Fi’liyah Emira Dyah Larasati Firdaus Auliya Rahmah Fretty Vivin Valentiah Tugas minggu ke-3

115040200111076 115040201111070 115040201111179 115040201111321

1. Metode survei tanah menggunakan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan sintetik dan analitik.  Jelaskan persamaan dan perbedaan kedua pendekatan tersebut?  Perbedaan metode analitik dan sintetik : Pendekatan analitik adalah kegiatan yang menampilkan aktivitas dalam hal membedakan, menguji, menggolongkan, menyusun, menguraikan, membandingkan, membuat deduksi, dan memeriksa. Sementara pendekatan sintetik meliputi merancang, menggabungkan, menambah, membangun,

mengembangkan, mengelola, merancang, dan membuat hipotesis. Pendekatan sintetik dilakukan dengan mengamati terlebih dahulu sebelum mendelineasi, sedangkan pendekatan analitik melakukan delineasi terlebih dahulu kemudian mengamati.  Persamaan metode analitik dan sintetik:Pendekatan analitik dan sintetik sama sama dipandang sebagai pendekatan dan metode pembelajaran 

Berikan contoh kedua pendekatan tersebut :

jelaskan alasannya. Diskusikan apakah pendekatan yang akan dipakai. Lihat pada peta landform Pujon dan sekitanya di bawah. apa saja yang harus dilakukan? Pendekatan analitik dilakukan di daerah survei tersebut dengan cara:  Pertama melakukan interpretasi foto udara yang diteruskan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang di buat tersebut. . Gambaran relief wilayah tersebut disajikan pada peta di bawahnya (peta relief) a.2. Contoh pendekatan analitik 3.  Kemudian membagi lansekap ke dalam komponen-komponen sedemikian rupa yangdiperkirakan akan memiliki tanah yang berbeda.  Melaksanakan karakterisasi satuan-satuan yang dihasilkan melaluipengamatan dan pengambilan contoh tanah di lapangan. Dalam menyiapkan survei tanah dengan menggunakan pendekatan analitik.

b. Jika akan melakukan survei tanah pada skala 1:25.000 plot pengamatan Saudara jika:    menggunakan grid kaku menggunakan grid bebas menggunakan pendekatan fisiografis dengan menggunakan key area dan transek. Peta Landform (bentuklahan Pujon dan sekitarnya) .

dimana penggunaan interpretasi foto udara sangat terbatas dan intensif pengamatan yang rapat memerlukan ketepatan penempatan titik pengamatan di lapangan dan pada peta. Jarak pengamatan dibuat secara teratur pada jarak tertentu untuk menghasilkan jalur segi empat (rectangular grid) di seluruh daerah survei. Survei grid juga cocok dilakukan pada daerah yang mempunyai pola tanah yang kompleks di mana pola detail hanya dapat dipetakan pada skala besar yang kurang praktis.Relief Pujon dan sekitarnya. Metode ini sangat cocok untuk survei intensif dengan skala besar. Pengamatan dilakukan dengan pola teratur (interval titik pengamatan berjarak sama pada arah vertical dan horizontal). Survei ini sangat cocok diterapkan pada daerah yang posisi pemetaannya sukar ditentukan dengan pasti. mempertimbangkan kisaran spasial autokorelasi yang diharapkan.  Skema Menggunakan Grid Kaku pengambilan contoh tanah secara sistematik dirancang dengan Metode grid kaku merupakan metode yang menggunakan prinsip pendekatan sintetik. . Jarak pengamatan tergantung dari skala peta. Selain itu survei ini sangat dianjurkan pada survei intensif (detail-sangat detail) dan penggunaan hasil interpretasi foto udara sangat terbatas (misalnya pada daerah dengan konfigurasi permukaan kurang beragam/daerah yang relatif datar) atau di daerah yang belum ada foto udaranya.

Metode ini diterapkan pada survei detail hingga semi-detail. tetapi jarak pengamtan tidak perlu sama dalam dua arah. Dengan demikian. Menggunakan Grid Bebas Metode grid bebas merupakan perpaduan metode grid kaku dan metode fisiografi. Dalam metode survei bebas. sedangkan daerah lainnya (terutama daerah yang bermasalah) perlu dilakukan pengamatan lebih banyak (lebih mendetail). pemeta ‘bebas’ memilih lokasi titik pengamatan dalam mengkonfirmasikan secara sistematis model mental hubungan tanah-lansekap. kerapatan pengamatan disesuaikan menurut kebutuhan skala survei yang dilaksanakan serta tingkat kerumitan pola tanah di lapangan. pangamatan dapat dilakukan lebih sedikit. sekitar 10-30 % dan skala tinjau kurang lebih 5-20 % dari luas total) Harus mudah diakses atau tidak sulit dikunjungi Sedangkan untuk Transek merupakan daerah kunci sederhana dalam bentuk jalur atau rintisan yang mencakup sebanyak mungkin satuan peta atau satuan wujud-lahan. . foto udara berkemampuan terbatas dan di tempat-tempat yang orientasi di lapangan cukup sulit dilakukan. Beberapa persyaratan untuk daerah kunci adalah : a) b) c) d) Harus dapat mewakili sebanyak mungkin satuan peta yang ada di daerah survei Harus dibuat pada daerah di mana hubungan antara tanah dengan kenampakan bentang-alam atau landform dapat dipelajari dengan mudah. sehingga perlu pengamatan lebih rapat. menarik batas dan menentukan komposisi satuan peta. dapat dihasilkan peta yang baik. dengan berkonsentrasi pada tanah bermasalah. Jika terjadi perubahan fisiografi yang menyolok dalam jarak dekat. Di daerah dengan pola tanah yang dapat diprediksi dengan mudah (sesuai dengan model mental). (untuk survei tanah skala semi detail. tergantung fisiografi daerah survei. Daerah kunci tidak boleh terlalu kecil. sedangkan jika landform relatif seragam maka jarak pengamatan dapat dilakukan bberjauhan.  Menggunakan pendekatan fisiografis dengan menggunakan key area dan transek Pengamatan pada daerah kunci (key area) merupakan daerah terpilih dalam suatu daerah survei yang di dalamnya secara berdekatan. Pengamatan lapangan dilakukan seperti paa grid-kaku. terdapat sebanyak mungkin satuan peta yang ada dis eluruh daerah survei tersebut. Dengan jumlah sampling yang sama.

umumnya selalu diperlukan bantuan daerah kunci.2: Relief Pujon dan sekitarnya. dimana delineasi wujud-lahannya sangat mudah Gambar 1. Dalam setiap survei tanah.Transek tidak boleh sejajar dengan batas wujud-lahan.1:Peta Landform (bentuklahan Pujon dan sekitarnya) Gambar 1. kecuali : a) b) c) d) Daerah survei relatif sempit Jika bentang-alamnya telah diketahui dengan baik Jika seluruh daerah harus didatangi secara intensif (misalnya untuk survei irigasi) Pada survei skala kecil. .

karena pendekatan analitik menggunakan metode fisiografi atau interpretasi foto udara yang diteruskan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang di buat tersebut. Kemudian melaksanakan karakterisasi satuan-satuan yang dihasilkan melalui pengamatan dan pengambilan contoh tanah di lapangan.Pendeketan yang sesuai untuk landform gambar 1.2 adalah pendekatan analitik. maka terlebih dahulu diberi batasan-batasan atau delineasi sehingga mempermudah dalam membedakan suatu jenis tanah. .1 dan gambar 1. Pada kedua gambar ini untuk mengidentifikasi berbagai jenis tanah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful