan frekuensi hubungan intim. dan apakah lendir leher rahim wanita kondusif untuk pembuahan. Padahal. Padahal.

lapisan tengah. Gejala umum infeksi panggul adalah: nyeri pada daerah pusar ke bawah (pada sisi kanan dan kiri). Padahal tidak selalu demikian. atau bahkan dalam rongga perut. atau bisa juga terletak di indung telur. Penyebab Infertilitas pada perempuan (Istri) a. pemeriksaan panggul. Alat ini tidak akan memberi hasil positif jika dilakukan bukan pada masa subur. saluran telur. Obat kesuburan seperti Pergonal atau Danicrone bisa mempengaruhi alat tersebut g. hubungan seksual. Faktor penyakit 1) Endometriosis Merupakan jaringan endometrium yang semestinya berada di lapisan paling dalam rahim (lapisan endometrium) terletak dan tumbuh di tempat lain. dan keputihan dengan cairan yang kental atau berbau.4 Etiologi Infertilitasi 1. atau lapisan dalam rahim. Tergantung dari lokasinya. Biasanya mioma uteri yang sering menimbulkan infertilitas adalah mioma uteri yang terletak di lapisan dalam . misalnya: spiral). saluran telur.e. aktivitas fisik yang berat. 2. Gejala umum penyakit endometriosis adalah nyeri yang sangat pada daerah panggul terutama pada saat haid dan berhubungan intim. Endometriosis bisa terletak di lapisan tengah dinding rahim (lapisan myometrium) yang disebut juga adenomyosis. mual. meliputi radang pada rahim. nyeri pada awal haid. Ada wanita yang menyangka dirinya tidak bisa hamil. 2) Infeksi Panggul Suatu kumpulan penyakit pada saluran reproduksi wanita bagian atas. 3) Mioma Uteri Merupakan tumor (tumor jinak) atau pembesaran jaringan otot yang ada di rahim. atau dinding dalam panggul. Sementara banyak wanita yang menyangka dirinya berovulasi hanya pada hari ke 14. serta tentu saja infertilitas. Infeksi panggul memburuk akibat haid. mioma dapat terletak di lapisan luar. f. Menurut Weschler. dan pemasangan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim. Alat ini tidak akurat untuk wanita di atas 40 tahun 7. padahal kenyataannya dia bisa hamil tetapi mengalami keguguran. indung telur. nyeri saat berkemih. demam. hal di atas bisa diatasi dengan menerapkan metode kesadaran kesuburan untuk mengetahui kapan fase subur terjadi.

6) Saluran Telur yang Tersumbat Saluran telur yang tersumbat menyebabkan sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur sehingga pembuahan tidak terjadi alias tidak terjadi kehamilan. Tidak semua kista harus dioperasi mengingat ukuran juga menjadi standar untuk tindakan operasi. infertilitas. . dan pengaruhnya yang berbeda terhadap kesuburan. dan pembesaran indung telur. Jenis kista yang paling sering menyebabkan infertilitas adalah sindrom ovarium polikistik. Mioma aktif saat wanita dalam usia reproduksi sehingga -saat menopause. Hal penting lainnya adalah mengenai ukuran kista. hirsutism (pertumbuhan rambut yang berlebihan. Polip dapat menjulur keluar ke vagina. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui saluran telur yang tersumbat adalah dengan HSG (Hystero Salpingo Graphy). Penyakit ini disebabkan tidak seimbangnya hormon yang mempengaruhi reproduksi wanita. sehingga bakal janin akan susah tumbuh. Gangguan ovulasi biasanya direfleksikan dengan gangguan haid. yaitu semacam pemeriksaan röntgen (sinar X) untuk melihat rahim dan saluran telur. Haid yang normal memiliki siklus antara 26-35 hari. Terdapat berbagai macam jenis kista.(lapisan endometrium). Polip menyebabkan pertemuan sperma-sel telur dan lingkungan uterus terganggu. maka sebaiknya beliau memeriksakan diri ke dokter. Penyakit tersebut ditandai amenore (tidak haid). obesitas. Bila haid pada seorang wanita terjadi di luar itu semua. 4) Polip suatu jaringan yang membesar dan menjulur yang biasanya diakibatkan oleh mioma uteri yang membesar dan teremas-remas oleh kontraksi rahim. dengan jumlah darah haid 80 cc dan lama haid antara 3-7 hari. dapat terdistribusi normal maupun tidak normal). 5) Kista suatu kantong tertutup yang dilapisi oleh selaput (membran) yang tumbuh tidak normal di rongga maupun struktur tubuh manusia. Delapan puluh persen penyebab gangguan ovulasi adalah sindrom ovarium polikistik. Mioma uteri biasanya tidak bergejala. 7) Sel Telur Kelainan pada sel telur dapat mengakibatkan infertilitas yang umumnya merupakan manifestasi dari gangguan proses pelepasan sel telur (ovulasi).mioma uteri akan mengecil atau sembuh.

Faktor fungsional 1) Gangguan system hormonal wanita dan dapat di sertai kelainan bawaan (immunologis). uterus (rahim) dan Tuba fallopi (saluran telur) Dalam keadaan normal. Sedangkan jika dalam rahim. Apabila embrio memiliki antigen yang berbeda dari ibu. Jika produksi lendir terganggu. Jika gerakan rahim terganggu. maka perjalanan sperma akan terhambat. yang berperan adalah gerakan di dalam rahim yang mendorong sperma bertemu dengan sel telur matang. Gangguan ini diketahui sebagai salah satu penyebab utama kegagalan proses ovulasi yang normal. maka sperma tidak bisa membuahi sel telur. Ovarium polikistik disebabkan oleh kadar hormon androgen yang tinggi dalam darah. Kadar androgen yang berlebihan ini mengganggu hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) dalam darah. 2) Gangguan pada pelepasan sel telur (ovulasi) Ovulasi atau proses pengeluaran sel telur dari ovarium terganggu jika terjadi gangguan hormonal. Gangguan kadar hormon FSH ini akan mengkibatkan folikel sel telur tidak bisa berkembang dengan baik. maka tubuh ibu memberikan reaksi sebagai respon terhadap benda asing. Sumbatan tersebut biasanya disebabkan oleh penyakit salpingitis. misalnya diakibatkan oleh malformasi uterus yang mengganggu pertumbuhan fetus. Jika terjadi penyumbatan di dalam saluran telur. . mioma uteri dan adhesi uterus yang menyebabkan terjadinya gangguan suplai darah untuk perkembangan fetus dan akhirnya terjadi abortus berulang. Salah satunya adalah polikistik. sehingga pada gilirannya ovulasi juga akan terganggu 3) Gangguan pada leher rahim. Kelainan pada uterus. Reaksi ini dapat menyebabkan abortus spontan pada wanita hamil. Di dalam saluran inilah sel telur bertemu dengan sel sperma. pada leher rahim terdapat lendir yang dapat memperlancar perjalanan sperma.Kelainan tuba falopii akibat infeksi yang mengakibatkan adhesi tuba falopii dan terjadi obstruksi sehingga ovum dan sperma tidak dapat bertemu. radang pada panggul (Pelvic Inflammatory Disease) atau penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur klamidia. 4) Gangguan implantasi hasil konsepsi dalam rahim.b. Terakhir adalah gangguan pada saluran telur. (akibat kekurangan hormon prostaglandin) maka gerakan sperma melambat.

yaitu 34–35 °C. sehingga produksi sperma menjadi terganggu. antara lain pada permukaan testis 2) Ejakulasi retrograd yaitu ejakulasi dimana air mani masuk kedalam kandung kemih 3) varikokel yaitu suatu keadaan dimana pembuluh darah menuju bauh zakar terlalu besar. Diduga hal ini disebabkan oleh antara lain karena struktur jaringan endometrium tidak dapat menghasilkan hormon progesteron yang memadai. Dalam proses produksi. Kegagalan fungsional 1) Kemampuan ereksi kurang 2) Kelainan pembentukan spermatozoa 3) Gangguan pada sperma c. 2.5 . Kedua hormon tersebut mempengaruhi testis dalam menghasilkan hormon testosteron.5–37. selanjutnya terjadi proses nidasi (penempelan) pada endometrium. Penyebab pada laki-laki (suami) a.Setelah sel telur dibuahi oleh sperma dan seterusnya berkembang menjadi embrio. akibatnya produksi sperma dapat terganggu serta mempengaruhi spermatogenesis dan keabnormalan semen Terapi yang bisa dilakukan untuk peningkatan testosterone adalah dengan terapi hormon. sedangkan suhu tubuh normal 36. yaitu hipofisis yang bertugas mengeluarkan hormon FSH dan LH. cenderung mengalami gangguan pembuahan. Gangguan di daerah testis (testicular) Kerja testis dapat terganggu bila terkena trauma pukulan. d. testis sebagai “pabrik” sperma membutuhkan suhu yang lebih dingin daripada suhu tubuh. Kelainan pada alat kelamin 1) hipospadia yaitu muara saluran kencing letaknya abnormal. gangguan fisik. Gangguan di daerah sebelum testis (pretesticular) Gangguan biasanya terjadi pada bagian otak. Perempuan yang memiliki kadar hormon progesteron rendah. sehingga jumlah dan kemampuan gerak spermatozoa berkurang yang berarti mengurangi kemampuannya untuk menimbulkan kehamilan 4) Testis tidak turun dapat terjadi karena testis atrofi sehingga tidak turun b. atau infeksi. selama pubertas testis tidak berkembang dengan baik. Bisa juga terjadi.

Diikuti dengan perkembangan seks sekunder yang tidak adekuat menunjukkan masalah pada aksis ovarium hipotalamus hipofisis atau aberasi genetik d. epispadia.5 Manifestasi Klinis 1. penyakit Peyronie. b. terkena infeksi penyakit -seperti tuberkulosis (Tb)-. proses pembentukan sperma dapat terganggu. e. 3. Penyebabnya bisa jadi bawaan sejak lahir. kegagalan ejakulasi. biasanya karena salurannya buntu. Penyebab pada suami dan istri a. memiliki payudara yang tidak berkembang. Wanita dengan sindrom turner biasanya pendek. ejakulasi prekoks. Wanita infertil dapat memiliki uterus . f. Gangguan di daerah setelah testis (posttesticular) Gangguan terjadi di saluran sperma sehingga sperma tidak dapat disalurkan dengan lancar. Tidak adanya semen Semen adalah cairan yang mengantarkan sperma dari penis menuju vagina. Faktor psikologis antara kedua pasangan (suami dan istri) 1) Masalah tertekan karena sosial ekonomi belum stabil 2) Masalah dalam pendidikan 3) Emosi karena didahului orang lain hamil 2. impotensi. Hipomenore dan amenore c. g. Bila tidak ada semen maka sperma tidak terangkut (tidak ada ejakulasi). Terjadi kelainan system endokrin b.°C. Kondisi ini biasanya disebabkan penyakit atau? kecelakaan yang memengaruhi tulang belakang. vaginismus. dan kelainan anatomik seperti hipospadia. Perempuan a. Kurangnya hormon testosterone Kekurangan hormon ini dapat mempengaruhi kemampuan testis dalam memproduksi sperma. Bila suhu tubuh terus-menerus naik 2–3 °C saja.dan gonatnya abnormal e. Gangguan pada hubungan seksual Kesalahan teknik sanggama dapat menyebabkan penetrasi tak sempurna ke vagina. serta vasektomi yang memang disengaja.

Penyebab lain yaitu radiasi dan toksik yng mengakibatkan gangguan pada ovulasi. Status gizi dan nutrisi terutama kekurangan protein dan vitamin tertentu c. adhesi. Laki-laki a. Tumor hipofisis atau prolactinoma f. Abnormalitas ovarium. Kelainan bentuk uterus menyebabkan hasil konsepsi tidak berkembang normal walapun sebelumnya terjadi fertilisasi. Andesensus testis (testis masih dalam perut/dalam liat paha k. . Perempuan Beberapa penyebab dari gangguan infertilitas dari wanita diantaranya gangguan stimulasi hipofisis hipotalamus yang mengakibatkan pembentukan FSH dan LH tidak adekuat sehingga terjadi gangguan dalam pembentukan folikel di ovarium. radiasi. Riwayat terpajan benda-benda mutan yang membahayakan reproduksi (panas. Abnormalitas servik mempegaruhi proses pemasukan sperma. Motilitas tuba dan ujung fimbrienya dapat menurun atau hilang akibat infeksi. Ejakulasi retrograt h. alkohol. infeksi) b. narkotik. Faktor lain yang mempengaruhi infertilitas adalah aberasi genetik yang menyebabkan kromosom seks tidak lengkap sehingga organ genitalia tidak berkembang dengan baik. Gangguan bentuk anatomi sistem reproduksi juga penyebab mayor dari infertilitas. Abnormalitas cairan semen 2. Gangguan spermatogenesis (kelainan jumla. Traktus reproduksi internal yang abnormal 2. Mikropenis j. Hypo/epispadia i. mempengaruhi pembentukan folikel. bentuk dan motilitas sperma) l. diantaranya cidera tuba dan perlekatan tuba sehingga ovum tidak dapat lewat dan tidak terjadi fertilisasi dari ovum dan sperma. Disfungsi ereksi berat g.6 Patofisiologi Infertilitas 1. rokok. atau tumor g.f. Riwayat infeksi genitorurinaria d. Hernia scrotalis (hernia berat sampai ke kantong testis) m. Hipertiroidisme dan hipotiroid e. Varikhokel (varises pembuluh balik darah testis) n.

Gaya hidup memberikan peran yang besar dalam mempengaruhi infertilitas dinataranya merokok. Uji pasca senggama Mengetahui ada tidaknya spermatozoa yang melewati serviks (6 jam pasca coital). Biopsy endometrium terjadwal . Konsumsi alkohol mempengaruhi masalah ereksi yang mengakibatkan berkurangnya pancaran sperma. 2. 2. Sitologi vagina Pemeriksaan usap forniks vagina untuk mengetahui perubahan epitel vagina e.Beberapa infeksi menyebabkan infertilitas dengan melibatkan reaksi imun sehingga terjadi gangguan interaksi sperma sehingga sperma tidak bisa bertahan. Pemeriksaan System Reproduksi 1. f.7 Pemeriksaan Infertilitas Pemeriksaan Fisik: Perkembangan seks sekunder yang tidak adekuat (seperti distribusi lemak tubuh dan rambut yang tidak sesuai). Terjadinya ejakulasi retrograt misalnya akibat pembedahan sehingga menyebebkan sperma masuk ke vesika urinaria yang mengakibatkan komposisi sperma terganggu. infeksi juga menyebebkan inflamasi berlanjut perlekatan yang pada akhirnya menimbulkan gangguan implantasi zigot yang berujung pada abortus. Meliputi pengkajian BBT (basal body temperature) b. Dengan pengambilan specimen urine dan darah pada berbagai waktu selama siklus menstruasi. Laki-laki Abnormalitas androgen dan testosteron diawali dengan disfungsi hipotalamus dan hipofisis yang mengakibatkan kelainan status fungsional testis. penggunaan obat-obatan dan zat adiktif yang berdampak pada abnormalitas sperma dan penurunan libido. d. Uji lendir serviks metoda berdasarkan hubungan antara pertumbuhan anatomi dan fisiologi serviks dengan siklus ovarium untuk mengetahui saat terjadinya keadaan optimal getah serviks dalam menerima sperma c. Analisa hormon Mengkaji fungsi endokrin pada aksis ovarium – hipofisis – hipotalamus. Perempuan Deteksi Ovulasi a. Suhu disekitar areal testis juga mempengaruhi abnormalitas spermatogenesis.

2 .PH 7.Sperma motil > 50% . Laparoskopi Standar emas untuk mengetahui kelainan tuba dan peritoneum.Aglutasi Tidak ada . i. c.6 – 6.persentase gerak sperma motil > 60% . Analisa Semen .ParameterWarna Putih keruh . jaringan parut dan adesi akibat proses radang.7.Jumlah sperma 20 juta / ml .Bentuk normal > 60% .tidak ada . misalnya untuk identifikasi kelainan. perkembangan dan maturitas folikuler. h. Laki-laki a. Biopsi testis . dan LH.Viskositas 1. Uji yang dilakukan bertujuna untuk menilai kadar hormon tesrosteron. hipofisis jika kelainan ini diduga sebagai penyebab infertilitas. FSH.Uji fruktosa 150-650 mg/dl b. Dilakukan secara terjadwal. 2.5 ml . Pemeriksaan endokrin Pemeriksaan ini berguna untuk menilai kembali fungsi hipothalamus. Histerosalpinografi Radiografi kavum uteri dan tuba dengan pemberian materi kontras.Bau Bunga akasia . serta informasi kehamilan intra uterin. Untuk memvisualisasi jaringan pelvis. Disini dapat dilihat kelainan uterus.Sel-sel Sedikit. atau seluran ejakulatori.Kecepatan gerak sperma 0.Volume 2 .18-1. vesikula seminalis. d.8 .6 centipose .Mengetahui pengaruh progesterone terhadap endometrium dan sebaiknya dilakukan pada 2-3 hr sebelum haid. g.2 detik . Pemeriksaan pelvis ultrasound j. USG Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat struktur kelenjar prostat. distrosi rongga uterus dan tuba uteri.

e. seperti.Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan testis memakai metoda invasif untuk mengidentifikasi adanya kelainan patologi. Seperti. FSH dan HCG untuk menyelesaikan spermatogenesis f. Perubahan gaya hidup yang sederhana dan yang terkoreksi. Perbaikan varikokel menghasilkan perbaikan kualitas sperma i. baik untuk gangguan yang disebabkan oleh supresi hipotalamus. diharapkan kualitas sperma meningkat b. Uji penetrasi sperma f. 8) Pengangkatan tumor atau fibroid 9) Eliminasi vaginitis atau servisitis dengan antibiotika atau kemoterapi 2. Bromokriptin. Perempuan a.m memperbaiki hipoganadisme e. digunakan untuk mengobati tumor hipofisis atau hipotalamus g. Pengetahuan tentang siklus menstruasi. gejala lendir serviks puncak dan waktu yang tepat untuk coital b. Agen antimikroba c. pemberian tsh . peningkatan kadar prolaktin.8 Penatalaksanaan 1. jangan yang mengandung spermatisida . Laki-laki a. Penekanan produksi sperma untuk mengurangi jumlah antibodi autoimun. Testosterone Enantat dan Testosteron Spionat untuk stimulasi kejantanan d. Uji hemizona 2. Klomifen dapat diberikan untuk mengatasi subfertilitas idiopatik h. tidak membiasakan penggunaan celana yang panas dan ketat j. 2) Terapi penggantian hormon 3) Glukokortikoid jika terdapat hiperplasi adrenal 4) Penggunaan antibiotika yang sesuai untuk pencegahan dan penatalaksanaan infeksi dini yang adekuat 5) GIFT ( gemete intrafallopian transfer ) 6) Laparatomi dan bedah mikro untuk memperbaiki tuba yang rusak secara luas 7) Bedah plastic misalnya penyatuan uterus bikonuate. Perhatikan penggunaan lubrikans saat coital. perbaikan nutrisi. Pemberian terapi obat. 1) Stimulant ovulasi. HCG secara i.

FIV. anastrosol Miom uterus operabel Istri Spasme tuba Obstruksi tuba Operasi konservatif Hiosin amilnitrit. Tindakan-tindakan diagnostik seringkali pula merupakan rangsangan pengobatan. tamoksifen. FIV dengan SSIS Hindari berendam air panas dan pemakaian celana ketat Tuberkulostatika Operasi. epimestrol. FSHmurni. pioglutazon. SSIS. koagulasi listrik atau laser. Gangguan ovulasi metformin. GnRH). triemonium Operasi rekonstruksi. FIV Pemicuan ovulasi (klomifen sitrat.2. dehidroretroprogesteron. medroksiprogesteron asetat. Setiap kelainan yang ditemui selama pemeriksaan selalu perlu diobati. TAGIT. TAPIT. antiprogestin. Beberapa jenis pengobatan berdasarkan sebab-sebab infertilitas dapat dilihat sebagai berikut: Penyebab infertilitas Hidrokel Varikokel Bendungan vasa atau Suami epididimis Oligozoospermia Gangguan spermatogenesis Tuberkulosis Jenis pengobatan Aspirasi atau eksisi Ligasi Operasi pintas FSH dan hCG. hMG/hCG. pelubangan(drilling) ovarium Keduanya Idiopatik Inseminasi buatan. TAZIT. siklofenil. danazol. Adopsi .9 Pengobatan infertilitas Sekitar 50% pasangan infertil dapat berhasil hamil. misalnya pemeriksaan vaginal dan sondase uterus dapat menaikkan laju kehamilan sebesar 10-15%. Uji patensi tuba bersama dengan dilatasi dan kuretase ternyata dapat menggandakan laju pembuahan. Endometriosis progesteron. Hal ini memberikan rasa optimistik baik bagi dokter maupun pasiennya.

2 saran .BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 3.

Bandung: PT Grafindo Yatim. Wildan. 1994. Mengatasi Infertilitas . Reproduksi Dan Embryologi . Harijati. . Tono.Bandung: Tarsito. 2008. 2008. Permadi. 1971. jakarta: PT Lembaga Demografi UI. Fertilitas (Kelahiran) dalam Pengantar Demogarfi.DAFTAR PUSTAKA Djuwantono. Bandung : PT Refika Aditama Herlianto. Hanya 7 Hari Memahami Infertilitas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful