PENYAKIT INFEKSI OTAK

Dipublikasikan oleh Bambang Eko Cahyono, ST, CTQM, CHR Kamis, Desember 08, 2011 Karena ada anggota keluarga saat ini terbaring di RS karena penyakit infeksi saluran otak, maka sembari baca-baca saya coba tuliskan ya dari sebuah skripsi di Universitas Sumatera Utara dan dari beberapa sumber di internet. Semoga saudaraku cepat sembuuh dan sadar dari komanya, putra nya yg baru berumur 7 bulan menunggu terbukanya mata dan senyum bibir ayahandanya. Infeksi otak bisa menyerang siapa saja mulai dari balita hingga orang dewasa yang dapat berakhir dengan kecacatan atau kematian. Orang-orang yang rentan terkena infeksi otak: 1. Anak-anak 2. Orang dengan daya tahan tubuh rendah 3. Orang yang sudah berusia lanjut. "Jika daerah yang terkena infeksi adalah selaput otak (meningen) maka disebut dengan meningitis, tapi kalau yang terinfeksi adalah jaringan otaknya maka disebut dengan ensephalitis," ujar dr Darma Imran, SpS(K) dari FKUI-RSCM dalam diskusi klinik KBR68H, Jakarta.

Dari info yang saya dapatkan bahwa keluarga saya ini terinfeksi virus Pneumoccocus mengakibatkan infeksi di saluran otak atau disebut esephalitis. dr. Darma menuturkan penyebab dari infeksi otak ini beragam, yang paling sering adalah akibat penularan virus yang langsung dari udara atau pernapasan, dari gigitan serangga seperti nyamuk, bakteri seperti

Dari wipedia. Penyakit parasit dan protozoa seperti toksoplasmosis. atau primary amoebic meningoencephalitis. malaria." ungkapnya. menjaga stamina tubuh agar tetap baik. jamur. atau komplikasi dari penyakit lain seperti rabies (disebabkan oleh virus) atau sifilis (disebabkan oleh bakteri). serta melakukan vaksin IPD untuk bayi dan vaksin meningitis saat mau pergi haji. parasit seperti toksoplasma dan cacing pita yang kistanya termakan oleh manusia. Terkadang ensefalitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. maka pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga higienitas. seperti meningitis. sanitasi. All about Meningitis (Infeksi Selaput Otak) Definisi Meningitis Meningitis adalah infeksi cairan otak disertai radang yang mengenai piameter (lapisan dalam selaput otak) dan arakhnoid serta dalam derajat yang lebih ringan mengenai jaringan otak dan medula spinalis y . Untuk vaksin saat ini baru tersedia vaksin IPD (Invasive Pneumococcus Disease) yang balita untuk mencegah meningitis akibat bakteri pneumokokus. kontak dengan tangan bersih sangat penting (rajin cuci tangan). vaksin ini bisa diberikan saat bayi berusia 2 bulan hingga 9 tahun. "Karena cara penularannya beragam. Kerusakan otak terjadi karena otak terdorong terhadap tengkorak dan menyebabkan kematian.pneumokokus atau bakteri infeksi TBC di otak. Radang otak (bahasa Inggris: encephalitis) adalah peradangan akut otak yang disebabkan oleh infeksi virus. juga dapat menyebabkan ensefalitis pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya kurang. tapi harganya terbilang mahal juga yang diberikan untuk calon jamaah haji untuk mencegah bakteri meningitis yang masih menjadi endemis di jazirah Arab.

Saluran nafas merupakan port d’entree utama pada penularan penyakit ini. Gambar jaringan disamping selaput adalah otak. dahak. cairan bersin dan cairan tenggorok penderita. ingus. Meningitis dibagi menjadi dua golongan berdasarkan perubahan yang terjadi pada cairan otak yaitu meningitis serosa dan meningitis purulenta. Meningitis purulenta atau meningitis bakteri adalah meningitis yang bersifat akut dan menghasilkan eksudat berupa pus serta bukan disebabkan oleh bakteri spesifik maupun virus. Bakteri-bakteri ini disebarkan pada orang lain melalui pertukaran udara dari pernafasan dan sekresi-sekresi tenggorokan yang masuk secara hematogen (melalui aliran darah) ke dalam cairan serebrospinal dan memperbanyak diri didalamnya sehingga menimbulkan peradangan pada selaput otak dan otak.ang superfisial. Meningitis serosa ditandai dengan jumlah sel dan protein yang meninggi disertai cairan serebrospinal yang jernih. Penyebab yang paling sering dijumpai adalah kuman Tuberculosis dan virus. Infectious Agent Meningitis . Meningitis Meningococcus merupakan meningitis purulenta yang paling sering terjadi. penularan kuman dapat terjadi secara kontak langsung dengan penderita dan droplet infection yaitu terkena percikan ludah.

S.influenzae. Streptococcus dan Listeria. yaitu: Lapisan Luar (Durameter) Durameter merupakan tempat yang tidak kenyal yang membungkus otak. cacing dan protozoa. Meningococcus dan Pneumococcus. Echovirus.Meningitis dapat disebabkan oleh virus. Herpes zooster.20 Penyebab meningitis serosa yang paling banyak ditemukan adalah kuman Tuberculosis dan virus.beta hemolitikus dan Listeria monositogenes. Infectious Agent meningitis purulenta mempunyai kecenderungan pada golongan umur tertentu. Neisseria meningitidis dan Streptococcus Pneumococcus. Stafilocccus. yaitu golongan neonatus paling banyak disebabkan oleh E. Meningitis yang disebabkan oleh virus mempunyai prognosis yang lebih baik. Pneumococcus. dan Coxsackie virus . cenderung jinak dan bisa sembuh sendiri. dan enterovirus jarang menjadi penyebab meningitis aseptik(viral). membawa pembuluh darah dan sekresi cairan serebrospinal. Meningea terdiri dari tiga lapis. Penyebab meningitis virus yang paling sering ditemukan yaitu Mumpsvirus.Coli. jamur. Golongan umur dibawah 5 tahun (balita) disebabkan oleh H. Golongan umur 5-20 tahun disebabkan oleh Haemophilus influenzae. bakteri. sedangkan Herpes simplex . Anatomi dan Fisiologi Selaput Otak Otak dan sum-sum tulang belakang diselimuti meningea yang melindungi struktur syaraf yang halus. dan pada usia dewasa (>20 tahun) disebabkan oleh Meningococcus. Penyebab paling sering adalah virus dan bakteri. riketsia. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri berakibat lebih fatal dibandingkan meningitis penyebab lain karena mekanisme kerusakan dan gangguan otak yang disebabkan oleh bakteri maupun produk bakteri lebih berat. .

kemudian terbentuk eksudat. misalnya pada penyakit Faringitis. Virus / bakteri menyebar secara hematogen sampai ke selaput otak. . Ruangan diantara durameter dan arakhnoid disebut ruangan subdural yang berisi sedikit cairan jernih menyerupai getah bening. Mula-mula pembuluh darah meningeal yang kecil dan sedang mengalami hiperemi. Mastoiditis.sumsum tulang belakang. Otitis Media. Lapisan Dalam (Piameter) Lapisan piameter merupakan selaput halus yang kaya akan pembuluh darah kecil yang mensuplai darah ke otak dalam jumlah yang banyak. Bronchopneumonia dan Endokarditis. Eksudat yang terbentuk terdiri dari dua lapisan. cairan serebrospinal dan pembuluh darah. Lapisan Tengah (Arakhnoid) Disebut juga selaput otak. Pada reaksi radang ruangan ini berisi sel radang. Ruangan diantara arakhnoid dan piameter disebut sub arakhnoid. misalnya Abses otak. Penyebaran bakteri/virus dapat pula secara perkontinuitatum dari peradangan organ atau jaringan yang ada di dekat selaput otak. Patofisiologi Meningitis Meningitis pada umumnya sebagai akibat dari penyebaran penyakit di organ atau jaringan tubuh yang lain. Durameter terbagi lagi atas durameter bagian luar yang disebut selaput tulang tengkorak (periosteum) dan durameter bagian dalam (meningeal) meliputi permukaan tengkorak untuk membentuk falks serebrum. bagian luar mengandung leukosit polimorfonuklear dan fibrin sedangkan di lapisaan dalam terdapat makrofag. Pneumonia. membentuk sebuah kantung atau balon berisi cairan otak yang meliputi seluruh susunan saraf pusat. merupakan selaput halus yang memisahkan durameter dengan piameter. Dalam beberapa hari terjadi pembentukan limfosit dan histiosit dan dalam minggu kedua selsel plasma. dalam waktu yang sangat singkat terjadi penyebaran sel-sel leukosit polimorfonuklear ke dalam ruang subarakhnoid. Trombosis sinus kavernosus dan Sinusitis. Penyebaran kuman bisa juga terjadi akibat trauma kepala dengan fraktur terbuka atau komplikasi bedah otak. Disini mengalir cairan serebrospinalis dari otak ke sumsum tulang belakang. CSS (Cairan Serebrospinal) dan sistem ventrikulus. tentorium serebelum dan diafragma sella. Invasi kuman-kuman ke dalam ruang subaraknoid menyebabkan reaksi radang pada pia dan araknoid. Tonsilitis. Pada ruangan ini terdapat pembuluh darah arteri dan vena yang menghubungkan sistem otak dengan meningen serta dipenuhi oleh cairan serebrospinal. Lapisan ini melekat erat dengan jaringan otak dan mengikuti gyrus dari otak.

gangguan pernafasan. badan. uvula. Diagnosis pasti ditegakkan dengan pemeriksaan cairan serebrospinal (CSS) melalui pungsi lumbal. Meningitis bakteri biasanya didahului oleh gejala gangguan alat pernafasan dan gastrointestinal. Pada orang dewasa . Pada Meningitis yang disebabkan oleh virus. 25 % oleh Streptococcus pneumoniae. nyeri otot dan nyeri punggung. sering tanpa demam. muntah. muntah dan kejang. malaise. demam. berat badan turun. Gejala yang tampak pada meningitis Coxsackie virus yaitu tampak lesi vasikuler pada palatum.Proses radang selain pada arteri juga terjadi pada vena-vena di korteks dan dapat menyebabkan trombosis. cengeng. kemudian diikuti oleh pembesaran kelenjer parotid sebelum invasi kuman ke susunan saraf pusat. yaitu stadium I atau stadium prodormal selama 2-3 minggu dengan gejala ringan dan nampak seperti gejala infeksi biasa. dada. edema otak dan degenerasi neuronneuron. muntah-muntah. mual. letargi. biasanya selalu ditandai dengan fontanella yang mencembung. kaku leher. tonsil. Kejang dialami lebih kurang 44 % anak dengan penyebab Haemophilus influenzae. keruh atau purulen. dan 10 % oleh infeksi Meningococcus. dehidrasi dan konstipasi. infark otak. Meningitis karena virus ditandai dengan cairan serebrospinal yang jernih serta rasa sakit penderita tidak terlalu berat. muntah. kejang. pola tidur terganggu dan gangguan kesadaran berupa apatis. nafsu makan berkurang. Meningitis Tuberkulosa terdiri dari tiga stadium. meningitis yang disebabkan oleh Mumpsvirus ditandai dengan gejala anoreksia dan malaise. Trombosis serta organisasi eksudat perineural yang fibrinopurulen menyebabkan kelainan kraniales. Pada anak-anak dan dewasa biasanya dimulai dengan gangguan saluran pernafasan bagian atas. 21 % oleh Streptococcus. nyeri kepala hebat. permulaan penyakit bersifat subakut. Pada anak-anak. dan nyeri punggung. Pada umumnya. murung. Meningitis bakteri pada neonatus terjadi secara akut dengan gejala panas tinggi. dan ekstremitas. muntah. leher. nyeri otot. cairan serebrospinal tampak jernih dibandingkan Meningitis yang disebabkan oleh bakteri. penyakit juga bersifat akut dengan gejala panas tinggi. Gejala Klinis Meningitis Meningitis ditandai dengan adanya gejala-gejala seperti panas mendadak. dan lidah dan pada tahap lanjut timbul keluhan berupa sakit kepala. opstipasi. Cairan serebrospinal tampak kabur. mudah tersinggung. demam. nafsu makan berkurang. sakit tenggorok. Pada meningitis yang disebabkan oleh Echovirus ditandai dengan keluhan sakit kepala. dan disertai dengan timbulnya ruam makopapular yang tidak gatal di daerah wajah.

Pemeriksaan Tanda Brudzinski II ( Brudzinski Kontra Lateral Tungkai) Pasien berbaring terlentang dan dilakukan fleksi pasif paha pada sendi panggul (seperti pada pemeriksaan Kernig). halusinasi. ubun-ubun menonjol dan muntah lebih hebat. Pemeriksaan Pemeriksaan Penunjang Pungsi Meningitis Lumbal . konstipasi. Pemeriksaan Tanda Kernig Pasien berbaring terlentang. seluruh tubuh dapat menjadi kaku. Stadium II atau stadium transisi berlangsung selama 1 – 3 minggu dengan gejala penyakit lebih berat dimana penderita mengalami nyeri kepala yang hebat dan kadang disertai kejang terutama pada bayi dan anak-anak. fotofobia. nyeri punggung. Tanda Kernig positif (+) bila ekstensi sendi lutut tidak mencapai sudut 135° (kaki tidak dapat di ekstensikan sempurna) disertai spasme otot paha biasanya diikuti rasa nyeri. kurang nafsu makan. Stadium III atau stadium terminal ditandai dengan kelumpuhan dan gangguan kesadaran sampai koma. Pada stadium ini penderita dapat meninggal dunia dalam waktu tiga minggu bila tidak mendapat pengobatan sebagaimana mestinya. Tanda Brudzinski I positif (+) bila pada pemeriksaan terjadi fleksi involunter pada leher.terdapat panas yang hilang timbul. nyeri kepala. Pemeriksaan Rangsangan Meningeal Pemeriksaan Kaku Kuduk Pasien berbaring terlentang dan dilakukan pergerakan pasif berupa fleksi dan rotasi kepala. Tanda Brudzinski II positif (+) bila pada pemeriksaan terjadi fleksi involunter pada sendi panggul dan lutut kontralateral. tangan diangkat dan dilakukan fleksi pada sendi panggul kemudian ekstensi tungkai bawah pada sendi lutut sejauh mengkin tanpa rasa nyeri. Tanda kaku kuduk positif (+) bila didapatkan kekakuan dan tahanan pada pergerakan fleksi kepala disertai rasa nyeri dan spasme otot. terdapat tanda-tanda peningkatan intrakranial. Pemeriksaan Tanda Brudzinski I ( Brudzinski Leher) Pasien berbaring terlentang dan pemeriksa meletakkan tangan kirinya dibawah kepala dan tangan kanan diatas dada pasien kemudian dilakukan fleksi kepala dengan cepat kearah dada sejauh mungkin. Dagu tidak dapat disentuhkan ke dada dan juga didapatkan tahanan pada hiperekstensi dan rotasi kepala. dan sangat gelisah. Tanda-tanda rangsangan meningeal mulai nyata.

foto kepala. Disamping itu. sedangkan di Amerika Serikat terjadi pada anak usia 6-12 bulan. jumlah leukosit. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan dan distribusi terlihat lebih nyata pada bayi. Insidens Rate menjadi 2. Laju Endap Darah (LED). b. kadar ureum. Pemeriksaan darah Dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin. Pada Meningitis Serosa didapatkan peningkatan leukosit saja. Epidemilogi Meningitis Distribusi Frekuensi Meningitis a. Setelah 10 tahun penggunaan vaksin. Pada Meningitis Purulenta dilakukan foto kepala (periksa mastoid. jumlah sel darah putih dan protein meningkat.Lumbal pungsi biasanya dilakukan untuk menganalisa jumlah sel dan protein cairan cerebrospinal. glukosa menurun. Sebelum tahun 1990 atau sebelum adanya vaksin untuk Haemophilus influenzae tipe b di Amerika Serikat. Pada Meningitis Purulenta didapatkan peningkatan leukosit. kadar glukosa. elektrolit dan kultur.000. glukosa dan protein normal. pada Meningitis Tuberkulosa didapatkan juga peningkatan LED. cairan jernih. gigi geligi) dan foto dada. Puncak insidensi kasus meningitis karena Haemophilus influenzae di negara berkembang adalah pada anak usia kurang dari 6 bulan. b. cairan keruh. Orang/ Manusia Umur dan daya tahan tubuh sangat mempengaruhi terjadinya meningitis. dengan syarat tidak ditemukan adanya peningkatan tekanan intrakranial. bila mungkin dilakukan CT Scan. Pada Meningitis Serosa dilakukan foto dada.2 per 100. a. Pemeriksaan Radiologis a. sel darah putih meningkat. kultur (+) beberapa jenis bakteri. b.9 Di Uganda (2001-2002) Insidens Rate meningitis Hib pada usia 5 tahun sebesar 88 per 100. lingkungan yang padat (seperti asrama. Meningitis purulenta lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak karena sistem kekebalan tubuh belum terbentuk sempurna. kultur (-). sinus paranasal. kira-kira 12. Insidens Rate pada usia 5 tahun sebesar 40-100 per 100. Pada Meningitis Purulenta terdapat tekanan meningkat. kamp-kamp tentara dan .000 kasus meningitis Hib dilaporkan terjadi pada umur 5 tahun. Pada Meningitis Serosa terdapat tekanan yang bervariasi. b. a.000. Tempat Risiko penularan meningitis umumnya terjadi pada keadaan sosio-ekonomi rendah.000.

Adam Malik menemukan odds ratio anak yang sudah mendapat imunisasi BCG untuk menderita meningitis Tuberculosis sebesar 0. Di Eropa dan Amerika utara insidensi infeksi Meningococcus lebih tinggi pada musim dingin dan musim semi sedangkan di daerah Sub-Sahara puncaknya terjadi pada musim kering.000 penduduk dan diselingi dengan KLB besar secara periodik. Meningitis Tuberkulosa dapat terjadi pada setiap kelompok umur tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak usia 6 bulan sampai 5 tahun dan jarang pada usia di bawah 6 bulan kecuali bila angka kejadian Tuberkulosa paru sangat tinggi. c. Kejadian penyakit ini terjadi secara sporadis dengan Insidens Rate 1-20 per 100. Host/ Pejamu Meningitis yang disebabkan oleh Pneumococcus paling sering menyerang bayi di bawah usia dua tahun. Waktu Kejadian meningitis lebih sering terjadi pada musim panas dimana kasuskasus infeksi saluran pernafasan juga meningkat. Determinan Meningitis a. dan penyakit ISPA. Di daerah Malawi.000 penduduk. Meningitis karena virus berhubungan dengan musim. Di Amerika Serikat pada tahun 1981 Insidens Rate meningitis virus sebesar 10. yang luas wilayahnya membentang dari Senegal sampai ke Ethiopia meliputi 21 negara. Penelitian yang dilakukan oleh Ainur Rofiq (2000) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengenai daya lindung vaksin TBC terhadap meningitis Tuberculosis pada anak menunjukkan penurunan resiko terjadinya meningitis Tb pada anak sebanyak 0.jemaah haji). Penelitian yang dilakukan oleh Nofareni(1997-2000) di RSUP H. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri Pneumokokus 3. . Penyakit meningitis banyak terjadi pada negara yang sedang berkembang dibandingkan pada negara maju. Diagnosa pada anak-anak ditandai dengan test Mantoux positif dan terjadinya gejala meningitis setelah beberapa hari mendapat suntikan BCG.4 kali lebih besar pada anak kulit hitam dibandingkan yang berkulit putih. di Amerika sering terjadi selama musim panas karena pada saat itu orang lebih sering terpapar agen pengantar virus.000 Penduduk dan sebagian besar kasus terjadi pada musim panas.2.72 kali bila penderita diberi BCG dibanding dengan penderita yang tidak pernah diberikan BCG. Insidensi tertinggi terjadi di daerah yang disebut dengan the African Meningitis belt.9 per 100. Afrika pada tahun 2002 Insidens Rate meningitis yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae 20-40 per 100.

Echovirus dan Enterovirus merupakan penyebab dari 50% kasus. Bakteri Pneumococcus adalah salah satu penyebab meningitis terparah. Wabah meningitis Meningococcus yang terjadi di Arab Saudi selama ibadah haji tahun 2000 menunjukkan bahwa 64% merupakan serogroup W135 dan 36% serogroup A.X.B. Hal ini merupakan wabah meningitis Meningococcus terbesar pertama di dunia yang disebabkan oleh serogroup W135.Z dan W 135. Pneumococcus dan Haemophilus influenzae sedangkan meningitis serosa disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosa dan virus.B.B dan C sebagai penyebab 90% dari penderita. Secara epidemiologi serogrup A.Meningitis serosa dengan penyebab virus terutama menyerang anak-anak dan dewasa muda (12-18 tahun). Angka kematian terbanyak pada bayi dan orang lanjut usia. Virus Coxsackie grup B merupakan penyebab dari 33% kasus meningitis aseptik.Y. Sebanyak 20-30 % pasien meninggal akibat meningitis hanya dalam waktu 24 jam.C. Meningitis Mumpsvirus sering terjadi pada kelompok umur 5-15 tahun dan lebih banyak menyerang laki-laki daripada perempuan.21 Penelitian yang dilakukan di Korea (Lee.dan C paling banyak menimbulkan penyakit. grup B dan C sebagai penyebab utama sedangkan di Afrika dan Asia penyebabnya adalah grup A. c. Gejalanya mirip sakit flu biasa dan umumnya penderita dapat sembuh sendiri. Agent (Penginveksi terbesar ialah bakteri Pneumoccocus) Penyebab meningitis secara umum adalah bakteri dan virus. Resiko untuk terkena aseptik meningitis pada laki-laki 2 kali lebih sering dibanding perempuan. Gondongan (Mumps) atau penyakit infeksi virus lainnya. Meningitis purulenta paling sering disebabkan oleh Meningococcus. menunjukkan resiko laki-laki untuk menderita meningitis dua kali lebih besar dibanding perempuan.2005) . virus ini diketahui sebagai penyebab dari 25 % kasus meningitis aseptik pada orang yang tidak diimunisasi. Meningitis virus dapat terjadi waktu orang menderita campak. Lingkungan Faktor Lingkungan (Environment) yang mempengaruhi terjadinya meningitis bakteri yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae tipe b adalah lingkungan dengan kebersihan yang buruk dan padat dimana terjadi kontak atau hidup serumah dengan penderita infeksi saluran pernafasan. b. Meningitis Meningococcus yang sering mewabah di kalangan jemaah haji dan dapat menyebabkan karier disebabkan oleh Neisseria meningitidis serogrup A.27 Risiko penularan meningitis Meningococcus juga meningkat pada lingkungan yang . Grup A. Di Eropa dan Amerika Latin. Pada waktu terjadi KLB Mumps. Meningitis karena virus termasuk penyakit yang ringan.

mikroorganisme spesifik yang menimbulkan penyakit. Lebih sering dijumpai pada anak-anak daripada orang dewasa. Penderita dapat meninggal dalam waktu 6-8 minggu. Meningitis karena virus berhubungan dengan musim. Penyakit ini kebanyakan terdapat pada penduduk dengan keadaan sosial ekonomi rendah. Sebagian penderita sembuh dalam 1 – 2 minggu dan dengan pengobatan yang tepat penyembuhan total bisa terjadi. Prognosis Meningitis Prognosis meningitis tergantung kepada umur. di Amerika sering terjadi selama musim panas karena pada saat itu orang lebih sering terpapar agen pengantar virus. angka kecacatan dan kematian pada umumnya tinggi. banyaknya organisme dalam selaput otak. Kebanyakan kasus dijumpai setelah infeksi saluran pernafasan bagian atas. Jadi dipengaruhi keadaan sosial ekonomi dan kesehatan masyarakat. Pencegahan Primer Tujuan pencegahan primer adalah mencegah timbulnya faktor resiko meningitis bagi individu yang belum mempunyai faktor resiko dengan melaksanakan pola hidup sehat. serta tidak mendapat imunisasi. Pada umumnya frekuensi Mycobacterium tuberculosa selalu sebanding dengan frekuensi infeksi Tuberculosa paru. keterlambatan berbicara dan gangguan perkembangan mental. Pengobatan antibiotika yang adekuat dapat menurunkan mortalitas meningitis purulenta. kampkamp tentara dan jemaah haji. jenis meningitis dan lama penyakit sebelum diberikan antibiotik. Prognosa jelek pada bayi dan orang tua. dan 5 – 10% penderita mengalami kematian. Penderita meningitis karena virus biasanya menunjukkan gejala klinis yang lebih ringan. lingkungan kumuh dan padat. Angka kematian meningitis TBC dipengaruhi oleh umur dan pada stadium berapa penderita mencari pengobatan.penurunan kesadaran jarang ditemukan. Pencegahan Meningitis a. tetapi 50% dari penderita yang selamat akan mengalami sequelle (akibat sisa). anak-anak dan dewasa tua mempunyai prognosis yang semakin jelek. Lima puluh persen meningitis purulenta mengakibatkan kecacatan seperti ketulian. Penderita usia neonatus. Meningitis viral memiliki prognosis yang jauh lebih baik. yaitu dapat menimbulkan cacat berat dan kematian.padat seperti asrama. Pada meningitis Tuberkulosa. Pencegahan dapat dilakukan dengan .

tenda dan kapal. ventilasi 10 – 20% dari luas lantai dan pencahayaan yang cukup. rumah penitipan anak dan kontak dekat lainnya untuk menemukan penderita secara dini. Hunian sebaiknya memenuhi syarat kesehatan. Jenis imunisasi ini tidak dianjurkan diberikan pada bayi di bawah 2 bulan karena dinilai belum dapat membentuk antibodi. pada bayi 2-6 bulan sebanyak 3 dosis dengan interval satu bulan.memberikan imunisasi meningitis pada bayi agar dapat membentuk kekebalan tubuh. bayi 7-12 bulan di berikan 2 dosis dengan interval waktu satu bulan.5 m2 /orang). Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7). Deteksi dini juga dapat ditingkatan dengan mendidik petugas kesehatan serta keluarga untuk mengenali gejala awal meningitis. pemeriksaan cairan otak. Penderita juga diberikan pengobatan dengan memberikan antibiotik yang sesuai dengan jenis penyebab . Vaksin yang dapat diberikan seperti Haemophilus influenzae type b (Hib). Imunisasi Hib Conjugate vaccine (Hb. W135 dan Y. C. Pneumococcal polysaccaharide vaccine (PPV). meningitis TBC dapat dicegah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara memenuhi kebutuhan gizi dan pemberian imunisasi BCG. b. anak 1-5 tahun cukup diberikan satu dosis. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara mengurangi kontak langsung dengan penderita dan mengurangi tingkat kepadatan di lingkungan perumahan dan dilingkungan seperti barak. Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan diagnosis dini dan pengobatan segera. sekolah. Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder bertujuan untuk menemukan penyakit sejak awal. dan MMR (Measles dan Rubella). Pemberian imunisasi vaksin Hib yang telah direkomendasikan oleh WHO. Polio dan MMR. Meningitis juga dapat dicegah dengan cara meningkatkan personal hygiene seperti mencuci tangan yang bersih sebelum makan dan setelah dari toilet.OC atau PRP-OMP) dimulai sejak usia 2 bulan dan dapat digunakan bersamaan dengan jadwal imunisasi lain seperti DPT. pemeriksaan laboratorium yang meliputi test darah dan pemeriksaan X-ray (rontgen) paru Selain itu juga dapat dilakukan surveilans ketat terhadap anggota keluarga penderita. saat masih tanpa gejala (asimptomatik) dan saat pengobatan awal dapat menghentikan perjalanan penyakit. seperti tidak over crowded (luas lantai > 4. Meningococcal conjugate vaccine (MCV4).Vaksin yang dianjurkan adalah jenis vaksin tetravalen A. Dalam mendiagnosa penyakit dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik. Vaksinasi Hib dapatmelindungi bayi dari kemungkinan terkena meningitis Hib hingga 97%. Meningitis Meningococcus dapat dicegah dengan pemberian kemoprofilaksis (antibiotik) kepada orang yang kontak dekat atau hidup serumah dengan penderita.

dan mengurangi kemungkinan untuk mengalami dampak neurologis jangka panjang misalnya tuli atau ketidakmampuan untuk belajar.meningitis yaitu : 1. sefuroksim.3.1. dan pyrazinamide dan pada kasus yang berat dapat ditambahkan etambutol atau streptomisin. kloramfenikol. Meningitis Purulenta 1. setofaksim. 2. Pencegahan Tertier Pencegahan tertier merupakan aktifitas klinik yang mencegah kerusakan lanjut atau mengurangi komplikasi setelah penyakit berhenti. Streptococcus pneumonia : kloramfenikol . rifampisin. Meningitis Tuberkulosa (Meningitis Serosa) Kombinasi INH. 1. Neisseria meningitidies : penisilin.2. Pada tingkat pencegahan ini bertujuan untuk menurunkan kelemahan dan kecacatan akibat meningitis. penisilin. Fisioterapi dan rehabilitasi juga diberikan untuk mencegah dan mengurangi cacat. 1. kloramfenikol. seftriakson. . Kortikosteroid berupa prednison digunakan sebagai anti inflamasi yang dapat menurunkan tekanan intrakranial dan mengobati edema otak. Haemophilus influenzae b : ampisilin. seftriakson. c. serufoksim dan seftriakson. dan membantu penderita untuk melakukan penyesuaian terhadap kondisikondisi yang tidak diobati lagi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful