PENDAHULUAN Tulang merupakan alat penopang dan sebagai pelindung pada tubuh.

Tanpa tulang tubuh tidak akan tegak berdiri. Fungsi tulang dapat diklasifikasikan sebagai aspek mekanikal maupun aspek fisiologikal. Dari aspek mekanikal, tulang membina rangka tubuh badan dan memberikan sokongan yang kokoh terhadap tubuh. Sedangkan dari dari aspek fisiologikal tulang melindungi organ-organ dalam seperti jantung, paru-paru dan lainnya. Tulang juga menghasilkan sel darah merah, sel darah putih dan plasma. Selain itu tulang sebagai tempat penyimpanan kalsium, fosfat, dan garam magnesium. Namun karena tulang bersifat relatif rapuh, pada keadaan tertentu tulang dapat mengalami patah, sehingga menyebabkan gangguan fungsi tulang terutama pada pergerakan. Patah tulang atau fraktur merupakan hilangnya kontinuitas tulang yang umumnya disebabkan oleh tekanan. DEFENISI Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, Arif, 2000). Sedangkan menurut Linda Juall C (1999) Fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan eksternal yang dating lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang. Fraktur humerus adalah diskontinuitas atau hilangnya struktur dari tulang humerus (Mansjoer, Arif, 2000). Sedangkan menurut Sjamsuhidayat (2004) Fraktur humerus adalah fraktur pada tulang humerus yang disebabkan oleh benturan atau trauma langsung maupun tidak langsung. Clavicula merupakan salah satu tulang yang sering mengalami fraktur apabila terjadi cedera pada bahu karena letaknya yang superfisial. Pada tulang ini bisa terjadi banyak proses patologik sama seperti pada tulang yang lainnya yaitu bisa ada kelainan congenital, trauma (fraktur), inflamasi, neoplasia, kelainan metabolik tulang dan yang lainnya. Fraktur clavicula bisa disebabkan oleh benturan ataupun kompressi yang berkekuatan rendah sampai yang berkekuatan tinggi yang bisa menyebabkan terjadinya fraktur tertutup ataupun multiple trauma. Clavicula adalah tulang yang paling pertama mengalami pertumbuhan pada masa fetus, terbentuk melalui 2 pusat ossifikasi atau pertulangan primer yaitu medial dan lateral clavicula, dimana terjadi saat minggu ke-5 dan ke-6 masa intrauterin. Kernudian ossifikasi sekunder pada

1999 terjadi paling sering sekunder akibat kesulitan pelahiran (misalnya makrosemia dan disproporsi sefalopelvik. serta malpresentasi). Fraktur tulang humerus umumnya terjadi pada kelahiran letak sungsang dengan tangan menjungkit ke atas. frekuensi fraktur clavicula sekitar 1 kasus dari 1000 orang dalam satu tahun. Fraktur menurut Strek.epifise medial clavicula berlangsung pada usia 18 tahun sampai 20 tahun. Dan epifise terakhir bersatu pada usia 25 tahun sampai 26 tahun. Berikut beberapa penyebab pada fraktur clavicula yaitu :  Fraktur clavicula pada bayi baru lahir akibat tekanan pada bahu oleh simphisis pubis selama proses melahirkan. namun kadang dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor non traumatik.  Fraktur clavicula akibat kecelakaan termasuk kecelakaan kendaraan bermotor. INSIDENS DAN EPIDEMIOLOGI Menurut data epidemiologi pada orang dewasa insiden fraktur clavicula sekitar 40 kasus dari 100.000 orang. ETIOLOGI Penyebab farktur clavicula biasanya disebabkan oleh trauma pada bahu akibat kecelakaan apakah itu karena jatuh atau kecelakaan kendaraan bermotor. jatuh dari ketinggian dan yang lainnya. sementara fraktur bagian distal sekitar 10% dan bagian proximal sekitar 5%. Jenis frakturnya berupa greenstick atau fraktur total. Fraktur clavicula juga merupakan kasus trauma pada kasus obstetrik dengan prevalensi 1 kasus dari 213 kasus kelahiran anak yang hidup. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeon. dengan perbandingan laki-laki perempuan adalah 2 : 1. jika ditemukan ada tekanan keras dan langsung pada tulang humerus oleh tulang pelvis. Sekitar 2% sampai 5% dari semua jenis fraktur merupakan fraktur clavicula. Fraktur pada midclavicula yang paling sering terjadi yaitu sekitar 85% dari semua fraktur clavicula. Kesukaran melahirkan tangan yang menjungkit merupakan penyebab terjadinya tulang humerus yang fraktur. . Pada kelahiran presentasi kepala dapat pula ditemukan fraktur ini.

hanya kulit yang mencakup sebagian besar tulang. Bentuknya seperti huruf S terbalik.  Fraktur clavicula akibat proses patologik. sampai akhir remaja). atau selama banyak jenis kecelakaan dan jatuh. dengan bagian medial yang melengkung ke depan. antara tulang dada (sternum) dan tulang belikat (tulang belikat). adalah tulang dari atas dada. misalnya pada pasien post radioterapi. anak-anak dan remaja (karena tidak klavikula sepenuhnya mengeras. Fraktur klavikula sangat umum. Patah tulang terjadi pada bayi (biasanya selama kelahiran). Ujung medial atau ujung sternal mempunyai facies articularis sternalis yang berhubungan dengan discus articularis sendi atau articulatio sternoclavicularis Para tulang selangka. Fraktur clavicula akibat kompresi pada bahu dalam jangka waktu lama. juga disebut klavikula. . Mudah untuk merasa klavikula. Tulang ini termasuk jenis tulang pipa yang pendek. dan bagian lateral agak melengkung ke belakang. ANATOMI Os clavicula (tulang selangka) berhubungan dengan os sternum di sebelah medial dan di lateral tulang ini berhubungan dengan os scapula pada acromion yang dapat diraba sebagai tonjolan di bahu bagian lateral. atau mengembangkan. karena tidak seperti tulang lain yang dibungkus dengan otot. atlet (karena risiko dipukul atau jatuh). misalnya pada pelajar yang menggunakan tas yang terlalu berat. keganasan clan lain-lain. walaupun bagian lateral tulang ini tampak pipih. Permukaan atasnya relatif lebih halus dibanding dengan permukaan inferior.

Meskipun diklasifikasikan sebagai tulang panjang. klavikula ini ditembus oleh cabang supraklavikularis saraf. Ini terdiri dari spons (cancellous) tulang dengan shell tulang kompak. yang sekering nanti. melalui mana beberapa struktur penting lulus. Ini adalah tulang dermal awalnya berasal dari unsur-unsur yang melekat pada tengkorak. klavikula tidak memiliki meduler (sumsum tulang) rongga seperti tulang panjang lainnya. Bentuk tulang yang cancellous melalui dua hal mengeras pusat. satu medial dan satu lateral. Kadang-kadang. Mengirim dampak fisik dari ekstremitas atas ke kerangka aksial.FUNGSI Klavikula melayani beberapa fungsi:  Ini berfungsi sebagai dukungan dari yang kaku skapula dan bebas ekstremitas ditangguhkan. Namun. Ini terdiri dari massa tulang cancellous dikelilingi oleh tulang kompak shell. Membentuk oleh intramembranous pengerasan. selama 5 dan 6 minggu kehamilan. pada sekitar 21-25 tahun. Klavikula adalah tulang pertama untuk memulai proses pengerasan (meletakkan mineral ke dalam matriks preformed) selama perkembangan embrio. Klavikula bervariasi lebih dalam bentuk daripada kebanyakan tulang panjang lainnya. Bentuk yang ringkas sebagai lapisan fasia menutupi tulang merangsang pengerasan jaringan yang berdekatan. Tulang kompak yang dihasilkan dikenal sebagai periosteal kerah. hal itu merupakan salah satu tulang terakhir untuk menyelesaikan hal mengeras. Klavikula lebih tebal dan lebih melengkung pada .   Meliputi cervicoaxillary kanal (lorong antara leher dan lengan). Menyimpan pengaturan ini ekstremitas atas (lengan) dari toraks sehingga lengan memiliki jangkauan maksimum gerak.

2. Pengklasifikasian fraktur clavicula didasari oleh lokasi fraktur pada clavicula tersebut. yang dapat dibagi: o o o type 1: undisplaced jika ligament intak type 2: displaced jika ligamen korako-kiavikula ruptur. karena adanya hubungan dengan lingkungan luar. bagian distal clavicula dan bagian proksimal clavicula. Fraktur tertutup yaitu fraktur tanpa adanya komplikasi. Fraktur yang paling jarang terjadi dari semua jenis fraktur clavicula. yaitu: 1. . type 3: fraktur yang mengenai sendi akromioklavikularis. Ada tiga lokasi pada clavicula yang paling sering mengalami fraktur yaitu pada bagian midshape clavikula dimana pada anak-anak berupa greenstick. Fraktur terbuka yaitu fraktur yang merusak jaringan kulit. paling banyak ditemui Terjadi medial ligament korako-klavikula (antara medial dan 1/3 lateral) Mekanisme trauma berupa trauma langsung atau tak langsung (dari lateral bahu) Tipe II : Fraktur 1/3 lateral klavikula Fraktur klavikula lateral dan ligament korako-kiavikula. Menurut Neer secara umum fraktur klavikula diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu :  Tipe I : Fraktur mid klavikula (Fraktur 1/3 tengah klavikula)  Fraktur pada bagian tengah clavicula Lokasi yang paling sering terjadi fraktur. tulang tidak menonjol melalui kulit.pekerja manual. maka fraktur terbuka potensial terjadi infeksi. kulit masih utuh. Klavikula kanan biasanya lebih kuat dan lebih pendek dari klavikula kiri.  Tipe III : Fraktur pada bagian proksimal clavicula. KLASIFIKASI Patah tulang dapat dibagi menurut ada tidaknya hubungan antara patahan tulang dengan dunia luar. dan situs lampiran otot lebih ditandai. insidensnya hanya sekitar 5%.

Tipe I : merupakan fraktur dengan kerusakan minimal. Lokasi tersering kedua mengalami fraktur setelah midclavicula. dimana ligament tidak mengalami kerusakan. Tipe II: merupakan fraktur pada daerah medial ligament coracoclavicular. menurut Neer ada 3 yaitu : 1. 3. Fraktur pada bagian distal clavicula. Ada beberapa subtype fraktur clavicula bagian distal. 2. Tipe III : merupakan fraktur pada daerah distal ligament coracoclavicular dan melibatkan permukaan tulang bagian distal clavicula pada AC joint. .

Patah tulang klavikula pada umumnya mudah untuk dikenali dikarenakan tulang klavikula adalah tulang yang terletak dibawak kulit (subcutaneus) dan tempatnya relatif di depan. Clavicula bagian tengah juga merupakan transition point antara bagian lateral dan bagian medial. Hal ini yang menjelaskan kenapa pada daerah ini paling sering terjadi fraktur dibandingkan daerah distal ataupun proksimal. kecelakaan olahraga. Pada bagian proksimal tulang clavikula bergabung dengan sternum disebut sebagai sambungan sternoclavicular (SC). Patah tulang klavikula terjadi akibat dari tekanan yang kuat atau hantaman yang keras ke bahu.PATOFISIOLOGI Klavikula adalah tulang pertama yang mengalami proses pengerasan selama perkembangan embrio minggu ke-5 dan 6. Pada bagian distal klavikula bergabung dengan acromion dari skapula membentuk sambungan acromioclavicular (AC). Tulang ini membantu mengangkat bahu ke atas. Fraktur clavicula paling sering disebabkan oleh karena mekanisme kompressi atau penekanan. Tulang klavikula juga membentuk hubungan antara anggota badan atas dan Thorax. Tulang klavikula. paling sering karena suatu kekuatan yang melebihi kekuatan tulang tersebut dimana arahnya dari lateral bahu apakah itu karena jatuh. tulang humerus bagian proksimal dan tulang skapula bersama-sama membentuk bahu. . Energi tinggi yang menekan bahu ataupun pukulan langsung pada tulang akan menyebabkan fraktur. dan ke belakang thorax. ke luar. Pada daerah tengah tulang clavicula tidak di perkuat oleh otot ataupun ligament-ligament seperti pada daerah distal dan proksimal clavicula. ataupun kecelakaan kendaraan bermotor. Karena posisinya yang teletak dibawah kulit maka tulang ini sangat rawan sekali untuk patah.

Pasien biasanya mengeluh nyeri setelah terjadinya kecelakaan tersebut dan sulit untuk mengangkat lengan atau bahu. Dislokasi fraktur vertebra torakal juga dapat ditemukan bersama dengan pneumotoraks. agak jatuh kebawah. Fraktur pada bagian tengah clavicula. Proyeksi AP 20-60° dengan cephalic terbukti cukup baik karena bisa meminimalisir struktur toraks yang bisa mengganggu pembacaan. Pneumotoraks biasa didapatkan pada pasien dengan fraktur clavicula terutama yang mengalami multiple traumatik.DIAGNOSIS 1. Pemeriksaan Radiologi : a. lebih kedepan ataupun lebih ke posterior. Secara praktis diagnostik dibuat berdasarkan anamnesis misalnya apakah ada riwayat trauma. Pneumotoraks diakibatkan masuknya udara pada ruang potensial antara pleura viseral clan parietal. dilaporkan sekitar lebih dari 3% dengan fraktur clavicula mengalami pneumotoraks. Pencitraan yang dilakukan harus cukup luas untuk bisa menilai juga kedua AC joint dan SC joint. diagnosanya akan lebih mudah apabila yang terjadi adalah fraktur terbuka. pada inspeksi bahu biasanya asimetris. Plain Photo  Mid clavicula Evaluasi pada fraktur clavicula yang standar berupa proyeksi anteroposterior (AP) yang dipusatkan pada bagian tengah clavicula. Diagnosis pasti untuk fraktur clavicula ialah berdasarkan pemeriksaan radiologi. dan pemeriksaan fisik bias kita dapatkan pembengkakan daerah clavicula atau aberasi. ataupun krepitasi. Gejala Klinis Diagnosis dari fraktur clavicula biasanya didasari dari mekanisme kecelakaan dan lokasi adanya ekimosis. Laserasi paru merupakan penyebab tersering dari pnerumotoraks akibat trauma tumpul. Bisa juga digunakan posisi oblique dengan arah dan penempatan yang baik. 2. . deformitas.

Normal alignment pada sendi dengan proyeksi AP apabila ukuran celah sendi kurang dari 5 mm dan facies bagian bawah akromion dan distal clavicula tidak terputus-putus. lateral dan oblique. Sebagai catatan penting. Sehingga pada gambaran radiograph biasa akan sulit membedakan antara suatu fraktur dengan dislokasi pads SC joint.  Medial clavicula dan SC joint Proyeksi standar untuk menilai SC joint adalah posteroanterior (PA). sepanjang tulang scapula.Karena bentuk dari clavicula yang berbentuk S. Fraktur medial clavicula dan cedera pada SC joint biasanya sulit dinilai dengan pencitraan yang biasa karena adanya overlap clavicula dengan sternum dan costa pertama. namun beberapa pemeriksaan membandingkan penampakan pada daerah cedera tersebut. yang menyebabkan susahnya menilai dengan menggunakan radiograph biasa. CT scan. Proyeksi AP pada AC joint digunakan 15° inclinasi cephalic.  Lateral clavicula dan AC joint Pemeriksaan radiologi pada sisi yang mengalami cedera kadang-kadang cukup sulit. khususnya dengan 3 dimensi meningkatkan akurasi pembacaan. . maka fraktur menunjukkan deformitas multiplanar. ossifikasi sekunder pada bagian proksimal clavicula tidak akan nampak pada usia sebelum 12 tahun dan mungkin sampai umur 25 tahun.

hematotoraks karena perdarahan atau cedera pada fleksus brakhialis untuk fraktur kosta I – III. fraktur sternum. dislokasi sendi bahu. CT Scan  Medial clavicula dan SC joint CT scan memegang peranan yang penting dalam mendiagnosa fraktur clavikula bagian medial dan cedera pada SC joint. Pada pasien dengan fraktur kosta bisa menyebabkan terjadinya pneumotoraks. ligament dan sendi sinovial. tergantung lokasi yang mengalami trauma bisa menyebabkan fraktur 1 tulang costa atau lebih. bisa kita nilai dengan menggunakan intravenous contras. 1. Jika didapatkan ada kelainan pada vascular. DIAGNOSIS BANDING Fraktur clavicula didiagnosis banding dengan beberapa kelainan yaitu fraktur kosta. . dan rotator cuff injury. harus bisa dibedakan dengan seksama pada pemeriksaan radiologi . Fraktur kosta Penyebab paling sering pada fraktur kosta adalah trauma tumpul pada dinding dada.  Lateral clavicula dan AC joint CT scan merupakan salah satu alat pencitraan di bidang radiologi yang cukup sensitif dalam menegakkan diagnosa. Meskipun demikian CT scan terbatas untuk menilai sekitar jaringan lunak termasuk kapsula. CT scan seharusnya digunakan dengan mencakup SC joint dan secara otomatis setengah dari kedua clavicula untuk membandingkan satu sisi dengan sisi yang lain. CT scan kadang-kadang digunakan untuk mendiagnosa fraktur intra-artikular atau stress fraktur pada AC joint. Untuk fraktur kosta I – III gejala dan tanda bisa mirip dengan fraktur clavicula.b.

apalagi pada anak karena salahsambung klavikula jarang menyebabkan gangguan pada bahu. 4. Rotator cuff injury pada bahu Pasien dengan rotator cuff injury biasanya datang dengan keluhan utama nyeri pada persendian bahu disertai dengan kekakuan. terbatasnya pergerakan sendi bahu dan krepitasi. Dislokasi sendi bahu Dislokasi sendi pada bahu ada 4 jenis yaitu anterior dislocation. Reposisi tidak diperlukan. Fraktur sternum Fraktur sternum paling sering karena trauma pada dada. biasanya disertai dengan trauma pada jantung dan paru-paru. Yang penting pada penggunaan mitela ialah letak tangan lebih . Pemeriksaan yang paling akurat pada kelainan ini adalah MRI. Tujuan dari penanganan ini adalah untuk menempatkan ujung-ujung dari patah tulang supaya satu sama lain saling berdekatan dan untuk menjaga agar mereka tetap menempel sebagaimana mestinya sehingga tidak terjadi deformitas dan proses penyembuhan tulang yang mengalami fraktur lebih cepat. baik fungsi maupun keuatannya. multidirectional instability dan inferior dislocation. bengkak ataupun susah menggerakkan lengan. posterior dislocation. 3. Pada orang dewasa dan anak-anak biasanya pengobatannya konservatif tanpa reposisi. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan pada fraktur clavicula ada dua pilihan yaitu dengan tindakan bedah atau operative treatment dan tindakan non bedah atau nonoperative treatment. Untuk mendiagnosis fraktur sternum biasanya dipakai plain photo proyeksi lateral seperti pada gambar dibawah ini. Kalus yang menonjol kadang secara kosmetik mengganggu meskipun lama-kelamaan akan hilang dengan proses pemugaran. yaitu dengan pemasangan mitela.2. Pasien dengan dislokasi sendi bahu juga bisa mengeluh nyeri. Paling sering adalah anterior dislocation sekitar 85% dari semua dislokasi sendi bahu.

. 4. Tidakan pembedahan dapat dilakukan apabila terjadi hal-hal berikut : 1. dilakukan pembidaian untuk membatasi pergerakan. Imobilisasi bisa dilakukan melalui: 1. Fraktur comminuted.Penanganan nonoperative dilakukan dengan pemasangan saling selama 6 minggu. 3. Patah tulang lainnya harus benar-benar tidak boleh digerakkan (immobilisasi). dan mempertahankan dalam posisi ini. Selama masa ini pasien harus membatasi pergerakan bahu. atau mobilisasi pada tulang untuk mempercepat penyembuhan. 5. menarik bahu ke belakang. 2. Tulang memendek karena fragmen fraktur tumpang tindih. Pembidaian : benda keras yang ditempatkan di daerah sekeliling tulang. Penarikan (traksi) : menggunakan beban untuk menahan sebuah anggota. gerak pada tempatnya. Setelah sembuh. Pemasangan gips : merupakan bahan kuat yang dibungkuskan di sekitar tulang yang patah Modifikasi spika bahu (gips klavikula) atau balutan berbentuk angka delapan atau strap klavikula dapat digunakan untuk mereduksi fraktur ini. Bila dipergunakan strap klavikula. tulang yang mengalami fraktur biasanya kuat dan kembali berfungsi. 4. 3. Rasa sakit karena gagal penyambungan (nonunion). Karena itu sebagian besar penderita perlu menjalani terapi fisik. siku dan tangan. Terdapat cedera neurovaskuler. 2.tinggi daripada tingkat siku. Fraktur terbuka. Peredaran darah dan saraf kedua lengan harus dipantau. ketiak harus diberi bantalan yang memadai untuk mencegah cedera kompresi terhadap pleksus brakhialis dan arteri aksilaris. analgetik. dan latihan gerak jari dan tangan pada hari pertama dan latihan gerak bahu setelah beberapa hari Proses penyembuhan pada fraktur clavicula memerlukan waktu yang cukup lama. Fiksasi internal : dilakukan pembedahan untuk menempatkan piringan (plate) atau batang logam pada pecahan-pecahan tulang atau sering disebut open reduction with internal fixation (ORIF). Fiksasi eksternal: Immobilisasi lengan atau tungkai menyebabkan otot menjadi lemah dan menciut. Pada beberapa patah tulang. 5.

6. Masalah kosmetik. . karena posisi penyatuan tulang tidak semestinya (malunion).

gejala-gejala neurologik. telah dilaporkan. membentuk sudut. Malunion merupakan suatu keadaan dimana tulang yang patah telah sembuh dalam posisi yang tidak seharusnya. Komplikasi seperti ini dapat dicegah dengan melakukan analisis yang cermat sewaktu melakukan reduksi.KOMPLIKASI Komplikasi pada fraktur clavicula dapat berupa :  Malunion. .  Refraktur. nyeri. bisa menyebabkan timbulnya trombosis dan pseudoaneurisma pada arteri axillaris dan vena subclavian kemudian bisa menyebabkan timbulnya cerebral emboli. Penanganan operasi termasuk stabilisasi dan graft tambahan pada tulang memberikan hasil yang memuaskan serta fiksasi dengan plate dan peralatan intermedullary. Secara keseluruhan. dan mempertahankan reduksi itu sebaik mungkin terutama pada masa awal periode penyembuhan.  Komplikasi neurovaskular. Kerusakan nervus supraclavicular menyebabkan timbulnya nyeri dinding dada. atau miring. fraktur berulang pada clavicula yang mengalami fraktur sebelumnya. Paling banyak pada fraktur 1/3 distal tetapi hasilnya secara fungsional memperlihatkan kepuasan. angka non union yang lebih kurang dari 1 % hingga yang lebih besar dari 10%. Gejala sebelum operasi termasuk kelemahan. Fraktur 1/3 tengah dengan lebih dari 2 cm dan fraktur 1/3 lateral menjadi faktor resiko lebih tinggi nonunion. Gejala malunion pada clavicula dapat menyebabkan penderita tidak puas. dan munculnya perasaan yang cemas (bahu yang semakin memburuk dengan gejala-gejala lainnya)  Nonunion Lebih umum terjadi pada fraktur yang ditangani dengan cara operasi. khususnya pada studi sebelumnya.

bagaimana penanganan yang tepat dan usia penderita. Pada anak prognosis sangat baik karena proses penyembuhan sangat cepat. jika penanganan baik maka komplikasi dapat diminimalisir. Pneumothoraks biasa didapatkan pada pasien dengan fraktur clavicula terutama yang mengalami multiple traumatik. . diakibatkan oleh karena robeknya lapisan pleura sehingga masuk udara pada ruang potensial antara pleura viseral dan parietal. Fraktur clavicula disertai multiple trauma memberi prognosis yang lebih buruk daripada pognosis fraktur clavicula murni. sementara pada orang dewasa prognosis tergantung dari penanganan. PROGNOSIS Prognosis jangka pendek dan panjang sedikit banyak bergantung pada berat ringannya trauma yang dialami.

p. Trauma. 2. Anggota gerak atas.3-4. p. Jong WD. 2nd ed. Jakarta. Richard S. 3. 4. Rasjad C. Sistem muskuloskeletal. Paryana W. 355-356. 2009. Sjmsuhidajat R. 2004. In: Buku ajar ilmu bedah. Wibowo DS. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Snell. p. 2009. EGC. 6th ed. Bandung: Graha Ilmu Publishing. In: Anatomi Tubuh Manusia. . Anatomi Klinik Edisi 6.DAFTAR PUSTAKA 1. In: Pengantar ilmu bedah ortopedi. 2006. Jakarta: Yarsif Watampone. 841.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful