Kiat Mengatasi Tuberkulosis Buah Hati Tercinta Anda

Oleh: Dito Anurogo

Buah hati tercinta Anda menderita batuk lebih dari tiga minggu, disertai demam lebih dari dua minggu? Segeralah berkonsultasi kepada dokter, mungkin saja putera atau puteri Anda terkena tuberkulosis. Namun, alangkah baiknya sebelum berkonsultasi, hendaknya Anda menyimak artikel berikut ini, jiak ada yang belum Anda pahami, silakan bertanya dengan dokter Anda. Selamat membaca... . Pendahuluan Artikel berikut ini akan membahas segala sesuatu tentang tuberkulosis pada anak (TB anak), yang meliputi: 1. Sinonim 2. Epidemiologi 3. Etiologi (Penyebab) 4. Manifestasi Klinis 5. Kalender TB 6. Penegakan Diagnosis 7. Pemeriksaan Penunjang 8. Penatalaksanaan 9. Evaluasi Terapi 10. Diagnosis Banding 11. Pencegahan 12. Prognosis 13. Tahukah Anda? 14. Referensi dan Bacaan Lebih Lanjut Sinonim Tuberkulosis anak sering disebut juga TB anak, vlek paru. Epidemiologi Ada tiga hal yang mempengaruhi epidemiologi TB setelah tahun 1990, yaitu: perubahan strategi pengendalian, infeksi HIV, dan pertumbuhan populasi yang cepat. Menurut WHO (1989), setiap tahun terdapat sekitar 1,3 juta kasus baru TB anak, dan 450.000 anak usia < 15 tahun meninggal dunia karena TB. Pada tahun 2005, kasus TB anak mencapai 11,9 juta kasus. Menurut WHO (1994), Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam jumlah kasus baru TB (0,4 juta kasus), setelah India (2,1 juta kasus), dan Cina (1,1 juta kasus). Sekitar 10% dari seluruh kasus terjadi pada anak berusia <15 tahun. Menurut Kartasasmita CB dan Basir D (2008), peningkatan jumlah kasus TB di berbagai tempat saat ini disebabkan oleh: 1. diagnosis tidak tepat, 2. pengobatan tidak adekuat, 3. program penanggulangan tidak dilaksanakan dengan tepat, 4. infeksi endemik HIV, 5. migrasi penduduk,

3. malaria. 5. 3. dalam istilah medis disebut "subfebris". terus menerus) yang tidak sembuh dengan pengobatan baku diare. 10. submandibula. seperti: kejang. setelah imunisasi dengan BCG. dalam 3-7 hari. dll). 8. 7. Petunjuk WHO untuk diagnosis TB anak A. pelayanan kesehatan yang kurang memadai. dan lateral leher. 6.6. Bila terdapat tanda-tanda bahaya. kesadaran menurun. Dicurigai tuberkulosis . Timbul reaksi kemerahan yang cepat. di tempat yang memiliki kelenjar getah bening. Nafsu makan tidak ada (anorexia) dengan gagal tumbuh dan berat badan tidak naik dengan adekuat (failure to thrive). 4. misalnya: parotis. 8. sering ditemukan di leher dan wajah. dll). tulang. supraklavikula. berdekatan) dengan pasien TB dengan BTA positif. Adapun hal-hal yang mencurigakan ke arah TB adalah jika terdapat minimal 3 hal berikut ini: 1. mengobati sendiri. 2. Skrofuloderma. tanpa sebab yang jelas. atau tidak naik dalam satu bulan dengan penanganan gizi yang adekuat. Uji tuberkulin yang positif (> 10 mm). Batuk lama > 3 minggu. 7. Lesu (malaise). kaku kuduk. Konjungtivitis fliktenularis. 4. dapat disertai keringat malam. segera bawa ke rumah sakit. 5. benjolan di punggung. 6. dan kegawatan lainnya. Sakit atau demam lama yang berulang. meningkatnya angka kemiskinan. Batuk-batuk lebih dari 3 minggu. Gambaran foto rontgen sugestif TB. infeksi saluran kemih. Etiologi (Penyebab) TB anak disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Mempunyai riwayat kontak erat (berhubungan akrab. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas. Diare persisten (menetap. otak. Manifestasi Klinis Gejala umum pada TB anak adalah: 1. Gejala-gejala klinis spesifik (pada kelenjar getah bening/limfonodi. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas atau berat badan kurang baik yang tidak naik dalam waktu satu bulan meskipun sudah diberi asupan gizi. 9. dan istilah Jawanya "nglemeng". Demam umumnya tidak tinggi. 2. Demam lama (> 2minggu) dan/atau berulang tanpa sebab yang jelas (bukan demam tifoid.

Kalender TB Perjalanan alamiah dan manifestasi klinis TB anak di berbagai organ dapat digambarkan melalui studi Wallgreen sebagai berikut: Infeksi (2-12 minggu)  kompleks primer yang sebagian besar sembuh sendiri (3-24 bulan)  efusi pleura (3-6 bulan)  erosi bronkus  meningitis. efusi pleura. 5. Gambaran foto rontgen sugestif tuberkulosis berupa: 1. TB milier (dalam 12 bulan)  TB tulang (dalam 3 tahun)  TB ginjal (5-25 tahun setelah infeksi primer). pembesaran kelenjar hilus atau paratrakeal dengan/tanpa infiltrat. • Pembesaran kelenjar superfisialis (permukaan tubuh) yang tidak sakit. jika dijumpai ketidaksesuaian (diskongruensi) antara gambaran radiologis yang berat dengan gambaran klinis yang ringan. 2. tuberkuloma. • Respon yang baik dengan pengobatan OAT (obat anti tuberkulosis). Anak sakit dengan riwayat kontak pasien tuberkulosis dengan diagnosis pasti. 7. maka harus dicurigai TB. Penegakan Diagnosis . 8. kavitas. batuk dan mengi yang tidak membaik dengan pengobatan antibiotik untuk penyakit pernapasan. Pasti tuberkulosis (confirmed TB) • Ditemukan basil tuberkulosis pada pemeriksaan langsung atau biakan. Sebagai pedoman umum. • Identifikasi Mycobacterium tuberculosis pada karakteristik biakan. • Pemeriksaan histologis biopsi sugestif tuberkulosis. 4. Mungkin tuberkulosis Anak yang dicurigai tuberkulosis (kriteria A) ditambah: • Uji tuberkulin positif (10 mm atau lebih). kalsifikasi dengan infiltrat. konsolidasi segmental/lobar. B.1. atelektasis. 2. 3. 6. C. langsung didiagnosis TB). • Berat badan menurun. milier (bila dijumpai gambaran ini. • Foto rontgen paru sugestif tuberkulosis. Anak dengan: • Keadaan klinis tidak membaik setelah menderita campak atau batuk rejan.

atau biopsi jaringan. Mycodot. 6. Fase intensif (dua bulan pertama) Diberikan rifampisin (75 mg). Pembacaan dilakukan 48-72 jam setelah penyuntikan. IGRA (interferon gamma release assay). pemeriksaan biakan kuman Mycobacterium tuberculosis. cairan serebrospinal (cerebrospinal fluid). CT scan. cairan pleura. Penatalaksanaan Secara prinsip. misalnya: PCR ( polymerase chain reaction). hasil positif ini sangat mungkin karena infeksi tuberkulosis alamiah. Histopatologis (PA/patologi anatomi) Pemeriksaan ini menggunakan spesimen limfadenopati spesimen yang paling mudah dan paling sering diperiksa. Hasil uji tuberkulin dinyatakan positif bila diameter indurasi > 10 mm. 3. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu penegakan diagnosis TB anak adalah: 1. "rumus terapi" TB anak adalah 2RHZ (75/50/150 mg) dan 4RH (75/50 mg). sulitnya menegakkan diagnosis pasti dikarenakan sedikitnya jumlah kuman (paucibacillary) dan sulitnya pengambilan specimen (sputum). misalnya: pemeriksaan mikroskopis apusan langsung untuk menemukan BTA (basil tahan asam). 4. sayangnya pemeriksaan ini mahal dan rumit.1 ml intrakutan di bagian volar lengan bawah. dan pirazinamid (150 mg). misalnya: PAP (immunochromatographic test). Sedangkan angka 5-9 mm dinyatakan positif meragukan. pengobatan TB anak dibagi menjadi dua fase: 1. TB. . Serologis. Maksudnya. Uji tuberkulin cara Mantoux dilakukan dengan menyuntikkan sediaan tuberkulin 0. atau 10-15 mm. ELISA (enzyme-linked immunoabsorbent assay ). Mikrobiologis. Uji tuberkulin Tuberkulin yang ada di Indonesia adalah: PPD RT-23 2TU (tuberculin unit) buatan Statens Serum Institute Denmark dan PPD (purified protein derivative) buatan Biofarma. Radiologis. isoniazid (50 mg).Diagnosis pasti TB anak ditegakkan dengan ditemukannya Mycobacterium tuberculosis pada pemeriksaan sputum (dahak). Pada anak. Angka 0-4 mm berarti uji tuberkulin negatif. misalnya: foto rontgen dada. ICT 5. 2. Contoh pemeriksaan biakan yang hasilnya cepat diperoleh (1-3 minggu) adalah pemeriksaan Bactec. Bila ukuran indurasi > 15 mm. kolli. bilas lambung. Uji interferon.

penyempitan lapang pandang. 300 mg. sputum/dahak. hepatitis. 4. dan reaksi mirip lupus yang disertai dengan ruam dan artritis. air mata) berwarna oranye kemerahan. peningkatan enzim hati. . Dosis maksimal: 300 mg per hari. Dosis maksimal: 600 mg per hari. cairan tubuh (urin/air seni. Isoniazid Dosis harian: 5-15 mg/kg berat badan/hari. anemia hemolitik pada penderita dengan defisiensi enzim glucose-6-phosphate dehydrogenase (G-6-PD). keringat. gastrointestinal. 3. Dosis maksimal: 2000 mg per hari. Etambutol Dosis harian: 15-20 mg/kg berat badan/hari. hipersensitivitas. Sediaan: tablet 500 mg. dan 450 mg. sirup 100 mg/5 ml. ketajaman mata berkurang. Efek samping: hepatitis.2. Efek samping: toksisitas hati. 5. buta warna merah-hijau. Dosis maksimal: 1250 mg per hari. Rifampisin diabsorbsi dengan baik melalui sistem gastrointestinal (pencernaan) saat perut kosong (satu jam sebelum makan). Efek samping yang jarang terjadi: pellagra. ludah. OAT pada anak diberikan setiap hari. serta untuk membunuh kuman intraseluler dan ekstraseluler. Sediaan: tablet 100 mg dan 300 mg. Rifampisin Dosis harian: 10-20 mg/kg berat badan/hari. neuritis perifer. Pirazinamid Dosis harian: 15-30 mg/kg berat badan/hari. trombositopeni. Pemberian paduan obat ini bertujuan untuk mencegah terjadinya resistensi obat. Sediaan: tablet 250 mg dan 500 mg. 2. hipersensitivitas. (nyeri sendi). Fase lanjutan (empat bulan atau lebih) Diberikan rifampisin (75 mg) dan isoniazid (50 mg). dosisnya tidak boleh melebihi 10 mg/kg berat badan/hari. Streptomisin Dosis harian: 15-40 mg/kg berat badan/hari. Sediaan: kapsul 150 mg. Bila isoniazid diberikan dengan rifampisin. Efek samping: gastrointestinal. artralgia gastrointestinal. Berikut ini profil OAT (obat antituberkulosis) lini pertama ( first line) yang biasa dipakai dan dosisnya: 1. reaksi kulit. Efek samping: neuritis optik. Rifampisin tidak boleh diracik dalam satu puyer dengan OAT lainnya karena dapat mengganggu bioavailabilitas rifampisin.

Cycloserin terizidone Dosis harian: 10-20 mg/kg berat badan/hari. Golongan fluoroquinolones. Capreomycin Dosis harian: 15-30 mg/kg berat badan/hari. Dosis maksimal: 1000 mg/hari. Dosis maksimal: 1500 mg/hari. Para-aminosalicylic acid (PAS) Dosis harian: 150 mg/kg berat badan/hari. d. c. Dosis maksimal: 12. nefrotoksik. Gatifloxacin Dosis harian: 7. Evaluasi Terapi Apabila respon setelah 2 bulan kurang baik.Dosis maksimal: 1000 mg per hari. 4. 2. misalnya: a.5-10 mg/kg berat badan/hari. yaitu gejala TB masih ada dan tidak terjadi penambahan berat badan. Kanamycin Dosis harian: 15-30 mg/kg berat badan/hari. Dosis maksimal: 1000 mg/hari. . b. c.5 mg/kg berat badan/hari. Dosis maksimal: 1000 mg/hari. Ofloxacin Dosis harian: 15-20 mg/kg berat badan/hari. Levofloxacin Dosis harian: 7. maka OAT tetap diberikan sambil dievaluasi mengapa tidak ada perbaikan.5-10 mg/kg berat badan/hari. Ciprofloxacin Dosis harian: 20-30 mg/kg berat badan/hari. misalnya: a.5-10 mg/kg berat badan/hari. 5. Efek samping: ototokasik. yang dipakai jika terjadi resisten obat (multi-drug resistance/MDR) antara lain: 1. e. 3. Golongan aminoglycosides. Dosis maksimal: 1000 mg/hari. Moxifloxacin Dosis harian: 7. Amikacin Dosis harian: 15-22. b. Dosis maksimal: 800 mg/hari. Adapun OAT lini kedua (second line).000 mg/hari. Ethionamide atau Prothionamide Dosis harian: 15-20 mg/kg berat badan/hari. Dosis maksimal: 1000 mg/hari.

aspirasi benda asing. Histoplasmosis 2. hanya mereka yang berisiko tinggi berkembang menjadi sakit TB. cacar air (varicella. Lama pemberiannya 6-12 bulan. batuk 100 hari). Bila diberikan pada anak berusia lebih dari 3 bulan. menderita campak (measles. Diberikan untuk anak yang telah terinfeksi TB. sarkoidosis. Dosis untuk bayi 0. Tidak semua anak diberi kemoprofilaksis sekunder. 3. mendapat obat imunosupresif (sitostatik dan kortikosteroid) yang lama. dan kanker mediastinum. Diberikan isoniazid 510 mg/kg berat badan/hari dengan dosis tunggal selama 6 bulan.05 ml dan untuk anak 0. untuk anak yang kontak dengan TB menular.Foto rontgen dada. morbili. pertusis (batuk rejan. Lymphoreticular 5. misalnya: usia balita. abses paru. terutama dengan BTA sputum positif namun belum terinfeksi (uji tuberkulin negatif). infeksi TB baru. Efek sampingnya (0. 2. Keganasan lainnya Sedangkan pulmonary tuberculosis haruslah dibedakan dengan pneumonia (bakteri. usia remaja. mikoplasma. perlu dilakukan hanya pada penderita TB milier (perlu rontgen lagi setelah 1 bulan) dan efusi pleura TB (perlu rontgen lagi setelah 2 minggu). Pada bayi prematur. sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. imunisasi BCG ditunda dahulu hingga berat badan bayi optimal. Kemoprofilaksis sekunder Bertujuan untuk mencegah berkembangnya infeksi menjadi sakit TB. parasitik. chicken pox). dan fungal/jamur).10 ml. Diagnosis Banding Penyakit lain yang dapat dipertimbangkan pada TB anak antara lain: 1. seperti pada anak dengan imunokompromais. Pencegahan Berbagai cara pencegahan TB anak antara lain: 1. Collagen-vascular disorders 6. pneumonia lipoid. Kemoprofilaksis primer Bertujuan untuk mencegah terjadi infeksi TB. untuk evaluasi hasil pengobatan. rubeola).1-1%) adalah ulserasi lokal dan limfadenitis (adenitis supuratif). Cryptococcosis 4. diberikan intrakutan di daerah insersi otot deltoideus kanan. namun belum sakit. Imunisasi BCG Diberikan sebelum usia 2 bulan. ditandai dengan uji tuberkulin positif sedangkan klinis dan radiologis normal. Infeksi pulmoner lainnya 7. Prognosis . Coccidioidomycosis 3.

). . Blickman H. 7. Current Pediatric Diagnosis & Treatment. Pedoman Nasional Tuberkulosis Anak. Buku Ajar Respirologi Anak. 1st Edition. Terapi berulang lebih sulit dan kurang berhasil. merupakan bentuk infeksi TB sekunder pada kelenjar limfe. hilar adenopathy. Pediatric Imaging: Case Review Series. Tahukah Anda? * Istilah scrofuloderma berarti: bentuk tuberkulosis di kulit. Rahajoe NN. * Satu bentuk penting (one important subset) dari pneumonia (lower respiratory tract infection/LRTI) adalah tuberkulosis (TB). 6. Hormann MD. membentuk ulcers. USA. * Simon's foci adalah suatu kalsifikasi apikal. Basir D. 2007:521-523.TuberculosisTextbook. * Hindarilah menyusui (breast-feeding) pada kondisi TB milier ( miliary tuberculosis). Jakarta. 5. dan pleural effusion. * Infeksi primer ditandai dengan: lobar consolidation. Philadelphia. MS Makmuri.). Case Files Pediatrics. Yetman RJ. Lange Medical Books/McGraw Hill. sampai menerima terapi adekuat selama 2 minggu. Kartasasmita CB (Ed. TB sendiri merupakan suatu granulomatous disease.al. et.). Tuberculosis 2007: From Basic Science to Patient Care. prognosisnya buruk. Lange Medical Books/McGraw Hill. Spitzer AR. 2007:99. Sondheimer JM. Dengan kemoterapi antituberkulosis (terutama isoniazid).). Leão SC. Mosby-Elsevier. USA. Edisi Kedua. dan tubercular meningitis. Rahajoe NN.Jika bakteri sensitif dan terapi lengkap. 3. Ritacco V (Ed. 1197-1200. Supriyatno B. 2007:204. Mosby-Elsevier. UKK Respirologi PP Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pada disseminated TB. Edisi Pertama. Deterding RR (Ed. terdapat hampir 100% penyembuhan ( recovery) pada tuberkulosis milier. 2007:115-116. miliary disease. Toy EC. 1. 2nd Edition. Jakarta. Fetal & Neonatal SECRETS. Girardet RG. 2007: 525-558 Polin RA. 2008:162-267. 2nd Edition. Levin MJ. * Kompleks Ghon adalah suatu primary lower lobe lesion dengan suatu nodus calcified draining yang tampak pada foto rontgen dada. Ward RJ. Cited from: www. 4. Hay WW. Referensi dan Bacaan Lebih Lanjut 2. Palomino JC. Ikatan Dokter Anak Indonesia. sebagian besar anak dengan TB sembuh dengan sedikit gejala sisa (minimal sequelae). Philadelphia. Setyanto DB (Ed.com. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful