EFUSI PLEURA

I. DEFINISI Efusi Pleura merupakan suatu kumpulan cairan pada ruangan antara lapisan parietalis dan viseralis dari pleura. Biasanya berisi cairan serosa, namun juga dapat mengandung bahan lainnya. 1(Pradip R. Patel, 2005)

virtualcancercentre.com Cairan (Pleura effusion) dapat berupa: 2 1. Cairan Transudat, terdiri atas cairan yang bening, biasanya ditemukan pada kegagalan berlebihan. 2. Cairan eksudat, berisi cairan kekeruh-keruhan, paling sering ditemukan pada infeksi tuberculosis, atau nanah (empiema) dan penyakit-penyakit kolagen (lupus eritomatosis, rheumatoid artritis). 3. Cairan darah (Hematotoraks), dapat disebabkan trauma tertutup atau terbuka, infark paru dan karsinoma paru. 4. Cairan getah bening; meskipun jarang terjadi tetapi dapat diakibatkan oleh sumbatan aliran getah bening toraks, misalnya pada filiarisasi atau metastasis pada kelenjar getah bening dari suatu keganasan. II. ANATOMI DAN FISIOLOGI PLEURA Paru-paru terletak pada rongga dada. Masing-masing paru berbentuk kerucut. Paru kanan dibagi oleh dua buah fisura kedalam tiga lobus atas, tengah dan bawah. Paru kiri jantung, kagagalan ginjal yang akut atau kronik, keadaan hipoproteinemia pada kegagalan fungsi hati, pemberian cairan infus yang

1

dibagi oleh sebuah fisura ke dalam dua lobus atas dan bawah (John Gibson, MD, 1995, 121). Permukaan datar paru menghadap ke tengah rongga dada atau kavum mediastinum. Pada bagian tengah terdapat tampuk paru-paru atau hillus paru-paru dibungkus oleh selaput yang tipis disebut Pleura (Syaifudin B.AC , 1992, 104). Pleura merupakan membran tipis, transparan yang menutupi paru dalam dua lapisan : Lapisan viseral, yang dekat dengan permukaan paru dan lapisan parietal menutupi permukaan dalam dari dinding dada. Kedua lapisan tersebut berlanjut pada radix paru. Rongga pleura adalah ruang diantara kedua lapisan tersebut. Permukaan rongga pleura berbatasan lembab sehingga mudah bergerak satu ke yang lainnya (John Gibson, MD, 1995, 123). Cairan pleura diproduksi oleh pleura parietalis dan diabsorbsi pleura visceralis, dimana cairan terbentuk dari filtrasi plasma melalui endotel kapiler kemudian diabsorbsi oleh pembuluh limfe dan venula pleura. Cairan masuk ke dalam rongga melalui pleura parietalis dan selanjutnya keluar lagi dalam jumlah yang sama melalui membran pleura visceralis via sistem limfatik dan vaskuler. Pergerakan cairan dari pleura parietal ke pleura visceralis dapat terjadi karena adanya perbedaan tekanan hidrostatik dan tekanan osmotik koloid plasma. Cairan terbanyak direabsorsi oleh sistem limfatik dan hanya sebagian kecil direabsorbsi oleh sistem kapiler pulmonal. Penyerapan cairan pada pleura visceralis dapat dipermudah dengan adanya banyak mikrovili disekitar sel – sel mesotelial. Dalam keadaan normal seharusnya tidak ada rongga kosong diantara kedua pleura karena biasanya hanya terdapat sekitar 1-20 cc cairan yang merupakan lapisan tipis serosa yang selalu bergerak secara teratur (Soeparman, 1990, 785). Setiap saat jumlah cairan dalam rongga pleura bisa menjadi lebih dari cukup untuk memisahkan kedua pleura, maka kelebihan tersebut akan dipompa keluar oleh pembuluh limfatik (yang membuka secara langsung) dari rongga pleura ke dalam mediastinum. Permukaan superior dari diafragma dan permukaan lateral dari pleura parietalis disamping adanya keseimbangan antara produksi oleh pleura parietalis dan absorbsi oleh pleura viseralis . Oleh karena itu ruang pleura disebut sebagai ruang potensial. Karena ruang ini normalnya begitu sempit sehingga bukan merupakan ruang fisik yang jelas. (Guyton dan Hall, Ege,1997, 607).5

2

III. GEJALA KLINIK Beberapa gejala disebabkan oleh penyakit yang mendasari. Cairan ini dihasilkan oleh kapiler pleura parietalis karena adanya tekanan hidrostatik. Mukti A. bunyi pekak atau datar pada saat perkusi di atas area yang berisi cairan. sindroma Meig (asites. 145). 3 . V. Dalam keadaan normal hanya terdapat 1-20 ml cairan di dalam rongga pleura. Terkumpulnya cairan di rongga pleura (efusi pleura) terjadi bila keseimbangan antara produksi dan absorpsi terganggu. PATOFISIOLOGI Di dalam rongga pleura terdapat kurang lebih 5 ml cairan yang cukup untuk membasahi seluruh permukaan pleura parietalis dan pleura viseralis. tekanan koloid dan daya tarik elastis. Selain TBC. perdarahan (sering akibat trauma). menggigil dan nyeri dada pleuritik. Pneumonia akan menyebabkan demam. dan efusi pleura karena adanya tumor ovarium). rheumatoid arthritis. keadaan lain juga menyebabkan efusi pleura seperti pada penyakit autoimun systemic lupus erythematosus (SLE). Ukuran efusi akan menentukan keparahan gejala: * Efusi luas : Sesak napas. bertambahnya tekanan hidrostatis akibat kegagalan jantung dan tekanan negatif intra pleura apabila terjadi atelektasis paru (Alsagaf H. penyakit pancreas. 1995. dimana akumulasi cairan pleura dapat terjadi apabila tekanan osmotik koloid menurun misalnya pada penderita hipoalbuminemia dan bertambahnya permeabilitas kapiler akibat ada proses keradangan atau neoplasma. Sebagian cairan ini diserap kembali oleh kapiler paru dan pleura viseralis. ETIOLOGI Penyebab paling sering efusi pleura transudatif di Negara berkembang termasuk Indonesia adalah tuberkulosis paru. Efusi malignan dapat mengakibatkan dispnea dan batuk. Jumlah cairan di rongga pleura tetap. Efusi pleura jarang pada keadaan rupture esophagus. abses intraabdomen. * Efusi ringan sampai sedang : dispnea bisa. sebagian kecil lainnya (10-20 %) mengalir ke dalam pembuluh limfe sehingga pasase cairan di sini mencapai 1 liter seharinya. 3 IV. bunyi napas minimal atau tak terdengar ada pergeseran trakeal menjauhi tempat yang sakit. karena adanya tekanan hidrostatis pleura parietalis sebesar 9 cm H2O.

Suhu badan mungkin hanya sub febris. 4 . 786787). Cairan keluar langsung dari kapiler sehingga kaya akan protein dan berat jenisnya tinggi. Pergeseran mediastinum kadang ditemukan. dan sirosis hepatik tekanan osmotik koloid yang menurun.Transudat misalnya terjadi pada gagal jantung karena bendungan vena disertai peningkatan tekanan hidrostatik. Pergeseran antara kedua pleura yang meradang akan menyebabkan nyeri.5 VI. biasanya akan menunjukkan gejala klinis seperti penurunan pergerakan dada yang terkena efusi pada saat inspirasi. DIAGNOSIS Pada pemeriksaan fisik. Cairan ini juga mengandung banyak sel darah putih. 3 Untuk membantu memperkuat diagnosis. kadang ada demam. Infeksi tuberkulosis pleura biasanya disebabkan oleh efek primer sehingga berkembang pleuritis eksudativa tuberkulosa. auskultasi didapatkan suara pernapasan menurun. Untuk memastikan dilakukan dengan foto thorax lateral dari sisi yang sakit (lateral dekubitus) ini akan memberikan hasil yang memuaskan bila cairan pleura sedikit (Hood Alsagaff. Sebaliknya transudat kadar proteinnya rendah sekali atau nihil sehingga berat jenisnya rendah. Eksudat dapat disebabkan antara lain oleh keganasan dan infeksi. dilakukan pemeriksaan berikut: • Rontgen dada Rontgen dada biasanya merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk mendiagnosis efusi pleura. sehingga bisa dilakukan pengeluaran cairan. Apabila cairan yang terakumulasi lebih dari 500 ml. Dalam foto thoraks terlihat hilangnya sudut kostofrenikus dan akan terlihat permukaan yang melengkung jika jumlah cairan > 300 cc. yang hasilnya menunjukkan adanya cairan. pada pemeriksaan perkusi didapatkan dullness/pekak. 1990. dengan bantuan stetoskop akan terdengar adanya penurunan suara pernafasan. dan vocal fremitus yang menurun. • USG dada USG bisa membantu menentukan lokasi dari pengumpulan cairan yang jumlahnya sedikit.

• Torakosentesis Penyebab dan jenis dari efusi pleura biasanya dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan terhadap contoh cairan yang diperoleh melalui torakosentesis (pengambilan cairan melalui sebuah jarum yang dimasukkan diantara sela iga ke dalam rongga dada dibawah pengaruh pembiusan lokal). cairan pleura tampak berupa perselubungan homogen menutupi struktur paru bawah yang biasanya relatif radioopak dengan permukaan atas cekung. Radiografi dada konvensional Pada pemeriksaan foto thoraks rutin tegak. PEMERIKSAAN RADIOLOGIS A. penyebab dari efusi pleura tetap tidak dapat ditentukan. dan biasanya terlihat dalam kombinasi dengan lainnya: 5 . Cairan bebas akan membentuk dua bentuk dasar. meskipun telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Pada foto thoraks posisi AP atau PA ditemukan adanya sudut costophreicus yang tidak tajam. Pada sekitar 20% penderita. dan kadang-kadang mendorong mediastinum ke arah kontralateral (Gbr. • Biopsi Jika dengan torakosentesis tidak dapat ditentukan penyebabnya. berjalan dari lateral atas ke arah medial bawah dan selalu mengisi angulus costofrenicus. VII. Dengan foto thoraks posisi lateral decubitus dapat diketahui adanya cairan dalam rongga pleura sebanyak paling sedikit 50 ml. sedangkan dengan posisi AP atau PA paling tidak cairan dalam rongga pleura sebanyak 300 ml. dan di konfirmasi dengan foto thoraks. menentukan lesi pada pleura dan secara umum mengungkapkan sifat serta derajat kelainan bayangan yang terdapat pada paru dan jaringan toraks lainnya. • Analisa cairan pleura Efusi pleura didiagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Karena cairan mengisi ruang hemithoraks sehingga jaringan paru akan terlihat mendorong ke arah sentral / hilus.• CT scan dada Berperan penting dalam mendeteksi ketidaknormalan konfigurasi trakea serta cabang utama bronkus.4b). dimana contoh lapisan pleura sebelah luar diambil untuk dianalisa. maka dilakukan biopsi.

sehingga membentuk efusi subpulmonary. kemudian cairan ini dikenal sebagai “efusi subpulmonalis” (Gambar 5 ). Hampir bersamaan dengan akumulasi dari infrapulmonary. Jika cairan akan bergerak bebas. cairan pleura akan terlihat pada sulcus costophrenic dan dapat terlihat pada awalnya sebagai perubahan letak medial dari sudut costophrenic dan kemudian telihat gambaran diafragma yang tumpul. karena bersifat diagnostik bagi patologi pleura. Posisi tegak posteroanterior (PA) Pada tahap awal dengan pasien posisi tegak lurus. maka sangat sulit atau bahkan tak mungkin mengatakan pada film berdiri standart (PA) apakah itu cairan. dapat diperlihatkan dengan posisi dekubitus dan arah sinar horisontal di mana cairan akan berkumpul di sisi samping bawah (Gambar 8a.2. cairan akan cenderung untuk terakumulasi pada posisi infrapulmonary jika rongga pleura tidak terdapat adhesi dan paruparunya sehat. dapat ditemukan pengisian cairan di sinus costofrenicus posterior pada foto thoraks lateral tegak (Gambar 7). Untuk membedakan bayangan basal paru yang disebabkan oleh efusi pleura atau kolaps atau pemandatan paru maka dapat dibuat film frontal pada pasien berbaring pada satu sisi (Dekubitus lateralis). 2) Kadang-kadang. lebih tinggi di lateral dari pada yang di medial dan juga berjalan ke dalam fissura. Batas atas cairan ini sangat menyerupai bentuk diaphragma normal dan karena bayangan diaphragma sejati dikabur oleh cairan. Pada umumnya dapat setujui bahwa gravitasi mungkin merupakan factor utama yang menentukan lokasi cairan. Cairan yang kurang dari 100 ml (50-100 ml). 6 . 9). Jumlah cairan minimal yang dapat terlihat pada foto thoraks tegak adalah 250-300 ml.1) Biasanya cairan mengelilingi paru. sedikit cairan yang berjalan menaiki dinding dada. 8b. ( Gambar 1b ). terutama ke ujung bawah fisura obliqua. asalkan paru yang mendasarinya teraerasi. Tepi halus ini selalu harus di cari.6 a. Efusi sangat beasar ke atas puncak paru Tepi yang halus antara paru dan cairan (Meniskus sign) dapat dikenal pada film penetrasi yang adekuat. kemudian akan terletak sepanjang dinding dada lateral yang rendah. Teknik ini sangat bermanfaat bila efusi terutama atau seluruhnya subpulmonalis. Bila cairan kurang dari 250 ml (100-200 ml).

Posteroanterior chest radiograph demonstrates the meniscus sign (arrows) in a large free right pleural effusion 7 . (B): Free pleural effusion.A B Figure 1 (A) Normal Thorax.

Massive pleura effusion sinistra with mediastinal shift to right 8 .com Figure 3a. Pada X-ray dada posisi tegak lurus : terlihat efusi pleura minimal dengan tanda meniscus (Tanda panah) yang kecil pada sinus phrenicocostal. Massive pleura effusion dextra 3b.sudamedica. www.Gambar 2.

7 (a) (b) Figure 5. Foto lateral tegak Teknik Foto Lateral tegak adalah tempatkan bagian dada pasien sejajar dengan garis tengah kaset. Chest radiography on admission showing bilateral pleural effusion. Minor fissure (arrow) The smoothly 9 . opacity is marginated and biconvex.joplink.net/prev/200603/16. Loculated effusion in the . Tempatkan tangan ke atas dengan elbow fleksi serta kedua antebrachi bersilang diletakkan di belakang kepala seperti bantalan dengan kedua tangan memegang elbow.http://www. Usahakan pasien bernapas dan ekspirasi penuh untuk memaksimalkan area paru-paru.html Figure 4. b.

maka sinar X-ray yang sentral diarahkan pada dinding thorax lateral. Foto diambil pada saat ekspirasi yang menunjukkan dengan jelas adanya lapisan cairan dengan ketebalan sekitar 5mm.Gambar 6a: Posisi pasien foto lateral tegak. 8b. Posisi ini pertama dikemukakan pada hasil karya Rigler. Posisi Lateral Decubitus radiografi dada lateral decubitus digunakan selama bertahun-tahun untuk mendiagnosis efusi pleura yang sedikit. Setelah bersandar selama 5 menit pada pinggang dalam posisi trendellenburg. 6b: Foto Lateral tegak normal Gambar 7 Pleural effusion more evident on lateral view c. Radiografi X-ray dada dengan posisi lateral dekubitus kiri. Posisi Lateral dekubitus . Posisi pasien selama pemeriksaan pada X-ray dada dengan posisi lateral dekubitus kiri. 10 . (a) (b) Gambar 8a.

Kriteria US untuk menentukan efusi pleura adalah : setidaknya zona anechogenic memiliki ketebalan 3mm diantara pleura parietal dan visceral dan atau perubahan ketebalan lapisan cairan antara ekspirasi dan inspirasi. posisi lateral decunitus selama 5 menit ( serupan dengan radiografi dada posisi lateral decubitus) kemudian pemeriksaan US dilakukan dengan pasien bertumpu pada siku (gambar 10). USG Thorax Pada dekade terakhir ultrasonografi (US) dari rongga pleura menjadi metode utama untuk mendemonstrasikan adanya efusi pleura yang sedikit. Membandingkan US dada dengan radiografi ekspirasi posisi lateral decubitus. Metode pemeriksaan US dengan apa yang disebut sebagai “elbow position”. dan juga perbedaan letak posisi pasien. Maneuver ini memungkinkan 11 . Karena ultrasonografi adalah metode utama maka sangatlah penting untuk melakukan pengukuran sonografi dengan pemeriksaan tegak lurus terhadap dinding dada. Pemeriksaan ini dimulai dengan pasien diletakkan pada.5 cm (sekitar 300 ml cairan pleura). Kocijanjic menunjukkan bahwa keduanya terlihat sebagai metode yang efisien untuk mendemonstrasikan adanya efusi pleura yang sedikit tetapi US dapat menilai ketebalan dari lapisan cairan lebih akurat dibandingkan dengan radiografi. Pada radiogram dada tegak lurus. hanya perubahan letak medial dari sudut costophrenis dan adanya tanda meniscus yang kecil terdeteksi pada 40% pasien. Posisi lateral dekubitus kiri : terlihat lapisan cairan dengan ketebalan >1.Gambar 9. B.

Gambar menunjukkan adanya akumulasi cairan selama inspirasi (setebal 6 mm. C. efusi pleura bebas Memberikan gambaran sebagai daerah putih berbentuk bulan sabit di bagian tergantung dari hemithorax tersebut. berbentuk kurva. Paru yang efusi memiliki konfigurasi cekung ke atas karena paru-paru terdorong oleh cairan efusi. Gambar 11.-gambar kiri) dimana gambar tersebut lebih jelas dibanding selama ekspirasi ( setebal 11 mm . berbentuk kurvagambar kanan). karena cairan cenderung akan terakumulasi dalam pleura diaphragmatic pada posisi tegak lurus Gambar 10. Diagram menunjukkan posisi siku dengan meletakaan transduser selama pemeriksaan untuk melihat keadaan rongga pleura kanan. Sonogram pada pasien dengan kanker paru lobus kanan atas. cairan mulai 12 . Pemeriksaan CT sebagian besar dilakukan dalam posisi terlentang. CT-SCAN Pada CT scan.kita untuk mendeteksi efusi subpulmonal yang sedikit.

menumpuk posterior dalam sulkus kostofrenikus. cairan meluas ke aspek apikal dan anterior dada dan kadang-kadang ke dalam celah itu. Sebuah pergeseran dalam cairan dapat dilihat pada CT scan di bawah ini. Mediastinal lymphadenopathy can be seen in the middle and posterior mediastinum (arrows) Figure 13. shows a dependent area with attenuation similar to that of water and a curvilinear upper margin (E). CT-Scan dada menunjukkan loculated efusi pleura fissura major paru kiri (tanda panah).8 Figure 12. Efusi loculated terletak di sepanjang jalur fisura dan berbentuk bulat panjang. dengan margin runcing VIII. PENATALAKSANAAN 13 . dibandingkan dengan radiografi dari pasien yang sama. Dengan efusi besar.

7. 4. Antibiotika jika terdapat empiema. Pleurodesis. 2. Untuk mencegah terjadinya lagi efusi pleura setelah aspirasi dapat dilakukan pleurodesis yakni melengketkan pleura viseralis dan pleura parietalis. Bleomicin.2 liter perlu dikeluarkan segera untuk mencegah meningkatnya edema paru. Perbedaan secara gambaran radiologis: 14 . tetapi terapi ini tidak berarti bila tidak diiringi pengeluaran cairan yang adequate. jika jumlah cairan efusi lebih banyak maka pengeluaran cairan berikutya baru dapat dilakukan 1 jam kemudian. 5. Mungkin sebelumnya dapat dibantu dengan irigasi cairan garam fisiologis atau larutan antiseptik. 3. Torasentesis: untuk membuang cairan. Water seal drainage (WSD) Drainase cairan (Water Seal Drainage) jika efusi menimbulkan gejala subyektif seperti nyeri. Cairan efusi sebanyak 1 – 1. dll. Operatif. mendapatkan spesimen (analisis). Zat-zat yang dipakai adalah tetrasiklin. dispnea. untuk mencegah terjadinya lagi efusi pleura setelah aspirasi. Pengeluaran efusi yang terinfeksi memakai pipa intubasi melalui sela iga.Pada efusi yang terinfeksi perlu segera dikeluarkan dengan memakai pipa intubasi melalui selang iga.8 DIAGNOSA BANDING • Atelektasis Yaitu suatu keadaan paru atau sebagian paru yang mengalami hambatan berkembang secara sempurna sehingga aerasi paru kurang berkembang atau sama sekali tidak berisi udara. Bila cairan pusnya kental sehingga sulit keluar atau bila empiemanya multiokuler. IX. Corynecbaterium parvum dll. 6. perlu tindakan operatif. menghilangkan dispnea. Pengobatan secara sistemik hendaknya segera dilakukan. 1. Irigasi cairan garam fisiologis atau larutan antiseptik (Betadine).

1(Pradip R. Patel. namun juga dapat mengandung bahan lainnya. Gambar B dan D: Terlihat Gambar atelectasis total pada paru kanan dengan tanda sela iga menyempit dan trachea (garis putus-putus) terlihat tertarik ke arah paru yang sakit atau atelectasis (D) . 9 KESIMPULAN Efusi Pleura merupakan suatu kumpulan cairan pada ruangan antara lapisan parietalis dan viseralis dari pleura. cairan getah bening. • • Gambar A dan C: Terlihat Gambar massive efusi pleura (A) dan trachea (Garis putus-putus) tampak terdorong ke arah paru yang sehat (C). cairan darah (Hematotoraks). dan kadang-kadang mendorong mediastinum ke arah kontralateral (Gbr. berjalan dari lateral atas ke arah medial bawah dan selalu mengisi angulus costofrenicus. Biasanya berisi cairan serosa. Perselubungan totalis pada paru kanan.com Gambar 14. 15 . cairan eksudat.hpage.chestxray. Karena cairan mengisi ruang hemithoraks sehingga jaringan paru akan terlihat mendorong ke arah sentral / hilus. Cairan (Pleura effusion) dapat berupa: cairan transudat.www. 2005).4b). Pada pemeriksaan foto thoraks rutin tegak. cairan pleura tampak berupa perselubungan homogen menutupi struktur paru bawah yang biasanya relatif radioopak dengan permukaan atas cekung.

Textbook of radiology and Medical Imaging. 1994. Radiologi. Patel. David. Efusi sangat beasar ke atas puncak paru Tepi yang halus antara paru dan cairan (Meniskus sign) dapat dikenal pada film penetrasi yang adekuat. asalkan paru yang mendasarinya teraerasi. Radiologi diasnotik. lebih tinggi di lateral dari pada yang di medial dan juga berjalan ke dalam fissura.6 DAFTAR PUSTAKA 1.com/Arikza/blog/2010/03/27/efusi-pleura 6.Cairan bebas akan membentuk dua bentuk dasar. kemudian cairan ini dikenal sebagai “efusi subpulmonalis. 7b. 2005. http://my. 2007. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.opera. dapat ditemukan pengisian cairan di sinus costofrenicus posterior pada foto thoraks lateral tegak (Gambar 6). 365-370 4. Edisi 2. Jumlah cairan minimal yang dapat terlihat pada foto thoraks tegak adalah 250-300 ml. Volume I. Fifth Edition.com/article/807375-overview 16 .wordpress. Cairan yang kurang dari 100 ml (50-100 ml). Bila cairan kurang dari 250 ml (100-200 ml). sedikit cairan yang berjalan menaiki dinding dada. terutama ke ujung bawah fisura obliqua.2. Peter. Sutton. dan biasanya terlihat dalam kombinasi dengan lainnya: 1) Biasanya cairan mengelilingi paru. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. Hal: 43 2. 1989.com/ 5. Pradip R. Hal: 116-119 3. 8). Hal: 44-45 7. Edisi ke 2. p. Rasad. Armstrong. http://emedicine. New York: Curchill Livingstone Inc. dapat diperlihatkan dengan posisi dekubitus dan arah sinar horisontal di mana cairan akan berkumpul di sisi samping bawah (Gambar 7a. Jakarta: Erlangga. Edisi Ke 2.medscape. Pembuatan Gambar Diagnostik. http://rofiqahmad. Sjahriar. 2) Kadang-kadang.

sudamedica.php? album_id=6&image_id=130 Referat Pemeriksaaan Radiologis Efusi Pleura 17 . http://akper-askep.blogspot. http://www.com/gallery/image_page.html 9.com/2010/01/asuhan-keperawatan-efusi-pleura.8.

PHERENA Sp.Rad KEPANITERAAN KLINIK RADIOLOGI PERIODE 4 MARET 2013 – 30MARET 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA JAKARTA DAFTAR IS1 KATA PENGANTAR DEFINISI ANATOMI DAN FISIOLOGI PLEURA ETIOLOGI GEJALA KLINIK PATOFISIOLOGI DIAGNOSIS PEMERIKSAAN RADIOLOGIS PENATALAKSANAAN DIAGNOSA BANDING i 1 1 3 3 3 4 5 13 14 18 .Oleh : Disusun Oleh: ESTHY PELAPELAPON 06-108 Pembimbing : dr.

KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA 15 16 KATA PENGANTAR i Puji dan Syukur saya panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Tugas refarat ini dibuat dengan tujuan selain sebagai salah satu tugas kepaniteraan klinik bagian radiologi juga bertujuan agar para dokter muda mengetahui pemeriksaan radiologi pada kasus efusi pleura. karena atas berkat dan rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan tugas refarat yang berjudul “Pemeriksaan Radiologi Efusi Pleura ”. 19 .

yang telah Jakarta.Rad berkenan membimbing dan menilai presentasi refarat ini. PHERENA Sp. Akhir kata saya mohon kritik dan saran yang membangun demi kemajuan kita bersama. khususnya kepada dr.Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan refarat ini. Maret 2013 Penyusun ii 20 . khususnya mengenai kasus “ Pemeriksaan Radiologi Pada Efusi Pleura”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful