SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAERAH (SIMDA) SEBAGAI CIKAL BAKAL PELAKSANAAN E-GOVERNMENT DI KABUPATEN LEBAK

1.

LATAR BELAKANG

1.

Kabupaten Lebak, yang termasuk dalam kategori daerah tertinggal versi Kementerian PDT, ternyata telah mampu membangun sebuah sistem informasi sebagai cikal bakal pelaksanaan e-Government di kemudian hari. Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) yang telah dilaksanakan di Kabupaten Lebak baru memasuki Tahap I, dimana pada tahap ini telah dibangun 10 Client Point (WAN) yang melayani 30 LAN pada 30 Satuan Kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak. Instalasi jaringan dan penyiapan Sumber Daya Manusianya telah dilaksanakan hingga pertengahan tahun 2005, yang dilanjutkan dengan uji coba jaringan hingga akhir tahun 2005 meskipun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa hambatan. Pada intinya, Pemerintah Kabupaten Lebak berusaha untuk menanamkan pondasi yang kuat bagi pelaksanaan e-Government di masa mendatang, sehingga meskipun perjalanan SIMDA terasa agak tersendat-sendat, Pemerintah Kabupaten Lebak tetap optimis dan terus melakukan inovasi-inovasi guna menyempurnakan sistem informasi yang telah dibangun ini. Pada kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Lebak akan mencoba untuk berbagi pengalaman, baik berupa permasalahan-permasalahan yang dihadapi maupun solusi yang ditempuh guna mengatasi permasalahan tersebut. Semoga pengalaman Pemerintah Kabupaten Lebak dapat menjadi motivasi maupun acuan bagi pemerintah daerah, institusi maupun badan usaha untuk mencoba mengoptimalkan peran teknologi informasi dalam setiap denyut kehidupan. 3.

2.

3.

4.

5.

Sebagai tempat tukar menukar informasi (sharing data dan informasi) bagi setiap unit kerja penerima koneksitas Jaringan SIMDA; Sebagai alat komunikasi langsung dengan menggunakan WebCam bagi unit kerja penerima koneksitas Jaringan SIMDA; Sebagai salah satu media kontrol bagi realisasi kegiatan, baik capaian fisik maupun penyerapan dananya. Sebagai media awal bagi pelaksanaan eGovernment (khususnya paperless public services). Sebagai sarana/media untuk pelaksanaan Good Governance (khususnya untuk mewujudkan transparansi, efisiensi dan efektifitas dalam pelaksanaan pemerintahan).

PELAKSANAAN SIMDA PADA TA. 2005

Jaringan SIMDA dibangun berdasarkan Hasil Kesepakatan Kerjasama antar Daerah Otonom, yaitu Pemerintah Kabupaten Lebak Propinsi Banten dengan Pemerintah Kabupaten Sragen Propinsi Jawa Tengah yang telah lebih dulu menerapkan sistem informasi serupa. Kesepakatan ini kemudian ditindaklanjuti survey kelayakan teknis dan geografis oleh Tim Ahli dari Kabupaten Sragen. Tak berselang lama, instalasi jaringanpun dilaksanakan, yaitu pada tanggal 22 Juli – 1 Agustus 2005 yang disusul dengan penyiapan operator untuk operasionalisasi jaringan melalui Diklat Operator (dilaksanakan pada tanggal 8 – 14 Agustus 2005). Setelah infrastruktur dan SDM di siapkan, maka dilakukanlah uji coba jaringan. Selama masa uji coba tersebut munculah beberapa kendala dan permasalahan, baik yang bersifat teknis maupun non teknis sehingga pada akhir tahun 2005 kemarin dilakukanlah evaluasi oleh pengelola SIMDA bersama dengan para operator.

2.

MANFAAT LEBAK

SIMDA BAGI KABUPATEN

Manfaat yang didapat dari pembangunan Jaringan SIMDA ini bagi Pemerintah Kabupaten Lebak adalah :

Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia 3-4 Mei 2006, Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung

87

serta sharing kemajuan pekerjaan (baik realisasi fisik maupun keuangan). c) Persepsi yang salah terhadap jaringan SIMDA. fungsi dan potensi dari fasilitas ini. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia 3-4 Mei 2006. b) Power supply switch hub yang terkadang diputus oleh satuan kerja tertentu sehingga menyebabkan satuan kerja lain yang terhubung melalui switch hub tersebut menjadi tidak terkoneksi. Permasalahan Software : a). f) Komunikasi antar operator dan antara operator dengan administrator terasa masih kurang. 4. Permasalahan Dukungan Kebijakan Pemerintah Kabupaten : a) Rasa memiliki terhadap jaringan SIMDA belum tertanam pada setiap satuan kerja penerima koneksitas jaringan SIMDA. d) Inisiatif dan keaktifan para operator dirasa masih kurang untuk mensosialisasikan keuntungan dan kemudahan yang didapat oleh pemerintah melalui jaringan SIMDA. atau dengan kata lain masih berpikir dalam kerangka waktu yang pendek. 2. Permasalahan Sumber Daya Manusia : a) Pemahaman dan penguasaan terhadap Operating System Linux yang digunakan oleh server kurang dikuasai oleh pengelola SIMDA (administrator). c) Konsistensi dan komitmen para operator yang terkadang tidak bisa dimanifestasikan karena kesibukan diluar tugasnya sebagai operator. Dukungan hardware (komputer) pada satuan kerja masih banyak yang kurang mendukung bagi aplikasi yang dimiliki oleh jaringan SIMDA.Adapun kendala dan permasalahan tersebut antara lain: 1. VGA card dan RAM minimal 256). b) Keterbatasan kemampuan administrator untuk dapat selalu memantau/memperbaiki koneksi jaringan SIMDA di 30 satuan kerja dikarenakan kesibukan lain yang juga merupakan tupoksi administrator sebagai PNS. Permasalahan Jaringan (Networking) : a) Pengaruh cuaca yang ternyata cukup signifikan terhadap teknologi wireless yang dipakai dalam WAN. 3. d) Dukungan finansial untuk pelaksanaan dan pemeliharaan jaringan SIMDA dirasa masih kurang. Feature-feature dalam aplikasi Kantaya yang digunakan dalam jaringan SIMDA belum seluruhnya dapat dioptimalkan pemanfaatannya. Pemkab masih menganggap dana yang dikeluarkan untuk pengadaan sistem informasi tidak sebanding dengan nilai lebih yang ditawarkan sistem informasi tersebut. b) Banyak satuan kerja yang belum mau mengoptimalkan fungsi dan potensi jaringan SIMDA untuk mempermudah komunikasi antar satuan kerja. terutama pada satuan kerja yang kurang peduli untuk terus meng-update anti virus mereka. Proteksi terhadap virus masih lemah. Hal ini disebabkan karena pemegang kebijakan (eksekutif dan legislatif) kurang memahami resiko yang harus ditempuh guna mewujudkan Good Governance yang sesungguhnya dapat ditempuh melalui konsep e-Government (dimana untuk Kabupaten Lebak. Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung 88 . sehingga sulit untuk diketahui kendala/permasalahan yang terjadi di satuan kerja penerima koneksitas jaringan SIMDA. khususnya over expected terhadap kemampuan jaringan yang sesungguhnya bisa dikatakan masih terlalu dini dan masih memerlukan banyak penyempurnaan (Pemerintah Kabupaten Lebak masih terjebak dalam paradigma IT yang instan). 5. e) Kontinuitas operator untuk selalu aktif di jaringan SIMDA. c) Stabilitas pasokan listrik yang kurang mendukung di Kabupaten Lebak. khususnya pada jam-jam yang telah disepakati belum terealisasi sehingga pelaporan harian/mingguan yang seharusnya menjadi indikator keberhasilan jaringan SIMDA belum dapat terukur. Pemerintah Kabupaten Lebak dalam hal ini menggunakan 10 tower (sebagai WAN) untuk menghubungkan jaringan LAN di 30 satuan kerja. g) Komitmen dan antusiasme kepala satuan kerja terhadap jaringan SIMDA masih dirasa kurang sehingga banyak diantara mereka yang tidak tahu keunggulan. seperti misalnya teleconference yang membutuhkan spesifikasi penunjang grafis yang cukup (Processor minimal Pentium IV/yang setara. b). transfer informasi dan data pembangunan. jaringan SIMDA merupakan langkah awal untuk menuju e-Government).

b) Menampilkan data-data dan informasi penting dalam SIMDA yang dapat diakses oleh Operator. kecuali ada hal-hal yang mendesak. baik kepala satker maupun operatornya. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia 3-4 Mei 2006. 3) Perlindungan terhadap jaringan : a) Pemakaian UPS untuk satuan kerja yang memiliki tower (main tower di Dinas LH dan Kebersihan dan sembilan tower yang tersebar di Dinas lain) serta server (di Bappeda). yang bisa diakses melalui Jaringan Internet. b) Pemeriksaan koneksitas WAN dilakukan tiap minggu. keunggulan dan potensi Jaringan SIMDA di setiap pertemuan dengan satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak. antara lain : 1) Pemeliharaan Rutin : a) Pemeriksaan/inspeksi terhadap koneksitas LAN dilakukan setiap hari. d) Pemeriksaan server dilakukan tiap bulan. sedangkan untuk pemeriksaan komputer di satuan kerja penerima koneksitas jaringan SIMDA dilakukan bila ada keluhan dari operator satker yang bersangkutan. Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung 89 . 4) Melakukan inovasi-inovasi guna peningkatan kinerja SIMDA : a) Membuat perubahan-perubahan yang dibutuhkan terhadap bentuk laporan-laporan yang dikirim melalui jaringan SIMDA. c) Pemeriksaan tower/menara dilakukan tiap bulan (termasuk arah pointing antena). c) Sosialisasi fungsi. agar satuan kerja selau mengetahui gerak langkah Pemerintah Kabupaten. d) Selalu mengingatkan para Operator agar setiap hari melakukan koneksi ke Jaringan SIMDA.Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut di atas. c) Membangun Web Site Kabupaten Lebak. 2) Melakukan koordinasi dan evaluasi yang bersifat kontinu lewat : a) Temu operator rutin dilakukan tiap tiga bulan. pihak pengelola SIMDA telah melakukan beberapa hal. b) Road Show kepada satuan kerja penerima koneksitas jaringan SIMDA sebagai bentuk evaluasi menyeluruh. b) Berusaha melakukan update Anti Virus di setiap satuan kerja yang terhubung ke dalam Jaringan Simda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful