PENGUKURAN TEKANAN DARAH ARTERI MANUSIA PADA BERBAGAI KONDISI

I.

PENDAHULUAN Sistem sirkulasi berperan dalam homeostasis dengan berfungsi sebagai sistem

transpor tubuh. Pembuluh darah mengangkut dan mendistribusikan darah yang dipompa melaluinya oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan O2 dan nutrien, pembuangan zat sisa, dan penyampaian sinyal hormon. Arteri yang sangat elastik mengangkut darah dari jantung ke organ dan berfungsi sebagai reservoar tekanan untuk terus mendorong darah maju ketika jantung relaksasi dan sedang terisi. Tekanan darah arteri rerata diatur secara ketat untuk menjamin penyaluran darah yang adekuat ke organ-organ. Jumlah darah yang mengalir melalui suatu organ bergantung pada kaliber (diameter internal) arteriol yang banyak mengandung otot yang mendarahi organ tersebut. Kaliber arteriol berada dibawah kontrol sehingga curah jantung dapat secara terus-menerus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan tubuh pada saat tersebut. Kapiler yang berdinding tipis dan berpori adalah tempat pertukaran sebenarnya antara darah dan sel jaringan sekitar. Vena yang sangat mudah diregangkan mengembalikan darah dari organ ke jantung dan berfungsi sebagai tempat cadangan darah. Pada praktikum fisiologi ini, mahasiswa melakukan percobaan dengan menggunakan sfigmomanometer guna untuk mengukur tekanan darah secara tak langsung yang disalurkan melalui jaringan ke arteri brakhialis dibawahnya yaitu pembuluh utama yang membawa darah ke lengan bawah, dan memahami faktorfaktor yang mempengaruhi tekanan darah arteri manusia, menjelaskan perbedaan hasil pengukuran tekanan darah a. brakhialis pada sikap berbaring, duduk dan berdiri serta faktor perubahan hasil pada ketiga sikap tersebut.

1

Tujuan   Tujuan Instruksional Umum Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah arteri manusia Tujuan Perilaku Khusus 1. Menerangkan perbedaan hasil pengukuran tekanan darah a. brakhialis pada sikap berbaring, duduk dan berdiri. 2. Menjelaskan berbagai faktor penyebab perubahan hasil pengukuran tekanan darah pada ketiga sikap tersebut diatas. 3. Menerangkan perbedaan hasil pengukuran tekanan darah a. Brakhialis sebelum dan sesudah kerja otot 4. Menjelaskna berbagai faktor penyebab perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah kerja otot.

2

II.

DASAR TEORI Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah terhadap pembuluh

darah. Tekanan darah dipengaruhi volume darah dan elastisitas pembuluh darah. Peningkatan tekanan darah disebabkan peningkatan volume darah atau elastisitas pembuluh darah. Sebaliknya, penurunan volume darah akan menurunkan tekanan darah. Tekanan darah dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang pertama adalah curah jantung. Tekanan terhadap dinding arteri lebih besar sehingga volume aliran darah meningkat. Faktor kedua yang mempengaruhi tekanan darah resistensi perifer, atau resistensi terhadap aliran darah dalam arteri kecil dari tubuh (arteriol). Resistensi perifer dipengaruhi oleh visikositas (ketebalan) dari sel-sel darah dan jumlah plasma darah. Visikositas darah yang sangat tinggi menghasilkan tekanan darah tinggi. Selain itu, tekanan darah dipengaruhi oleh struktur dinding arteri. Jika dinding telah rusak, jika tersumbat oleh endapan limbah, atau jika telah kehilangan elastisitas, tekanan darah akan lebih tinggi. Tekanan darah tinggi, disebut hipertensi, yaitu akibat curah jantung terlalu tinggi atau resistensi perifer terlalu tinggi. Tekanan rerata yang selama ini disebutkan untuk berbagai pohon pembuluh darah adalah untuk seseorang yang berada dalam posisi horizontal. Ketika seseorang berbaring, gaya gravitasi berlaku seragam sehingga tidak perlu dipertimbangkan. Namun, ketika seseorang berdiri, efek gravitasi tidaklah seragam. Selain tekanan biasa akibat kontraksi jantung, pembuluh-pembuluh yang berada dibawah jantung mengalami tekanan dari berat kolom darah terbentang dari jantung ke ketinggian pembuluh yang bersangkutan. Ketika sesorang berbaring, maka jantung akan berdetak lebih sedikit dibandingkan saat ia duduk atau berdiri. Hal ini disebabkan saat orang berbaring, maka efek gravitasi pada tubuh akan berkurang yang membuat lebih banyak darah mengalir kembali ke jantung melalui pembuluh darah. Jika darah yang kembali kejantung lebih banyak, maka tubuh mampu memompa lebih banyak darah setiap denyutnya. Hal ini berarti denyut jantung yang diperlukan per menitnya untuk memenuhi kebutuhkan darah, oksigen dan nutrisi akan menjadi lebih sedikit.

3

karena darah yang kembali kejantung akan lebih sedikit. ketika seseorang berdiri diam untuk waktu yang lama maka aliran darah ke otak berkurang karena berkurangnya volume sirkulasi efektif. Refleks vasokontriksi vena tidak dapat mengompensasi secara lengkap efek gravitasi tanpa aktivitas otot rangka. dalam keadaan istirahat isi sekuncup mendekati nilai maksimal. Detak jantung akan meningkat saat seseorang berdiri. yang mengembalikan orang tersebut ke posisi horizontal. isi sekuncup meningkat secara linier dan mencapai nilai tertinggi pada 40%-60% VO2 maksimal. Karenanya. Dalam keadaan normal terdapat dua mekanisme kompensasi yang melawan efek gravitasi ini. meskipun terjadi refleks untuk mempertahankan tekanan arteri rerata. penurunan tekanan arteri rerata yang terjadi ketika seseorang berpindah dari posisi berbaring menjadi tegak memicu vasokontriksi vena melalui saraf simpatis yang mendorong maju sebagian dari darah yang menumpuk. Pada posisi berbaring. curah jantung berkurang. Pertama. dan kemungkinan tekanan darah akan turun. isi sekuncup berkurang.Pada posisi berbaring darah dapat kembali kejantung secara mudah tanpa harus melawan kekuatan gravitasi. pengumpulan darah ke vena lebih banyak. Dengan demikian selisih volume total dan volume darah yang ditampung dalam vena kecil. Kedua. Terlihat bahwa selama kerja pada posisi berdiri. Setiap perubahan pada tekanan arteri rerata memicu suatu refleks baroreseptor otomatis yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah untuk menyesuaikan curah jantung dan resistensi perifer total dalam upaya memulihkan 4 . VO2 max adalah volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan intensif. Berkurangnya aliran darah ke otak dapat menyebabkan pingsan. Kondisi ini yang mungkin menyebabkan adanya peningkatan detak jantung mendadak ketika seseorang bergerak dari posisi duduk atau berbaring keposisi berdiri. sehingga menghilangkan efek gravitasi pada sistem vaskular dan memulihkan sirkulasi efektif. penting untuk mengatur tekanan darah. pompa otot rangka “menginterupsi” kolom darah dengan mengosongkan secara total segmen-segmen tertentu vena secara intermiten sehingga bagian tertentu dari suatu vena tidak mengalami beban dari seluruh kolom vena dari jantung kebagian vena tersebut. Refleks baroreseptor adalah mekanisme jangka pendek. Pada posisi berdiri. Nilai pada posisi berbaring dalam keadaan istirahat hampir sama dengan nilai maksimal yang diperoleh pada waktu kerja dengan posisi berdiri. berarti volume darah yang kembali ke antung sedikit.

Karena tekanan darah adalah akibat curah jantung dan resistensi perifer.tekanan darah ke normal. jalur aferen. Keseluruhan respon ini disebut refleks kompresi abdomen. Besarnya isi sekuncup ditentukan oleh kontraksi miokard dan volume darah yang kembali ke jantung. Hal ini tersedia bagi jantung untuk dipompa menjadi meningkat. Keadaan ini akan meningkatkan tonus dasar otot-otot tersebut yang menenkan seluruh vena cadanga. pusat integrasi. 5 . jalur eferen. Tekanan darah dalam arteri pada orang dewasa dalam keadaan duduk atau posisi berbaring pada saat istirahat kira-kira 120/70 mmHg. Pada sikap atau posisi duduk membuat tekanan darah cenderung stabil. maka tekanan darah dipengaruhi oleh keadaan-keadaan yang mempengaruhi setiap atau dan isi sekuncup. Hal ini dikarenakan pada saat duduk sistem vasokonstraktor simpatis terangsang dan sinyalsinyal saraf pun dijalarkan secara serentak melalui saraf rangka menuju ke otot-otot rangka tubuh. dan organ efektor. membantu mengeluarkan darah dari cadangan vaskulaer abdomen ke jantung. Seperti semua refleks. refleks baroreseptor mencakup reseptor. terutam otot-otot abdomen.

lakukan pengukuran tekanan darah a. brakhialis cara auskultasi dan menetapkan tekanan darah OP menurut cara baru Ulangi pengukuran langkah 5 sebanyak 3 kali untuk mendapatkan nilai rata-rata dan catat hasilnya. Lalu. lalu memompa manset sambil meraba a. selama menunggu. Stopwatch 4. Stetoskop 3. 3. Kemudian. Sfigmomanomater air raksa 2. Setelah itu. OP berbaring terlentang dengan tenang 2. Setelah OP berbaring 10 menit. METODE Alat yang diperlukan2 1. 6 . radialis pada pergelangan tangan OP. pasang manset sfigmanometer pada lengan kanan atas OP.III. siapkan stetoskop ditelinga. 4. brakhialis Selama 10 menit 1. Alat tulis untuk mencatat hasil Cara Kerja a. cari dengan palpasi denyut a. brakhialis pada fossa cubiti dan denyut a. brakhialis pada sikap berbaring Lakukan pengukuran tekanan darah a. Pengukuran tekanan darah a. radialis sampai tekanan didalamnya melampaui tekanan sistolik ± 30 mmHg. 5.

brakhialis setelah menunggu 3 menit dengan cara yang sama sebanyak 3 kali untuk mendapatkan nilai rata-rata dan mencatat hasilnya. segera mengukur tekanan darah OP Mengukur kembali tekanan a.b. brakhialis setelah 3 menit dengan cara yang sama sebanyak 3 kali untuk mendapatkan nilai rata-rata dan mencatat hasilnya. Kemudian. kemudian segera setelah mengukur tekanan darah OP. Mengukur kembali tekanan darah a. 7 . Pengukuran tekanan darah a. Pengukuran tekanan darah a. c. brakhialis pada sikap Duduk Meminta OP duduk tanpa melepaskan manset. brakhialis pada Berdiri Meminta OP berdiri tanpa melepas manset. bandingkan hasil pengukuran tekanan darah OP pada ke 3 sikap yang nnnnnnbbbbbb berbeda tersebut.

Berbaring Saat berbaring terlentang Tekanan Darah (mmHg) TD awal 120/80 Setelah menunggu 10 menit TD 120/70 2. jadi darah vena yang seharusnya kembali ke atrium kanan. Efeknya karena semakin jauh darah dari pusat gravitasi darah akan semakin berat. Berdiri Saat setelah berdiri TD awal 110/70 Rata-rata setelah 3 menit 118/70 TD awal 110/70 Rata-rata setelah 3 menit 108/70 Pembahsan Pada praktikum ini.IV. (P) SIKAP TUBUH 1. Duduk Saat setelah duduk 3. Percobaan pada OP 1. (L) SIKAP TUBUH 1. Duduk Saat setelah duduk 3. HASIL DAN PEMBAHASAN a. berdiri. Berdiri Saat setelah berdiri TD awal 110/60 Rata-rata setelah 3 menit 115/80 TD awal 120/70 Rata-rata setelah 3 menit 120/80 b. Tekanan darah dari masing-masing OP diukur dalam beberapa keadaan. dan berbaring. tekanan darah diukur dengan metode tidak langsung dan pengukuran dilakukan pada lengan bagian atas. Gravitasi ini memberi pengaruh dengan memberikan gravitational pressure. OP diukur tekanan darahnya sebelum dimulai praktikum dan diukur dengan menggunakan Spigmanometer. yaitu pada saat duduk. Berbaring Saat berbaring terlentang Tekanan Darah (mmHg) TD awal 110/70 Setelah menunggu 10 menit TD 120/70 2. akan 8 . Pada percobaan terjadi karena adanya pengaruh gravitasi terhadap darah. Percobaan pada OP 2.

Selain itu yang diaktifkan adalah peningkatan heart rate yang akan meningkatkan CO.sulit untuk kembali sehingga akan menumpuk di ekstremitas bawah. Aktifnya baroreseptor akan menaikkan sinyal simpatis menyebabkan vasokonstriksi yang akhirnya akan meningkatkan tekanan darah. Selanjutnya duduk setelah itu berdiri gravitas yang paling berefek. 9 . Beberapa saat kemudian baroreseptor akan teraktivasi. Saat tubuh berbaring. Hasilnya tekanan darah mulai naik lagi sebagai respon penurunan awal. setelah itu tekanan darah awal-awal menurun. Hal ini dikarenakan aliran yang menurun mengakibatkan tekanan darah menurun. Hal ini disebut venous pooling. Bila aliran turun maka cardiac output juga turun.pembuluh darah kurang meregang maka aktiflah baroreseptor. gravitasi tidak berpengaruh itu disebut tekanan darah basal (dasar).

PENUTUP Kesimpulan Pengukuran tekanan darah dapat menggunakan metode tidak langsung dengan auskultasi dan palpasi yang bisa menggunakan spigmanometer (manual atau digital) dan stetoskop.V. atau resistensi terhadap aliran darah dalam arteri kecil dari tubuh (arteriol). Tekanan darah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Contoh : alat pemeriksaan EKG. yang pertama adalah curah jantung. Kedua yang mempengaruhi tekanan darah resistensi perifer. Sebaiknya pada percobaan ini menggunakan alat/fasilitas yang memadai. Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran tekanan darah secara fisiologis adalah karena istirahat dan perubahan sikap pada saat berbaring. 10 . duduk dan berdiri. serta cara pembacaanya. Saran Saat pemeriksaan tekanan OP harus dalam keadaan rileks dan pemeriksa harus mengetahui betul penggunaan alat agar tidak terjadi kekeliruan saat praktikum.

Philadelpia: The McGraw-Hill Companies. 11 .6. 5. 2001. 8th Edition. Buku Ajar : Fisiologi Kedokteran. Buku Penuntun Praktikum (BPP). Jakarta : EGC. P. 2011. Ed 11. Review of medical physiology. 2.DAFTAR PUSTAKA 1. 22nd Edition. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran. 444-445. 3. et al. 2005. human physiology: the mechanism of body function. Buku Kedokteran. Modul Kardiovaskular : Praktikum Fisiologi. Fisiologi Manusia : dari Sel ke Sistem. 4. Ed. EGC. Vander. 2012-2013. Philadelpia: The McGraw-Hill Companies. Ganong WF. PSPD UNPAR. Guyton & Hall. Sherwood L.

jantung dan pembuluh darah. Sebagai kompensasi dari meningkatnya proses metabolisme. Peningkatan volume sekuncup dapat meningkatkan curah jantung sehingga tekanan darah meningkat. 12 . Hal ini disebabkan karena saat stres terjadi perangsangan saraf simpatis yang mempengaruhi. Stimulasi saraf simpatis akan menyebabkan naiknya frekuensi dan kekuatan otot jantung. dapat mempengaruhi tekanan darah. meningkatnya curah jantung juga akan diikuti dengan peningkatan tekanan darah. Vasokonstriksi meningkatkan aliran balik darah ke jantung melalui vena yang akan meningkatkan volume sekuncup. Untuk meningkatkan termogenesis diperlukan peningkatan proses metabolisme. Selain itu. maka jantung akan memompa darah lebih banyak ke dalam sel dan jaringan untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi yang diperlukan untuk proses metabolisme. misalnya adanya perubahan suhu. diantaranya. juga terjadi peningkatan aktivitas termogenesis untuk meningkatkan suhu tubuh.tentu saja. Agar darah yang dipompa lebih banyak maka curah jantung harus meningkat. Vasokonstriksi pembuluh darah akibat stimulasi saraf simpatis juga dapat meningkatkan tekanan darah. juga dapat meningkatkan denyut jantung dan vasokontriksi pembuluh darah yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan darah. Hal ini akan meningkatkan curah jantung sehingga tekanan darah turut meningkat. PENDAHULUAN Tekanan darah adalah kekuatan darah untuk melawan dinding pembuluh darah. Sekresi epinefrin dan norepinefrin yang terjadi spada saat stres. rangsangan dari saraf simpatis menyebabkan terjadinya respon dengan vasokontriksi pembuluh darah perifer untuk mengurangi penguapan panas melalui kulit. salah satunya adalah stres. Banyak hal yang dapat mempengaruhi tekanan darah. Tekanan darah merupakan salah satu tanda-tanda vital yang sering diukur dan . Ketika terjadi penurunan suhu. Stres.TES PENINGKATAN TEKANAN DARAH DENGAN PENDINGINAN (Cold-Pressor Test) I. tekanan darah yang normal penting bagi kehidupan.

salah satunya seperti yang telah dijelaskan. hasil pengukuran tekanan darah sebelumdan sesudah tangan dicelupkan ke dalam air dibandingkan. Mengukur tekanan darah a. Kemudian. adalah dengan meningkatkan tekanan darah.Pada percobaan. Menilai hasil cold-pressor test seseorang Tujuan perilaku khusus 1. Menetapkan waktu pemulihan tekanan darah a. bila perubahan tekanan lebih kecil disebut hiporeaktor.brakhialis 13 . Melakukan tes peningkatan tekanan darah dengan pendingin (cold-pressor test) 2.brakhialis selama perangsangan sub 1 3. si naracoba termasuk dalam kelompok hipereaktor. Bila perubahan tekanan sistolik > 20 mmHg dan Diastolik > 15 mmHg dari keadaan basal. pengujian pengaruh suhu terhadap tekanan darah dilakukan dengan mencelupkan tangan naracoba ke dalam air es yang bersuhu 40C. Memberikan rangsang pendingin pada tangan selama satu menit 2. Air es ini berfungsi sebagai stressor yang dapat memicu respon tubuh. Tujuan Tujuan Instruksional umum : 1.

beberapa homron juga memepngaruhi jari jari arteriol hormon ini mencakup hormon medulla adrenal epinefrin dan norepinefrin. Ini adalah pusat integrasi bagi pengaturan tekaan darah. Vasokonstriksi umum yang diinduksi oleh simpatis secara refleks mengurangi aliran darah ke sel sel jaringan perifer. timbul refleks berupa reduksi aktivitas vasokonstriksi simpatis yang menyebabkan vasodilatasi arteriol umum yang membantu ke tingkat menurunkan tekanan pendorong normal. Stimulasi simpatis pada medulla adrenal menyebabkan kelenjar endokrin ini mengeluarkan epinefrin dan norepinefrin. sehingga kompensasinya adalah peningkatan tekanan arteri rata rata agar darah dapat mengalir ke semua organ hingga ke jaringan perifer. Serat serat saraf simpatis mempersarafi otot polos arteriol di seluruh tubuh kecuali di otak. Bagian utama di otak yang bertanggung jawab menyesuaikan keluaran simpatis ke arteriol arteriol adalah pusat kontrol kardiocaskular di medulla batang otak. Menurut hines-brown. yang sebagian dari fungsinya mengnotrol suhu. Peningatan aktivitas simpatis (hiperreaktor) menimbulkan vasokonstriksi arteriol umum. ketika tekanan arteri rata rata meningkat di atas normal. Kontrol Ekstrinsik. keseimbangan yang penting dalam mengontrol cairan. insiden hioertensi tingi pada golongan yang hipereaktor. yang secara umum memperkuat system saraf simpatis di sebagian besar jaringan serta vasopressin dan angiotensin II. Norepinefrin medulla 14 . DASAR TEORI Pengaturan Tekanan Darah 1. vasodilatasi di tempat tempat lain ditimbulkan oleh penurunan aktivitas vasokonstiktor simpatis di bawah tingkat toniknya. saraf dan hormonal Kontrol ekstrinsik terhadap jari jari arteriol mencakup pengaruh pengaruh saraf dan hormonaldengan efek system saraf simpatis yang terpenting. Aktivitas simpatik tonik juga untuk mempertahankan tekanan sehingga organ organ dapat menyerap darah sesuai keperluan melalui mekanisme local yang mengontrol jari jari arteriol. mengontor aliran darah ke kulit untuk menyesuaikan julah panas yang keluar ke lingkungan. Persarafan parasimpatis ke arterio tidak bermaksna. beberapa bagian lain juga mempengaruhi distribusi darah. yang paing menonjol adalah hipotalamus. Selain aktivitas refleks saraf. sedangkan penurunan aktivitas simpatis (hiporeaktor) menyebabkan vasodilatasi arteriol umum.II.

hormon medulla adrenal yang paling banyak. sehingga kecepatan pembentukan potensial aksi di neuron aferen yang bersangkutan juga meningkat.epinefrin. 15 . Namun . Baroresptor secara kontinue mengahsilakn potensial aksi sebagai respon terhadap tekanan di dalam arteri. Refleks Baroreseptor Setiap perubahan tekanan darah rata rata akan mencetuskan refleks baroreseptor yang diperantarai secara otonom dan mempengaruhi jantung serta pembuluh darah untuk menyesuaikan curah jantung dan resistensi perifer total sebagai usaha untuk memulihkan tekanan darah ke normal. selama aktivitas simpatis epinefrin yang dikeluarkan berikatan dengan resepton β2 di jantung dan otot rangka untuk memperkuat mekanisme vasodilator local di jaringan ini. Ketangggapan reseptor-reseptor tersebut terhadap fluktuasi tekanan nadi meningkatkan kepekaan mereka sebagai sensor tekanan. jalur aferen. berlaku juga jiga sebaliknya. Baroresptor terletak di tempat strategis untuk menyediakan informasi mengenai tekanan darah arteri di pembuluh ± pembuluh yang meglir ke otak (baroresptor sinus karotikus) dan di arteri utama yaitu baroresptor lengkung aorta. potensial reseptor di kedua baroreseptor itu meningkat. pusat kardiovaskular mengubah rasio antara aktivitas simpatis dan parasimpatis ke organ organ efektor (jantung dan pembuluh darah). Refleks baroreseptor mencakup reseptor. pusat integrasi. Sebagai jalur aferen adalah system sara otonom. berikatan dengan reseptor α dan β2 . 2. yang merupakan mekanoreseptor yang peka terhadap perubahan tekanan arteri rata rata dan tekanan nadi. karena perubahan kecil pada tekanan sistolik atau diastolic dapat mengubah tekanan nadi tanpa mengubah tekanan rata rata.adrenal berkaitan dengan reseptor β seperti yang secara simpatis dilepaskan norepinefrin untuk menimbulkan vasokonstriksi umum. jalur eferen dan organ efektor. Jika tekanan arteri (tekanan rata rata atau nadi) meningkat. reseptor tersebut paling banyak di arteriol jantung dan otot rangka. apabila tekanan darah menurun kecepatan pembentuka aksi di neuron aferen oleh baroreseptor berkurang. Respon terpenting dalam pengaturan tekanan darah adalah sinus karotikus dan baroreseptor lengkung aorta. terletak di medulla di system batang otak. Pusat integrasi yang menerima impuls aferen adalah pusat kontrol kardiovaskular. Pengaktifan reseptor β2 menimbulkan vasodilatasi.

beberapa penelitian mengatakan. secara progressive akan terus meningkat hingga men apai waktu maksimal menit arakteristik ari nyeri yang itim ulkaan seperti rasa tergilas istri usi menye ar luas an alam pins an nee le sensation an pusat nyerinya pa a bagian radial.Cold Pressor Test Cold pressor test merupakan test peningkatan tekanan darah dengan pendinginan yang dilakukan dengan cara memberikan rangsang pendinginan pada tangan yaitu diletakkan di dalam suatu wadah berisi air es bersuhu 4 derajat celcius selama kurang lebih satu menit. termal. Selama proses tersebut. Fenomena nyeri timbul karena adanya kemampuan system saraf untuk mengubah berbagai stimuli mekanik. rasa nyeri bersfiat continuous dan non pulsatile. Rangsangan yang dapat membangkitkan nyeri dapat berupa rangsangan mekanik. akan menimbulkan rasa nyeri hebat. Pergerakan dari jari tangan tidak akan mempengaruhi karakteristik dan intensitas dari nyeri. Rasa nyeri pada temperatur rendah. talamus. Efek yang dihasilkan dari test ini adalah nyeri dan peningkatan tekanan darah. kimia. Impuls listrik tersebut dipersepsikan dan didiskriminasikan sebagai kualitas dan kuantitas nyeri setelah mengalami modulasi sepanjang saraf perifer dan disusun saraf pusat. Mekanisme nyeri secara sederhana dimulai dari transduksi stimuli akibat kerusakan jaringan dalam saraf sensorik menjadi aktivitas listrik kemudian ditransmisikan melalui serabut saraf bermielin A delta dan saraf tidak bermielin C ke kornu dorsalis medula spinalis. 16 . Perbedaan tekanan darah setelah intervensi dan saat tekanana basal menunjukkan aktivitas vascular dimana dikatakan hiperekator jika tekanan sistolik naik 20 mmHg dan tekanan diastolic 15 mmHg. Peningkatan MSNA berhubungan erat dengan peningkatan tekanan darah arteri dan konsentrasi norepinefrin vena perifer dalam kaitan nya sebagai vasokonstriktor. apabila suhu melebih 18 derajat celcius. rasa nyeri tidak akan terjadi. dan dikatakan hiporekator jika kenaikan tekanan darah masih dibawah angka tersebut. Dalam kaitannya dengan peningkatan tekanan darah. elektris menjadi potensial aksi yang dijalarkan ke system saraf pusat. dilakukan tes pengukuran tekanan darah pada lengan yangberlawanan. Lewis. dan korteks serebri. dalam penelitiannya mengatakan bahwa jika jari diletakkan dalam suhu air 118 derajat celcius. Akan tetapi. suhu (panas atau dingin) dan agen kimiawi yang dilepaskan karena trauma/inflamasi. cold pressor test berkaitan dalam peningkatan plasma norepinefrin dan peningkatan aktivitas otot simpatis/MSNA (musle sympathetic nerve activity).

Wadah berisi air + es 4. Sfignomanometer dan stetoskop 2. Stopwatch 3.III. Thermometer kimia Cara Kerja Terlampir di halaman selanjutnya 17 . METODE Alat yang diperlukan 1.

Cara Kerja OP berbaring teerlentang dengan tenang selama 10 menit Pasang sfignomanometer pada lengan kanan OP Tetapkan tekanan darah setiap menit 3 kali berturut-turut sampai terdapat hasil yang sama (selisih hasil kali pengukuran ≤ 5mmHg) Tanpa membuka menset tangan kiri OP dimasukan ke dalam (4°C) sampai pergelangan tangan. dan menetapkan tekanan sistol dan diastolic kemudian catat hasilnya Pada detik ke 60 pendinginan tetapkan lagi tekanan sistol dan diastolic kemudian catat hasilnya Setelah detik ke 60 minta OP untuk mengeluarkan tangan kirinya dari wadah es Hitung tekanan darah sampai kembali ke tekanan basal 18 . Pada detik ke 30 pendingan.

suhu harus dikembalikan dengan cara meningkatkan aliran darah tubuh. dan bisa terjadi kerusakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Tekanan darah AP Tekanan darah awal 120/80 Saat perlakuan setelah perlakuan Detik ke-30 125/85 Detik ke-60 140/90 Menit 1 135/85 Menit 2 130/85 Menit 3 120/85 Menit 4 120/80 Tekanan darah NL Tekanan darah awal 120/65 Detik ke -30 120/70 Detik ke-60 130/85 Menit 1 125/85 Menit 2 120/80 Menit 3 120/70 Menit 4 120/65 Saat perlakuan setelah perlakuan Pembahasan Terlihat kenaikannya pada kedua OP Satu hal yang perlu diingat. Suhu rendah menyebabkan kerusakan jaringan aktvitas saraf sensorik dialirkan ke kornu dorsalis medula spinalis. korteks serebri. Kalau <15 mmHg Hiporeaktor (kebalikan di atas yaitu hipotensi). sehingga saat suhu tubuh turun produksi panas turun banyak fungsi tubuh tidak akan kerja kalau dibiarkan. Tekanan darah meningkat Hal ini berhubungan. dengan persarafan simpatis karena darah juga menjalankan peran sebagai termoregulator. kalau sistol/diastolnya naik >15 mmHg. tes ini menyebabkan rasa nyeri progresif (semakin lama semakin sakit) karena suhunya terlalu rendah (<180C). Berarti butuh vaskonstriksi agar mencegah hilangnya suhu tubuh dan darah lebih cepat mengagalir. Efek vasokonstriksi ini dijalankan oleh neurotransmitter norepinefrin. orangnya hipereaktor (reaksi tinggi akibat stresor potensi hipertensi ). 19 .III. Satu lagi. talamus.

suhu (panas atau dingin). elektris menjadi potensial aksi yang dijalarkan ke system saraf pusat. termal. PENUTUP Kesimpulan Rangsangan yang dapat membangkitkan nyeri dapat berupa rangsangan mekanik. Fenomena nyeri timbul karena adanya kemampuan system saraf untuk mengubah berbagai stimuli mekanik.V. Dalam kaitannya dengan peningkatan tekanan darah. kimia. 20 .

infokesehatan. Guyton C. 3.com) diakses 30 Apr 2011 2. 2005.Cold Test. 5.DAFTAR PUSTAKA 1. Review of medical physiology. Hall E. Cold Pressure Test. Textbook of Medical Physiology. 22nd Edition. (www. 4. 11th ed. Philadelphia: The McGraw-Hill Companies.scribd.com) diakses 30 Apr 2011 Anonymous. Anonymous. Pengukuran tekanan darah. (www. Saunders: 2006 21 .com) diakses 1 April 2011 Ganong WF. Anonymous.pharzone. (www.

22 . dan 3-minute step test. Subjek kemudian duduk dengan segera. Harvard step test. bicycle ergometry. Terdapat beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mengukur kesanggupan kardiovaskuler. dan kemampuan jantung untuk mengedarkan darah yang telah teroksigenasi tersebut ke sel-sel tubuh. Tujuan dilakukan tes ini adalah untuk memonitor perkembangan dari sistem kardiovaskular seseorang.  Harvard Step Test Harvard step test merupakan suatu cara untuk melakukan pengukuran terhadap kebugaran dan kemampuan sesorang untuk kembali pulih setelah latihan yang berlebihan. Kesanggupan kardiovaskuler juga dapat diartikan sebagai kemampuan tubuh untuk mencapai suatu aktivitas dengan periode waktu yang lebih lama. 3-3.5. lalu hitung denyut jantung pada 1-1. Tes ini dilakukan dengan cara subjek melangkah naik dan turun menggunakan platform dengan tinggi kurang lebih 45 cm dengan kecepatan 30 langkah per menit sampai 5 menit atau subjek merasa kelelahan. di antaranya 1 mile walk test.5 menit.TES KESANGGUPAN KARDIOVASKULER : THA HARVARD STEP TEST AND THE YMCA THREE – MINUTE STEP TEST I. PENDAHULUAN Kesanggupan kardiovaskuler merupakan kemampuan paru untuk menyediakan oksigen ke dalam darah. 2-2.5.

2. 23 . subyek melangkah pada bangku setinggi 12 inchi selama tiga menit. Jika frekuensi denyut nadi subyek tidak tertulis pada tabel di atas. sesuai dengan jenis kelamin dan usianya. Tes ini menggunakan bangku yang kokoh setinggi 12 inchi. berdasarkan jenis kelamin dan usianya. Heart rate tersebut digunakan untuk menentukan tingkat kesanggupan kardiovaskuler dengan menggunakan tabel YMCA. kemudian segera duduk sehingga dapat dilakukan pengukuran heart rate. dan stopwatch. 4). Garis yang terbentuk dari denyut nadi subyek dan berat badan subyek tentunya akan memotong garis VO2 max (garis yang di tengah). Data yang diperoleh kemudia dimasukkan ke dalam tabel di atas. Pada tes ini. atas 1.  Three Minute Step Test YMCA three. bulatkan ke kategori di atasnya.Data yang diperoleh kemudian dimasukkan ke dalam grafik di atas. bawah 3.minute step test merupakan tes kasdiovaskuler untuk mengetahui respon fisiologis terhadap aktivitas tertentu (fixed workload). Denyut nadi subyek (garis paling kiri) dihubungkan dengan berat badan subyek (garis paling kanan) sesuai dengan jenis kelaminnya. sehingga secara tidak langsung juga dapat mengukur VO2 max. Perpotongan pada garis VO2 max tersebut menunjukkan secara langsung VO2 max subyek. Dari tabel tersebut. metronom yang diatur dengan kecepatan 96 kali per menit (empat detak metronom sama dengan satu siklus. dapat ditentukan juga volume oksigen standar yang dikonsumsi setiap menitnya (VO2 standar) pada individu tersebut.

Menilai kesanggupan Kardiovaskuer seseorang YMCA Three-Minute Step Test 1. Melaksanakan tes kesanggupan kardiovaskuler (YMCA Three-Minute Step Test) 2.Tujuan Harvard Step Test 1. Melaksanakan tes kesanggupan kardiovaskler dengan cara Harvard 2. Menilai Kesanggupan Kardiovaskuler seseorang 24 .

. Sedangkan curah jantung juga meningkat akibat peningkatan aliran balik vena dan refeks atrial. salahsatunya adalah respoon kardiovaskular. Peningkatan denyut jantung terjadi karena adanya peningkatan kebutuhan akan aliran darah.II. Sehingga terjadi peningkatan aliran balik vena dan terjadi peningkatan laju pernapasan yang mendorong darah ke vena cava dengan pompa pernapasan. karena jantung tidak akan dapat mengambil lebih banyak oksigen tambahan dari pembuluh-pembuluuhnya untuk menunjang aktivitas metabolik. menyebabkan aliran darah kapiler meningkat dan resistensi perifer menurun. Peningkatan kontaktilitas jantung menyebabkan stroke volume dan heart rate yang terjadi mengakibatkan cardiac out put-nya juga meningkat. Aktivitas fisik juga dapat menyebabkan peningkatan dari kebutuhan jantung akan oksigen. maka terjadi peningkatan peningkatan aliran darah ke sel-sel otot jantung yang pada akhirnya akan meningkatkan ketersediaan oksigen untuk memenuhi kebutuhan oksigen. pengaruh simpatis ini menyebabkan peningkatan frekuensi pembentukkan potensial aksi yang menyebabkan kecepatan denyut jantung meningkat. Pada saat terjadi peningkatan kerja jantung yang juga meningkatkan kebutuhan oksigennya. tubuh melakukan homeostasis agar keseimbangan dapat di jaga dengan cara mengaktifkan kerja system saraf parasimpatis yaitu dengan cara menurunkan keceptan heart rate dan kontraktilitas oto jantung sehingga mengakibatkan stroke volume-nya menurun dan begitu juga dengan cardiac out put-nya 25 . Stimulasi simpatis juga terjadi yang menyebabkan peningkatan denyut dan kontraktilitas jantung. DASAR TEORI Pada saat melakukan aktivitas fisik terjadi berbagai respon pada tubuh. Setelah melakukan aktivitas fisik. antara lain: vasodiatasi yang terjadi akibat peningkatan konsumsi oksigen. Ada beberapa hal yang terjadi saat melakukan aktivitas fisik.

Metronom (frekuensi 120 kali per menit) 3.III. Stopwatch YMCA 1. Stopwatch 26 . Metronome (frekuensi 96 kali per menit) 3. Bangku setinggi 18 inchi 2. Bangku setinggi 12 inchi 2. METODE Alat dan Bahan Harvard 1.

co. ke-2.htm Menentukan klasifikasi hasil pemeriksaan berasarkan tabel pada website tersebut Memperkirakan VO2 max OP 27 .uk/harvard.dem on.Cara Kerja Harvard Step Test OP berdiri menghadap bangku dsambil mendengarkan metronom dengan frek 120x/menit Detakan pertama metronom  menepatkan salah satu kakinya di bangku Detakan ke – 2  Op berdiri tegak pada bangku Detakan ke-3  OP menurunkan salah satu kakinya Detakan ke-4  kedua kaki OP sudah di lantai Mencatat berapa lama percobaan tersebut dengan stopwatch Mengulang sampai OP tidak sanggup lagi tetapi tidak lebih dari 5 menit Setelah itu.brianmac. ke-3 Menghitung indeks kesanggupan kardiovaskuler OP serta memberikan penilaian dengan memasukkan data di http://www. menyuruh OP duduk dan mencatat denyut nadi selama 30 detik segera setelah selesai kemudian dilakukan lagi pada menit ke-1.

dan dalam waktu kurang dari lima detik menghitung dan mencatat frekuensi denyut nadinya selam 1 menit dan mencatat hasilnya menentukan indeks kesanggupan kardiovaskular OP dengan memasukkan frekuensi denyut nadi OP selam 1 menit setelah tes. menurunkan kaki yang masih berada di atas bangku sehingga OP berdiri tegak lagi di depan bangku detakan ketiga. ke tabel YMCA-1 dan tabel YMCA-2 28 .menurunkan kaki yang pertama kali di naikkan segera setelah itu.YMCA Three-Minute Step Test OP berdiri menghadap bangku yang sesuai sambil mendengarkan detakan metronom dengan frekuensi 96x/menit OP menempatkan salah satu kakinya di bangku. menyururh OP duduk. tepat pada waktu detakan metronom pada detakan kedua. menaikkan kaki satunya ke bangku sehingga OP berdiri tegak di atas bangku mengulangi siklus tersebut selam a 3 menit detakan keempat.

HASIL DAN PEMBAHASAN Harvard Step Test OP Nadi Segera ( dlm 30 detik) Menit ke-1 ( dlm 30 detik) Menit ke-2 ( dlm 30 detik) Menit ke-3 ( dlm 30 detik) F ( laki – laki ) 41 61 50 47 5 menit Waktu OP Nadi Segera ( dlm 30 detik) Menit ke-1 ( dlm 30 detik) Menit ke-2 ( dlm 30 detik) Menit ke-3 ( dlm 30 detik) A ( perempuan ) 53 48 47 45 Waktu 46 detik Pada OP F Http://www.uk/havard.co.htm1 29 .IV.brianmac.

artinya tekanan darah tidak hanya berhubungan dengan aliran dan resistansi. Olahraga Olahraga fisik yang dikondisikan memiliki efek yang bermanfaat untuk sistem kardiovaskular.uk/havard.Pada OP A http://www. Berbeda jika posisi seseorang sedang berbaring. Adapun faktor – faktor yang dapat mempengaruhi denyut jantung adalah sebagai berikut: 1. dapat disimpulkan bahwa kedua OP memiliki nilai kesanggupan yang sama.co. Gravitasi Seperti halnya benda yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu. intensitas. dan durasi olahraga. dan tingkat kebugaran masing-masing individu. umur. dimana gravitasi dapat diabaikan.1 2.brianmac. Meskipun perubahan juga dipengaruhi tipe olahraga. 30 . aliran darah pun akan semakin cepat mengalir bila posisi seseorang sedang berdiri. tapi juga gravitasi. olahraga yang diulang-ulang dalam jangka wkatu yang lama dihubungkan dengan peningkatan kapasitas kerja individu.htm1 Pembahasan Dari hasil percobaan. Secara umum.

Perubahan juga terjadi pada pembuluh darah. dan penurunan tekanan darah arteri saat beristirahat. diantaranya berkurangnya densitas kapiler di beberapa jaringan dan meningkatnya total resisten pembuluh darah perifer. jumlah norepinefrin yang bekerja di saraf simpatis juga akan berkurang semakin bertambahnya umur. seseorang yang terlatih akan dapat menerima beban kerja dan curah jantung dengan denyut jantung yang lebih rendah dan volume stroke yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak terlatih.rata. Perempuan yang premenopause memiliki masa ventrikel kiri yang lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki pada umur yang sama. Umur Variabel usia juga mempengaruhi sistem kardiovaskular. Selain itu. 3. merefleksikan cardiac afterload yang lebih rendah. yang berarti.Perubahan kardiovaskular tersebut dapat dalam hal peningkatan volume darah. yaitu denyut jantung 120/menit dan tekanan darah arteri 100/65 mmHg.rata 60/35 mmHg). Jenis Kelamin Pengaruh perbedaan jenis kelamin terhadap sistem kardiovaskular hanya sedikit didokumentasikan. Neonatus normal memiliki denyut jantung istirahat (resting heart rate) yang tinggi (ratarata 140/menit) dan tekanan darah arteri yang rendah (rata.perubahan ini menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri dan tekanan darah arteri rata. Perubahan ini menghasilkan penurunan secara umum kebutuhan oksigen miokardial dan peningkatan cardiac reserve (berpotensi untuk meningkatkan curah jantung) yang dapat menjadi respon ketika stres. Perubahan tekanan darah yang diinduksi oleh baroreseptor arterial akan berkurang fungsinya seiring bertambahnya usia. Perubahan. Hal ini dikarenakan berkurangnya akitivitas aferen dari baroreseptor arterial karena kekakuan arteri (arterial rigidity) yang meningkat. penurunan denyut jantung. Pembesaran ruang ventrikel seringkali dihubungkan dengan olahraga endurance sedangkan peningkatan masa myokardial dan ketebalan dinding ventrikel lebih dhubungkan dengan olahraga statis (kekuatan). Perubahan yang cepat terjadi hingga tahun pertama. 4. peningkatan volume stroke jantung. Hal ini 31 . Perubahan struktur ini meningkatkan kapabilitas miokardium. Selama olahraga.

tekanan intratoraks berkisar 7 mmHg. namun tekanan yang dihasilkan juga ditransmisikan ke dinding. Selama inspirasi. Perbedaan ini diperkirakan dihubungkan dengan efek protekif dari estrogen dan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular pada perempuan premenopause. Selama pernapasan berlangsung. aortic compliance lebih besar.1 Tekanan ini meningkat dengan jumlah yang sama selama ekspirasi. Jadi. dimana diafragma berkontraksi dan rongga dada mengembang. yang perlu digaris bawahi adalah bahwa dalam proses fisiologik kardiovaskular yang paling dasar. tidak hanya pergerakan udara keluar masuk paru yang terjadi. Selama inspirasi normal. Yaitu pada perempuan memiliki denyut jantung intrinsik yang lebih rendah dan interval QT yang lebih panjang dibanding laki-laki. Selain itu. dan kemampuan untuk menginduksi vasodilator lebih tinggi. Akan tetapi. Setelah menopause. karena kenyataannya pada perempuan tua dengan penyakit jantung iskemi sering menunjukkan prognosis yang lebih buruk dibandingkan laki-laki. Terdapat juga perbedaan yang dihubungkan dengan jenis kelamin dalam hal elektrik kardia. Hal ini akan meningkatkan tekanan darah arteri dan merangsang baroreseptor arterial. tekanan intratoraks berkurang sehingga tekanan di vena sentral juga berkurang. keadaan ini juga meningkatkan stroke volume dan cardiac output di jantung kiri. perbedaan tersebut tidak berarti lagi. Fenomena ini disebut juga pompa respirasi (respiratory pump). Hal ini menyebabkan aliran balik vena (vena return) dan volume vena sentral meningkat sehingga pengisian jantung kanan meningkat. Aktivitas Respirasi Aktivitas fisik yang berhubungan dengan inspirasi dan ekspirasi mempunyai efek yang besar pada aliran darah balik dan curah jantung ( cardiac output).terjadi akibat tekanan darah arterial yang rendah. tidak terlalu dipengaruhi oleh perbedaan jenis kelamin. Perempuan seperti itu lebih memiliki risiko yang besar berkembang menjadi sindrom QT panjang dan torsades de pointes.dinding vena besar di rongga dada dan mempengaruhi aliran balik vena dari perifer ke jantung. perempuan juga memiliki risiko dua kali lebih besar dibanding laki-laki dalam atrioventrikular nodal re-entry tachycardias. Proses inspirasi yang mengurangi tekanan 32 . 5. individu yang berbeda memiliki respon dasar fisiologis yang sama. Sesuai hukum Starling.

intratoraks juga merangsang baroreseptor di pembuluh darah dan dinding jantung. dan mempunyai suplai pembuluh darah kapiler yang lebih baik terhadap otot-otot. YMCA Three-Minute Step Test Usia 20 tahun 21 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Hasil 90 121 Pembahsan Hasil yang di dapatkan dari praktikum YMCA ini nilai yang tinggi di dapatkan oleh OP yang laki-laki.lahan. Selain 2 hal pasti yaitu usia dan jenis kelamin yang berpengaruh dalam konsumsi oksigen maksimum (VO2 max) ada juga hal lain yang mempengaruhi yaitu:  Keturunan Seseorang mungkin saja mempunyai potensi yang lebih besar dari orang lain untuk mengkonsumsi oksigen yang lebih tinggi. Dengan sendirinya hal ini berbeda dari satu dengan orang yang lain. Sedangkan OP perempuan mendapatkan hasil 121 (below average/di bawah rata-rata). Selain itu berhubungan dengan jenis kelamin. terbukti di mana OP wanita mempunyai usia lebih tua 1 tahun dari OP pria. yaitu 90 (above average/di atas rata-rata). Wanita juga memiliki masa otot lebih kecil di bandingkan pria. Dilaporkan bahwa 33 . mempunyai kapasitas 14 paru-paru yang lebih besar. Hal ini Seuai dengan teori dimana setelah seseorang berusia 20-an VO2 max menurun dengan perlahan.Mereka yang mempunyai banyak kegiatan VO2 max akan menurun secara perlahan. di mana kemampuan aerobik wanita sekitar 20% lebih rendah daripada pria pada usia yang sama. Hal ini terjadi karena terjadi perbedaan hormonal yang meneyababkan wanita memiliki konsentrasi hemoglobin lebih rendah dan lemak tubuh lebih besar. Rangsangan yang diterima oleh kedua reseptor akan mengaktivasi medullary cardiovascular centers untuk menurunkan tekanan darah yaitu dengan meningkatkan kerja parasimpatis dan menurunkan kerja simpatis. dapat mensuplai hemoglobin dan sel darah merah yang lebih banyak dan jantung yanglebih kuat.

akan memperbaiki konsumsi oksigen maksimal dari 5% sampai 25%. jika seseorang bisa mengurangi lemak dalam tubuh. perbedaan komposisi tubuh seseorang menyebabkan konsumsi yang berbeda.  Komposisi Tubuh Walaupun VO2 max dinyatakan dalam beberapa milliliter oksigen yang dikonsumsi per kg berat badan. Bila tubuh berotot kuat. dalam Kuntaraf. konsumsi oksigen maksimal dapat bertambah tanpa tambahan latihan. Dengan latihan daya tahan yang sistematis. Maka dari itu. 1992).konsumsi oksigen maksimum bagi mereka yang kembar identik sangat sama (Klissouras. Penelitian menunjukan bahwa laki-laki yang berusia 65-74 tahun dapat meningkatkan VO2 maxsekitar 18% setelah berolahraga secara teratur selam 6 bulan. VO2 max akan lebih tinggi.  Latihan/olah raga Seseorang dapat memperbaiki VO2 max dengan olahraga atau latihan. Misalnya tubuh mereka yang mempunyai lemak dengan persentasi tinggi mempunyai konsumsi oksigen maksimum yang lebih rendah. 34 .

YMCA three. subyek melangkah pada bangku setinggi 12 inchi selama tiga menit. PENUTUP Kesimpulan Harvard step test merupakan suatu cara untuk melakukan pengukuran terhadap kebugaran dan kemampuan sesorang untuk kembali pulih setelah latihan yang berlebihan.minute step test merupakan tes kasdiovaskuler untuk mengetahui respon fisiologis terhadap aktivitas tertentu (fixed workload). Pada tes ini.V. 35 . kemudian segera duduk sehingga dapat dilakukan pengukuran heart rate.

USA: McGraw-Hill Companies.185-203 36 . 24 Maret 2013. [Online]. Available from: http://www.DAFTAR PUSTAKA 1. 13. Edisi ke-6. Jane H. Mohrman D. 2006.56 2.brianmac. p.htm.uk/havard.co. Cardiovascular physiology. Anonymous. Inc.

Memahami dasar fisiologi EKG 2. maka gambaran defleksinya juga semakin tinggi. Melakukan perekaman EKG pada orang normal 3. Dalam membuat gelombang pada EKG. Untuk repolarisasi. semakin mendekati elektroda positif. Hilangnya kenegatifan dari jantung berukurang.. prinsipnya saat depolarisasi alioran listrik mendekati elektrodanya. begitu pula sebaliknya. yang dapat dikatakan memiliki kemampuan untuk mengalirkan aktivitas listrik ke berbagai arah.DASAR FISIOLOGI ELEKTROKARDIOGRAFI DAN BUNYI JANTUNG I. yang memberikan gambaran defleksi yang paling positif dan yang paling negatif ialah sadapan aVR. Mampu menganalisa kurva EKG normal 37 . Karenanya. Tujuan 1. sadapan-sadapan memberikan gambaran defleksi positif saat depolarisasi (gelombang P atau QRS). Dan semakin searah atau berlawanan arah suatu aliran listrik terhadap sadapannya. repolarisasi (gelombang T) juga akan memberikan gambaran defleksi positif. gambarannya menjadi defleksi negatif. Pada dasarnya tubuh manusia merupakan suatu volume conductor. maka akan memberikan gambaran defleksi positif dan semakin menjauhi elektroda positif. Sadapan pada EKG terdiri atas sadapan ektremitas dan sadapan prekordial. hal inilah yang dideteksi oleh elektroda-elektroda pada EKG. akan terjadi defleksi positif. PENDAHULUAN Elektrokardigrafi (EKG) merupakan alat yang digunakan untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung. Hal ini dapat di lihat pada sadapan aVR dan V1 yang memberikan defleksi negatif pada saat depolarisasi maupun repolarisasi. Dalam keadaan istirahat sel jantung berada dalam keadaan terpolarisasi. Bila ditengah-tengah gambarannya akan menjadi bifasik. dimana bagian dalam bermuatan lebih negatif dan di luar lebih positif. Dan bila menjauhi elektroda maka akan menjadi negatif. Dapat dilihat pada gelombang P. Keadaan repolarisasi dan depolarisasi tersebut menggambarkan aliran listrik jantung.

yaitu : a. maka kita sebenarnya kurang dapat menentukan seberapa kuat kontraksi dari miokardium. Jadi. maka kita harus mengecilkan ukurannya. Sehingga 1 mm = 2 mV • Kalau gambaran EKGnya malah kekecilan sampai sulit untuk dianalisis. Sensitivitas Ada 3 sensitivitas yang digunakan pada perekaman EKG. Jadi setiap 1 mm = 0. Karena yang direkam itu kelistrikannya. Jarak antara 2 garis tebal _ 5 mm c. maka kertas grafik yang digunakan tersebut memiliki beberapa kriteria. saat aktivitas listriknya tinggi. maka belum tentu kontraksinya kuat.II. dengan menurunkan sensitivitas menjadi ½.04 2. maka ada dua hal yang perlu diperhatikan : 1. 1. Kapan kita menggunakan yang ½ ataupun 2 ? • Kalau gambaran EKG yang kita dapatkan terlalu besar sampai keluar dari kertas. dan 2. DASAR TEORI EKG merupakan alat yang digunakan untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung (depolarisasi dan repolarisasi dari sel miokardium) melalui elektroda khusus yang dipasang pada beberapa bagian tubuh yang khusus pula. Teknik perekaman EKG Pada perekaman EKG. jika kita menggunakan sensitivitas 1 artinya setiap 1 mm = 1 mV. Kecepatan pergerakan kertas adalah 25 mm/detik. Maksudnya apa ? jadi. artinya memiliki kemampuan untuk mengalirkan aktivitas listrik ke berbagai arah. Gimana ? Ya. Sehingga 1 mm = ½ mV 38 . Kertas grafik Pada pencatatan hasil EKG. maka kita perbesar sensitivitasnya menjadi ½. Tetapi paling sering kita menggunakan sensitivitas 1. Jarak antara 2 garis tipis _ 1 mm b. Kita bisa merekam aktivitas listrik jantung karena pada dasarnya tubuh manusia merupakan suatu volume conductor. yaitu ½.

V2. I. Contoh 1. Augmented extremity leads GOLDBERGER : aVR.  Sadapan ekstremitas memandang jantung pada bidang frontal. Unipolar _ elektrokardiogram yang direkam berasal dari 1 elektroda aktif dan elektroda indifferent. kita juga mengenal pembagian sadapan ekstremitas dan sadapan prekordial. dan V3 _ maka iskeminya kemungkinan terjadi dibagian anterior/depan jantung. dan ujung positif ke lengan kiri. dan III merupakan sadapan bipolar. aVF _ inferior aVR . Contoh 2. aVF b. V3. V6 Selain. kanan. dan kiri jantung.  Sadapan prekordial memandang jantung dari anterior ke posterior. sadapan ini akan menghasilkan interpretasi kondisi bagian atas. Ada dua jenis sadapan unipolar. Sadapan I Pada sadapan ini. Akibatnya aliran listrik pada sadapan akan searah dengan aliran listrik 39 . Sadapan I. Ketiga sadapan ini dikenal dengan segitiga Einthoven. V4. Akan tetapi. V4 _ anterior V5.Sadapan EKG Sadapan EKG terbagi menjadi dua tipe. Precordial leads WILSON : V1. 2. aVL. V2. ada ST elevasi pada sadapan II _ maka analisa kita adalah bagian jantung yang mengalami iskemi adalah bagian apeks jantung atau inferior jantung. ujung negatif dihubungkan ke lengan kanan. yaitu : a. dua pembagian di atas. Ringkasan area yang digambarkan oleh masing – masing sadapan : V1. Jadi. bawah. V5. di mana lingkaran tersebut ditandai dengan derajat-derajat. Bipolar _ elektrkardiogram yang direkam berasal dari dua elektroda yang terletak pada bagian tubuh yang berbeda. ada ST elevasi di V1. Bidang frontal tersebut diumpamakan seperti sebuah lingkaran yang mengitari tubuh kita. II. aVL _ lateral kiri II. V2. V6. III. akan lebih tepat lagi jika kita menginterpretasikannya sesuai dengan posisi derajat dan masing-masing sadapan. V3. yaitu : 1. yang mengelilingi daerah jantung.

40 . Sudut orientasinya 0o. ujung negatif dihubungkan ke lengan kanan. Hal inilah yang menyebabkan gambaran gelombang yang positif. dan ujung positif ke tungkai.miokardium. Sadapan II Pada sadapan ini. Hal inilah yang menyebabkan gambaran gelombang yang positif. Akibatnya aliran listrik pada sadapan akan searah dengan aliran listrik miokardium. Sudut orientasinya 120o. Sadapan III Pada sadapan ini. Hal inilah yang menyebabkan gambaran gelombang yang positif. Akibatnya aliran listrik pada sadapan akan searah dengan aliran listrik miokardium. Sudut orientasinya 60o. ujung negatif dihubungkan ke lengan kiri. dan ujung positif ke tungkai.

Coba aja perhatikan gambar diatas. serta gelombang T yang dihasilkan selalu positif. bagian utama kompleks QRS. ternyata untuk sadapan I.Besar gelombang yang dihasilkan oleh ketiga sadapan di atas berbeda-beda. Karena kecenderungan searahnya juga berbeda. Berikut ini perbandingan gelombang dari ketiga sadapan. dan III _ gelombang P. sedangkan ujung positifnya adalah lengan kanan. Sehingga arah vektor akan berlawanan dengan arah kelistrikan miokardium. Sadapan II terlihat sebagai hasil penjumlahan dari dua sadapan lainnya. aVR _ lengan kanan disambungkan dengan ujung positif sedangkan bagian lainnya sebagai ujung negative. Sebagai tambahan. II. Kemudian kalau jumlah potensial sadapan I + sadapan III = sadapan II. Sehingga gelombangnya akan negatif. 41 . Keterangan : Dari gambar terlihat bahwa ujung negatifnya itu adalah titik tengah dari lengan kiri dan tungkai.

Sudut orientasinya -30o aVF _ tungkai disambungkan dengan ujung positif sedangkan bagian lainnya sebagai ujung negatif Keterangan : Dari gambar terlihat bahwa ujung negatifnya itu adalah titik tengah dari lengan kanan dan lengan kiri. Sehingga arah vektor akan searah dengan arah kelistrikan miokardium. Sehingga gelombangnya akan positif. aVL _ lengan kiri disambungkan dengan ujung positif sedangkan bagian lainnya sebagai ujung negative Keterangan : Dari gambar terlihat bahwa ujung negatifnya itu adalah titik tengah dari lengan kanan dan tungkai. Sudut orientasinya 90o 42 . sedangkan ujung positifnya adalah lengan kiri.Sudut orientasinya -150o. sedangkan ujung positifnya adalah lengan tungkai. Sehingga arah vektor akan searah dengan arah kelistrikan miokardium. Sehingga gelombangnya akan positif.

mengapa gelombang pada sadapan aVF lebih besar dibandingkan dengan aVL. Kemudian. Sedangkan pada sadapan prekordial. Kemudian. dan aVF. Hal ini disebabkan oleh vektor aVF yang lebih cenderung searah dengan kelistrikan miokardium dibandingkan dengan aVL.Gambar diatas memperlihatkan perbandingan gelombang yang akan dihasilkan oleh sadapan aVR. V1 : ruang interkostal IV garis sternal kanan V2 : ruang interkostal IV garis sternal kiri V3 : pertengahan garis lurus yang menghubungkan V2 dan V4 V4 : ruang interkostal V garis sternal medioklavikularis V5 : titik potong garis aksila anterior kiri dengan garis mendatar dari V4 V6 : titik potong garis aksila kiri tengah dengan garis mendatar dari V4 dan V5 Keterangan : 43 . aVL. arah penjalarannya adalah ke lateral kiri. Kalau pada sadapan ekstremitas. kita akan melihat jantung dari anterior ke posterior dengan sadapan prekordial. Terlihat bahwa hanya aVR yang akan menghasilkan gelombang negatif karena arahnya yang berlawanan dengan arah perambatan kelistrikan miokardium. penjalaran dari aktivitas listrik miokard adalah dari kanan atas ke kiri bawah.

diukur dalam mV (pada kertas EKG berarti lihat axis vertikal) 3. dan yang paling positif gelombangnya V6. Gelombang yang dihasilkan oleh depolarisasi dan repolarisasi miokardium memiliki tiga ciri utama. 44 . Begitu juga sebaliknya. atau diantara V3 dan V4. Amplitudo. KURVA EKG Seperti yang sudah teman-teman ketahui bahwa gelombang EKG terutama menggambarkan aktivitas listrik sel miokardium yang menyusun jantung. diukur dalam fraksi detik (pada kertas EKG berarti lihat yang axis horizontal nya) 2. yaitu suatu kriteria yang lebih subjektif tentang bentuk dan tampilan gelombang (misalnya suatu gelombang itu kita nilai simetris atau asimetris). Sedangkan gelombang transisinya terdapat pada V3. V4.Sebenarnya sama saja prinsipnya. maka gelombang transisinya adalah V3. Durasi. Makanya. Kalau kita menganalisa gambar diatas. Ketika dia searah dengan arah penjalaran. yang paling negatif itu V1. Konfigurasi. maka ia akan menghasilkan deflaksi positif. yaitu: 1.

• Pencatatan bebas dari interferensi Tujuannya adalah EKG yang tercatat bersih tanpa ada getaran-getaran. maka ada hal-hal yang perlu diperhatikan secara berturut-turut. Irama sinus menunjukkan bahwa jantung benar-benar hanya diaktifkan oleh nodus SA. R. 45 . yaitu gelombang Q. Misalnya terlihat garis yang seharusnya mendatar malah jadi seperti bergerigi tidak rata. maka pada EKG akan terlihat bahwa setiap siklus denyut jantung didahului oleh gelombang P. yaitu irama sinus yang dipengaruhi oleh irama pernapasan. Menetapkan jenis irama denyut jantung. Frekuensi denyut jantung berbanding terbalik dengan interval waktu di antara dua denyut jantung yang berurutan. yaitu: 1. Seringkali tapi tidak selalu terjadi. Gambaran EKG yang diperoleh memenuhi persyaratan teknis • Stabilitas alat. Menetapkan frekuensi gelombang P dan kompleks QRS Langkah ini berguna untuk mengetahui frekuensi denyut jantung. kompleks gelombang QRS terdiri atas tiga gelombang yang terpisah jelas. apakah irama sinus atau bukan Bila jantung berdenyut dengan irama sinus. • Kestabilan kepekaan alat kepekaan alat pada permulaan dan pada akhir pencatatan harus sama. maka kita akan mendapatkan garis dasar yang bersifat isoelektris tercatat lurus mendatar. Jika alat yang kita gunakan itu stabil. dan S. Rumus menghitung Heart Rate adalah: 3. yang kemudian diikuti oleh kompleks QRS dengan interval PR tertentu dan diakhiri dengan gelombang T. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh gangguan pada alat groundingnya. 2.ANALISIS EKG Untuk dapat melakukan analisis EKG secara sistematis. Ada kalanya terjadi sinus aritmia.

4. Perhatikan Gelombang P, baik voltase (amplitudo) maupun lama Gelombangnya (durasi) Selama depolarisasi dan kontraksi atrium, elektroda yang ditempatkan pada permukaan tubuh merekam aktivitas listrik kecil yang berlangsung sepersekian detik. Aktivitas listrik ini disebut gelombang P yang merupakan penyebaran depolarisasi melalui miokard atrium mulai dari awal hingga akhir.

Karena nodus sinus terletak di atrium kanan, atrium kanan akan berdepolarisasi dulu sebelum atrium kiri dan juga selesai lebih awal. Oleh karena itu, bagian pertama gelombang P menggambarkan depolarisasi atrium kanan, dan bagian kedua menggambarkan depolarisasi atrium kiri.

Voltase atau amplitudo gelombang P diukur dari garis iso-elektris sampai puncak gelombang P dan dalam keadaan normal tidak boleh > 0.25 mV. Lama gelombang atau durasi diukur dari permulaan hingga akhir gelombang P dan dalam keadaan normal tidak boleh > 0.11 detik. Nah, balik lagi ke gambar yang di atas, kira-kira durasinya adalah 0.08 detik. (Ingat ingat, kalau menghitung durasi maka pakai axis yang horizontal yaa, dan ingat bahwa satu kotak kecil di axis horizontal itu adalah 0.04 detik). Catata: Semua pengukuran di atas dilakukan di sadapan II. 46

5. Perhatikan Interval PR Di Guyton disebutkan bahwa interval PR ini disebut juga interval PQ, hanya saja gelombang Q ini sering tidak ada atau tidak kelihatan, maka dipakai nama interval PR. Lama waktu antara permulaan gelombang P dan permulaan kompleks QRS adalah interval waktu antara permulaan eksitasi listrik atrium dan permulaan eksitasi ventrikel. Interval ini juga mencakup perlmbatan konduksi yang terjadi selama nodus AV. Interval PR biasanya berlangsung selama 0.12 sampai 0.2 detik, dan kalau di kertas EKG sekitar sepanjang 3-5 mm. Masih diukur pada sadapan II. Pada buku Guyton lebih spesifik menyebutkan bahwa interval PR yang normal adalah 0.16 detik.

6. Tentukan Interval Kompleks QRS Interval kompleks QRS diukur dari permulaan sampai akhir kompleks QRS dan dilakukan pada sadapan yang memiliki interval terpanjang, biasanya pada V1 atau V3. Dalam keadaan normal, interval QRS tidak melebihi 0.12 detik.

47

Pada bidang horizontal, sadapan V1 dan V2 yang berada di atas ventrikel kanan, merekam gelombang S yang dalam karena aliran listrik bergerak menjauhi sadapan ke kiri. Sebaliknya, sadapan V5 dan V6 yang terletak di atas ventrikel kiri merekam gelombang R yang positif tinggi. Sadapan V3 dan V4 menggambarkan zona transisi dan salah satu sadapan ini biasanya merekam gelombang bifasik, yakni gelombang R dan sebuah gelombang S yang amplitudonya hampir sama. Pola amplitudo gelombang R yang meningkat secara progresif dari kanan ke kiri pada sadapan prekordial ini disebut peningkatan gelombang R (R wave progression). Gelombang R paling kecil pada sadapan V1 dan paling besar pada sadapan V5. Kenapa bukan di V6? Karena gelombang R di sadapan V6 biasanya lebih kecil dibandingkan dengan V5. Zona transisi yaitu sadapan prekordial atau sadapan tempat kompleks QRS berubah mulai dari dominan negatif sampai menjadi dominan positif.

48

dan S (yang ada) pada sadapan I dan III. 6 yang sudah di jelaskan tadi. maka kita harus menetapkan terlebih dahulu jumlah aljabar voltase gelombang Q. Menetapkan sumbu listrik rata-rata kompleks QRS Untuk mengkonstruksikan sumbu listrik rata-rata kompleks QRS. Pada sadapan V6 terdapat R besar dan S kecil Pada sadapan V2-V5 terlihat bentuk peralihan antara V1-V6. elevated. atau depressed) 49 . Dengan menggunakan segitiga Einthoven. Menentukan apakah kompleks QRS pada sadapan prekordial normal Kriteria kompleks QRS pada sadapan prekordial yang normal adalah: Pada sadapan V1 terdapat R kecil dan S besar. Selanjutnya ayo kita masukkan ke dalam Mean Electrical Axis: Nah. Memperhatikan segmen ST (apakah iso-elektris. 8. 9. dari hasilnya terbukti kan bahwa sumbu listrik rata-rata kompleks QRS normal. 7. Harga normal sumbu listrik rata-rata kompleks QRS ialah antara 0o sampai 90o. Bila lebih kecil dari 0o disebut left axis deviation.R. karena masih berada di antara 0o sampai 90o. Bila lebih besar dari 90o disebut right axis deviation.Amplitudo kompleks QRS jauh lebih besar daripada gelombang P karena massa ventrikel lebih besar daripada atrium sehingga menghasilkan potensial listrik yang lebih besar. kita dapat mengkonstruksikan sumbu listrik rata-rata dengan kompleks QRS. pada intinya sama dengan poin di no.

Perhatikan Polaritas gelombang T Gelombang T menggambarkan repolarisasi ventrikel. Jika segmen ST terletak pada garis horizontal yang sama dengan garis tersebut. perhatikan lebih dahulu letak garis yang menghubungkan gelombang T (dari siklus jantung yang terdahulu) dengan gelombang P dari siklus jantung yang sedang kita amati. 10. repolarisasi biasanya dimulai dari daerah jantung yang paling terakhir berdepolarisasi. Dalam keadaan normal. Jika tidak isoelektris. entah itu elevasi ataupun depresi. 50 . Untuk mengetahui apakah segmen ST benar-benar isoelektris.Segmen ST biasanya horizontal atau perlahan-lahan melandai ke atas pada semua sadapan. maka menunjukkan sesuatu yang patologis. kemudian berjalan mundur ke arah yang berlawanan dengan arah gelombang depolarisasi. Kita mengamati segmen ST ini di semua sadapan. Ia menggambarkan waktu mulai dari akhir depolarisasi ventrikel sampai awal repolarisasi ventrikel. segmen ST harus iso-elektris. Ada beberapa pernyataan yang menyatakan bahwa pada jantung normal. maka segmen ST itu iso-elektris.

Elektroda yang merekam defleksi positif selama depolarisasi (defleksi positif yaitu keadaan dimana gelombang R tinggi) biasanya juga akan merekam defleksi positif selama repolarisasi (tampak sebagai gelombang T positif). Perhatikan polaritas gelombang T Penetapan sumbu listrik gelombang T sama seperti penetapan sumbu listrik rata-rata gelombang QRS. 11. Pada sadapan V1 dan aVR yang sering memperlihatkan gelombang T yang negatif. 51 . 12.Karena gelombang depolarisasi yang mendekat maupun gelombang repolarisasi yang menjauh. Bila unsur-unsur EKG yang telah dianalisis normal. hanya saja yang diukur di sini hanya amplitude gelombang T. Oleh karena itu. biasanya gelombang T positif selalu dapat dijumpai pada sadapan dengan gelombang R yang tinggi. maka EKG orang tersebut dianggap normal. akan menghasilkan defleksi positif pada EKG. Sumbu listrik gelombang T dianggap normal jika sudut antara sumbu listrik gelombang T dan sumbu listrik rata-rata kompleks QRS tidak melebihi 70o.

III.Kapas dan alkohol . METODE Alat dan Bahan EKG dengan perlengkapannya : . Kabel RA (Righ Arm. kuning) di hubungkan elektroda di pergelangan lengan kiri c.Gel yang mengandung elektrolit .Elektroda isap (suction electrode) . merah) dihubungkan elektroda di pergelangan lengan kanan b. Kabel RL (Righ Leg.Karet-karet pengikat . hitam) di hubungkan elektroda di pergelangan kaki kanan e.Kabel penghubung pasien dan kabel penghubung tanah (grounding) .Spido Cara Kerja OP harus harus bertelanjang dada. Kabel LL (Left Leg. kemudian berbaring dengan tenang di tempat tidur Membersihkan kulit dada dan kedua pergelangan tangan dan kaki dengan kapas dan alkohol Membubuhkan gel elektrolit pada ke-6 elektroda isap dan ke-4 elektroda pergelangan atau pada kulit dada dan ke-2 pergelangan tangan dan kaki yang datar Memasang elektroda lempeng dan isap tersebut pada permukaan kulit yang telah dibersihkan dan telah dibubuhi gel elektrolit tadi Menghubungkan kabel penghubung pasien elektroda lempeng sebagai berikut : a.Tempat tidur . Kabel LA (Left Arm. Sadapan prekordia dengan dengan dengan dengan dengan 52 .Elektroda lempeng unik pergelangan kaki dan tangan . hijau) dihubungkan elektroda di pergelangan kaki kiri d.

53 .IV. PENUTUP Kesimpulan Elektrokardigrafi (EKG) merupakan alat yang digunakan untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung.

Penuntun Praktikum Fisiologi Modul Kardiovaskuler. Edisi 11. Guyton AC. Sherwood L. 2011. 2011. Jakarta: EGC.DAFTAR PUSTAKA 1. Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Palangka Raya. Ward JP. 2007 6.. 2. Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 2008. Jakarta: EGC. 4. 2009 5. 11thed. Guyton AC. Linden RW. editor. Hall JE. 54 . Edisi 22. Clark RW. Jakarta: EGC. Jakarta: EGC. Hall JE. Ed-6. 2007. In: Irawati. At a Glance Fisiologi. 3. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : Erlangga. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ganong WF.

Dua faktor penentu curah jantung adalah kecepatan denyut jantung (denyut per menit) dan volume sekuncup (volume darah yang dipompa per denyut). pembuluh darah dan darah. CO) adalah volume darah yang di pompa oleh tiap-tiap ventrikel per menit.LAPORAN PHYSIO EX-9 PHYSIOLOGY KARDIOVASKULAR I. Curah jantung (cardiac output. Aliran darah (flow rate) melalui suatu pembuluh. Sistem sirkulasi terdiri dari tiga komponen dasar yaitu jantung. Aliran darah dipengaruhi oleh dua hal yaitu tekanan dan resistensi. Aliran darah adalah jumlah darah yang mengalir di satu titik pada satu periode tertentu. Tujuan 1. Menceritakan ada atau tidak adanya wave summation dan tetanus pada otot jantung ke “refra tory perio ” ari potensial aksi kardiovaskuler. 5. PENDAHULUAN Sistem kardiovaskuler adalah salah satu sistem sirkulasi. Menginduksi dan mengamati aktifitas kontraksi jantung kodok lengkap pada oscilloscope. 55 . Memahami peran dari system saraf simpatis dan parasimpatis pada aktifitas jantung. Memahami fase-fase potensial aksi pada jantung 3. Mengamati autoritmik dari jantung 2. yaitu jumlah volume darah yang lewat per satuan waktu berbanding lurus dengan perbedaan tekanan dan berbanding terbalik dengan resistensi vaskular. Jantung berfungsi sebagai pompa yang melakukan tekanan terhadap darah untuk menimbulkan gradien tekanan yang diperlukan agar darah dapat mengalir ke jaringan. Pembuluh darah berfungsi sebagai saluran untuk mengarahkan dan mendistribusikan darah dari jantung ke semua bagian tubuh dan kemudian mengembalikannya ke jantug. 4. Darah berfungsi sebagai medium transportasi tempat bahan-bahan yang akan disalurkan dilarutkan atau diendapkan.

17. 9. 7. 10. 14. Mendefinisikan hyperthermia dan hypothermia. Mengamati efek ephinephrin. Membandingkan terminology homeothermic dan poikilothermic. dan digitalis pada kecepatan jantung. Mendefinisikan sifat agonis dan antagonis terhadap kecepatan jantung. 12. 8. Memahami efek temperatur terhadap jantung kodok. 56 . 11. 13. Menjelaskan fungsi dari Sinoatrial Node. Menggambarkan efek potensial dari ion potassium. Memahami bahwa efek temperature dimiliki oleh jantung manusia. Menjelaskan bagaimana kekuatancalcium-channel blocker. pilocarpine.6. yang digunakan dalam prinsip ilmu farmasi untuk mengobati pasien sakit jantung. 19. Menceritakan sifat kimia dari kecepatan jantung ke aktifasi system saraf simpatis dan parasimpatis. 18. 16. dan kalsium pada kecepatan jantung. Mendefinisikan terminology dari inotropic dan chronotropic. 15. atropine. sodium. Membedakan sifat kolinergik dan adrenergic terhadap kecepatan jantung. Menjelaskan akibat dari Vagal Stimulation dan Vagal Escape. Memahami pergerakan ion-ion yang terjadi selama potensial aksi.

salah satunya adalah meningkatkan aktivitas suplai darah agar aktivitas jaringan dapat terpenuhi. DASAR TEORI Definisi Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulsi darah yang terdiri dari jantung. Sistem kardivaskuler memerlukan banyak mekanisme yang bervariasi agar fungsi regulasinya dapat merespons aktivitas tubuh.II. Pada keadaan berat. Gambar : Jantung pusat kardiovaskuler Gambar : Sistem kardiovaskuler 57 . komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh yang di perlukan dalam proses metabolisme tubuh. lebih banyak di arahkan pada organ-organ vital seperti jantung dan otak yang berfungsi memlihara dan mempertahankan sistem sirkulasi itu sendiri. aliran darah tersebut.

Mengikuti hukum gagal atau tuntas: impuls dilepas mencapai ambang rangsang otot jantung maka seluruh jantung akan berkontraksi maksimal. Sifat ritmisitas/otomatis: secara potensial berkontraksi tanpa adanya rangsangan dari luar. Fase depolarisasi(cepat): Disebabkan meningkatnya permeabilitas membrane terhadap natrium sehingga natrium mengalir dari luar ke dalam. otot jantung juga menggunakan energy kimia untuk berkontraksi. dan termis. 2. Fisiologi Jantung Fungsi umum otot jantung yaitu: 1. Energy terutama berasal dari metabolism asam lemak dalam jumlah yang lebih kecil dari metabolisme zat gizi terutama laktat dan glukosa. Lima fase aksi potensial yaitu: 1. Kekuatan kontraksi dipengaruhi panjang awal otot. Pengaruh Ion Pada Jantung 1. 58 . mekanika. kimia. Fase istirahat: Bagian dalam bermuatan negative(polarisasi) dan bagian luar bermuatan positif. lemah dan frekuensi lambat. Metabolisme Otot Jantung Seperti otot kerangka. Pengaruh ion kalsium: kelebihan ion kalsium menyebabkan jantung berkontraksi spastis. Seluruh proses aktifitas listrik jantung dinamakan potensial aksi yang disebabkan oleh rangsangan listrik. Elektrofisiologi Sel Otot jantung Aktifitas listrik jantung merupakan akibat perubahan permeabilitas membrane sel. Tidak dapat berkontraksi tetanik. 2. 2.Fisiologi Kardiovaskuler 1. 3. Pengaruh ion kalium : kelebihan ion kalium pada CES menyebabkan jantung dilatasi. 4. 3. Proses metabolism jantung adalah aerobic yang membutuhkan oksigen. Pengaruh ion natrium: menekan fungsi jantung.

5. Fase repolarisasi(cepat): Kalsium dan natrium berangsur-angsur tidak mengalir dan permeabilitas terhadap kalium sangat meningkat. Periode ejeksi 4. Fungsi jantung sebagai pompa Lima fungsi jantung sebagai pompa yaitu: 1. Fase plato(keadaan stabil): Fase depolarisasi diikiuti keadaan stabil agak lama sesuai masa refraktor absolute miokard. SA node: Tumpukan jaringan neuromuscular yang kecil berada di dalam dinding atrium kanan di ujung Krista terminalis. 4. sehingga muatan positih dalam sel menjadi berkurang. Fungsi ventrikel sebagai pompa 3. Serabut penghubung terminal(purkinje): Anyaman yang berada pada endokardium menyebar pada kedua ventrikel. 3. AV node: Susunannya sama dengan SA node berada di dalam septum atrium dekat muara sinus koronari. Fase polarisasi parsial: Setelah depolarisasi terdapat sedikit perubahan akibat masuknya kalsium ke dalam sel. Siklus Jantung Empat pompa yang terpisah yaitu: dua pompa primer atrium dan dua pompa tenaga ventrikel. Bundle atrioventrikuler: dari bundle AV berjalan ke arah depan pada tepi posterior dan tepi bawah pars membranasea septum interventrikulare. Sistem Konduksi Jantung Sistem konduksi jantung meliputi: 1. Periode akhir kontraksi jantung sampai kontraksi berikutnya disebut siklus jantung.3. Fungsi atrium sebagai pompa 2. Diastole 5. Periode relaksasi isometric 59 . 2. 4.

Fisiologi Vaskuler Sistem vaskuler memiliki peranan penting pada fisiologi kardiovaskuler karena berhubungan dengan mekanisme pemeliharaan lingkungan internal. Beban awal 2. Frekuensi jantung Periode pekerjaan jantung yaitu: 1. Bagian. Bunyi pertama: lup 2. 2. Jumlah darah yang dipompakan ventrikel selama satu menit disebut curah jantung (cardiac output). Periode istirahat Bunyi Jantung Tahapan bunyi jantung: 1. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi otot jantung: 1.Dua cara dasar pengaturan kerja pemompaan jantung 1. Kontraktilitas 3. Reflex mengawasi kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung melalui saraf otonom Curah jantung Normal. Autoregulasi intrinsic pemompaan akibat perubahan volume darah yang mengalir ke jantung. jumlah darah yang dipompakan ventrikel kiri dan kanan sama besarnya.bagian yang berperan dalam sirkulasi: 60 . Bunyi keempat: kadang-kadang dapat didengar segera sebelum bunyi pertama 2. Bunyi ketiga: lemah dan rendah 1/3 jalan diastolic individu muda 4. Periode systole 2. Bunyi kedua : Dup 3. Periode diastole 3. Beban akhir 4.

5. nadi. Arteri mentranspor darah di bawah tekanan tinggi ke jaringan. Tekanan Vena: biasanya sangat rendah 2. Gelombang nadi. Arteriola. zat makanan dan elektrolit. Gelombang denyut vena: perubahan tekanan dan volume 3. Analisis gelombang nadi: dapat di nilai dari: frekuensi gelombang nadi. Sedangkan Pembuluh dan Aliran Vena Yaitu: 1. dan darah rata-rata. irama denyut nadi.1. cabang kecil dari sistem arteri yang berfungsi sebagai kendali ketika darah yang dikeluarkan ke dalam kapiler. 2. Vena yaitu saluran penampung pengangkut darah dari jaringan kembali ke jantung. 4. diastolic. Kecepatan aliran darah vena 61 . Aliran darah dalam pembuluh darah 2. Kapiler . 3. amplitude dan ketajaman gelombang. Pembuluh darah dan aliran arteri adalah: 1. 4. Aliran Darah Gambar: darah dan peredarannya Kecepatan aliran darah ditentukan oleh perbedaan tekanan antara kedua ujung pembuluh darah. Tekanan darah arteri : Sistolik. Kurva denyut nadi: vena jugularis eksterna dengan cara non invasive 4. 3. Venula yaitu mengumpulkan darah dari kapiler secara bertahap 5. hormone dan bahan lainnya antara darah dan cairan interstitial. tempat pertukaran cairan. Factor yang mempengaruhi tekanan darah arteri.

Dan dipengaruhi oleh kecuali dinding kapiler. susunan kapiler. vasodilatasi. Sistem humoral atau kimia: berlangsung local atau sistemik. venolus karena dapat mengatur jumlah dan kecepatan aliran darah. vasopressin. 3. Pusat pengawasan dan pengaturan perubahan tekanan darah yaitu: 1. Tekanan darah tidak selalu sesuai karena salah satu factor yang mempengaruhinya adalah keadaan kesehatan dan aktivitas. Reflex pulmonal: inflasi paru menimbulkan vasodilatasi sistemik dan penurunan tekanan darah arteri dan sebaliknya kolaps paru menimbulkan vasokonstriksi sistemik 2. Reseptor nyeri: bergantung pada intensitas dan lokasi stimulus e.5. Misalnya tekanan sistolik 120 mmHg dan diastolic 80 mmHg maka tekanan nadi sama denga 40 mmHg. Ketiga rangkaian tersebut disebut dengan mikrosirkulasi. Hipotalamus: Berperan dalam mengatur emosi dan tingkah laku yang berhubungan dengan pengaturan kardiovaskuler c. hydrogen dan kalium. Sistem saraf a. Presoreseptor dan kemoreseptor: serabut saraf aferen yang menuju pusat vasomotor berasal dari baroreseptor arteri dan kemoreseptor aortadan karotis dari korteks serebri. dan hidrostatik bagian luar. epineprin. dan respons depressor meningkat. Factor yang mempengaruhi kecepatan aliran darah vena 6. misalnya renninangiotensin. d. 62 . magnesium. perubahan tekanan osmotic. adenosine. asetikolin. TEKANAN DARAH Selisih diastolic dan sistolik disebut pulse pressure. arteriole. dan dalam sistem vaskuler. serotonin. Serebrum: Mempengaruhi tekanan dari karena penurunan respons tekanan. Pengaruh gravitasi pada tekanan darah vena MIKROSIRKULASI Tempat pertukaran zat CIS dan CES (interstitial) adalah kapiler. kalsium. Sistem hemodinamik: lebih banyak dipengaruhi oleh volume darah. b.

Membuat lemak yang sudah diemulsi dari usus ke sirkulasi darah 4. maka aliran darah disitu 63 . Mengembalikan cairan dan protein dari jaringan ke dalam sirkulasi darah 2. atau sirkulasi selama periode waktu tertentu (ml/mnt). Mengankut limfosit dan kelenjar limfe ke sirkulasi darah 3.4. arteriol berupa pembuluh tahanan. dan tahanan dalam mempertahankan hemostatis didasarkan atas beberapa hukum hemodinamika sederhana. maka aliran darah sama dengan curah jantung. Pembuluh limfatik berfungsi sebagai: 1. FISIOLOGI SIRKULASI Agar dapat hidup. arteri penyalurnya. Menyaring dan menghancurkan mikroorganisme 5. Sistem limfatik: komposisi sistem limfatik hampir sama dengan komposisi kimia plasma darah dan mengandung sejumlah besar limfosit yang mengalir sepanjang pembuluh limfe untuk masuk ke dalam aliran darah. jika yang dimaksud adalah seluruh sistem vaskuler. organ. Prinsip Aliran Darah Hemodinamika adalah studi prinsip fisika yang mengatur aliran darah melalui pembuluh darah dan jantung. kapiler tempat berlangsungnya pertukaran zat. darah harus beredar. Jantung adalah pemompanya. Dengan kata lain. kapiler dan venul susah payah. tekanan. Aliran Darah Aliran darah adalah volume aktual (kuantitas) darah yang mengakir melalui pembuluh. pembuluh-pembuluh ini mengadakan tahanan terhadap aliran darah. Pengaturan fisiologis dan aliran darah. Karena arteri (aorta) dekat jantung itu elastik. dan vena adalah reservoir darahnya. Cairan limfatik Konsentrasi protein cairan limfe yang mengalir kebanyakan dari jaringan perifer mendekati nilai rata-rata atau pekat. Menghasilkan zat antibody 3. Darah di paksa keluar dari jantung dan melalui pembuluh darah di bawah tekanan kuat. Darah mengalir melalui arteriol sempit.

darah menjadi kurang kental dan tahanan perifer menurun. Karena kebanyakan friksi terjadi disirkulasi perifer. makin panjang pembuluh darah. Panjang Total Pembuluh Darah Hubungan antara panjang total pembuluh darah dan tahanan sudah jelas. dinyatakan dalam mmHg. makin besar tahanan. karena itu mengalirnya lebih lambat.Sebaliknya. Viskositas Darah Viskositas darah adalah tahanan intern terhadap aliran dan berhubungan engan kekentalan atau “kelengketan” se uah airan Makin esar viskositas makin sukar molekul. maka disebut tahanan perifer.molekul saling susup menyusup dan semakin sukar mempertahankan dan menggerakan cairan. tekanan darah . dan diameter pembuluh. diameter pembuluh darah sering berubah dan merupakan faktor 64 . seperti pada anemia tertentu. namun keadaan tertentu seperti polisitemia dapat meningkatkan viskositas darah dengan demikian. Diameter Pembuluh Darah Viskositas darah dan panjang pembuluh darah normalnya tidak banyak berubah. jauh dari jantung. Sebaliknya. bila eritrositnya kurang.berdenyut (tidak mengalir dengan kecepatan sama) dan tubuler (suara yang dihasilkan oleh gerak aliran darah mirip pusaran). Darah jauh lebih kental dar air karena mengandung unsur bentuk dan protein plasma. venul dan vena tidak begitu berdenyut atau turbulen. Tahanan Aliran Darah Tahanan ini adalah tahanan terhadap aliran dan sama dengan jumlah friksi yang dihadapi darah selama beredar melalui pembuluh. Aliran darah melalui kapiler. Viskositas darah biasanya tetap. Tekanan Darah Tekanan darah adalah tenaga (force) per satuan daerah yang mendorong darah pada dinding pembuluh darah dan beredar melalui tubuh bila jantung berkontrksi. Ada tiga sumber penting tahanan yaitu viskositas darah. panjang pembuluh.

Aliran cairan dekat dindinbg pembuluh darah diperlambat oloeh friksi sewaktu mengalir. TEKANAN DARAH DAN TAHANAN Aliran Darah Aliran darah (F) berkorelasi langsung dengan perbedaan tekanan darah (@P) antara dua titik dalam sirkulasi. Hubungan ini tercermin dalam rumus berikut ini : Aliran Darah = Diantar kedua factor yang mempengaruhi aliran darah. 3) penyerapan nutrien dari saluran cerna. Makin dekat pompa. berperan dalam 1) menghantar nutrien dan oksigen ke jaringan dan membawa pergi limbah dari sel-sel jaringan. makin besar friksi. HUBUNGAN ALIRAN DARAH.tekanan darah sisitemik paling tinggi didalam aorta dan makin menurun sampai akhirnya menjadi 0 mmHg di dalam atrium kanan. Jika @P naik. jantung 4%. Aliran Darah Melalui Jaringan Tubuh Aliran Darah melalui jaringan.makin tinggi tekanan dalam saluran yang bersangkutan. aliran darah melambat. Namun selama ada perbedaan tekanan. Penurunan paling tajam terjadi pada arteriol. mengalir ke dalam otot rangka. Dalam keadaan istirahat. atau perfusi jaringan. darah akan 65 . Seperti tampak dalam gambar diawal bab ini. normalnya menerima sekitar 20%. Makin kecil pembuluh itu. TEKANAN DARAH Tekanan Darah Sistemik Cairan yang didorong oleh pompa melalui sederetan saluran dibawah tekanan. aliran tambah cepat dan bila @P turun. dan 4) pembentukan urine oleh ginjal. tidak sama besar tekanan itu disepanjang saluran itu. 2) pertukaran gas dalam paru.Begitu pula dinamika aliran darah. Otot-otot rangka. dan organ-organ dalam abdomen 24%. namum selama latihan hampir seluruh curah jantung yang meningkat. yang memberi tahanan paling besar terhadap aliran darah. R lebih penting. maka aliran darah bertambah. yang membentuk hampir setengah dari masa tubuh. sedangkan cairan dipusat pembuluh mengalir bebas dan lebih cepat. karena relatif lebih banyak cairan uyang kotak dengan dinding pembuluh. karena bila arteriol melebar (tahanan perifer turun). ginjal 20%. otak menerima sekitar 13% dari aliran darah total.penting sehubungan dan tahanan perifer.

Tekanan Darah Arteri Saat ventrikel kiri berkontraksi dan mencurahkan darah ke dalam aorta. Perbedaan antara tekanan systole dan diastole disebut tekanan nadi. Meskipun masing-masing cabang itu mempunyai penampang yang lebih kecil. maka aorta yang elastik akan melebar menimbulkan tekanan aorta.tetap mengalir dari tekanan lebih tinggi ke tekanan lebih rendah sampai akhirnya kembali ke jantung. penampang totalnya bertambah dan velositas aliran darahnya menurun. Paling cepat dalam aorta elastik lain. sehingga darah tetap mengalir ke dalam pembuluh-pembuluh yang lebih kecil di distal. mempertahankan tekanan yang berkelanjutan. paling lambat dalam kapiler. Velositas berkolerasi terbalik dengan luas penampang pembuluh darah yang diisinya. Darah mengalir paling cepat didalam pembuluh yang luas penampang total terkecil. dan di sebut tekanan diastole. tekanan aorta turun sampai titik terendah (70-80 mm Hg). Selama diastole. katup aorta menutup mencegah darah mengalir kembali ke jantung. dan volume dan jumlah darah seluruhnya yang dapat mereka tampung. Tekanan yang mendorong darah ke dalam jaringan selama siklus jantung ise ut “mean (everage) Arterial Pressure (MAP)” arena iatole le ih lama ari systole. dinding aorta mengkerut (elastik). 66 . jauh lebih besar dari yang di aorta. yang disebut tekanan sisitole (sekitar 120 mm Hg) untuk orang dewasa normal). dan mulai cepat lagi dalam vena untuk kembali ke jantung. maka rumus untuk menghitung MAP adalah sebagai berikut : MAP = Tekanan Diastole + Tekanan nadi atau MAP = Tekanan systole + 2 (tekanan diastole) 3 3 Contoh : Tekanan darah seseorang adalah 120/90 maka tekanan nadinya = 120-90 = 30 Maka MAP = 90 + 30/3 = 100 MAP = 120 + (2 x 90) = 100 Viskositas Aliran Darah Kecepatan atau velositas (dalam cm/detik) aliran darah berubah-ubah selama melalui sirkulasi sistemik. Selama ini. Dengan bercabangnya sistem arteri. namun panampang totalnya.

dengan merelaksasi sfingter prakapiler. arteriol. asam laktat.03 em/det). dan velositas aliran darahnya bervariasi dari 10 sampai 30 cm per detik. Dengan bergabungnya kapiler membentuk venul dan kemudian vena. menimbulkan 67 . Luas penampang total kapiler adalah 2500 cm2. Ini memang berguna karena memberi cukup waktu untuk terjadinya pertukaran antara darah dan sel-sel jaringan. PENGATURAN ALIRAN DARAH Autoregulasi Perubahan aliran darah melalui sebuah organ terjadi dengan mengubah diameter arteriol (vasodilatasi) setempat yang memberi darahnya kepada kapiler. jadi aliran darah kapiler sangat lambat (sekitar 0.Misalnya luas panampang aorta adalah 2. dan bila berkepanjangan. karena dapat merusak pembuluh darah setempat. sehingga aliran darah setempat meningkat untuk sementara waktu. agar darah bebas masuk ke kapiler sejati. adenosine. organ tersebut akan mati. Selain itu juga dirangsang ion kalium dan hydrogen. sedikit pengaruhnya (bila ada) terhadap tekanan dalam arteri sedang yang mendarahi organ itu. Sebaliknya tekanan arteriol dan perfusi darah yang berlebihan dapat membahayakan . Luas penampang vena kava adalah adalah 8 cm2. Kendali Miogenik Kurangnya perfusi darah ke suatu organ akan mengganggu metabolismenya. setempat penting untuk autoregulasi karena langsung merangsang otot polos dinding arteriol. maka luas penampang totalnya berkurang dan velositasnya naik. Perubahan tekanan dan volume darah (arteriol). Begitu pula arteriol-arteriol yang mendarahi dasar kapiler dalam sebuah organ. Untuk mendapatkan air dari kran bak cuci tangan harus dibuka krannya. tekanan air disaluran utama dijalan depan rumah anda akan relatif tetap. apalagi terhadap tekanan dalam aorta atau arteri elastik lainnya. khususnya oksigen.5 cm2 dan velositas rata-rata aliran dalam darah aorta adalah 40-50 cm/dtk. Meski krannya dibuka besar. Kendali Metabolik Pada kebanyakan jaringan menurunnya nutrien. Pengaturan aliran darah ini disamakan dengan pemakaian air dirumah anda. merupakan stimulus terkuat untuk autoregulasi.

oleh karena tekanan intravaskuler yang meningkat) maka tonusnya naik. melawan regangan tadi dan menimbulkan vasokontriksi. Sebaliknya penurunan peregangan berakibat vasodilatasi dan peningkatan aliran darah ke dalam jaringan. Bila otot polos vaskuler diregangkan secara pasif (mis. 68 .respons miogenik.

Kemudian memperhatikan pengaturan pada saluran koleksi data. b. Pengaruh volume sekuncup terhadap aktivitas pompa 1. Menghubungkan laptop dengan internet 2. Laptop Modem Cara kerja 1. Jangan lupa untuk mengklik record data pada masing-masing percobaan.5 mm secara bertahap lalu mengulang langkah kedua sampai mencapai radius maksimum sebesar 5 mm.5 mm. Pengaruh Radius Terhadap Aktivitas Pompa Memilih Pump Mechanics. Kemudian mengklik record data. 4. Meningkatkan radius tabung aliran kanan sebesar 0. Mengklik refill untuk memenuhi kembali volume beker kiri. Satuan koleksi data akan merekam variasi aliran yang disebabkan oleh perubahan radius tabung aliran. 2.III. kemudian menekan Rad R untuk mengaktifkan data. 2. Memilih plot data pada tools menu. 3. Mengatur radius tabung aliran kanan sebesar 3. METODE Alat dan Bahan 1. Membuat volume sekuncup 10 ml dengan mengatur volume awal 120 ml dan volume akhir 110 ml.0 mm dan radius tabung aliran kiri sebesar 3. Menekan tombol auto pump pada control unit peralatan untuk memulai pompa. 69 . Membuka alamat www.com  log in menggunakan username physiologyui  mengisi password a. Tabung pipa kiri dianggap sebagai vena pulmonalis dan tabung pipa kanan sebagai aorta. setelah volume 70 strokes pada strokes window tercapai flow window dan rate window akan secara otomatis memberikan gambaran hasil percobaan.physioex. 1.

Tarik atau seret stimulasi elektroda external ke tempat elektroda yang berada disebelah kanan dari jantung kodok.0 mm. dan setelah beberapa detik klik “Stop Stimuli” untuk berhenti menstimulasi. Masukkan nomor dari kontraksi ventricular per menit (dari kecepatan jantung yang diperlihatkan) pada bagian bawah. 3. Perhatikan aktifitas kontraktil dari jantung kodok di oscilloscope. kemudian klik “Submit” untuk menyimpan jawaban ke “Lab Report”. c. segera klik “Single Stimulus” dengan cepat. yang mana dapat memberi waktu kepada jantung untuk mengatur kembali setelah extrasystole tersebut. Kamu membutuhkan tenaga/kekuatan untuk latihan agar memperoleh tehnik yang benar. Klik “Multiple Stimuli” untuk memberikan rangsang elektrik ke jantung pada kecepatan 20 stimuli/detik. Tombol “Multiple Stimuli” akan berubah menjadi tombol “Stop Stimuli” segera setelah di klik. Menekan auto pump untuk memulai percobaan. 2. 5. Membuat kondisi dalam keadaan : tekanan beaker kiri 40 mmHg. 4. Amati efek stimulasi pada aktifitas kontraksi. volume sekuncup maksimal 10. Klik “Submit” untuk menyimpan hasil ke “Lab-Report” melanjutkan ke “Post-Lab Quiz”. Memberikan kejut tunggal secara berturut-turut. an 70 . tekanan pompa 120 mmHg.2. Ketika kamu melihat “2 puncak”. tekanan pipa kanan 80 mmHg. 3. Menekan plot data pada tools menu. Melakukan percobaan yang sama dengan meningkatkan volume sekuncup 10 ml sampai 100 ml. Sehingga elektroda akan menyentuh jaringan otot ventricular. Kamu akan melihat “2 puncak” yang berisi “Extrasystole” atau kontraksi extra ari ventrikel. Menyelidiki “Refractory Periode” Pada Otot Jantung 1. klik “submit” untuk menyimpan ke “Lab report”. kemudian akan berhenti sebentar sebagai pengimbang. radius pipa kanan dan kiri 3.

5. kemudian klik “Submit” untuk menyimpan jawaban ke “Lab Report”. Masukkan nomor dari kontraksi ventricular per menit (dari kecepatan jantung yang diperlihatkan) pada bidang bawah. an e. 4. Ketika aktifitas jantung memperlihatkan bacaan Heart Rate stable. kemudian klik “Submit” untuk menyimpan jawaban ke “Lab Report”. Ketika aktifitas jantung memperlihatkan bacaan Heart Rate Normal. 71 . Amati efek stimulasi pada aktifitas kontraksi. Klik“Stop Stimuli” untuk berhenti menstimulasi. 3. Catatan: ketika elektroda terkunci di tempat itu. anda dapat melanjutkan. Klik “23oC Ringer’s” untuk membasahi jantung dan mengembalikan ketemperature ruangan. Tarik atau seret stimulasi elektroda n. klik “Record data” untuk melihat hasil tersebut. Klik “5oC Ringer’s” untuk mengamati efek penurunan temperature. dan setelah menunggu 20 detik (sistem akan membuat perluasan lintasan penuh di oscilloscope). stimulus akan pergi secara langsung ke n. Masukkan nomor dari kontraksi ventricular per menit (dari kecepatan jantung yang diperlihatkan) pada bidang bawah.vagus ke tempat elektroda yang berada disebelah kanan dari jantung kodok.d. Klik “Multiple Stimuli” untuk memberikan rangsang elektrik ke jantung pada kecepatan 50 stimuli/detik. Klik“record data” untuk menyimpan nomor kontraksi ventrikel per menit (dari kecepatan jantung yang diperlihatkan) di 230C larutan Ringer’s 2. Tombol “Multiple Stimuli” akan berubah menjadi tombol “Stop Stimuli” segera setelah di klik. Menguji Efek Temperatur Terhadap Jantung 1. 3. Menguji Efek Stimulasi Nervus Vagus 1. Klik “Submit” untuk menyimpan hasil ke “Lab-Report” melanjutkan ke “Post-Lab Quiz”. 2.vagus dan secara tidak langsung ke jantung. Perhatikan aktifitas kontraktil dari jantung kodok di oscilloscope. 4. Perhatikan aktifitas kontraktil dari jantung kodok di oscilloscope.

7. Perhatikan aktifitas kontraktil dari jantung kodok di oscilloscope. 7.5. Seret tutup dari alat penetes pada botol pilacorpin ke jantung kodok untuk melepaskan pilacorpin ke atas jantung. klik “Record data” untuk melihat hasil tersebut. Ketika aktifitas jantung memperlihatkan bacaan Heart Rate Normal. 6. 8. Klik Record Data” untuk menyimpan nilai dari kontraksi ventrikel per menit (dari kecepatan jantung yang diperlihatkan). Ketika aktifitas jantung memperlihatkan bacaan Heart Rate Normal. Seret tutup dari alat penetes pada botol atropine ke jantung kodok untuk melepaskan atropine ke atas jantung. 3. 6. Klik “23oC Ringer’s” (temperature ruangan) untuk membasahi dan menyegarkan jantung diluar pilacorpin. klik “record Data” untuk memperlihatkan hasil tersebut. Perhatikan aktifitas kontraktil dan aktifitas jantung yang diperlihatkan. 72 . Ketika aktifitas jantung memperlihatkan bacaan Heart Rate stable. klik “Record data” untuk melihat hasil tersebut. 9. 5. klik “Record data” untuk melihat hasil tersebut. Perhatikan aktifitas kontraktil dan aktifitas jantung yang diperlihatkan. an f. 2. Seret tutup dari alat penetes pada botol ephineprin ke jantung kodok untuk melepaskan ephineprin ke atas jantung. anda dapat melanjutkan. Ketika aktifitas jantung memperlihatkan bacaan Heart Rate stable. Klik “23oC Ringer’s”(temperature ruangan) untuk membasahi dan menyegarkan jantung diluar ephineprin. Klik “32oC ringer’s” untuk mengamati efek dari peningkatan temperatur. Ketika aktifitas jantung memperlihatkan bacaan Heart Rate stable. Perhatikan aktifitas kontraktil dan aktifitas jantung yang diperlihatkan. Ketika aktifitas jantung memperlihatkan bacaan Heart Rate stable. Memeriksa Efek Kimia Terhadap Jantung 1. 4. anda dapat melanjutkan. Klik “Submit” untuk menyimpan hasil ke “Lab-Report” melanjutkan ke “Post-Lab Quiz”.

Ketika aktifitas jantung memperlihatkan bacaan Heart Rate Normal. Tarik atau seret tutup dari alat penetes pada botol ion sodium ke jantung kodok untuk melepaskan ion sodium ke atas jantung. Klik “23oC Ringer’s” (temperature ruangan) untuk membasahi dan menyegarkan jantung diluar atropine. Seret tutup dari alat penetes pada botol digitalis ke jantung kodok untuk melepaskan digitalis ke atas jantung. Menguji Efek Berbagai Macam Ion Terhadap Kecepatan Jantung 1. Tarik atau seret tutup dari alat penetes pada botol ion kalsium ke jantung kodok untuk melepaskan ion kalsium ke atas jantung. Setelah menunggu selama 20 detik (akan terbentuk 2 lintasan penuh di oscilloscope). klik “Record data” untuk melihat hasil tersebut. 12. anda dapat melanjutkan. 4. Catatan: akan terjadi perubahan kecepatan jantung setelah diteteskan ion kalsium ke jantung. 13. Perhatikan aktifitas kontraktil dari jantung kodok di oscilloscope. 73 . 3. Klik “23oC Ringer’s” (temperature ruangan) untuk membasahi dan menyegarkan jantung diluar kalsium. 6. anda dapat meneteskan kembali ion sodium ke jantung. Ketika aktifitas jantung memperlihatkan bacaan Heart Rate stable. 2. Klik “Submit” untuk menyimpan hasil ke “Lab-Report” melanjutkan ke “Post-Lab Quiz”. Perhatikan aktifitas kontraktil dan aktifitas jantung yang diperlihatkan. 11. 5. anda dapat melanjutkan. akan terjadi perubahan kecepatan jantung dan setelah perubahan itu selesai. klik “record Data” untuk memperlihatkan hasil tersebut. Ketika aktifitas jantung memperlihatkan bacaan Heart Rate stable. klik “record Data” untuk memperlihatkan hasil tersebut. Ketika aktifitas jantung memperlihatkan bacaan Heart Rate Normal. an g. Catatan: segera sesudah itu. Klik Record Data” untuk menyimpan nilai dari kontraksi ventrikel per menit (dari kecepatan jantung yang diperlihatkan).10.

an 74 . Tarik atau seret tutup dari alat penetes pada botol ion potassium ke jantung kodok untuk melepaskan ion potassium ke atas jantung. anda dapat melanjutkan. klik “record Data” untuk memperlihatkan hasil tersebut. 8. 10. 9. Klik “23oC Ringer’s” (temperature ruangan) untuk membasahi dan menyegarkan jantung diluar sodium. anda dapat meneteskan kembali ion potassium ke jantung. Catatan: segera sesudah itu. Setelah menunggu selama 20 detik (akan terbentuk 2 lintasan penuh di oscilloscope). Ketika aktifitas jantung memperlihatkan bacaan Heart Rate Normal.7. Klik “Submit” untuk menyimpan hasil ke “Lab-Report” melanjutkan ke “Post-Lab Quiz”. akan terjadi perubahan kecepatan jantung dan setelah perubahan itu selesai.

V (ml) 10 20 Rate (strokes/min) Press. aktivitas pompa menurun. Pengaruh radius terhadap aktivitas pompa Press.3 . V (ml) 70 70 70 70 70 Rate (strokes/min) Press.0 3.0 3.7 254.5 3.8 5086. aliran darah semakin meningkat.1 217. karena terjadinya kenaikan radius tabung kanan.IV.0 75 Str.2 9423.8 197. L (mm) 3. L (mm) 3. L (mm Hg) 40 40 Press.0 Rad. maka resistensi di aorta menurun.5 3. R (mm Hg) 40 40 40 40 40 Flow (ml/min) Rad. R (mm Hg) 40 40 5086. R (mm) 3.0 3.5 13798. Hal ini merupakan analogi dari dilatasi pembuluh darah dalam tubuh manusia. b.5 4.9 134.5 3. Efek volume sekuncup terhadap aktivitas pompa Flow (ml/min) Rad. L (mm Hg) 40 40 40 40 40 6607. Dif.7 94. Dif.5 3.1 PEMBAHASAN Ketika radius aorta diperbesar.8 508.0 4. Meskipun tekanan dalam pompa konstan. hal ini menyebabkan ventrikel semakin cepat teregang dan semakin cepat pula mengalami kontraksi dan melakukan aktivitas pemompaan lagi.9 11882. Volume akhir diastolik semakin cepat tercapai. HASIL DAN PEMBAHASAN a.6 169. bisa dilihat pada hasil percobaan. R (mm) 3. Sehingga pada percobaan tersebut didapatkan aktivitas pemompaan semakin meningkat.5 15198.5 Rad.5 5. sehingga aliran darah di aorta menjadi meningkat.0 Str.

0 3.7 84.3 4656.5 2.3 3. maka frekuensi pemompaan jantung tidak banyak.8 63.0 2.0 3892.8 5086.0 Rad.8 3310.0 54. Kompensasi pada kondisi patologi kardiovaskular Condition Normal Aortic Stenosis Increased Preload Increased Preload Increased Preload Increased contractility Increased Contractility Decreased contractility Decreased afterload Decreased afterload Decreased afterload Flow 5088.6 127.3 55.8 3.3 4270.5 2.5 3826.0 3.8 64.8 5086.0 3.9 4258.0 3. c.0 30 40 50 60 80 100 169.5 Str.0 3.7 4479.0 3.8 5086.0 3.3 3826.0 3. Karena dalam sekali pemompaan saja. Dif.5 4.0 4. L 40 40 40 40 40 40 Press.0 2.6 50.5 54.0 3.0 3. Akan tetapi.6 60.7 Press.0 2.7 47.0 3.5 2.5 3. suplai darah yang disediakan sudah mencukupi. ketika jantung hanya memompa sedikit darah dalam sekali pompa.5 2.2 101.5 40 40 40 40 70 80 60 70 76 .8 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 Pembahasan Saat jumlah darah yang dipompa ke seluruh tubuh banyak. maka jantung harus memompa lebih banyak agar suplai darahnya sesuai dengan kebutuhan.5 70 61.8 5086.5 2.0 3. V 70 70 70 70 70 70 Rate 72.7 61. R 3.0 3.5 2.0 3.5 2. L 3.0 40 60 4656.3 3.5 70 70 70 70 66.0 66.8 5086. R 40 40 40 40 40 50 4270.5086.0 3.3 Rad.0 3.

6 30. Mekanisme Sirkulasi a.6 718.5 5 5.6 117.3 1017.5 2 2.5 4 4.5 6 Viscosity 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Length 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 Pressure 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 b.5 3 3.9 490. Mempelajari Efek dari Radius Alir Tabung pada Fluida Mengalir Flow 4 12.4 Radius 1.Pembahasan Mekanisme kompensasi dapat berupa peningkatan radius pipa kiri atau peningkatan gradien tekanan.7 63. kompensasi akan lebih efektif dengan menggabungkan keduanya. di dapatkan hasil sebagai berikut: 77 .8 201 321. Mempelajari Efek Viskositas Berdasarkan hasil pengamatan dari praktikum ini.

8 140.3 350.5 3.6 200.5 Panjang (mm) 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Tekanan (mmHg) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 78 .5 3.9 467.5 3. Mempelajari Efek dari Panjang Alir Tabung pada Fluida Mengalir Aliran 700.5 3.5 3.2 155. c.2 Diameter (mm) 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Viskositas 3.5 3.4 233.5 3.Terlihat bahwa aliran (Flow) akan mengalami penurunan seiring meningkatnya Viskositas.5 3.4 280.3 175.

Mempelajari Efek dari Tekanan pada Fluida Mengalir Menyelidiki “Refractory Periode” Pada Otot Jantung 79 .d.

Total “refra tory perio ” dari otot jantung adalah 200-250 miliseconds (hampir sama panjangnya dengan kontraksi pada otot jantung).Ketika stimulus yang berulang-ulang sudah cukup. keduanya sama-sama bekerja. Mulai dari potensial aksi jantung dan pertengahan phase ke-3 merupakanabsolute refractory period.Pembahasan Wave summation terjadi ketika otot skeletal menstimulasi dengan frekuensi sedemikian rupa yang menyebabkan kejut otot pada waktu yang bersamaan dan menghasilkan kontraksi yang lebih kuat daripada kejut otot tunggal. otot jantung mempunyai “absolute refractory period” yang panjang. Sedangkan diantara absolute refractory period dan phase ke-4 itu merupakan relative refractory period. Menguji Efek Stimulasi Nervus Vagus Pembahasan System saraf otonom mempunyai 2 bagian. tetapi yang lebih dominan adalah system saraf parasimpatis. se a “absolute refractory period” pa a otot skeletal relative singkat (perio e ari potensial aksi tidak dapat menghasilkan stimulasi yang bukan suatu zat yang kuat). Berbeda dengan otot skeletal.Terjadinya kejut otot pada seseorang itu tidak dapat dibedakan.Pada waktu istirahat (tidur). Sehingga tidak tercapai wave summation. otot jantung tidak dapat bereaksi pada stimulus apapun sebelum pertengahan phase ke-3. yaitu sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis.Pada kenyataannya.Setelah kembali normal. contoh: ketika olahraga dan menghadapi bahaya. System saraf simpatis akan lebih aktif ketika dibutuhkan. otot mencapai keadaan perfusi tetanus. Tetanus terjadi pada otot skeletal. jantung tidak akan berespon pada sebuah stimulus sebelum phase ke-4. 80 .

Ketika temperature eksternal meningkat tajam.Sedangkan pada kodok disebut poikilothermic. Sesaat kemudian. sebab SA node-lah yang menentukan kecepatan jantung. 81 .vagus membawa sinyal ke jantung.N. dikarenakan tidak cukupnya mekanisme regulasi homeostasis internal. stimulasi simpatis dan control hormone.SA node mempunyai kecepatan yang sangat cepat dari depolarisasi spontan. Jika stimulasi dari n. jantung akan berhenti berdenyut. tubuh tidak sanggup untuk mempertahankan homeostasis yang hasilnya terdiri dari hyperthermia (suhu tubuh meningkat) atau hypothermia (suhu tubuh menurun).Stimulasi dari system saraf parasimpatis menurunkan kecepatan jantung dan secara tidak langsung mengubah kekuatan kontraksi. mengacu kepada jantung sebagai “pacemaker”. hypothalamus mengirim sinyal untuk mengaktifkan mekanisme pengeluaran panas.8o-38.vagus (vagal stimulation) berlebihan.Ketika tidak ada stimulasi parasimpatis. Ketika temperature eksternal tinggi. SA node akan menghasilkan potensial aksi 100x/menit. ventrikel akan mulai berdenyut lagi. Sinoatrial node (SA) adalah kelompok dari sel autorhythmik jantung.Oleh karena itu.System saraf simpatis dan parasimpatis mensuplai impuls saraf ke jantung. Pembukaan lagi dari denyut jantung mengacu ke vagal escape dan hasilnya akan menjadi reflex simpatis atau permulaan irama dari serat purkinje. terletak di dinding atrium kanan jantung manusia.Stimulasi dari system saraf simpatis meningkatkan kecepatan dan kekuatan dari kontraksi jantung.2oC jarak antara perubahan suhu eksternal. Menguji Efek Temperatur Terhadap Jantung Solution 23oC Ringer’s 5oC Ringer’s 32oC Ringer’s Heart rate 60 50 70 Pembahasan Homeothermic merupakan cara tubuh manusia untuk mempertahankan suhu didalam tubuh yaitu 35.Perubahan suhu didalam tubuh tergantung pada suhu ekternal dari lingkungan. kemudian terjadi pengeluaran keringat dan terjadi vasodilatasi untuk mempertahankan suhu didalam tubuh.

Memeriksa Efek Kimia Terhadap Jantung Solution Ephineprin Pilocarpin Atropine Digitalis Heart rate 60 80 45 70 41 82 .

83 .Pembahasan Meskipun jantung tidak membutuhkan stimulus eksternal untuk berdenyut. jantung dapat membuat control ekstrinsik yang paling khusus. yaitu system saraf otonom System saraf simpatis akan aktif ketika “fight or flight” an akan melepaskan norepinephrine (disebut juga dengan noradrenaline) dan epinephrine (disebut juga dengan adrenaline) pada sinaps kardio.

Sifat yang menginhibisi. dan meningkatkan aktifitas dari epinephrine di dalam tubuh disebut adrenergic. Cara kerjanya melalui mekanisme cAMP second messenger.Sedangkan sifatyang menginhibisi. Serat saraf parasimpatis melepaskan acetylcholine pada sinaps kardio. meniru. system saraf parasimpatis yang lebih dominan. Jika sifat kerjanya sama seperti neurotransmitter (acetylcholine/norepinephrine) disebut agonist.Norepinephrine dan epinephrine meningkatkan frekuensi potensial aksi dari ikatan receptors-ß1adrenergic yang menempel pada membrane plasma dari sel SA node (pacemaker). mengurangi kecepatan depolarisasi serta mengurangi kecepatan jantung.Jika sifat kerjanya bertentangan/berlawanan dengan neurotransmitter disebut antagonist.Acetylcholine mengurangi frekuensi potensial aksi pada ikatan receptors muscarinic cholinergic yang menempel pada membrane plasma sel SA node. se angkan perio e repolarisasinya memen ek etika kita “beristirahat dan mencerna”. acetylcholine membuka channel potassium dan menutup channel kalsium dan sodium. Kecepatan depolarisasi akan meningkat.ikatan ligan membuka channel sodium dan kalsium.Secara tidak langsung. meniru dan meningkatkan aktifitas acetylcholine di dalam tubuh dinamakan cholinergic. Menguji Efek Berbagai Macam Ion Terhadap Kecepatan Jantung Solution Kalsium Sodium Potassium Heart Rate 62 72 34 (then erratic) 28 (then erratic) 84 .

Pembahasan Pada sel otot jantung. sodium dan kalsium. Konsentrasi potassium lebih besar didalam sel otot 85 . potensial aksi disebabkan oleh adanya perubahan permeabilitas ion-ion yang sudah seharusnya untuk membuka dan menutup ion channel. Perubahan permeabilitas yang terjadi pada sel otot jantung melibatkan ion potassium.

negative inotropic drugs dapat mengurangi kekuatan kontraksi jantung sedangkan positive inotropic drugs dapat meningkatan kekuatan kontraksi jantung. membrane sel memerlukan pergerakan dari potassium lebih banyak daripada sodium dan kalsium. sedangkan yang meningkatkan kecepatan jantung disebut positif chronotropic. keadaan istirahat potensial membrane pada sel jantung itu menentukan sebagian besar perbandingan dari konsentrasi potassium extraseluler dan intraseluler. 86 . Channel Calsium Blockers digunakan dalam prinsip pengobatan tekanan darah tinggi dan kecepatan jantung yang abnormal. Tetapi ada konsekwensinya.Oleh karena itu. karena kalsium lebih sedikit diperoleh.jantung daripada diluar sel.Itu juga menggambarkan sifat inotropic. Yang mempengaruhi kecepatan jantung adalah chronotropic dan yang mempengaruhi kekuatan kontraksi adalah inotropic. maka kedua kecepatan depolarisasi dan kekuatan kontraksi dikurangi.Oleh karena itu. Ketika istirahat.Yang menurunkan kecepatan jantung disebut negative chronotropic. Sedangkan konsentrasi sodium dan kalsium lebih besar jumlahnya diluar sel daripada didalam sel. Mereka menghalangi pergerakan kalsium melalui channel yang ada diseluruh phase potensial aksi jantung.

87 . PENUTUP Kesimpulan Peningkatan radius akan meningkatkan laju dan rate jantung.V. Peningkatan stroke volume/volume sekuncup akan menurunkan frekuensi pompa jantung.

2. Edisi 22. Guyton AC. Jakarta: EGC. 2011. Hall JE. Jakarta : Erlangga. Ward JP. 6. 2009. 2011. editor. Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 4. Jakarta: EGC. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ed-6. 11thed. 2007. 3. 5. Guyton AC. Jakarta: EGC. Sherwood L. Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Palangka Raya. In: Irawati.. Edisi 11. At a Glance Fisiologi. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.DAFTAR PUSTAKA 1. 2008. Penuntun Praktikum Fisiologi Modul Kardiovaskuler. Hall JE. Linden RW. 88 . Jakarta: EGC. Ganong WF. Clark RW. 2007.

LAMPIRAN 89 .

Jika aliran tabung kiri merupakan pembuluh darah paru. sumber gelas kiri menunjukkan? Darah keluar dari paru-paru b. Ketika piston pompa mencapai titik terendah.Pertanyaan dan Jawaban a. apa yang akan terjadi pada laju pompa untuk mempertahankan tekanan konstan? Laju pompa akan meningkat. apa yang akan terjadi pada resitensi dan laju aliran? Laju aliran akan meningkat dan resistensi akan menurun 4. Jika aliran tabung radius ditingkatkan. Pengaruh Radius Terhadap Aktivitas Pompa 1. Jika aliran tabung radius kanan ditingkatkan. Efek volume sekuncup terhadap aktivitas pompa 90 . volume yang tersisa di pompa adalah? Volume akhir sistolik 3. 2.

Jari-jari pembuluh berpengaruh pada perpindahan aliran cairan. (meningkatkan/ menurunkan) radius karena (meningkatknya/menurunnya) aliran cairan. 91 . Setelah makan ketika kita tidak ada kegiatan. berarti resistensinya akan menurun 24 = 16 kali lipat. stimulasi perubahan pergerakan diameter dari aliran tabung. Misalnya radiusnya dikalikan 2 kali lipat. sehingga apabila terjadi pembesaran radius pembuluh darah. Apakah ada hubungan antara aliran cairan dengan radius ataupun dikalikan 2 ? Radius mempengaruhi resistensi secara berlebihan. Apa yang terjadi pada perpindahan cairan ketika jari-jari pembuluh di tingkatkan ? Yang terjadi pada aliran adalah semakin meningkat. Dan jelaskan bagaimana pembuluh darah kita ketika dilewati pembuluh darah ? Kondisi pembuluh darah mempengaruhi aktivitas/perjalanan darah didalamnya.Mekanisme Sirkulasi 1. Karena aliran cairan sebanding dengan radius dipangkatkan empat. Pada percobaan ini. Semakin besar jari-jari pembuluh semakin cepat aliran cairan. pengaruh perubahan dari radius pembuluh darah sangatlah besar yakni pangkat 4. Semakin panjang pembuluh darah. maka akan semakin panjang juga perjalanan yang harus dilalui oleh darah. Artinya gesekannya dengan pembuluh darah akan semakin banyak dan banyak. 3.kita akan memperkirakan pada otot skeletal akan menjadi meningkat dimana pembuluh darah pada organ pencernaan kemungkinan dilatasi. Dalam hal ini. 2. Hal inilah yang menyebabkan resistensi meningkat. 4. akan terjadi penurunan resistensi ataupun sebaliknya.

92 . Sebab. sehingga aliran darah semakin lambat. Hal itu lebih terlihat bila terjadi kelainan pada kadar protein atau pun jumlah eritrosit yang lewat di dinding pembuluh darah. Hal itu menunjukkan peningkatan resistensi pada aliran. Viskositas darah akan________pada kondisi dehidrasi. serta pada anemia tahanan perifer menurun. Sebab. viskositas memberikan kontribusi dalam peningkatan resistensi dalam pembuluh darah. 5. Namun. 2. Apa yang akan terjadi pada curah aliran darah jika kita menambah jumlah sel darah? Akan terjadi peningkatan viskositas dalam cairan dan meningkatkan resistensi dalam pembuluh darah.Mempelajari Efek Viskositas 1. 3. Namun pada orang anemia. radius selalu tetap didalam sistem peredaran darah tertutup pada manusia. maka akan meningkatkan viskositas cairan dalam pembuluh darah. Prediksikan efek anemia (contoh jumlah eritrosit lebih dari normal) dalam aliran? Jika jumlah eritrosit lebih dari normal. Bagaimana perubahan aliran cairan terhadap perubahan viskositas? Dari hasil pengamatan praktikum menunjukkan terjadi perubahan aliran cairan dalam pembuluh darah ketika viskositas ditingkatkan. memberikan hasil_____ pada aliran darahnya. Apakah efek Vsikositas lebih besar atau lebih kecil daripada efek radius pada aliran? Efek viskositas cenderung lebih besar daripada efek radius. 4. memiliki permasalahan dalam pengambilan O2 dalam darah saat pertukaran dan juga akan memberikan kenampakan klinis seperti mudah lelah. yang jumlah eritrositnya kurang cenderung viskositasnya lebih rendah. berlawanan atau searah dengan vsikositas? Berbanding lurus atau searah dengan viskositas. 6. Sebab. jumlah sel darah merah yang lewat di dalam pembuluh darah terjadi gesekan. Apakah aliran berbanding terbalik.

Namun di pembuluh yang berdiameter lebih kecil dari 100 µm. Bagaimana perubahan panjang tabung alir mempengaruhi aliran cairan? Jawaban : semakin panjang tabung alir. viskositas berubah lebih sedikit per satuan perubahan hematokrit dibandingkan perubahan viskositas di pembuluh besar. dan aliran darahnya melambat. Penyempitan >>  panjang pembuluh darah >>  Resistensi >>  Hipertensi ↗↗ Mempelajari Efek dari Tekanan pada Fluida Mengalir 1. Meskipun perubahan tekanan dapat digunakan sebagai kontrol dari aliran darah. Efek apa yang mungkin ditimbulkan oleh obesitas terhadap aliran darah? (petunjuk : hubungan obesitas dengan perubahan panjang pembuluh darah) Jawaban : obesitas menyebabkan percepatan aterosklerosis. Hal 93 . Bagaimana bidang ini berbeda dari bidang. dan panjang tabung memiliki nilai yang berbanding terbalik dari nilai aliran darah. kapiler. Viskositas bergantung sebagian besar pada hematokrit. yaitu presentase volume darah yang ditempati oleh sel darah merah. akan terjadi viskositas pada darah. 2. Semakin besar tekanan maka aliran darah akan semakin besar. Apakah tekanan berpengaruh terhadap laju aliran darah? Jawab: Ya. 2.i ang “tu e ra ius” “vis osity” an panjang ta ung “tu e lenght”? Jawab: Nilai tekanan berbanding lurus dengan nilai aliran darah (flow rate) sedangkan tube radius. yaitu di arteriol. viskositas. 3. Di pembuluh darah besar.Pada kondisi dehidrasi. Mempelajari Efek dari Panjang Alir Tabung pada Fluida Mengalir 1. peningkatan hematokrit menyebabkan peningkatan viskositas yang cukup besar. jelaskan kenapa pendekatan ini tidak menjadi efektif kalau tidak disertai dengan perubahan diameter pembuluh darah? Jawab: Diameter pembuluh darah yang kecil menyebabkan tekanan darah meningkat karena pompa jantung yang berkontraksi lebih kuat untuk dapat memompa darah keseluruh tubuh dan mengalirkannya kembali ke jantung. dan venula. maka aliran cairan akan semakin turun.

ini lah yang menyebabkan diameter pembuluh darah memegang peranan yang sangat penting karena hal ini berhubungan dengan berat kerja jantung. Tekanan yang tinggi menyebabkan jantung bekerja lebih berat. Menyelidiki “Refractory Periode” Pada Otot Jantung 1. Kesanggupan otot jantung untuk mengikuti disebut? Jawaban: autorhythmicity

2.

2 phase potensial aksi, ketika saluran kalsium terbuka sebagian, saluran potassium menutup, disebut? Jawaban: plateau phase

3.

Dari pernyataan berikut mana yang benar? Jawaban: potensial aksi jantung lebih panjang daripada potensial aksi otot skeletal.

4.

Perbedaan anatomi antara jantung kodok dan jantung manusia. Jantung kodok? Jawaban: tunggal, ventrikelnya menyatu.

5.

Amplitude dari ventricular systole tidak dapat berubah bersamaan dengan banyaknya frekuensi stimulasi sebab? Jawaban: sebuah kontraksi baru tidak dapat mulai sampai phase relaksasi.

6.

Dari pernyataan berikut, mana yang memperbesar ketidak-mampuan otot jantung untuk mencapai tetanus? Jawaban: “refractory periode” lebih panjang dari potensial aksi jantung.

7.

Fungsionalgaya pegas jantung, mengapa otot jantung tidak dapat mencapai tetanus? Jawaban: ventrikel harus berkontraksi dan relaksasi penuh setiap denyutan untuk memompa darah.

8.

Extrasystole sesuai untuk? Jawaban: extra ventricular contraction.

94

Menguji Efek Stimulasi Nervus Vagus 1. Efek dari sitem saraf parasimpatis di jantung untuk? Jawaban: mengurangi kecepatan jantung.

2. Cabang anatomi system saraf mana yang lebih dominan pada saat latihan? Jawaban: system saraf simpatis.

3. Stimulus system saraf sparasimpatis mencapai jantung melalui? Jawaban: n.vagus, yang merupakan saraf kranial.

4. Pacemaker jantung adalah? Jawaban: Sinoatrial Node.

5. Perbedaan stimulasi yang mencolok dari n.vagus mempengaruhi jantung karena? Jawaban: menghentikan jantung dengan sepenuhnya.

6. Vagal Escape memungkinkan untuk melibatkan? Jawaban: reflex simpatis.

7. Penelitian membuktikan bahwa, tidak adanya pengaruh neuro-hormonal, SA node menghasilkan potensial aksipada frekuensi ±100x/menit. Bagaimanapun, jantung istirahat dengan kecepatan ±70 denyutan/menit yang memberi kesan bahwa? Jawaban: system saraf parasimpatis banyak mengontrol kecepatan akhir jantung.

8. Lokasi SA node di jantung manusia? Jawaban: Atrium kanan.

Menguji Efek Temperatur Terhadap Jantung 1. Kemampuan organisme yang selalu berusaha mempertahankan suhutubuh darisuhu lingkungan adalah? Jawaban: homeothermik.

2. Istilah umum dari proses mempertahankan suhu dari dalam tubuh manusia adalah? Jawaban: homeostasis.

95

3. Elektrolit i alam larutan Ringer’s i utuhkan untuk? Jawaban: menyediakan autorhythmicity. 4. Istilah untuk suhu tubuh yang berada diatas rata-rata normal? Jawaban: hyperthermic. 5. Pa a larutan Ringer’s yang 5oC, apa yang terjadi pada jantung kodok ? Jawaban: irama/denyutnya lebih lambat dari garis dasarnya. 6. Pada larutan Ringer,s yang 32oC, apa yang terjadi pada jantung kodok? Jawaban: irama/denyutnya lebih cepat dari garis dasarnya.

7. Jika jantung manusia mengalami hypothermia, menurutmu apa efeknya pada jantung? Jawaban: mengurangi kecepatan jantung. 8. Jika tanpa larutan Ringer’s? Jawa an: se ara spontan potensial aksi jantung tidak akan terjadi. i. Sistem saraf parasimpatis melepaskan___untuk mempengaruhi kecepatan jantung? Jawaban: acetylcholine. ii. Cara kerja obat yang bersifat cholinergic sama seperti acetylcholine, akan… ? Jawaban: menjadi agonist dan mengurangi kecepatan jantung. iii. Norepinephrine mempengaruhi kecepatan jantung dengan cara? Jawaban: meningkatkan kecepatan depolarisasi dan meningkatkan frekuensi potensial aksi. iv. ____ mengikat norepinephrine dan epinephrine?Jawaban: ß1 adrenergic receptors. v. Pilocarpin mengurangi kecepatan jantung. Ciri khas dari cholinergic agonist itu sendiri adalah? Jawaban: mengurangi frekuensi potensial aksi. vi. Efek dari atropine? Jawaban: efeknya menyerupai system saraf simpatis. vii. Sifat yang menguji pengurangan dari kecepatan jantung adalah? Jawaban: Digitalis dan pilocarpin. viii. Untuk meningkatkan kecepatan jantung, pilihan yang terbaik adalah? Jawaban: epinephrine dan atropine.

96

2. 3. darimana untuk mendapatkan potassium? Jawaban: dari cytosol. Pilocarpin mengurangi kecepatan jantung. Menguji Efek Berbagai Macam Ion Terhadap Kecepatan Jantung 1. Cara kerja o at yang ersifat holinergi sama seperti a etyl holine akan… ? Jawaban: menjadi agonist dan mengurangi kecepatan jantung. Sifat yang menguji pengurangan dari kecepatan jantung adalah? Jawaban: Digitalis dan pilocarpin. 8. 6. 3. Ketika sel otot jantung istirahat. 4. Efeknya menggambarkan? Jawaban: negative chronotropic dan negative inotropic. Verapamiladalah sebuah calcium-channels blocker. Untuk meningkatkan kecepatan jantung. 5. ____ mengikat norepinephrine dan epinephrine?Jawaban: ß1 adrenergic receptors. Organel apa yang ada didalam sel otot jantung berfungsi sebagai penyimpan kalsium? Jawaban: Sarcoplasmic Reticulum. Ciri khas dari cholinergic agonist itu sendiri adalah? Jawaban: mengurangi frekuensi potensial aksi. pilihan yang terbaik adalah? Jawaban: epinephrine dan atropine. 2. Efek dari atropine? Jawaban: efeknya menyerupai system saraf simpatis. Norepinephrine mempengaruhi kecepatan jantung dengan cara? Jawaban: meningkatkan kecepatan depolarisasi dan meningkatkan frekuensi potensial aksi.Memeriksa Efek Kimia Terhadap Jantung 1. 7. Sistem saraf parasimpatis melepaskan___untuk mempengaruhi kecepatan jantung? Jawaban: acetylcholine. 97 .

yang akan menyebabkan munculnya lokasi yang abnormal di otot jantung. 8. Hyperkalemia (potassium yang berlebihan) menurunkan resting potensial pada sel otot jantung. negative inotropic. Ectopic pacemaker dapat menyebabkan tingginyapotassium yang masuk kedalam sel jantung. Ion yang mempunyai lebih banyak efek terhadap kecepatan jantung adalah? Jawaban: potassium. 5. Menurut anda apa efek yang didapatkan terhadap kekuatan kontraksi? Jawaban: berkurang. 6. menghasilkan? Jawaban: kecepatan jantung yang tidak teratur. Efek potassium terhadap jantung? Jawaban: negative chronotropic dan negative inotropic.4. 98 . Ketika sel otot jantung istirahat. Penambahan lebih banyak ion. lebih permeable terhadap? Jawaban: potassium. 7.