BAB I PENDAHULUAN Pemerintah Republik Indonesia khususnya Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dalam mewujudkan pembangunan nasional

dan kesejahteraan masyarakat terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pembangunan sarana dan prasarana tersebut antara lain adalah berbagai macam bangunan gedung, jalan, bendungan, jembatan dan lapangan terbang serta masih banyak lagi jenis sarana dan prasarana yang telah atau sedang dan akan terus diupayakan pembangunannya. Upaya peningkatan kenyamanan serta kinerja para aparatur negara dalam menjalankan tugas mengaudit keuangan negara agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran negara, maka atas dasar tersebut perlu adanya perbaikan sarana pendukung antara lain dengan melaksanakan Pembagunan Gedung Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan RI di Banda Aceh yang selama ini hanya menggunakan rumah kontrakan sebagai kantor tempat bekerja. Pembangunan Gedung Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan RI di Banda Aceh di Desa Lampineung Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh ini merupakan proyek pembangunan sebagai penunjang bagi fasilitas para pegawai Badan Pemeriksa Keuangan RI. Gedung ini terdiri dari empat lantai dan mempunyai luas 3528 m2, dengan total biaya pelaksanaan sebesar Rp 24.761.464.200,00 (dua puluh empat milyar tujuh ratus enam puluh satu juta empat ratus enam puluh empat ribu dua ratus rupiah). Dana pembangunannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2008/2009 Republik Indonesia, jangka waktu pelaksanaan pekerjaan direncanakan dalam waktu 300 hari kalender atau ± 10 bulan berdasarkan time schedule yang sesuai dengan kontrak kerja pelaksanaan. Proyek Pembagunan Gedung Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan RI di Banda Aceh ini pelaksanaan fisiknya dilakukan oleh PT. Nindya Karya (persero) sebagai kontraktor pelaksana yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sedangkan perencanaan (konsultan perencana) dilakukan oleh PT. Deka Konsultan dan pengawasan pekerjaan (konsultan pengawas) dilakukan oleh PT. Trapenca Puga Raya. Lokasi Proyek Pembagunan Gedung Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan RI di Banda Aceh ini berada di Desa Lampineung, Kota Banda Aceh, dengan batasan-batasan sebagai berikut : sebelah Utara berbatasan dengan rumah toko;

-

sebelah Timur berbatasan dengan perumahan penduduk; sebelah Selatan berbatasan dengan rumah toko; dan sebelah Barat berbatasan dengan Jalan Tgk. Nyak Makam. Lokasi proyek tersebut untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A.1.3. halaman 44.

1.1

Tujuan Kerja Praktek (KP) adalah salah satu mata kuliah wajib yang harus diselesaikan untuk memenuhi persyaratan perkuliahan di Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala guna mencapai gelar sarjana (S1). Kerja praktek ini merupakan tugas lapangan selama dua bulan dengan cara mengamati dan mengikuti proses atau kegiatan pekerjaan konstruksi secara langsung pada proyek tertentu. Hasil pengamatan ditulis dalam suatu Laporan Kerja Praktek di bawah arahan dosen pembimbing, diperiksa dan dibahas oleh dosen pembahas, serta disahkan oleh bidang dan jurusan. Jenis proyek yang dipilih diutamakan sesuai dengan bidang studi. Tujuan kerja praktek ini adalah untuk mengamati secara langsung kegiatan pekerjaan konstruksi di lapangan agar mahasiswa dapat membandingkan secara langsung antara pekerjaan di lapangan dengan teori yang telah dipelajari di perkuliahan untuk menambah wawasan dan pengalaman bagi mahasiswa. Klasifikasi pemilihan proyek yang disyaratkan untuk Kerja Praktek yaitu dengan biaya lebih besar dari Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). Untuk Jurusan Sipil, proyek yang dapat dipilih adalah : - Gedung : minimal dua lantai dengan luas lantai lebih besar dari 500 m2; - Irigasi : bendungan dan bangunan;

- Jalan raya : lapisan perkerasan aspal beton mulai dari subgrade, kelas jalan minimal kelas II; dan - Jembatan permanen dengan bentang lebih besar dari 30 m.

BAB II

ORGANISASI PELAKSANA PROYEK Untuk mencapai hasil yang optimal dalam penyelesaian suatu proyek sangat tergantung pada sistem perencanaan sampai pelaksanaannya. Kelancaran suatu pekerjaan didukung oleh adanya unsur-unsur organisasi proyek, di mana masing-masing unsur yang terlibat di dalamnya bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan hingga selesainya proyek. Hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya adalah saling berkaitan, sehingga diharapkan dapat saling berinteraksi dan saling menunjang sesuai dengan fungsi dan wewenangnya masing-masing agar pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. 2.1 Struktur Organisasi Badan-badan hukum dan susunan organisasi pelaksanaan pekerjaan perlu dibentuk untuk menjamin pelaksanaan proyek agar dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan selesai pada waktunya (Soeharto, 2001 : 57). Masing-masing unsur organisasi tersebut memiliki fungsi dan tanggung jawab yang berbeda. Unsur-unsur organisasi yang terlibat langsung dalam Proyek Pembangunan Gedung adalah : 1. pemilik proyek (bouwheer/owner); 2. konsultan perencana (consultant/designer); 3. konsultan pengawas (direksi/supervisor); dan 4. pelaksana proyek (contractor). Setiap unsur yang terlibat harus dapat berinteraksi dengan baik dan saling menunjang antara satu dengan yang lainnya sesuai dengan wewenang dan fungsinya masing-masing agar sasaran pelaksanaan dapat tercapai sebagaimana diharapkan.

b. memberikan fasilitas baik berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh pihak penyedia jasa untuk kelancaran pekerjaan. 2003 : 38) adalah sebagai berikut: a. menunjuk penyedia jasa (konsultan dan kontraktor).1. menyediakan lahan untuk tempat pelaksanaan pekerjaan. b.1. f. g. 2002 : 39) adalah sebagai berikut : a. menyediakan dana dan kemudian membayar kepada pihak penyedia jasa sejumlah biaya yang diperlukan untuk mewujudkan sebuah bangunan. ikut mengawasi jalannya pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan dengan cara menempatkan atau menunjuk suatu badan atau orang untuk bertindak atas nama pemilik. d. menerima dan mengesahkan pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan oleh penyedia jasa jika produknya telah sesuai dengan apa yang dikehendaki. c. Tugas dan tanggung jawab perencana (Ervianto.2 Konsultan perencana Konsultan perencana (consultant/designer) adalah pihak perorangan atau badan hukum yang menerima tugas dari pemimpin proyek untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan dan memberikan saran-saran yang perlu dalam perencanaan/pelaksanaan proyek. Tugas dan tanggung jawab pemilik proyek (Ervianto. . 2. dan h. e. rencana kerja dan syarat-syarat. hitungan struktur. meminta laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan oleh penyedia jasa. memberikan usulan serta pertimbangan kepada pemilik proyek dan pihak kontraktor tentang pelaksanaan pekerjaan. baik secara perorangan (individu) atau badan hukum seperti wakil dari suatu perusahaan atau organisasi swasta maupun wakil suatu dinas. membuat perencanaan secara lengkap yang terdiri dari gambar rencana. mengesahkan perubahan dalam pekerjaan (bila terjadi).2.1 Pemilik proyek Pemilik proyek (bouwheer/owner) adalah pihak yang memiliki gagasan untuk membangun. rencana anggaran biaya.

mingguan. dan e. bulanan). menyusun laporan kemajuan pekerjaan (harian. 2002 : 40) adalah sebagai berikut : a. pengawas mempunyai tugas dan tanggung jawab (Ervianto. dan syarat-syarat. e. j. mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan konstruksi serta aliran informasi antar berbagai bidang agar pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar. memberikan jawaban dan penjelasan kepada kontraktor tentang hal-hal yang kurang jelas dalam gambar rencana. menghentikan sementara apabila terjadi penyimpangan dari peraturan ysng berlaku. badan hukum atau instansi yang ditunjuk dan diberi kuasa penuh oleh pemilik proyek untuk mengawasi dan mengontrol pelaksanaan pekerjaan di lapangan. pengawas bertanggung jawab kepada pemimpin proyek. c. membuat gambar revisi apabila terjadi perubahan perencanaan. Dalam mengawasi pelaksanaan pekerjaan. h.c. membimbing dan mengadakan pengawasan secara periodik dalam pelaksanaan pekerjaan. menghindari kesalahan yang mungkin terjadi sedini mungkin serta menghindari pembengkakan biaya. dan menyiapkan dan menghitung adanya kemungkinan bertambah atau berkurangnya pekerjaan. f. g. Dalam melaksanakan tugasnya. mengatasi dan memecahkan persoalan yang timbul di lapangan agar dicapai hasil akhir sesuai dengan yang diharapkan dengan kualitas. Konsultan pengawas Konsultan pengawas (direksi/supervisor) adalah perorangan.3 menghadiri rapat koordinasi pengelolaan proyek. Pengawas berhak memberikan saran dan petunjuk kepada pelaksana (pemborong/kontraktor) jika b. . kuantitas serta waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan. d. 2. mengawasi pelaksanaan pekerjaan dalam waktu yang telah ditetapkan. rencana kerja. Adanya pengawasan dari direksi diharapkan pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan memperoleh hasil sesuai perencanaan yang diharapkan. Pengawasan dan pengontrolan dilakukan agar tercapai hasil kerja sesuai dengan persyaratan yang ada atau berdasarkan petunjuk-petunjuk dalam aanwijzing. i. d.1. beberapa orang. menerima atau menolak material/peralatan yang didatangkan kontraktor. melakukan perhitungan prestasi pekerjaan.

d. dan g. c.dirasakan perlu. agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan peraturan yang telah disepakati bersama di dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). 2002 : 41) adalah sebagai berikut : a. Pelaksana disebut juga sebagai rekanan yang bertugas melaksanakan pekerjaan sesuai surat petunjuk dan surat perintah kerja dari pemimpin proyek setelah dinyatakan sebagai pemenang tender. e. menyediakan dan mempersiapkan perlengkapan bahan yang akan digunakan pada proyek sesuai .2 Hubungan Kerja antara Unsur-unsur Organisasi Proyek Dalam pelaksanaan sebuah proyek. mengadakan pemeliharaan selama proyek tersebut masih dalam tanggung jawab pelaksana. Adapun tugas dan tanggung jawab pelaksana (Ervianto. 2. Penunjukan pelaksana proyek dilaksanakan melalui proses pelelangan.4 Pelaksana proyek Pelaksana (contractor) adalah perorangan atau badan hukum yang dipercaya untuk melaksanakan pembangunan dan memiliki usaha yang bergerak di bidang jasa kontruksi sesuai dengan keahlian dan kemampuannya serta mempunyai tenaga ahli teknik dan sarana peralatan yang cukup. f. 2. dengan persyaratan bestek. bertanggungjawab terhadap fisik bangunan selama masa pemeliharaan.1. Secara teknis. yang selanjutnya melaksanakan pembangunan proyek tersebut sesuai dengan kontrak yang telah disepakati. hubungan kerja antara unsur-unsur organisasi yang terlibat dapat berupa hubungan kerja secara teknis dan hukum. menyediakan tenaga kerja yang berpengalaman serta peralatan yang diperlukan pada saat pelaksanaan pekerjaan. hubungan kerja ini b. melaksanakan seluruh pekerjaan sesuai dengan gambar bestek dan memenuhi peraturan yang tercantum dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). mempersiapkan sarana penunjang untuk kelancaran kerja. menyelesaikan dan menyerahkan pekerjaan tepat pada waktunya seperti yang telah ditetapkan dalam kontrak.

merupakan hubungan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan suatu proyek.1. maka seluruh teknis pengawasan diserahkan kepada pengawas. Gambar 2. pemilik proyek tidak dapat berhubungan langsung kepada pelaksana melainkan harus melalui pengawas.1 Struktur Hubungan KerjaSecara Teknis Sumber : Ervianto (2002 : 41) Dalam hal ini semua masalah teknis perencanaan diserahkan oleh pemimpin proyek kepada perencana. Hubungan ini dapat terlihat pada Gambar 2. Jika terdapat suatu masalah teknis yang perlu dibicarakan. Dalam pelaksanaan di lapangan pengawas memiliki kuasa penuh untuk . Berdasarkan penunjukan pengawas oleh pemimpin proyek.

Apabila teguran tersebut tidak diindahkan oleh pelaksana. Secara hukum masing-masing pihak mempunyai kedudukan yang sama dan terikat dengan kontrak.menegur pelaksana apabila pekerjaan yang dilaksanakannya menyimpang dari bestek. Pelaksana dan pengawas proyek bertanggungjawab terhadap pemilik proyek. perencana juga bertanggungjawab terhadap pemilik proyek. sehingga didapat hasil proyek sesuai dengan yang direncanakan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.2 . Keduanya saling keterkaitan satu sama lain. maka pengawas dapat menghentikan seluruh pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Sama halnya dengan pelaksana dan pengawas proyek. baik untuk sementara maupun seterusnya. sehingga masing-masing pihak menjalankan tugasnya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama.

Penentuan pelaksanaan proyek dapat dilakukan dengan cara penyediaan jasa dan swakelola. maka pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan metoda pelelangan terbatas dan diumumkan secara luas melalui media massa dan papan pengumuman . Menurut Keppres No. kontraktor Memberi jasa kepada pemilik proyek (owner) Kontrak Mengawasi RKS Realisasi RKS Gambar 2. 80 Tahun 2003 tentang pengadaan konstuksi.3 Pelaksanaan Pelelangan Pelelangan menurut Ervianto (2002 : 43) adalah suatu sistem penawaran di mana setiap rekanan yang diundang diberi kesempatan untuk mengajukan besarnya anggaran biaya pelaksanaan untuk proyek yang ditawarkan. pengawas. b. teknis dan keuangan (financial) untuk melaksanakan pembangunan suatu proyek.Keterangan: Membayar jasa kepada konsultan perencana. dalam hal jumlah penyedia barang/jasa yang mampu melaksanakan diyakini terbatas yaitu untuk pekerjaan yang kompleks. Melalui persaingan yang sehat di antara para kontraktor yang benar-benar mampu dan memenuhi syarat administratif. sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.2 Skema Hubungan Kerja Secara Hukum Sumber : Ervianto (2002) 2. pelelangan umum adalah metoda pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa atau papan pengumuman resmi untuk penerangan umum. Penyediaan jasa dapat dilakukan dengan cara: a.

serta harus diumumkan minimal melalui papan pengumuman resmi untuk penerangan umum dan bila memungkinkan melalui internet. maka akan dikenakan denda 1/1000 (satu per mil) dari harga kontrak untuk tiap-tiap hari kalender keterlambatan. maka untuk menetapkan pelaksana proyek diadakan pelelangan. Sistem pelelangan yang dilakukan adalah sistem pelelangan umum. serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya. dan d. Karena proyek pembagunan gedung merupakan milik pemerintah. Upah kerja yang dibayar kontraktor kepada kepala tukang adalah berdasarkan prestasi kerja. 2. . c.4 Tenaga Kerja Tenaga kerja pada proyek ini merupakan gabungan antara tenaga kerja lokal yang berasal dari daerah Aceh dan tenaga kerja yang didatangkan dari Medan dan Jawa yang disediakan oleh kontraktor sejumlah 135 orang. Pagi mulai pukul 08. sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari penyedia barang/jasa yang telah lulus prakualifikasi. Waktu kerja ditentukan. kemampuan dan kerja per harinya.5 Rencana Pelaksanaan Pekerjaan Penjadwalan dilakukan dengan menyusun sebuah time schedule.resmi dengan mencantumkan penyedia barang/jasa yang telah diyakini mampu. 2. pemilihan langsung adalah pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya penawaran. yaitu waktu pelaksanaan penyelesaian proyek. yaitu : a. guna memberi kesempatan kepada penyedia barang/jasa lainnya yang memenuhi kualifikasi. Dalam melaksanakan pekerjaannya mereka diklasifikasikan menurut bidang keahlian masing-masing dan dikepalai oleh seorang kepala tukang. dan b. sedangkan kepala tukang membayar upah harian kepada pekerja yang masing-masing berbeda menurut keahlian. pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan cara penunjukan langsung terhadap 1 (satu) penyedia barang/jasa dengan cara melakukan negosiasi baik teknis maupun biaya sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Untuk menjamin kelancaran dalam melaksanakan pekerjaan. kontraktor juga menyediakan tempat pemondokan bagi pekerjanya yang berada dalam lokasi proyek.00 WIB. Keterlambatan akibat pekerjaan yang tidak sesuai kualitas standar selama masa pelaksanaan merupakan tanggung jawab pelaksana dan tidak dapat meminta perpanjangan waktu dari jadwal kontrak.00 WIB.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB sampai dengan pukul 17. Apabila jangka waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan tidak dapat dipenuhi oleh kontraktor dan tidak dapat mengemukakan alasan-alasan keterlambatan. Sore mulai pukul 13. dalam keadaan tertentu dan keadaan khusus.

pekerjaan persiapan. . 12. 3. tenaga kerja dan alat-alat yang digunakan. pekerjaan kusen. bahan dan mutu sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat. pelaksana perlu mengatur langkah kerja setiap pekerjaan dari awal hingga akhir pekerjaan. 2. pekerjaan pemadam kebakaran. pekerjaan dinding. 11. pekerjaan kunci dan pengantung. pekerjaan atap. Berdasarkan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). pintu. Hal ini berfungsi untuk menentukan rencana kerja. pekerjaan beton.BAB III RUANG LINGKUP PEKERJAAN Pada pelaksanaan suatu proyek. pekerjaan plafond. pekerjaan pemancangan. 10. Pelaksana perlu mengatur volume pekerjaan untuk mengarahkan tenaga kerja dalam menggunakan peralatan yang diperlukan sehingga pemakaian waktu. 6. ruang lingkup pekerjaan pada Proyek Pembagunan Gedung Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan RI di Banda Aceh ini adalah : 1. jendela dan ventilasi. pekerjaan sanitasi. pekerjaan lantai. sehingga menghasilkan mutu pekerjaan dan waktu pekerjaan sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan. pekerjaan elektrikal. 13. pekerjaan tata udara. 9. 14. 5. 7. 4. 8. pekerjaan plesteran.

2.1. . pekerjaan lain-lain. pekerjaan pengecatan. pekerjaan pagar. Kaki tiang penyangga di cor dengan kedalaman 40 cm di dalam tanah dan 10 cm di atas permukaan tanah. koordinasi lapangan.1 Koordinasi lapangan Pekerjaan ini dilakukan pada areal pekerjaan untuk mengukur luasan tanah tempat areal pekerjaan akan dilakukan.15. Papan nama dibuat sedemikian rupa dengan ketinggian 2 m dari permukaan tanah. pekerjaan pengukuran/bouwplank. 3.1. 3. pembuatan barak pekerja.1 Pekerjaan Persiapan Pekerjaan persiapan meliputi semua kegiatan sebelum dilaksanakannya pekerjaan konstruksi/pekerjaan fisik. 16. dan 17. gudang. pekerjaan pembongkaran bangunan lama & pembersihan lapangan. maka tidak akan terjadi hambatanhambatan yang dapat mengganggu pelaksanaan proyek. direksi keet dan fasilitas lainnya.2 Pembuatan papan nama proyek Papan Nama Proyek diletakkan pada tempat yang mudah terlihat dan mudah dibaca dari jalan umum. Koordinasi lapangan dilakukan dengan cara mengukur koordinatkoordinat batas tanah dari areal pekerjaan agar tidak terjadi sengketa pada waktu yang akan datang. 4. 3. Koordinasi lapangan ini dilaksanakan dengan menggunakan theodolite. pembuatan papan nama proyek. Kontraktor diharuskan melaksanakannya guna mendukung kelancaran pekerjaan sehingga pada saat konstruksi berlangsung. 3. dan 5. Pekerjaan persiapan ini meliputi : 1.

Pembersihan lahan dilakukan pada areal pekerjaan dari segala kotoran/sampah dan akar-akar kayu serta sisa bangunan lama agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak mendapat gangguan yang dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan pekerjaan. direksi keet dan fasilitas lainnya Pekerjaan ini dibuat di sekitar bangunan yang akan dikerjakan.1. 3.2 Pekerjaan Pemancangan .1. Barak kerja dibuat untuk tempat tidur pekerja agar terlindungi dari hujan dan sinar matahari.4 Pekerjaan pengukuran/bouwplank Pemasangan bouwplank dilakukan dengan menggunakan kayu 5/5 cm dan papan bouwplank.3. 3. Pada saat pemasangan bouwplank harus mendapat persetujuan dari Direksi dan Pengawas Lapangan dari Konsultan Pengawas. lengkap dengan peralatannya. gudang. Bahan-bahan yang memerlukan perlindungan disimpan di dalam gudang demi menjaga mutu bahan yang telah/sudah dibawa ke lokasi pekerjaan. Kayu yang dipasang harus kuat agar tidak mudah lepas.1. Semua hasil dari pembongkaran bangunan dikeluarkan dari lokasi pekerjaan agar tidak mengganggu pekerjaan yang akan dilaksanakan. 3.3 Pekerjaan pembongkaran bangunan lama & pembersihan lapangan Bangunan lama yang terdapat di lokasi pekerjaan harus dibongkar terlebih dahulu untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan dan agar tidak mengurangi mutu bangunan yang akan dibangun. letak ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. Pengukuran as-as bangunan yang akan dilakukan harus siku dan ukurannya harus sesuai dengan gambar bestek dengan menggunakan theodolite.5 Pembuatan barak pekerja.

diatas lantai dan sampai setinggi 150 cm dari permukaan lantai setempat untuk sekeliling dinding ruang-ruang basah (toilet. Pengukuran (Uit-zet) harus dilakukan secara teliti dan sesuai . Pengecoran menggunakan mutu beton K300. Adukan yang telah mengering akibat tidak habis digunakan sebelumnya.4 Pekerjaan Dinding Pemasangan dinding Bata merah setebal 1/2 bata dan sekat dinding (partisi) dilakukan untuk seluruh pembatas ruangan. kamar mandi dan WC). dan dinding penahanan tanah emperan keliling bangunan. Pekerjaan ini dilakukan sesuai dengan gambar rencana dan mendapat persetujuan direksi. ring balok. 3. Pasangan adukan 1 Pc : 4 Ps berada di atas pasangan kedap air tersebut.3 Pekerjaan Beton Pekerjaan ini meliputi kegiatan yaitu pile cap. tidak boleh dicampur lagi dengan adukan yang baru. plat lantai. mencampur semen dengan pasir harus dalam keadaan kering yang kemudian diberi air sampai didapat campuran yang plastis. dan plat bordes. pada saat pembongkaran papan mal dilakukan penyiraman air agar kualitas beton yang dihasilkan baik dan tahan. melaksanakan setting out (penentuan titik posisi tiang di lapangan sesuai dengan gambar rencana dengan menggunakan theodolite ). dan pasangan dinding penahanan tanah emperan keliling bangunan. kolom. diaduk di dalam bak kayu yang memenuhi syarat. Setelah pengecoran dilakukan. tie beam/sloof. penumpukan sementara tiang pancang. melaksanakan kalendering pada akhir pemancangan. Adukan pasangan dibuat secara hati-hati. plat tangga. Tiang pancang yang digunakan adalah tiang pancang mini jenis persegi 20 x 20 cm dengan mutu beton K500 dengan kedalaman tiap titiknya direncanakan 30 m per titik pemancangan. dan pemotongan tiang pancang. Pasangan kedap air (1 Pc : 2 Ps).Pekerjaan pemancangan ini secara garis besar terdiri dari pengadaan tiang pancang. 3. semua pasangan bata dimulai diatas sloof antara 35 cm sampai setinggi 65 cm (sesuai gambar). Sebelum pengecoran terlebih dahulu dilakukan pemasangan papan mal untuk tempat pengecoran sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan dalam gambar. pelaksanaan pemancangan tiang pancang (dengan menggunakan Pile Hammer). seperti tertera dalam gambar dan dijelaskan dalam gambar detail. Pekerjaan pengecoran dilakukan dengan adukan 1 : 3 : 5.

Untuk atap digunakan Atap Genteng Metal dan bubungan memakai jenis yang sama dengan atap yang digunakan. dan pengukuran harus dilakukan dengan benang. Untuk mencapai tebal plesteran yang rata sebaiknya diadakan pemeriksaan secara silang dengan menggunakan mistar kayu panjang yang digerakkan secara horizontal dan vertikal. Ketebalan yang. dari pasangan bata yang telah selesai. Tiap sambungan diberi overlapping sesuai dengan spesifikasi pabrik.5 Pekerjaan Plesteran Pekerjaan plesteran dilakukan pada seluruh pasangan bata. Bubungan ditutup dengan seng bubungan. 3. Pemasangan atap dipakukan langsung pada gording dengan menggunakan paku ulir (paku khusus untuk atap).5 cm. semua siar permukaan dinding batu bata dikorek sedalam 0. Tindisan antara satu lembaran bubungan dengan lembaran bubungan lainnya harus sesuai dengan persyaratan pabrik minimal 10 cm.50 cm. beton bertulang dan dinding penahanan tanah emperan keliling bangunan. Permukaan beton yang akan diplester dibuat kasar agar bahan plesteran dapat merekat dengan baik. Pengukuran pasangan benang antara satu kali menaikkan benang tidak boleh melebihi 30 cm.gambar. Semua pasangan dinding harus rata (horizontal).6 Pekerjaan Atap Pekerjaan atap terdiri pekerjaan rangka atap baja ringan untuk semua rangka atap dan penutup atap genteng metal untuk semua penutup atap.00 cm sampai 1. 3. Ketebalan plesteran pada semua bidang permukaan harus sama tebalnya dan tidak diperbolehkan plesteran yang terlalu tipis dan terlalu tebal. Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak mengakibatkan kebocoran. . dinding dibasahi dengan air. Pelaksanaan rangka atap baja ringan dilakukan oleh tenaga ahli atau disetujui oleh Direksi/Konsultan Pengawas. sehingga hasil akhir pasangan akan rapi. sedangan plesteran bata lainnya dipergunakan campuran 1 Pc : 4 Ps. diperbolehkan berkisar antara 1. Alur seng harus dipasang merata (tidak bolak balik). Adukan plesteran pasangan bata kedap air dipakai campuran 1 Pc : 2 Ps . Sebelum plesteran dilakukan dinding dibersihkan dari semua kotoran.

kayu rangka. 20 x 20 cm untuk lantai kamar mandi. serta rol cat untuk bidang luas. seperti yang tercantum dalam gambar. Cek elevasi. peralatan dan konstruksi penggantungnva. pipa-pipa dan perlengkapan mekanikal/elektrikal lainnya. Keramik yang dipakai ukuran 40 x 40 cm untuk lantai. Pasang rangka tepi (steel hollow) dan wall angel profil L 20 x 20 mm atau moulding profil W sebagai list tepi tepat pada sipatan penandaan elevasi plafond.8 Pekerjaan Lantai Bagian ini mencangkup semua pekerjaan penutup lantai dalam bangunan dan teras-teras termasuk tangga. Cat seluruh permukaan plafond sampai merata dengan kuas untuk bagian tepi dan sudut. Bahan yang digunakan adalah gypsum. Pasang rangka pembagi/Furing Chanel dengan jarak 600 mm menggunakan locking clip. Pasang panel gypsum pada rangka dengan sekrup ceiling menggunakan obeng dengan jarak 60 cm dan setiap sambungan harus tepat pada rangka. Cek kerapihan dan kerataan bidang plafond dengan menggunakan waterpass. untuk anak tangga ukuran 10 x 40. Pekerjaan plafond dimulai dengan menentukan elevasi plafond dan membuat garis sipatan pada dinding dan as sumbu ruangan serta titik-titik paku pada langit-langit dengan jarak sesuai gambar kerja. Tentukan jarak penempatan kait penggantung dan pasang tarikan benang sebagai pedoman penentu kelurusan dan ketinggian rangka plafond. Perataan sambungan plafond dengan menggunakan ceiling net/lakban dan ditutup dengan paper tape dan compound ceiling lalu diamplas. Haluskan dengan amplas sampai rata dan benar-benar halus. Pasang rangka utama dengan jarak 1200 mm. Rangka plafond menggunakan rangka galvanis. . Paku-paku kait dipasangkan pada garis yang telah ditentukan yaitu 600 x 1200 mm. Pasang dan kencangkan clip/Rod. penyiapan tempat serta pemasangan plafondnya sesuai gambar kerja. jarak rangka plafond. ukuran 600 x 1200 mm. Ratakan permukaan plafond gypsum menggunakan plamur sampai terlihat rata dan lurus. Pasang penggantung rangka plafond (Rod) yang terdiri dari hanger dan clip adjuster dengan posisi tegak lurus.3.7 Pekerjaan Langit-Langit Meliputi penyediaan bahan langit-langit. 3.

Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik hingga betul-betul bersih. Warna kaca disesuaikan dengan permintaan Direksi. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan pabrik. Pintu. Pemasangan keramik lantai dimulai dari tulangan ini. Bahan keramik sebelum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampai jenuh. Bersihkan segera bekas adukan dari permukaan dengan air bersih. 3. dengan ketebalan rata-rata 2-4 cm. keramik lantai agar direndam dalam air terlebih dahulu. Kaca yang digunakan dalam untuk jendela dan ventilasi menggunakan kaca dengan ketebalan 5 mm.9 Pekerjaan Kusen. Sebelum dipasang. Pintu. Ukuran pintu.benar ahli dan berpengalaman. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan serapirapinya oleh tukang yang benar. Keramik yang akan dipasang harus dalam keadaan baik. dengan adukan untuk lantai beton tumbuk 1 Pc : 3 Ps : 6 Kr. Setiap jalur pemasangan sebaiknya ditarik benang rata air. cacat ataupun bernoda. Atur kedudukan kusen dengan baji karet/kayu dan atur kelurusan/kedudukan kusen terhadap dinding. sesuaikan lubang kusen dengan ukuran kusen (selisih lubang 1 cm) dan masukkan kusen yang siap dipasang ke lubang tembok dengan bantuan baji karet/kayu. Jendela dan Ventilasi Pekerjaan kusen menggunakan alumunium. baik permukaan dasar maupun di badan belakang keramik lantai yang terpasang. tidak retak. jendela dan ventilasi menggunakan alumunium. cukup kering dan rata air. Dinding dengan pengakhiran keramik.Dasar lantai dilapis pasir pasangan setebal 5cm. Pasang kusen pintu/jendela alumunium pada lokasi yang ditentukan (sesuai tipe yang ada pada gambar rencana). minimum 3 mm dan maksimum 6 mm. . Bahan yang digunakan yaitu keramik ukuran 20 x 25cm dan sebagai pengikat spesi dengan campuran 1 Pc : 3 Ps. Pemasangan pelapis dinding keramik dilakukan pada semua dinding kamar mandi. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan/tangga/lantai yang ada. jendela dan ventilasi disesuaikan dengan ukuran gambar bestek. Perbandingan adukan dan ketebalan rata-rata yang dianjurkan adalah semen : pasir = 1 : 6. Permukaan lantai yang akan dipasang keramik harus bersih. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus putih. Ukuran kusen yang akan dibuat harus sesuai dengan ukuran gambar bestek.

3. Pengisian pada celah antara kusen dan dinding digunakan dengan adukan semen. pipa-pipa PVC sesuai gambar kerja. Grendel 1 buah dan hak angin dipasang 2 (dua) buah untuk setiap daun jendela. Untuk menghindari cacat pada profil-profil alumunium yang telah terpasang. engsel-engsel dari Stainless Ukuran 4" dan 3" kualitas baik.20 m. kabel-kabel. Engsel jendela dipasang 2 (dua) buah pada setiap daun jendela. penyambungan arus yang bersumber dari bangunan yang telah ada. maka diberi pelindung sejenis vaseline/isolasi kertas/plastik pada tempat yang rawan goresan. Bila tidak disebutkan dalam gambar.Lubangi dinding melalui lubang kusen dengan bor untuk tempat sekrup dan masukkan sekrup ke dalam lubang bor lalu dikencangkan dengan obeng. dll).00 m atau 1. Atur perlengkapan serta asessorisnya (roda/rel. Sedangkan sistem pemasangan pipa-pipa listrik pada dinding maupun beton harus ditanam (sistem inbouw) dan penarikan kabel (jaringan kabel) di atas plafond diikat dengan isolator khusus dengan jarak 1. Pasang daun pintu/jendela (setelah dipasang kaca) ke dalam kusen. atau jaringan kabel di atas plafon tersebut dimasukkan dalam pipa PVC. Engsel pintu dipasang 2 (dua) buah dibagian atas dan bawah setiap lembaran daun pintu. Pemasangan instalasi listrik dan tata letak titik lampu/stop kontak serta jenis armatur lampu yang dipakai harus dikerjakan sesuai dengan gambar instalasi listrik.10 Pekerjaan Kunci dan Penggantung Pekerjaan pengunci dan penggantung dipasang pada semua daun pintu dan jendela. Kunci pintu dipasang 2 (dua) slaag (dua kali putar) yang berkualitas baik. engsel. Untuk melengketkan alat tersebut ke daun jendela harus menggunakan mur (atau sejenis) seperti tersebut pada ayat pasal ini. 3. Khusus untuk instalasi stop kontak harus dilengkapi . kunci. Pasangan harus rapi dan dapat hekerja dengan baik. penyediaan bola lampu. Grendel dan hak angin berkualitas baik. Pemasangan dilakukan dengan mur khusus untuk alumunium dan dilakukan dengan alat khusus untuk kusen alumunium. selanjutnya pada jendela dipasang grendel dan hak angin.11 Pekerjaan Elektrikal Pekerjaan instalasi listrik meliputi pemasangan seluruh jaringan instalasi di dalam bangunan.

pemasangan kabel instalasi fire alarm. Pasang fiting.kabel arde (pentanahan) sesuai dengan peraturan yang berlaku (mencapai dan terendam air tanah). dan pemasangan peralatan utama. Pasang detector dan sambung kabel instalasinya. Sambung instalasi tersebut ke indoor dan outdoor. Setelah pekerjaan ducting selesai dilanjutkan dengan pekerjaan pipa refrigerant . Setelah instalasi saluran selesai lalu dites kebocoran dengan pencahayaan atau pengasapan. Seng dilipat dan slip untuk sambungan dengan mesin lock former. Membuat kep dan flens untuk sambungan saluran. Buat galian untuk instalasi outdoor. 3. Bersihkan dalam pipa dengan menggunakan kain. Pasang sparing pipa pada struktur. Tes pemakaian. pemasangan detector . Pasang asessories pipa seperti sight glass dan filter dryer .12 Pekerjaan Pemadam Kebakaran Pekerjaan pemadam kebakaran dimulai dengan menandai plafond dengan kapur/spidol. Potong pipa tembaga sesuai pengukuran di lapangan. Lalu saluran dibalut dengan glass wool & aluminium foil. Saluran yang sudah dirakit setiap sambungannya diberi plinkote . Kencangkan detector dengan sekrup dan lindungi detector dari debu.tiap fiting pipa. Saluran digantung/dipasang sesuai dengan gambar di lapangan. Las fitting pada pipa dengan menggunakan LPG dan Oxigen (dilas panjang pipa untuk daerah yang aman di lapangan). Pekerjaan ini dilakukan oleh pekerja yang ahli dalam bidang tersebut. . 3. Isi pipa dengan air pakai test pump dan beri tekanan pada pipa dengan menggunakan test pump. pemasangan terminal blok. sesuai tekanan yang diinginkan untuk pengetesan kebocoran. Pemasangan hydrant sesuai gambar.fiting pipa dan beri lem Epoxy untuk pipa GIP pada tiap. Tarik kabel instalasi keluar plafond. Ukur jarak indoor ke outdoor unit termasuk jarak untuk elbow.13 Pekerjaan Tata Udara Pekerjaan tata udara dimulai dengan membuat saluran ducting dengan memotong seng BJLS sesuai ukuran gambar. Vacum instalasi melalui outdoor unit. Pasang armaflex pada pipa. pemasangan instalasi rak kabel. Urutan pelaksanaan pada pekerjaan pemadam kebakaran ini adalah pemasangan instalasi conduit. Seng diroll untuk membuat tulangan. Cat pipa yang tidak dalam keadaan tertanam dalam tanah dan plinkote untuk pipa yang ditanam dalam tanah.

pipa-pipa PVC dan sebagainya sehingga instalasi berfungsi dengan baik. Pekerjaan cat kayu harus dilakukan lapis demi lapis dengan memperhatikan waktu pengeringan jenis bahan yang digunakan.14 Pekerjaan Sanitair Pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor meliputi pemasangan seluruh jaringan instalasi didalam bangunan. 3. Pipa-pipa PVC yang digunakan Type AW dari beberapa uku ran. Kran air yang digunakan harus poliakitact atau yang setara dari steinlessteel. 3" dan 4". penghalusan dengan amplas.Setelah instalasi vacum isi dengan freon baca melalui analyzer.16 Pekerjaan Lain-lain . antara lain diameter. bidang-bidang beton dan plafond. 3. Pipa diameter 1/2" dan 3/4" digunakan untuk instalasi air bersih serta ukuran 3" lan 4" untuk instalasi air kotor (Buangan KM/WC). Pekerjaan meni. pengecatan minimal 2 (dua) kali. elbow dan T yang sesuai dengan spesifikasi dan ukuran bahan yang direkatkan dengan mengunakan lem PVC. 1/2". penyediaan bahan-bahan kelengkapan. penyambungan yang bersumber dari bangunan yang telah ada. Pekerjaan septictank dan resapan dilakukan sesuai dengan spesifikasi gambar dan tata letakmya sesuai dengan petunjuk Pengawas Lapangan. Sebagai alat sambung digunakan sock drat. dan finishing dengan cat kayu sampai rata minimal 2 (dua) kali. 1 (satu) kali lapis pengisi dengan plamur kayu. Pelaksanaan dilakukan sesuai dengan gambar bestek dengan persetujuan direksi. Kloset jongkok dan kloset duduk menggunakan bahan keramik dengan merek KIA atau yang setara. 3/4". AC siap untuk dites (pada waktu pengetesan baca ampere melalui tang ampere). Urutan pekerjaan sebagai berikut : 2 (dua) kali pengerjaan meni kayu. berwarna sama.15 Pekerjaan Pengecatan Cat kayu untuk bidang-bidang kayu listplank yang nampak. Pengecatan dilakukan serapi mungkin. 3. Cat tembok untuk dinding yang diplester.

pekerjaan pondasi tiang pancang. Pekerjaan realing tangga. . dan 4. Pemasukan air PDAM dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Semua sisa bekas pekerjaan yang tidak diperlukan dikeluarkan dari lokasi pekerjaan. 3. relief dinding dilakukan oleh tenaga kerja yang ahli dalam bidang tersebut dan dibuat serapi mungkin dan sesuai dengan gambar dan mendapat persetujuan Pengawas Lapangan. pekerjaan pile cap. 2. Bahan yang digunakan harus sesuai dengan spesifikasi bahan dan pekerjaan sesuai dengan rencana anggaran biaya.17 Pekerjaan Pagar Pekerjaan pagar bangunan dilakukan sesuai dengan gambar bestek dan persetujuan direksi. Di dalam pekerjaan ini juga dilakukan pembuatan sumur bor dangkal dan instalasi air dari sumur ke dalam bangunan. BAB IV KEGIATAN PROYEK YANG DIIKUTI Kegiatan proyek yang penulis ikuti selama 2 (dua) bulan melaksanakan Kerja Praktek pada Proyek Pembagunan Gedung Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan RI di Banda Aceh ini adalah pekerjaan yang meliputi : 1.Pekerjaan lain-lain yaitu pembuatan skycross yang dibuat sesuai dengan spesifikasi gambar dan mendapat persetujuan Pengawas Lapangan. 3. Pekerjaan finishing dilakukan pada bagian-bagian yang perlu dirapikan atau mendapat perintah untuk dirapikan dari Pengawas Lapangan. pekerjaan kolom lantai I. Tower air dibuat sekokoh mungkin agar tidak mudah rusak. pekerjaan sloof. Tower air dibuat dengan rangka baja dengan ukuran sesuai dengan spesifikasi gambar dan dikerjakan oleh tenaga kerja yang ahli dibidang tersebut.

Pemancangan ini dilakukan sebanyak 192 (seratus sembilan puluh dua) titik pemancangan. pile driving analyzer test. 4. pemancangan tiang pancang. 3. kemudian setelah cukup kuat (keras) lalu diangkat dan dipancangkan ke dalam tanah. Adhimix Precast Indonesia. pengadaan tiang pancang.2 Penumpukan sementara tiang pancang . Tahap-tahap dari pekerjaan pondasi pondasi tiang pancang adalah : 1. Pemancangan ini menggunakan tiang pancang beton pratekan berbentuk persegi yang berukuran 20 x 20 cm. Yang dimaksud dengan sistem ini adalah tiang pancang dari beton bertulang yang dicetak dan dicor dalam acuan beton (bekisting). Pada proyek gedung ini tiang pancang yang direncanakan berjumlah 960 (sembilan ratus enam puluh) buah tiang pancang. 5.4.1 Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang (Precast Concrete Pile) Proyek pembangunan Gedung Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan RI di Banda Aceh ini menggunakan sistem pondasi tiang pancang (Precast Concrete Pile). penumpukan sementara tiang pancang. melaksanakan setting out. maka tiang pancang beton ini haruslah diberi penulangan-penulangan yang cukup kuat untuk menahan momen lentur yang akan timbul pada waktu pengangkatan dan pemancangannya. sedangkan berat sendiri daripada beton adalah besar. hal ini tergantung dari dimensinya. Karena tegangan tarik beton adalah kecil dan praktis dianggap sama dengan nol. sebab kalau ternyata panjang daripada tiang ini kurang terpaksa harus diadakan penyambungan. Tiang pancang ini dapat memikul beban yang besar.1. Dalam perencanaan tiang pancang ini panjang dari pada tiang harus dihitung dengan teliti. 4. 4. 2. dan 6.1 Pengadaan tiang pancang Tiang pancang (Precast Concrete Pile) ini dipesan dan didatangkan langsung dari PT. pemotongan ujung atas tiang pancang.1.

Besi las yang digunakan adalah type LB-52 Ø 40 mm. Perletakan titik tiang pancang dilakukan dengan menggunakan alat ukur theodolite dan waterpass. Pemancangan dilakukan dengan menggunakan mesin pancang jenis Diesel Pile Hammer dengan tipe hammer K-13. Tiang pancang berbentuk persegi dan berukuran 20 x 20 cm dengan panjang tiang 6 (enam) meter. Untuk mencapai kedalaman 30 (tiga puluh) meter.1. Posisi pemancangan yang telah diukur ditandai dengan menggunakan tali raffia sepanjang 1. Tiang pancang disambung dengan cara pengelasan penuh di sekeliling pertemuan kedua plat ujung tiang pancang. Gambar dokumentasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A. di setiap titik tiang pancang harus dilakukan 4 (empat) kali joint atau penyambungan tiang pancang. Pengangkatan tiang pancang dilakukan dengan trailer yang menggunakan alas kayu sehingga dapat menghindari benturan-benturan yang berlebihan yang dapat menimbulkan kerusakan pada tiang pancang. 4. kepala tiang pancang harus dilindungi dengan bantalan (driving tap). Di lapangan tiang pancang (Precast Concrete Pile) yang telah dipesan tersebut diletakkan dan disusun di atas tanah terbuka tanpa alas. 4.1.4 Pemancangan tiang pancang Pemancangan ini menggunakan tiang pancang beton pratekan dengan mutu beton K-500.1 halaman 68.4.2 m yang pada bagian tengahnya ditancapkan ke dalam tanah dengan menggunakan paku 5 inci.Tiang pancang (Precast Concrete Pile) yang telah dipesan didatangkan minimal dua pekan setelah pemesanan dilakukan. agar pemancangan tiang betul-betul vertikal tegak lurus seperti yang diinginkan. Pada waktu pemancangan.3 Melaksanakan setting out Setting out atau penentuan titik posisi tiang pancang di lapangan sesuai dengan gambar rencana dilaksanakan oleh 2 (dua) orang Surveyor dengan menggunakan alat ukur theodolite dan bak ukur. . Tiang pancang diangkat dengan crane sedemikian rupa sehingga dapat menghindari benturan-benturan yang berlebihan yang dapat menimbulkan kerusakan pada tiang pancang.

Sensor ini dihubungkan dengan alat pembaca tekanan yang disebut Pile Driving Analyzer. panjang tiang efektif terpancang dan kerusakan tiang di dalam tanah.1. Uji disaksikan perwakilan dari masingmasing pihak.0 cm. 4. efisiensi dari hammer. Tim penguji didatangkan dari Jakarta beserta dengan alat ujinya.4. Hasil dari kalendering menunjukkan tiang yang diuji sudah memenuhi syarat 2.4.6 Pemotongan ujung atas tiang pancang Pekerjaan pemotongan ujung atas tiang pancang diawali dengan pembukaan tutup atas tiang pancang kemudian beton pada ujung tiang pancang yang berada di atas tanah dihancurkan . yang ditandai dengan patahnya tiang saat dipancang atau secara teoritis pemancangan dapat dihentikan apabila pada 10 (sepuluh) kali pukulan terakhir didapat penetrasi 2. Tim ini mandiri bersifat lepas dari ketiga pihak yang terlibat langsung.5 Pile driving analyzer test PDA (Pile Driving Analyzer) dilaksanakan pada tanggal 03 November 2008 atas kesepakatan semua pihak yang terlibat dalam proyek ini. Jumlah titik uji PDA (Pile Driving Analyzer) adalah 2 (dua) titik tiang pancang sesuai dengan kesepakatan. Hasil dari PDA (Pile Driving Analyzer) test adalah daya dukung aksial. Kalendering ini dilakukan langsung dengan bantuan pekerja untuk mengetahui penurunan seketika setalah 10 (sepuluh) pukulan hammer.3 halaman 69. 4.4 halaman 69 dan Lampiran A Gambar A.1.5 halaman 70. Gambar dokumentasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A. Kertas grafik dilekatkan di badan tiang pancang yang gampang terjangkau oleh pekerja. Alat PDA (Pile Driving Analyzer) test terdiri dari 2 (dua) buah sensor yang dipasang pada badan tiang yang akan diuji.2 halaman 68 dan Lampiran A Gambar A.4.4. Gambar dokumentasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A. Pembacaannya berupa grafik yang akan terbentuk ketika tiang ditumbuk oleh hammer (hammer yang sama untuk pemancangan). PDA (Pile Driving Analyzer) test pada tiangtiang yang nantinya akan terpakai pada konstruksi gedung. Tang-tiang yang diuji dipilih random oleh penguji.5 cm untuk 10 pukulan.Tiang pancang dipancang sampai kedalaman 30 (tiga puluh) meter atau bila sudah mencapai tanah keras.

4. tipe 3 (PC4) Pile cap PC4 yang terdiri dari 4 (empat) buah tiang pancang sebagai pondasi dalam. pemasangan bekisting pile cap. Pekerjaan pile cap pada proyek ini terdiri dari 4 (empat) tipe. yaitu: 1. pile cap ini berbentuk persegi. pile cap ini berbentuk trapesium. Tahap-tahap pengerjaan pile cap meliputi: 1. 4.1 Pekerjaan pembesian pile cap . tipe 4 (PC5) Pile cap PC5 yang terdiri dari 5 (lima) buah tiang pancang sebagai pondasi dalam. 2. Pile cap ini berfungsi sebagai penyatu antar tiang pancang pada masing – masing titik. tipe 1 (PC2) Pile cap PC2 yang terdiri dari 2 (dua) buah tiang pancang sebagai pondasi dalam. pembukaan bekisting pile cap. pengecoran pile cap. 2. 3. 4. tipe 2 (PC3) Pile cap PC3 yang terdiri dari 3 (tiga) buah tiang pancang sebagai pondasi dalam. perawatan beton pile cap. pile cap ini berbentuk persegi. 3.7 halaman 71.sehingga sisa tulangan dalam tiang pancang tersebut menjadi angker pada saat pembesian tulangan pile cap. dan 5.2 Pekerjaan Pile Cap Pada bagian atas pondasi tiang pancang dibuat pile cap (pondasi tapak) dari beton bertulang. 4.4. pekerjaan pembesian pile cap.2. Gambar dokumentasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A. pile cap ini berbentuk persegi panjang. Pemotongan ujung atas tiang pancang dilakukan dengan menggunakan alat pemotong besi.6 halaman 70 dan Lampiran A Gambar A. 4.

Sangkar berbentuk persegi diletakkan pada 4 (empat) buah tiang pancang yang terletak di satu titik.2.2. Setelah pekerjaan perangkaian selesai kemudian rangkaian tulangan besi ini dibawa ketempat pemasangan. dilanjutkan dengan pemasangan bekisting untuk pile cap. Tulangan ini diikat dengan menggunakan kawat beton Ø1 mm. Sangkar besi ini diletakkan di atas pondasi tiang pancang kemudian dikait pada besi angker yang merupakan besi ujung atas tiang pancang yang telah dibengkokkan. Bekisting dibuat dari papan 2/20 cm yang dipotong sesuai dengan ukuran pile cap.4. Tulangan yang dipakai terlebih dahulu diukur lalu dipotong dengan alat pemotong besi. 4. Gambar dokumentasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A. Besi angker ini berfungsi sebagai pengaku pile cap dengan tiang pancang agar rangkaian tulangan tidak terjadi pergeseran pada saat pengecoran. dan sangkar berbentuk persegi panjang diletakkan pada 2 (dua) buah tiang pancang yang terletak pada 1 (satu) titik. Besibesi tulangan yang akan dipotong sesuai dengan ukurannya. Papan ini kemudian dirangkai dengan keempat sisinya diberikan pengaku sehingga membentuk sudut siku-siku.8 halaman 71. Gambar dokumentasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A.9 halaman 72.2 Pemasangan bekisting pile cap Setelah pekerjaan pembesian selesai dikerjakan. Pada pertemuan ujung-ujung sisi antar papan mal dibuat cukup rapat untuk mencegah keluarnya campuran mortar pada saat pengecoran.3 Pengecoran pile cap .4. lalu dibengkokkan kemudian dirangkai berbentuk sangkar yang disesuaikan dengan gambar rencana. 4. kemudian diikat dengan kawat. Bekisting harus direncanakan sedemikian rupa sehingga pembukaannya dapat dilaksanakan dengan aman tanpa merusak permukaan beton. Tulangan yang digunakan adalah besi ulir D13 untuk tulangan atas dan D16 untuk tulangan bawah. sangkar berbentuk trapesium diletakkan pada 3 buah tiang pancang yang diletakkan pada satu titik.Pekerjaan pembesian pile cap diawali dengan pemotongan dengan menggunakan alat pemotong besi (Bar Cutter) dan pembengkokan besi dengan menggunakan alat pembengkok besi (Bar Bender) yang dilakukan di lokasi proyek pada tempat yang telah dibuat secara khusus.

truck mixer. perlu agar tulangan jangan diganggu dan acuan jangan sampai rusak atau berpindah tempat. 2. kereta sorong untuk memasukkan mortar. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan rongga-rongga udara yang tersekap dalam campuran mortar guna untuk mencapai kepadatan yang maksimum. 3. Pengadukan campuran dilakukan dengan menggunakan truck mixer. Pelaksanaan pengecoran ini dilakukan secara manual. dengan mutu beton K-300.4 Perawatan beton pile cap . 4. Gambar dokumentasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A. kemudian diangkut dengan timba dan dituang ke dalam cetakan bekisting.Pengecoran dilakukan setelah pembesian dan pemasangan bekisting siap dikerjakan. Pengecoran pile cap ini menggunakan ready mix concrete yang berasal dari batching plan PT. Mutu beton yang direncanakan adalah K.4. dan 5. Pada saat pengecoran pile cap digunakan tenaga kerja sebanyak 8 (delapan) orang.10 halaman 72.300 dengan campuran 1 Pc: 2 Ps : 3 Kr ditambah air dalam perbandingan volume. KM Beton Concrete mix design. Penuangan mortar dilakukan terus menerus di mana tiap lapisan diratakan dengan sendok perata kemudian dipadatkan secara merata ke dalam tempat-tempat di sekitar tulangan dan kesudut-sudut acuan dengan menggunakan concrete vibrator. tangga kayu yang digunakan untuk mengangkut mortar ke dalam bekisting saat dilakukan pengecoran pile cap. Mortar yang digunakan dalam pengecoran ini proses pencampuran dan pengadukannya dilakukan di batching plan PT. 4. Pemadatan juga bertujuan untuk menjamin perlekatan yang baik antara beton dengan baja tulangan serta sarana lain yang ikut dicor. Pada saat beton dipadatkan. kemudian dituang ke dalam kereta sorong. pemadat beton (Concrete Vibrator). sendok semen. KM Beton dan setelah itu barulah mortar dibawa ke lokasi proyek dengan menggunakan mobil TM (truck mixer).2. Adapun alat yang digunakan dalam pekerjaan pengecoran ini adalah sebagai berikut: 1.

maka diantara pondasi dan kolom-kolom bangunan tersebut dipasang sloof. pekerjaan pembesian sloof. juga agar papan bekisting tetap bagus karena akan dipakai untuk keperluan lain. pemasangan bekisting sloof. yaitu berkisar 6 (enam) jam sampai 8 (delapan) jam setelah pengecoran yang bertujuan untuk mencegah terjadinya keretakan pada sloof. Pekerjaan sloof dilakukan setelah pekerjaan pile cap selesai. Pekerjaan dilakukan secara hati-hati. 4.Perawatan beton pile cap dilakukan dengan menutupi permukaan beton dengan kantong semen bekas yang dibasahi selama 1 (satu) hari. 2. Pekerjaan ini dilakukan oleh 3 (tiga) orang tenaga kerja. Pekerjaan ini dilakukan oleh 3 (tiga) orang pekerja. Tahapan-tahapan dari pekerjaan sloof adalah: 1. pengecoran sloof. agar tidak merusak permukaan beton yang telah dicor.2. yaitu: . 4. 3.5 Pembukaan bekisting pile cap Pekerjaan pembukaan cetakan pondasi tapak dilakukan setelah beton berumur ± 2 (dua) hari. selain untuk menjaga lapisan kolom agar tidak terkelupas. dan 5.1 Pekerjaan pembesian sloof Pekerjaan pembesian sloof pada proyek ini terdiri dari 2 (dua) tipe. Pembukaan bekisting harus dilakukan dengan baik.3. 4. pembukaan bekisting sloof. 4. Peralatan yang digunakan pada saat pembukaan bekisting adalah palu dan linggis. perawatan beton sloof.3 Pekerjaan Sloof Agar seluruh konstruksi pondasi dan kolom-kolom dari bangunan tersebut menjadi satu kesatuan yang kokoh dalam memikul seluruh muatan bangunan. Perawatan ini dilakukan jika cuaca panas dan setelah beton mengeras.

Semua besi tulangan yang dipakai harus ditekuk dan dibentuk sesuai dengan yang tertera pada gambar. SK SNI – T – 15 -1991 – 03 menyebutkan pada saat beton dicor. tipe S1 dengan ukuran 30/50 a. Semua besi yang dipakai untuk tulangan terlebih dahulu dibentuk dan dipotong di lokasi kerja. Penulangan pada momen lapangan: atas 3 D19 mm tengah 2 D8 mm bawah 3 D19 mm sengkang Ø10 -125 mm Pekerjaan pembesian dilakukan langsung di atas papan mal dan dirangkai sesuai gambar rencana. Penulangan pada momen lapangan: atas 3 D19 mm tengah 2 D8 mm bawah 3 D19 mm sengkang Ø10 -125 mm 2. Sebelum diadakan pemotongan. tipe S2 dengan ukuran 30/60 a. Penulangan pada momen tumpuan: atas 3 D19 mm tengah 2 D8 mm bawah 3 D19 mm sengkang Ø10 -125 mm b. Tulangan-tulangan yang telah dibentuk diangkat ke atas papan mal . Besi yang diluruskan diletakkan diantara potongan besi dan diluruskan dengan menggunakan kunci khusus.1. karat serta bahan-bahan lain yang dapat menyebabkan kurangnya daya ikat besi tulangan terhadap beton. Penulangan pada momen tumpuan: atas 3 D19 mm tengah 2 D8 mm bawah 3 D19 mm sengkang Ø10 -125 mm b. besi harus bebas dari kotoran. besi terlebih dahulu diluruskan oleh 2 (dua) orang yang berdiri di atas tanah.

4. Gambar dokumentasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A. 4. kemudian dituang ke dalam kereta sorong. Untuk pengikat digunakan kawat beton Ø 1 mm. Pelaksanaan pengecoran ini dilakukan secara manual. kereta sorong untuk memasukkan mortar. truck mixer. 4. 3. dengan mutu beton K-300.3. kemudian diangkut dengan timba dan dituang ke dalam cetakan bekisting. pemadat beton (Concrete Vibrator).3.4. KM Beton Concrete mix design. Pengecoran sloof ini juga menggunakan ready mix concrete yang berasal dari batching plan PT.12 halaman 73. 2. sendok semen.3 Pengecoran sloof Sebelum pengecoran dimulai semua cetakan dibersihkan dari kotoran-kotoran yang melekat dan juga diadakan pemeriksaan letak tulangan maupun letak cetakan. dan 5.untuk dirangkai. Alat-alat yang dipersiapkan sebelum melakukan pengecoran adalah sebagai berikut: 1. 4. Pada permukaan cetakan diberi minyak untuk mencegah lekatnya beton pada cetakan.2 Pemasangan bekisting sloof Bekisting atau cetakan berfungsi sebagai tempat mencetak sloof yang akan dicor dan tempat dipasangnya pembesian. Hal ini . Pekerjaan pemasangan bekisting di kerjakan oleh 7 (tujuh) orang tenaga kerja. dan setelah itu mortar dibawa ke lokasi proyek dengan menggunakan mobil TM (truck mixer). Gambar dokumentasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A. Bekisting untuk sloof terbuat dari papan. timba plastik untuk menuang air. Penuangan mortar dilakukan terus menerus di mana tiap lapisan diratakan dengan sendok perata kemudian dipadatkan secara merata ke dalam tempat-tempat di sekitar tulangan dan kesudut-sudut acuan dengan menggunakan concrete vibrator.11 halaman 73. Pemasangan harus benar-benar kuat dan kokoh agar setelah dibongkar akan memberikan bidang yang rata. Pengadukan campuran dilakukan dengan menggunakan truck mixer.

Pekerjaan ini dilakukan oleh 3 (tiga) orang pekerja.3. 4. 4. Pembukaan bekisting harus dilakukan dengan baik. dan pengecoran kolom lantai 1. 3.4. . selain untuk menjaga lapisan kolom agar tidak terkelupas. pembesian kolom lantai 1. Pemadatan juga bertujuan untuk menjamin perlekatan yang baik antara beton dengan baja tulangan serta sarana lain yang ikut dicor.5 Pembukaan bekisting sloof Pekerjaan pembukaan cetakan pondasi tapak dilakukan setelah beton berumur ± 2 (dua) hari.13 halaman 74. juga agar papan bekisting tetap bagus karena akan dipakai untuk keperluan lain.4 Pekerjaan Kolom Lantai 1 Pekerjaan kolom lantai 1 pada proyek ini dilaksanakan setelah pekerjaan balok sloof selesai. Pekerjaan ini dilakukan oleh 3 (tiga) orang tenaga kerja. agar tidak merusak permukaan beton yang telah dicor.bertujuan untuk menghilangkan rongga-rongga udara yang tersekap dalam campuran mortar guna untuk mencapai kepadatan yang maksimum. yaitu berkisar 6 (enam) sampai 8 (delapan) jam setelah pengecoran yang bertujuan untuk mencegah terjadinya keretakan pada sloof.3. Pekerjaan dilakukan secara hati-hati. Perawatan ini dilakukan jika cuaca panas dan setelah beton mengeras.4 Perawatan beton sloof Perawatan beton sloof dilakukan dengan menutupi permukaan beton dengan kantong semen bekas yang dibasahi selama 1 (satu) hari. Tahap-tahap untuk pekerjaan kolom lantai 1 adalah sebagai berikut : 1. Gambar dokumentasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A. Peralatan yang digunakan pada saat pembukaan bekisting adalah palu dan linggis. perlu agar tulangan jangan diganggu dan acuan jangan sampai rusak atau berpindah tempat. 4. pemasangan bekisting kolom lantai 1. Pada saat beton dipadatkan. 2.

Tulangan dan begel yang telah dibentuk ini dibawa ke lokasi pekerjaan untuk dipasang atau dirangkaikan. Tulangan dan begel yang akan dipakai terlebih dahulu dipotong dan dibentuk sesuai dengan bentuk dan panjang yang diinginkan. alat yang digunakan untuk membuat bekisting adalah linggis.2 Pemasangan bekisting kolom lantai 1 Bekisting untuk kolom dibuat sesuai dengan bentuk dan ukuran kolom yang direncanakan. Pada bagian dalam tripleks bekisting diolesi oli agar ketika pembukaan mal menjadi lebih mudah.4. dan kayu pemaku 5/7 cm dengan jarak 60 cm. Pekerjaan pembesian dan pemasangan tulangan dikerjakan oleh 2 (dua) sampai 3 (tiga) orang pekerja. untuk satu hari dapat diselesaikan 8 (delapan) buah bekisting. Dalam pekerjaan pemasangan bekisting diperlukan 16 (enam belas) orang pekerja.3 Pengecoran kolom lantai 1 . palu dan gergaji untuk memotong papan dan alat bantu tukang lainnya. Gambar dokumentasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A.4.4.4.4. Gambar dokumentasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A. Selanjutnya papan bekisting disejajarkan dengan benang tersebut.1 Pembesian kolom lantai 1 Tulangan untuk stik kolom adalah besi ulir diameter 19 mm dan ukuran sengkang Ø10140 untuk tumpuan dan Ø10-180 untuk lapangan dan untuk pengikatnya digunakan kawat Ø1 mm.15 halaman 75. Setiap pekerjaan pemasangan bekisting yang telah selesai diperiksa dan disetujui oleh pengawas lapangan. Pekerjaan pembengkokan dan penyetelan tulangan kolom dilakukan di lokasi proyek. 4.14 halaman 74. Cetakan yang telah selesai dibawa ke lokasi pekerjaan dan dipasang sesuai dengan posisi tulangan yang telah terpasang sebelumnya.4. Untuk memeriksa tegak lurusnya acuan digunakan unting-unting yang diikatkan pada papan bekisting dengan benang. Pembuatan papan bekisting ini dibuat di pondok kerja dengan menggunakan peralatan tukang. Adapun multipleks yang digunakan untuk bekisting berukuran tebal 15 mm. 4.

1 bahan/material pile cap. dan jumlah tenaga kerja. dengan mutu beton K-300. 4. KM Beton dan setelah itu barulah mortar dibawa ke lokasi proyek dengan menggunakan mobil TM (truck mixer). Untuk mencegah adanya ronggarongga udara dan sarang-sarang kerikil.5. Mortar yang digunakan dalam pengecoran ini proses pencampuran dan pengadukannya dilakukan di batching plan PT.4. maka selama pengecoran dilakukan pemadatan dengan menggunakan concrete vibrator dan juga dilakukan penusukan-penusukan dengan menggunakan tongkat besi. Pengadukan campuran dilakukan dengan menggunakan truck mixer. Pengecoran kolom lantai 1 ini menggunakan ready mix concrete yang berasal dari batching plan PT.5 Tinjauan Khusus Tenaga Kerja dan Waktu Pelaksanaan Pile Cap Tinjauan khusus yang penulis pilih pada Proyek Pembagunan Gedung Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan RI di Banda Aceh ini adalah: 1. kemudian dituang ke dalam kereta sorong.0448 zak semen Portland .4560 m3 Bahan/material yang dibutuhkan: a. Untuk Pekerjaan Beton Cor : 20. Gambar dokumentasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran A Gambar A. Pelaksanaan pengecoran ini dilakukan secara manual. 2. Bahan/material pile cap Perhitungan bahan/material yang dibutuhkan dalam pekerjaan pile cap dapat dihitung dengan menggunakan analisa SNI tahun 2001 sebagai berikut: Jumlah pile cap yang ditinjau : 4 buah Volume 4 (empat) buah pile cap : 3. KM Beton Concrete mix design. kemudian diangkut dengan timba dan dituang ke dalam cetakan bekisting.Setelah pekerjaan pembesian dan pemasangan bekisting selesai dikerjakan.16 halaman 75. 4. maka selanjutnya adalah pekerjaan pengecoran.

702 pekerja 0. Untuk Pekerjaan Bekisting : 1.1382 m3 kayu bekisting kelas III 1.276 mandor b.7971 m3 pasir beton b. Untuk Pekerjaan Bekisting : 0.2096 lembar Plywood 9 mm 20.544 pekerja 0.1.4560 m3 Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan: a.5. Untuk Pekerjaan Beton Cor : 5.0518 m3 kayu borneo balok 1.021 mandor . 4.2 Jumlah tenaga kerja Perhitungan jumlah tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan pile cap dapat dihitung dengan menggunakan analisa SNI tahun 2001 sebagai berikut: Jumlah pile cap yang ditinjau : 4 buah Volume 4 (empat) buah pile cap : 3.3824 kg paku kayu 0.1 halaman 76.109 mandor c. Untuk Pekerjaan Pembesian : 363.4.106 pekerja 0.6912 liter minyak pelumas 0.0518 kawat beton c.7360 batang kayu dolken ukuran 8/15 – 4 m Untuk perhitungan bahan/material yang dibutuhkan lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran C Perhitungan C. Untuk Pekerjaan Pembesian : 2.472 m3 besi ulir 0.

Hal ini dapat menjadi bahan perbandingan bagi penulis. kesalahan pihak perencana dalam perencanaan kedalaman tiang pancang juga mengakibatkan kerugian waktu pada pihak pelaksana dalam melaksanakan kegiatan pekerjaan pemancangan tiang pancang agar mencapai daya dukung tanah yang diinginkan.140 tukang 0.1. antara pengetahuan yang didapat di lapangan dengan teori yang diperoleh dari bahan kuliah maupun dari literatur-literatur. Berdasarkan analisis serta hasil pengamatan di lapangan selama mengikuti Kerja Praktek.2 halaman 77. penulis banyak memperoleh tambahan pengetahuan dan pengalaman di lapangan secara langsung. 2. pelaksanaan pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan time schedule/jadwal rencana berdasarkan kurva ”S” proyek yang telah direncanakan karena kesalahan perencanaan kedalaman tiang pancang yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan. penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1.1 Kesimpulan Setelah mengikuti Kerja Praktek selama lebih kurang 2 (dua) bulan pada Proyek Pembagunan Gedung Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan RI di Banda Aceh. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. 3. pelaksanaan pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan time schedule/jadwal rencana berdasarkan kurva ”S” proyek yang telah direncanakan karena mengalami gangguan cuaca (hujan) yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan. .4. kesalahan pihak perencana dalam perencanaan kedalaman tiang pancang menyebabkan kerugian finansial/material pada pihak pelaksana karena harus menambah jumlah pemesanan tiang pancang agar memenuhi kebutuhan material tiang pancang di lapangan dan juga harus menambah biaya operasional alat berat yang digunakan dalam pekerjaan pemancangan tiang pancang. 4.114 kepala tukang Untuk perhitungan jumlah tenaga kerja lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran C Perhitungan C.

Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. 3. 2008.id/ Anonim. 7. 5. baik kerugian finansial/material maupun kerugian waktu. dan pengadaan material diharapkan agar tepat pada waktu agar tidak menyebabkan keterlambatan pekerjaan di lapangan. Pre Construction Meeting Proyek Gedung Perwakilan BPK RI Aceh. Darussalam. Buku Panduan Penulisan Skripsi Jurusan Teknik Sipil.5. pelaksanaan pekerjaan di lapangan juga tidak sesuai dengan time schedule/jadwal rencana berdasarkan kurva ”S” proyek yang telah direncanakan karena keterlambatan pengadaan material yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan. Banda Aceh. Ervianto. DAFTAR KEPUSTAKAAN Anonim. PT. 2006. 2002. 2003. 6. Yogyakarta. pelaksanaan pekerjaan di lapangan sangat tergantung pada keadaan cuaca dan tersedianya bahan/material yang akan digunakan. pihak perencana diharapkan agar lebih teliti dalam merencanakan tiap-tiap pekerjaan yang akan dilaksanakan agar mencegah kerugian pada semua pihak. Manajemen Proyek Konstruksi. 2. beberapa saran yang dapat dikemukakan antara lain sebagai berikut : 1. Banda Aceh. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. Penerbit Andi.geogle. pelaksanaan pekerjaan di lapangan sangat mengutamakan mutu/kualitas dari bahan/material yang akan digunakan. 80 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.2 Saran-saran Setelah diamati secara keseluruhan dari pekerjaan yang diikuti di lapangan. Nindya Karya (Persero). 8. . dan metode pelaksanaan pekerjaan yang dipakai di lapangan sudah sangat baik dikarenakan banyaknya pengalaman kerja dari pihak pelaksana dalam melaksanakan pembangunan gedung. pihak pelaksana diharapkan agar melaksanakan pekerjaan sesuai dengan time schedule/jadwal rencana berdasarkan kurva ”S” proyek yang telah direncanakan. http://www. Anonim.co.

Manajemen Proyek.. Soeharto. 1993. Pedoman Pengerjaan Beton Berdasarkan SK. G. Jakarta. . Erlangga.Kusuma. I.. Jakarta. SNI T-15-1991-03 Seri Beton 2. 1995. Erlangga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful