Tortikolis atau dikenal di masyarakat sebagai kaku leher (torticollis, loxia, wryneck, tengleng, tengeng) berasal dari bahasa

Yunani: tortus yang artinya terputar dan collum yang artinya leher. Statistik menunjukkan 1 dari 300 bayi lahir dengan tortikolis otot bawaan. Kelainan ini lebih sering terjadi pada anak pertama. Sangat disayangkan bila bayi yang mengalami tortikolis dibiarkan tanpa mendapatkan penanganan. Selain beresiko mengalami gangguan tumbuh kembang, tortikolis juga sangat mungkin mempengaruhi psikologis anak. Kabar baiknya sekitar 90% bayi dengan tortikolis bila diterapi sedini mungkin akan memberikan hasil yang memuaskan. Karena itu penting bagi kita untuk mengenali apa itu tortikolis. Pada kesempatan ini kita akan membatasi diskusi seputar tortikolis bawaan pada bayi saja. Bayi dengan dugaan tortikolis dapat dikenali dari gejalanya, yaitu: kepala miring ke satu sisi dan berputar sebagaimana rupa (tilt and twist) sehingga dagu dan wajah mengarah ke sisi yang berlawanan. Gejalanya mulai dapat dikenali pada saat bayi berusia 2-4 minggu.

Tortikolis ke arah kanan. Otot yang ketat dan memendek akan membuat bayi lebih nyaman untuk berbaring pada sisi yang sakit. Kondisi ini menyebabkan punggung dan kepala bayi menjadi rata pada satu sisi (plagiocephaly). Dalam jangka panjang beresiko menyebabkan gangguan pertumbuhan otot wajah dan tulang kepala. Wajah menjadi asimetris secara menetap. Kondisi ini beresiko membuat minder dalam pergaulan di masa depan pasien.

Plagiocephaly. Wajah menjadi asimetris dan beresiko membuat minder.

Sedangkan 60% sisanya tidak ada riwayat trauma atau persalinan sulit. cenderung menggunakan satu tangan saja. Presentasi tersebut merupakan posisi janin yang paling sering ditemui. Bayi menjadi susah telungkup. Posisi bokong  Posisi dalam rahim dimana aliran pembuluh darah balik dari SCM terhambat sehingga otot tersebut kurang mendapat suplai darah yang berakibat otot menjadi rusak dan digantikan oleh jaringan ikat.(lihat gambar). susah duduk. robek dan terjadi perdarahan. Teori ini didukung bukti dimana hampir 40% penderita memiliki riwayat persalinan sulit dengan posisi sungsang (breech-bokong) atau riwayat penggunaan forceps untuk membantu proses persalinan. susah untuk merangkak dan cenderung malas berjalan.teregang. Penyembuhan yang terjadi membentuk jaringan ikat disertai pemendekan otot. Teori ini didukung fakta dimana 75% bayi yang mengalami tortikolis didapati mengarah ke kanan disebabkan oleh presentasi left occiput anterior –LOA. . Biasanya bayi dengan tortikolis memiliki riwayat:  Persalinan yang sulit dimana otot leher -sternocleidomastoideus (SCM).Kelainan ini juga menghambat perkembangan motorik anak.

Letakkan mainan pada sisi di mana bayi harus memutar kepala untuk mengalihkan perhatian ke arah mainan ataupun meraih mainan tersebut Letakkan bayi di kasur dimana sisi yang sakit menghadap ke dinding.Presentasi LOA menyebabkan 75% tortikolis mengarah ke kanan Harus diperhatikan juga bahwa 20% bayi yang terkena tortikolis bawaan juga beresiko memiliki kelainan lain seperti kelainan tulang belakang (C1-C2 subluxation). . dokter mungkin menyarankan pemeriksaan rontgen dan USG. Selain pemeriksaan fisik. Terapi biasanya membutuhkan waktu selama 4-6 bulan dan hampir 90% berhasil. Bayi yang lebih tua membutuhkan waktu yang lebih lama dan prosesnya lebih sulit. idealnya pada saat bayi masih berusia dibawah 3 bulan. Fisioterapi rutin SEDINI MUNGKIN. sehingga bayi harus memutar kepalanya untuk melihat ke arah luar kasur. dan kelainan kaki (club foot dan toeing in)* Anak saya sepertinya tortikolis dok apa saja yang bisa dilakukan?     Segera bawa ke dokter. kelainan sendi pinggul (Congenital Hip Dysplasia)*. Anak Anda akan dipastikan ada atau tidaknya tortikolis serta kelainan lain yang menyertai. Terapi pada bayi di atas 1 tahun sudah terlambat dan mungkin memerlukan tindakan operasi. Tortikolis bawaan yang disebabkan murni karena otot harus difisioterapi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful