golongan obat

FARMAKOLOGI DAN TERAPI I. OBAT OTONOM 1. AGONIS MUSKARINIK a.

Asetilkolin dan ester kolin sintetis 1) asetilkolin 2) Metakolin 3) Karbakol 4) betanekol b. Alkaloid kolinergik di alam 1) Muskarin 2) Pilokarpin 3) Arekolin 2. ANTAGONIS MUSKARINIK 1) Atropine 2) Skopolamin 3) Homatropin 4) Skopolamin metobromida 5) Propantelin bromida 6) Pirenzepin 7) Ipratropium bromida 8) Tolterodin 3. ANTIKOLINESTERASE a. Menghambat secara reversible 1) Edrofonium 2) Fisostigmin 3) takrin b. Menghambat secara irreversible a) Gas perang 1) Tabun 2) Sarin 3) Soman b) Insectida 1) Parathion 2) Malation 3) Diazinon 4) Tetraetilpirofosfat (TEPP) 5) Heksaetiltetrafosfat (HETP) 6) Oktametilpiro-fosfortetramid (OMPA)

4. OBAT ADRENERGIK 1) Feniletilamin 2) Tiramin 3) Epinefrin (adrenalin) 4) Norepinefrin (noradrenalin) 5) Etilnorepinefrin 6) Isoproterenol (isoprenalin) 7) Isoetarin 8) Dopamin 9) Dobutamin 10) Amfetamin 11) Metamfetamin 12) Efedrin 13) Fenilpropanolamin 14) Mefentermin 15) Fentermin 16) Hidroksiamfetamin 17) Metaraminol 18) Fenilefrin 19) Metoksamin 20) Metaproterenol (orsiprenalin) 21) Terbutalin 22) Fenoterol 23) Salbutamol (albuterol) 24) Ritodrin 25) Fenfluramin 26) Denzfetamin 27) Propilheksedrin 28) Dietilpropion 29) Fenmetrazin 30) Fendimetrazin 5. PENGHAMBAT ADRENERGIK a. Antagonis adrenoseptor  (-bloker) a) - bloker nonselektif {a} Derivate haloalkilamin 1) Dibenamin 2) fenoksibenzamin {b} Derivat imidazolin 1) Fentolamin 2) Tolazolin {c} Alkaloid ergot

b) 1-bloker selektif 1) Prazosin 2) Terazosin 3) Doksazosin 4) Alfulozin 5) Tamsulozin c) 2-bloker selektif 1) yohimbin b. Antagonis adrenoseptor  (-bloker) 1) Propanolol 2) Nadolol 3) Pindolol 4) Timolol 5) Alprenolol 6) c. Penghambat saraf adrenergik 6. PENGHAMBAT TRANSMISI NEUROMUSKULAR 7. PELEMAS OTOT 8. OBAT GANGLION II. OBAT SUSUNAN SARAF PUSAT 1. ANASTETIK UMUM 2. HIPNOTIK SEDATIF DAN ALKOHOL 3. PSIKOTROPIK 4. ANTIEPILEPSI DAN ANTIKONVULSI 5. OBAT PARKINSON 6. ANALGESIK OPIOID DAN ANTAGONIS 7. ANALGESIK-ANTIPIRETIK ANALGESIK ANTIINFLAMASI NONSTEROID 8. PERANGSANG SSP III. ANASTETIK LOKAL 1. KOKAIN 2. ANASTETIK LOKAL SINTETIK IV. AUTAKOID 1. ANTIALERGI 2. SEROTONIN, OBAT SEROTONEGIK DAN OBAT ANTISEROTONERGIK V. OBAT KARDIOVASKULAR 1. OBAT GAGAL JANTUNG 2. OBAT ANTIARITMIA

3. ANTIHIPERTENSI 4. ANTIANGINA 5. HIPOLIPIDEMIK VI. OBAT KONSERVASI AIR 1. DIURETIK 2. ANTIDIURETIK VII. OKSITOSIK 1. OKSITOSIK VIII. ANTAGONIS HORMON 1. HORMON ADENOHIPOFISIS 2. HORMON TIROID DAN ANTITIROID 3. HORMON PARATIROID DAN OBAT YG MEMPENGARUHI METABOLISME KALSIUM 4. ESTROGEN DAN PROGESTIN 5. ANDROGEN, ANTIANDROGEN , ANABOLIK STEROID 6. INSULIN DAN ANTIDIABETIK ORAL 7. ADENOKORTIKOTROPIN, ADRENOKORTIKOSTEROID IX. OBAT LOKAL 1. OBAT LOKAL X. KEMOTERAPI PARASIT 1. ANTELMINTIK 2. AMUBISID 3. OBAT MALARIA 4. OBAT JAMUR XI. ANTI MIKROBA 1. SULFONAMID, KOTRIMOKSAZOL, ANTISEPTIK SALURAN KEMIH 2. TUBERKULOSTATIK DAN LEPROSTATIK 3. ANTIVIRUS 4. PENISILIN , SEFALOSPORIN 5. TETRASIKLIN , KLORAMFENIKOL 6. AMINOGLIKOSID 7. KUINOLON , FLUOROKUINOLON XII. ANTI KANKER 1. ANTIKANKER 2. IMUNOMODULATOR 3. IMUNOSUPRESAN

4. IMUNOSTIMULAN XIII. VITAMIN 1. VITAMIN , MINERAL XIV. OBAT ANTIANEMIA 1. ANTIANEMIA DEFISIENSI DAN ERITROPIETIN 2. ANTIKOAGULAN 3. ANTI TROMBOTIK 4. TROMBOLITIK 5. HEMOSTATIK XV. TOKSIKOLOGI 1. LOGAM BERAT DAN ANTAGONIS XVI. ADENDUM 1. INTERAKSI OBAT 2. FARMAKOKINETIK KLINIK 3. FAKTOR YG MEMPENGARUHI RESPON PASIEN TERHADAP OBAT

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful