A. Kebisingan A. 1.

Pengertian kebisingan Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan (KepMen LH No.48 Tahun 1996) atau semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan atau alat-alat kerja pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran (KepMenNaker No.51 Tahun 1999). Kebisingan juga dapat diartikan sebagai suara yang tidak dikehendaki, misalnya yang merintangi terdengarnya suara-suara, musik dan sebagainya atau yang menyebabkan rasa sakit atau yang menghalangi gaya hidup (JIS Z 8106,IEC60050-801 kosakata elektro-teknik Internasional Bab 801:Akustikal dan elektroakustikal). Kebisingan merupakan salah satu bahaya (hazard) yang termasuk dalam bahaya/ resiko lingkungan. Sedangkan bahaya sendiri merupakan aktifitas, situasi, kondisi, kejadian, gejala, proses, material, dan segala sesuatu yang ada di tempat kerja/ berhubungan dengan pekerjaan yang menjadi/ berpotensi menjadi sumber kecelakaan/ cedera/ penyakit/ dan kematian. A. 2. Karakteristik Kebisingan Kebisingan menurut karakteristiknya dapat dibagi menjadi: 1. Jumlah kebisingan Semua kebisingan yang terjadi disuatu tempat tertentu dan dalam suatu waktu tertentu. 2. Kebisingan spesifik Kebisingan di antara jumlah kebisingan yang dapat dengan jelas dibedakan untuk alasan-alasan akustik. Sering kali sumber kebisingan dapat diidentifikasikan 3. Kebisingan residual

roda gila. gas buang. Pergerakan udara. yaitu: 1. gas. alat pembangkit tenaga. dan lain-lain. 4.44 tahun 1993 adalah kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknik yang berada pada kendaraan itu. Umumnya sumber kebisingan dapat berasal dari kegiatan industri. Adapun jenis kendaraan yang dapat menjadi sumber bising adalah: . Di industri. benturan atau ketidakseimbangan gerakan bagian mesin. pembangunan. baik dari sumber bergerak maupun tidak bergerak. Sumber Kebisingan Sumber bising ialah sumber bunyi yang kehadirannya dianggap mengganggu pendengaran. 3. 2. Kendaraan bermotor Kendaraan bermotor menurut PP No. alat pengangkut dan kegiatan rumah tangga. Terjadi pada roda gigi. dan lain-lain. fan. 3. sumber kebisingan dapat di klasifikasikan menjadi 3 macam. batang torsi. Kebisingan latar belakang Semua kebisingan lainnya ketika memusatkan perhatian pada suatu kebisingan tertentu. 4.Kebisingan yang tertinggal sesudah penghapusan seluruh kebisingan spesifik dari jumlah kebisingan di suatu tempat tertentu dan suatu waktu tertentu. bearing. Mesin Kebisingan yang ditimbulkan oleh aktifitas mesin. piston. perdagangan. outlet pipa. dan cairan dalam kegiatan proses kerja industri misalnya pada pipa penyalur cairan gas. A. flare boom. gas dan cairan Kebisingan ini ditimbulkan akibat pergerakan udara. Vibrasi Kebisingan yang ditimbulkan oleh akibat getaran yang ditimbulkan akibat gesekan. Penting untuk membedakan antara kebisingan residual dengan kebisingan latar belakang. jet.

atau tiga tanpa rumahrumah baik dengan atau tanpa kereta samping. • Bajaj adalah kendaraan umum penumpang yang memiliki potensi sumber bising yang cukup tinggi baik pada pengendara dan penumpang maupun bagi lingkungan sekitarnya. mobil penumpang dan mobil bus. • Mobil penumpang adalah setiap kendaraan bermotor yang dilengkapi sebanyak-banyaknya 8 (delapan) tempat duduk tidak termasuk tempat duduk pengemudi. 2. • Mobil bus adalah setiap kendaran bermotor yang dilengkapi lebih dari 8 (delapan) tempat duduk tidak termasuk tempat duduk pengemudi. yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau mengangkut barang-barang khusus. Frekuensi yang dapat didengar manusia 20-20. Frekuensi Frekuensi adalah satuan getar yang dihasilkan dalam satuan waktu (detik) dengan satuan Hz.000 Hz disebut Ultra Sound. Frekuensi dibawah 20 Hz disebut Infra Sound sedangkan frekuensi diatas 20.000 Hz.• Sepeda motor adalah kendaraan bermotor beroda dua.4. baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi. 1. 4. • Kendaraan khusus adalah kendaraan bermotor selain daripada kendaraan bermotor untuk penumpang dan kendaraan bermotor untuk barang. Intensitas suara . A.000 Hz. • Mobil barang adalah setiap kendaraan bermotor selain dari yang termasuk dalam sepeda motor. baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi. Suara percakapan manusia memunyai rentang frekuensi 250. Umumnya suara percakapan manusia punya frekuensi sekitar 1.000 Hz. Beberapa faktor penyebab kebisingan Intensitas didefinisikan sebagai energi suara rata-rata yang ditransmisikan melalui gelombang suara menuju arah perambatan dalam media.

Distribusi frekuensi-frekuensi puncak suara meliputi Frekuensi: 31. Frekuensi bandwidth Frekuensi bandwith dipergunakan untuk pengukuran suara di Indonesia. 8. Oktave band Oktave band adalah kelompok-kelompok frekuensi tertentu dari suara yang dapat di dengar dengan baik oleh manusia. Panjang gelombang Panjang gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh perambatan suara untuk satu siklus. 4. 6. 9. 7. 5. 10. Amplitudo Amplitudo adalah satuan kuantitas suara yang dihasilkan oleh sumber suara pada arah tertentu. Periode Periode adalah waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus amplitudo.5 Hz – 63 Hz – 125 Hz – 250 Hz – 500 Hz – 1000 Hz – 2 kHz – 4 kHz – 8 kHz – 16 kHz. Loudness . Pure tune Pure tune adalah gelombang suara yang terdiri hanya satu jenis amplitudo dan satu jenis frekuensi. 3. satuan periode adalah detik.Intensitas didefinisikan sebagai energi suara rata-rata yang ditransmisikan melalui gelombang suara menuju arah perambatan dalam media. Kecepatan suara Kecepatan suara adalah suatu kecepatan perpindahan perambatan udara per satuan waktu.

Bising kontinyu dibagi menjadi 2 (dua) yaitu: • Wide Spectrum adalah bising dengan spektrum frekuensi yang luas. melainkan ada periode relatif tenang.5 detik berturutturut. Kebisingan berdasarkan spektrum bunyi a. Bising terputus-putus Bising jenis ini sering disebut juga intermittent noise. kereta api. yaitu bising yang berlangsung secara tidak terus-menerus. katup gas. seperti suara kipas angin. 11. contohnya ada kebisingan lalu lintas. b. • Norrow Spektrum adalah bising ini juga reatif tetap. Bising impulsif . kendaraan. 1000.Loudness adalah persepsi pendengaran terhadap suara pada amplitudo tertentu satuannya Phon. Kekuatan suara Kekuatan suara satuan dari total energi yang dipancarkan oleh suara per satuan waktu. 4000) misalnya gergaji sirkuler. B. 1. 1 Phon setara 40 dB pada frekuensi 1000 Hz. Kebisingan kontinyu Bising dimana fluktuasi dari intensitasnya tidak lebih dari 6 dB dan tidak putusputus. akan tetapi hanya mempunyai frekuensi tertentu saja (frekuensi 500. Bising ini relatif tetap dalam batas kurang dari 5 dB untuk periode 0. 12. suara mesin tenun. yaitu kebisingan berdasarkan spektrum bunyi dan kebisingan berdasarkan pengaruhnya terhadap manusia. c. Tekanan suara Tekanan suara adalah satuan daya tekanan suara per satuan.jenis kebisingan Jenis kebisingan dapat dibagi lagi menjadi dua. kapal terbang. Jenis.

Bising jenis ini memiliki perubahan intensitas suara melebihi 40 dB dalam waktu sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengarnya seperti suara tembakan suara ledakan mercon. Bising yang merusak (Damaging/ Injurious noise) Merupakan bunyi yang intensitasnya melampaui Nilai Ambang Batas. Bising Impulsif berulang Sama dengan bising impulsif. misalnya mendengkur. d. c. Bising yang menutupi (Masking noise) Merupakan bunyi yang menutupi pendengaran yang jelas. secara tidak langsung bunyi ini akan membahayakan kesehatan dan keselamatan tenaga kerja. misalnya mesin tempa. Bunyi jenis ini akan merusak atau menurunkan fungsi pendengaran. Nilai Ambang Batas untuk kebisingan di tempat kerja adalah intensitas tertinggi dan merupakan rata-rata yang masih dapat diterima tenaga kerja tanpa mengakibatkan hilangnya daya dengar yang tetap untuk waktu terus-menerus tidak lebih dari 8 jam sehari atau 40 jam seminggunya (Suheryanto. b. 1994). Kep-51/MEN/1999 adalah sebagai berikut: . waktu maksimum bekerja yang diperbolehkan sesuai dengan KepMenaker No. meriam. Kebisingan berdasarkan pengaruhnya terhadap manusia Karakteristik kebisingan berdasarkan pengaruhnya terhadap manusia dapat dibagi menjadi: a. Nilai Ambang Batas Kebisingan Nilai Ambang Batas (NAB) Kebisingan adalah angka 85 dB yang dianggap aman untuk sebagian besar tenaga kerja bila bekerja 8 jam/hari atau 40 jam/minggu. Bising yang mengganggu (Irritating noise) Merupakan bising yang mempunyai intensitas tidak terlalu keras. 2. karena teriakan atau isyarat tanda bahaya tenggelam dalam bising dari sumber lain. hanya bising ini terjadi berulang-ulang. Di Indonesia. 3.

52 1. Kep-51/MEN/1999 Waktu pemajanan per hari 8 4 2 1 30 15 7.44 0.5 3.06 7.88 0.88 0.22 0. dan OHSA (Occupational Safety and Health Administration) seperti terlihat pada tabel berikut: .12 14.Tabel 1 Nilai Ambang Batas (NAB) di tempat kerja menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.76 0.94 28.03 3.75 1. NIOSH (National Institute for Occupational Safety and Health ).11 Detik Menit Jam Intensitas Kebisingan (dBA) 85 88 91 94 97 100 103 106 109 112 115 118 121 124 127 130 133 136 139 Terdapat sedikit perbedaan Nilai Ambang Batas menurut ACGIH (American Conference of Governmental Industrial Hygienists’ ).

 Kriteria Kebisingan Kriteria kebisingan berdasarkan zona kebisingan bertujuan untuk membagi daerah atau zona-zona yang dapat ditentukan dari satuan nilai dasar ditambah koreksi waktu . adalah batas level tertinggi pajanan terhadap kebisingan yang NIOSH 82 85 88 91 94 97 100 103 OSHA 85 90 95 100 105 110 115* --** direkomendasikan untuk tidak dilampaui yaitu 115 dBA. intermitten. NIOSH. atau impulsif lebih dari 140 dB Cweihted level Ceiling Limit. dan OHSA untuk pajanan Kebisingan di Tempat Kerja Waktu Pemajanan (Jam/Hari) 16 8 4 2 1 ½ ¼ 1/8 Sound Level dB (A) ACGIH 82 85 88 91 94 97 100 103 *** * Tidak boleh terpajan bising kontinyu atau intermitten lebih dari 115 dB(A) ** Pajanan untuk bising impulsif atau impact tidak boleh lebih dari 140 dB sound pressure level tertinggi *** Tidak boleh terpajan bising kontinyu.Tabel 2 Perbandingan Standar ACGIH.

 Baku tingkat kebisingan Untuk mencegah efek bising pada pekerja/ operator SPBU. Zona A adalah zona yang diperuntukkan bagi tempat penelitian. Nilai dasar untuk suatu negara telah ditetapkan berdasarkan kebiasaan-kebiasaan hidup masyarakatnya. Baku tingkat kebisingan ini diukur berdasarkan rata-rata pengukuran tingkat kebisingan ekuivalen (Leq). tempat perawatan kesehatan atau sosial dan sejenisnya. zona kebisingan dapat dibagi menjadi: 1. . 2. batas maksimal dianjurkan adalah 50 dBA dan maksimal diperbolehkan 60 dBA. pasar dan sejenisnya. Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 718/Menkes/Per/XI/1987. maka pemerintah telah menetapkan baku tingkat bising yang diperbolehkan sesuai dengan peruntukannya. Batas maksimal dianjurkan adalah 45 dBA dan maksimal diperbolehkan 55 dBA. 3. Zona B adalah zona yang diperuntukkan bagi perumahan. tempat pendidikan. Zona D adalah zona yang diperuntukkan bagi industri pabrik. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no. batas maksimal dianjurkan adalah 35 dBA dan maksimal diperbolehkan adalah 45 dBA. terminal bis dan sejenisnya. Zona C adalah zona yang diperuntukkan bagi perkantoran dan perdagangan. rekreasi dan sejenisnya. 4.perhari dan koreksi-koreksi untuk tipe-tipe daerah yang berbeda. Batas maksimal dianjurkan adalah 60 dBA dan maksimal diperbolehkan 70 dBA. Kep-48-MENLH/11/1996 menetapkan baku tingkat kebisingan untuk kawasan tertentu (lihat tabel). Baku tingkat bising adalah batas maksimal tingkat bising yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari usaha/kegiatan sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. stasiun kereta api.

Gangguan Kesehatan C. Petuntukkan Kawasan 1. Industri 6. Perumahan dan pemukiman 2. Pemerintahan dan fasilitas umum 7. Perkantoran dan perdagangan 4. Khusus Bandar udara Stasiun kereta api Pelabuhan laut Cagara budaya 70 60 55 70 65 50 70 60 70 Tingkat Kebisingan dB(A) b. Rekreasi 8. Rumah sakit atau sejenisnya 2.Tabel 3 Baku tingkat kebisingan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no. Perdagangan dan jasa 3. 1. Lingkungan Kegiatan 1. Penyakit akibat dampak kebisingan . Ruang terbuka hijau 5. Kep-48/MENLH/11/1996 Peruntukkan Kawasan/ Lingkungan Kesehatan a. Sekolah atau sejenisnya 3. Tempat ibadah 55 55 55 C.

Pada umumnya. susah tidur dan sesak nafas disebabkan oleh rangsangan bising terhadap sistem . Kebisingan dalam tingkat yang tinggi dapat mengakibatkan stress meningkat. bising bernada tinggi sangat mengganggu. Bising dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan pusing/sakit kepala. Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah (+ 10 mmHg). Pada awalnya fungsi pendengaran agak terganggu. menurunnya performa kerja. gangguan komunikasi dan ketulian. pembicaraan terpaksa berteriak yang memerlukan tenaga ekstra dan menambah kebisingan. Kebanyakan dari studi ini menduga bahwa kebisingan dapat menyebabkan berbagai macam perubahan fisiologi yang dapat mendukung timbulnya penyakit.Bising dapat menyebabkan berbagai gangguan seperti gangguan fisiologis. 1990). serta dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris. konstruksi pembuluh darah perifer terutama pada bagian tangan dan kaki. ancaman bahaya keselamatan. Lebih rinci dampak kebisingan terhadap kesehatan pekerja dijelaskan sebagai berikut: 1. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa kebisingan dapat membuat hipertensi. Hal ini disebabkan bising dapat merangsang situasi reseptor vestibular dalam telinga dalam yang akan menimbulkan efek pusing/vertigo. apalagi bila terputus-putus atau yang datangnya tiba-tiba. sehingga efeknya bisa lebih buruk misalnya kecelakaan. peningkatan nadi. gangguan psikologis. tekanan darah meningkat dan sakit kepala. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa tempat-tempat industri yang bising mempunyai korelasi positif dengan tekanan darah tinggi dan kehilangan pendengaran jika dbandingkan dengan tempat-tempat industri yang tenang (Tallbott. Gangguan fisiologis Gangguan fisiologis adalah gangguan yang mula-mula timbul akibat bising. stress dan kelelahan). pembicaraan atau instruksi dalam pekerjaan tidak dapat didengar jelas. Gangguan akibat bising juga dapat digolongkan menjadi gangguan Auditory (gangguan terhadap pendengaran) dan gangguan non Auditory (gangguan komunikasi. Perasaan mual.

D mengenai respon fisiologis akibat bising yang dilakukan terhadap manusia dan hewan menemukan bahwa bising yang tinggi dapat menyebabkan gangguan fisiologis diantaranya peningkatan denyut nadi (jantung berdebar). keseimbangan organ. iritasi. Semakin keras suara yang dihasilkan maka kemungkinan menyebabkan gangguan semakin besar. stress. jantung. mengganggu dan menurunkan performa kerja dan lain-lain. Bila kebisingan diterima dalam waktu yang lama dapat menyebabkan penyakit psikosomatik berupa gastritis. Suara pesawat terbang juga merupakan hal yang paling sering mendapat protes dari warga yang tinggal di sekitar bandara. Penelitian oleh Karl D.saraf. stressor Tiga yang menyebabkan yang orang yang betapa mendengarnya merasa tidak nyaman. Ph. b. Prediktabilitas Suara yang mengagetkan sering menyebabkan kita menjadi tidak nyaman. kelenjar endokrin. Kryter. kecemasan. kejengkelan. Bising organ dapat menjadi kita. dan perubahan perasaan dan mood. kelelahan. sistem pencernaan dan keseimbangan elektrolit. tekanan darah meningkat. Tempat-tempat industri sering mendapatkan protes dari warga sekitar karena sering menyebabkan mereka sakit kepala. gangguan pencernaan dan gangguan lainnya. ketidakstabilan. impotensi. peningkatan frekuensi pernapasan. Gangguan fisik dapat berupa rusaknya pendengaran dimensi mempengaruhi mengganggunya sebuah noise adalah: a. mual. Suara yang mengagetkan atau suara yang tidak diprediksi lebih . Volume Suara yang meleihi 80 desibel dapat menyebabkan gangguan bagi manusia. 2. Kebisingan lingkungan juga dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Gangguan Psikologis Gangguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman serta kurang konsentrasi.

Gangguan komunikasi ini secara tidak langsung membahayakan keselamatan seseorang. sedangkan percakapan yang cukup lama.Use special to slightly unsatisfactory to-talk equipment difficult switch and . Komunikasi pembicaraan harus dilakukan dengan cara berteriak. even at a distance of 1cm Telephone Good Satisfactory Difficult to Use press. Tabel 4 Pengaruh tingkat kebisingan lingkungan sekitar (background noise) dalam dB(A) dengan tingkat kemampuan berkomunikasi: Communication Below 50 50 – 70 dB 70 – 90 dB 90 – 100 110 – 130 dB (A) (A) (A) dB (A) dB (A) Face-to-face (unamplified speech) Normal voice at distances up to 6m Raised voice level at distances up to 2m Very loud or shouted voice level at distance up to 50cm Maximum voice level at distances up to 25cm Very difficult to impossible. Pada lingkungan kerja yang bising yaitu dengan tingkat kebisingan lebih dari 78 dB(A). tingkat kebisingan di sekitar lingkungan harus dibawah 78 dB(A). sampai pada kemungkinan terjadinya kesalahan karena tidak mendengar isyarat atau tanda bahaya. percakapan dengan rekan kerja akan sulit dan hanya bisa sebentar saja dan biasanya harus berjarak minimal 1 meter. Gangguan ini menyebabkan terganggunya pekerjaan. 3.memungkinkan menyebabkan gangguan daripada suara yang susah diprediksi. c. Gangguan Komunikasi Gangguan komunikasi biasanya disebabkan masking effect (bunyi yang menutupi pendengaran yang kurang jelas) atau gangguan kejelasan suara. Kontrol dari persepsi Suara yang dapat kita kontrol lebih dapat meminimalisir gangguan daripada suara yang tidak dapat kita kontrol.

Efek Pada Pendengaran Dari seluruh gangguan yang disebabkan oleh kebisingan.an acoustically treated booth Intercom system Good Satisfactory Unsatisfactory Impossible Impossible using using using loudspeaker loudspeaker loudspeaker Any Use any Une any in earphone muff or helmet except bone conduction type Use insert type or over-ear earphone in helmet or in muffs. 1979) 4.Good canceling noisemicrophone canceling microphone http://www.html. pengaruh utama dari bising pada kesehatan adalah kerusakan pada indera pendengaran. yang dapat menimbulkan gangguan fisiologis berupa kepala pusing (vertigo). Harris. yang .2007 (C. 5.M. mualmual dan lain-lain. Handbook of Noise Control.ccohs.good to 120 dB (A) on short-term basis Very Difficult Type of None earphone to supplement loudspeaker Public Address Good System Type of Any microphone required Sumber: Satisfactory Satisfactory to Difficult difficult Any Any Any noise. 2nd Ed.ca/oshanswers/phys_agents/non_auditory. Gangguan Keseimbangan Bising yang sangat tinggi dapat menyebabkan kesan melayang. New York: Mc Graw-Hill.

daya dengarnya akan pulih kembali. dan beberapa obat lainnya. quinine.menyebabkan tuli progresif dan efek ini telah diketahui dan diterima secara umum dari zaman dahulu. Trauma akustik . beberapa obat-obatan dapat memperberat (pengaruh synergistik) ketulian apabila diberikan bersamaan dengan kontak suara. • Keadaan kesehatan c. Tuli sementara (Temporary Treshold Shift = TTS) Diakibatkan pemaparan terhadap bising dengan intensitas tinggi. misalnya aspirin. Akan tetapi apabila bekerja terus-menerus di area bising maka akan terjadi tuli menetap dan tidak dapat normal kembali. Seseorang akan mengalami penurunan daya dengar yang sifatnya sementara dan biasanya waktu pemaparan terlalu singkat. b. Tuli Menetap (Permanent Treshold Shift = PTS) Diakibatkan waktu paparan yang lama (kronis). biasanya dimulai pada fekuensi 4000 Hz dan kemudian makin meluas ke frekuensi sekitarnya dan akhirnya mengenai frekuensi yang biasanya digunakan untuk percakapan. besarnya PTS dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut: • • • • Tingginya level suara Lama paparan Spektrum suara Temporal pattern. bila kebisingan yang kontinyu maka kemungkinan terjasi TTS akan lebih besar • • Kepekaan individu Pengaruh obat-obatan. Mula-mula efek bising pada pendengaran adalah sementara dan pemulihan terjadi secara cepat sesudah pekerjaan di area bising dihentikan. Apabila tenaga kerja diberikan waktu istirahat secara cukup. a.

Pengaruh umur terhadap terjadinya gangguan pendengaran terlihat pada umur 30 tahun. Tinjauan Umur Pekerja Achmadi mengemukakan bahwa umur bukan merupakan faktor secara langsung yang mempengaruhi keluhan subjektif akibat kebisingan. Tinitus Tinitus merupakan suatu tanda gejala awal terjadinya gangguan pendengaran. Gejala yang ditimbukan yaitu telinga berdenging. Umur kerja produktif pada pekerja menurut penelitian Basharudin. Presbyscusis menjadi penyebab kehilangan pendengaran tetapi tidak menyebabkan terjadinya lekuk pada frekuensi 4 KHz. D. ia akan mempengaruhi frekuensi . merusak tulang pendengaran atau saraf sensoris pendengaran. Orang yang dapat merasakan tinitus dapat merasakan gejala tersebut pada saat keadaan hening seperti saat tidur malam hari atau saat berada diruang pemeriksaan audiometri (ILO. Presbyscusis adalah penurunan yang disebabkan oleh peningkatan usia. e. seperti suara ledakan meriam yang dapat memecahkan gendang telinga. Pada audiometri.Trauma akustik adalah setiap kejadian luka yang merusak sebagian atau seluruh alat pendengaran yang disebabkan oleh pengaruh pajanan tunggal atau beberapa pajanan dari bising dengan intensitas yang sangat tinggi. ledakanledakan atau suara yang sangat keras. akan tetapi pada usia diatas 40 tahun sangat rentan terhadap trauma dan orang yang berumur 40 tahun akan lebih mudah mengalami gangguan pendengaran akibat bising. Presbycusis Penurunan daya dengar sebagai akibat pertambahan usia merupakan gejala yang dialami hampir semua orang dan dikenal dengan presbycusis (menurunnya saya dengar pada nada tinggi). d. 1998). Gejala ini harus diperhitungkan jika menilai penurunan daya dengar akibat pajanan bising di tempat kerja. 2002 berkisar antara 20-50 tahun.

1998). Penurunan pendengaran tersebut terutama terjadi mulai usia 40 tahun.5 dB tiap tahun dimulai sejak umur 40 tahun (Iskandar. 2003). sifat bising. Demikian pula pada orang yang berumur > 40 tahun (presbyscusis) serta adanya penyakit telinga.yang lebih tinggi. Menurut Sutirto. Pengukuran kebisingan dan penilaiannya E. Tujuan pengukuran kebisingan • Untuk memperoleh data (informasi) yang kongkrit dan akurat tentang tingkat pajanan kebisingan di lingkungan kerja • Hasil pengukuran kebisingan dapat digunakan sebagai bahan untuk mengevaluasi tingkat kebisingan di lingkungan kerja dengan cara membandingkannya dengan NAB yang berlaku • Sebagai dasar untuk melakukan tindakan pengendalian kebisingan di lingkungan kerja. garamisin). E. Penyakit akibat kerja. yaitu penurunan daya dengar secara alamiah pada orang yang berumur lebih dari 40 tahun. frekuensi bunyi. jumlah waktu kerja dalam setahun. seperti pernah mendapat pengobatan dengan obat ototoksik (misalnya streptomissin. yaitu besarnya pengaruh bising pada pekerja tergantung pada intensitas bunyi. serta tergantung pula pada kepekaan pekerja tersebut.1. 2005. DAFTAR PUSTAKA Anies Mkes PKK. dengan penurunan rata-rata 0. jangka waktu terpapar bising. Pada pekerja yang berumur > 40 tahun perlu diingatkan akan kemungkinan presbyscusis.5 dB pertahun (Rais. berbagai penyakit akibat lingkungan kerja dan . diasumsikan menyebabkan kenaikan ambang dengar 0. 2001 bahwa terdapat beberapa hal yang menyebabkan terjadinya tuli akibat bising. kanamisin.

1972. Handbook of Noise Control 2nd Ed. Inc Sasongko.G. Katharina.upaya penanggulangannya Budiono. 42. Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.W. 1985.ca/oshanswers/phys_agents/non_auditory.occupationalhearingloss.go. Subdepartemen Kedokteran Okupasi. Jakarta. www. John Wiley & Sons. Dampak bising terhadap keluhan masyarakat di pemukiman Antapani. Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Kebisingan. . R. Siswaji. 1999. 2005.M. Harris. al. Novi Arifiani. Penanggulangan Dampak Pencemaran Udara Dan Bising Dari Sarana Transportasi. Bising sebagai salah satu penyebab penyakit akibat kerja dan cara penanggulangannya. 2007. Teknik Pengukuran dan Pemantauan Kebisingan di Tempat Kerja. Semarang. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. http://www.html. K3 FKM UI. Kebisingan dan getaran http://www.html. J. Pengaruh kebisingan terhadap kesehatan tenaga kerja. Non-Audiotory Effects of Environmental Noise Nasri. et. Bulletin kesehatan lingkungan ..com http://www.cerminkedokteran.com Oginawati. D.2000.D. 1997. Kryter. no.ccohs. kebisingan Lingkungan: Universitas Diponegoro.P. Ph. 1995. Syahrul M. 1979) Karl D. (C. Kebisingan (Noise) Salvato. New York: Mc Graw-Hill.id/apec_vc/osaka/eastjava/noise_id/1/index. Hadiyarto A. tahun XI: 4-13 Departemen Kesehatan RI. 1992. Environmental engineering: 5th edition. Z.menlh.. MS. Sastrowinoto.

kel. Germany. Stephen A. www. Federal environmental Agency. Buku Kedokteran. British Medical Bulletin. 2003. Jakarta Barat Tahun 2004. Tesis FKM UI Stansfeld. Suyono. Queen Mary. Berlin.J. Rachmat. tahun 1995 Wolfgang Babisch. University of London. London. all rights reserved. Kecamatan Tambora. 1995. Mark P Matheson. Deteksi dini Penyakit Akibat Kerja. 2003.noiseandhealth. tahun 1999.org . risk assessment. and research needs. Noise & Health 2002. Noise pollution non-auditory effects on health. The noise/ stress concept. Noise pollution: non-auditory effects on health. UK Suherwin. Department of Psychiatry. FKM UI Stephen A Stansfeld and Mark P Matheson. Vol. Medical Sciences Building. Gangguan Kesehatan Non Auditory Akibat Pemaparan Bising pada Masyarakat Yang Tinggal di Sepanjang Jalur Kereta Api di Kelurahan Jembatan Besi. Antapani Tengah Kotamadya Dati II Bandung. 68 The British Council 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful