Tugas Terstruktur Farmakologi PENYAKIT GIGI DAN MULUT BESERTA TERAPINYA

Disusun oleh : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Rica Cahyani Dhika Kusumasari Barus Okta Arum Masyithoh Polesesa Adhika Paramasatya Aisyah Rachmadini Ilmiaziz Mumfangatin Isni Kurnia Dewi ( G1B012003) ( G1B012024 ) ( G1B012041 ) ( G1B012071 ) ( G1B012088 ) ( G1B012092 ) ( G1B012094 )

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT PURWOKERTO 2013

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius dari tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat gigi. Hal ini dapat dilihat dari fakta yang ada bahwa penyakit gigi dan mulut masih diderita oleh 90% penduduk Indonesia (Anitasari, 2005). Masalah kesehatan gigi utama menurut laporan hasil survey oleh Departemen Kesehatan tahun 1999-2003 salah satunya adalah prevalensi penyakit periodontal dan karies gigi yang tinggi disebabkan oleh keadaan kesehatan gigi dan mulut yang buruk (Sasmita, 2006). Penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat Indonesia adalah penyakit jaringan penyangga gigi dan karies gigi. Sumber dari kedua penyakit tersebut ialah akibat terabaikannya kebersihan gigi dan mulut, sehingga terjadilah akumulasi plak. Plak adalah lapisan tipis yang melekat erat di permukaan gigi serta mengandung kumpulan bakteri. Plak merupakan deposit lunak yang membentuk lapisan biofilm dan melekat erat pada permukaan gigi dan gusi serta permukaan keras lainnya dalam rongga mulut. Berdasarkan teori Blum, status kesehatan gigi dan mulut seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor penting, yaitu keturunan, lingkungan (fisik maupun sosial budaya), perilaku, dan pelayanan kesehatan. Dari keempat faktor tersebut, perilaku memegang peranan yang penting dalam mempengaruhi status kesehatan gigi dan mulut. Sehubungan dengan pendapat di atas, maka frekuensi membersihkan gigi dan mulut sebagai bentuk perilaku akan mempengaruhi baik atau buruknya kebersihan gigi dan mulut, di mana akan mempengaruhi juga angka karies dan penyakit mulut. Namun jarang sekali dilakukan penelitian mengenai hubungan perilaku dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut (Anitasari, 2005). Salah satu indikator kesehatan gigi dan mulut adalah tingkat kebersihan rongga mulut. Hal tersebut dapat dilihat dari ada tidaknya deposit-deposit organik, seperti pelikel, materi alba, sisa makanan, kalkulus, dan plak gigi. Pengendalian

plak adalah upaya membuang dan mencegah penumpukan plak pada permukaan gigi. Upaya tersebut dapat dilakukan secara mekanis maupun kimiawi. Pembuangan secara mekanis merupakan metoda yang efektif dalam

mengendalikan plak dan inflamasi gingival. Pembuangan mekanis dapat meliputi penyikatan gigi dan penggunaan benang gigi (Sasmita, 2006). Sebelum melakukan upaya kuratif alangkah lebih baik jika kita bisa melakukan aksi preventif yang salah satunya dapat dilakukan dengan mengetahui apa saja penyakit yang bisa terjadi di gigidan mulut serta cara-cara untuk menyembuhkannya apabila sudah terlanjur menderita. Untuk itulah pada makalah ini akan dipaparkan berbagai jenis penyakit umum yang sangat sering terjadi dan cara-cara untuk mengatasinya.

B.

Tujuan Mengetahui berbagai jenis penyakit gigi dan mulut beserta terapinya.

BAB II ISI

Penyakit Gigi dan Mulut

II.1. Abses Abses adalah suatu radang sufuratif di dalam tubuh yang berisi pus (nanah) terjadi karena hancurnya jaringan, biasanya disebabkan oleh kuman-kuman piogenik. Macam-macam abses yang ada di rongga mulut dan sekitarnya, antara lain : 1. Abses alveolar yaitu abses yang meliputi tulang alveolar. 2. Abses periapekal yaitu abses yang terjadi di sekitar ujung akar gigi yang saluran akarnya telah terinfeksi. 3. Abses periodontal yaitu abses yang terjadi karena timbulnya peradangan ligament periodontium, biasanya diawali dengan adanya perodentitis. 4. Abses gingival yaitu abses yang terjadinya secara mendadak dan terbatas pada margin gingival. 5. Abses vestibuler ialah abses yang terjdi pada vestibulum oris, warna kemerahan, fluktuasi, rasa nyeri, gigi, penyebab jelas terdeteksi, kadang ada pembengkakan extra oral. 6. Abses palatum adalah abses yang terjadi di tulang dan mukosa palatum, tanda klinis terdapat pada gigi atas, ada bengkak palatum, rasa nyeri, mukosa kemerahan, fluktuasi. 7. Abses submukosa ialah abses terdapat pada submukosa baik di vestibulum oris, palatinal, lingual, ataupun gingival, rasa nyeri, warna merah, fluktuasi jelas, sakit, terkadang mengalami trismus. Pada region molar maupun premolar. 8. Abses subkutan ialah abses yang terjadi pada sub kutan. Dapat bersifat akut maupun sub akut kronis. Pembengkakan ekstra oral, kadang ada trismus, batas pembengkakan jelas, dan keadaan umum kurang baik. Terapi abses adalah dilakukan ncisi, dan drainase. Bila penyebabnya adalah gigi drainase, bisa dilakukan dari gigi (trepanasi) atau dilakukan pencabutan gigi

tetapi tidak selalu. Patogenesis Suatu teori menyebutkan adanya degenerasi sel sentral di dalam prolifersi sel epitel yang mengakibatkan suatu tekanan osmotik dan menyebabkan pelepasan prostaglandin.penyebab.files.1. II. Klasifikasi Kista Kista Epitel Odontogenik . Kista Pada Rahang Kista adalah rongga patologis yang berisi cairan.2. semi-cairan ataupun sepert gas dan tidak dibentuk oleh pengumpulan nanah.com/2011/04/picture5. Pada insisi ekstraoral (di kulit) maka garis insisi mengikuti garis langerhans.wordpress. (Bakar. 2012) Sumber : http://dentosca.2. yang sering dibatasi oleh epitel. Hal ini memunculkan terjadinya akumulasi cairan. Setelah dilakukan drainase atau insisi maka pasien diberikan obat antibiotic (aerob/anaerob).jpg II. Tabel 31. Teori lain menyebutkan terbentuknya kista disebabkan oleh adanya degenerasi dari jaringan granulasi.

dan gingival Inflammtory Radicular apical. atau ovoid. Dapat monolokuler dan dapat .residual paradental Non odontogenik Nasopalatine. Pada gambaran radiologis sering terlihat sebagai daerah radiolusensi yang besar .2.2. Kebanyakan berbatas tegas dengan tepi sklerotik.bundar. Kista non epitel Kista ulang soliter (hemoragi. Kista yang terdapat di maksila lebih sering mengalami infeksi dan sepertiganya mengalami expansi ke buccal. pada umur dasawarsa kedua dan ketiga. Kadang mengalami parastesia. dan sekitar 50% dari semua kasus di mandibula. yang dapat meluas ke korpus atau ke ramus ascendens mandibulae.traumatic) Kista tulang aneurismal Kista tulang stafine’s 5-10% : 60-70% II. ada pembengkakan dan keluar sekret.dan banyak terdapat di mandibula dari pada maksila (75% mandibula).nasolabial. Banyak diderita oleh lelaki. Beberapa pasien mengalami fraktur mandibula patologis.Developmental Odontogenic keratocyst(kista 5-10 % primordial) Dentigorous kista erupai. (follicular) : 10-15 % periodontal lateral.idiopatik. Macam-macam Kista Pada Rahang 1. berlokasi di angulus mandibula.lateral. Pasien merasa nyeri. Kista primordial adalah kista yang timbul dari pemecahan retikulum stelata organ enamel sebelum terbentuk jaringan yang dimineralisasi sehingga timbul pada tempat gigi normal ataupun supernumerary.

sering dilihat pada neonatus. dan kira-kiranya hanya 1. Lesi monolukuler dapat mempunyai tepi berbentuk “scalloped” (melekuk-lekuk). tertama regio premolar atau caninus. kecil dengan diameter kurang dari 1cm. Kista Gingival pada orang dewasa. Permukaan licin seperti warna gingiva yang normal ataupun kebiruan. kista ini kira-kira hanya 0. Lokasi antara premolar dua kiri sampai pada premolar dua kanan.juga multilokuler. Kista Gingival pada bayi. Berbatas tegas. 4. Berlokasi pada attached gingiva atau papilla interdentalis dan selalu pada sisi faisl. dan diderita oleh paling baynak antara umur 40-59 tahun. Pada pembedahan terlihat adanya erosi tulang tanpa perluasan ke periodontium. Kista Periodontal Lateralis. 2. konsistensi lunak. . lebih banyak terjadi di mandibula dari pada maksilla. Pada gambaran klinis terlihat adanya pembengkakan pada gingiva. Kista ini sering ditemukan di puncak alveolar ridge pada maksilla dan mandinula. 3.5% selama 20 tahun. fluktuasi. namun kadang-kadang dapat membesar dan terjadi pembengkakan pada gingiva pada sisi faisal. yang jelas gigi di sampingnya terlihat masih vital. Lebih sering terjadi pada mandibulla daripada maksilla. tumbuh lambat dan tidak sakit.3% dari keseluruhan kista rahang yang ada. Wanita lebih banyak menderita kista ini. Di temukan dalam jumlah yang sangat sedikit. tetapi jarang terlihat setelah bulan. dengan pertandingan 2:1. dan ada kecendurungan banyak diderita oleh laki-laki. Terlihat pada pemeriksaan radiologis yang rutin (daerah radiolusensi ovoid ataupun bundar yang berbatas tegas dengan tepi sklerotik). Diderita pada umur rata-rata 50 tahun. dan gigi yang berdekatan biasanya vital. Sebagian besar diantaranya mengalami involusi dan hilang atau pecah melalui epitel permukaan bereksfolisi.

Tumbuh perlahan-lahan dan terasa sakit bila mengalami infeksi serta terjadi pembengkakan menyerupai abses. Tetapi penderita mengeluh bahwa pembengkakan masih tetap ada walaupun tidak sebesar bila mengalami infeksi. 7. Gigi yang terlibat. Biasanya ditemukan setelah dilakukan pencabutan. dan kemudian diikuti oleh premolar mandibula dan molar ketiga maksilla. miring atau keluar lengkung gigi. Kista Residual. lunak dan berfluktuasi. . kista ini berkembang dari folikel gigi yang sedang bererupsi. gigi hilang. Dalam 3-4 minggu akan berdiameter kira-kira 1-1. Bila tidak ada infeksi maka kista ini tidak memberi sensasi sakit.dan berbatas kecuali bila telah terinfeksi. Kista dentigerous dapat tumbuh besar sebelum terdiagnosis. 6. Sebagian ditemukan pada pemeriksan radiologis ketika tidak ada erupsi gigi. berturut-turut adalah molar ketiga mandibula. caninus maksilla. Kista Erupsi adalah kista dentigerous yang terjadi pada jaringan lunak. Terlihat permukaan licin dengan warna gingiva normal atau pun kebiruan. Tidak merasa sakit kecuali terinfeksi. Kista Dentigerous (folikuler) adalah kista yang tumbuh dari folikel gigi dan menutupi mahkota gigi yang belum erupsi serta melekat pada leher gigi. Kista Apical atau kista radikuler adalah kista yang timbul dari sisasisa epitel pada ligament periodontal sebagai akibat peradangan yang mengikuti kematian pulpa gigi dan ditemukan di daerah apikal gigi. 8.5 cm. dinding skerotik. Pada gambaran radiografis terlihat gambaran radiolusensi unilokuler yang di dalamnya tegas mengandung mahkota gigi. Kadang-kadang terlihat trabekulasi yang dapat memberi kesan multilokularatis.5. Kadang dapat terlihat lebih dari 1 kista. adalah kista yang berkembang dari sisa yang tertinggal ketika gigi nekrosisnya diambil.

dan leher bagian atas. 11. diatas atau pun di antara gigi incisivus pertama. Kista Ductus Nasopalatinus. dasar mulut. adalah kista perkembangan yang timbul di fissure mediana palatum. dan epitel ini termasuk dalam garis fusi prosessus fasialis embrionik. yang dirasakan pasien sedikit asin. Kista Palatine Median. Dapat terjadi kombinasi pembengkakan. Secara radiologis .9. diduga berasal dari sisa-sisa epitel embrionik dalam canalis nasopalatinus. secret. maka perlu disingkirkan adanya kemungkinan lesi periapikal dan mengetest vitalitas gigi incisivus. Berdinding epitel yang berasal non-odontogenik. biasanya pada region anterior garis tengah palatum. dan nyeri. Kista Globulomaksilaris. Karena itu batas maksimal dari canalis normal adalah 6 mm. Sebenarnya merupakan kista jaringan lunak. Pada beberapa kasus dapat dijumpai fluktuasi. Juga dapat terjadi pada garis tengah bagian labial “alveolar ridge”. Kista Nasolabialis. 13. adalah kista congenital yang berisikan elemenelemen yang berasal dari jaringan ectodermal dan ditemukan dalam kulit. 12. Kista Dermoid. lebih dari itu sudah bisa kita sebut kista. bias purulent dan mengeluh adanya bau busuk. Untuk menentukan diagnosis. Terlihat juga adanya pergeseran gigi. kista ini terjadi di luar tulang pada lipatan nasolabialis di bawah alae nasi. Secret bias mukoid. Kista ini ditemukan pada garis tengah palatum. disebut juga kista canalis incisivus. yaitu sebagai kista yang ditemukan dalam tulang antara incisivus kedua dan caninus maksilla. Kista ini terjadi dalam canalis incisivus dan mungkin sulit menentukan apakah kista atau canalis yang membesar. Gejala yang lazim adalah pembengkakan. 10.

2.Batas tegas . 2012) II. Perawatan yang Dilakukan pada Kista Rahang 1. Orthograde root canal therapy : cara ini baik untuk kista radiculer apical. Enukleasi dengan cara mengeluarkan seluruh batas sel dan isinya.Waktu berkembang lambat .Ekspansif . II.merupakan lesi yang radiolucent dan berbatas tegas yang sering menyebabkan akar gigi yang berdekatan divergen. 3. Ada 2 macam neoplasma yaitu neoplasma jinak (benign neoplasm) dan neoplasma ganas (malign neoplasm) atau yang sering disebut sebagai kanker. Neoplasma Neoplasma adalah masa jaringan abnormal hasil proses neoplasi yang tumbuh aktif dan otonom tersusun oleh sel-sel yang berasal dari jaringan tubuh sendiri yang dalam proses perkembangannya telah mengalami deferensiasi abnormal.3.Rasa sakit tidak ada . Marsupialisasi yaitu metode pembedahan untuk membuka rongga kista dengan membuang satu dinding dan megubahnya menjadi suatu kantung.3.Berkapsul / stroma Ciri-ciri neoplasma ganas :  Terjadi rasa sakit  Pertumbuhannya infiltrative  Perkembangannya cepat  Tidak bertangkai  Tidak berbatas tegas / tidak berstroma  Terjadi gangguan fungsi .2.Bertangkai . Ciri-ciri neoplasma jinak : . (Bakar.

terdapat resobsi akar gigi. asimptomatik. Polip : merupakan jaringan fibrovaskuler dilapisi epitel penutup menonjol di permukaan mukosa. banyak pada rahang bawah di daerah molar. dapat recurrent dan berbuah ganas. Biasanya ditemukan dengan gigi impaksi.3. banyak terdapat di rahang bawah (ramus molar) di region posterior. 6. terjadi deformitas wajah. 3. (Bakar. 5. Calcifying Odontogenic Tumor : dikenal sebagai pinborg tumor. gigi goyah dan asimtomatik. deformitas wajah wajar. Tumbuh ke permukaan dan dilapisi epitel. biasanya pada umur 30-45 tahun. Ameloblastoma : tumor jinak dari epithelia yang progresif. Terjadi deformitas wajar. gigi goyah dan maloklusi. Berasal dari epitel malaze dapat berasal dari epitel email atau kista dentigerus. Macam-macam neoplasma di rongga mulut dan jarinagn sekitar : 1.II. bertangkai dan mudah digerakan. multilokuler.1. Lipoma : neoplasma jinak dari jaringan lemak lokasi jelas pada tempat yang terdapat lemak tipis. Lesi multilokuler (disebut sebagai honey cumb) atau unilokuler. 2012) . 4. 2. Papilloma : suatu pertumbuhan yang papiler. berbasis dan bertangkai. dapat merupakan sel-sel apokrin atau sel-sel epitel saluran kelenjar. pertumbuhan menonjol merupakan jaringan fibrovaskuler di bawah epitel. Adenoma : neoplasma yang tersusun dari sel-sel yang identic dalam struktur dan fungsi yang sama. terlihat seperti ameloblastama. Banyak pada lelaki remaja usia sampai 40 tahun. gambaran tepi radiolusen jelas karena ada sklerotif. kadang unilokuler. bila ada gambaran radiopak disebabkan adanya kalsifikasi. Jarang terjadi pada anakanak. Secara keseluruhan radiolusen. Terlihat proses osteolitik.

karies timbul pada tempat-tempat dimana sisa makanan sering dan lama tertinggal yang diuraikan oleh ludah menjadi asam.II. Tahun 1835. Karies gigi adalah proses demineralisasi yang disebabkan oleh suatu interaksi antara (produk-produk) mikroorganisme.1. Oleh sebab itu perlu memberi perhatian utama pada karies email. Robertson menulis lebih konsekuen daripada Regnart mengenai . memang menjadi tidak abadi. bagian-bagian yang berasal dari makanan dan email.4. Gagasan mengenai Cara Terjadinya Karies Dimulai dengan teori cacing yang disekitar 50 setelah masehi sampai abad ke 18 merupakan teori yang terpenting. Sekarang dapat diketahui bahwa bila lingkungan pada email tidak menguntungkan. Dapat diterjemahkan dengan “bahan abadi”. kebanyakan diselingi oleh periode remineralisasi. Fase proses karies yang terutama terbatas pada email untuk pencegahan sangat penting karena masih dimungkinkan kesembuhan seluruhnya atau sebagian. kemudian email terlepas dan terjadi suatu lubang. Hal semacam keausan mekanis ini bukanlah merupakan karies gigi. Karies Gigi Nama latin dari email adalah Substansi adamatina. ludah. Keausan yang benar-benar merugikan (abrasi) dapat terjadi karena cara menggosok gigi yang salah. pada proses selanjutnya juga bahan organik email akan hilang dan akhirnya terjadi suatu kavitas. Menurut Regnart. sebelum terjadi kavitas pada email. Baru pada permulaan abad ke 19 teori ini ditinggalkan oleh sebagian besar peneliti. II. dentin sudah agak terserang. Pada umumnya. Bagaimana proses tersebut terjadi sebagian telah diketahui dan terdapat berbagai teori yang diletakkan diatasnya. Email dapat hilang oleh keausan fisiologis (atrisi) pada pengunyahan.4. Antara tahun 1830 dan 1840 terbit publikasi dari Regnart. larutnya email pada suasana asam (makanan) bukan termasuk karies gigi. Dikatakan bahwa setelah demineralisasi sebagian bahan anorganik. Selama abad ke 18 orang masih percaya bahwa penyebab karies adalah dari dalam. Dimulai dari suatu radang di dalam pulpa dentin mengalami kematian dan hancur. Begitu juga erosi.

Kemudian bakteri menembus ke dalam email dan dentin dan juga menguraikan substansi organik: proses parasitik. artinya tempat-tempat dimana makanan tertinggal (fisura.sisa makanan sebagai satu-satunya penyebab karies gigi. melukiskan gambaran terbaik terjadinya karies. W. mempublikasi statistik karies Inggris dan lain-lain. dia mengungkapkan teorinya mengenai karies dinamakan teori kemoparasitiser atau asidogenik. Magitot (sekitar 1879) pernah mempunyai arti besar bagi kedokteran gigi. melukiskan pembentukkan dentin baru (dentin sekunder) pada dinding pulpa dibawah karies. Dia melihat karies terutama sebagai proses kimiawi. Leber dan Rottenstein pada tahun 1867. sehingga geraham-geraham permanen dapat menggeser dan terjadi ceruk baru yang sukar dibersihkan. ruang aproksimal dan sebagainya) sebagai lokasi karies. Gottlieb pada tahun 1944 mempostulasi bahwa karies pada pokonya adalah suatu proses proteolisis oleh produk bakteri bahan . Sisa makanan terurai dan dengan demikian terjadi zat-zat yang dapat menyerang email. John Tomes (sekitar 1850) memainkan peran sangat penting pada perkembangan kedokteran gigi. jadi kemungkinan terjadinya karies. Ficinus (1846) merupakan orang pertama yang mengemukakan bakteri sebagai penyebab membusuknya sisa makanan. Dengan demikian dia menunjuk sikat gigi sebagai bahaya propagandis pada bahaya ekstrasi gigi sulung sebelum waktunya. Menurutnya. Lady May Mellanby pada tahun tigapuluhan meletakkan suatu tekanan lain. Mereka melukiskan proses di dalam plak sebagai kejadian kimiawi: bakteri menguraikan hidrat arang menjadi asam dan melarutkan email. Dari sisa makanan terjadi asam.D Miller menuliskan di bukunya tentang karies gigi. hipovitaminosis menyebabkan email hipoplastik yang lebih cepat diserang oleh karies. Dia menunjukkan dengan kertas lakmus reaksi asam dalam kavitas. Dia melakukan percobaan dengan membiarkan asam mempengaruhi gigi. Dia khusus menunjukkan tempat-tempat retensi di dalam mulut.

yang karenanya dapat membentuk lebih banyak asam sehingga lebih banyak email larut. Suatu kelat adalah suatu kompleks ion logam. kelat yang bebas melarutkan bahan anorganik yang tidak larut dalam lingkungan yang tidak asam. Teori ini menarik perhatian. maka permukaan email akan bertindak sebagai membran semipermeabel antara plak dan cairan email. untuk mempertahankan elelktorintas ion-ion. Bakteri-bakteri ini dari hidrat arang (gula.oraganik di dalam jaringan keras gigi. Schatz dan Martin dan pada tahun 1958 Eggers Lura mengerjakan teori itu menjadi teori proteolisiskelasi yang sesuai dengan proteolisis. Molekul makro sebagai akibat pembentukan garam bermuatan positif. II. Glikogen tersebut digunakan sebagai substrat oleh bakteri. Egyedi seorang Belanda pada tahun 1958 membuat teori glikogen untuk karies. Schatz (1955) memformulasikan teori kelasi (chelation) dan menentukan bahwa demineralisasi terjadi dalam lingkungan alkalis atau netral. tepung kanji dan lain-lain) yang terdapat di dalam plak yang tertinggal pada gigi dan membuat asam. Banyak glikogen di dalam makanan pada waktu elemen gigi-geligi dibentuk. Karena makro molekul tidak dapat dapat menembus email dan ion asam. Meskipun di dalam plak terdapat bahan-bahan yang kompleks tetapi kebanyakan tidak cukup kompleks. Dengan demikian pH di dalam email turun. Pendapat sekarang mengenai Terjadinya Karies Gigi di Belanda Tiap mulut menampung sejumlah bakteri yang tidak dapat diukur yang terutama ditemukan pada plak gigi. dari email menyebar ke plak. sehingga email larut. misalnya dan suatu bahan yang kompleks.4. menurutnya menyebabkab elemen mengandung relatif banyak glikogen. .2. maik banyak ion-ion asam yang menembus email. Beban negatif molekul makro di dalam plak atau ludah akan terjadi remineralisasi. sebab teori ini adalah satu-satunya teori karies yang dapat juga menjelaskan remineralisasi.

Sekali rontok atau rusak perbaikan email berkaries tidak mungkin lagi. Hal yang paling dini adalah permukaan email melakukan demineralisasi dengan sendirinya.II. Pada keadaan terakhir lapisan permukaan juga mudah diserang. stabil dan sedikit progresif. Pada saat remineralisasi permukaan yang rusak dapat menjadi baik begitu juga bagian yang lebih dalam. lebih dari 10% pasien juga dapat melihat bahwa ada sesuatu yang tidak normal. . II. segera sesudahnya terlihat penyimpangan tepat di bawah permukaan.4. II.5. gas atau udara. Aspek Klinis Pada stadium klinis terlihat penyimpangan gambar pada gigi sehat.4.4.4. Yang tidak normal tersebut adalah suatu warna putih yang disebabkan oleh pematahan sinar pada perubahan apatitemail dan ruang mikro yang terisi dengan cairan. Histopatologi Karies Email Belum jelas bagian mana dari email yang terserang pertama.4.3.6. Bentuk Penampilan Khusus Karies a) Karies Sika Gigi-geligi sulung sering terlihat bukal pada gigi depannya dan pada gigi molar setelah kavitas mempunyai lebih sedikit retensi plak. Pemeriksaan Klinis Tindakan preventif mempunyai efek terbesar segera setelah erupsi email. II. biasanya timbul atau setelah rusaknya atau larutnya email. Untuk permukaan proksimal dengan pertolongan fotografi rontgen untuk itu ternyata berlaku juga bahwa karies tidak selalu menyebabkan kavitas. apakah permukaan luar atau daerah yang letaknya lebih dalam. sedang email yang terletak diluar memberi kesan tidak terserang karena terjadi juga remineralisasi. kenyal seperti kulit. Keadaannya gelap.

sedangkan pada orang tua banyak dilihat pada permukaan aproksimal. lingkungan elemen gigi. 1) Struktur dan Susunan Email Tindakan prevensi yang memungkinkan terbatas : a) Makro morfologi elemen yaitu bentuk fisura yang tidak menguntungkan menyebabkan karies.4. Tindakan preventif yang diperlukan ialah penempatan suatu restorasi.Meskipun menyangkut kerusakan besar. c) Karies Tukang Roti Kelainan di dalam mulut yang hanya sedikit dijumpai tetapi menyebabkan banyak karies di mulut. Karena letak dan faktor anatomis. perawatan restorasi susah untuk dilakukan. Untuk pencegahan perlu dilakukan penghilangan faktor-faktor predisposisi seperti struktur dan susunan email. 2) Lingkungan Elemen Gigi a) Ludah . b) Susunan kimiawi email sebetulnya hanya dipengaruhi positif oleh penawaran fluorida. d) Karies Sementum/Leher Karies ini terjadi bila gingiva terletak pada batas email sementum dan timbul pada usia 40-50 tahun terutama pada permukaan bukal. II. faktor sosial dan perilaku serta faktor genetik. b) Karies Botol Karies yang berkembang sangat cepat pada anak-anak balita yang selalu minum susu atau minuman manis lainnya (di tempat tidur) dari botol.7. Pencegahan Karies Setiap tempat ditimbun plak pada dasarnya mempunyai kemungkinan lebih besar untuk diserang karies. pasien tidak tidak merasakan sakit. terutama terdapat pada permukaan bukal elemen-elemen. Biasanya banyak elemen terserang.

com/wpcontent/uploads/2012/07/tumblr_lhdwpcDFMk1qctp9io1_400.gif . tetapi suatu pengaruh negatif karies dapat dihilangkan. sedangkan kekurangan ruang pada rahang karena elemen-elemen besar atau rahang kecil dapat dirawat dengan orthodonsia atau ekstraksi. Fisura dan cekungan dalam secara preventif dapat diisi atau ditumpat (ditutup). 4) Faktor Genetik Bentuk fisura dan besarnya elemen-elemen adalah contoh parameter genetik tertentu yang tidak dapat diubah. Karies pada dasarnya penyakit multikausal yang sebenarnya banyak cara untuk memberantas kerusakan tersebut. Sumber : http://klinikjoydental.b) Faktor bakterial c) Faktor makanan yaitu substrat untuk bakteri d) Pembersihan 3) Faktor Sosial dan Perilaku Banyak faktor-faktor seperti yang sudah disebutkan sebelumya ditentukan oleh tindakan pasien.

Kelas 4 : gigi menjadi non vital. 2. Subluxation. . Trauma jaringan periodontal : 1.Kelas 9 : fraktur pada gigi decidui. . Concusiaon. tanpa fraktur mahkota atau akar. yaitu kegoyangan gigi tanpa disertai perubahan posisi gigi akibat trauma pada jaringan pendukung gigi. .Kelas 6 : fraktur akar dengan atau tanpa kehilangan struktur mahkota. . garis fraktur pada gigi dapat bersifat vertical. . . Bila tidak ada pulpa dan periapeks yang terlibat maka bisa langsung dilakukan restorasi. dengan atau tanpa kehilangan jaringan gigi. Penanganan pada kasus fraktur gigi tergantung pada keterlibatkan pulpa dan periapeks.Kelas 3 : fraktur mahkota dengan melibatkan lebih banyak dentin dan pulpa terbuka.5.Kelas 2 : fraktur mahkota dengan melibatkan lebih banyak dentin dan pulpa belum terbuka. . atau dilakukan pencabutan. yaitu trauma yang mengenai jaringan pendukung gigi yang menyebabkan gigi lebih sensitive terhadap tekanan dan perkusi tanpa adanya kegoyangan atau perubahan posisi gigi.II. Sedangkan bila pulpa ataupun periapeks terlibat maka indikasinya pada masing-masing perawatan pulpa.Kelas 7 : gigi berpindah tempat. Trauma / Fraktur Gigi Fraktur gigi adalah hilangnya kontinuitas struktur. . Klasifikasi fraktur ellis : . Lakukan splinting dan pasien diminta untuk memakan makanan lunak selama 1-2 minggu.Kelas 1 : fraktur mahkota dengan melibatkan email dan sedikit jaringan dentin.Kelas 8 : fraktur mahkota komplit dan gigi berpindah tempat. horizontal ataupun oblique. . Agar plak tidak meningkat maka pasien diintruksikan untuk berkumur menggunakan klorheksidin.Kelas 5 : gigi lepas karena trauma.

Luksasi intrusi menyebabkan mahkota gigi terlihat lebih pendek. dimana dapat menyebabkan kerusakan atau fraktur soket alveolar. Infeksi di rongga mulut dapat terbagi menjadi dua. 5. (Bakar. palatal maupun lateral. 4. Luksasi Ekstrusi (partial displacement). Laserasi (hilang atau ekstrartikulasi). Infeksi Rongga Mulut Infeksi adalah masuk dan berkembang biaknya mikroorganisme dalam tubuh sampai timbulnya gejala penyakit. merupakan perubahan letak gigi yang terjadi karena pergerakan gigi kea rah labial. Luksasi intrusi. yaitu pergerakan seluruh gigi keluar dari soketnya. . Infeksi odontogenik : sumber infeksi berasal dari gigi. 2. yaitu pergerakan gigi ke dalam tulang alveolar.6. Ekstrusi menyebabkan mahkota gigi terlihat lebih panjang.3. yaitu pelepasan sebagian gigi keluar dari soketnya. Trauma gigi yang menyebabkan luksasi lateral menyebabkan mahkota bergerak ke arah palatal. yaitu : 1. Hal ini menyebabkan kerusakan atau fraktur pada soket alveolar gigi tersebut. 2012) II. Perawatan yang diberikan adalah reposisi segera dan fiksasi. Infeksi non odontogenik Penyebaran infeksi odontogenik dapat tergambarkan sebagai berikut. Luksasi. 6.

Kondisi Akut a. Terjadi pada 5 % bayi baru lahir dan 10 % lansia yang lemah. terapi . faktor predisposisi lain yang mengakibatkannya adalah pengobatan antibiotic. abses osteomyelitis rahang : osteomyelitis. sering kali menimbulkan rasa sakit. Plak ini tidak melekat dan mudah dikelupas untuk memperlihatkan mukosa eritematus di bawahnya. pengobatan dengan steroid serta infeksi HIV.lesi Periapilkal akut kronis abses periapikal granuloma peripikal darah : bakterimia kronis : abses kronis. selulitis kista radikuler II. b. Acute psedomembranous candidiasis (Thrush) Kandidiasis jenis ini bercirikan bercak-bercak kuning krem yang lunak mengenai daerah mukosa mulut yang luas. Penatalaksanaannya dengan terapi pliene secara topical harus membawa kesembuhan dalam 7-10 hari. Acute atrophic candidiasis (antibiotic sore mouth) Kandidiasis yang bersifat eritematous (paling sering di palatum dan permukaan dorsal lidah pada penderita dengan pengobatan steroid).6. Pengobatan harus dilanjutkan selama 2 minggu setelah penyembuhan (berarti aplikasi selama 4 minggu).1. periostis penentrasi : sinus mukosa. sinus kulit jaringan lunak : abses. Penatalaksanaanya dengan terapi poliene secara topical harus diberikan selama 4 minggu.

b. Median Rhomboid Glossitis d. . Angular Cheilitis Penyebabnya biasanya adalah Candida albicans. Kondisi Kronis a. Gigi tiruan dari chrom cobalt dalam larutan clorhexidin 0. Para penderita dianjurkan untuk merendam gigi palsunya dalam larutan hipoklorit semalaman. 2012). Chronic Atrophic Candidiasis (denture sore mouth) Paling sering dijumpai dan menyerang . untuk menghindari pertumbuhan jamur. II.antibiotic dihindari. Chronic Hyperplastic Candidiasis Perubahan hiperplastik dari epitel yang secra klinis berupa bercak-bercak putih. Dapat terjadi dimana saja secara karakteristik terjadi secara bilateral pada aderah komisura mukosa bukal. Tetapi setiap defisiensi zat besi serta penyakit yang mendasarinya harus disembuhkan (Bakar.2 %.⅔ penderita yang memakai gigi palsu. Staphylococcus aureus. penderita dengan terapi steroid secara inhalasi harus dianjurkan untuk berkumur-kumur dengan air sesudah inhalasi untuk mengurangi jumlah steroid di dalam rongga mulut. Tanda klinisnya berupa fisur eritematosis simetris pada kulit commissural. Penyakit ini juga sering timbul pada mukosa yang tertutup alat orthodonsi. c. Sering dijumpai terutama pada pasien lanjut usia dan tidak lagi bergigi. Penatalaksanaannya dengan terapi poliene secara topical harus diberikan setiap 6 jam selama 4 minggu.2. Terapinya anti jamur jangka panjang (selama 3 bulan yaitu pemberian poliene secra topical).6.

dan enzim. Ludah kemudian mengumpul pada titik yang terpotong itu dan menyebabkan pembengkakan. Mucocele (Fenomena Retensi Mukus. Ludah dikeluarkan dari kelenjar ludah melalui saluran kecil yang disebut duct (pembuluh). Terkadang salah satu saluran ini terpotong. Ludah tersebut mengandung air. Perawatan terdiri atas dua eksisi lengkap melalui diseksi tumpul secara hati-hati atau sonde krio (3 kali 1 menit dengan istirahat selama 1 menit di antara tiap aplikasi. Retensi Mukus) Mucocele adalah sebuah benjolan di dalam mulut. Mucocele yang dangkal dapat pecah dengan sendirinya dan mengeluarkan cairan berwarna kekuning-kuningan.7. Kista. berwarna kebiruan. menonjol. dan berdiameter < 1 cm. lender. translusen. Sedangkan yang lebih dalam dapat bertahan lebih lama. Anda memiliki banyak kelenjar ludah dalam mulut yang menghasilkan ludah. termasuk langit-langit dan dasar mulut. 2008). namun cukup mengganggu. Nodula dari Bibir II.Namun dapat juga ditemukan di bagian lain dalam mulut. Sering terjadi terutama pada bibir bawah dan pada remaja/anak-anak.1.Hal ini dapat terjadi jika kelenjar ludah terluka atau tersumbat. tidak terasa sakit. Sebagian besar mucocele tidak terasa sakit. 2008). Pembengkakan berbentuk kubah.II. seperti tergigit atau pukulan di wajah. terutama pada saat makan dan berbicara. Pada umumnya mucocele disebabkan karena adanya trauma.Akan tetapi mucocele jarang didapati di atas lidah (Bala. Pada umumnya mucocele didapati di bagian dalam bibir bawah. Jarang berupa retensi mucous dalam kelenjar atau duktus ludah. Mucocele adalah penyakit yang disebabkan cairan mukus pada duktus kelenjar ludah (kelenjar saliva minor) yang rusak. atau mucocele.7. . Obat-obatan yang mempunyai efek mengentalkan ludah juga dapat menjadi penyebab dari mucocele (Bala.

dasar mulut. Perawatan adalah biopsi eksisi dan pemeriksaan histopatologis.2. palatum. Trauma adalah etiologinya.7. Tapi kadang-kadang berlangsung lebih lama dan menyebabkan sangat tidak . Alasan utama untuk mucocele adalah kelenjar ludah dan air liur akan diblokir tidak dapat mengalir dengan lancar. Meskipun jarang. tetapi dapat juga timbul di lokasi lain termasuk mukosa pipi. Pasien biasanya mempunyai keprihatinan estetika dan menghendaki pembuangan lesi secara bedah. mucocele akan hilang dengan sendirinya dan Anda tidak perlu melakukan apapun untuk mengobatinya. dan ventral lidah. Pembesaran yang terjadi pada waktu makan merupakan temuan yang kadang-kadang dijumpai. Tipe kedua. Tipe pertama. abuabu kebiru-biruan dan biasanya diameternya kurang dari 1 cm. kekambuhan mungkin terjadi jika mucocele tidak dieksisi dengan baik atau jika duktus-duktus lain terpotong selama pembedahan II. Bagaimana menyingkirkan sebuah Mucocele Mucoceles adalah pembengkakan lisan yang terjadi dalam mulut atau kantung kecil di bawah lidah. Lesi itu negative pada diaskopi. Fenomena retensi mukus merupakan pembengkakan noduler paling umum dari bibir bawah dan secara khas disebut mucocele. berfluktuasi.Retensi sekresi – sekresi mukus dalam jaringan subepitel disebut fenomena rentensi mukus. dibatasi oleh epitel duktus dan merupakan akibat dari genangan mukus dalam duktus ekskresi yang tersumbat dan melebar. tidak ada batas-batas epitel. fenomena retensi mukus-tipe ekstravasasi atau kista ekstravasasi mukus. yang memudahkan lesi-lesi kambuh. Sebagian besar waktu. lunak. Kista biasanya dikelilingi oleh genangan mukus di luar duktus kelenjar liur tambahan dalam jaringan ikat.Anak-anak dan dewasa muda paling sering terkena. fenomena retensi mukus-tipe retensi atau kista retensi mukus. Lokasi yang paling umum adalah bibir bawah di tengah antara garis tengan dan komisura. yang telah disubdivisikan ke dalam 2 tipe. tetapi mengeluarkan cairan agak bening pada aspirasi. Pembengkakan-pembengkakan ini tanpa gejala.

nyaman untuk makan secara normal dan Anda mungkin harus mengobati atau melakukan sesuatu. Ini akan memberi Anda beberapa bantuan. Mucocele biasanya harus diangkat.com/images/dx/webChild/oralMucocele_3 4016_lg. 2012). Masukan tawas beberapa selama 10 menit dan menggunakan cuci mulut setelah itu. ini terkadang dapat mengempiskan pembengkakan. Sumber : http://www. Akan tetapi.skinsight. konsultasikan dengan dokter Anda (Ihinsolihin. 2012). 2012).jpg . ini adalah rumah obat sederhana bahwa Anda dapat mencoba cepat untuk menghilangkan rasa tidak nyaman dan mucocele (Ihinsolihin. jika dibiarkan tanpa perawatan akan meninggalkan luka parut. Orang biasanya memilih operasi untuk mengobati mucocele buruk tapi di sini ada beberapa tips yang dapat Anda gunakan untuk menyingkirkan mucocele dan jika masalah masih berlanjut.benar pergi setelah mereka menggunakan garam. maka tidak perlu dilakukan pembedahan (Bala.Jika berhasil. Namun ada kemungkinan pembedahan dapat menyebabkan munculnya mucocele lain. Ambil garam dan berkumurlah dengan itu beberapa kali sehari. Menaburkan beberapa madu di tempat mucocele muncul. Bahkan dengan menggunakan minyak kastor di malam hari dapat membantu menyembuhkan mucocele. Beberapa dokter menggunakan injeksi corticosteroid sebelum melakukan pembedahan. Ulangi proses tersebut beberapa kali. Banyak orang yang telah melaporkan bahwa mucocele telah benar . bisa dengan bedah maupun laser. Terkadang mucocele dapat sembuh dengan sendirinya.Sekali lagi.

Penatalaksaannya dengan pemberian cairan pengganti saliva baik metal selulosa atau mucin. Mulut kering mungkin merupakan suatu tanda peringatan awal adanya gangguan – gangguan autoimun tertentu. atau terkena panas. diuretik. mulut kering menandakan adanya luka di kelenjar air liur karena trauma leher. Penyebab utamanya adalah antihistamin. termasuk artritis rematoid dan sindrom sjogren. mulut kering bisa mengungkapkan bahwa Anda menggunakan narkoba semacam mariyuana. fibrosis kistik. kokain. dan metamfetamin. Dalam beberapa kasus. adalah mata kering. sedangkan mulut kering karena kemoterapi biasanya bersifat sementara (Smith.8. Tetapi jika Anda merasa sedingin mentimun dan mulut Anda masih kering juga. dimana umumnya menyerang perempuan. atau kemoterapi. Mulut kering disebabkan oleh penyakit kelenjar saliva primer atau manifestasi sekunder dari suatu kelainan sistemik atau terapi obat. kerusakan pasca radiasi atau anomaly pertumbuhan. Kadang – kadang. antidepresan. 2008). kekeringan hidup. dan radang persendian. 2008). obat kumur yang mengandung astringen. alkohol. diabetes dan bahkan HIV/AIDS (Smith. atau itu mungkin tanda bahwa Anda terlalu banyak minum-minuman beralkohol sehingga menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. operasi. dehidrasi atau karena terapi obat. meliputi syndrome sjorgen. itu mungkin reaksi terhadap satu dari empat ratus atau lebih obat resep dan obat bebas. mulut kering bisa menandakan kondisi-kondisi serius semacam penyakit Parkinson. Tanda – tanda umum sindrom Sjogren. Mulut kering yang terkait dengan radiasi itu bersifat permanen. 2008). Penyakit kelenjar saliva primer yang dimaksud. dan obat-obatan tekanan darah (Smith. Penyebab sekunder karena kegelisahan kronis. Itu juga bisa merupakan cara tubuh Anda memberitahu kalau Anda sedang mengalami stres dan perlu menenangkan diri. Akhirnya. Xerostomia (mulut kering) Mulut yang sesekali kering itu normal dan biasanya merupakan tanda Anda mengalami dehidrasi karena terlalu banyak mengonsumsi garam. pengobatan radiasi.II. .

Apabila plak dibiarkan lebih lama. Karang gigi sendiri tidak meneruskan rangsang kimiawi yang merugikan periodonsium. Gosok gigi Anda secara teratur setidaknya 2 kali sehari. lagipula yang satu sering menimbulkan yang lain. Meskipun tidak berbahaya. II. rasanya di dalam ronggal mulut kita dipenuhi dengan pasir yang membuat perasaan tidak nyaman. Tetapi jika Anda terus-menerus merasa lapar dan juga sering buang air. karena perlahan-lahan kalsium fosfat mengendap ke dalamnya. maka berkembang suatu jumlah besar plak dan gingvitis ringan.8. maka akan terjadi karang gigi.1. Gigi dan gusi yang sehat mampu menjaga keseimbangan produksi air liur sehingga menghindarkan dari keringnya rongga mulut. Sebenarnya mulut kering bukanlah penyakit berbahaya dan bisa dialami oleh siapa saja. Tetapi rasa haus yang sangat berlebihan mungkin merupakan tanda bahaya adanya hipertiroidisme lanjur. Rasa lapar yang sangat berlebihan adalah tanda lainnya. Karang gigi supragingvial terjadi lebih dulu daripada karang gigi sub gingvial. Orang dewasa membutuhkan setidaknya 6-8 gelas air putih dalam sehari untuk . rasa haus yang sangat berlebihan itu mungkin menandakan diabetes yang tidak terdiagnosis atau tidak terkontrol. 2008). Pada individu yang sebelumnya memiliki kebersihan mulut yang sangat baik dan gingiva yang sehat. Jadi. Peneliti dari Denmark menunjukan bahwa plak dapat menyebabkan gingivitis. mulut kering merupakan salah satu penyebab utama munculnya bau mulut tidak sedap. Jika Anda memiliki pasta gigi yang mampu mencegah mulut kering. karang gigi merupakan plak yang berkalsifikasi. Salah satu masalah pada rongga mulut yang cukup sering dialami adalah mulut kering. dalam kurang lebih empa tbelas hari tanpa pembersihan mulut. Anda juga dapat menggunakannya untuk hasil yang lebih maksimal. Perbanyak minum air putih dalam sehari.Seringkali sulit membedakan mulut kering dari rasa haus berlebihan. 2. yang merupakan tanda awal terjadinya koma diabetic (Smith. Cara Mengatasi Mulut Kering 1. Ketika mengalami mulut kering.

Seorang dokter gigi dapat merekomendasikan perawatan rutin yang ideal atau pengobatan yang diperlukan untuk menjaga mulut Anda agar tetap lembab dan sehat. Mengunyah permen karet dapat merangsang produksi air liur sehingga mampu melembabkan mulut yang terasa kering (Ehow. serta dapat mengatasi xerostomia (mulut kering) (Uripi.salivalis. 3.com/images/rhagadeXE21_small. 2012). Sayuran dan buah kaya akan vitamin dan mineral. Meskipun harganya murah meriah. sel – sel kanker yang rusak atau mati akibat pengbatan.menjaga kesehatan agar tetap prima.9. kadang-kadang juga ditemukan pada gusi dan lidah. Ketika mulut kering.jpg II. Kunjungi dokter gigi setidaknya dua kali dalam setahun. Di samping itu. Pengertian Plak Plak adalah lapisan tipis dari mikroorganisme. Sumber : http://www.1. 4. Plak merupakan agregat sejumlah besar dan berbagai macam mikroorganisme pada permukaan gigi mulai erupsi dengan cepat akan dilindungi lapisan tipis glikoprotein yang disebut aequired pellicle. 2002). Mulut kering dapat menyebabkan penyakit gusi dan penyakit lainnya yang mungkin harus ditanggapi secara serius.9. air putih berfungsi sebagai pelembab dan juga mengurangi kemungkinan terjadinya iritasi di rongga mulut. sisa makanan dan bahan organik yang terbentuk di gigi. . buah segar mengandung banyak cairan yang berguna untuk melarutkan sisa metabolisme obat. permen karet terbukti cukup efektif untuk mengatasi mulut kering. Plak II. Coba kunyah permen karet.

dekstan dan asam lipoteikoat. Mikroorganisme tersebut selain mampu membentuk asam (asidogenik) juga tahan terhadap asam (asidurik). c) Bahan adjuvan dan supresif adalah lipopolisakarisa. Viscocus. L. b) Organisme penyebab kelainan periodontal khususnya bacteroides asaccha rolyticus (gingivitis) dan Actinobacillus. Plak supra dan sub gingival hampir tiga perempat bagian terdiri dari bakteri. fibrinogen.Acidophillus dan A.mutans. Plak juga terdiri dari mutans dan streptokokus sanguis yang ditandai oleh kemampuannya mensintesis sukrosa menjadi polisakarida ekstraseluler dan asam.2002). II. Plak sama seperti ludah yang merupakan pelindung alami mekanis. mikroorganisme dan lain sebagainya. kimiawi. yang sangat diperlukan agar fungsi pengunyahan tidak terganggu.9. melekat pada gigi dan membentuk koloni atau kumpulan yang terdiri dari air liur. sisa-sisa makanan. Terbukti bahwa 1 mg plak mengandung kurang lebih 3 X 108 bakteri. Di samping bakteri plak mengandung glikoprotein dan . Plak yang dapat hilang setelah berkumur dinamakan debris atau sordes (kotoran). Susunan Plak Menurut Roeslan (2002) plak gigi bakterial mengandung 3 komponen fungsional yaitu : a) Organisme kariogenik. Secara klinis yang disebut plak adalah semua yang tertinggal pada gigi dan ginggiva setelah berkumur kuat. dan fisis pada selaput lendir dan gigi. Plak yang sangat tipis baru terlihat setelah pewarnaan.2. terutama s. Menurut Depkes (1995) plak adalah lapisan tipis yang tak berwarna (transparan) tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Untuk melihat plak digunakan zat pewarna yaitu disclosing solution.Glikoprotein di dalam air ludah akan diserap dengan spesifik pada hidroksiaptit dan melekat erat pada permukaan gigi (Roeslan. jaringan mati. Arti fisiologis plak harus juga dikenal.

Hadirnya nutrien yang meliputi : 1) Makanan atau diet 2) Cairan gusi 3) Sisa epitel dan leukosit 4) Saliva Dari faktor tersebut salah satu faktor terpenting adalah tindakan kebersihan mulut (Dally. 2005). Lingkungan fisik meliputi : 1) Anatomi gigi dan posisi gigi 2) Anatomi jaringan sekitar gigi 3) Struktur permukaan gigi 4) Gesekan oleh makanan dan jaringan sekitar 5) Tindakan kebersihan mulut b. konsentrasi zat asam. II. dimana justru species actinomyces merupakan jumlah flora yang lebih besar. Keadaan lingkungan seperti susunan ludah.1996 dalam Sriyono. lapisan ini tumbuh karena adsorbsi zat putih telur dan glikoprotein dari ludah.polisakarida esktraseluler (PSE) yang bersama-sama membentuk matriks plak. Oleh karena itu susunan plak berbeda dari tempat ke tempat.9.9. Kebanyakan bakteri pada plak gigi adalah streptokokus dan aktinimisetes.3. Mekanisme Pembentukan Plak Pada permukaan gigi yang sudah dibersihkan segera akan tumbuh lapisan tipis yang menutupi permukaan email. II.4. Terutama dalam fisure terdapat streptokokus dalam presentase yang relatif tinggi daripada dalam plak aproksimal. Tambahan sisa-sisa sel epitel. Lapisan tipis ini. dan sisa-sisa makanan. tembus cahaya dan tidak mengandung bakteri serta tidak mempunyai . dan efektifitas pembersihan buatan dan fisiologis sangat mempengaruhi susunan flora. substrat yang disediakan. granulosat. Faktor Penyebab Terjadinya Plak Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya plak oleh Carlson dalam Sriyono (2005) dibagi menjadi 2: a.

Setelah + 10 menit coccus mulai berkembangbiak. Pellikel yang telah diduduki oleh bakteri akan menjadi bagian dari plak (Ircham dkk. Dalam waktu relatif cukup singkat. Organisme ini akan membelah dan membentuk koloni. kemudian mengandung bentuk organisme filamen. tipe organisme yang lain akan melekat pada masa dan flora gabungan yang padat.9. 1991). Waktu Pertumbuhan Plak Waktu yang cukup untuk perkembangan plak didapatkan bila seseorang mengabaikan tindakan kebersihan mulut. Bentuk awal dari plak lebih kariogenik sedang bentuk akhir dapat merangsang terjadinya penyakit periodontal (Forrest. Perlekatan mikroorganisme akan bertambah erat dengan adanya produksi desktran dari bakteri sebagai produk sampingan dari aktivitas metabolisme.struktur tertentu dan disebut aquired pillikel. Setelah equired pellikel trbentuk. tetapi hanya bersifat sementara. Plak dapat dihilangkan dengan menggosok gigi. misalnya permukaan yang memungkinkan terjadinya perlekatan dari koloni bakteri. Kedua tipe plak tersebut bervariasi karena menyerap substansi yang berbeda dari ludah dan diet pada plak supragingiva. bakteri mulai berproliferasi di atas permukaan pellikel. dan eksudat gingiva pada daerah subgingiva. permukaan email gigi tertutup oleh bakteri jenis coccus. yang lengket. Pelikel merupakan kutikel yang tipis. bening dan terdiri dari glikoprotein. pada servik gingiva atau pada poket periodontal. Lapisan ini akan ditemukan kembali segera setelah menggosok gigi. Baru kemudian. Plak dapat melekat pada gigi secara supragingiva atau subgingiva. Segera setelah pembentukan kutikel. bakteri tipe kokus (terutama streptokokus) akan melekat ke permukaan kutikel. sehingga terjadi karies. . Pembentukan plak tidak terjadi secara acak tetapi terjadi secara teratur. II.5. Pelikel yang berasal dari saliva atau cairan gingiva akan terbentuk terlebih dahulu oleh gigi.1993). bila kita makan sukrosa maka kuman dalam plak akan merubah sukrosa menjadi asam yang dapat melarutkan email.

Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.jpg Terapi Penyakit Gigi dan Mulut I. 1987). Antibiotok Antibiotik adalah golongan senyawa. Plak terbentuk 1jam setelah gigi dibersihkan dan mencapai maksimum setelah 30hari. Sesudah hari ketuju plak mengandung bermacam-macam kuman yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit gigi dan mulut (Nio. .colgateprofessional. meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri.Apabila plak dibiarkan tumbuh maka pada hari kedua menetaplah kuman bentuk filament dan setelah hari ketuju muncullah jenis kuman spiril dan spirochaeta. plak dapat terbentuk segera setelah gigi dibersihkan. yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme. Menurut Caranza (1990) dalam Sriyono (2005). hanya saja targetnya adalah bakteri. baik lamai maupun sintetik. Antibiotik berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Antibiotik bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolism.com/LeadershipUS/PatientEducation/Ima ges/Resources/pated_SubgingivalCalculus. Sumber : http://www. Penggunaan antibiotik khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi.

2-4 bedah baik minor maupun mayor. Inhibitor sintesis dinding sel bakteri. menyusui . Anitemetabolit. 4. tunicamycin. nalidixic acid. dan Tetracyline. misalnya rifampicin. misalnya azaserine. cloramphenicol. Sectrum sempit. polypeptide dan Cephalosporin. misalnya inomycin. Tabel pemakaian antibiotik dalam penatalaksanaan penyakit gigi dan mulut Antibotik Dosis deawsa Indikasi Pengobatan paska Ampisiin 250-500 mg. Aminoglycoside. gentamycin 2. collistin. chloramphenicol. kanamycin. hetacilin. 5. hati-hati pada kehamilan. kali sehari pengobatan infeksi gram Kontraindikasi Hipoersensitif. streptomycin. misalnya ampicillin. Spectrum luas : ampicilin. spiramycin. 2. dibagi menjadi 2: a. cloxacillins. amoxycillin. mencangkup banyak jenis antibiotic. mencangkup golongna Quinolone. erythromycin. b. misalnya gentamycin. Inhibitor transkripsi dan replikasi. cephalosporin. Inhibitor fungsi membran sel.Ada 6 kelompok antibiotik yang digunakan dalam kedokteran gigi berdasarkan sasaran kerjanya: 1. tetracylin. Inhibitor sintesis protein. Ada 2 macam bakteri berdasarkan spektrumnya: 1. 3. misalnya oligomycin. inhibitor fungsi sel lainnya. vilinomycin. terutama dari golongan Macrilide. seperti golongan sulfa atau sulfonamida. mencangkup golongan penisilin. actinomycin D. penicillin G. tetracycline. Gram positif bacteria: bnezilpenicillins. oxytetracycline. bacitracin. Gram negatif becteria: polymycin B.

menyusui. 4 kali sehari Tetrasiklin Pengobatan paska bedah baik minor (diminum 1 jam maupun mayor.positif dan gram negatif Pengobatan paska bedah baik minor maupun mayor. hati-hati pada pasien dengan gangguan hepas . 3 kali sahari pengobatan infeksi gram positif dan gram negatif. sebelum makan atau 2 jam sesudah makan pengobtan infeksi gram positif dan gram negatif Pengobatan paska bedah baik minor maupun mayor. erycipelas). Amoksisilin 250-500 mg. infeksi kulit. pengobatan 250-500 mg. penderita gangguan ginjal. 2Eritromisin 4 kali sehari. pengganti penilisin (pada pasien yang alergi penisilin) Hipoersensitif. 500 mg/12 jam 250-500 mg. wanita hamil. infeksi berat 4 gram per hari infeksi streptokokus (faringitis. luka selulitis Hipersensitifitas. anak dibawah 8 tahuaaaaaaan Hipersensitifitas. jika ada kegagalan ginjal dosis dewasa.

ginjal II. streptococci. gangguan hati. dan antalgin. sehingga biasa disebugt obat golongan analgesik-antiperitik. bakteremia Trsemester pertama kehamilan. 150-300 mg 3-4 kali sehari infeksi yang idsebabkan oleh strain. pneumococcin. Obat golongan analgesik umumnya jugamempunyai efek antipiretik. . Analgesik Analgesik adalah golongan obat yang dapat menghilangkan rasa nyeri seperti kepala. infeksi parah. parasetamol. yakni mampu menurunkan suhu tubuh. hipersensitifitas Metronidazol Klindamisin Hipersensitifitas Hipersensitifitas. seperti aspirin. staphylococci Pengobatan paska bedah baik minor Kloramfenikol 125-250 mg. spetikemi. dan sendi. gigi. 4 kali sehari maupun mayor.Pengobatan paska 250-500 mg 3-4 kali seharfi bedah baik minor maupun mayor untuk kuman anaerob Infeksi yang disebabkan oleh bakteri anaerob.

000 unit. maks 3 kali Kelainan sehari kejang. Tabel Obat-obat Anti Jamur Obat Sediaan Dosis 100. yang paling sering adalah candida albicans. 4 kali sehari 100. hipersensitifitas aspirin Non-NSAIDS Paracetamol (acetaminophen) Nefopam 500-1000 mg.Tabel beberapa analgesik yang digunakan dalam kedokteran gigi : Agen analgesic Dosis dewasa Kontraindikasi Non steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDS) Ibuprofen Asan mefenamat Celecoxib 400 mg.000 unit/mg. kehamilan.hepatitis. 4 Indikasi Infeksi candida albicans. penyakit ginjal atau hati III. mkas 4 kali Penyakit ginjal atau hati sehari 30-6. Maka diperlukan panatalaksanaan pasien untuk menjaga kebersihan mulutnya. Obat Anti Jamur Sebagian besar infeksi jamur yang ada di ringga mulut disebabkan oleh spesies candida. 2-4 kali sehari 250-500 mg.000 unit/ml. perawatan yang lebih lama untuk kasus kandidiasis kronis . 3 kali sehari 100 mg. 2 kali sehari Asma. lambung.tukak tendensi perdarahan. kehamilan atau menyusui.mg. 4 kali Nystatin Pastilles sirup salep atau krim sehari 100.

4 kali sehari (durasi 2-4 minggu) 25 mg/ml. obat ini bereaksi pada enzim seluler dengan membentuk guanosine triphospate yang merusak sintesis DNA virus. Obat Anti Virus Infeksi virus terdapat pada intraseluler dan obat anti virus menjegah terjadinya kerusakan sel hospes. 2-3 kali sehari pada sudut mulut 2 %. pada sudut mulut 50 mg Fluconazol Kapsul sirup 50 mg/5 ml. Salah satu obat anti virus yang sering digunakan adalah acyclovir. salep fitting surface gii tiruan 2%. krim. durasi 1-2 minggu atau pada pasien immunocompromise d Denture stomatitis (kandidiasis eritmatur kronik) Angular cheilitis Angular chilitis Infesi jamur IV. tiap hari. Tabel Obat anti virus : . diaplikasikan pada Miconazole (efektif terhadap bakteri gram positif) Gel.kali sehari (durasi: 2-4 minggu) 10 mg. 4 kalio sehari Amphotericin Lozenges sirup 100 mg/ml.

2 tahun ½ dosis dewasa 5 kali sehari 5 hari Herpes simpleks sekunder Herpes zoster (shingles) 5% krim 5 kali sehari Pada fase prodomal 800 mg (tablet) 5 kali sehari 7 hari V. kemudian dilepas perlahan-halan dalam bentuk yang aktif. Clorhexidine Kumur-kumur dua kali sehari dengan mengunakan 0. Pemakaian antiseptik sebagai obat kumur mempunyai peran ganda yaitu sebagai pencegah langsung pertumbuhan plak gigi supragingiva dan sebagai terapi langsung terhadap plak gigi subgingiva.2 % larutan chlorhexine akan mengurangi jumlah mikroorganisme dalam saliva sebanyak 80% dan apabila pemakaian obat kumur dihentikan bakteri akan kembali seperti semila dalam waktu 24 jam chlorhexine diserap oleh hydroxiapatit permukaan gigi dan mucin dari saliva.Penyakit Dosis 200 mg (tablet. Macam-macam obat kumur: 1. Obat Kumur (Antiseptic) Antiseptic adalah zat-zat kimia yang mamapu membunuh atau menghentikan aktivitas bekteri hanya dalam bentuk vegetatif. mungkikn disebabkan karena berkurangnya . Keadaan ini merupakan dasar aktivitas chlorhexidine untuk menghambat pembentukan plak (anti-plak). pada anak. Chlorhexidine dapat membantu penyembuhan ulkus (sariawan). Frekuensi Durasi Herpes simpleks primer pada orang dewasa).

. Diasepam Diasepam memudahkan aktivitas gamma amono butyric acid (GABA) pada sistem syaraf pusat. Obat-obat Antianxietas (Anti cemas) a. Obat kumur ini dapat dipakai untuk mengurangi bakteremia setelah pencabutan gigi atau setelah perawatan bedah. Mempunyai sifat antibakteri. mempunyai efek sedasi. Hexetidine Hexetidine sebagai obat kumur yang dipasarkan dengan merek dagang Bactidol® termasuk golongan antisektik dan merupakan derivat pirimidi. Listerin Listerin merupakan antiseptic yang efektif sebagai anti plak. dosis awal diasepam 4mg/hari. 2. bermanfaat untuk bakteri gram positif dan gram negatif dan dapat digunakan untuk mengurangi terjadinya keradangan. dosis 2x15 mg/hari. Hexetidine merupakan antibakteri dengn spektrum luas dengankonsentrasi rendah bermanfaat untuk mikroorganisme rongga mulut. 4. Dosis maksimal 60mg/hari. VI. b.kolonisasi bekteri yang berkontaminasi dengan lulka dan mengurangi terjadinya infeksi sekunder. Baclofen Efek sedasi lebih sedikit. Uji coba klinis antara 760 hari menunjukan adanya hambatan pembentukan plak dan radang gingiva bila digunakan untuk membantu kontrol plak secara mekanis. Povidon iodine Povidon iodine 1% sebagai obat kumur yang dipasarkan dengan merek dagang Betadine® (untuk sekanjutnyab kami sebut betadine) sebagai antiseptik mempunyai sifat antibakteri. dapat ditingkatkan hingga 100 mg/hari. 3.

Bila kerusakan sudah terlalu luas dan gigi tidak dapat diperbaiki lagi. b. tapi pendarahan akan berhenti setelah karang gigi dibersihkan. c. atau amalgam (sudah mulai jarang digunakan). Karang gigi tidak dapat hilang bila hanya dengan menggosok gigi atau berkumur dengan obat kumur. biasanya digunakan inlay atau onlay. Jika dilakukan dengan cara yang baik dan benar. Mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket. Pembersihan karang gigi memerlukan bantuan dokter atau perawat gigi. Secara mekanik yaitu dengan menyikat gigi dan pembersihan interdental dengan menggunakan benang gigi (dental floss) . karena dikawatirkan akan memperparah keadaan gigi anda. Pada lubang gigi yang besar dibutuhkan restorasi yang lebih kuat.Bentuk Terapi Penyakit Gigi dan Mulut Karies Biasanya perawatan yang diberikan adalah pembersihan jaringan gigi yang terkena karies dan penambalan (restorasi). Untuk membersihkan karang gigi tidak dianjurkan untuk membersihkan sendiri. agar tidak menimbulkan gangguan mulut yang lain. Gusi juga mungkin sedikit berdarah karena tepi gusi yang tertutup karang memang lebih sensitif. kompomer. bahkan mungkin mahkota tiruan. maka harus dilakukan pencabutan. pembersihan karang tidak akan merusak gigi. . perlu dilakukan perawatan saluran syaraf. Bahan tambal yang digunakan dapat bermacam-macam. misalnya resin komposit (penambalan dengan sinar dan bahannya sewarna gigi). glass ionomer cement. Plak Jika anda telah menyadari munculnya karang gigi pada gigi anda sebaiknya anda segera melakukan tindakan untuk segera menghilangkan karang gigi tersebut. Pada karies yang sudah mengenai jaringan pulpa. d. Pencegahan dan Pembersihan Plak Menurut Besford (1996) pencegahan plak gigi dapat dilakukan : a.Yang tidak jarang terjadi adalah gigi jadi ngilu karena bagian – bagian leher gigi yang tadinya tertutup karang jadi terbuka. Memperbanyak konsumsi buah-buahan yang berair dan sayuran berserat. Secara kimiawi yaitu kumur-kumur dengan cairan antiseptis.

Flossing menggunakan benang gigi merupakan kiat berikut untuk membersihkan gigi yang tidak dapat dijangkau saat menggosok gigi. penutupan dengan jahitan terputus. Mucocele biasanya harus diangkat. menebus mukosa. Sehingga mengontrol plak merupakan cara untuk menghilangkan plak dan mencegah akumulasinya. bisa dengan bedah maupun laser. Akan tetapi. Beberapa dokter saat ini ada juga yang menggunakan menggunakan injeksi Kortikosteroid sebelum melakukan pembedahan. Namun ada kemungkinan pembedahan dapat menyebabkan munculnya mucocele lain. Jika berhasil. Terkadang mucocele dapat sembuh dengan sendirinya. ini terkadang dapat mengempiskan pembengkakan.mukos asesoris. Pemeriksaan gigi secara berkala. biasanya dokter menyesuaikan dosis atau pengalihan ke obat lain yang tidak menyebabkan mulut kering. jika dibiarkan tanpa perawatan akan meninggalkan luka parut. lesi dipotong dengan teknik gunting. Muccocele Eksisi mucocele : di eksisi dengan memakai modifikasi teknik elips. seseorang mungkin memerlukan bantuan dokter gigi untuk membersihkan giginya secara menyeluruh. Kemungkinan lain dokter akan memberikan obat perangsang air liur . Inilah tingkatan utama dalam pencegahan penyakit gusi dan karies. maka tidak perlu dilakukan pembedahan. Menurut Srigupta (2004) kekuatan fisiologis alami yang membersihkan rongga mulut tidak mampu menghilangkan plak gigi. Menyikat gigi secara teratur merupakan cara ampuh sekaligus sederhana mencegah timbulnya plak.e. diluar batas permukaan dari lesi. pengambilan gl. Batas mucocele dengan jaringan sehat mudah diidentifikasi. Jika plak sudah terlalu parah atau atau karang gigi sudah mulai terbentuk. Xerostomia Jika dokter yakin bahwa obat menjadi penyebabnya.

pembedahan. atau kedua-duanya. Dokter gigi akan mengobati abses dengan menggunakan prosedur perawatan abses gigi dalam beberapa kasus. Fraktur Gigi Perawatan fraktur klas II pada gigi permanen : * Perlindungan pulpa * Restorasi * Kontrol vitalitas 6-8 minggu Pulp Capping adalah suatu perlindungan terhadap pulpa sehat yang hampir tereksponasi atau tereksponasi kecil dengan obat-obatan antiseptik atau sedatif agar pulpa sembuh kembali serta mendapatkan vitalitas dan fungsi yang normal. Selain itu pencabutan gigi penyebab atau karang gigi sangat penting untuk mencegah infeksi berulang.Infeksi rongga mulut Perawatan infeksi memerlukan tindakan yang cepat dan tepat. pengendalian bakteri dan toxinnya merupakan hal yang paling penting dengan memberikan antibiotic yang tepat sesuai dengan jenis bakteri. Selain itu menjaga agar intake makanan dan cairan dapat masuk dengan baik. karena pembengkakan pada mulut dapat menyebabkan obstruksi pernafasan. Menjaga agar jalan nafas tidak terhalang. . yang terjadi pada tempat pembengkakan agar tidak menekan dan menyebar dalam pembuluh darah. yang akan mengakibatkan septic syok. Tindakan selanjutnya berupa drainage atau pengeluaran pus. Abses Satu-satunya cara untuk menyembuhkan abses gingiva adalah mengikuti perawatan gigi.

2012.wordpress. (diakses pada tanggal 8 April 2013) Besford.G. Aziz Ahmad... Velden-Veldkamp. Jakarta : Hipokrates. Imunologi Oral Kelainan di dalam Rongga Mulut. M.DAFTAR PUSTAKA Anitasari. N. 1993. Hubungan Frekuensi Menyikat Gigi. H. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Sidarto S.. Helderman V.J. H.H. Mengenal Gigi Anda Petunjuk Bagi Orang Tua. Pengantar Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan. 2012. Balita dan Anak Prasekolah Secara Terpadu di RS dan Puskesmas.B. Ehow. Jakarta : Prestasi Pustaka. Inne Suherna.H. Bhe. Schautteet. J. Smith. Jakarta. Ked. 2005. http://menghilangkanbaumulut .V. Roeslan. J. 2008.W.I. Bagaimana Menyingkirkan Sebuah Mucocele. Cara Mengatasi Mulut Kering. Body Sign Sinyal-sinyal tubuh Anda dari Ujung Rambut hingga Ujung Kaki. Huis In’t Veld.H. 1991. Menu untuk Penderita Kanker.O. Ihinsolihin. Penyakit-penyakit Gigi dan Mulut Pencegahan dan Perawatannya. 1987.J. Dirks. Eijkman. 38. Bagian Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Unpad. G. 2002. Silvia. Pedoman Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil. Mucocele. Roukema. Sriyono.H. Preventif Dentistry. Pencegahan Penyakit Mulut. B. . Sasmita.J. Gambaran Efek Pasta Gigi yang Mengandung Herbal terhadap Penurunan Indeks Plak.. Cramwincklel A. com/kesehatan/bagaimana-menyingkirkan-sebuah-mucocele/ (diakses pada tanggal 8 April 2013) Ircham. http://ihinsolihin. Dermaut. Bakar. K...blogspot. FKUI : Jakarta. Vera. Cerita Kita. P... J. Depkes. P. Woltgens. Jakarta : Puspa Swara. Kedokteran Gigi Klinis. Joan Liebman. Maj. L. Yogyakarta : Liberty.. Uripi. com/2012/07/cara-mengatasi-mulut-kering. Jogjakarta : Medica Fakultas Kedokteran UGM.A. Gigi. Pilot. K.). Srigupta. Houwink. 2012. 1993. J. Jakarta : Arcan. Vol.B. 2004. Moltzer. http://bala2. Yogyakarta : Quantum Sinergis Media. J. Crielaers. Ediati S. M.M. 2002. Ibu Menyusui. 2 April–Juni 2005: 88–90.A..html (diakses pada tanggal 8 April 2013) Forrest. T...O. No.D. Bandung. Jakarta : Ufuk Press.R. B.A.. Nio. Abu.com/2008/03/27/mucocele/.. 2006. (Dent.. O. Bandung : Yayasan Kesehatan Gigi Indonesia. Tan. Konig. 2008. Bala. Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan. Perawatan Gigi dan Mulut. 1996. 1995.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times