You are on page 1of 15

JENIS-JENIS PENELITIAN 1. A. 2. 1.

BERDASAR FUNGSINYA Penelitian Dasar research) adalah penelitian yang diperuntukan bagi pengembangan suatu ilmu

Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pure research) atau penelitian pokok (fundamental pengetahuan sertadiarahkan pada pengembangan teori-teori yang ada atau menemukan teori baru. Peneliti yang melakukan penelitian dasar memiliki tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa memikirkan pemanfaatan secaralangsung dari hasil penelitian tersebut. Penelitian dasar justru memberikan sumbangan besar terhadap pengembangan serta pengujian teori-teori yang akan mendasari penelitian terapan. Penelitian dasar lebih diarahkan untuk mengetahui, menjelaskan, dan memprediksikan fenomenafenomena alam dan sosial. Hasil penelitian dasar mungkin belum dapat dimanfaatkan secara langsung akan tetapi sangat berguna untuk kehidupan yang lebih baik. Tujuan penelitian dasar adalah untuk menambah pengetahuan dengan prinsip-prinsip dasar, hukum-hukum ilmiah, serta untuk meningkatkan pencarian dan metodologi ilmiah (Sukmadinata, 2005). Tingkat generalisasi hasil penelitian dasar bersifat abstrak dan umum serta berlaku secara universal. Penelitian dasar tidak diarahkan untuk memecahkan masalah praktis akan tetapi prinsip-prinsip atau teori yang dihasilkannya dapat mendasari pemecahan masalah praktis. Dengan kata lain, hasil penelitian dasar dapat mempengaruhi kehidupan praktis. Contoh penelitian dasar yang terkait erat dengan bidang pendidikan adalah penelitian dalam bidang psikologi, misalnya penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perikalu manusia. Hasil penelitian tersebut sering digunakan sebagai landasan dalam pengembangan sikap untuk merubah perilaku melalui proses pembelajaran/pendidikan.

1. 2.

Penelitian Terapan

Penelitian terapan atau applied research dilakukan berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis, penerapan, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian terapan berfungsi untuk mencari solusi tentang masalah-masalah tertentu. Tujuan utama penelitian terapan adalah pemecahan masalah sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik secara individu atau kelompok maupun untuk keperluan industri atau politik dan bukan untuk wawasan keilmuan semata (Sukardi, 2003). Dengan kata lain penelitian terapan adalah satu jenis penelitian yang hasilnya dapat secara langsung diterapkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menguji manfaat dari teori-teori ilmiah serta mengetahui hubungan empiris dan analisis dalam bidang-bidang tertentu. Implikasi dari penelitian terapan dinyatakan dalam rumusan bersifat umum, bukan rekomendasi berupa tindakan langsung. Setelah sejumlah studi dipublikasikan dan dibicarakan dalam periode waktu tertentu, pengetahuan tersebut akan mempengaruhi cara berpikir dan persepsi para praktisi. Penelitian terapan lebih difokuskan pada pengetahuan teoretis dan praktis dalam bidang-bidang tertentu bukan pengetahuan yang bersifat universal misalnya bidang kedokteran, pendidikan, atau teknologi. Penelitian terapan mendorong penelitian lebih lanjut, menyarankan teori dan praktek baru serta pengembangan metodologi untuk

1985). mengikuti sistematika dan metodologi secara benar . penyempurnaan dan perubahan program. Jadi yang dimaksud dengan penelitian evaluatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi. relevan atau tidak. Penelitian evaluatif dapat menambah pengetahuan tentang kegiatan dan dapat mendorong penelitian atau pengembangan lebih lanjut. Penelitian evaluatif bukan sekedar melakukan evaluasi pada umumnya. memberikan sumbangan dalam pemahaman suatu program serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. siswa.kepentingan praktis. Penelitian terapan dapat pula diartikan sebagai studi sistematik dengan tujuan menghasilkan tindakan aplikatif yang dapat dipraktekan bagi pemecahan masalah tertentu. Penelitian evaluatif menjelaskan adanya kegiatan penelitian yang sifatnya mengevaluasi terhadap sesuatu objek. Penelitian Evaluatif Penelitian evaluatif pada dasarnya merupakan bagian dari penelitian terapan namun tujuannya dapat dibedakan dari penelitian terapan. Jika belum bagian mana yang belum sesuai serta apa yang menjadi penyebabnya. 1984). Penelitian kebijakan berawal dari permasalahan praktik dengan maksud memecahkan masalah-masalah sosial. tolok ukur atau kriteria. program pendidikan. penelitian terapan telah berkembang dalam bentuk yang lebih khusus yaitu penelitian kebijakan (Majchrzak. kemudian dibandingkan dengan kriteria agar dapat diketahui kesenjangan antara kondisi nyata dengan kriteria (kondisi yang diharapkan). pendidik. yang biasanya merupakan pelaksanaan dan rencana. yaitu persyaratan keilmiahan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur keberhasilan suatu program. dan kata bendanya adalah evaluasi. Satu pengertian pokok yang terkandung dalam evaluasi adalah adanya standar. atau membuktikan hipotesis. 1. pembelajaran. Penelitian ini diarahkan untuk menilai keberhasilan manfaat. Berdasarkan hasil perbandingan ini maka akan didapatkan kesimpulan bahwa suatu kegiatan yang dilakukan itu layak atau tidak. Hasil penelitian biasanya dimanfaatkan oleh pengambil kebijakan. efisien dan efektif atau tidak. menguji. Akhir-akhir ini. produk atau kegiatan tertentu (Danim. Penelitian evaluatif merupakan kegiatan evaluasi tetapi mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku bagi sebuah penelitian. penentuan keputusan atas keberlanjutan atau penghentian program. sumbangan dan kelayakan suatu program kegiatan dari suatu unit/ lembaga tertentu. Penelitian evaluatif memiliki dua kegiatan utama yaitu pengukuran atau pengambilan data dan membandingkan hasil pengukuran dan pengumpulan data dengan standar yang digunakan. penelitian evaluatif dimaksudkan untuk membantu perencana dalam pelaksanaan program. Melakukan evaluasi berarti menunjukkan kehati-hatian karena ingin mengetahui apakah implementasi program yang telah direncanakan sudah berjalan dengan benar dan sekaligus memberikan hasil sesuai dengan harapan. serta membantu para pimpinan untuk menentukan kebijakan (Sukmadinata. menemukan fakta-fakta dukungan dan penolakan terhadap program. 2005). Hasil penelitian terapan tidak perlu sebagai suatu penemuan baru tetapi meupakan aplikasi baru dari penelitian yang sudah ada (Nazir. yang merupakan kondisi nyata mengenai keterlaksanaan rencana yang memerlukan evaluasi. organisasi dan manajemen. kegunaan. 2000). Atas dasar kegiatan tersebut. Penelitian evaluatif dapat dirancang untuk menjawab pertanyaan. 3. Makna evaluatif menunjuk pada kata kerja yang menjelaskan sifat suatu kegiatan. Lingkup penelitian evaluative dalam bidang pendidikan misalnya evaluasi kurikulum. Mengevaluasi adalah melaksanakan upaya untuk mengumpulkan data mengenai kondisi nyata sesuatu hal.

Data yang baik akan dihasilkan oleh kerja yang cermat yang menganalisis keotentikan. 5. Dengan kata lain. seringkali penelitian yang dikatakan sebagai suatu “penelitian historis” hanyalah koleksi informasi-informasi yang tak layak. Kesimpulan atau hasil penelitian digunakan sebagai masukan/ rekomendasi bagi kebijakan atau rencana program yang telah ditentukan. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini sukar dikendalikan. Penelitian historis lebih bergantung kepada data yang diobservasi orang lain dari pada yang diobservasi oleh peneliti sendiri. Dalam melaksanakan evaluasi. penelitian evaluatif harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Arikunto. dan berat sebelah. 7. Agar informasi yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi nyata secara rinci untuk mengetahui bagian mana dari program yang belum terlaksana. ketepatan. 1. 2. tak reliabel. ditujukan kepada kehidupan pribadi seseorang. Proses kegiatan penelitian tidak menyimpang dari kaidah-kaidah yang berlaku bagi penelitian ilmiah pada umumnya. 3. 2. dengan cara mengumpulkan. 2. B. atau tolak ukur. perlu ada identifikasi komponen yang dilanjutkan dengan identifikasi sub komponen. Data primer diperoleh dari sumber primer. Berlainan dengan anggapan yang populer. 3. Sejalan dengan makna tersebut. 1.sehingga dapat dipertanggungjawabkan. dalam melakukan kegiatan evaluasi program. peneliti berpikir sistemik yaitu memandang program yang diteliti sebagai sebuah kesatuan yang terdiri dan beberapa komponen atau unsur yang saling berkaitan antara satu sama lain dalam menunjang keberhasilan kinerja dan objek yang dievaluasi. Dari hasil penelitian harus dapat disusun sebuah rekomendasi secara rinci dan akurat sehingga dapat ditentukan tindak lanjut secara tepat. yaitu Si peneliti (penulis) secara langsung melakukan observasi . serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. dan sampai pada indikator dan program yang dievaluasi. dan pentingnya sumber-sumbernya. perlu adanya identifikasi komponen yang berkedudukan sebagai factor penentu bagi keberhasilan program. sistematis. Maka tingkat kepastian pemecahan permasalahan dengan metode ini adalah paling rendah. Agar dapat mengetahui secara rinci kondisi dan objek yang dievaluasi. kriteria. yaitu data primer dan data sekunder. peneliti harus berkiblat pada tujuan program kegiatan sebagai standar. 1. dan tolok ukur yang jelas untuk setiap indikator yang dievaluasi agar dapat diketahui dengan cermat keunggulan dan kelemahan program. Ciri yang menonjol dari penelitian historis adalah. memverifisi. “Penelitian historis” tergantung kepada dua macam data. Seringkali penelitian yang demikian itu berkaitan dengan hipotesis-hipotesis tertentu. criteria. mengevaluasi. 2006): 1. Data yang dikumpulkan biasanya hasil pengamatan orang lain seperti surat-surat arsip atau dokumen-dokumen masa lalu. maka penelitian Tujuan penelitian histonis adalah untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan secara sistematis dan objektif. 6. 4. BERDASAR METODENYA Penelitian Historis Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau sistematis dan objektif memahami peristiwaperistiwa masa lampau itu. Menggunakan standar. penelitian historis haruslah tertib ketat. dan tuntas. Penelitian seperti ini jika disebut penelitian biografis.

mengendalikan dan meramalkan fenomena seteliti mungkin. dan tidak dapat dikendalikan oleh si peneliti. 2. Walaupun penelitian historis mirip dengan penelaahan kepustakaan yang mendahului lain-lain bentuk rancangan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan sebab-akibat dan pengaruh faktor-faktor pada kondisi tertentu. pergerakan binatang. Rumuskan tujuan penelitian dan jika mungkin. biasa dilakukan dua macam kritik. dsb. 3. Dalam penelitian eksperimental banyak digunakan model kuantitatif. kedua duanya dapat dilakukan. yaitu peneliti melaporkan hasil observasi orang lain yang satu kali atau lebih telah lepas dari kejadian aslinya. 4. keberatsebelahan. dan banyak juga menggali bahan-bahan tak diterbitkan yang tak dikutip dalam bahan acuan yang standar. mencari informasi dan sumber yang lebih luas. 2. 4. namun cara pendekatan historis adalah lebih tuntas. Di antara kedua sumber itu. 4. Penelitian Filosofis Penelitian Observasional Penelitin yang bertujuan untuk mengamati dan mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi dalam (pada) fenomena natural ataupun sosial. Tuliskan laporan. Dalam bentuk yang paling sederhana. Penelitian Eksperimental Penelitian yang dilakukan dengan menciptakan fenomena pada kondisi terkendali.atau menyaksikan kejadian-kejadian yang dituliskan. 1. dan diberi prionitas dalam pengumpulan data. pendekatan eksperimental ini berusaha untuk menjelaskan. perubahan perilaku masyarakat. Definisi masalah. pencemaran lingkungan. 1. 5. Kritik internal harus menguji motif. dan keterbatasan si penulis yang mungkin melebih-lebihkan atau mengabaikan sesuatu dan memberikan informasi yang terpalsu. Langkah pokok untuk melaksanakan penelitian historis sebagai berikut: 1. rumuskan hipotesis yang akan memberi arah dan fokus bagi kegiatan penelitian itu. yaitu kritik eksternal dan kritik internal. dengan selalu mengingat perbedaan antara sumber primer dan sumber sekunder. sumber primer dipandang sebagai memiliki otoritas sebagai bukti tangan pertama. 3. Evaluasi kritis inilah yang menyebabkan “penelitian historis” itu sangat tertib-ketat. Suatu keterampilan yang sangat penting dalam penelitian historis adalah cara pencatatan data : dengan sistem kartu atau dengan sistem lembaran. kriminalitas. “Penelitian historis” juga menggali informasi -informasi yang lebih tua dari pada yang umum dituntut dalam penelaahan kepustakaan. Kumpulkan data. sedang kritik internal menanyakan “Apabila data itu otentik. . yang dalam banyak hal lebih dibanding dari pada studi eksperimental. yang terjadi dalam tingkatan waktu tertentu. Kritik eksternal menanyakan “apakah dokumen relik itu otentik”. Evaluasi data yang diperoleh dengan melakukan kritik eksternal dan kritik internal. apakah data tersebut akurat dan relevan?”. 1. 6. Data sekunder diperoleh dan sumber sekunder. Untuk menentukan bobot data. seperti perubahan iklim. 5.

atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian itu. Penelitian Survey Penelitian yang dilakukan pada popolasi besar maupun kecil. sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktifitas lembaga dapat meningkat. 2. iklim kerja. Variabel independennya dimanipulasi oleh peneliti. Penelitian Naturalistic Metode penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif. 2) perilaku. Tujuan utama penelitian ini adalah mengubah: 1) situasi. Policy Reserach Yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan pada. Sumber datanya bisa primer. dan pranata. sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif. 3. 3) organisasi termasuk struktur mekanisme kerja. 6. 1. 1. 5. kegiatan dan produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan. yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu. Penelitian Sejarah Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Penelitian Ex Post Facto Yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi yang kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut. sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertinak secara praktis dalam menyelesaikan masalah. tetapi data yangdipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut. yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alami (sebagai lawannya) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Tujuan penelitian sejarah adalah untuk . Contoh : Sesaji terhadap keberhasilan bisnis. atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar. 4. 1. yaitu untuk membandingkan suatu kejadian. 7. Action Research Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien. 1. Penelitian Evaluasi Merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan. distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosilogis maupun psikologis. Penelitian Eksperimen Yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. 1. penelitian berdasar metodenya digolongkan menjadi: 1. 1. 8.Berdasarkan sumber yang lain. 1.

seperti penelitian mengenai kemunduran prestasi belajar siswa. 1. verifikasi. membuat ramalan. biasanya adalah penelitian deskriptif. walaupun penelitian yang bertujuan untuk menemukan hal-hal tersebut dapat mencakup juga metode deskriptif. Ciri yang menonjol dan penelitian deskriptif adalah sebagai berikut : Secara harfiah. Untuk mencari informasi faktual yang mendetail yang mencandra gejala yang ada. sehingga ditetapkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan. 3. faktual. Dalam anti ini penelitian deskriptif itu adalah akumulasi data dasar dalam cara deskriptif semata-mata tidak perlu mencari atau menerangkan saling berhubungan. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat pecandraan secara sistematis. dalam anti luas. Untuk membuat komparasi dan evaluasi. evaluasi. atau mendapatkan makna dan implikasi. C. melalui pengumpulan. Tujuan penelitian survei: 1. dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. 3. Penelitian Perkembangan . BERDASAR SIFAT PERMASALAHANNYA Penelitian Historis Penelitian Deskriptif Penelitian deskripsi berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. 2.merekonstruksi kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan obyektif. 1. Sementara ahli memberikan arti penelitian deskriptif itu lebih luas dan mencakup segala macam bentuk penelitian kecuali penelitian historis dan penelitian eksperimental. 2. mentest hipotesis. Misalnya: penelitian yang dilakukan mahasiswa untuk menyusun tesis memperoleh gelar sarjana kependidikan di IKIP. Untuk mengidentifikasi masalah-masalah atau bentuk mendapatkan justifikasi keadaan dan praktekpraktek yang sedang berlangsung. 2. Tetapi para ahli dalam bidang penelitian tidak ada kesepakatan mengenai apa sebenarnya penelitian deskriptif itu. 1. 4. penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandaan (deskripsi) mengenai situasi atau kejadian. dan sintesa data diperoleh. Untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh orang-orang lain dalam menangani masalah atau situasi yang sama. 1. agan dapat belajar dari meneka untuk kepentingan pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa depan. biasanya digunakan istilah penelitian survei.

Tujuan penelitian perkembangan adalah untuk menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu. d. dan bagaimana berbagai faktor berhubungan satu sama lain dan mempengaruhi sifat-sifat perkembangan itu?”. tetapi mencandra faktor pertumbuhan yang lebih sedikit dari pada studi longitudinal. Kekhususan: 1. lajunya. Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangannya selama jangka waktu tertentu. Dalam metode cross sectional soal sampling adalah rumit. Studi kecenderungan mengandung kelemahan bahwa faktor-faktor yang tak dapat diramalkan mungkin masuk dan memodifikasi atau membuat kecenderungan yang didasarkan masa lampau menjadi tidak sah. Kumpulkan data. laju. termasuk alat-alat yang telah ada dan teknikteknik pengumpulan data yang telah dikembangkan. Walaupun metode longitudinal itu adalah satu-satunya metode langsung untuk mempelajari perkembangan manusia. namun cara pendekatan cross-sectional lebih murah dan lebih cepat karena kurun waktu yang panjang diganti oleh pengambilan sampel dan berbagai kelompok umur.Penelitian perkembangan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi dari waktu. Tugasnya adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan ~ pola-pola pertumbuhannya. dan urutan perkembangan dalam beberapa fase. Penelitian perkembangan memusatkan perhatian pada studi mengenai variabel-variabel dan perkembangannya selama beberapa bulan atau beberapa tahun. sedang ramalan untuk waktu yang pendek lebih reliabel dan lebih valid. 2. Untuk membuat generalisasi intrinsik mengenai pola perkembangan dan sampel anak-anak dan perurutan umur ini mengandung risiko mencampuradukkan perbedaan-perbedaan antar kelompok yang timbul dan proses sampling. Langkah pokok yang harus dilakukan dalam penelitian perkembangan: 1. . arah. arahnya. Meneliti pola-pola pertumbuhan. Ciri penelitian perkembangan yang menonjol sebagai berikut: a. Definisikan masalahnya atau rumuskan tujuan-tujuannya. Masalah sampling dalam studi longitudinal adalah kompleks karena terbatasnya subyek yang dapat diikuti dalam waktu yang lama c. b. 2. Lakukan penelaahan kepustakaan untuk menentukan garis dasar informasi yang ada dan memperbandingkan metodologi-metodologi penelitian. Rancangan cara pendekatan. ramalan untuk masa yang panjang adalah hanya educated guess. 4. Penelitian ini umumnya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal. Pada umumnya. perurutannya. Studi-studi cross-sectional biasanya meliputi subyek lebih banyak. 3. Dan biasa dilakukan oleh peneliti ahli dengan fasilitas cukup.

1. proses. Data yang diperoleh dan penelitian kasus memberikan contoh yang berguna untuk memberi ilustrasi mengenai penemuan yang digeneralisasikan dengan statistik. Penelitian kasus adalah penelitian mendalam mengenai unit sosial tertentu yang hasilnya merupakan gambaran yang lengkap dan terorganisasi baik mengenai unit tersebut. Karena studi yang demikian itu intensif sifatnya. yang terpusat pada spek yang menjadi kasus. kelompok. menerangi variabel yang penting. satu peristiwa atau suatu kelompok terbatas lain. Studi yang demikian itu tidak memungkinkan generalisasi kepada populasinya. dari ubahanubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya. ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas. Penelitian kasus dan Penelitian lapangan Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan. satu daerah.5. Karena fokusnya yang terbatas pada unit-unit yang sedikit jumlahnya. . Kelemahan penelitian kasus meliputi: 1. Ciri utama yang menonjol adalah: 1. Susun laporan mengenai hasil evaluasi itu. dan interaksi. Tujuan penelitian kasus dan penelitian lapangan adalah untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang. ruang lingkup penelitian itu mungkin mencakup keseluruhan siklus kehidupan atau hanya segmen-segmen tertentu saja. Kasus bisa terbatas pada satu orang saja. Kekhususan: 1. 2. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit itu. Penelitian kasus terutama sangat berguna untuk informasi latar belakang guna perencanaan penelitian yang lebih besar dalam ilmu-ilmu sosial. yang memerlukan perhatian yang lebih luas. dan interaksi lingkungan sesuatu unit sosial: individu. penelitian kasus itu terbatas sifat representatifnya. 2. Biasanya penelitian ini dengan cara longitudinal. atau masyarakat. lembaga. Evaluasi data yang terkumpul 6. satu keluarga. Penelitian kasus itu merintis dasar baru dan sering kali merupakan sumber hipotesis-hipotesis untuk penelitian lebih jauh. Dibanding dengan studi survei yang cenderung untuk meneliti sejumlah kecil variabel pada unit sampel yang besar. Selain penelitian hanya pada suatu unit. sebelum penelitian lanjutan yang berfokus pada hipotesis tertentu dan menggunakan sampel yang layak selesai dikerjakan. studi demikian itu mungkin mengkonsentrasikan diri pada faktor-faktor khusus tertentu atau dapat pula mencakup keseluruhan faktor-faktor dan kejadian-kejadian. Tergantung kepada tujuannya. studi kasus cenderung untuk meneliti jumlah unit yang kecil tetapi mengenai variabel-variabel dan kondisi-kondisi yang besar jumlahnya. Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan (unit) secara mendalam. 2. Keunggulan yang utama dan penelitian kasus sebagai berikut: 1. 4.

a. Penelitian macam ini cocok dilakukan bila variabel yang diteliti rumit dan/atau tak dapat diteliti dengan metode eksperimental atau tak dapat dimanipulasikan. Rancangan cara pendekatannya.misalnya. tidak mesti menunjukkan saling hubungan yang bersifat kausal. Lakukan penelaahan kepustakaan. 5. Langkah pokok yang harus dilakukan untuk melaksanakan penelitian kasus meliputi: 1. yang dapat memperoleh hasil mengenai ada atau tidak adanya efek tertentu. karena kurang melakukan kontrol terhadap variabel-variabel bebas. 4. penelitian korelasional kurang tertib. Rancangkan cara pendekatannya: . Jika dibandingkan dengan penelitian eksperimental. Definisikan masalah. Sering merangsang penggunaannya sebagai macam short-gun approach. 4. Bagaimana unit-unit itu akan dipilih? Sumber data mana yang tersedia? Metode pengumpulan data mana yang akan digunakan?. Studi macam ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling berhubungannya secara serentak dalam keadaan realistiknya. yaitu memasukkan berbagal data tanpa pilih-pilih dan menggunakan setiap interpretasi yang berguna dan bermakna. Langkah pokok dalam melaksanakan penelitian korelasional adalah. Kumpulkan data. Penelitian kasus terutama sangat peka terhadap keberatsebelahan subyektif. Sejauh pendapat selektif menentukan apakah data tertentu diikutsertakan atau tidak. Kasusnya sendiri mungkin dipilih atas dasar sifat dramatiknya dan bukan atas dasar sifat khasnya. apakah ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi anak mereka. 2. 2. 6. Organisasikan data dan informasi yang diperoleh itu menjadi rekonstruksi unit studi yang koheren dan terpadu secara baik.2. Hal ml berbeda misalnya dengan pada penelitian eksperimental. Rumuskan tujuan yang akan dicapai. atau menempatkan data tersebut dalam konteks tertentu dan bukan pada konteks yang lain. 3. b. antara lain: 1. atau memberikan makna tinggi atau rendah. Ciri penelitian korelasional meliputi: 1. c. 3. maka interpretasi subyektif akan mempengaruhi hasilnya. Susunlah laporannya dengan sekaligus mendiskusikan makna hasil tersebut. Apakah yang dijadikan unit studi itu dan sifat-sifat. 4. Penelitian Korelasional Penelitian korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih. Apa yang diperoleh adalah taraf atau tinggi rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidak adanya saling hubungan tersebut. 5. Pola saling hubungan itu sering tak menentu dan kabur. Hasilnya cuma mengidentifikasikan apa sejalan dengan apa. saling hubungan serta proses yang mana yang akan menuntun penelitian? 2. Penelitian korelasional mengandung kelemahan-kelemahan. 3.

penelitian harus mengambil fakta yang dijumpainya tanpa kesempatan untuk mengatur kondisi atau memanipulasikan variabel-variabel yang mempengaruhi faktafakta yang dijumpainya itu. d. Kekhususan: 1. 1. 1. peneliti harus mempertimbangkan segala alasan yang mungkin diajukan yang mungkin mempengaruhi hasil-hasil yang dicapai. f. dia ada dalam posisi yang secara relatif kuat. Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi ( penelitian bersifat ex post facto ). 3) Pilih atau susun alat pengukur yang cocok. Hal ini berlainan dengan metode eksperimental yang mengumpulkan datanya pada waktu kini dalam kondisi yang dikontrol. 2) Tentukan subyek yang sebaik-baiknya. Kumpulkan data. Kelemahan utama setiap rancangan ex post facto adalah tidak adanya kontrol terhadap variabel bebas. Penelitian Kausal-Komparatif Penelitian untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki dengan cara: berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu. Penelitian Eksperimental . Suatu gejala yang diamati. 2. Analisis data yang telah terkumpul dan buat interpretasinya. Misalnya : sikap santai siswa dalam kegiatan belajar mungkin disebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja. 7.1) Indentifikasikan variabel-variabel yang relevan. Sejauh peneliti dapat dengan sukses membuat justifikasi kesimpulannya terhadap alternatif lain itu. Dalam batas pemilihan yang dapat dilakukan. Untuk dapat mencapai kesimpulan yang sehat. e. 6. diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau. Tuliskan laporan. 4) Pilih metode korelasional yang cocok untuk masalah yang sedang digarap.

sedang. Contoh: Penelitian untuk menyelidiki pengaruh dua metode mengajar sejarah pada murid-murid kelas Ill SMA sebagai fungsi ukuran kelas (besar dan kecil) dan taraf inteligensi murid (tinggi. dapat sekaligus menggunakan lebih dan satu kelompok eksperimental. rendah). 3. Pengaturan variabel-variabel dan kondisi-kondisi eksperimental secara tertib ketat. semua variabel penting diusahakan agar konstan kecuali variabel perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi. Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok ekspremen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan. dan metode mengajar. Internal validity merupakan tujuan pertama metode eksperimental.Penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok-kelompok eksperimen. dengan cara menempatkan guru secara random berdasarkan inteligensi. dan . Kepada tiap kelompok ekspremen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat dikontrol. (2) variasi yang berkaitan dengan variabel yang digunakan untuk membuat klasifikasi. Penerapan tiap metode dicobakan terhadap kelompok-kelompok coba. Pada akhir percobaan prestasi belajar tiap kelompok dievaluasi. Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai “garis dasar” untuk dibandingkan dengan kelompok (kelompok-kelompok) yang dikenal perlakuan eksperimental. Misalnya rancangan faktoral dan analisis variabel. baik dengan kontrol atau manipulasi langsung maupun dengan randomisasi (pengaturan secara rambang).  Penelitian eksperimental sungguhan Tujuan penelitian eksperimental sungguhan adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab-akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan dan memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan. 2. Misalnya. Halhal yang demikian itu memungkinkan untuk secara serempak menentukan (1) efek variabel bebas utama (perlakuan). Ciri-ciri: 1. ukuran kelas. Penelitian eksperimental dibagi menjadi dua yaitu penelitian eksperimental sungguhan dan penelitian eksperimental semu. Pernyataan yang perlu dijawab adalah: Apakah manipulasi eksperimental pada studi ini memang benarbenar menimbulkan perbedaan? Tujuan ke dua metode eksperimental adalah external validity yang menanyakan persoalan: seberapa repsentatifkah penemuan penelitian ini dan seberapa jauh hasilnya dapat digeneralisasikan kepada subyek atau kondisi yang semacam? Dalam rancangan eksperimental yang klasik. Memusatkan usaha pada pengontrolan variable 4. hendak meneliti keefektifan metode-metode mengajar.

. 2. Dipersiapkan untuk kebutuhan praktis yang berkaitan dengan dunia kerja. Penelitian eksperimental-semu secara khas mengenai keadaan praktis. dan adaptasi tidak dapat dihindari atau justru terlewat dan penelitian. regresi statistik. Ciri inilah yang merupakan kelemahan utama kalau metode ini dikenakan kepada manusia dalam dunianya. Perbedaan antara penelitian eksperimental-sungguhan dan penelit1an eksperimental-semu adalah kecil. 2.(3) interaksi antara kombinasi variabel bebas dan atau variabel yang digunakan untuk membuat klasifikasi tertentu. Misalnya. atas identifikasi secara hati-hati mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi internal validity dan external validity. Karena itu. Menyiapkan program kerja untuk pemecahan masalah. efek testing. dimanipulasikan atau diobservasi secara sistematis dan dievaluasi. namun seringkali penelitian tersebut sangat tidak formal. Bersifat fleksibel. Walaupun penelitian tindakan dapat mempunyai status eksperimental-semu. namun cara ini juga paling nestnktif dan dibuat-buat (artificial). terutama kalau yang dipergunakan sebagai subyek adalah manusia misalnya dalam psikologi. Penelitian didasarkan pada pengamatan aktual dan data tingkah laku. dengan hati-hati menunjukkan perkecualian dan keterbatasannya.  Penelitian Eksperimental-Semu (quasi-experimental research) Tujuan penelitian eksperimental-semu adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan/atau memanipulasikan semua variabel yang relevan. meneliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu daerah. karena manusia sering berbuat lain apabila tingkah lakunya dibatasi secara artifisial. maka permulaan metode eksperimental telah mulai terwujud. sehingga perlu diberi kategori tersendiri. Penelitian Tindakan Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain. dapat diadakan perubahan selama proses penelitian bila dianggap penting untuk pembaruan ( inovasi ). atrisi selektif. 1. Ciri-ciri: 1. 3. bergerak menjauhi alam intuitif dan penjelajahan (exploratory). yang di dalamnya variabel seperti kematangan. Kekhususan 1. Walaupun cara pendekatan eksperimental itu adalah yang paling kuat karena cara ini memungkinkan untuk mengontrol variabel-variabel yang relevan. Sekali rencana penelitian telah dengan sistematis menguji masalah validitas. yang di dalamnya adalah tidak mungkin untuk mengontrol semua variabel yang relevan kecuali beberapa dan variabel tersebut. 3. Si peneliti mengusahakan untuk sampai sedekat mungkin dengan ketertiban penelitian eksperimental yang sebenarnya. Contoh: Penelitian pendidikan yang menggunakan pre test-post test. 8.

Fleksibel dan adaptif. BERDASAR BIDANG ILMU Ragam penelitian ditinjau dari bidangnya adalah: penelitian pendidikan (lebih lanjut lagi pendidikan guru. Walaupun berupaya supaya sistematis. ruang angkasa. yang lebih baik dari pada cara pendekatan impresionistik dan fragmentaris. karenanya validitas internal dan eksternalnya adalah lemah. c. pendidikan kesenian). Cara penelitian ini juga empiris dalam arti bahwa penelitian tersebut mendasarkan diri kepada observasi aktual dan data mengenai tingkah laku. pertanian. membolehkan perubahan selama masa penelitiannya dan mengorbankan kontrol untuk kepentingan on the spot experimentation dan inovasi. terstruktur dan spesifik) 1. ketekhnikan. namun penelitian tidak akan terlepas dan ketidaktertiban ilmiah. Contoh: Suatu program inservice training untuk melatih para konselor bekera dengan anak putus sekolah. Praktis dan langsung relevan untuk situasi aktual dalam dunia kerja. Tujuannya situasional. dan sebagainya. 1. untuk menyusun program penjajagan dalam pencegahan kecelakaan pada pendidikan pengemudi.Penelitian tindakan bertujuan mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia kerja atau dunia aktual yang lain. kedokteran. pendidikan ekonomi. 1. Karena itu. 1. yang menggunakan desain yang sudah baku. Ciri-ciri: a. keolahragaan. Penelitian sekunder Penelitian ini menggunakan bahan yang bukan dari sumber pertama sebagai sarana untuk memperoleh data atau informasi yang menggunakan studi kepustakaan yang biasanya digunakan oleh para peneliti . yang termasuk dalam kategori ini adalah :studi kasus (menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studi dan biasanya bersifat longitudinal). perbankan. dan kontrolnya terhadap variabel bebas sangat kecil. 1. b. 2. 2.Menyediakan rangka-kerja yang teratur untuk pemecahan masalah dan perkembangan barn. hasilnya walaupun berguna untuk dimensi praktis. namun tidak secara langsung memberi sumbangan kepada ilmunya. dan tidak berdasar pada pendapat subyektif yang didasarkan pada pengalaman masa lampau. survei (studi yag bersifat kuatitatif untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu. BERDASAR JENIS DATA Penelitian primer Penelitian primer membutuhkan atau mengumpulkan data dari sumber pertama yang biasanya diperoleh dengan menggunakan metode kuesioner atau metode wawancara. E. D. sampelnya terbatas dan tidak representatif.yang menganut aturan pendekatan kuantitatif yaitu semakin besar sampel semakin mencerminkan populasi) dan Riset eksperimental (pada umumnya menggunakan 2 atau lebih kelompok sebagai objek studi yang bertujuan untuk melakukan perbandingan hasil.

Penelitian laboratorium. biasanya dilakukan oleh ilmuwan sosial dan ekonomi dimana lokasi penelitiannya berada di masyarakat atau kelompok manusia tertentu dan objek tertentu. perpustakaan atau lembaga2 negara yang memiliki pustaka data yang up date. Penelitian Deskriptif Adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri. penelitian ini biasanya dilakukan dalam bidang ilmu eksakta misalnya penelitian kedokteran. . Penelitian Asosiatif/Hubungan Merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih. dll 2. Penelitian perpustakaan. memilih alternatif yang terbaik. efektif dan dengan biaya yang murah. Variabelnya masih sama dengan penelitian varabel mandiri tetapi untuk sample yang lebih dari satu. biologi. PENELITIAN BERDASAR TINGKAT EKSPLANASI Tingkat eksplanasi adalah tingkat penjelasan. 2. penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya. data dikumpulkan dari suatu lembaga survey. 3. 1. elektro. melakukan kajian terhadap literatur. atau dalam waktu yang berbeda. 1. meramalkan dan mengontrol suatu gejala. jurnal dan sumber-sumber lainnya yang ada di perpustakaan. Penelitian berawal dari menentukan spesifikasi rancangan yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Penelitian diarahkan untuk membuktikan bahwa rancangan tersebut memenuhi spesifikasi yang ditentukan. dan membuktikan bahwa rancangan yang dipilih dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan secara efisiensi. baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan. 1. 1. Jadi penelitian menurut tingkat eksplanasi adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. 3. 1. atau penghubungan dengan variabel yang lain. sipil. F. PENELITIAN BERDASARKAN TEMPAT ATAU LATAR : 2. Penelitian lapangan. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan. PENELITIAN REKAYASA Penelitian rekayasa (termasuk penelitian perangkat lunak) adalah penelitian yang menerapkan ilmu pengetahuan menjadi suatu rancangan guna mendapatkan kinerja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Penelitian Komparatif Adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan.yang menggunakan pendekatan kualitatif. 1. Rancangan tersebut merupakan sintesis unsur-unsur rancangan yang dipadukan dengan metode ilmiah menjadi suatu model yang memenuhi spesifikasi tertentu.

Penelitian perangkat lunak komputer dapat digolongkan dalam penelitian rekayasa .