SKALA SIKAP

**Oleh :JON ERWIN**

SKALA LIKERT

Skala linkert pertama kali dikembangkan oleh Rensis Linkert pada tahun 1932 dalam mengukur sikap masyarakat. Dalam skala ini hanya

menggunakan item yang secara pasti baik dan secara pasti buruk. Item yang pasti disenangi, disukai, yang baik, diberi tanda negatif (-). Total skor merupakan penjumlahan skor responsi dari responden yang hasilnya ditafsirkan sebagai posisi responden. Skala ini menggunakan ukuran ordinal sehingga dapat membuat ranking walaupun tidak diketahui berapa kali satu responden lebih baik atau lebih buruk dari responden lainnya. Prosedur dalam membuat skala linkert adalah sebagai berikut : 1.Pengumpulan item-item yang cukup banyak dan relevan dengan masalah yang sedang diteliti, berupa item yang cukup terang disukai dan yang cukup terang tidak disukai 2.Item-item tersebut dicoba kepada sekelompok responden yang cukup representative dari populasi yang ingin diteliti. 3. Pengumpulan responsi dari responden untuk kemudian diberikan skor, untuk jawaban yang memberikan indikasi menyenangi diberi skor tertinggi. 4. Total skor dari masing-masing individu adalah penjumlahan dari skor masing-masing item dari individu tersebut

Hanya dapat mengurutkan individu dalam skala. item-item yang tidak jelas korelasinya masih dapat dimasukkan dalam skala. Contoh praktis : Semua peserta latihan dapat menyusun program studinya sendiri. 4. Kelebihan skala Linkert: 1. Validitas dari skala linkert masih memerlukan penelitian empirik. Responsi dianalisa untuk mengetahui item-item mana yang sangat nyata batasan antara skor tinggi dan skor rendah dalam skala total. 2.5. Kadang kala total skor dari individu tidak memberikan arti yang jelas. 3. Lebih mudah membuatnya dari pada skala Thurstone. Mempunyai reliabilitas yang relatif tinggi dibanding skala thurstone untuk jumlah item yang sama. Juga dapat memperlihatkan item yang dinyatakan dalam beberapa responsi alternatif. 2. Untuk mempertahankan konsistensi internal dari pertanyaan maka item yang tidak menunjukkan korelasi dengan total skor atau tidak menunjukkan beda yang nyata apakah masuk kedala skor tinggi atau rendah dibuang. tetapi tidak dapat membandingkan berapakali individu lebih baik dari individu lainya. Dapat memberikan keterangan yang lebih nyata tentang pendapatan atau sikap responden. Alternatif jawaban : . Dalam menyusun skala. Kelemahan skala linkert: 1. banyak pola response terhadap beberapa item akan memberikan skor yang sama.

Skala ini mempunyai ciri penting. Dalam prosedur Guttman. Susunlah sejumlah pertanyaan yang relevan dengan masalah yang ingin diselidiki.yaitu semua responsi diatur sebagai berikut: Setuju dengan tidak setuju dengan Pada pertanyaan yang lebih banyak pola ini tidak ditemukan secara utuh. 3. sehingga skala ini termasuk mempunyai sifat undimensional. dan jawaban yang ekstrim dibuang. yaitu merupakan skala kumulatif dan mengukur satu dimensi saja dari satu variabel yang multi dimensi. yang sering disebut isi universal (universe of content) atau atribut universal (universe attribute). 2. Cara membuat skala guttman adalah sebagai berikut: 1. . 5. Sangat Tidak Setuju ( STS ) SKALA GUTTMAN Skala Guttman dikembangkan oleh Louis Guttman. 4. Hitunglah koefisien reprodusibilitas dan koefisien skalabilitas. Ragu-Ragu ( RR ). sampel yang diselidiki minimal besarnya 50. Jawaban yang diperoleh dianalisis. Susunlah jawaban pada tabel Guttman. Adanya beberapa kelainan Dapat dianggap sebagai error yang akan diperhitungkan dalam analisa nantinya. Lakukan penelitiaan permulaan pada sejumlah sampel dari populasi yang akan diselidiki. Setuju ( S ). Jawaban yang ekstrim adalah jawaban yang disetujui atau tidak disetujui oleh lebih dari 80% responden. Skala Guttman yang disebut juga metode scalogram atau analisa skala (scale analysis) sangat baik untuk menyakinkan peneliti tentang kesatuan dimensi dari sikap atau sifat yang diteliti. suatu atribut universal mempunyai dimensi satu jika menghasilkan suatu skala kumulatif yang sempurna.Sangat setuju ( SS ).

positif – negative.Jadi skala Guttman ialah skala yang digunakan untuk jawaban yang bersifat jelas (tegas dan konsisten. Pemberian nilai ini berdasarkan jumlah tertentu pernyataan yang dipilih oleh responden mengenai angket tersebut. Yakin atau tidakkah anda.(Subana. Pernahkah pimpinan saudara mengajak rembuk bersama? 1.ya – tidak. sedangkan pada skala Likert tidak perlu sama. dan sebagainya. Setuju 2. Misalnya yakin-tidak yakin . Tidak b. Tidak Setuju SKALA THURSTONE Skala Thurstone meminta responden untuk memilih pertanyaan yang ia setujui dari beberapa pernyataan yang menyajikan pandangan yang berbeda-beda. tetapi nilai-nilainya tidak diketahui oleh responden. Pada umumnya setiap item mempunyai asosiasi nilai antara 1 sampai dengan 10. Contoh: . Contoh: a. Yakin 2. setuju – tidak setuju. 1.benar-salah. pernah-belum pernah . 2000:34) Perbedaan skala Thurstone dan Skala Likert ialah pada skal Thurstone interval yang panjangnya sama memiliki intensitas kekuatan yang sama. Penelitian dengan menggunakan skala Guttman apabila ingin mendapatkan jawaban jelas (tegas) dan konsisten terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan. pergantian Menteri cabinet Indonesia Bersatu akan dapat mengatasi persoalan bangsa.

( ) 5. Saya merasa pasrah terhadap ketidak-berhasilan saya dalam matematika. Matematika adalah segalanya buat saya. ( ) 2. ( )7. Belajar matematika menumbuhkan sikap kritis dan kreatif. Saya merasa terasing jika ada teman membicarakan matematika. Agar hasil pertimbangan itu lebih objektif. Hasil pertimbangannya. Penguasaan matematika akan sangat membantu dalam mempelajari bidang studi lain. ( ) 3. Misalkan ada 4 orang yang diminta pertimbangan itu. ia meminta bantuan kepada teman seprofesinya yang dianggap mampu atau lebih mampu daripada dirinya sendiri. dengan cara membubuhkan tanda cek () di depan nomor pernyataan di dalam tanda kurung. Dengan demikian skor untuk butir soal nomor 2 itu adalah 98899  8. Jika ada pelajaran kosong. sehingga skor tengahnya sama dengan 5. Petunjuk : Pilihlah 5 (lima) buah pernyataan yang paling sesuai dengan sikap Anda terhadap pelajaran matematika. ( ) 9. 8. saya lebih suka belajar matematika. Misalkan pembuat angket menentukan bahwa skor yang akan dipakai untuk pernyataan yang kontribusinya paling tinggi adalah 9 dan untuk yang paling rendah diberi skor 1. ( ) 6. ( ) 4. hasil pertimbangan untuk butir nomor 2 dari keempat orang itu masingmasing 8.6 5 . Saya senang belajar matematika. ia menyatakan bahwa pernyataan yang paling tinggi kontribusinya terhadap sikap positif untuk matematika adalah pernyataan nomor 2 sehingga ia memberi bobot skor 9. ( ) 8. 9 dan 9.Berikut ini disajikan contoh angket yang disajikan dengan menggunakan model skala Thurstone. Pelajaran matematika sangat menjemukan. ( ) 1.Saya selalu ingin meningkatkan pengetahuan dan kemampuan saya dalam matematika.

Sebagai contoh penggunaan skala semantik differensial ialah menilai gaya kepemimpinan kepala sekolah. 7.6. 4. Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala mantik differensial adalah data interval. 6.6  5. 8. Skala ini digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang.5. misalkan untuk subjek A memilih butir-butir nomor 1. 2.0  7.2. Rerata skor dari subyek A adalah 9.3 Setelah angket diberikan kepada responden (siswa). 4. tetapi tersusun dalam satu garis kontinum dimana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis.1 5 Ini berarti sikap A terhadap matematika positif. karena skornya lebih daripada skor tengah (= 5).6  6.6.0.0. Semantik Defferensial Skala defferensial yaitu skala untuk mengukur sikap dan lainnya.tetapi bentuknya bukan pilihan ganda atau checklis. 4. 8. Keempat teman lainnya masing-masing memberi skor 3. 1. berturut-turut dari butir soal nomor 1 sampai dengan nomor 9 adalah sebagai berikut : 9. 7 dan 10.0. 7. 6.4. Gaya Kepemimpinan . Skala differensial yaitu skala untuk mengukur sikap.3  7. tetapi bentuknya bukan pilihan ganda atau checklist tetapi tersusun dalam satu garis kontinum. 4.4 5 Begitulah seterusnya cara pemberian skor untuk setiap butir pernyataan. 2 sehingga skor untuk butir nomor 8 adalah 2  3  4 1 2  2. atau sebaliknya.Untuk butir nomor 8 pembuat angket memberi skor 2 karena ia menganggap kontribusinya rendah terhadap sikap siswa dalam matematika.6. Misalkan skor untuk setiap butir soal. 5.0  7.dan jawaban negatif disebelah kiri garis.

yang berlangsung dalam bergaul dan berkomunikasi sosial dengan orang itu selama periode waktu tertentu. Karena penilaian yang diberikan merupakan pendapat pribadi dari pengamat dan bersifat subyektif. Penilaian yang diberikan oleh observer berdasarkan observasi spontan terhadap perilaku orang lain.Demokrasi Bertanggung jawab Memberi Kepercayaan Menghargai bawahan 7 6 5 4 3 2 1 7 6 5 4 3 2 1 Otoriter Tidak bertanggung jawab 7 6 5 4 3 2 1 Mendomi-nasi 7 6 5 4 3 2 1 Tidak menghargai bawahan Keputusan diambil bersama 7 6 5 4 3 2 1 Keputusan diambil sendiri Rating Skala Dari beberapa pendapat tersebut. Penilaian itu dituangkan dalam bentuk penentuan gradasi antara sedikit sekali dan banyak sekali atau antara tidak ada dan sangat ada. dapat disimpulkan pengertian Rating Scale adalah salah satu alat untuk memperoleh data yang berupa suatu daftar yang berisi tentang sfat/ciri-ciri tingkah laku yang ingin diselidiki yang harus dicatat secara bertingkat. skala penilaian yang diisi oleh satu pengamat saja tidak berarti untuk mendapatkan gambaran yang agak obyektif tentang orang yang dinilai. Unsur penilaian terdapat dalampernyataan pandangan pribadi dari orang yang menilai subyek tertentu pada masing-masing sifat atau sikap yang tercantum dalam daftar. Untuk itu .

Skala ini mempunyai item dalam tes hasil belajar. Hasil observasi dapat dikuantifikasikan 2. Daftar Cek. Beberapa pengamat menyatakan penilaiannya atas seorang siswa terhadap sejumlah alat/sikap yang sama sehingga penilaian-penilaian itu ( ratings ) dapat dikombinasikan untuk mendapatkan gambaran yang cukup terandalkan. disajikan empat sampai lima pilihan dengan deskripsi singkat pada masing-masing pilihan. . disertai penjelasan singkat pada masing-masing angka. Gradasi-gradasi ditunjuk pada garis itu dengan menyajikan deskripsi-deskripsi singkat di bawah garisnya. Skala menggunakan suatu garis sebagai kontinum. Kegunaan Pemakaian Rating Scale 1. bentuk obyektif dengan type pilihan berganda ( multiple choice ). Skala Penilaian Grafis. Pengamat memberikan tanda cek pada pilihan tertentu di ruang yang disediakan. 3. Bentuk-bentuk Rating Scale Terdapat beberapa bentuk rating scale antara lain : 1. Skala Numerik/Kwantitatif Skala ini menggunakan angka-angka ( skor-skor ) untuk menunjukan gradasigradasi. yang kemudian dipelajari bersama-sama untuk mendapatkan suatu diskripsi tentang kepribadian seseorang yang cukup terandalkan dan sesuai dengan kenyataan.dibutuhkan beberapa skala penilaian yang diisi oleh beberapa orang. Pengamat memberikan tanda silang di garis pada tempat yang sesuai dengan gradasi yang dipilih. 2. Pada masing-masing sifat atau sikap yang harus dinilai.

Pernyataan Keputusan diambil bersama Interval Jawaban 5 4 3 2 1 . Item 1. Dalam skala rating scale. responsden tidak akan menjawab salah satu dari jawaban kualitatif.Dalam rating skala data kuantitatif ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. tetapi menjawab salah satu jawaban kuantitatif yang disediakan. No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful