BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Hipertensi dalam kehamilan merupakan 5-15% penyulit kehamilan dan merupakan salah satu dari tiga penyebab tertnggi mortalitas dan morbiditas ibu bersalin.Hal ini disebabkan selain oleh etiologi tidak jelas juga oleh perawatan dalam persalinan masih ditangani oleh petugas nonmedis dan system rujukan yang belum sempuran. Selain hipertensi, preeklampsia-eklampsia masih merupakan salah satu penyebab utama kematian maternal dan kematian perinatal yang tinggi. Oleh karena itu diagnosis dini pre-eklampsia yang merupakan tingkat pendahuluan eklampsia, serta penanganannya perlu segera dilaksanakan untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan anak. Perlu ditekankan bahwa sindrom preeklampsia ringan dengan hipertensi, edema, dan proteinui sering tidak diketahui atau tidak diperhatikan; pemeriksaan antenatal yang teratur dan secara rutin mencari tanda preeklampsia sangat penting dalam usaha pencegahan preeklampsia berat dan eklampsia, di samping pengendalian terhadap faktor-faktor predisposisi yang lain.

1.2 Tujuan Penulisan
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk membagi informasi kepada pembaca mengenai Hipertensi, Preeklamsi dan Eklamsi yang menjadi salah satu penyebab kematian ibu dan bayi.

1.3 Metode Penulisan
Dalam penyusunan makal ini penulis menggunakan metode kajian pustaka dengan cara membaca serta melakukana pencarian diberbagai situs internet yang berkaitan erat pembahasan.

1

1.4 Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan Penulisa 1.3 Metode Penulisan 1.4 Sistematika Penulisan BAB II PEMBAHASAN 2.1 HIPERTENSI KEHAMILAN 2.1.1 Pengertian 2.1.2 Patofisiologi 2.1.3 Penanganan 2.2 PRE-EKLAMSI DAN EKLAMSI 2.2.1 Pengertian 2.2.2 Etiologi 2.2.3 Patofisiologi 2.2.4 Perubahan-perubahan pada organ 2.2.5 Gambaran klinik pre-eklamsi 2.2.6 Penanganan 2.3 HIPERTENSI ESENSIAL 2.3.1 Pengertian 2.3.2 Etiologi 2.3.3 Patofisiologi 2.3.4 Penanganan BAB III PENUTUP

Daftar Pustaka

2

(a) Teori kelainan vaskularisasi plasenta Pada kehamilan normal. Kadang-kadang timbul lebih awal.1 Pengertian Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Dikatakan tekanan darah tinggi dalam kehamilan jika tekanan darah sebelum hamil (saat periksa hamil) lebih tinggi dibandingkan tekanan darah di saat hamil 2.1 HIPERTENSI KEHAMILAN 2. tetapi hal ini jarang terjadi. Arteria radialis menembus endometrium menjadi arteri basalis dan arteri basalis member cabang arteria spiralis.1. atau tiga bulan terakhir kehamilan.1.BAB II PEMBAHASAN 2. 3 .2 Patofisiologi Penyebab hipertensi kehamilan sampai saat ini belum diketahui dengan jelas.Kedua pembuluh darah tersebut menembus miometrium berupa arteri akuarta dan arteri akuarta memberi cabang arteria radialis. Hipertensi dalam kehamilan berarti tekanan darah meninggi saat hamil. Keadaan ini biasanya mulai pada trimester ketiga. rahim dan plasenta mendapat aliran darah dari cabang-cabang arteri uterine dan arteria ovarika.Banyak teori telah dikemukakan tentang terjadinya hipertensi dalam kehamilan tetapi tidak ada satupun teori tersebut yang dianggap mutlak benar.

Proses ini dinamakna “remodeling arteri spiralis”.Lapisan otot arteri spiralis menjadi tetap kaku dan keras sehingga lumen areteri spiralis tidak memungkinkan distensi dan vasodilatasi. dan terjadilah hipoksia dan iskemia plasenta. aliran darah kejanin cukup banyak dan perkusi jaringan juga meningkat.Infasi trofoblas juga memasuki jaringan sekitar arteri spiralis. radikal bebas. arteri spiralis relative mengalimi vasokonstriksi. sehingga aliran darah uteroplasenta menurun . 4 .Akibatnya.Dampak iskemia plasenta akan menimbulkan perubahan-perubahan yang dapat menjelaskan pathogenesis HDK selanjutnya. yang menimbulkan degenerasi lpisan otot tersebut sehingga terjadi dilatasi arteri spiralis. terjadi infasi trofoblas kedlam lapisan otot arteria spiralis. penurunan resistensi vascular.Distensi dan vasodilatasi lumen arteri spiralis ini member dampak penuruna tekanan darah. dan disfungsi endotel  Iskemia plasenta dan pembentukan oksidan atau radikal bebas Sebagaimana dijelaskan pada teori invasi trofoblas. pada hipertensi dalam kehamilan terjadi kegagalan”remodeling atreri spiralis”. dengan akibat plasenta menalami iskemia.Akibatnya. dengan sebab belum jelas. dan terjadi kegagalan”remodeling arteri spiralis”. Pada Hipertensi dalam kehamilan tidak terjadi infasi sel-sel trofoblas pada lapisan otot arteri spiralis dan jaringan matriks sekitarnya. sedangkan pada preeklamsia rata-rata 200 mikron. sehingga jaringan matriks menjadi gembur dan memudahkan lumen arteri spiralis mengalami distensi dan dilatasi. Diameter rata-rata arteri spiralis pada hamil normal adalah 500 mikron . dan peningkatan aliran darah pada darah utero plasenta. sehingga dapat menjamin pertumbuhan janin dengan baik. (b) Teori iskemia plasenta.Pada hamil normal.Pada hamil normal vasodilatasi lumen arteri spiralis dapat mengkatkan 10 kali aliran darah ke uetero plasenta.

 Peroksida lemak sebagai oksidan pada hipertensi dalam kehamilan Pada hipertensi dalam kehamilan telah terbukti bahwa kadar oksidan. Radikal hidroksil akan merusak membrane sel. khususnya peroksid lemak meningkat. Peroksida lemak selain akan merusak membrane sel. Membran sel endotel lebuh mudah mengalami kerusakan oleh peroksida lemak karena letaknya langsung berhubungan dengan aliran darah dan mengandung banyak asam lemak tidak jenuh. protein sel endotel. yang akan berubah menjadi peroksida lemak. Peroksida lemak sebagai oksidan/radikal bebas yang sangat toksis ini akan beredar diseluruh tubuh dalam aliran darah dan akan merusak membrane sel endotel. khususnya terhadap membrane sel endotel pembuluh darah. sedangkan antioksidan . selalu diimbangi dengan produksi anti oksidan. sehingga terjadi dominasi kadar oksidan peroksida lemak yang realtif tinggi.Adanya radikal hidroksil dalam darah mungkin dahulu dianggap sebagai bahan toksin yang beredar dalam darah. Produksi oksidan(radikal bebas)dalam tubuh yang bersifat toksis . maka dulu hipertensi dalam kehamilan disebut “ toxaemia”.Sebenarnya produksi oksidan pada manusia adalah suatu proses normal.Plasenta yang mengalami iskemia dan hipoksia akan menghasilkan oksidan (disebut juga radikal bebas). Salah satu oksidan penting yang dihasilkan plasenta iskemia adalah radikal hoidroksil yang sangat toksis. Karen aoksidan memang dibutuhkan untuk perlindungan tubuh. Oksidan atau radikal bebas dalah senyawa penerim electron atau atom/molekul yang mempunyai elekron yang tidak berpasangan. juga akan merusak nucleus. 5 .Asam lemak tidak jenuh sangat rentan terhadap oksidan radikal hidroksil. yang mengandung bayak asam lemak tidak jenuh menjadi peroksida lemak.missal vitamin E pada hipertensi dalam kehamilan menurun.

Karena salah satu fungsi sel endotel adalah prostalglandin.Kerusakan endotel. yaitu menurtnnya produksi prostasiklin(PGE2)suatu vasodilatator kuat. yaitu endotelin. maka akan terjadi : Gangguan metabolism prostalglandin. sedangkan endotelin (vasokonstriktor) meningkat. \Peningkatan produksi bahan-bahan vasopersor. yang kerusakannya dimulai dari membrane sel endotel. dengan terjadi kenaikan tekanan darah. bahkan rusaknya seluruh struktur sel disebut”Disfungsi endotel”(endothelial dysfunction).Pada waktu terjadi kerusakan sel endotel yang mengakibatkan disfungsi sel endotel. Perubahan khas pada sel endotel kapilar glomerulus (glomerular endotheliosis) Peningkatan permabilitas kapilar. maka terjadi kerusakan sel endotel.Agregrasi sel trombosit ini adalah untuk menutup tempattempat dilapisan endotel yang mengalami kerusakan. Disfungsi sel endotel Akibat sel endotel terpapar terhadap peroksida lemak.Kadar NO (vasodilatator) menurun. Peningkatan factor koagulasi (c) Teori intoleransi imunologik antara ibu dan janin Dugaan bahwa factor imunologik berperan terhadap terjadinya hipertensi dalam kehamilan terbukti dengan fakta sebagai berikut : 6 . Dalam keadaan normalperbandingan kadar prostasklin/tromboksan lebih tinggi kadar prostasiklin(lebih tinggi vasodilatator)pada preeklamsia kadar tromboksan lebih tinggi dari kadar prostasiklin sehingga terjadi vasokonstriksi.Agregasi trombosit memproduksi tromboksan (TXA2)suatu vasokonstriktor kuat. Agregasi sel-sel trombosit pada daerah endotel yang mengalami kerusakan.Keadaan membrane ini sel endotel mengakibatkan terganggunya fungsi endotel.

Pada perempuan hamil normal. ternyata mempunyai proporsi Helper Sel yang lebih rendah disbanding pada normotensif. Invasi trofoblas sangat penting agar jaringan desidua menjadi lunak. dan gembur sehingga memudahkan terjadinya dilatasi arteri spiralis. disamping untuk menghadapi sel Natural Killer. Adanya HLA-G pada plasenta dapat melindungi troploblas janin dari lisis oleh sel Natural Killer (NK) ibu. Selain itu. yang berperan penting dalam modulasi respon imun. Pada plasenta B hipertensi dalam kehamilan. adanya HLA-G akan mempermudah invasi sel trofoblas ke dalam jaringan desidua ibu. Kemungkinan terjadi Imunne-Maladaptation pada preeklamsi. Jadi hilang HLA-G merupakan prakondisi untuk terjadinya invasi trofoblas ke dalam jaringan desidua ibu. respons imun tidak menolak adanya “hasil konsepsi” yang bersifat asing.1) 2) Primigravida mempunyai risiko lebih besar terjadi hipertensi dalam kehamilan jikadibandingkan dengan multigravida Ibu yang multipara yang kemudian menikah lagi mempunyai risiko lebih besar terjadinya hipertensi dalam kehamilan jika dibandingkan dengan suami sebelumnya. erkurangnya HLA-G di desudua daerah plasenta. Lamanya periode hubungan seks sampai saat kehamilan ialah makin lama periode ini. menghambat invansi trofoblas ke dalam desidua. makin kecil terjadinya hipertensi dalam kehamilan. terjadi penurunan ekspresiHL-G. 3) Seks oral mempunya risiko lebih rendah terjadinya hipertensi dalam kehamilan. sehingga memudahkan HLA-G juga merangsang terjadi terjadinya reaksi inflamasi. 7 .sehingga si ibu tidak menolak hasil konsepsi (plasenta). Hal ini disebabkan adanya human leukocyte antigen protein G (HLA-G). sitikon. Pada awal trimester kedua kehamilan perempuan yang mempunyai kecenderungan terjadi preeklamsia.

8 . Refrakter.26% anak perempuannya akan mengalami preeklamsia pula. dan ternyata terjadi peningkatan kepekaan terhadap bahan-bahan vasopresor. Genotype ibu lebih menentukan terjadinya hipertensi dalam kehemilan secara familial jika dibandingkan dengan genotype janin. atau dibutuhkan kadar vasopresor yang lebih tinggi untuk menimbulkan respons vasokonstriksi. Telah terbukti bahwa pada ibu yang mengalami preeklamsia . Banyak peneliti telah membuktikan bahwa peningkatan kepekaan terhadap bahanbahan vasopresor pada hipertensi dalam kehamilan sudah terjdai pada trimester 1 (pertama). Pada hipertendi dalam kehamilan kehilangan daya refrakter terhadap bahan vasokonstriktor.  Teori Genetik Ada factor keturunan dan familial dengan model gen tunggal. Artinya. sudah dapat ditemukan pada kehamilan pada kehamilan dua puluh moinggu. daya refrakterpembuluh darah terhadap bahan vasopresor hilang sehingga pembuluh darah menjadi sangat peka terhadap bahan vasopresor. sedangkan hanya 8% anak menantu mengalami preeklamsia. Peningkatan kepekaan pada kehamilan yang akan menjdi hipertensi dalam kehamilan. Hal ini dibuktikan bahwa daya refrakter terhadap bahan vasepresor akan hilang bila diberi prostaglandin sintesa inhibitor (bahan yangh menghambat produksi prostaglandin). Fakta inin dapat dipakai sebagai prediksi akan terjadinya hipertensi dalam kehamilan. Pada kehamilan normal terjadi refrakter pembuluh darah terhadap bahan vasopresor adalah akibat dilindungi oleh adanya sintesis prostaglandin pada sel endotel pembuluh darah.(d) Teori adapatasi kardiovaskularori genetic  Teori adapatasi kardiovascular Pada hamil normal pembuluh darah rekfrakter terhadap bahan-bahan vasopresor. berarti pembuluh darah tidak peka terhadap rangsangan bahan vasopresor. Prostaglandin ini kemudian hari ternyata adalah prostasiklin.

menghambat aktifasi trombosit. Beberapa peneliti juga mengganggap bahwa defisiensi kalsium pada diet perempuan hamil mengakibatkan risiko terjdinya preeklamsi atau eklamsia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang diberi suplemen. kasus yang mengalami preeklamsia adalah 14 % sedang yang diberi glikosa 17 %. ganda tersamar.(e) Teori defisiensi gizi Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kekurangan defisiensi gizi berperan dalam terjadinya hipertensi dalam kehamilan. dengan membandingkan pemberian kalsium dan placebo. Suasana serba sulit mendapat gizi yang cukup dalam persiapan perang menimbulkan kenaikkan insiden hipertensi dalm kehamilan. (f) Teori inflamasi Teori ini berdasarkan fakta bahwa lepasnya debris trofoblas didalam sirkulasi darah merupakan rangsangan utama terjadinya proses inflamasi. kalsium cukup. Beberapa peneliti telah mencoba melakukan uji klinik untuk memakai konsumsi minyak ikan atau bahan yang mengandung asam lemak tak jenuh dalam mencegah preeklamsia. Hasil sementara menunjukkan bahwa peneliti ini berhasil baik dan mungkin dapat dipakai sebagai alternative pemberian aspirin. termasuk minyak hati halibut. Penelitian di Negara Ekuador Andes dengan metode uji klinis. Penelitian yang penting yang pernah dilakukan di Inggris ialah penelitian tentang pengaruh diet pada preeklamsia beberapa waktu sebelum pecahnya Perang Dunia II. Minyak ikan mengandung banyak asam lemak tidak jenuh yang dapat menghambat produksi tromboksan. dan mencegah vasokonstriksipembuluh darah. 9 . dapat mengurangi risiko preeklamsia. Penelitian terakhir membuktikan bahwa konsumsi minyak ikan.

misalnya pada plasenta besar.Pada kehamilan normal plasenta juga melepaskan debris trofoblas. sehingga jumlah sisa debris trofoblas juga meningkat. yang lebih pereklamsia pada ibu. besar pula sehingga terjadi reaksi sistemik inflamasi yang menimbulkan gejala-gejala 10 .Peristiwa ini oleh redman disebut sebagai”kekacauan adapatasi dari proses inflamasi intravascular pada kehamilan” yang biasanya berlangsung normal dan menyeluruh.respon inflamasi ini akan mengaktifasi sel endotel. Makin banyak sel trofoblas plasenta.pada kehamilan normal jumlah debris trofoblas masi dalam batas wajar. sehingga produksi debris apoptosis dan nekrotik trofoblas juga meningkat. pada hamil ganda. sebagai sisa-sisa prosen apoptosis dan nekrotik trofoblas akibat reaksi stress oksidatif. mengkibatkan”aktifitas leukosit yang sanagt tinggi”pada sirkulasi ibu. dimana pada preeklamsia terjadi peningkatan stree oksidatif. sehingga reaksi inflamasi juga masih dalam batas normal.Keadaan ini menimbulkan beban reaksi inflamasi dalam darah ibu menjadi jauh lebih besar dibanding reaksi inflamsi pada kehamilan normal. Bahan-bahan ini sebagai bahan asing yang kemudian meranbgsang timbulanya proses inflamasi. menyatakan bahwa disfungsi endotel pada preklamsia akibat produksi debris trofoblas palesenta berlebihan tersebut diatas. Redman. maka reaksi stress oksidatif akan sangat meningkat.Berbeda dengan proses apoptosis pada preeklamsia. dan sel-sel makrofag/granulosit.

edema . Setelah melahirkan. Pre-eklampsia dibagi dalam golongan ringan dan berat. pemantauan denyut jantung janin.1. Untuk mnegakan diagnosis pre-eklampsia. Penyakit digolongkan berat jika terdapat salah satu atau lebih tanda/gejala dibawah ini di temukan : 11 . kenaikan tekanan sistolik harus 30 mmHg atau lebih.2.1 Pengertian Pre-eklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi . dan kemampuan bayi mentoleransi peningkatan tekanan darah. 2. Satu-satunya hal yang dapat mengatasi hipertensi dalam kehamilan adalah melahirkan.2 PREEKLAMSI DAN EKLAMSI 2. pemeriksaan urine untuk mengetahui ada tidaknya protein. Pengobatan biasanya hanya istirahat dan pemantauan tekanan darah yang lebih sering. tetapi dapat terjadi sebelumnya. Penyakit ini umumnya terjadi dalam trimester ketiga kehamilan. gangguan ini bisa langsung sembuh.2. beratnya hipertensi. Misalnya pada mola hidatidosa.3 Penanganan Pengobatan hipertensi dalam kehamilan tergantung pada sejumlah faktor. atau bertahan beberapa jam sampai beberapa minggu. dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Pemeriksaan lain yang dilakukan adalah pemeriksaan darah. dan penentuan volume cairan amnion dan keadaan pertumbuhan bayi jika perlu. yaitu usia kehamilan.

Perlu dikemukakan bahwa pada eklampsia gravidarum seringkali persalinan mulai tidak lama kemudian.2.2. air kencing kurang dari 400 ml atau kurang dalam 24 jam Keluhan serebral. Tergantung dari saat timbulnya eklampsia dibedakan eklampsia gravidarum. sebagian besar pemeriksaan anatomi-patologik 12 . Sekarang kita tahu bahwa eklampsia umumnya timbul pada wanita hamil atau dalam nifas dengan tanda-tanda pre-eklampsia. Pada wanita eklampsia timbul serangan kejang yang diikuti oleh koma.1) Tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih atau tekanan diastolik 110 mmHg atau lebih 2) Proteinuria 5 g atau lebih dalam 24 jam . eklampsia parturientum.2 Etiologi Penyebab pre-eklampsia dan eklampsia sampai sekarang belum diketahui. gangguan penglihatan atu nyeri di daerah epigastrium Edema paru-paru atausianosis Istilah eklampsia berasal dari bahasa yunani dan berarti “halilintar”. beberapa hal yang diduga berperan terhadap timbulnya pre eklampsia adalah : a) Kurangnya aliran darah ke uterus b) Kerusakan pembuluh darah c) Ganggguan sistim imun d) Kurang gizi 2. dan eklampsia puerparale. 3 atau 4+ pada pemeriksaan kualitatif 3) 4) 5) Oliguria.3 Patofisiologi Pre-eklampsia ringan jarang sekali menyebabkan kematian ibu. Tetapi. 2. Kata tersebut dipaki karena seolah-olah gejala-gejala eklampsia timbul dengan tiba-tiba tanpa di dahului oleh tanda-tanda lain. Oleh karena itu.

2.2. Spasme pembuluh darah arteriol otak menyebabkan anemia jaringan otak. edema sekitar diskus optikus Ablasio retina (lepasnya retina) Menyebabkan penglihatan kabur Perdarahan yang tidak teratur Terjadi nekrosis. Perdarahan. infark.4 Perubahan-perubahan pada organ 1. perdarahan dan nekrosis Menimbulkan nyeri kepala yang berat Berbagai tingkat edema Bronkopnemonia sampai abses Menimbulkan sesak nafas sampai sianosis Jantung Perubahan degenerasi lemak dan edema Perdarahan sub-endokardial Paru-paru Spasme areriol. Otak 4.berasal dari penderita eklampsia yang meninggal. trombosis pada lobus hati Rasa nyeri di epigastrium karena perdarahan 13 . Retina 3. Penimbuanan fibrin dalam pembuluh darah merupakan faktor penting juga dalam patogenesis kelainan-kelainan tersebut. nekrosis. Perubahan tersebut mungkin sekali disebabkan oleh vasopasmus arteriola. Perlu dikemiukakan disini bahawa tidak ada perubahan histopatologik yang khas pada pre-eklampsia dan eklampsia. Perubahan hati subkapsuler 2. 5. Pada penyelidikan akhir-akhir ini dengan biopsi hati dan ginjal ternyata bahwa perubahan anatomi-patologik pada alat-alat itu ternyata pada preeklampsia tidak banyak berbeda daripada yang ditemukan pada eklampsia. dan trombosis pembuluh darah kecil pada penyakit ini dapat ditemukan dalam berbagai alat tubuh.

mengganggu pertumbuhan janin Perubahan ginjal air dan garam 8. Pada kaki dan tangan. Edema pada tungkai dan tangan. kenaikan tekanan darah. paru dan organ lain Permeabilitasnya Protein terhadap protein air makin dan tinggi garam Perubahan pembuluh darah sehingga terjadi vasasi protein ke jaringan ekstravaskuler menarik menimbulkan edema Hemokonsentrasi darah yang menyebabkan gangguan fungsi metabolisme tubuh dan trombosis. 1998). 2. tetapi pada pre-eklamsia berat diikuti keluhan sebagai berikut : Sakit kepala terutama daerah frontal Rasa nyeri daerah epigastrium Gangguan penglihatan Terdapat mual samapi muntah Spasme arteriol menyebabkan aliran darah ke ginjal menurun sehingga fitrasi glomerolus berkurang Penyerapan air dan garam tubulus tetap terjadi retensi 14 .6. dan terakhir terjadi proteinuria. Ida Bagus Gede Manuaba. Jakarta : EGC. Menimbulkan dekompensasio kordis sampai terhentinya fungsi jantung Aliran darah keplasenta 7. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Pada pre-eklamsi ringan gejala subjektif belum dijumpai. (Ilmu Kebidanan. Spasme arteriol yang mendadak menyebabkan asfiksia berat sampai kemaian janin Spasme yang berlangsung lama.5 Gambaran Klinik Pre-Eklamsi Dimulai dengan kenaikan berat badan diikuti edema.2.

Pemberian fenobarbital 3x30 mg sehari akan menenangkan penderita dan dapat juga menurunkan tekanan darah. 2) 3) Klorpomazin 50 mg intramuskulus Diazepam 20 mg intramuskulus Penggunaan obat hipotensif pada pre-eklampsia berat diperlukan karena dengan menurunksn tekanan darah kemungkinan kejang dan apopleksia serebri menjadi lebih kecil. Oleh sebab itu dengan istirahat biasanya tekanan darah turun dan edema berkurang. refleks patella positive dan kecepatan pernafasan lebih dari 16 permenit. dan dapat diulang 4 gram tiap 6 jam menurut kadaan. Apabila terdapat oliguria. Sebagai pengobatan untuk mencegah timbulnya kejang-kejang dapat diberikan . Selain itu juga mengurangi vcolume darah yang beredar. Aliran darah ke ginjal juga lebih banyak.6 Penanganan Pre-Eklamsi Ringan Istirahat di tempat tidur masih merupakan terapi utama untuk penanganan pre-eklampsia.  Pre-Eklamsi Berat Pada penderita pre-eklampsia berat segera harus diberi sedativa yang kuat untuk mencegah timbulanya kejang-kejang. Gangguan pernafasan sampai sianosis Gangguan kesadaran 2. 1) Larutan sulfas magnesikus 40% sebanyak 10 ml (4 gram) disuntikan intramuskulus bokong kiri dan kanan sebagai proses permulaan. Tindakan ini perlu untuk seterusnya mencegah bahaya eklampsia. Obat tersebut selain menenangkan juga menurunkan tekanan darah dan meningkatkan diuresis. tekanan vena pada ekstremitas bawah turun dan resorbsi cairan dari daerah tersebut bertambah. Istirahat berbaring pada sisi tubuh meningkatkan aliran darah ke plasenta. Apabila sesudah 12-24 jam bhaya akut dapat diatasi . Tamabahan sulfas magmnesikus hanya diberikan bila diuresis baik . dapat difikirkan cara yang terbaik untuk menghentikan kehamilan.2. sebaiknya penderita 15 .

diberi glukosa 20% secara intravena. Selain itu juga penderita harus disertai seorang tenaga yang trampil dalam resusitasi dan yang dapat mencegah terjadinya trauma apabila terjadi serangan kejangan. Akan tetapi umumnya pada pre-eklampsia berat sesudah bahaya akut berakhir sebaiknya dipertimbangkan untuk menghentikan kehamilan oleh karena dengan demikian harapan bahwa janin hidup terus tidak besar dan adanya janin dalam uterus menghambat sembuhnya penderita dari penyakitnya. Misalnya : 1) Sodium pentothal 2) Sulfas magnesicus 3) Lytic cocktail Disini di tekankan bahwa pemberian obat-obat tersebut harus disertai dengan pengawasan yang teliti dan terus-menerus.1 Pengertian Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan 16 . dapat diberikan beberapa obat. 2.  Eklamsia Tujuan utama pengobatan eklampsia ialah menghentikan berulangnya serangan kejang dan mengakhiri kehamilan secepatnya dengan cara yang aman setelah keadaan ibu mengijinkan. Kadang-kadang keadaan penderita dengan pengobata tersebut diatas menjadi lebih baik. Pemngakhiran kehamilan dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut dalam bab eklampsia.3 Hipertensi Esensial 2. Jumlah dan waktu pemberian obat disesuaikan dengan keadaan penderita pada tiap-tiap jam demi keselamatannya. Obat diuretika tidak diberikan secara rutin. Selain diazepam. Penderita dalam hal ini dapat diberikan diazepam 20 mg IM.3.

3 Patofisiologi 70-80% kasus hipertensi esensial didapat riwayat hipertensi dalam keluarga.2 Etiologi Penyebab pasti dari hipertensi esensial sampai saat ini masih belum dapat diketahui. 17 . di dalam guidelines terakhir tahun 1999. gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid). Nilai yang lebih tinggi (sistolik) menunjukkan fase darah yang sedang dipompa oleh jantung. dan lain lain. (batasan tersebut diperuntukkan bagi individu dewasa diatas 18 tahun) 2. maka penyelidikan dan pengobatan lebih banyak ditujukan ke penderita hipertensiesensial. nilai yang lebih rendah (diastolik) menunjukkan fase darah kembali kedalam jantung. Kurang lebih 90% penderita hipertensi tergolong hipertensi esensial sedangkan 10% nya tergolong hipertensi sekunder. Penulisan tekanan darah seperti 110/70 mmHg adalah didasarkan pada dua fase dalam setiap denyut jantung. 2. Sebagian besar hipertensi esensial timbul pada usia 25-45 tahun. Karena golongan terbesar dari penderita hipertensi adalah hipertensia esensial.3. dan hanya 20% timbul di bawah 20 tahun atau di atas 50 tahun.3. dan di antara nilai tsb disebut sebagai normal-tinggi. batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg. Sebetulnya batas antara tekanan darah normal dan tekanan darah tinggi tidaklah jelas. Menurut WHO. Hipertensi sekunder adalah hpertensi yang penyebabnya dapat diketahui. penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme). antara lain kelainan pembuluh darah ginjal. sedangkan bila lebih dari 140/90 mmHG dinyatakan sebagai hipertensi. sehingga klasifikasi hipertensi dibuat berdasarkan tingkat tingginya tekanan darah yang mengakibatkan peningkatan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah.(morbiditas) dan angka kematian (mortalitas).

dan gejala gangguan fungsi ginjal. efektifitas. Oleh karena itu walaupun seorang dokter belum (pre-eklamsi dan eklamsi).5%). sukar tidur. Gejala lain yang dikeluhkan mungkin akibat dari komplikasi yang timbul. bahwa dengan mengendalikan tekanan darah maka angka morbiditas dan angka mortalitas dapat diturunkan. • Kebiasaan makan penderita (terutama asupan garam). penyakit ginjal. serta pemakaian alat 18 . epistaksis.4 Penanganan Telah dibuktikan oleh para peneliti. • Kemungkinan penderita sedang mengkonsumsi obat karena penyakit lain. nokturi (20.4%). minuman alkohol dan konsumsi rokok. seperti gangguan penglihatan.8%) dan tinitus (13. Hal lain yang perlu ditanyakan kepada penderita guna kepentingan terapi adalah : • Bila sebelumnya telah diketahui menderita hipertensi : informasi pengobatan sebelumnya meliputi jenis obat. Hasil penyelidikan gejala klinik hipertensi di Paris adalah sbb : gejala sakit kepala menduduki urutan pertama (40. disusul palpitasi (28.8%). disines atau migren. Tidak jarang hal ini menjadi penyebab utama penderita untuk datang periksa ke dokter.Gejala klinik yang mungkin timbul akibat hipertensi adalah sakit kepala. disiness (20.3. rasa tidak nyaman di tengkuk (kenceng). gangguan neurologi. dosis. gejala gagal jantung. • Faktor stres psikis. seperti golongan steroid.5%). • Pada wanita perlu ditanyakan tentang riwayat kehamilan dan persalinan kontrasepsi. golongan penghambat monoamin oksidase dan golongan simpatomimetik. 2. yang mungkin menimbulkan efek samping kenaikan tekanan darah. sampai keluhan mudah marah. dan efek samping yang mungkin timbul. • Penyakit yang sedang atau pernah diderita seperti diabetes militus. dan penyakit jantung serta penyakit kelenjar tiroid.

pengobatan hipertensi adalah pengobatan seumur hidup. aerobic) yang teratur dapat memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. jogging. Olah raga lebih banyak dihubungkan dengan pengobatan hipertensi. karena olah raga isotonik (spt bersepeda. 19 . Olah raga juga dapat digunakan untuk mengurangi/ mencegah obesitas dan mengurangi asupan garam ke dalam tubuh (tubuh yang berkeringat akan mengeluarkan garam lewat kulit). pengobatan sudah boleh dilaksanakan. Kebiasaan lainnya seperti merokok. Yang menjadi masalah adalah saat yang tepat untuk memulai pengobatan.menemukan etiologi dari hipertensi yang didapat pada penderita. mengkonsumsi alkohol diduga berpengaruh dalam meningkatkan resiko hipertensi walaupun mekanisme timbulnya belum diketahui pasti. Hal ini penting karena pada kenyataannya.

Mengingat komplikasi terhadap ibu dan bayi pada kasus-kasus PEB-E. Hal tersebut hanya dapat dilakukan dengan mempertajam kemampuan diagnosa para penyelenggara pelayanan bumil dari tingkat terendah sampai teratas.BAB III PENUTUP Dalam rangka menurunkan angka kematian maternal dan perinatal akibat preeklampsia-eklampsia deteksi dini dan pe-nanganan yang adekuat terhadap kasus preeklampsia ringan harus senantiasa diupayakan. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya 20 . Demikian makalah mengenai Penanganan Preeklampsia Berat dan Eklampsia kami rangkum sebagai penyegaran bagi rekan-rekan di daerah. dan melakukan pemeriksaan bumil secara teratur. maka sudah selayaknyalah semua kasus-kasus tersebut dirujuk ke pusat pelayanan kesehatan yang memiliki fasilitas penanganan kegawatdaruratan ibu dan neonatal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful