ANALISIS FILTRASI GINJAL

Oleh : Nama NIM Rombongan Kelompok Asisten : : : : : Siti Nur Azizah B1J011086 II 1 Santi Herowati

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN II

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2013

1993). .3 x 106 nefron yang beroprasi secara paralel.I. Proses reabsorbsi terjadi di tubulus proksimal.1 Latar Belakang Proses sekresi urin dilakukan oleh organ benama ginjal. Fungsi utama ginjal adalah mengekresikan zat-zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogen misalnya ammonia. Vesica urinaria terdapat didalam cavum pelvis. 1996). PENDAHULUAN 1. 2005). (Roberts. melalui proses deaminasi atau proses pembusukan mikroba dalam usus. mempertahankan cairan ekstraseluler dengan jalan mengelluarkan air bila berlebihan serta mempertahankan keseimbangan asam dan basa. pada orang lelaki pada ujung penis. Ginjal terdiri dari metanephros. dan penambahan zat – zat (augmentasi). Ren atau ginjal ada sepasang dan menempel pada dinding dorsal rongga perut didaerah pinggang. Dari ren berjalan ureter yang bermuara kedalam vesica urinaria. Proses filtrasi terjadi di glomerulus dan kapsula bowman. Selain itu. ginjal juga berfungsi mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan. pada orang perempuan pada dasar vestibulus vaginae (Radiopoetro. Proses pembentukan urine dalam ginjal meliputi proses penyaringan (filtrasi). penyerapan kembali (reabsorbsi). misalnya vitamin yang larut dalam air. Praktikum analisis filtrasi ginjal menggunakan metode sederhana untuk dapat menganalisis senyawa yang dapat melewati filter untuk menggambarkan filtrasi ginjal mamalia. Ammonia adalah hasil pemecahan protein dan bermacam-macam garam. Ginjal kira-kira mengandung 1. Tiap nefron terdiri dari suatu glomerulus yang dibekali dengan darah dalam sistem kapiler arteri sedemikian sehingga terjadi tekanan filtrasi yang memadai untuk mempengaruhi ultrafiltrasi material berberat molekul rendah dalam plasma. dan augmentasi terjadi di tubulus distal. Sekresi dari ginjal berupa urine (Darmadi. Dari vesica urinaria berjalan satu urethra yang bermuara keluar.

1. .2 Tujuan Tujuan praktikum kali ini adalah untuk menganalisis senyawa yang dapat melewati filter sebagai gambaran fungsi filtrasi ginjal mamalia.

Tambahkan 1 ml larutan Biuret ke dalam tabung reaksi berlabel akuades. Lakukan percobaan langkah 2 dan 3 pada tabung reaksi 4. amati dan catat perubahan yang terjadi 5. tabung Erlenmeyer dan corong gelas. larutan glukosa 1%. Tambahkan 1 ml larutan Benedict’s ke dalam tabung reaksi berisi glukosa. Lakukan persiapan ulang dengan menyiapkan empat tabung reaksi lalu isi dengan larutan uji (protein. Tambahkan 1 ml larutan Biuret ke dalam tabung reaksi berisi protein amati dan catat perubahan yang terjadi 4. dan akuades. larutan protein 1%. pati dan akuades) masingmasing sebanyak 2 ml 9. kertas filter Whatman (ukuran pori 8 nm).2 Cara Kerja 1. Beri label setiap tabung reaksi sesuai dengan isi larutan uji 3. Alat yang digunakan adalah tabung reaaksi.II. Tempatkan tabung reaksi dalam air mendidih (100º C) selama 5 menit lalu dikocok. Tambahkan 1 ml larutan uji (protein.1 Materi Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah larutan Biuret. amati dan catat perubahan yang terjadi 6. larutan Benedict’s. 2. mikropipet skala 1001000 µl. glukosa. Persiapkan kertas filter dan tempatkan di atas corong gelas dan tempatkan di atas corong gelas dan tabung Erlenmeyer 10. Keempat larutan uji lalu difilter pada empat tabung Erlenmeyer menggunakan corong yang telah dilengkapi dengan kertas filter . MATERI DAN CARA KERJA 2. pati dan akuades) ke dalam empat tabung reaksi yang telah disiapkan 2. amati dan catat perubahan yang terjadi 7. Buang larutan uji dan cuci tabung reaksi hingga bersih 8. glukosa.

11. Ulangi percobaan pada langkah 2 – 4 terhadap filtrate hasil proses filtrasi dengan menggunakan kertas saring Whatman .

Data percobaan uji filtrasi menggunakan kertas saring Nomor Tabung Intensitas Warna (sebelum filtrasi -tabung reaksi) Protein Glukoksa Akuades +++ (Biru) +++ (Merah Bata) +++ (Biru) Intensitas Warna (setelah filtrasi-filtrat) ++ (Biru muda) ++ (Orange) +++ (Biru) Gambar 1. Akuades sebelum filtrasi Gambar 2. Komposisi tabung reaksi pada percobaan filtrasi ginjal Larutan Uji (mL) Protein Glukosa Akuades Tabung Reaksi 1 1.0 1.0 1.1 Hasil Tabel 1. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.0 2 3 Tabel 2.III. Akuades setelah filtrasi .

Glukosa sebelum filtrasi yang telah dipanaskan Gambar 8. Glukosa sebelum dipanaskan dan di filtrasi Gambar 5. Glukosa setelah difiltrasi yang telah dipanaskan . Protein sebelum filtras Gambar 4.Gambar 3. Protein setelah filtrasi Gambar 5. Glukosa sebelum dipanaskan setelah filtrasi Gambar 7.

Begitupun dengan peran ginjal dalam menyaring protein. dapat pula akibat kadar glukosa dalam darah tinggi sehingga tubulus ginjal tidak dapat menyerap kembali semua glukosa yang ada pada filtrate glomerulus. Kadar glukosa darah yang tinggi akibat dari proses pengubahan glukosa menjadi glikogen terhambat karena produksi hormone insulin terhambat. Jika urin mengandung glukosa berarti tubulus ginjal tidak menyerap glukosa dengan sempurna. karena fungsi larutan benedict adalah untuk memeriksa ada atau tidaknya kandungan glukosa dari suatu sampel percobaan.3.2 Pembahasan Berdasarkan percobaan analisi filtrasi ginjal kelompok 1 dilakukan beberapa tahapan untuk mengetahui senyawa yang masih terkandung didalam filtrat. Glukosa yang ada di dalam darah akan tersaring oleh ginjal sehingga urin yang normal tidak mengandung glukosa. Hal tersebut menunjukan bahwa pada ginjal berfungsi . warna yang dihasilkan menjadi warna orange. pada larutan sampel mengandung kadar glukosa. Uji selanjutnya kandungan protein di dalam larutan. Dilakukan dengan menggunakan larutan benedict. glukosa 1% dan akuades. Hal ini dapat diakibatkan oleh kerusakan tubulus ginjal. hal tersebut membuktikan bahwa glukosa yang ada di dalam larutan tersaring dengan kertas saring. menunjukkan intensitas warna biru ditunjukkan dengan gambar 3 sedangkan larutan yang telah disaring berwarna biru muda setelah diberi larutan reagen biuret ditunjukkan dengan gambar 4. Hal tersebut menunjukan bahwa. tidak didapatkan protein pada filtrat. Kertas saring Whatman dan GF/F dianalogikan sebagai ginjal. adapun larutan yang disaring antara lain protein 1%. Pengujian ini menggunakan larutan reagen biuret. 2005). adapun setelah di filtrasi dengan menggunakan kertas Whatman dan GF/F dapat dilihat pada gambar 8. Hal ini sesuai dengan kerja ginjal. Berdasarkan hasil pengamatan pada larutan protein 1% yang tidak disaring. Dapat dilihat pada gambar 7 larutan berwarna merah bata setelah dipanaskan selama 5 menit dengan suhu 100º C. Orang yang demikian menderita kencing manis (diabetes militus) (Darmadi. Pengujian pertama yaitu untuk mengetahui adanya glukosa.

Bentuk ginjal seperti kacang merah. seperti urea. Membantu keseimbangan air dalam tubuh. dan obat-obatan. 1996). pengujian larutan akuades. asam urat. serta saluran pengumpul 3% dari glomerulus albumin disaring. yaitu mempertahankan tekanan osmotik ekstraseluler. Tubulus proksimal yang rumit menyerap kembali 71%. Mengekresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh. ginjal kanan lebih rendah daripada ginjal yang sebelah kiri. bakteri. Menngatur konsentrasi garam dalam darah dan keseimbangan asam dan basa darah (Radiopoetro.3 g albumin setiap hari disaring di ginjal manusia. Terakhir. ginjal berbentuk seperti biji ercis dengan panjang sekitar 10 cm dan berat sekitar 200 gram. yang menghasilkan sekitar 3. creatinin.sebagaimana mestinya untuk menyaring. 2. Hal ini sesuai dengan pernyataan Tojo (2012). yang menyatakan bahwa Albumin (Protein yang ada dalah darah yang diperlukan oleh tubuh untuk memelihara dan memperbaiki jaringan) disaring melalui glomerulus dengan koefisien pemisahan 0. 4. Berdasarkan hasil praktikum. sehingga di dalam filtrate masih terdapat akuades. lengkung Henle dan tubulus distal 23%. Mengekresikan kelebihan glukosa dalam darah. Fungsi ginjal yang utama adalah sebagai berikut: 1. . Hal ini terjadi karena mamalia tidak mempunyai kemampuan untuk menyimpan protein dalam tubuh sehingga protein lebih bayak digunakan ketika dalam keadaan berlebih (Lehninger. ukuran partikel akuades sangat kecil. amoniak.00062. 1990). garam anorganik. Saat tubuh kelebihan protein maka akan diproses melalui siklus urea dan akan menghasilkan amonia yang ada bersamaan dengan urin. karena diatas ginjal sebelah kanan terdapat hati. akuades yang telah disaring dengan menggunakan kertas saring. 3. sehingga menunjukkan bahwa ginjal memainkan peran penting dalam metabolisme protein.

infeksi. urine dialirkan oleh pembuluh ureter ke kandung urine (Vesica Urinaria) kemudian melalui uretra. urin mengalir melalui ureter menuju vesika urinaria atau kantung kemih yang merupakan tempat penyimpanan sementara urin. olahraga berat atau stress fisik menyebabkan protein yang berlebih pada urin . glukosa. dan urea sehingga terbentuklah urin sesungguhnya. Konsumsi makanan yang kurang baik akan menyebabkan kerusakan pada ginjal. Misalnya. berturut-turut disebut amonotelik. di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea. urin dibawa ke pelvis renalis. urea. Hewan yang menghasilkan zat sisa dalam bentuk amonia. yaitu: a) Filtrasi (Penyaringan) Kapsula bowmen dari dalam malphigi menyaring darah dalam glomelurus yang mengandung air. urine dikeluarkan dari tubuh. ureotelik. dan asam urat. dan urikotelik (Wiwi Isnaeni. Cl-. Dari kedua ginjal. urea. sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Meresapnya zat ke tubulus ini melalui dua cara glukosa dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi. dan zat bermolekul besar (protein dan sel darah) sehingga dihasilkan filtrat glomelurus (Urine Primer). 2006). b) Reabsorpsi (Penyerapan Kembali) Dalam tubulus kontortus proksimal kandungan urine primer yang masih berguna akan direabsorpsi yang dihasilkan oleh filtrat tubulus (Urine Sekunder) dengan kadar urea yang tinggi. misalnya glukosa. garam. Pada tubulus pengumpul ini masih ada penyerapan ion Na+.Terdapat tiga proses penting yang berhubungan dengan proses pembentukan urine. dan garam-garam. Didalam filtrat ini terlarut zat yang masih berguna bagi tubuh maupun zat yang tidak berguna bagi tubuh. Dari tubulus pengumpul. c) Augmentasi ( pengumpulan) Urin sekunder dari tubulus distal akan turun menuju tubulus pengumpul. asam amino. Sedangkan. orang yang mengkonsumsi obat-obatan.

Ginjal mempertahankan komposisi cairan ekstraseluler yang menunjang fungsi semua sel tubuh. Kerusakan ginjal selain proteinuria adapula penyakit ginjal kronik (PGK) yang didefinisikan sebagai kerusakan ginjal atau glomerular filtration rate (GFR) /laju filtrasi glomerulus (LFG). . 2012). Kemampuan ginjal untuk mengatur komposisi cairan ekstraseluler merupakan fungsi per satuan waktu yang diatur oleh epitel tubulus.73 m2 selama bulan atau lebih. Kelebihan protein pada wanita hamil dapat dihubungkan dengan preeklamsia (Poedjadi. 1994). Untuk zat yang tidak disekresi oleh tubulus. Seluruh zat yang larut dalam filtrasi glomerulus dapat direabsorpsi atau disekresi oleh tubulus (Yaswir. pengaturan volumenya berhubungan dengan laju filtrasi glomerulus (LFG). Laju filtrasi glomerulus (LFG) kurang dari 60 ml/menit/1.atau disebut proteinuria yang menunjukkan kerusakan pada ginjal.

KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan analisis filtrasi ginjal dapat disimpulkan bahwa : 1.IV. Senyawa yang dapat melewati filter adalah akuades. Protein dan Glukosa tidak dapat melewati filter ditunjukkan dengan adanya perubahan warna pada filtrat dengan intensitas warna yang lebih pucat. .

Fisiologi Hewan. Afrida Maiyesi. Biology Princeple and Processes.DAFTAR REFFERENSI Darmadi Goenarso. Article ID481520. A. 2005. Pemeriksaan Laboratorium Cystatin C Untuk Uji Fungsi Ginjal. Albert L. 1 sted. Jakarta: UI-Press. Mechanisms of Glomerular Albumin Filtration and Tubular Reabsorption. 2006. Jakarta: Erlangga Roberts. Dasar-dasar Biokimia. Yogyakarta: Kanisius. Akihiro and Satoshi Kinugasa. Radioputro. 1(1) . 2012. Rismawati. Jakarta: Erlangga Poedjiadi. Yaswir. M. 9 pages. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Terbuka Lehninger. International Journal of Nephrology Volume 2012. Wiwi Isnaeni. 1990. Jurnal Kesehatan Andalas. London Tojo. 1993. 1996. 1994. Fisiologi Hewan. Thomas Nelson and Sons Ltd. 2012. Zoology. 2012.