BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG Hubungan perawat-dokter adalah satu bentuk hubungan interaksi yang

telah cukup lama dikenal ketika memberikan bantuan kepada pasien. Perspektif yang berbeda dalam memandang pasien, dalam prakteknya menyebabkan munculnya hambatan-hambatan teknik dalam melakukan proses kolaborasi. Kendala psikologis keilmuan dan individual, factor sosial, serta budaya menempatkan kedua profesi ini memunculkan kebutuhan akan upaya kolaborasi yang dapat menjadikan keduanya lebih solid dengan semangat kepentingan pasien. Berbagai penelitian menunjukan bahwa banyak aspek positif yang dapat timbul jika hubungan kolaborasi dokter-perawat berlangsung baik. American Nurses Credentialing Center (ANCC) melakukan risetnya pada 14 rumah sakit melaporkan bahwa hubungan dokter-perawat bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi juga berdampak langsung pada hasil yang dialami pasien (Kramer dan Schamalenberg, 2003). Terdapat hubungan korelasi positif antara kualitas hubungan dokter-perawat dengan kualitas hasil yang didapatkan pasien. Hambatan kolaborasi dokter dan perawat sering dijumpai pada tingkat profesional dan institusional. Perbedaan status dan kekuasaan tetap menjadi sumber utama ketidaksesuaian yang membatasi pendirian profesional dalam aplikasi kolaborasi. Dokter cenderung pria, dari tingkat ekonomi lebih tinggi dan biasanya fisik lebih besar dibanding perawat, sehingga iklim dan kondisi sosial masih medukung dominasi dokter. Inti sesungguhnya dari konflik perawat dan dokter terletak pada perbedaan sikap profesional mereka terhadap pasien dan cara berkomunikasi diantara keduanya. Kolaborasi merupakan proses komplek yang membutuhkan sharing pengetahuan yang direncanakan dan menjadi tanggung jawab bersama untuk merawat pasien. Bekerja bersama dalam kesetaraan adalah esensi dasar dari kolaborasi yang kita gunakan untuk menggambarkan hubungan perawat dan 1

TUJUAN PENULISAN a. Kesetaraan kemungkinan dapat dihargai serta kepada pasien.dokter. Mengetahui definisi dari kolaborasi b. Bagaimana pelaksanaan kolaborasi dalam keperawatan? terwujud jika individu yang terlibat merasa terlibat secara fisik dan intelektual saat memberikan bantuan 2 . RUMUSAN MASALAH a. B. Mengetahui kolaborasi yang ada dalam keperawatan C. Tentunya ada konsekweksi di balik issue kesetaraan yang dimaksud. Apa definisi kolaborasi dalam keperawatan? b.

Seperti yang dikemukakan National Joint Practice Commision (1977) yang dikutip Siegler dan Whitney (2000) bahwa tidak ada definisi yang mampu menjelaskan sekian ragam variasi dan kompleknya kolaborasi dalam kontek perawatan kesehatan. kesetaraan. Bekerja bersama dalam kesetaraan adalah esensi dasar dari kolaborasi yang kita gunakan untuk menggambarkan hubungan perawat dan dokter. Namun demikian kolaborasi sulit didefinisikan untuk menggambarkan apa yang sebenarnya yang menjadi esensi dari kegiatan ini. Kolaborasi merupakan proses komplek yang membutuhkan sharing pengetahuan yang direncanakan dan menjadi tanggung jawab bersama untuk merawat pasien. Tentunya ada konsekweksi di balik issue kesetaraan yang dimaksud. Partnership kolaborasi merupakan usaha yang baik sebab mereka menghasilkan outcome yang lebih baik bagi pasien dalam mecapai upaya penyembuhan dan memperbaiki kualitas hidup. DEFINISI KALOBORASI (COLLABORATOR) Kolaborasi merupakan istilah umum yang sering digunakan untuk menggambarkan suatu hubungan kerja sama yang dilakukan pihak tertentu. Apapun bentuk dan tempatnya. kolaborasi meliputi suatu pertukaran pandangan atau ide yang memberikan perspektif kepada seluruh kolaborator. Efektifitas hubungan kolaborasi profesional membutuhkan mutual respek baik setuju atau ketidaksetujuan yang dicapai dalam interaksi tersebut. kolaborasi adalah bekerja bersama khususnya dalam usaha penggambungkan pemikiran. kerja sama.BAB II TINJAUN PUSTAKA A. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukanan oleh Gray (1989) menggambarkan bahwa kolaborasi sebagai suatu proses berfikir dimana pihak yang terklibat memandang aspek-aspek perbedaan dari suatu masalah serta menemukan solusi dari perbedaan tersebut dan keterbatasan padangan mereka terhadap apa yang dapat dilakukan. Berdasarkan kamus Heritage Amerika (2000). 3 . Sekian banyak pengertian dikemukakan dengan sudut pandang beragam namun didasari prinsip yang sama yaitu mengenai kebersamaan. tanggung jawab dan tanggung gugat. berbagi tugas.

2000) Dilain pihak seorang perawat akan berfikir. Sulit dijelaskan secara tepat bagaimana pembentukan pola berfikir seperti itu apalagi kurikulum kedokteran terus berkembang. Perawat dididik untuk mampu menilai status kesehatan pasien. mahasiswa kedokteran pra-klinis sering terlibat langsung dalam aspek psikososial perawatan pasien melalui kegiatan tertentu seperti gabungan bimbingan – pasien. Mereka juga diperkenalkan dengan lingkungan klinis dibina dalam masalah etika. Sebagai praktisi memang mereka berbagi lingkungan kerja dengan para perawat tetapi mereka tidak dididik untuk menanggapinya sebagai rekanan/sejawat/kolega. apa masalah pasien ini? Bagaimana pasien menanganinya?. pekerja sosial atau profesional kesehatan lain. ” apa diagnosa pasien ini dan perawatan apa yang dibutuhkannya” pola pemikiran seperti ini sudah terbentuk sejak awal proses pendidikannya. Pemahaman Kolaborasi terwujud jika individu yang terlibat merasa terlibat secara fisik dan intelektual saat memberikan bantuan Pemahaman mengenai prinsip kolaborasi dapat menjadi kurang berdasar jika hanya dipandang dari hasilnya saja. bantuan apa yang dibutuhkannya? Dan apa yang dapat diberikan kepada pasien?. Bagaimana masingmasing profesi memandang arti kolaborasi harus dipahami oleh kedua belah pihak sehingga dapat diperoleh persepsi yang sama. pencatatan riwayat medis. Seorang dokter saat menghadapi pasien pada umumnya berfikir. Selama periode tersebut hampir tidak ada kontak formal dengan para perawat. mengevaluasi hasil dan menilai kembali sesuai kebutuhan. melaksanakan rencana. pemeriksaan fisik serta hubungan dokter dan pasien. Para pendidik menyebutnya sebagai proses keperawatan. (Siegler dan Whitney. B. Inilah yang dijadikan dasar argumentasi bahwa profesi keperawatan didasari oleh disiplin ilmu yang membantu individu sakit atau sehat dalam menjalankan kegiatan yang mendukung kesehatan atau pemulihan sehingga pasien bisa mandiri. 4 . Pembahasan bagaimana proses kolaborasi itu terjadi justru menjadi point penting yang harus disikapi.Kesetaraan kemungkinan dapat dihargai serta kepada pasien. merencanakan intervensi.

fisioterapi. perawat. Pasien secara integral adalah anggota tim yang penting. keluarga dan masyarakat. Partisipasi pasien dalam pengambilan keputusan akan menambah kemungkinan suatu rencana menjadi efektif. a. Para pelajar bekerja diunit perawatan pasien bersama staf perawatan untuk belajar merawat. Tercapainya tujuan kesehatan pasien yang optimal hanya dapat dicapai jika pasien sebagai pusat anggota tim. Kolaborasi merupakan proses komplek yang membutuhkan sharing pengetahuan yang direncanakan yang disengaja. dan apoteker. Praktek keperawatan menggabungkan teori dan penelitian perawatan dalam praktek rumah sakat dan praktek pelayanan kesehatan masyarakat. manager. pekerja sosial.Sejak awal perawat dididik mengenal perannya dan berinteraksi dengan pasien. Oleh karena itu tim kolaborasi hendaknya memiliki komunikasi yang efektif. Kadangkala itu terjadi dalam hubungan yang lama antara tenaga profesional kesehatan. dokter. 5 . bekerja saling ketergantungan dalam batas-batas lingkup praktek dengan berbagi nilai-nilai dan pengetahuan serta respek terhadap orang lain yang berkontribusi terhadap perawatan individu. Anggota tim kesehatan meliputi : pasien. Anggota Tim interdisiplin Tim pelayanan kesehatan interdisiplin merupakan sekolompok profesional yang mempunyai aturan yang jelas. bertanggung jawab dan saling menghargai antar sesama anggota tim. tujuan umum dan berbeda keahlian. Tim akan berfungsi baik jika terjadi adanya konstribusi dari anggota tim dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. dan menjadi tanggung jawab bersama untuk merawat pasien. dengan pengawasan dan supervisi sebagai pemberi petunjuk pengembangan kerjasama atau mekanisme yang ditentukan oleh peraturan suatu negara dimana pelayanan diberikan. Perawat dan dokter merencanakan dan mempraktekan bersama sebagai kolega. ahli gizi. menjalankan prosedur dan menginternalisasi peran. (Lindeke dan Sieckert. 2005). Kolaborasi adalah suatu proses dimana praktisi keperawatan atau perawat klinik bekerja dengan dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan dalam lingkup praktek profesional keperawatan.

Communi cations Autonom y Responsi bility cooperation Common purpose Efective collaborat ion Assertiveness Coordinati on Mutuality Gambar 1 Elemen kunci efektifitas kolaborasi 6 . otonomi dan kordinasi seperti skema di bawah ini. Perawat memfasilitasi dan membantu pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari praktek profesi kesehatan lain.Perawat sebagai anggota membawa persfektif yang unik dalam interdisiplin tim. Kolaborasi menyatakan bahwa anggota tim kesehatan harus bekerja dengan kompak dalam mencapai tujuan. Pada situasi ini dokter menggunakan modalitas pengobatan seperti pemberian obat dan pembedahan. Mereka sering berkonsultasi dengan anggota tim lainnya sebagaimana membuat referal pemberian pengobatan. Elemen penting untuk mencapai kolaborasi yang efektif meliputi kerjasama. komunikasi. mengobati dan mencegah penyakit. asertifitas. Dokter memiliki peran utama dalam mendiagnosis. Perawat berperan sebagai penghubung penting antara pasien dan pemberi pelayanan kesehatan. tanggung jawab.

kolegalitas. terganggunya komunikasi . Komunikasi artinya bahwa setiap anggota bertanggung jawab untuk membagi informasi penting mengenai perawatan pasien dan issu yang relevan untuk membuat keputusan klinis. Tindakan asertif menjamin bahwa pendapatnya benar-benar didengar dan konsensus untuk dicapai. Kordinasi adalah efisiensi organisasi yang dibutuhkan dalam perawatan pasien. Kolaborasi didasarkan pada konsep tujuan umum. Tanggung jawab. konstribusi praktisi profesional. Asertifitas penting ketika individu dalam tim mendukung pendapat mereka dengan keyakinan. Tanpa rasa pecaya. kerjasama tidak akan ada. Otonomi mencakup kemandirian anggota tim dalam batas kompetensinya. mengurangi duplikasi dan menjamin orang yang berkualifikasi dalam menyelesaikan permasalahan. dan loyalitas Meningkatnya kohesifitas antar profesional Kejelasan peran dalam berinteraksi antar profesional. menghindar dari tanggung jawab. asertif menjadi ancaman. Kolegalitas menekankan pada saling menghargai. dan pendekatan profesional untuk masalah-masalah dalam team dari pada menyalahkan seseorang atau atau menghindari tangung jawab. mendukung suatu keputusan yang diperoleh dari hasil konsensus dan harus terlibat dalam pelaksanaannya. komunikasi dan praktek yang difokuskan kepada pasien. Hensen menyarankan konsep dengan arti yang sama : mutualitas dimana dia mengartikan sebagai suatu hubungan yang memfasilitasi suatu proses dinamis antara orang-orang ditandai oleh keinginan maju untuk mencapai tujuan dan kepuasan setiap anggota.Kerjasama adalah menghargai pendapat orang lain dan bersedia untuk memeriksa beberapa alternatif pendapat dan perubahan kepercayaan. 7 menggabungkan keahlian unik profesional. Kepercayaan adalah konsep umum untuk semua elemen kolaborasi. . Otonomi akan ditekan dan koordinasi tidak akan terjadi. Elemen kunci kolaborasi dalam kerja sama team multidisipliner dapat digunakan untuk mencapai tujuan kolaborasi team : Memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan Produktivitas maksimal serta efektifitas dan efesiensi sumber daya Peningkatnya profesionalisme dan kepuasan kerja.

kolegalitas. (www. Komunikasi dibutuhkan untuk mewujudkan kolaborasi yang efektif. Kegiatan ronde bersama dapat ditindaklanjuti dengan pertemuan berkala untuk membahas kasus-kasus tertentu sehingga terjadi trasnfer pengetahuan diantara anggota tim. Dokter dan perawat saling bertukar informasi untuk mengatasi permasalahan pasien secara efektif. Oleh karena itu perlu 8 . dan pengembangan tingkat pendidikan perawat dapat juga dijadikan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. perawat perlu mengantisipasi konsekuensi perubahan dari vokasional menjadi profesional.com. Status yuridis seiring perubahan perawat dari perpanjangan tangan dokter menjadi mitra dokter sangat kompleks. malpraktik medis. Yaitu. dan malpraktik keperawatan. Perlu ada kejelasan dari pemerintah maupun para pihak terkait mengenai tanggung jawab hukum dari perawat. Organisasi profesi perawat juga harus berbenah dan memperluas struktur organisasi agar dapat mengantisipasi perubahan. Pihak manajemen rumah sakit dapat menjadi fasilitator demi terjalinnyanya hubungan kolaborasi seperti dengan menerapkan sistem atau kebijakan yang mengatur interaksi diantara berbagai profesi kesehatan. Tanggung jawab hukum juga akan terpisah untuk masing-masing kesalahan atau kelalaian. dan menghargai dan memahami orang lain. kompas. Ronde bersama yang dimaksud adalah kegiatan visite bersama antara dokter-perawat dan mahasiswa perawat maupun mahasiswa kedokteran. Pencatatan terpadu data kesehatan pasien. dokter maupun rumah sakit.- Menumbuhkan komunikasi. Berkaitan dengan issue kolaborasi dan soal menjalin kerja sama kemitraan dengan dokter. Diakses pada tanggal 20 Maret 2007) Pertemuan profesional dokter-perawat dalam situasi nyata lebih banyak terjadi dalam lingkungan rumah sakit. ronde bersama. hal tersebut perlu ditunjang oleh sarana komunikasi yang dapat menyatukan data kesehatan pasien secara komfrenhensif sehingga menjadi sumber informasi bagi semua anggota team dalam pengambilan keputusan. dengan tujuan mengevaluasi pelayanan kesehatan yang telah dilakukan kepada pasien. Kegiatan ini juga merupakan sebagai satu upaya untuk menanamkan sejak dini pentingnya kolaborasi bagi kemajuan proses penyembuhan pasien.

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dapat dilakukan melalui pendidikan formal sampai kejenjang spesialis atau minimal melalui pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan keahlian perawat b.dikembangkan catatan status kesehatan pasien yang memungkinkan komunikasi dokter dan perawat terjadi secara efektif. 9 . Kolaborasi adalah proses dimana dokter dan perawat merencanakan dan praktek bersama sebagai kolega. keluarga dan masyarakat. perawat kesehatan komunitas terlibat dalam sebuah pembuatan keputusan bersama berhubungan dengan aksi yang paling tepat untuk dilakukan untuk memecahkan masalah (Hitchcock. 2003). Ini adalah suatu proses dam sebuah lingkungan yang saling menghargai dan kooperatif. Meskipun berkaloborasi dengan seorang individu. Kaloborasi seharusnya selalu menjadi suatu gaya dalam berinteraksi antara perawat kesehatan komunitas dengan klien dan sama pentingnya peran perawat ketika perawat berfungsi sebagai bagian dari sebuah tim. sebuah agensi. American Medical Assosiation (AMA). sebuah keluarga. Peran Perawat sebagai kolaborator Peran perawat sebagai kolaborator melakukan kaloborasi dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang sama. atau sebagai bagian dari sebuah tim. mendefinisikan istilah kolaborasi sebagai berikut . Pendidikan perawat perlu terus ditingkatkan untuk meminimalkan kesenjangan profesional dengan dokter melalui pendidikan berkelanjutan. 1994. bekerja saling ketergantungan dalam batasan-batasan lingkup praktek mereka dengan berbagi nilai-nilai dan saling mengakui dan menghargai terhadap setiap orang yang berkontribusi untuk merawat individu. setelah melalui diskusi dan negosiasi yang panjang dalam kesepakatan hubungan professional dokter dan perawat.

berbagi tanggung jawab. perbaikan dalam setiap pembuatan 10 . Kolaborasi yang efektif antara anggota tim kesehatan memfasilitasi terselenggaranya pelayanan pasien yang berkualitas. Banyaknya faktor yang berpengaruh seperti kerjasama. diharapkan perawat. Masing-masing profesi memiliki kompetensi profesional yang berbeda sehingga ketika digabungkan dapat menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. SARAN Setelah membaca dan memahami isi makalah ini. mahasiswa calon perawat atau para pembaca bisa mempelajari dan mengetahui berbagai macam metode dalam berkomunikasi khususnya metode komunikasi persuasif. SIMPULAN Untuk mencapai pelayanan yang efektif maka perawat.BAB III PENUTUP A. Tidak ada kelompok yang dapat menyatakan lebih berkuasa diatas yang lainnya. dokter dan tim kesehatan harus berkolaborasi satu dengan yang lainnya. B. Pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna kira pera pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun sehingga makalah ini dapat bermanfaat dan senantiasa mengalami makalah yang akan datang. komunikasi efektif sangat menentukan bagaimana suatu tim berfungsi. sikap saling menerima.

. A. Proses. Edisi 4. dan Praktik. & Perry. Jakarta: EGC 11 .DAFTAR REFERENSI Potter.A.G. 2005. P. Buku ajar Fundamental Keperawatan: Konsep.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful