KONSEP AKUNTANSI SYARIAH

4EB09 – Kelompok I Dibuat Oleh : Avisha Mufidah Dwi Putri Yulianti Mutia Afriana Starky Tumorang 24209411 22209217

2013

Namun apabila kita pelajari “Sejarah Islam” ditemukan bahwa setelah munculnya Islam di Semananjung Arab di bawah pimpinan Rasulullah SAW dan terbentuknya Daulah Islamiah di Madinah yang kemudian di lanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin terdapat undang-undang akuntansi yang diterapkan untuk perorangan. perserikatan (syarikah) atau . Akuntansi adalah ilmu yang mencoba mengkonversi bukti dan data menjadi informasi dengan cara melakukan pengukuran atas berbagai transaksi dan dikelompokkan dalam account. yang disimpulkan dari sumber-sumber Syariah Islam dan dipergunakan sebagai aturan oleh seorang akuntan dalam pekerjaannya. pemaparan. baik dalam pembukuan. sedangkan dalam Akuntansi Islam ada konsep Akuntansi yang harus dipatuhi. yaitu hukum Syariah yang berasal dari Tuhan yang bukan ciptaan manusia dan Akuntansi Islam sesuai dengan kecenderungan manusia yang menuntut agar perusahaan juga memiliki etika dan tanggung jawab sosial. hasil. dan menjadi pijakan dalam menjelaskan suatu kejadian atau peristiwa. dan laba. biaya. modal. utang. pengukuran. Beliau menulis buku “Summa de Arithmatica Geometria et Propotionalita” dengan memuat satu bab mengenai “Double Entry Accounting System”. bahkan ada pertanggungjawaban di akhirat. Menurut sejarah yang diketahui dan terdapat dalam berbagai buku “Teori Akuntansi”. perkiraan atau pos keuangan seperti aktiva. dimana setiap orang akan mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan Allah SWT. maupun penjelasan. Menurut Toshikabu Hayashi dalam tesisnya yang berjudul “On Islamic Accounting”. Akuntansi Barat (Konvensional) memiliki sifat yang dibuat sendiri oleh kaum kapital dengan berpedoman pada filsafat kapitalisme. Kaidah Akuntansi dalam konsep Syariah Islam dapat didefinisikan sebagai kumpulan dasar-dasar hukum yang baku dan permanen. analisis. Akuntansi dikenal sebagai sistem pembukuan “double entry”. disebutkan muncul di Italia pada abad ke-13 yang lahir dari tangan seorang Pendeta Italia bernama Luca Pacioli.AKUNTANSI SYARIAH Pendahuluan Dari sisi ilmu pengetahuan.

TUJUAN AKUNTANSI KEUANGAN BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Akuntansi dalam perspektif Islam berhubungan dengan pengakuan. dapat kita saksikan dari sejarah. yakni surah Al-Baqarah ayat 282 yang menjelaskan fungsi-fungsi pencatatan transaksi. seperti yang diterangkan oleh kaidah-kaidah hukum yang harus dipedomani dalam hal tersebut. Menentukan hak dan kewajiban semua pihak. Menyelesaikan persoalan-persoalan akuntansi yang meluas di masyarakat . 2. Rasulullah SAW sendiri pada masa hidupnya juga telah mendidik secara khusus beberapa sahabat untuk menangani profesi akuntan dengan sebutan “hafazhatul amwal” (pengawas keuangan). bahwa ternyata Islam lebih dahulu mengenal sistem akuntansi. Bahkan Al Quran sebagai kitab suci umat Islam menganggap masalah ini sebagai suatu masalah serius dengan diturunkannya ayat terpanjang . serta menjelaskan kemampuan dan peranannya dalam berbagai krisis yang terus menerus. dan kepatuhan terhadap nilai-nilai bisnis Islami. disesuaikan dengan prinsip syariah Islam dan konsepnya tentang kewajaran. dasardasarnya. yakni 800 tahun lebih dahulu dari Luca Pacioli yang menerbitkan bukunya pada tahun 1494. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. dan anggaran negara. pengukuran. akuntansi wakaf.perusahaan. kedermawanan. 3. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya………” Dengan demikian. Mengungkap inti konsep akuntansi Islam. termasuk hak dan kewajiban yang dihasilkan dari proses transaksi yang tidak lengkap dan kejadian lain. Sebagaimana pada awal ayat tersebut menyatakan “Hai. karena Al Quran telah diturunkan pada tahun 610 M. Selain itu mengharuskan untuk berlaku adil dan mengatakan sesuatu dengan benar serta memenuhi hak orang lain. dan manfaat-manfaatnya. orang-orang yang beriman apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan. hendaklah kamu menuliskannya. . Oleh karena itu. Membuktikan bahwa syariat Islam telah mencakup kaidah-kaidah akuntansi yang selama ini belum diketahui oleh pakar akuntansi modern. dan pencatatan transaksi-transaksi dan penyajian mengenai kekayaan dan kewajiban. Inti dan Tujuan Studi Akuntansi Islam 1. tujuan akuntansi keuangan syariah adalah: 1. hak-hak pelarangan penggunaan harta (hijr).

akan meningkatkan kepercayaan pengguna serta meningkatkan pemahaman informasi akuntansi sehingga akhirnya akan meningkatkan kepercayaan atas lembaga keuangan syariah. Akuntansi syariah memberikan penekanan kepada dua hal. yang mengatur aturan-aturan universal. ibadah dan muamalah. Adapun Tujuan akuntansi keuangan untuk lembaga keuangan syariah menurut AAOIFI yaitu sebagai berikut : 1. melalui laporan keuangan. Memberikan kontribusi untuk menjaga aset-aset perbankan syariah. Ini seharusnya dapat meningkatkan kepercayaan pengguna laporan keuangan. yaitu akuntabilitas dan pelaporan. dan memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang berdasar berkaitan dengan aktivitas yang berhubungan dengan perbankan syariah. 3. Tujuan akan membantu untuk memandu manajemen dalam membuat pertimbangan pada saat akan menyusun laporan keuanangan. Akuntabilitas tercermin melalui tauhid bahwa segala sesuatu didalam dunia ini harus berjalan sesuai dengan aturan Allah SWT. waktu. Mengemukakan pokok-pokok pikiran akuntansi yang islami serta menjelaskan dasardasar dan kaidah-kaidah pokoknya yang terpenting. 3. Pada saat yang sama.2. akuntansi merupakan bentuk pertanggungjawan manusia kepada Allah dimana seluruh aturan dalam melakukan kegiatan bisnis dan personal harus sesuai dengan aturan Allah SWT. dengan cara membandingkannya dengan kaidah akuntansi positif. Memberikan kontribusi dan peningkatan kerja manajerial dan kemampuan produktif perbankan syariah serta mendorong kepatuhan terhadap tujuan dan kebijakanorganisasi yang telah ditetapkan. 5. Juga tidak bertentangan sama sekali dengan lingkungan. Menyediakan. dan hak-hak pihak lain dengan cara yang wajar. Penetapan tujuan yang mendukung penyusunan standar akuntansi yang konsisten. 4. Hak-haknya. 2. Manfaat dan Signifikansi Studi Akuntansi Islam 1. 4. 2. informasi yang berguna bagi para pengguna laporan keuangan. negara. situasi dan kondisi. Tujuan jika diungkapkan dengan baik. . Tujuan akan membantu bank dan lembaga keuangan syariah untuk memililh berbagai alternatif metode akuntansi pada saat standar akuntansi belum mengatur. Dapat digunakan sebagai panduan bagi dewan standar untuk menghasilkan standar yang konsisten. yang mengatur urusan-urusan keduniaan dan akhirat. Menunjukkan bahwa Islam itu meliputi agama. yang meliputi seluruh fenomena kehidupan. dan melalui manusia sebagai khalifah Allah di bumi. dan di atas semuanya adalah kepatuhan terhadap ketentuan syariah Islam dalam semua transaksi dan kegiatannya.

serta pembahasan terhadap kendala-kendala yang kadangkala menghambat proses pertumbuhan dan perluasan implementasi tersebut. yang terkandung di dalamnya hukum-hukum ibadah dan muamalah As-Sunnah. dengan membahas segi-segi persamaan dan perbedaannya. dan orang-orang yang menolak untuk berpegang kepada kaidah-kaidah dasar Islam. Bertambah antusiasnya para pemimpin negara-negara Islam dan Arab dalam merealisasikan hukum Islam Metode Studi Akuntansi Islam 1. 4. Sebagai bantahan terhadap orang-orang yang ragu terhadap Islam.3. . Metode Tathbiqi (Aplikasi) yaitu membahas segi-segi implementasi terhadap dasar-dasar dan kaidah-kaidah akuntansi Islam di lingkungan perusahaan atau lembaga-lembaga yang ingin mengaplikasikan syariat Islam. Metode Istinbath (Eduksi) yaitu menyimpulkan dari sumber-sumber hukum Islam yang muhktamat  Al-Qur’an. Metode Tahili (Analitis) yaitu membandingkan kaidah-kaidah dan dasar-dasar akuntansi islami dengan teori-teori akuntansi positif. 3. yaitu sebagai penjabar. yaitu undang-undang Islam. penjelas. Kebiasaan yang sedang berlaku di masyarakat dengan syarat tidak bertentangan dengan syariat Islam     2. dan perinci hukumhukum yang ada dalam Al-Qur’an Ijtihad-ijtihad ahli fiqih dan ulama untuk meletakkan undang-undang dan peraturan-peraturan yang lebih rinci yang selalu disesuaikan dengan waktu dan tempat Hasil-hasil praktek empirik sejak awal berdirinya Daulah Islamiah.

Dasar – Dasar Studi Akuntansi Islam 1. biaya.” Kebenaran dan keadilan dalam mengukur (menakar) tersebut. sedangkan bagi orang lain kita menguranginya. dan laba. Sunah Nabawiyyah. biaya. Dasar Hukum Akuntansi Syari’ah Dasar hukum dalam Akuntansi Syariah bersumber dari Al Quran. modal. sehingga secara logis dikhawatirkan dia akan membonceng kepentingannya. hasil. Kaidah-kaidah Akuntansi Syariah. Akuntansi adalah ilmu informasi yang mencoba mengkonversi bukti dan data menjadi informasi dengan cara melakukan pengukuran atas berbagai transaksi dan akibatnya yang dikelompokkan dalam account. jangan dilebihkan dan jangan dikurangi. Sekilas Tentang Akuntansi Syari’ah Dari sisi ilmu pengetahuan. Seorang Akuntan akan menyajikan sebuah laporan keuangan yang disusun dari bukti-bukti yang ada dalam sebuah organisasi yang dijalankan oleh sebuah manajemen yang diangkat atau ditunjuk sebelumnya. 2. Ijma (kesepakatan para ulama). antara lain dalam surah Asy-Syu’ara ayat 181-184 yang berbunyi: ”Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. dan termasuk disiplin ilmu sosial yang berfungsi sebagai pelayan masyarakat pada tempat penerapan Akuntansi tersebut. Manajemen bisa melakukan apa saja dalam menyajikan laporan sesuai dengan motivasi dan kepentingannya. Kita dilarang untuk menuntut keadilan ukuran dan timbangan bagi kita. Dalam hal ini. Untuk itu diperlukan Akuntan Independen yang melakukan . Dalam Al Quran disampaikan bahwa kita harus mengukur secara adil. menurut Umer Chapra juga menyangkut pengukuran kekayaan. modal pendapatan. Al Quran menyatakan dalam berbagai ayat. utang. perkiraan atau pos keuangan seperti aktiva. Kaidah-kaidah Akuntansi Syariah sesuai dengan norma-norma masyarakat Islami. dan ‘Uruf (adat kebiasaan) yang tidak bertentangan dengan Syariah Islam. Qiyas (persamaan suatu peristiwa tertentu). Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu. dan laba perusahaan. utang. memiliki karakteristik khusus yang membedakan dari kaidah Akuntansi Konvensional. sehingga seorang Akuntan wajib mengukur kekayaan secara benar dan adil.

Dalam Islam. Sedangkan konsep Islam menerapkan konsep penilaian berdasarkan nilai tukar yang berlaku. b. terdapat pada hal-hal sebagai berikut: a. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. g. maka periksalah dengan teliti. Persamaan Akuntansi Syari’ah dengan Akuntansi Konvensional Persamaan kaidah Akuntansi Syariah dengan Akuntansi Konvensional terdapat pada hal-hal sebagai berikut: a. f. Perbedaan Akuntansi Syari’ah dengan Akuntansi Konvensional Sedangkan perbedaannya. Para ahli akuntansi modern berbeda pendapat dalam cara menentukan nilai atau harga untuk melindungi modal pokok. jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita. dan juga hingga saat ini apa yang dimaksud dengan modal pokok (kapital) belum ditentukan. e. Prinsip pemisahan jaminan keuangan dengan prinsip unit ekonomi. Prinsip pembukuan langsung dengan pencatatan bertanggal. dalam buku Pokok-Pokok Pikiran Akuntansi Islam. kita harus menyempurnakan pengukuran di atas dalam bentuk pos-pos yang disajikan dalam Neraca.” Kemudian. teknik. c. d.” 3. dan strategi pemeriksaan ini dipelajari dan dijelaskan dalam Ilmu Auditing.pemeriksaaan atas laporan beserta bukti-buktinya. dengan tujuan . Prinsip penahunan (hauliyah) dengan prinsip periode waktu atau tahun pembukuan keuangan. menurut Husein Syahatah. Metode. Prinsip kesaksian dalam pembukuan dengan prinsip penentuan barang. sebagaimana digambarkan dalam Surah Al-Israa’ ayat 35 yang berbunyi: “Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar. 4. fungsi Auditing ini disebut “tabayyun” sebagaimana yang dijelaskan dalam Surah Al-Hujuraat ayat 6 yang berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman. sesuai dengan perintah Allah dalam Al Quran. agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. dan timbanglah dengan neraca yang benar. antara lain. Prinsip kontinuitas (istimrariah) dengan kesinambungan perusahaan. Prinsip keterangan (idhah) dengan penjelasan atau pemberitahuan. Prinsip perbandingan (muqabalah) dengan prinsip perbandingan income dengan cost (biaya).

serta mengenyampingkan laba yang bersifat mungkin.Konsep konvensional menerapkan prinsip bahwa laba itu hanya ada ketika adanya jual-beli. d. sedangkan di dalam konsep Islam barang-barang pokok dibagi menjadi harta berupa uang (cash) dan harta berupa barang (stock). sedangkan dalam konsep Islam dibedakan antara laba dari aktivitas pokok dan laba yang berasal dari kapital (modal pokok) dengan yang berasal dari transaksi. dan berusaha menghindari serta menyalurkan pada tempat-tempat yang telah ditentukan oleh para ulama fiqih. e. yaitu modal tetap (aktiva tetap) dan modal yang beredar (aktiva lancar). Dalam konsep Islam. b. mata uang seperti emas. baik yang telah terjual maupun yang belum. Laba dari sumber yang haram tidak boleh dibagi untuk mitra usaha atau dicampurkan pada pokok modal. c. melainkan hanya sebagai perantara untuk pengukuran dan penentuan nilai atau harga. Konsep konvensional menerapkan prinsip laba universal. sedangkan konsep Islam sangat memperhatikan hal itu dengan cara penentuan nilai atau harga dengan berdasarkan nilai tukar yang berlaku serta membentuk cadangan untuk kemungkinan bahaya dan resiko. Modal dalam konsep akuntansi konvensional terbagi menjadi dua bagian. dan barang lain yang sama kedudukannya. perak. Konsep konvensional mempraktekan teori pencadangan dan ketelitian dari menanggung semua kerugian dalam perhitungan. selanjutnya barang dibagi menjadi barang milik dan barang dagang. juga wajib menjelaskan pendapatan dari sumber yang haram jika ada. f. Praktek Akuntansi Pemerintahan Islam → Pada zaman Rasulullah SAW cikal bakal akuntansi dimulai dari fungsi pemerintahan untuk mencapai tujuannya dan penunjukkan orang-orang yang kompeten (Zaid. dan juga uang dari sumber yang haram. modal pokok. Akan tetapi. jual beli adalah suatu keharusan untuk menyatakan laba.melindungi modal pokok dari segi kemampuan produksi di masa yang akan datang dalam ruang lingkup perusahaan yang kontinuitas. dan laba tidak boleh dibagi sebelum nyata laba itu diperoleh. transaksi. mencakup laba dagang. 2000). 5. bukanlah tujuan dari segalanya. sedangkan konsep Islam memakai kaidah bahwa laba itu akan ada ketika adanya perkembangan dan pertambahan pada nilai barang. . atau sebagai sumber harga atau nilai.

1981). Al-Khitmah. telah meningkatkan penerimaan dan pengeluaran negara. Akuntansi perbendaharaan. hasil pertanian. → Perkembangan pemerintahan Islam hingga Timur Tengah. . → Umar bin Khatab mendirikan lembaga yang bernama Diwan (dawwana = tulisan). dan Asia di zaman Umar bin Khatab. Jaridah Al Mal (Jurnal Dana). → Evolusi perkembangan pengelolaan buku akuntansi mencapai tingkat tertinggi pada masa Daulah Abbasiah. Afrika. 1973). Akuntansi pertanian. c. meliputi : a. d. serta utang hewan ternak dan cicilan. b.→ Pemerintahan Rasulullah SAW memiliki 42 pejabat yang digaji. dan pemeriksaan buku / auditing (AlKalkashandy. → Laporan Akuntansi yang berupa : a. Jaridah Al-Kharaj (menyerupai receivabale subsidiary ledger). terspesialisasi dalam peran dan tugas tersendiri(Hawary. Akuntansi mata uang. → Reliabilitas laporan keuangan pemerintahan dikembangkan oleh Umar bin Abdul Aziz (681-720M) dengan kewajiban mengeluarkan bukti penerimaan uang (Imam. mencatat penerimaan dan pengeluaran dana zakat. 1951). menunjukkan total pendapatan dan pengeluaran yang dibuat setiap bulan (Bin Jafar. Akuntansi konstruksi. Utang individu dicatat di satu kolom dan cicilan pembayaran di kolom yang lain (Lasheen. termasuk korupsi. → Akuntansi diklasifikasikan pada beberapa spesialisasi seperti Akuntansi peternakan. 1973). → Para sahabat merekomendasikan perlunya pencatatan untuk pertanggungjawaban penerimaaan dan pengeluaran negara. → Al Waleed bin Abdul Malik (705-715M) mengenalkan catatan dan register yang terjilid dan tidak terpisah seperti sebelumnya (Lasheen. menunjukkan utang individu atas zakat tanah. Jaridah Annafakat (Jurnal Pengeluaran). → Sistem pembukuan menggunakan model buku besar. 1913). 1988). Jaridah Al Musadareen. mencatat penerimaan denda / sita dari individu yang tidak sesuai syariah.

Kegiatan usaha bank syariah antara lain: a. Penggunaan persentase dalam hal kewajiban untuk melakukan pembayaran selalu dihindari. bank syariah tidak menerapkan perhitungan berdasarkan keuntungan yang pasti yang ditetapkan di muka. Utang zakat diklasifikasikan pada laporan keuangan dalam 3(tiga) kategori yaitu collectable debts. yang besarnya tidak kaku dan dapat dilakukan dengan kebebasan untuk tawar menawar dalam batas wajar. 1984). Pengerahan dana masyarakat dalam bentuk deposito tabungan oleh penyimpan dianggap sebagai titipan (al-wadiah) sedangkan bagi bank dianggap sebagai titipan yang diamanatkan sebagai penyertaan dana pada proyek-proyek yang dibiayai bank . karena persentase bersifat melekat pada sisa utang meskipun batas waktu perjanjian telah berakhir. Murabahah. Ijarah. dan uncollectable debts (Al-Khawarizmi. Beban biaya tersebut hanya dikenakan sampai batas waktu sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak. adapun ciri-ciri bank syariah yaitu : a. Al Khitmah Al Jame’ah. pengeluaran. pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil b. → Dalam perhitungan dan penerimaan zakat.b. surplus / defisit. b. pembiayaan berdasarkan prinsip usaha patungan c. pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa Ciri-ciri Perbankan Syariah Bank syariah mempunyai ciri-ciri berbeda dengan bank konvensional. laporan keuangan komprehensif gabungan antara income statement dan balance sheet (pendapatan. doubtful debts. dilaporkan pada akhir tahun. Beban biaya yang disepakati bersama pada waktu akad perjanjian diwujudkan dalam bentuk jumlah nominal. Di dalam kontak-kontrak pembiayaan proyek. belanja untuk aset lancar maupun aset tetap). c. jual beli barang dengan memperoleh keuntungan d. karena pada hakikatnya yang mengetahui tentang ruginya suatu proyek yang dibiayai bank hanyalah Allah semata. d. Mudharabah. Musyarakah.

e. f. . Selain itu manajer dan pimpinan bank Islam harus menguasai dasar-dasar muamalah Islam. artinya berkewajiban menjaga dan bertanggung jawab atas keamanan dana yang disimpan dan siap sewaktu-waktu apabila dana diambil pemiliknya. juga mempunyai fungsi khusus yaitu fungsi amanah. Fungsi kelembagaan bank syariah selain menjembatani antara pihak pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana.yang beroperasi sesuai dengan prinsip syariah sehingga pada penyimpan tidak dijanjikan imbalan yang pasti. Dewan Pengawas Syariah (DPS) bertugas untuk mengawasi operasionalisasi bank dari sudut syariahnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful