You are on page 1of 20

BUDIDAYA ORGANIK TANAMAN PERKEBUNAN TEH (Camellia sinensis

)

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Pertanian Berkelanjutan Organik (SPBO)

Disusun Oleh :

RISKI GUSRI UTAMI RICARDO P.R DHEA RAHMAT GINANJAR M. ARDIANSYAH HANA AQMARINA MELKIAS

150510100099 150510100105 150510100107 150510100121 150510100122 150510100138

AGROTEKNOLOGI C FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2013

BAB I PENDAHULUAN

Kecenderungan konsumen akan makanan atau minuman bebas bahan pencemar yang semakin meningkat akan mendongkrak permintaan akan teh organik. Apalagi dalam menghadapi pasar global, produk organik merupakan suatu persyaratan yang harus dipenuhi. Diperkirakan harga teh organik mencapai 2- 3 kali lipat atau lebih daripada harga teh biasa sehingga budidaya teh organik dapat menjadi usaha yang menguntungkan. Negara-negara yang telah menghasilkan teh organik adalah China, India, Jepang, Sri Lanka, Tanzania, dan Malawi dengan luas total 3.810 ha dan produksi 2.346 ton dengan ratarata produktivitas 0,67 t/ha. Laporan terakhir pada International Conference on Organic Tea di India pada tahun 1997 menyebutkan bahwa produktivitas tersebut masih dapat meningkat dengan semakin mantapnya teknik budidaya teh organik. Diperkirakan kebutuhan dunia akan teh organik belum dapat dipenuhi oleh negara-negara tersebut. Teh berasal dari perbatasan negara-negara Cina Selatan, Laos Barat Laut, Muangthai Utara, Burma Timur, dan India Timur Laut. Pada tahun 1686, teh mulai diperkenalkan oleh Anfreas Cleyer di perkebunan Batavia Nusantara Indonesia. Tahun 1826-1828, percobaanpercobaan di Kebun Botani di Bogor berhasil Tahun 1843 Robert Fortune menemukan teh hitam dan teh hijau karena prosesnya bukan tanamannya. Tahun 1910-1928 merupakan periode puncak laju pertumbuhan teh per tahun per hektare menjadi rata-rata 6,3 % dengan laju pertumbuhan penanaman yang jauh lebih tinggi pada tahun 1910-1940. Menjelang PD II teh memberikan keuntungan besar bagi kas negeri pemerintah kolonial. Permintaan teh organik yang meningkat pesat akhir-akhir ini perlu dibarengi dengan upaya untuk memproduksinya secara ekonomis. Teknologi produksi teh organik berikut ini diharapkan mampu menjadi solusi. Setiap tahun permintaan mencapai ± 2.500 ton dengan harga yang jauh lebih tinggi (2-3 kali lipat) dibanding teh yang diproduksi secara konvensional. Filosofi pertanian organic, adalah: Semua mahluk hidup yang ada di alam baik adanya dan berguna, segala sesuatu yang tumbuh dan berkembang di alam ini mengikuti hukum alam, dan segala mahluk yang ada di alam akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika ada keseimbangan dalam alam itu sendiri.

Dalam proses produksinya. serta masalah kesehatan manusia. mulai dari penyiapan lahan. serta pengendalian hama. tidaklah mengherankan bila akhir-akhir ini masyarakat maju cenderung mengkonsumsi makanan dan minuman yang bebas dari pencemaran bahan-bahan kimia sintetis. . Praktek pertanian seperti ini dapat menimbulkan pengaruh negatif bagi lingkungan maupun kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. antara lain kanker dan gangguan syaraf. bertanam secara organik merupakan cara budidaya dengan menggunakan bahan-bahan organik atau bahan alami pada semua tahap kegiatan. Oleh karena itu. dalam jangka panjang akan menimbulkan pencemaran lingkungan. Dewasa ini.Pengusahaan teh organik semakin menarik dan mendapatkan tantangan dengan semakin meningkat. penyakit. pemupukan. tumbuh kesadaran secara global bahwa praktek pertanian yang menggunakan pestisida dan pupuk kimia secara berlebihan. teh banyak menggunakan senyawa kimia untuk memacu pertumbuhan serta mengendalikan hama. terutama logam berat. dan gulma. penyakit. bahan tersebut dapat menimbulkan beberapa penyakit yang ditakuti manusia. dan gulma. Di samping beracun. Pada dasarnya. dan penurunan kualitas bahan makanan. keracunan. Teh merupakan produk alami yang langsung dikonsumsi oleh manusia. Budidaya teh organik menjadi salah satu alternatif dalam menghasilkan teh bebas bahan pencemar. Cara-cara bertanam ini bertumpu pada siklus alami yang telah ada.

selama bertahun-tahun. . Kemudian.Penanaman botani tanaman ini memiliki sejarah sendiri. Pengendalian hama. Klasifikasi Tanaman Teh Menurut Graham (1984). Pemupukan 3. Kuntze (Eden. yaitu Camellia thea di India dan Sri Lanka dan Cohen Stuart dari Indonesia menggunakan nama Camellia theiufera. Cara-cara bertanam ini bertumpu pada siklus alami yang telah ada. Penyiapan lahan 2. Tanaman teh termasuk marga (genus) Camelia dari famili Theaceae. mulai dari: 1. bertanam secara organik merupakan cara budidaya dengan menggunakan bahan-bahan organik atau bahan alami pada semua tahap kegiatan. Dalam buku Species Plantarum. Divisi Sub divisi Kelas Sub Kelas Ordo Familia Genus Spesies : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledoneae : Dialypetalae : Clusiales : Theaceae : Camellia : Camellia sinensis Budidaya teh organik menjadi salah satu alternatif dalam menghasilkan teh bebas bahan pencemar.500 ton dengan harga yang jauh lebih tinggi (2-3 kali lipat) dibanding teh yang diproduksi secara konvensional. dan gulma. menamakan tanaman ini sebagai Thea sinensis. tanaman teh (Camellia sinensis) diklasifikasikan sebagai berikut. Tetapi sekarang terdapat ke-seragaman nama ilmiah untuk tanaman ini yaitu Camellia sinensis (L) yang di-perkenalkan oleh O. Pengusahaan teh organik semakin menarik dan mendapatkan tantangan dengan semakin meningkat nya permintaan pasar terhadap produk teh organik.BAB II PEMBAHASAN Tanaman teh merupakan tanaman subtropis yang sejak lama telah dikenal dalam peradaban manusia. 1956). diperkenalkan dua nama ilmiah oleh para ahli botani. Pada dasarnya. penyakit. Setiap tahun permintaan mencapai ± 2.

banyak sumber bahan organik. insektisida nabati. Produk organik yang hanya mengumpulkan dari produk alam. Pada tanah datar lebar isolasi cukup 25 m. atau mikroba. dan tahan terhadap cekaman kekeringan ataupun hara. Pemberian bahan organik atau kompos akan meningkatkan kadar air pada kapasitas lapang dan jumlah air tersedia serta menurunkan kadar air pada titik layu permanen. dll untuk mencegah kontaminasi bahan-bahan yang tidak diperbolehkan dalam budidaya organik baik melalui rembesan.  Kadar Bahan Organik Kadar bahan organik tanah ditingkatkan menjadi 8-10%. Syarat Tumbuh Tanaman Teh Organik Perkebunan teh organik harus terpisah dari perkebunan teh konvensional. Lebar border atau lebar isolasi sangat tergantung dari topografinya dan standar yang diacu. pepohonan. barisan yang kosong. fungisida tembaga oksida. harus ada jaminan bahwa kegiatan tersebut tidak mempengaruhi stabilitas habitat alami dan tidak menyebabkan kepunahan species. mampu beradaptasi dengan iklim lokal. Pemilihan lokasi kebun teh organik adalah areal yang tidak banyak terserang serangga hama agar tidak banyak menggunakan pestisida nabati/mikroba. pelindian. kebun lain. Organic Crop Association (OCIA). parit. Pupuk buatan tidak boleh digunakan.  Kualitas Hara Kualitas hara diatur dengan prinsip keseimbangan hara. Kebun teh . bukan karena residunya. angin. lebar isolasinya adalah sampai kebun organik terhindar dari aliran air dari lahan yang tidak organik.  Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan pengaturan iklim mikro atau dengan mengintroduksi musuh alami (MA). tidak banyak pencemaran dari sekitar. di Amerika Serikat lebar isolasi hanya 8 meter. gunung. populasi tanaman teh masih rapat. semak. Pada topografi miring.Teknik Budidaya Teh Organik  Klon Teh Klon teh yang digunakan adalah klon yang tahan terhadap hama dan penyakit. Pemisahan ini dapat berupa jalan. melainkan karena dalam pembuatannya.

struktur remah. Gley Humik. serta mematikan gulma yang masih tumbuh.000 mm/tahun.5 sampai 6. Litosol. berlempung sampai berdebu. baik kearah panjang maupun kearah lebar. Sedangkan pencangkulan kedua dilakukan setelah 2-3 minggu pencangkulan pertama. dan Aluvia. Pencangkulan pertama dilakukan sedalam 60 cm untuk menggemburkan tanah. Regosol. Derajat kesamaan tanah (pH) berkisar antara 4. Suhu udara harian tanaman teh adalah 13-25o C. Pengolahan tanah Maksud pengolahan tanah adalah mengusahakan tanah menjadi subur. Ajir/patok dipasang setiap jarak 20 m. Per-bedaan ketinggian tempat menyebabkan perbedaan pertumbuhan dan kualitas teh. Teh menyukai tanah dengan lapisan atas yang tebal. Dalam pembuatan jalan kebun ini hendaknya dipertimbangkan faktor kemiringan lahan serta faktor pekerjaan pemeliharaan dan pengangkutan pucuk. 1977). 2000). Untuk media tanamnya jenis tanah yang cocok untuk teh adalah Andasol. Dengan demikian jalan kebun dibuat secukupnya. . Tanaman memerlukan matahari yang cerah. Maka sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan bahan organik tersedia. dan gembur. membersihkan sisa-sisa akar dan gulma. gembur dan bersih dari sisa-sisa akar dan tunggul. Namun teh juga dapat dibudidayakan di tanah podsolik (Ultisol). Ketinggian tempat tergantung dari klon. teh dapat tumbuh di dataran rendah pada 100 m dpl sampai ketinggian lebih dari 1000 m dpl (Setyamidjadja. Iklim untuk budidaya teh yang tepat yaitu dengan curah hujan tidak kurang dari 2. kebun teh di Indonesia dibagi menjadi tiga daerah yaitu dataran rendah sampai 800 m dpl. dan dataran tinggi lebih dari 1.200 m dpl. dilakukan sedalam 40 cm untuk meratakan lahan.yang berada pada dataran tinggi dan tidak memiliki masalah ledakan serangga hama. Dengan demikian akan terbentuk petakan-petakan yang berukuran 20m x 20m atau seluas 400 m2. Areal yang akan ditanami dicangkul sebanyak dua kali. sangat baik untuk mengusahaan kebun teh organik. tidak terlalu banyak yang menyebabkan tanah terbuang dan tidak terlalu sedikit sehingga menyulitkan pelaksanaan pekerjaan di kebun (Darmawijaya. Pembuatan jalan dan saluran drainase Setelah pengolahan selesai selanjutnya dilakukan pengukuran dan pematokkan. da-taran sedang 800-1. Kelembaban kurang dari 70%. Selesai membuat petakan selanjutnya pembuatan jalan kebun.0. Berdasarkan ketinggian tempat.200 m dpl. dan Latosol.

Klon teh yang ditanam adalah klon teh yang tahan terhadap serangan hama penyakit. tidak termasuk genetic modified organism (GMO) atau tanaman hasil rekayasa genetika (transgenik). Sebaiknya biji segera disemai karena daya kecambah biji teh cepat menurun dan biji teh mudah menjadi busuk. sedangkan perbanyakan secara vegetative digunakan bahan tanaman asal setek berupa klon. Puslit Teh dan Kina sudah mempunyai klon-klon teh yang mendekati sifat-sifat tersebut. Tidak terserang penyakit.0 – 5. dengan isi biji berwarna putih. sehingga apabila dimasukkan kedalam air akan tenggelam. Berisi penuh. GMB 9. dan GMBS 5. dikumpulkan secara teratur setiap hari. yang mempunyai potensi produksi lebih tinggi dari klon teh Yabukita dari Jepang. benih yang digunakan adalah benih yang baik. GMB 6. . b. e. cendawan ataupun kepik biji. yang mempunyai potensi hasil 4. c. agar keanekaragamannya lebih besar. d. GMB 10. bibit dan bahan tanaman hasil pertanian konvensional dapat digunakan. GMB 4. DAN GMB 11. Jenis klon ini khusus untuk teh hijau. GMB 7. Minimal ada 5 (lima) jenis klon yang ditanam. GMBS 2M GMBS 3.Pembibitan Bahan tanaman harus bersertifikat organik. tahan terhadap beberapa stres (kekeringan. Klon teh yang dianjurkan oleh PPTK adalah Klon teh seri GMB1. bila tidak ada alternatif lain yang tersedia. hara. Mempunyai bentuk dan ukuran yang normal. mampu beradaptasi dengan iklim lokal. GMB 5. sehingga resiko yang akan diperoleh bila terjadi ledakan hama atau penyakit semakin kecil. antara lain: a. Mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada air.8 ton/ha/thn. GMB 8. Biji yang dipungut untuk dijadikan benih adalah biji yang telah jatuh ke tanah. Tanaman teh dapat diperbanyak secara generative maupun secara vegetative. dll). Pada perbanyakan secara generative digunakan bahan tanam asal biji. Kulit biji berwarna hitam dan mengkilap. GMBS 4. dan tahan terhadap serangan penyakit cacar teh. berpotensi hasil tinggi. GMB 3. Biji yang baik ditandai dengan beberapa ciri. BMB 2. tidak diperlakukan bersama dengan bahan-bahan kimia yang tidak diperbolehkan. Semua bibit dan bahan tanaman harus bersertifikat organik. Untuk jenis sinensis adalah klon GMBS 1.

Dua minggu sebelum bibit dibongkar. Hal ini sulit dicapai apabila digunakan bahan tanam asal biji. 2. d. Pemeliharaan bibit terdiri atas:  Penyiraman  Penyulaman  Penyiangan  Pemupukan  Pengendalian hama dan penyakit  Pengaturan naungan 3. Tanah dibersihkan dan dicangkul sedalam 30 cm. Bibit dibongkar dengan cara mencangkul tanah disekitar bibit sedalam 60 cm. bibit dipersemaian harus dijaga dengan baik. yang tumbuh subur dan sehat serta terhindar dari gangguan hama dan penyakit. Bibit yang ukuran batangnya lebih kecil dari pensil sebaiknya tidak digunakan. . selanjutnya dicabut dengan hati-hati. Diantara bedengan dibuat saluran drainase untuk membuang kelebihan air. Cara pembongkaran bibit adalah sebagai berikut: a. benih yang mempunyai ukuran lebih besar dari pensil. b. batang dipotong setinggi 15-20 cm dari permukaan tanah. akar tunggang dan akar se-rabut yang terlalu panjang bisa dipotong. Pemeliharaan dipersemaian bibit asal biji Untuk memperoleh bibit yang baik. kemudian dibuat bedengan. dapat dibongkar untuk dipindahkan ke kebun. Pertanaman teh diarahkan pada cara memperoleh produksi yang tinggi dan mantap. c. Karena biji merupakan hasil per-silangan yang dapat menimbulkan perubahan sifat pada keturunannya. Pengecambahan biji dimaksudkan untuk memperoleh biji yang tumbuh seragam dan serempak sehingga memudahkan pemindahannya ke persemaian bibit atau ke kantong plastik. Bibit ini disebut bibit stump. sehingga perusahaan perkebunan teh menjadi lebih efisien. yang sebaiknya ditanam segera pada hari itu juga di kebun yang telah dipersiapkan. Pemindahan bibit ke lapangan Setelah bibit berumur dua tahun. Penyemaian biji Persiapan lahan untuk persemaian harus dilaksanakan 6 bulan sebelum penyemaian benih. Bedengan diberi atap naungan miring timur-barat dengan sudut kemiringan 300.1.

untuk keperluan penyiraman. 5. Syarat-syarat subsoil yang baik adalah mengandung liat yang relatif tinggi sehingga dapat menahan ataupun menyerap air lebih lama. Dekat dengan sumber tanah. Media tanah untuk setek terdiri dari tanah lapisan atas (topsoil) dan lapisan bawah (subsoil). 2. kandungan pasir tidak boleh lebih dari 30%. Untuk memperoleh hasil pembibitan setek berupa setek bibit yang baik. Adapun lokasi untuk pembibitan. Adapun pengambilan ranting stek atau stekres mulai dapat diambil 4 bulan setelah pemangkasan. dan pelaksanaan yang baik dan tepat waktu. Setelah disimpan. Stek tidak boleh direndam lebih dari 30 menit.5 – 5.5 cm diatas dan 3-4 cm dibawah buku.6. diantaranya: 1. Karena suatu kondisi media persemaian merupakan salah satu faktor dalam menentukan keberberhasilan ataupun kegagalan bibit yang dihasilkan. ranting dipotong dengan pisau tajam. Mengingat pentingnya penggunaan media yang steril untuk persemaian guna untuk membantu terciptanya bibit yang sehat dan layak untuk dikembangkan. 3. Satu stek terdiri dari satu lembar daun dengan ruas sepanjang 0. Serta pH ta-nah 4. dan bahan organik maksimal 10%. Lokasi terbuka. drainase tanah baik dan tidak becek. Dekat dengan jalan agar memudahkan dalam pengawasan dan peng-angkutan ke lokasi yang akan ditanami. Dari satu ranting stek hanya digunakan bagian tengahnya saja dan rata-rata diperoleh 3-4 stek yang baik untuk dijadikan bibit. agar mendapat sinar matahari pagi. dan tanah harus tetap dalam keadaan lembab. persiapan. . Tanah disimpan selama 4-6 minggu dalam bangunan penyimpanan. untuk mengisi polibag. Tanda bahwa setekres matang ialah apabila pangkal stekres sepanjang ± 10 cm sudah menunjukkan warna coklat. diperlukan adanya perencanaan. 4. ayaklah tanah menggunakan ayakan kawat yang berdiameter ± 1 cm. Setek ditampung dalam satu tempat yang berisi air bersih. dan jenis klon yang di-tentukan dapat dipastikan sifat keunggulannya sama dengan induknya.Pembibitan menggunakan stek merupakan cara yang paling cepat untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah yang banyak. Dekat dengan sumber air. Lebih baik bila lahan melandai kearah timur.

2.260 11. Siapkan polibag berukuran 12cm x 25cm yang sudah berlubang agar memudahkan untuk membuang kelebihan air. Menurut Puslitbun Gambung (1992). pengajiran. 4. Ambil setek teh yang sudah dipersiapkan dan memenuhi syarat selanjutnya ditanam dalam polibag tersebut (Chasandoerjat. Sungkup plastik ditutup selama 3-4 bulan tergantung pertumbuhan bibit. Isi kantong plastik dengan media tanah yang sudah dibuat lebih awal dan telah matang. Setelah itu disiram kembali dengan air bersih secara hati-hati agar setekan tidak goyah. Arah daun miring ke atas dan tidak boleh saling menutupi satu sama lain. Setek ditanam dengan mengarah daun ke tangan si penanam. dan hanya dibuka untuk keperluan pemeliharaan saja setelah itu segera ditutup kembali (setelah pemeliharaan selesai) Langkah-langkah penanaman setek sebagai berikut: 1. 2. 1969). kantong plastik/polibag yang sudah berisi tanah disiram dengan air bersih sampai cukup basah. Tabel 2. 3. Jarak Tanam Teh Jarak tanan Kemiringan tanah cm x cm x cm Datar – 15% 15–30% > 30% 120 x 90 120 x 75 120 x 60 9. Satu hari sebelum setek ditanam. 3. Bedengan ditutup dengan sungkup plastik 5. pembuatan lubang tanam.110 13. jarak tanam yang dianjurkan dapat dilihat pada Tabel 2. hal-hal yang harus diperhatikan adalah penentuan jarak tanam yang tepat. Penanaman Dalam penanaman. 1/3 bagian diisi dengan tanah bawah dan 2/3 bagian diisi dengan tanah bagian atas. teknik penanaman dan penanaman tanaman pelindung yang diperlukan.Penanaman setek: 1.888 Jumlah tanaman per ha Keterangan Baris tunggal lurus Baris tunggal lurus Kontur .

Cara penanaman a. Bibit tidak boleh miring dan tanah di sekitar lubang tanam diratakan b. Penanaman pohon pelindung sementara dilakukan setelah penanaman teh selesai.Batas tertentu 120x60x60 18. yaitu : 1. Ada dua kegiatan dalam proses penanaman. Pohon pelindung sementara Pohon pelindung sementara adalah pupuk hijau seperti Theprosia sp. Adapun untuk penanaman pohon pelindung atau pohon naungan pertanaman teh terdiri atas pohon pelindung sementara dan pohon pelindung tetap. dengan leher akar tepat dipermukaan tanah. Jenis – jenis pohon pelindung. Atau Crotalaria sp. persis di tengah-tengah lubang. 2. . Ukuran lubang tanamnya adalah: 1. Untuk dataran rendah dan sedang. Menanam bibit stump Bibit stump biasanya ditanam pada umur 2 tahun. Selanjutnya lubang tanam ditimbun dan dipadatkan dengan diinjak. Pemberian pupuk dasar Pupuk dasar yang dianjurkan pupuk kompos 50g per lubang.500 Baris berganda Pembuatan lubang tanam dilakukan 1-2 minggu sebelum dilakukan penanaman. yaitu: 1. Lubang tanam yang dibuat tepat di tengah-tengah diantara dua ajir. sementara tangan kanan menimbun lubang dengan tanah yang berada di sekitar lubang dengan menggunakan kored. 2. Kebutuhan benih pupuk hijau tersebut adalah 10 kg-12 kg/ha. maka lubang tanam diberikan kapur sebanyak 10-15 g per lubang. Ujung kantong plastik bagian bawah yang telah sobek ditarik keatas sehingga bagian bawah kantong plastik terbuka . disanggga dengan belahan bambu. Bibit ditanam dengan cara dimasukkan ke dalam lubang tanam. Untuk bibit stek dalam kantong plastik: 20 cm x 20 cm x 40 cm. kemudian dimasukkan ke dalam lubang. Untuk bibit asal stump biji: 30 cm x 30 cm x 40 cm. selanjutnya bibit dipegang dengan tangan kiri. Menanam bibit asal stek Mula-mula kantong plastik disobek pada bagian bawah dan sampingnya untuk memudahkan melepaskan bibit dari plastik. Apabila pH tanah dibawah 6. pohon pelindung sangat diperlukan oleh tanaman teh agar pertumbuhannya baik.

Pemangkasan tanaman pupuk hijau dilakukan setiap enam bulan sekali yaitu pada waktu musim hujan. atau Theprosia sp. yaitu memilki mahkota yang baik. sehingga perkecambahan maupun laju per-tumbuhan berbagai jenis gulma berlangsung sangat cepat. Pengendalian gulma Pengendalian teh di perkebunan teh merupakan salah satu kegiatan rutin yang sangat penting dalam pemeliharaan tanaman teh. Pengendalian gulma pada pertanaman teh bertujuan untuk menekan serendah . pohon pelindung sebaiknya ditanam satu tahun sebelum dilakukan penanaman teh. Gulma akan menimbulkan masalah besar terutama pada areal tanaman teh muda atau pada areal tanaman teh produktif yang baru dipangkas. Hal ini sebabkan sebagian besar permukaan tanah terbuka dan secara langsung mendapatkan sinar matahari. air. Pemeliharaan dan pemangkasan Tanaman teh yang belum menghasilkan mendapat naungan sementara dari tanaman pupuk hijau seperti Crotalaria sp. Agar pohon pelindung tetap berfungsi baik pada tanaman teh.2. pohon pelindung harus sudah dapat melindungi tanaman teh pada saat tanaman teh berumur 2-3 tahun. cahaya matahari. Jenis pelindung yang akan ditanam harus dipilih yang memenuhi persyaratan sebagai pelindung. Penggunaan pohon pelindung tetap bukan jenis Leguminoceae. Jenis-jenis gulma tertentu diduga pula mengeluarkan senyawa racun (allelopati) yang membahayakan tanaman teh. ini tidak dianjurkan. Namun sementara ini biasa ditanam selang dua baris dari tanaman teh. Jangan melakukan pemangkasan pada musim kemarau karena pada saat itu tanaman teh muda membutuhkan naungan. dan ruang tumbuh. akan merugikan tanaman teh karena terjadinya persaingan di dalam memperoleh unsur hara. dan resistensinya terhadap serangan hama atau penyakit baik. Pemangkasan dilakukan pada tinggi 50 cm dan sisa pangkasan dihamparkan sebagai mulsa disekitar tanaman. Pemeliharaan 1. dan pada umur sekitar enam bulan tingginya telah mencapai lebih dari satu meter. 2. Agar tanaman pupuk hijau ini tidak mengganggu pertumbuhan tanaman teh. perakarannya dalam dan kuat.000 m dpl. Untuk itu. perlu dilakukan pemangkasan. Pohon pelindung tetap Penanaman pohon pelindung tetap diutamakan untuk daerah dengan ketinggian kurang dari 1. Populasi gulma yang tumbuh tidak terkendali.

terutama fungisida tembaga. Untuk pertama kalinya penyakit ini ditemukan di Indonesia pada tahun 1949. Sampai saat ini tindakkan pengendalian penyakit cacar yang paling umum dilakukan di kebun-kebun teh adalah penggunaan fungisida sintetik. yang ditandai berkurangnya kandungan theaflavin. karena dianggap sebagai suatu teknik pengendalian yang efektif. Pengendalian Hama dan Penyakit Penyakit cacar yang disebabkan oleh jamur Exobasidium VexansMassae berasal dari Assam. tetapi mengkombinasikan berbagai teknik pengendalian penyakit yang sesuai dan kompatibel berdasarkan pertimbangan ekologi dan ekonomi. Kenyataan bahwa penggunaan fungisida tembaga dapat memacu perkembangan populasi tungau atau Brevipalpus phoenicis (Martosupono. Penyakit cacar dapat mengakibatkan kehilangan hasil sampai dengan 40% dan penurunan kuallitas teh jadi. thearubigin. yaitu suatu strategi pengendalian yang tidak hanya menggantungkan diri pada penerapan satu teknik pengendalian penyakit saja. kafein. sehingga diperoleh laju pertumbuhan tanaman teh dan produksi pucuk yang maksimal. Intensitas serangan 28% sudah dapat mengakibatkan penurunan kualitas teh jadi. Pada umumnya pekebun merasa puas dengan hasil yang diperoleh. yaitu di perkebunan Bah Butong. namun mengingat dampak negatif yang ditimbulkannya. 1985). terutama untuk kebun-kebun teh di dataran tinggi. Walaupun sampai saat ini terbukti bahwa penggunaan fungisida tembaga merupakan cara yang paling efektif untuk mengendalikan penyakit cacar. dan ekonomis. atau yang disebut dengan pengendalian penyakit tanaman terpadu. 3. dan fenol total pucuk. praktis. Sejak saat ini penyakit cacar meluas ke hampur seluruh perkebunan teh di Indonesia. sedangkan kehilangan hasil baru dapat terjadi pada intensitas serangan 35%. Sumatera Utara. substansi polimer tinggi. dan fungisida tembaga khususnya. maka perlu dipertimbangkan untuk mulai menerapkan strategi pengendalian penyakit cacar yang meminimalkan penggunaan fungisida sintetik umumnya. dan menjadi penyakit yang paling merugikan. . sehingga kurang memperhatikan dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari penggunaan fungisida tembaga. India.mungkin kerugian yang ditimbulkan akibat gulma.

menyerang daun muda.Thosea) Ulat berbulu menyerang daun muda dan tua. sanitasi. tanaman menjadi berlubang. mekanis. Elasmus homonae. Pengendalian: cara mekanis. Gejala: bintik-bintik kecil tembus cahaya dengan diameter 0. Gmb 4. . penanaman klon tanah cacar PS 1. daun mengering dan rontok. Pengendalian: cara mekanis. melepas musuh hayati seperti Macrocentrus homonae. serangan dapat di kebun atau persemaian. Gmb 5.25 mm. hayati dengan melepas musuh alami Apanteles  Ulat api (Setora nitens. menyerang daun teh tua di bagian permukaan bawah. pemangkasan sejajar permukaan tanah. Pengendalian: membersihkan serasah dan gulma.2 mm berwarna jingga. Pengendalian: cara mekanis. pemupukan berimbang. tungau membentuk koloni di pangkal daun. pemupukan berimbang. Menyerang daun dan ranting muda. pada stadium lanjut pusat bercak menjadi coklat dan terlepas sehingga daun bolong. Daun tergulung dan terlipat. Gmb1. Terdapat bercak kecil pada pangkal daun. pemupukan berimbang. pucuk dan daun tua. hayati dengan melepas parasit. Gmb 2. Pengendalian: mengurangi pohon pelindung. Pengendalian: pemetikan dengan daur petik 7 hari. predator Hierodula dan Tenodera. Lalu serangan menuju ujung daun.  Tungau jingga (Brevipalpus phoenicis) Berukuran 0. menyerang daun teh dan ranting muda.  Ulat jengkal (Hyposidra talaca. pemetikan dengan daur pendek (9 hari). Serangan pada ranting dapat menyebabkan kanker cabang. pengendalian gulma.5 cm menyerang daun teh muda dan tua. Gmb 3. Bagian yang diserang berbercak coklat kehitaman dan mengering. Penyakit  Cacar teh Penyebab: jamur Exobasidium vexans. predator Amblyseius. Daun yang diserang bergigi/berlubang.  Ulat penggulung daun (Homona aoffearia) Ulat berukuran 1-2.  Ulat penggulung pucuk (Cydia leucostoma) Ulat berukuran 2-3 cm berada di dalam gulungan pucuk teh. RB 1. Biston suppressaria) Ulat berwarna hitam atau coklat bergaris putih. Pengendalian: cara mekanis. Ectropis bhurmitra. Parasa lepida.Hama  Helopeltis antonii Serangga dewasa seperti nyamuk.

arcuata) atau hitam (R. Di samping faktor luar dan dalam.  Penyakit akar hitam Penyebab: jamur Rosellinia arcuata di daerah 1. Pengendalian: sama dengan penyakit akar umumnya. Gejala: daun induk berbercak coklat dimulai dari ujung/ketiak daun. rontok dan tanaman mati. iklim dan kesehatan tanaman.  Mati ujung pada bidang petik Penyebab: jamur Pestalotia tehae. Penularan melalui kontak akar. Tebal lapisan daun pemeliharaan yang optimal adalah 15-20 cm. layu. Gejala: tanaman menguning. Pengendalian: membongkar dan membakar teh yang sakit. Teh hijau Jepang dipanen dengan frekuensi yang lebih lama yaitu 55 hari sekali. Penyebab: jamur Ganoderma pseudoferreum. jenis petikan. Sering menyerang klon TRI 2024. Busuk daun Penyebab: jamur Cylindrocladum scoparium. Istilah-istilah tersebut adalah sebagai berikut: . terdapat benang hitam di bagian akar.  Penyakit akar merah anggur Di dataran rendah 900 meter dpl terutama tanah Latosol. Gejala: bekas petikan berbercak coklat dan meluas ke bawah dan mengering. menguning.500 meter dpl dan R. kecepatan pertumbuhan tunas baru dipengaruhi oleh daun-daun yang tertinggal pada perdu yang biasa disebut daun pemeliharaan. mati. menggali selokan sedalam 60100 cm di sekeliling tanaman sehat. setek akan mati. pemetikan berfungsi pula sebagi usaha membentuk kondisi tanaman agar mampu berproduksi tinggi secara berkesinambungan. dan pelaksanaan pemetikan. Beberapa istilah perlu diketahui baik dalam pemetikan maupun dalam menentukan rumus-rumus pemetikan. lebih tebal atau lebih tipis dari ukuran tersebut pertumbuhan akan terhambat. daur petik. ketinggian tempat. daun rontok. pengaturan areal petikan. bunodes di daerah 1. kecepatan pertumbuhan tunas akan mempengaruhi beberapa aspek pemetikan. bunodes). Pemetikan Pemetikan adalah pemungutan hasil pucuk tanaman teh yang memenuhi syarat-syarat pengolahan. Pucuk teh di petik dengan periode antara 6-12 bulan. pemetikan tidak terlalu berat.000 meter dpl. Panjang pendeknya periode pemetikan ditentukan oleh umur dan kecepatan pembentukan tunas. yaitu: jenis pemetikan. pengaturan tenaga petik. Pengendalian: pemupukan tepat waktu. pucuk baru tidak terbentuk. Gejala: daun layu. di permukaan kayu akar terdapat benang putih ( R.

baru diikuti oleh pertumbuhan daun yang bergerigi atau normal. p + 3m. Dalam rumus petik ditulis dengan angka 1. 3. Daun tua adalah daun yang berwarna hijau gelap. berbentuk dan berukuran normal serta sisinya bergerigi. 2m.4 dan seterusnya tergantung beberapa helai daun yang terdapat pada pucuk tersebut. 3. 7. dalam rumus petikan tertulis dengan huruf p.2. tidak bergerigi. p + 4. . terasa keras. Daun muda adalah daun yang baru terbentuk tetapi belum terbuka seluruhnya. Petikan imperial: bila yang dipetik hanya kuncup peko (p + 0). Dalam rumus pemetikan ditulis dengan huruf t mengikuti angka (1t. licin. 2t. b + 3t). Burung adalah tunas tidak aktif berbentuk titik yang terletak pada ujung pucuk dalam rumus petik tertulis dengan huruf b. Kepel adalah dua daun awal yang keluar dari tunas yang sebelahnya tertutup sisik. Daun biasa/normal adalah daun yang tumbuh setelah terbentuk daun-daun kepel. Peko adalah kuncup tunas aktif berbentuk runcing yang terletak pada ujung pucuk. b + n/k). Petikan kasar: bila yang dipetik dengan tiga lembar daun tua atau lebih daun burung dengan satu. Petikan medium: bila yang dipetik peko dengan dua lembar atau tiga lembar daun muda dan pucuk burung dengan satu. 5. dan dalam rumus pemetikan ditulis dengan huruf m mengikuti angka (1m. 6. b + 1m. Setelah daun-daun ini terbentuk. dua. b + 2t. Sisik ini segera berguguran apabila daun kepel mulai tumbuh. 2. tiga lembar daun tua (p + 3. b + 1m). Macam dan rumus petikan adalah sebagai berikut: 1. 4. 3t). dua atau tiga lembar daun muda ( p + 2m. 2.3. 4. b + 3m). Selanjutnya kepel ceuli diikuti oleh pertumbuhan sehelai daun kepel yang lebih besar yang disebut kepel licin. Mula-mula tumbuh daun kecil berbentuk lonjong.1. Petikan halus: bila yang dipetik peko dengan satu lembar atau dua lembar daun burung dengan satu lembar daun muda (p + 1m. b + 1t. b + 2m. Daun kepel ini dalam rumus petikan ditulis dengan huruf k. Petikan pucuk pentil: bila yang dipetik peko dan satu lembar daun dibawahnya (p + 1m). 5. Petikan kepel: bila daun yang ditinggalkan pada perdu hanya kepel (p + n/k. biasa disebut kepel ceuli. 6. Manjing adalah pucuk yang telah memenuhi syarat sesuai dengan sistem pemetikan yang telah ditentukan. dan bila dipatahkan berserat. 3m).

dan badag. dan mineral). Daun teh yang dipetik. Badag dan bubuk-bubuk yang telah melewati proses fermentasi kemudian dibawa ke ruangan . untuk membentuk bidang petik yang lebar dan rata dengan ketebalan lapisan daun pemeliharaan yang cukup. Masing-masing withered trough memuat 1 sampai 1. Proses untuk mengayak ini terjadi beberapa kali dengan hasil hitungan berdasarkan jumlah mengayak: bubuk 1. agar tanaman mempunyai potensi produksi yang tinggi. Sementara itu hasil ayakan terakhir yaitu badag tidak melewati proses fermentasi. bubuk 2. daun teh dibawa ketempat untuk mengayak. vitamin. Daun-daun teh yang sudah layu kemudian dimasukan kedalam gentong dan diangkut menggunakan monorel ke tempat proses berikutnya. dan aroma yang baik dan disukai. Setiap 4 jam daun dibalik secara manual. Pemetikan produksi yang dilakukan menjelang tanaman dipangkas disebut “petikan gendesan”. Pemetikan jendangan Pemetikan jendangan ialah pemetikan yang dilakukan pada tahap awal setelah tanaman dipangkas. subtansi bukan fenol (pectin. Pascapanen Pengolahan daun teh dimaksudkan untuk mengubah komposisi kimia daun teh segar secara terkendali.Jenis pemetikan yang dilakukan selama satu daun pangkas terdiri dari: 1. Fungsi dari proses pelayuan ini adalah untuk menghilangkan kadar air sampai dengan 48%. yaitu memetik semua pucuk yang memenuhi syarat untuk diolah tanpa memperhatikan daun yang ditinggalkan (Kartawijaya. Pemetikan produksi Pemetikan produksi dilakukan terus menerus dengan daur petik tertentu dan jenis petikan tertentu sampai tanaman dipangkas kembali. Dari monorel daun-daun dimasukan ke mesin penggilingan. bubuk 3. subtansi aromatik dan enzim-enzim. resin. awal mula melewati proses pelayuan yang memakan waktu 18 jam disebuah tempat berbentuk persegi panjang bernama withered trough. rasa. 1 mesin memuat 350 kg daun teh dan waktu untuk menggiling adalah 50 menit. bubuk 4. sehingga menjadi hasil olahan yang memunculkan sifat-sifat yang dikehendaki pada air seduhannya.5 ton daun teh. seperti warna. 1978). Setelah digiling. 2. Bahan kimia yang terkandung dalam daun teh terdiri dari empat kelompok yaitu subtansi fenol (catechin dan flavanol).

Kedua. Usai dikeringkan. Bahan bakar untuk proses pengeringan ini adalah kayu dan batok kelapa untuk rasa yang lebih enak. Lamanya proses pengeringan adalah 23 menit dengan suhu 100o C. daun dibawa ke ruangan sortasi. Bila sudah siap untuk dipasarkan. contohnya di ekspor maka daun teh yang siap dipasarkan tersebut akan dikemas kedalam papersack (Setyamidjadja. pertama. memisahkan ukuran besar dan ukuran kecil. 2000). .. Setelah semua proses selesai dikerjakan maka teh harus diperiksa dahulu (quality control).berikutnya untuk dikeringkan. Ada 3 jenis pekerjaan yang dilakukan diruangan sortasi. Bila daun tersebut memenuhi standar maka akan dikemas ditempat penyimpanan sementara (disimpan didalam tong plastik berukuran besar). memisahkan daun teh yang berwarna hitam dan yang berwarna merah dengan menggunakan alat yang disebut Vibro.

Budidaya teh organik menjadi salah satu alternatif dalam menghasilkan teh bebas bahan pencemar.3 kali lipat atau lebih daripada harga teh biasa sehingga budidaya teh organik dapat menjadi usaha yang menguntungkan. Praktek pertanian seperti ini dapat menimbulkan pengaruh negatif bagi lingkungan maupun kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. penyakit. meningkatkan kadar bahan organik sekitar 8-10%. Diperkirakan harga teh organik mencapai 2.  Tanaman teh dapat diperbanyak secara generative (biji) maupun secara vegetative (stek). kualitas hara dan pengendalian hama dan penyakit. dan gulma. teh banyak menggunakan senyawa kimia untuk memacu pertumbuhan serta mengendalikan hama. Namun lebih disarankan menggunakan stek untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah banyak dan klon yg ditentukan sudah dapat dipastikan keunggulannya.  Dalam proses produksinya.BAB III KESIMPULAN  Kecenderungan konsumen akan produk organik semakin meningkat.  Teknik budidaya teh organik didukung dengan: Klon teh yang tahan hama dan penyakit yang mampu beadaptasi dengan iklim lokal. .

Setyamidjaja. Badan Pelaksana Protek Perkebunan Teh Rakyat dan Swasta Nasional. 1983. Djoehana. 2008. Dr.com/2011/11/teknik-budidaya-tanaman-teh. Trubus No. 346. Djoehana. 1992. Teh Budidaya & Pengolahan Pascapanen Kanisius. Petunjuk Singkat Pengelolaan Kebun Teh.blogspot. 1998. Diakses 13 April 2013 Budidaya Teh Organik.DAFTAR PUSTAKA M. 2011.com/p/sekilas-info-tentang-tehorganik. http://budidayanews. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Teh. Kebun Teh Jepang di Garut. Teh Budidaya & Pengolahan Pascapanen.Sultoni Arifin. http://shukendar. dkk.blogspot. 2011. Diakses 13 April 2013 . Kanisius.blogspot. http://tehorganik. 2010. Bandung.html Diakses 13 April 2013 Budidaya Teh Organik. 2008. Ir. Bandung.com/2011/04/budidaya-tanamanteh.html. Pusat Penelitian Perkebunan Gambung. Jogjakarta Sukendar. Setyamidjaja. Jogjakarta Rasjid Sukarja.html.