SEJARAH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ORIENTALISME By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.

I (Guru Sang Dewo (SMPN2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

Orientalis mengkaji Islam mempunyai motif keagamaan dan politik. Hal itu sudah berlangsung cukup lama, bahkan fakta sejarah ada yang mengatakan sebelum perang salib, orientalis sudah muncul dan mulai melakukan pengkajian terhadap ketimuran, khususnya Islam. Yaqub, sebagaimana dikutip Darmalaksana mengemukakan, “sebagian peneliti menyatakan bahwa orientalisme mulai ada sejak abad X masehi.” Perkembangan orientalis dalam waktu ke waktu cukup pesat, sehingga memunculkan berbagai ilmuwan, baik yang obyektif maupun yang subyektif terhadap Islam. Berdasarkan pernyataan di atas, agar lebih jelas, penulis akan membagi periode sejarah orientalis menjadi tiga fase, yaitu:pertama, masa sebelum perang salib, kedua, masa perang salib hingga masa pencerahan Eropa,ketiga, masa pencerahan Eropa sampai perkembangan kontemporer. 1. Masa Sebelum Perang Salib Sejarah mencatat bahwa interaksi antara Barat dengan Timur sebenarnya sudah terjadi sejak zaman sebelum masehi, yaitu pada waktu Alexander mengadakan ekspansi ke Timur dan menguasai hampir separuh wilayah Asia. Dalam ekspansinya, ternyata yang dilakukan bukan hanya dalam bidang kemiliteran saja, namun juga mengambil kepustakaan, agama, dan lainnya. Kenyataan inilah awal mula perhatian Barat terhadap Timur. Namun ketika Eropa mengalami kegelapan, yaitu pada abad pertengahan, Timur dengan kehadiran Islam telah banyak mengalami kemajuan di berbagai sektor, baik politik, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan lain-lain. Bahkan ensiklopedi Islam menyatakan, bahwa bangsa Eropa banyak mengadopsi ilmu pengetahuan dan peradaban dari pihak Islam. Keberadaan perkembangan Islam yang luar biasa menjadikan bangsa Eropa tertarik untuk melakukan studi di Islam. Mereka banyak yang menerjemahkan al-Qur‟an dan kitab-kitab ke dalam bahasa latin. Banyak orang Eropa yang belajar di Andalusia, yang konon dulu adalah pusat peradaban

Ada lagi fakta yang mengatakan bahwa orang-orang Barat mulai berkecimpung dalam studi tentang dunia Timur adalah pada permulaan abad ke-10 M. yaitu setelah ia menyelesaikan studinya diberbagai sekolah di Andalusia dan kembali ketanah airnya. Bahkan mereka mewajibkan menguasai bahasa Arab agar mampu menerjemahkan bahasa Arab menjadi bahasa latin. 628 M dimana terjadi perang yang berkecamuk antara kaum Muslimin dan Kristen Romawi yang dikenal dengan perang Mu`tah. yang akhirnya dapat disebarkan kepada masyarakat mereka. Dia terpilih sebagai Paus gereja Roma pada tahun 999 M. khususny filsafat. Inilah orientalisme awal yang berkembang dengan motif pemindahan ilmu pengetahuan. Pengkajian terhadap Islam semakin berkembang. Mereka menerjemahkan AlQuran dan kitab-kitab berbahasa Arab ke dalam bahasa mereka. yang diakhiri dengan jatuhnya konstantinopel ke tangan Eropa. dan lama kelamaan dilakukan oleh penguasa dalam bentuk studi penerjemahan.dan ilmu-ilmu matematika. yaitu ketika beberapa orang pendeta Barat khususnya di Andalusia (Spanyol) ingin memperlihatkan kebolehan dan kemampuanya setelah menyelesaikan pendidikannya di sekolah-sekolah studi ketimuran. kedokteran. Watt. orientalisme telah dimulai dalam suasana yang sebenarnya. Selain itu mereka juga menuntut ilmu dari intelektualis muslim dalam berabagai disiplin keilmuaan. walaupun masih terbatas hanya pada satu tujuan. lalu setelah pulang mereka menyebarkan di wilayahnya masing-masing. serta Geerand de Cremon (1114-1107M). Masa Perang Salib Hingga Masa Pencerahan Eropa Lama kelamaan interaksi antara Timur dan Barat dilakukan dengan kontak senjata. dalam bukunya. yaitu dengan adanya perang salib. Diantara sekain banyak pendeta yang berkecimpung dalam bidang ini adalah seorang pendeta Prancis yang benama Gerbert. yaitu memindahkan ilmu pengetahuan dan filsafat dari dunia Islam ke Eropa dalam bentuk apa adanya. Dalam suasana inilah. agar Eropa dapat maju setara dengan Islam. secara panjang lebar mengemukakan bahwa serangkaian peristiwa perang salib di wilayah-wilayah Islam telah memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap penyebaran kebudayaan Islam di Eropa dan pengadopsian ilmu-ilmu pengetahuan yang berkembang di Islam. 2.Islam. Kemudian langkah ini diikuti oleh Butros (1092/1165 M). Orang-orang Barat mulai berkecimpung dalam studi tentang dunia Timur adalah pada permulaan abad ke 7 H. orang-orang Barat menyaksikan kebesaran peradaban yang timbul . Di wilayahwilayah Islam.

yaitu: pertama. atau mereka sudah mempelajarinya. orientalis mengadakan pendistorsian terhadap agama Islam. Pada saat itu. Ketiga. namun tidak berani mengakui kebenarannnya karena terdapat faktor politik yang melatarbelakanginya. agama Islam adalah agama palsu dan sengaja memutarbalikkan kebenaran secara sengaja. Hal tersebut tampak dalam diri seorang orientalis yang bernama Richard Simon yang telah memaparkan bagaimana sebenarnya keimanan dan ritus-ritus kaum . Dengan perang salib. baik dari para masyarakat Barat sendiri maupun masyarakat Timur yang tidak beragama Islam. Hal tersebut mendorong hasrat mereka untuk mempelajari lebih jauh lagi mengenai ilmu pengetahuan tersebut. wujud orientalisme kemudian mengalami perkembangan yang cukup berarti dengan diwarnainya keinginan mereka untuk mencari kebenaran yang didasarkan pada obyektivitas kekuatan rasional. Kedua. Masa Pencerahan Eropa Sampai Perkembangan Kontemporer Memasuki masa pencerahan. dunia Barat mencoba lebih obyektif terhadap Islam. mereka seenaknya sendiri mengeruk kepustakaan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh orang Islam. aktivitas orientalisme mengalami puncaknya. Watt menuliskan. imperialisme dan hasil yang dibawa setelah perang salib. walaupun perkembangan ini tidak sampai pada satu wacana yang Islam sendiri membenarkannya. Islam adalah agama kekerasan yang penyebarannya lewat pedang. Pada perkembangan ini. Mereka banyak mendatangkan sarjana untuk mempelajari ilmu pengetahuan dalam wilayah Islam dan juga peradabannya. Ketika orientalisme pada perkembangan berikutnya berasimilasi dengan kolonialisme. Pendistorsian tersebut dilakukan untuk menimbulkan imagenegatif terhadap Islam. dankeempat. Islam adalah agama pemuasan dan penikmatan diri. 3. Hal tersebut dikarenakan motif politik dan keagamaan. mengecam dan menyerang Islam dari berbagai kepentingan.dari ilmu pengetahuan dan filsafat. Orang yang menghembuskan tuduhan-tuduhan terhadap Islam tersebut sebenarnya belum mempelajari secara detail mengenai Islam. Tujuannya-pun berkembang dari sekedar pemindahan ilmu pengetahuan kepada upaya mengritik. Hal tersebut tampaknya dipelopori oleh filsafat rasionalisme yang berkembang di Barat. terdapat empat pandangan Barat terhadap Islam. Muhammad adalah seorang anti Kristus.

.muslim berdasarkan wacana teologi muslim sendiri. Namun yang perlu dicatat di sini adalah Barat akan tetap tidak membiarkan dunia Timur atau Islam mengalami kemajuan dengan pesat. terjadinya perang salib. dan kolonialisme. berdasarkan fakta sejarah. Ketiga. agar mereka memperoleh informasi yang lebih valid tentang Islam. Kedua. obyektivitas semakin transparan karena semakin lengkapnya informasi mengenai Islam. ilmuwan sudah agak tidak terpengaruh dengan pengaruh politik. citra Islam semakin agak obyektif. karena aspek politik yang mendominasi. agar mengetahui apa itu Islam sebenarnya. dapat penulis ambil beberapa kesimpulan mengenai kemunculan dan terjadinya orientalisme disebabkan. Kedua. citra Islam terdistorsikan dari citra yang sebenarnya. dituduh sebagai „terlalu obyektif‟ terhadap Islam. baik dalam koridor perbandingan agama maupun studi Islam tersendiri.Keempat. namun hal itu ditentang oleh penguasa. perjalanan citra Islam di mata orientalis juga mengalami perkembangan. Di samping itu. tulisan-tulisan dan karya orientalis mulai ditujukan untuk mempelajari Islam seobyektif mungkin. interaksi Barat dengan orang Islam. Mereka berusaha mendatangkan guru besar dari kalangan Islam. Ia seorang Katolik Prancis yang karena kekagumannya terhadap Islam. penyalinan naskah-naskah dan manuskrip ilmu pengetahuan Islam ke dalam bahasa Latin. Dari hasil pembahasan di atas. Dari uraian di atas. Maka umat Islam harus selalu waspada dengan tulisantulisan yang dipublikasikan oleh orientalis dan memeriksanya dengan lebih teliti. imperialisme. Bahkan Barat mendirikan jurusan khusus dalam berbagai Universitas untuk mempelajari Islam. antara lain: Pertama. Ketiga. jadi ilmuwan masih komitmen dengan keobyektivannya. Pada periode ini sampai sekarang. penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut: Pertama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful